• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Definisi Konsep

Penelitian ini menguji dua variabel yaitu Kemudahan (Perceive Ease of Use) sebagai variabel bebas (independen) dan Minat Penggunaan Ulang sebagai variabel terikat (dependen). Kedua variabel dioperasionalisasikan dalam bentuk konsep yang dapat diukur sebagai berikut:

1. Kemudahan (Perceive Ease of Use)

Kemudahan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. (Jogiyanto, 2007:115) 2. Minat Penggunaan Ulang

Menurut Wijaya, minat penggunaan ulang merupakan bagian dari perilaku konsumen dimana kesesuaian antara performa dari produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan menghasilkan minat para konsumen untuk mengkonsumsinya dimasa mendatang. (Apriyani dan Suharti, 2017:24) 3.6 Definisi Operasional

Dalam penelitian ini, variabel-variabel yang akan diteliti bersifat saling mempengaruhi. 45Menurut Sugiyono, operasionalisasi sebuah variabel-

45 Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta (60)

merupakan segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Variabel dalam penelitian ini meliputi dua variabel inti yaitu Kemudahan sebagai variabel bebas (variabel X) dan Minat Penggunaan Ulang sebagai variabel terikat (Variabel Y).

1. Kemudahan sebagai variabel bebas (X) pada penelitian ini adalah suatu kepercayaan (belief) tentang proses pengambilan keputusan. Jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah digunakan maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi tidak mudah digunakan maka dia tidak akan menggunakannya (Jogiyanto 2007). Terdapat 6 indikator/dimensi kemudahan yang terdiri dari:

a. Easy to learn, suatu aplikasi harus mudah untuk dipelajari sehingga pengguna mampu dengan mudah beradaptasi atau memahami aplikasi tersebut.

b. Controllable, suatu aplikasi harus mudah dikendalikan atau dikontrol.

Artinya aplikasi tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

c. Clear and Understandable, suatu aplikasi harus jelas dan dapat dipahami, baik dari segi konten maupun istilah yang digunakan.

d. Flexible, suatu aplikasi harus fleksibel. Artinya aplikasi tersebut dapat disesuaikan dan digunakan kapanpun sesuai keinginan pengguna.

e. Easy to become skillful, suatu aplikasi harus mudah dimengerti, sehingga pengguna mudah untuk menguasai penggunaan aplikasi tersebut.

f. Easy to use, suatu aplikasi harus mudah untuk digunakan, sehingga pengguna tidak merasa kesulitan dalam pengoperasiannya.

2. Minat penggunaan ulang sebagai variabel terikat (Y) pada penelitian ini adalah seseorang yang melakukan pembelian suatu barang atau jasa pertama kali dan menunjukkan perilaku yang aktif berulang menggunakan produk atau jasa tersebut dan mempunyai sikap positif terhadap produk atau jasa tersebut yang didasari oleh pengalaman yang dilakukannya di masa lampau (Kotler dan Keller 2009). Terdapat 4 indikator/dimensi minat penggunaan ulang yang terdiri dari:

a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan konsumen untuk selalu membeli ulang produk atau jasa yang telah dikonsumsinya.

b. Minat referensial, yaitu kesediaan konsumen untuk merekomendasikan produk atau jasa yang telah dikonsumsinya kepada orang lain.

c. Minat preferensial, yaitu perilaku suatu konsumen yang menjadikan produk atau jasa yang telah dikonsumsinya sebagai pilihan utamanya.

d. Minat eksploratif, yaitu keinginan konsumen untuk selalu mencari informasi mengenai produk atau jasa yang diminatinya.

Tabel 3.2 Definisi Operasional

Variabel Definisi Variabel Indikator Skala

Kemudahan

3.7 Teknik Pengumpulan Data

46Sugiyono mengemukakan bahwa pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari

46 Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta (193)

settingnya (natural setting) pada laboratorium dengan metode eksperimen, dirumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, dijalan, dan lain-lain.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan metode survei menggunakan kuesioner. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Data Primer

Data primer pada penelitian ini diperoleh secara langsung dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik dalam pengambilan data berupa observasi dan penyebaran kuesioner secara langsung kepada pengguna aplikasi Go-Jek di kota Pematang Siantar dan secara tidak langsung menggunakan google form.

