• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Konseptual dan Definisi Operasional 1. Definisi Konseptual

Dalam dokumen Promo Hypermart Dan Keputusan Membeli (Halaman 38-56)

Definisi konsep adalah definisi yang dipakai oleh peneliti untuk menggambarkan secara abstrak suatu fenomena sosial.28 Definisi konseptual dari dua variabel penelitian ini yaitu:

Variabel Independen : Terpaan Promo Hypermart a)Terpaan

Terpaan adalah daya pengaruh yang amat kuat dari media massa terhadap sikap, pandangan, atau perilaku khlayak.29

b) Promo atau promosi adalah usaha komunikasi yang menjembatani kesenjangan antara produsen konsumen. Usaha komunikasi tersebut dapat

27

Y. Slamet, Metode Penelitian Sosial, UNS press, Solo, 2006, hal.30 28

Masri Singarimbun & Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta, 2006, hal. 33 29

commit to user

25

dibagi dalam bagian-bagian yang terdiri atas periklanan publisitas, humas, dan proyek-proyek khusus seperti door to door, direct mail, sampling.30

Yang dimaksudkan variabel terpaan promo Hypermart adalah promo-promo berupa potongan harga untuk item tertentu pada barang-barang kebutuhan rumah tangga yang ditawarkan oleh supermarket Hypermart kepada pengguna kartu kredit khusus Mandiri Hypermart..

Variabel Dependen: Keputusan Membeli

Merupakan sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada kegiatan manusia untuk membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya yang terdiri dari pengenalan kebutuhan dan keinginan, pencarian informasi, evaluasi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian, dan tingkah laku setelah pembelian.31

Yang dimaksud variabel keputusan membeli dalam penelitian ini adalah keputusan para pengguna kartu kredit Mandiri Hypermart untuk membeli barang-barang promo yang ditawarkan oleh Hypermart dengan menggunakan kartu kredit tersebut sebagai alat pembayarannya.

Variabel kontrol: Status Sosial Ekonomi

Merupakan kedudukan ekonomi sosial seseorang dalam masyarakat yang mencakup pekerjaan, pendidikan, dan penghasilan.32

Dalam penelitian ini status sosial ekonomi turut berpengaruh terhadap keputusan membeli karena seseorang dengan tingkat pendidikan tertentu akan

30

Nuradi, Kamus Istilah Periklanan Indonesia, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1996 31

Basu Swasta & T. Hani Handoko, Loc. Cit 32

commit to user

26

memiliki cara pandang yang berbeda ketika menilai suatu produk atau jasa, dan ia akan mebeli atau memakai produk atau jasa yang ditawarkan apabila memiliki pendapatan yang sekiranya mampu menjangkaunya

2. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan suatu petunjuk tentang bagaimana suatu variabel diukur.33

Variabel Independen : Terpaan Promo Hypermart Indikator yang diukur adalah :

1) Frekuensi responden menerima info promo Hypermart dalam tiga bulan terakhir a) 23 - 24 kali b) 21 – 22 kali c) 18 – 20 kali d) 15 – 17 kali e) 12 – 14 kali

Perhitungan frekuensi diperoleh dari perhitungan responden menerima terpaan info Hypermart melalui koran, layanan SMS Mandiri, dan

billing tagihan dalam 3 bulan. Frekuensi tertinggi diperoleh dari maksimal responden menerima info selama 3 bulan dengan perhitungan dalam sebulan responden menerima info melalui koran 4 kali, layanan SMS 3 kali, dan billing 1 kali.

