C. Hasil Pengujian Heteroskedastisitas
4.5 Motivasi Kerja Karyawan
Motivasi kerja adalah dorongan atau keinginan yang dimiliki karyawan untuk bekerja giat dalam upaya mencapai tujuan perusahaan ataupun tujuan dirinya sendiri. Motivasi kerja berdasar tiga kategori yaitu tanggung jawab terhadap penyelesaian tuga di pabrik, kemauan untuk bekerja keras, dan kemauan untuk bekerja sama sesama karyawan (Sri Otavia, 2000).
Motivasi kerja adalah sebagai evaluasi terhadap pekerjaan yang dilakukan lewat atasan langsung, teman, dirinya sendiri dan bawahan. Dari hasil jawaban responden yang diperoleh dari penyebaran kuesioner mengenai motivasi kerja kepada responden yang berjumlah 50 orang karyawan bagian produksi di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo, untuk lebih memperjelas uraian pada pembahasan maka berikut ini akan
ditampilkan rekapitulasi jawaban responden mengenai variabel motivasi kerja (Y) dalam tabel adalah sebagai berikut :
Tabel 16. Rekapitulasi Jawaban Responden Variabel Motivasi Kerja (Y)
Item Indikator 1 2 3 4 5 Rata-rata Total
Senang Bekerja Keras 0 0 0 31 19 4,38 50
Y1.1
Prosentase (%) 0 0 0 62% 38% 8,76% 100%
Semangat bekerja untuk
meningkatkan kinerja karyawan
0 0 0 37 13 4,26 50
Y1.2
Prosentase (%) 0 0 0 74% 26% 8,52% 100%
Penambahan jam kerja karyawan
0 0 2 34 14 4,24 50
Y1.3
Prosentase (%) 0 0 4% 68% 28% 8,48% 100%
Sumber : Lampiran 6
Keterangan Skor Item Pertanyaan :
1. Nilai 1 = Sangat Rendah 4. Nilai 4 = Tinggi
2. Nilai 2 = Rendah 5. Nilai 5 = Sangat Tinggi 3. Nilai 3 = Sedang
Berdasarkan tabel 16 diatas dapat diketahui bahwa :
1. Untuk indikator ”Senang Bekerja Keras” sebagian besar responden menjawab tinggi adalah sebanyak 31 orang atau sebesar 62%, sedangkan responden menjawab sangat tinggi sebanyak 19 orang atau sebesar 38%. Jadi kesimpulan dari indikator ”Senang bekerja keras” adalah sebagian besar menjawab tinggi yaitu sebanyak 31 orang atau sebesar 62%.
2. Untuk indikator ”Semangat bekerja untuk meningkatkan kinerja karyawan” sebagian besar responden menjawab tinggi adalah sebanyak 37 orang atau sebesar 74%, sedangkan responden menjawab sangat tinggi sebanyak 13 orang atau sebesar 26%. Jadi kesimpulan dari indikator ”Semangat bekerja untuk meningkatkan kinerja
karyawan” adalah sebagian besar menjawab tinggi yaitu sebanyak 37 orang atau sebesar 74%.
3. Untuk indikator ”Penambahan jam kerja karyawan” sebagian besar responden menjawab tinggi adalah sebanyak 34 orang atau sebesar 68%, sedangkan responden yang menjawab sangat tinggi sebanyak 14 orang atau sebesar 28% dan responden yang menjawab sedang sebanyak 2 orang atau sebesar 4%. Jadi kesimpulan dari indikator ”Penambahan jam kerja karyawan” adalah sebagian besar responden menjawab tinggi yaitu sebanyak 34 orang atau sebesar 68%.
Dari hasil rekapitulasi jawaban responden variabel motivasi kerja (Y) diatas bahwa dilihat dari rata-rata masing-masing indikator tersebut, indikator yang paling dominan dari variabel motivasi kerja (Y) adalah indikator ”Senang bekerja keras” yaitu sebesar 4,38 atau 8,76%, sedangkan indikator ”Semangat bekerja untuk meningkatkan kinerja karyawan” sebesar 4,26 atau 8,52% dan indikator ”Penambahan jam kerja karyawan” sebesar 4,24 atau 8,48%.
81
Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo, diperoleh kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Secara simultan faktor tingkat gaji, suasana kerja, perhatian pimpinan, dan kesejahteraan sosial berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan bagian produksi pada PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo. Secara parsial faktor tingkat gaji dan perhatian pimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan bagian produksi di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo. Sedangkan faktor suasana kerja dan kesejahteraan sosial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan bagian produksi di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo dan tidak terbukti kebenarannya.