2. Data Sekunder

47Menurut Sugiyono, data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung yang sifatnya mendukung keperluan data primer seperti buku-buku, literatur dan bacaan yang berkaitan dengan penelitian.

Data sekunder dalam penelitian ini yaitu dengan studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dari jurnal, buku, skripsi terdahulu yang relevan dengan penelitian serta dokumentasi melalui catatan dan dokumentasi tertulis.

3.8 Skala Pengukuran Variabel

Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala likert. 48Menurut Sugiyono, skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang-

tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan- secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.

47 Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta (137)

48 Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta (93)

Tabel 3.3

Instrumen Skala Likert

No. Skala Skor

1. Sangat Setuju (SS) 5

2. Setuju (S) 4

3. Netral (N) 3

4. Tidak Setuju (TS) 2

5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Sumber: Sugiyono (2017:93)

3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Uji Instrumen

Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka beberapa metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

3.9.1.1 Uji Validitas

49Menurut Sugiyono, instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid artinya instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa saja yang harus diukur. Dalam penelitian ini, setiap item pernyataan akan diuji validitasnya.

Untuk mengetahui kevalidan setiap item pernyataan dalam instrumen penelitian, dapat dilihat dengan membandingkan π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” dan π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ untuk degree of freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah responden. Terdapat 2 kriteria untuk menentukan kevaliditasan suatu item pernyataan dalam suatu kuesioner- yaitu:

49 Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta (173)

(1) jika π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka pernyataan tersebut valid, (2) jika π‘Ÿβ„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” < π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ maka pernyataan tersebut tidak valid. Uji validitas kuesioner penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS untuk memperoleh hasil yang terarah.

3.9.1.2 Uji Reliabilitas

50Uji reliabilitas digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel dan digunakan untuk mengukur berkali-kali untuk menghasilkan data yang sama (konsistensi). Teknik yang digunakan untuk mengukur instrumen reliabel atau tidak yaitu dengan teknik cronbach alpha dengan kriteria:

1. Jika nilai koefisien reliabilitas Λƒ 0,60 maka instrumen yang diuji memiliki reliabilitas yang baik atau reliabel terpercaya.

2. Jika nilai koefisien reliabilitas Λ‚ 0,60 maka instrumen yang diuji tidak reliabel atau tidak terpercaya.

3.9.2 Uji Asumsi Klasik 3.9.2.1 Uji Normalitas

51Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan kolmogrov smirnov dengan nilai signifikannya. Jika signifikan > 0,05 maka variabel berdistribusi normal dan jika signifikan < 0,05 maka variabel tidak berdistribusi normal. Dasar kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas data yaitu sebagai berikut:

1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis dia-

50 Sugiyono. 2017. β€œMetode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”. Bandung: Alfabeta (199)

51 Riduwan. 2015. β€œBelajar Mudah Penelitian untuk Guru – Karyawan dan Penelitian Pemula”.

Bandung: Alfabeta (188)

gonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

3.9.3 Uji Regresi Linear Sederhana

52Regresi sederhana berdasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Analisis regresi ini digunakan untuk memprediksi seberapa jauh perubahan nilai variabel dependen, bila variabel independen dimanipulasi atau dirubah.

Adapun persamaan umum regresi linear sederhana adalah:

π‘Œ = π‘Ž + 𝑏𝑋 Keterangan:

Y = Variabel terikat X = Variabel bebas

a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan) b = Koefisien regresi

3.9.4 Pengujian Hipotesis

3.9.4.1 Uji Signifikan Parsial (Uji-t)

53Menurut Ghozali, uji-t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji-t didasarkan pada kriteria sebagai berikut:

1. Berdasarkan nilai π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” dan π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™

a) Jika nilai π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” > π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ , maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

52 Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta (270)

53 Ghozali, Imam. 2018. β€œAplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21”. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro (179)

b) Jika nilai π‘‘β„Žπ‘–π‘‘π‘’π‘›π‘” < π‘‘π‘‘π‘Žπ‘π‘’π‘™ , maka variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.

2. Berdasarkan nilai signifikansi hasil output pada software statistic

a) Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.

b) Jika nilai sig. > 0,05 maka variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.

