6. Pengujian Asumsi Klasik
3.5 Definisi dan Pengukuran Variabel
Skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini adalah menggunakan skala interval, yaitu skala yang mengurutkan obyek berdasarkan suatu atribut, dengan jarak yang sama pada pengukuran
interval memperlihatkan jarak yang sama dari ciri atau sifat obyek (Nazir, 2003 : 131).
1. Variabel Motivasi Kerja (Y)
Motivasi kerja adalah merupakan bagian dari perilaku organisasi yang menyangkut dorongan yang memberikan semangat kerja kepada para pegawai untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi yang telah ditetapkan.
indikator dari variabel motivasi kerja adalah : a) Senang bekerja keras
b) Semangat bekerja untuk meningkatkan kinerja karyawan c) Penambahan jam kerja karyawan
Lima kategori penilaian atau pengukuran variabel :
1 2 3 4 5 Sangat
Rendah
Sangat
Tinggi Definisi diatas merupakan pengembangan dari penelitian dimana jawaban nilai 5 berarti sangat tinggi dengan pernyataan yang diberikan, jawaban 1 berarti sangat rendah dengan pernyataan yang diberikan, sedangkan jawaban nilai 3 merupakan nilai tengah antara sangat tinggi dan sangat rendah dari pernyataan yang diberikan. Jadi jawaban antara nilai 4 dan 5 berarti cenderung sangat tinggi dengan pernyataan yang diberikan dan jawaban antara nilai 1 dan 2 berarti cenderung sangat rendah dengan pernyataan yang diberikan.
2. Variabel Tingkat Gaji (X1)
Gaji merupakan suatu balas jasa dalam bentuk uang yang diterima pegawai sebagai konsekuensi dari statusnya sebagai seorang pegawai yang memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan dalam organisasi atau instansi tersebut. Semakin tingkat gaji yang diberikan kepada pegawainya maka akan berdampak positif terhadap peningkatan motivasi kerja pegawainya.
Indikator dari variabel tingkat gaji adalah : a) Besarnya gaji yang diterima
b) Kesesuaian gaji dengan tanggung jawab pekerjaan yang dibebankan c) Kesesuaian gaji dengan standar gaji yang telah ditetapkan pemerintah
(UMR)
Lima kategori penilaian atau pengukuran variabel :
1 2 3 4 5 Sangat
Rendah
Sangat
Tinggi Definisi diatas merupakan pengembangan dari penelitian dimana jawaban nilai 5 berarti sangat tinggi dengan pernyataan yang diberikan, jawaban nilai 1 berarti sangat rendah dengan pernyataan yang diberikan, sedangkan jawaban nilai 3 merupakan nilai tengah antara sangat tinggi dan sangat rendah dari pernyataan yang diberikan. Jadi jawaban antara nilai 4 dan 5 berarti cenderung sangat tinggi dengan pernyataan yang diberikan
dan jawaban antara nilai 1 dan 2 berarti cenderung sangat rendah dengan pernyataan yang diberikan.
3. Variabel Suasana Kerja (X2)
Suasana kerja adalah suatu kondisi yang berada dalam lingkungan tempat kerja, baik situasi yang bersifat nyata maupun tidak nyata yang dapat memberikan dukungan dalam penyelesaian tugas dan tanggung jawab yang dijalankan dalam suatu instansi atau organisasinya.
Indikator dari variabel suasana kerja adalah : a) Hubungan komunikasi antar pegawai
b) Situasi dan kondisi sistem atau prosedur kerja dengan kenyamanannya dalam bekerja
c) Kondisi sarana dan prasarana yang mendukung dalam penyelesaian pekerjaannya
Lima kategori penilaian atau pengukuran variabel :
1 2 3 4 5
Sangat Buruk Sangat Baik
Definisi diatas merupakan pengembangan dari penelitian dimana jawaban nilai 5 berarti sangat baik dengan pernyataan yang diberikan, jawaban nilai 1 berarti sangat buruk dengan pernyataan yang diberikan, sedangkan jawaban nilai 3 merupakan nilai tengah antara sangat baik dan sangat buruk dari pernyataan yang diberikan. Jadi jawaban antara nilai 4 dan 5 berarti cenderung sangat baik dengan pernyataan yang diberikan dan
jawaban antara nilai 1 dan 2 berarti cenderung sangat buruk dengan pernyataan yang diberikan.
4. Variabel Perhatian Pimpinan (X3)
Kepemimpinan adalah orang yang menerapkan prinsip dan teknik yang memastikan motivasi, disiplin, dan produktivitas. Kepemimpinan yang efektif tergantung pada landasan manajerial yang kokoh.
Indikator dari variabel perhatian pimpinan :
a) Tingkat keteladanan pimpinan dalam pengambilan keputusan b) Perhatian pimpinan terhadap pegawai
c) Komunikasi pimpinan terhadap pegawai Lima kategori penilaian atau pengukuran variabel :
1 2 3 4 5
Sangat Buruk Sangat Baik
Definisi diatas merupakan pengembangan dari penelitian dimana jawaban nilai 5 berarti sangat baik dengan pernyataan yang diberikan, jawaban nilai 1 berarti sangat buruk dengan pernyataan yang diberikan, sedangkan jawaban nilai 3 merupakan nilai tengah antara sangat baik dan sangat buruk dari pernyataan yang diberikan. Jadi jawaban antara nilai 4 dan 5 berarti cenderung sangat baik dengan pernyataan yang diberikan dan jawaban antara nilai 1 dan 2 berarti cenderung sangat buruk dengan pernyataan yang diberikan.