33

commit to user

27

Frekuensi terendah diperoleh jika responden hanya menerima terpaan info dalam tiga bulan melalui SMS 3 kali dan billing 1 kali. Kemudian diperoleh interval dengan perhitungan:

= frekuensi tertinggi – frekuensi terendah Jumlah option jawaban kuesioner = 24 – 12

5 = 2,4

2) Perhatian terhadap promo Hypermart

a) Selalu apabila responden memperhatikan detail promo mulai dari barang, jumlah diskon, harga sebelum dan sesudah kemudian memberitahu dan membujuk orang lain untuk membeli.

b) Sering apabila responden memperhatikan detail promo mulai dari barang, jumlah diskon, harga sebelum dan sesudah tetapi hanya untuk dirinya sendiri saja.

c) kadang-kadang apabila responden memperhatikan barang yang disukanya saja.

d) Jarang apabila responden hanya memperhatikan harga barang sebelum dan seudah promo.

e) tidak pernah apabila responden hanya memperhatikan jumlah besarnya promo saja.

3) Pemahaman responden terhadap info promo Hypermart

a) Sangat paham apabila responden mampu menjelaskan kembali dengan lancar pesan info promo Hypermart.

commit to user

28

b) Paham apabila responden mampu menjelaskan pesan info promo Hypermart walaupun masih dengan mengingat-ingat.

c) Cukup paham apabila responden ragu-ragu untuk menjelaskan kembali pesan info promo Hypermart.

d) Kurang paham apabila responden susah menjelaskan kembali pesan info promo Hypermart.

e) Tidak paham apabila responden sama sekali tidak dapat menjelaskan pesan info promo Hypermart.

4) Ketertarikan responden terhadap promo Hypermart

 Ketertarikan responden terhadap info promo Hypermart

a) Sangat tertarik apabila responden suka membaca berulangkali info promo yang diterima baik melalui SMS, koran, ataupun

billing tagihan.

b) Tertarik apabila responden membaca sekali dua kali info promo yang diterima.

c) Netral apabila responden hanya membaca sekali tanpa mengulangnya lagi.

d) Kurang Tertarik apabila responden membaca info promo yang diterima hanya sepintaslalu.

e) Tidak Tertarik apabila responden membaca namun tidak memperdulikan info promo yang diterima.

 Ketertarikan responden terhadap barang yang dipromokan

a) Sangat Tertarik apabila responden langsung datang ke Hypermart untuk mencaritahu dan melihat barang yang dipromokan walaupun responden tidak membutuhkan.

commit to user

29

b) Tertarik apabila responden sengaja menyediakan waktu datang ke Hypermart untuk melihat barang yang dipromokan. c) Netral apabila responden datang ke Hypermart untuk melihat

barang jika responden memiliki waktu luang.

d) Kurang Tertarik apabila responden datang ke Hypermart untuk melihat barang jika responden membutuhkannya saja. e) Tidak Tertarik apabila responden sama sekali tidak datang

untuk melihat barang

 Ketertarikan responden terhadap jumlah besarnya promo

a) Sangat Tertarik apabila responden selalu memanfaatkan jumlah besarnya promo untuk berbelanja.

b) Tertarik apabila responden memanfaatkan jumlah besarnya promo untuk berbelanja walaupun tidak membutuhkan. c) Netral apabila responden memanfaatkan jumlah besarnya

promo setelah membandingkan harga sebelum dan sesudah promo.

d) Kurang Tertarik memanfaatkan jumlah besarnya promo untuk berbelanja apabila responden membutuhkannya saja. e) Tidak Tertarik apabila responden sama sekali tidak

memanfaat jumlah besarnya promo untuk berbelanja.

 Ketertarikan responden terhadap info promo Hypermart selanjutnya dan ingin mencari tahu

a) Sangat tertarik apabila responden selalu mencaritahu info promo selanjutnya.

commit to user

30

b) Tertarik apabila responden sering tapi tidak selalu mencari tahu info promo selanjutnya.

c) Netral apabila responden sekedar mencari tahu info promo selanjutnya.

d) Kurang tertarik apabila responden terkadang mencari tahu info promo jika responden memerlukannya saja.

e) Tidak tertarik apabila responden sama sekali tidak mencari tahu info promo selanjutnya.