3.9.4.2 Uji Koefisien Determinasi (π‘ΉπŸ)

54Koefisien determinasi (𝑅2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Jika 𝑅2 semakin besar (mendekati satu), maka dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang dipergunakan semakin kuat menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika 𝑅2 semakin kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah kecil terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. 55Berikut tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi:

Tabel 3.4

Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

Lanjutan

54 Ghozali, Imam. 2016. β€œAplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 23”. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro

55 Sugiyono. 2017. β€œMetode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”. Bandung: Alfabeta (184)

Dilanjut

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Sumber: Sugiyono (2017:184)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian 4.1.1 Sejarah Singkat Go-Jek

Go-Jek merupakan aplikasi transportasi online yang sudah ada sejak tahun 2010 silam yang berada pada naungan PT.Aplikasi Karya Anak Bangsa yang didirikan oleh Nadiem Makarim di Jakarta. Inspirasi Nadiem dalam membuat inovasi baru dalam bidang transportasi ini muncul karena kesusahan dirinya dalam menembus kemacetan di Ibukota Jakarta saat menggunakan ojek tradisional, dirinya sering mengalami kendala dalam menemukan transportasi untuk mengantarkannya berangkat bekerja dan pulang ke rumah. Konsep dasar dalam pembuatan aplikasi ini adalah pengkombinasian antara teknologi aplikasi dengan layanan ojek online yang menghasilkan layanan terbaru dan solutif. Dengan kehadiran teknologi terbaru ini, Go-Jek menjadi aplikasi yang dapat memberi keuntungan antar kedua belah pihak secara bersamaan dimana pihak konsumen akan terbantu untuk mendapatkan jasa transportasi yang instan, praktis, serta jauh lebih murah, sedangkan pihak pengendara gojek akan terbantu dalam mendapatkan pendapatan yang jauh lebih banyak dari sebelumnya.

Awal kemunculan Jek pada tanggal 13 Oktober 2010, pada saat itu Go-Jek hanya memiliki sekitar 20 driver ojek online dan pemesanan yang dilakukan hanya menggunakan sistem call center. 56Hingga tahun 2015 berkat naiknya popularitas ojek online didunia, Go-Jek mendapatkan tawaran investasi untuk- mengembangkan sistemnya dari sistem call center menjadi aplikasi berbasis andro-

56 https://www.gojek.com/about, diakses 25 Oktober 2020

id dan iOS serta menambahkan layanan GoRide, GoSend, dan GoMart pada aplikasinya tersebut. Hingga sekarang, Go-Jek sendiri telah menjadi grup teknologi raksasa yang melayani jutaan pengguna di Asia Tenggara, telah beroperasi pada lebih dari 50 kota besar di Indonesia dan memiliki lebih dari 20 layanan pada aplikasinya serta aplikasinya telah terunduh hingga lebih dari 50 juta kali pada layanan Google Play Store di basis android.

Gambar 4.1

Jenis layanan pada aplikasi Go-Jek

Sumber: Aplikasi Go-Jek 2020

1. GoMed yaitu layanan pembelian obat-obatan pada apotek yang sudah terdaftar sebagai mitra Go-Jek.

2. GoFitness yaitu layanan terbaru untuk kelas olahraga yang didukung oleh instruktur agar dapat berolahraga kapanpun tanpa ke tempat fitness.

3. GoFood yaitu layanan pembelian makanan pada restoran-restoran yang sudah terdaftar sebagai mitra Go-Jek.

4. GoShop yaitu layanan pembelian makanan atau barang yang belum terdaftar pada layanan GoFood dan GoMart.

5. GoMart yaitu layanan pembelian barang-barang kebutuhan pada toko-toko yang sudah terdaftar sebagai mitra Go-Jek

6. GoMall yaitu layanan pembelian berbagai kebutuhan pada mall secara online.

7. GoTix yaitu layanan informasi tentang tayangan film ataupun acara dengan akses pembelian tiket dan diantarkan langsung kepada konsumen.

8. GoPlay yaitu layanan nonton tayangan secara eksklusif, seperti film, acara tv dan lainnya.

9. GoNews yaitu layanan terbaru pada aplikasi Go-Jek sebagai penyaji berita-berita terbaru dalam negeri dan luar negeri.

10. GoGames yaitu layanan terbaru yang berisikan game-game dari Go-Jek yang bertujuan untuk menghilangkan kebosanan dan kepenatan.