5. Variabel Kesejahteraan Sosial (X4)
Kesejahteraan merupakan balas jasa pelengkap atau materiil dan non materiil yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan dan bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitasnya meningkat.
Indikator dari variabel kesejahteraan sosial adalah : a) Besarnya tunjangan sosial yang diterima pegawai
b) Kegiatan atau acara yang dapat memberikan kesejahteraan pegawainya c) Penghargaan terhadap prestasi kerja yang telah dicapai
Lima kategori penilaian atau pengukuran variabel :
1 2 3 4 5 Sangat
Rendah
Sangat
Tinggi Definisi diatas merupakan pengembangan dari penelitian dimana jawaban nilai 5 berarti sangat tinggi dengan pernyataan yang diberikan, jawaban nilai 1 berarti sangat rendah dengan pernyataan yang diberikan, sedangkan jawaban nilai 3 merupakan nilai tengah antara sangat tinggi dan sangat rendah dari pernyataan yang diberikan. Jadi jawaban antara nilai 4 dan 5 berarti cenderung sangat tinggi dengan pernyataan yang diberikan dan jawaban antara nilai 1 dan 2 berarti cenderung sangat rendah dengan pernyataan yang diberikan.
44
Pabrik gula Candi didirikan pada tahun 1832 oleh keluarga The Goen Tjing yang bernama Kapten Tjoa (dari keluarga Tjoa) tetapi pabrik dikelola oleh orang-orang Belanda. Pada tanggal 31 Oktober 1911 disahkan sebagai Badan Hukum di Panitia Pengadilan Negeri di Surabaya nomor 122 dengan nama NV Suiker Fabriek Tjandi, yang diambil dari nama lokasi pabrik itu berada. Pada masa sesudah Perang Dunia II, perusahaan ini sempat dikuasai oleh perusahaan Negara Perkebunan XXII (PNP XXII), untuk beberapa tahun kemudian dikembalikan lagi kepada Tjo. Kapasitas giling pabrik adalah 750 ton tebu per hari dan gula yang dihasilkan adalah sejenis SHS (Superior Hooft Suiker).
Pada tahun 1941 pabrik ditutup dan baru dibuka kembali pada tahun 1950 oleh orang Belanda. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan pada tanggal 8 Pebruari 1962 berubah nama menjadi PT. PG Tjandi dan disahkan dengan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia nomor Y.A.5/122/1 tanggal 14 Oktober 1962.
Tahun 1963 sebagian saham dijual ke H. Wirontono dan tahun 1972 seluruh saham dibeli oleh H. Wirontono Bakrie bersaudara yang terdiri dari H. Wirontono Bakrie, H. Ahmad Badawi Bakrie dan Dr. H. Faruk Makrie. Untuk meningkatkan kapasitas giling menjadi 1250 ton tebu per hari, maka pada tahun 1975 dilakukan rehabilitasi. Pada tahun 1981 kapasitas ditingkatkan kembali
menjadi 1500 ton tebu per hari dengan produk gula SHS (Superior Hooft Suiker).
Pada tahun 1991 manajemen PT. PG Tjandi diambil alih oleh PT. Rajawali Nusantara Indonesia (PT. RNI) yang berada dibawah Departemen Keuangan. Dan pada tahun 1992 PT. Rajawali Nusantara Indonesia membeli saham PT. Pabrik Gula Candi Baru sebesar 55 % dari H. Wirontono Bakrie. Pada tahun 1993 dengan beberapa rehabilitasi PT. PG Candi Baru telah mampu meningkatkan kapasitas giling menjadi 1800 ton tebu per hari dengan produk gula jenis SHS 1-A.
Anggaran dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan yang terakhir berdasarkan akta pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dikukuhkan dengan perubahan Anggaran Dasar Nomor 73 tanggal 28 Juli 1993 yang dibuat oleh Imas Fatimah, SH, notaris di Jakarta. Berdasarkan akta notaris tersebut nama perusahaan diubah menjadi “PT. Pabrik Gula Candi Baru”.
Sejak tahun 1998 PT. PG Candi Baru membentuk kerja sama PT. KGA berupa Badan Kerja Sama Penanaman dan Penggilingan Tebu (BKS-PPT). Berdasarkan kontrak tanggal 30 Juni 1998 berakhir pada akhir masa giling tahun 2001. PT. PG Candi Baru merupakan salah satu perusahaan yang menghasilkan gula Jenis SHS (Superior Hooft Suiker) sebagai produk utama. Hasil sampingnya adalah tetes dan ampas yang masing-masing digunakan sebagai bahan pembuatan Mono Sodium Glutamat (MSG) dan kelebihan ampas dijual, pada umumnya digunakan untuk pembuatan kertas.
Pendirian perkebunan tebu dan pabrik gula Candi Baru-Sidoarjo berlatar belakang pada :
a. Menunjang kebijaksanaan pemerintah untuk mendukung swasembada serta mengurangi ketergantungan kebutuhan akan gula dari negara lain. b. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani tebu
serta membuka lapangan kerja bagi penduduk di sekitar perkebunan tebu dan pabrik gula.
c. Meningkatkan devisa negara melalui sektor pajak dan ikut serta berperan aktif dalam pemerataan hasil-hasil pembangunan.
d. Dengan adanya diversifikasi tanaman di lahan petani khususnya tanaman tebu, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pembangunan pertanian pada umumnya.