5) Manfaat promo Hypermart bagi responden

a) Sangat bermanfaat apabila promo Hypermart selalu menjadi referensi responden berbelanja.

b) Bermanfaat apabila promo Hypermart sering tapi tidak selalu menjadi referensi responden berbelanja.

c) Cukup bermanfaat apabila promo Hypermart terkadang menjadi referensi berbelanja ketika responden.

d) Kurang bermanfaat apabila promo Hypermart menjadi referensi responden berbelanja ketika responden membutuhkannya saja. e) Tidak bermanfaat apabila promo hypermart tidak menjadi

referensi responden berbelanja.

Bobot penilaian pada skala ini sebagai berikut untuk setiap jawaban:

a) Jawaban ”a” diberi bobot 5 b) Jawaban ”b” diberi bobot 4

c) Jawaban ”c” diberi bobot 3 d) Jawaban ”d” diberi bobot 2 e) Jawaban ”e” diberi bobot 1

commit to user

31

Untuk mengetahui tinggi rendahnya terpaan promo Hypermart terhadap responden yang di representasikan pada pertanyaan kuesioner nomer 1 sampai 8, maka perlu dilakukan penggabungan nilai-nilai yang diperoleh dari jawaban nomer 1 sampai 8 tersebut. Kemudian dicari nilai interval kelasnya (i) untuk membuat kategorisasi (tinggi, sedang, rendah). Dari skor yang ada diketahui nilai tertinggi 8 x 5 =40 (batas atas), dan nilai terendah 1 x 5 = 5 (batas bawah).

Batas atas – batas bawah i = Jumlah kelas 40 - 5 i = 3 i = 11,6 = 12

Dengan lebar interval 12 tersebut, disusun kategori sebagai berikut; Kategori tinggi adalah untuk jumlah skor antara 29 - 40 Kategori sedang adalah untuk jumlah skor antara 17 -28 Kategori rendah adalah untuk jumlah skor antara 5 - 16 Variabel Dependen : Keputusan Membeli

Indikator yang diukur adalah :

a) Keputusan membeli responden berdasarkan promo yang ditawarkan Hypermart.

b) Keputusan membeli responden berdasarkan kemudahan jasa yang ditawarkan kartu kredit Mandiri

commit to user

32

c) Keputusan membeli responden berdasarkan kebutuhan responden itu sendiri.

Indikator dalam variabel ini merupakan hal yang subjektif dalam hal yang diukur adalah sikap sehingga pengukuran hasil dilakukan dengan skala likert

yang menghadapkan seorang responden dengan sebuah pernyataan dan kemudian diminta untuk memberikan jawaban : "sangat setuju", "setuju", "ragu-ragu", dan atau "sangat tidak setuju".

Bobot penilaian Skala Likert sebagai berikut untuk setiap jawaban:

a) Jawaban ”sangat setuju” diberi bobot 5 b) Jawaban ”setuju” diberi bobot 4 c) Jawaban ”ragu-ragu” diberi bobot 3 d) Jawaban ”tidak setuju” diberi bobot 2 e) Jawaban ”sangat tidaksetuju” diberi bobot 1

Untuk mengetahui tinggi rendahnya keputusan pembelian responden yang di representasikan pada pertanyaan kuesioner nomer 9 sampai 18, maka perlu dilakukan penggabungan nilai-nilai yang diperoleh dari jawaban nomer 9 sampai 18 tersebut. Kemudian dicari nilai interval kelasnya (i) untuk membuat kategorisasi (tinggi, sedang, rendah). Dari skor yang ada diketahui nilai tertinggi 10 x 5 = 50 (batas atas), dan nilai terendah 1 x 5 = 5 (batas bawah).

commit to user

33

Batas atas – batas bawah i = Jumlah kelas 50 - 5 i = 3 i = 15

Dengan lebar interval 15 tersebut, disusun kategori sebagai berikut;  Kategori tinggi adalah untuk jumlah skor antara 35 - 50

 Kategori sedang adalah untuk jumlah skor antara 20 -34  Kategori rendah adalah untuk jumlah skor antara 5 - 19

Variabel Kontrol : Status sosial ekonomi

Indikator yang diukur adalah :

1. Pendidikan terakhir yang ditempuh responden. a) S2 dan S3

b) S1

c) D I, D II, D III

d) SMA dan yang sederajat e) SMP dan yang sederajat 2. Pekerjaan responden

a) Dokter dan Pengusaha skala besar b) ABRI, POLRI, PNS

c) Swasta dan Pengacara

commit to user

34

e) pensiunan

3. Jumlah penghasilan rata-rata responden perbulan. a) Diatas Rp. 5.000.000,-

b) Diatas Rp. 4.000.000,- sampai Rp. 5.000.000,- c) Diatas Rp.2.500.000,- sampai Rp. 4.000.000,- d) Diatas Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 2.500.000,- e) Dibawah Rp. 1.000.000,-

Bobot penilaian pada skala ini sebagai berikut untuk setiap jawaban:

a) Jawaban ”a” diberi bobot 5 b) Jawaban ”b” diberi bobot 4 c) Jawaban ”c” diberi bobot 3

d) Jawaban ”d” diberi bobot 2 e) Jawaban ”e” diberi bobot 1

Untuk mengetahui tinggi rendahnya status sosial ekonomi responden yang di representasikan pada pertanyaan kuesioner nomer 19 sampai 21, maka perlu dilakukan penggabungan nilai-nilai yang diperoleh dari jawaban nomer 19 sampai 21 tersebut. Kemudian dicari nilai interval kelasnya (i) untuk membuat kategorisasi (tinggi, sedang, rendah). Dari skor yang ada diketahui nilai tertinggi 3 x 5 = 15 (batas atas), dan nilai terendah 1 x 5 = 5 (batas bawah).

Batas atas – batas bawah i = Jumlah kelas 15 - 5 i = 3 i = 3,33 = 4

commit to user

35

Dengan lebar interval 15 tersebut, disusun kategori sebagai berikut; Kategori tinggi adalah untuk jumlah skor antara 13 - 15

Kategori sedang adalah untuk jumlah skor antara 9 -12 Kategori rendah adalah untuk jumlah skor antara 5 – 8 H. Metodologi Penelitian

1. Tipe Penelitian

Penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam tipe penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu jenis penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan penjelasan apakah ada hubungan yang signifikan antara dua variabel atau lebih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey, yaitu penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.34

2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di Hypermart Solo Square, Kota Solo, khususnya pelanggan Hypermart yang menggunakan kartu kredit Mandiri Hypermart. Alasan pemilihan lokasi yaitu karena subjek lebih mudah ditemui di tempat ini sehingga lebih menghemat waktu dan biaya penelitian.

3. Populasi dan Sampel 1) Populasi

Adalah keseluruhan subjek penelitian,35 sehingga dalam hal ini populasi adalah konsumen yang menggunakan kartu kredit Mandiri Hypermart khususnya di kota

34

Ibid, hal. 5 35

commit to user

36

Solo. Menurut data yang diperoleh dari staf karyawan Regional Card Mandiri Centre Semarang, pemakai kartu kredit Mandiri Hypermart yang masih aktif di kota Solo sampai pada bulan Februari 2010 sekitar 1000 orang.

2) Sampel

Adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.36 Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability Sampling, maksudnya teknik ini tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur-unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.37 Teknik Non-probability sampling yang digunakan adalah

Judgement Samping, dimana pemilihan sampel berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap mempunyai sangkut pautnya dengan populasi yang sudah diketahui sebelumnya38. Penggunaan judgement sampling ini karena responden memiliki karakteristik tertentu yaitu sebagai pengguna kartu kredit Mandiri Hypermart sehingga responden lebih banyak tahu daripada orang yang bukan pengguna kartu kredit tersebut.