11. GoGive yaitu layanan terbaru yang digunakan untuk berdonasi dan berzakat.

12. GoNearby yaitu layanan terbaru sebagai pemberi opsi dalam memilih atau membeli makanan pada gerai makanan terdekat yang berada disekitaran konsumen tersebut.

13. GoTagihan yaitu layanan terbaru yang memudahkan konsumen untuk membayar berbagai macam tagihan rumah tangga.

14. GoPulsa yaitu layanan yang memberikan kemudahan dalam pengisian pulsa.

15. GoSure yaitu layanan terbaru dalam pemberikan proteksi atau asuransi bagi kesehatan, kendaraan hingga ponsel.

16. GoInvestasi yaitu layanan terbaru dalam memberikan solusi dalam melakukan investasi masa kini.

17. GoRide yaitu layanan jasa transportasi dengan kendaraan roda dua.

18. GoCar yaitu layanan jasa transportasi dengan kendaraan roda empat.

19. GoSend yaitu layanan jasa pengiriman barang dalam ukuran kecil.

20. GoBluebird yaitu layanan jasa transportasi yang bekerjasama dengan pihak BlueBird sebagai penyedia jasa taksi.

21. GoBox yaitu layanan jasa pengiriman barang dalam ukuran besar.

22. GoTransit yaitu layanan terbaru untuk membantu konsumen dalam pemberian informasi dalam transportasi pada daerah yang baru dikunjungi.

4.1.2 Visi dan Misi Go-Jek A. Visi Go-Jek

1. Membantu memperbaiki struktur transportasi di Indonesia.

2. Memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan harian seperti pengiriman dokumen, belanja harian dengan menggunakan layanan fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan tukang ojek.

B. Misi Go-Jek

1. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.

2. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada para pelanggan.

3. Membuka lapangan pekerjaan selebar-lebarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia.

4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

5. Menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak yang terkait dengan usaha ojek online.

4.1.3 Logo Go-Jek

Gambar 4.2 Logo β€œSolv” Go-Jek

Sumber: https://www.gojek.com/about, logo solv go-jek 2019

Logo Go-Jek pasca rebranding bernama β€œSolv” yang diambil dari kata

β€œSolve” yang berarti memecahkan masalah. 57Menurut Nadiem Makarim selaku pendiri Go-Jek, logo ini melambangkan bahwa tidak hanya ride hailing atau pembayaran saja yang dapat dilakukan aplikasi Go-Jek, tetapi gabungan semuanya itu. Dengan demikian, Solv ini menjadi simbol pengingat bagi semua pengguna bahwa Go-Jek memberikan berbagai solusi pada setiap situasi. Seperti logo diatas yang mirip dengan tombol power pada alat elektronik, Go-Jek berharap dapat memberikan sebuah power kepada pengguna dalam melewati kesehariannya dan pengingat bahwa dibalik setiap tantangan pasti ada solusi untuk melewatinya.

4.2 Penyajian Data

Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung dan secara online dengan menggunakan Google Form kepada 100 orang responden yang merupakan pengguna aplikasi Go-Jek yang tinggal di Kota Pematang Siantar.

57 https://kumparan.com/karjaid/makna-logo-baru-gojek-1ri0BCtjDZx/full, diakses 25 oktober 2020

4.2.1 Identitas Responden 4.2.1.1 Jenis Kelamin

Data yang didapatkan dari penyebaran kuesioner kepada 100 responden menunjukkan bahwa responden pengguna aplikasi Go-Jek pada masyarakat kota Pematang Siantar didominasi oleh perempuan sebanyak 55 orang (55%), sedangkan sisanya oleh laki-laki sebanyak 45 orang (45%), hal ini dikarenakan perempuan lebih aktif dalam penggunaan smartphone terlebih dalam menggunakan media sosial dan aplikasi startup seperti Go-Jek sedangkan laki-laki lebih condong menggunakan smartphone untuk bermain game. Berikut adalah persentase identitas responden berdasarkan jenis kelamin yang tersaji dalam tabel 4.1:

Tabel 4.1

Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1. Laki-Laki 45 Orang 45%

2. Perempuan 55 Orang 55%

Total 100 Orang 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2020) 4.2.1.2 Usia