2. Faktor tingkat gaji terbukti memiliki pengaruh paling dominan terhadap motivasi kerja karyawan bagian produksi di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo.
3. Motivasi kerja karyawan bagian produksi di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo terdapat tiga indikator variabel diantaranya yaitu : senang bekerja keras, semangat bekerja untuk meningkatkan kinerja karyawan dan penambahan jam kerja karyawan. Indikator yang paling dominan dari variabel motivasi kerja (Y) adalah indikator senang bekerja keras.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan diatas maka saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan penelitan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagi PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo
Untuk dapat meningkatkan motivasi kerja karyawan bagian produksi di PT. Pabrik Gula Candi Baru Sidoarjo maka disarankan agar :
a) Suasana Kerja
- Dapat meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana agar dapat mendukung dalam menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja.
- Menciptakan situasi dan kondisi tempat kerja yang nyaman bagi karyawan sehingga dapat meningkatkan motivasi kerja yang baik. b) Kesejahteraan Sosial
- Dapat meningkatkan pemberian penghargaan kepada karyawan yang berprestasi agar dapat termotivasi untuk meningkatkan prestasi kerjanya yang jauh lebih baik.
- Pemberian bantuan berupa tunjangan sosial kepada karyawan yang sedang mengalami kesusahan.
2. Bagi Peneliti
Dapat menjadikan sarana penambah wawasan dan penerapan ilmu pengetahuan dari teori-teori yang telah diperoleh selama dibangku kuliah, serta dapat dijadikan acuan atau masukan untuk penelitian yang akan datang khususnya penelitian dengan tema yang sama.
BPFE. Yogyakarta
Anonymous, 2009. Hubungan Antara Pekerjaan Sosial, Ilmu Kesejahteraan
Sosial dan Psikologi. FISIP UI Pers. Jakarta
Anonymous, 2010. Suasana Kerja Pengaruhi Produktivitas. http://www.bataviase.co.id
As’ad, Moch. 2004. Psikology Industry. Liberty. Yogyakarta
Buchari, Z. 2004. Manajemen dan Motivasi. Bumi Aksara. Jakarta
Charles, W dan Stoner. 1986. Manajemen Edisi Ke-3. CV. Intermedia. Jakarta
Edi Suharto, PhD, 2007. Paradigma Ilmu Kesejahteraan Sosial. Refika Aditama. Bandung
DR. Edy Sutrisno, M.Si. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Prenada Media Group. Jakarta
Fathoni. 2006. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Adimahasatya. Jakarta
Faustino. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Andi Jogja. Yogyakarta
Fisher dan Yates, 1973. "Statistical Tables For Biological Agricultural And
Medical Research", dikutip dari R.P. Kolstoe, Introduction to Statistic for
the Behavioral Sciences, Homewood, Illinois, Dorsey Press.
Gujarati, Damodar, 1999. Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga. Jakarta
Handoko, H. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. BPFE-Jogja. Yogyakarta
Hasibuan. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. H. Masagung. Jakarta
Muchdarsyah, S. 2005. Produktifitas Apa dan Bagaimana. Bumi Aksara. Jakarta
Prabu, A. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung
Prof. Ishak Arep,SE dan Hendri Tanjung,S.Si,MM, 2003. Manajemen Motivasi. Penerbit PT. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta
Samsudin, S. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Pustaka Setia. Bandung
Santoso, Singgih. 2001. Edisi Pertama. Latihan SPSS Statistik Parameter. Cetakan Kedua, Penerbit PT. Elex Komputindo Kelompok Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sekaran, Uma. 2003. Research Methods for Business : A Skill Building
Approach. USA : John Wiley and Sons, inc.
Siswanto. 2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Bumi Aksara. Jakarta
Sondang, S. 2004. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Rineka Cipta. Jakarta
Sri, Oktavia, 2000. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja
Karyawan Pabrik PTPN VIII Gunung Mas Bogor, Jawa Barat.
Umar. 2003. Metode Riset Perilaku Organisasi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Veithzal, Riva’i. 2005. MSDM Untuk Perusahaan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Wahidahwati, 2001. Kepemilikan Manajerial dan Agency Conflicts : Analisis
Persamaan Simultan Non Linier dari Kepemilikan Manajerial, Penerimaan Risiko (Risk Taking), Kebijakan Utang dan Kebijakan Dividen, Simposium Nasional Akuntansi Indonesia (JRAI), Volume V, (September), Hal 601-625.
Winardi. 2001. Motivasi dan Pemotivasian Dalam Manajemen. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta