• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skema 3.1 Kerangka Konsep

B. Definisi Operasional dan Variabel

Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena (Aziz, 2008).

Variabel adalah sebuah konsep yang dapat dibedakan menjadi dua, yakni yang bersifat kuantitatif dan kualitatif (Aziz, 2008).

Tabel 3.1 Definisi Operasional

NO. Variabel Definisi

informasi sekumpulan

2. Pengetahuan Hal-hal yang diketahui oleh

45 A. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai masing-masing variabel, baik satu variabel atau lebih sifatnya independen tanpa membuat hubungan maupun perbandingan dengan variabel lain. Variabel tersebut dapat menggambarkan secara sistematik dan akurat mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu (Sujarweni, 2014).

Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau mengambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam masyarakat dari populasi secara sistematis, dan akurat. Pada umumya metode penelitian ini digunakan untuk membuat penilaian terhadap suatu kondisi dan penyelenggaraan suatu program di masa sekarang (Notoatmodjo, 2010).

Pada penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap anak usia sekolah tentang jajanan yang sehat.

Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah seperti mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner atau angket dalam bentuk pertanyaan

terstruktur tanpa melakukan perlakuan khusus terhadap responden yang selanjutnya diolah dan dibuat kesimpulan atau laporan.

B. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan secara bertahap selama lima bulan sesuai dengan kalender akademik dimulai pada bulan Maret s/d Juni tahun 2018.

Tabel 4.1 Waktu Penelitian

No. Kegiatan Waktu Pelaksanaan

1. Konsultasi judul 19 Februari s/d 23 Februari 2018

2. Pembuatan surat ijin untuk survei pendahuluan dan pengambilan data

12 Maret s/d 16 Maret 2018

3. Pembuatan proposal dan pemantapan surat ijin

23 Februari s/d 23 Maret 2018

4. Pengumpulan proposal 23 Maret 2018

5. Sidang proposal 26 Maret s/d 30 Maret 218

6. Pengumpulan data 23 April s/d 26 April 2018

7. Pengumpulan laporan KTI 22 Juni 2018

8. Sidang KTI 25 Juni s/d 29 Juni 2018

2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor yang dijadikan sebagai lahan penelitian mahasiswa.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi tidak hanya terbatas pada orang, tetapi juga benda-benda alam yang lain.

Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek tersebut (Hidayat, 2011).

Pada penelitian ini populasinya adalah siswa dari kelas 3 sampai kelas 5 yang ada di SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor dengan jumlah 271‚ peneliti memilih populasi dari kelas 3 sampai 5 dikarenakan siswa kelas 3 dan 5 sudah mampu memahami dan mengisi kuesioner sedangkan kelas 1 dan 2 belum mampu mengisi kuesioner sehingga dikhawatirkan data hasil pengisian kuesioner tidak valid dan kemampuan memahami isi kuesioner masih perlu bantuan sehingga akan menghambat proses penelitian.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2014).

Sebuah sampel adalah bagian dari populasi (Nazir, 2014). Pada penelitian ini sampel yang diambil yaitu beberapa siswa di SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor jumlah sampel.

Penentuan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan Rumus :

Skema 4.1

(Sumber. Notoatmodjo, 2010)

Keterangan :

n : Besar sampel N : Besar populasi

d : Tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan (10%)

Berdasarkan rumus diatas, didapatkan hasil sampel yang akan diambil pada anak usia sekolah kelas 1 sampai kelas 5 di SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor dengan jumlah populasi 271 siswa dan tingkat signifikasi 10%.

adalah:

n = n = 271

1+271 (0‚1)2

n = 271

1+271 (0‚01) n = 271

3‚71 n = 73‚04

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, didapatkan hasil 73,04 sampel, peneliti membulatkan menjadi 74 sampel.

Dalam banyak keadaan peneliti telah mengantisipasi kemungkinan subyek terpilih yang drop out, loss to follow up, atau subyek yang tidak taat.

Bila dari awal telah ditetapkan bahwa subyek tersebut tidak akan dianalisis, maka perlu dilakukan koreksi terhadap besar sampel yang dihitung, dengan menambahkan sejumlah subyek agar besar sampel tetap terpenuhi. Untuk ini tersedia formula sederhana untuk penambahan subyek sebagai berikut:

Skema 4.2

Formula Perhitungan Drop Out

Keterangan :

n‟ = Hasil dengan drop out

n = Besar sampel yang diinginkan

f = Perkiraan proporsi drop out (10% atau 0,1).

(Kasjono, Heru S., danYasril, 2009 )

)

Berdasarkan rumus diatas, maka:

n = 82‚22 dan dibulatkan menjadi 83 orang.

a. Kriteria sampel

Kriteria sampel dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :

1) Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target dan terjangkau yang akan diteliti (Sujarweni, 2014).

Adapun kriteria inklusi yang akan diteliti : a) Anak yang bisa baca dan menulis

b) Anak yang bersekolah di SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor c) Anak kelas III‚IV dan V

d) Anak yang bersedia menjadi responden 2) Kriteria Eklusi

Kriteria eklusi adalah menghilangkan/mengeluarkan subjek yang tidak memenuhi kriteria inklusi dari studi karena berbagai sebab (Sujarweni, 2014).

a. Anak sakit sehingga tidak mampu mengisi kuesioner b. Anak tidak hadir pada saat pengisian kuesioner c. Anak yang sedang ujian saat penelitian dilakukan d. Anak yang pindah sekolah

b. Metode Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah Simple Random Sampling atau Penarikan sample secara Random/Acak Sederhana. Dalam menentukan anggota sampel yang berjumlah 74 responden, peneliti akan mengambil sampel pada setiap kelas dan menjadikannya sampel jika sesuai dengan kriteria eklusi dan inklusi. Sesuai dengan karakteristik responden.

Cara pengambilan sampel dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada siswa dan dikumpulkan dalam 1 ruangan. Jika responden bersedia dan sesuai dengan kriteria maka responden akan mengisi kuesioner yang telah diberikan. Jika sampel sudah memenuhi jumlah sampel, maka tidak dilakukan lagi pengumpulan data.

Skema 4.3 Fomula Perhitungan Teknik Sampling Proporsi

Dokumen terkait