Data yang didapatkan dari penyebaran kuesioner kepada 100 responden menunjukkan bahwa responden pengguna aplikasi Go-Jek pada masyarakat kota Pematang Siantar didominasi oleh kalangan usia 17 – 24 tahun sebanyak 49 orang (49%), lalu diikuti oleh kalangan usia 25 – 34 tahun sebanyak 41 orang (41%) dan kalangan usia > 34 tahun sebanyak 10 orang (10%). Dari data tersebut menunjukkan bahwa kalangan usia 17 – 24 tahun adalah kalangan yang sering menggunakan internet untuk kesehariannya, hal tersebut didukung karena diera modern sekarang semua sudah serba menggunakan internet dan kalangan usia 17 –

24 tahun adalah kalangan yang mudah menerima perkembangan teknologi tersebut.

Berikut adalah persentase identitas responden berdasarkan usia yang tersaji dalam tabel 4.2:

Tabel 4.2

Identitas Responden Berdasarkan Usia

No. Usia Jumlah Persentase

1. 17 – 24 Tahun 49 Orang 49%

2. 25 – 34 Tahun 41 Orang 41%

3. > 34 Tahun 10 Orang 10%

Total 100 Orang 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2020) 4.2.1.3 Pekerjaan

Data yang didapatkan dari penyebaran kuesioner kepada 100 responden menunjukkan bahwa responden pengguna aplikasi Go-Jek pada masyarakat kota Pematang Siantar didominasi oleh kalangan pegawai negeri ataupun swasta sebanyak 38 orang (38%), lalu diikuti oleh kalangan pelajar/mahasiswa sebanyak 32 orang (32%), kalangan wiraswasta sebanyak 26 orang (26%), dan kalangan dengan pekerjaan lainnya yaitu Guru, Freelance, Guru Honor, dan Physiotherapist sebanyak 4 orang (4%). Dari data tersebut didapatkan bahwa mayoritas pengguna aplikasi Go-Jek pada masyarakat kota Pematang Siantar adalah para pegawai negeri ataupun swasta dimana pegawai lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja sehingga mereka membutuhkan sesuatu yang praktis dan langsung diantar ke tempat mereka bekerja dan juga banyak pegawai yang ingin cepat sampai ke tempat mereka bekerja dengan praktis tanpa membawa kendaraan mereka jika mereka sudah telat. Berikut adalah persentase identitas responden berdasarkan pekerjaan yang tersaji dalam tabel 4.3:

Tabel 4.3

Identitas Responden Berdasarkan Pekerjaan

No. Pekerjaan Jumlah Persentase

1. Pelajar/Mahasiswa 32 Orang 32%

2. Pegawai 38 Orang 38%

3. Wiraswasta 26 Orang 26%

4. Lainnya 4 Orang 4%

Total 100 Orang 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2020) 4.2.1.4 Penghasilan

Data yang didapatkan dari penyebaran kuesioner kepada 100 responden menunjukkan bahwa responden pengguna aplikasi Go-Jek pada masyarakat kota Pematang Siantar didominasi oleh kalangan berpenghasilan diatas Rp 3.000.000 sebanyak 43 orang (43%), lalu diikuti oleh kalangan berpenghasilan dibawah Rp 2.000.000 sebanyak 34 orang (34%) dan kalangan berpenghasilan Rp 2.000.000 sampai Rp 3.000.000 sebanyak 23 orang (23%). Dari data tersebut didapatkan bahwa mayoritas pengguna aplikasi Go-Jek di Kota Pematang Siantar berpenghasilan diatas Rp 3.000.000, dimana responden yang mengisi kuesioner bekerja sebagai pegawai dan juga wiraswasta yang penghasilannya rata-rata diatas Rp 3.000.000 dan Kota Pematang Siantar sendiri memiliki UMK sebesar Rp 2.501.519. Berikut adalah persentase identitas responden berdasarkan penghasilan yang tersaji dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.4

Identitas Responden Berdasarkan Penghasilan

No. Penghasilan Jumlah Persentase

1. < Rp 2.000.000 34 Orang 34%

Dilanjut

Lanjutan

2. Rp 2.000.000 – Rp 3.000.000 23 Orang 23%

3. > Rp 3.000.000 43 Orang 43%

Total 100 Orang 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2020) 4.2.1.5 Frekuensi Penggunaan