Adapun jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini akan dihitung dengan menggunakan rumus Yamane39, yaitu:

Dimana:

36

Ibid, Hal. 104 37

Rosady Ruslan, Metode Penelitian: Public Relation & Komunikasi, Raja Grafindo Persada. Jakarta, 2004, Hal. 156

38 Ibid. 39

commit to user

37

n : ukuran sampel atau jumlah sampel. N : ukuran populasi atau jumlah populasi

d : presisi atau kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir, yaitu sebesar 10% atau 0,1.

Maka jumlah sampel dapat diketahui melalui rumus Yamane sebagai berikut:

Sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 90,909 orang dan dibulatkan menjadi 91 orang untuk memudahkan perhitungan.

4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan sebagai berikut: a) Data primer: Kuisioner

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dalam penelitian ini responden diberi daftar pernyataan untuk memakai alternative jawaban yang sudah tersedia. Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bersifat tertutup, maksudnya alternative jawaban atas pertanyaan tersebut telah

commit to user

38

disediakan dan responden tidak diberi kesempatan memberi jawaban lain selain jawaban yang telah disediakan.

b)Data sekunder: studi kepustakaan

Peneliti mendapatkan teori-teori sebagai landasan dan acuan dalam penelitian melalui buku-buku dan dokumen-dokumen yang ada di perpustakaan dan berbagai literature yang berkaitan dengan masalah penelitian.

5. Teknik Analisis Data

. Untuk mengolah data dan perhitungan peneliti menggunakan alat bantu program komputer SPSS 13.0 for Windows.

1) Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas suatu angket dihitung dengan teknik korelasi Product Moment dengan rumus40:

Dimana:

rxy: Koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y n : Jumlah sampel

x : Nilai total atribut y : Nilai dari variabel

40

commit to user

39

Apabila r hitung lebih besar dari r tabel maka pengukuran tersebut adalah valid. 2) Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan dan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan alat ukur yang sama.41 Hasilnya ditunjukkan oleh sebuah indeks yang menunjukkan seberapa jauh alat ukur dapat diandalkan. Untuk mengukur reliabilitas alat pengukuran yang digunakan adalah teknik Alpha Cronbach.

Rumus Alpha Cronbach sebagai berikut:

= Keterangan: rn = Reliabilitas instrumen σt2 = Variabel total ∑σt2

= Jumlah variabel butir

k = Banyaknya butir pertanyaan atau jumlah soal

Nilai r hasil perhitungan tersebut kemudian dibandingkan nilai r tabel Product Moment. Indikator pengukuran reliabilitas terbagi dalam tingkatan reliabilitas dengan kriteria sebagai berikut:

Jika alpha atau r hitung:

1) 0,8 – 1 = reliabilitas sangat tinggi 2) 0,6 – 0,799 = reliabilitas tinggi

41

commit to user

40

3) 0,4 – 0,599 = reliabilitas rendah

4) 0,2 – 0,399 = reliabilitas sangat rendah

3) Analisis Korelasi

Koefisien korelasi bivariat adalah statistik yang dapat digunakan oleh peneliti untuk menerangkan keeratan hubungan antar dua variabel.42 Analisis korelasi bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Product Moment. Korelasi Product Moment digunakan untuk menentukan hubungan antara dua gejala interval 43.

Dengan rumus:

Dimana:

rxy: Koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y n : Jumlah sampel

x : Nilai total atribut y : Nilai dari variabel

Dengan interprestasi tabel r antara lain: 1) 0,800 – 1,00 = Kuat

2) 0,600 – 0,800 = Cukup

42

DR. Suharismi Arikunto, Op.cit, Hal. 214 43

commit to user

41

3) 0,400 – 0,600 = Agak Rendah

4) 0,200 – 0,400 = Rendah

5) 0,00 – 0,200 = Sangat Rendah (tidak berkorelasi)

Kemudian untuk melihat kekuatan dua variabel apabila pengaruh variabel kontrol dikeluarkan digunakan rumus korelasi parsial. Dengan rumus:

commit to user

42 BAB II

Dalam dokumen Promo Hypermart Dan Keputusan Membeli (Halaman 38-56)

Dokumen terkait