Data yang didapatkan dari penyebaran kuesioner kepada 100 responden menunjukkan bahwa responden pengguna aplikasi Go-Jek pada masyarakat kota Pematang Siantar didominasi oleh penggunaan aplikasi lebih dari 3 kali sebanyak 61 orang (61%), lalu diikuti oleh penggunaan aplikasi 2 – 3 kali sebanyak 23 orang (23%) dan penggunaan aplikasi 1 kali sebanyak 16 orang (16%). Berdasarkan data tersebut maka mayoritas pengguna aplikasi Go-Jek menggunakan aplikasi lebih dari 3 kali yang menandakan banyak masyarakat yang lebih banyak menggunakan aplikasi Go-Jek di kota Pematang Siantar, hal ini menunjukkan bahwa kurangnya pesaing Go-Jek di kota Pematang Siantar dalam merangkul konsumen dan juga didukung oleh banyaknya driver Go-Jek di kota Pematang Siantar ini sehingga masyarakat lebih sering menggunakan jasa Go-Jek dalam memenuhi kebutuhan harian mereka. Berikut adalah persentase identitas responden berdasarkan frekuensi penggunaan yang tersaji dalam tabel dibawah ini:

Tabel 4.5

Identitas Responden Berdasarkan Frekuensi Penggunaan No. Frekuensi Penggunaan Jumlah Persentase

1. 1 Kali 16 Orang 16%

2. 2 – 3 Kali 23 Orang 23%

3. > 3 Kali 61 Orang 61%

Total 100 Orang 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2020)

4.2.2 Deskripsi Jawaban Responden

Berikut ini merupakan hasil data jawaban responden dari masing-masing pernyataan pada setiap variabel penelitian Pengaruh Perceive Ease of Use (Kemudahan) Terhadap Minat Penggunaan Ulang Aplikasi Go-Jek Pada Masyarakat Kota Pematang Siantar.

4.2.2.1 Perceive Ease Of Use (Kemudahan) (Variabel X)

Dalam mengukur variabel X, peneliti menggunakan 6 indikator yaitu: Easy to Learn, Controllable, Clear and Understandable, Flexible, Easy to Become Skillful, Easy to Use. Dari keenam indikator tersebut kemudian dikembangkan menjadi 12 item pernyataan. Berdasarkan hasil data maka diperoleh jawaban responden seperti dibawah ini:

A. Easy to Learn

Indikator Easy to Learn yaitu dimana suatu aplikasi mudah untuk dipahami sehingga secara langsung pengguna mampu beradaptasi atau mudah memahami suatu aplikasi tersebut saat digunakan sehingga pengguna akan tetap menggunakan aplikasi tersebut. Berikut deskripsi jawaban dari 100 responden pada indikator Easy to Learn dari variabel Perceive Ease Of Use (Kemudahan) yang tersaji dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.6

Deskripsi Jawaban Responden Saya Tidak Pernah Membuat Kesalahan Saat Menggunakan Aplikasi Go-Jek Terbaru (X1)

Jawaban Responden Nilai Bobot Jumlah Persentase

Sangat Setuju 5 25 25%

Setuju 4 38 38%

Netral 3 20 20%

Dilanjut

Lanjutan

Tidak Setuju 2 15 15%

Sangat Tidak Setuju 1 2 2%

Total 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data (2020)

Dari tabel 4.6, dapat dilihat bahwa responden dominan menjawab setuju terhadap pernyataan β€œSaya Tidak Pernah Membuat Kesalahan Saat Menggunakan Aplikasi Go-Jek Terbaru”. Total responden yang menjawab setuju sebanyak 38 orang (38%), hal ini menunjukkan bahwa aplikasi Go-Jek terbaru sangat mudah untuk dipahami sehingga pengguna mampu beradaptasi dengan cepat dan mudah.

Tabel 4.7

Deskripsi Jawaban Responden Fitur-Fitur Seperti Chat, Profil, Eksplor, dsb Pada Tampilan Utama Aplikasi Go-Jek Terbaru

Tidak Membingungkan Saya (X2)

Tidak Membingungkan Saya (X2)

Dokumen terkait