Skema 4.3 Fomula Perhitungan Teknik Sampling Proporsi ( Sumber: Putra,2012) ( Sumber: Putra,2012)
D. Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan penelitian untuk mengumpulkan data.
Sebelum melakukan pengumpulan data, perlu dilihat alat ukur pengumpulan data agar dapat memperkuat hasil penelitian (Hidayat, 2008).
1. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang digunakan peneliti adalah angket atau kuesioner. Angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan memberikan respons atas daftar pertanyaan tersebut (Noor, Juliansyah, 2011). Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini akan di coba oleh peneliti kepada 74 responden yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan oleh peneliti.
Kuesioner peneliti terdiri dari tiga bagian yaitu data karakteristik responden (nama, umur, jenis kelamin‚ besar uang jajan, kelas), pertanyaan seputar pengetahuan tentang jajanan yang sehat, dan pernyataan seputar sikap tentang jajanan yang sehat kuesioner yang digunakan adalah kuesioner penelitian yang dilakukan oleh Purtiantini (2010) tentang hubungan pengetahuan dan sikap mengenai pemilihan makanan jajanan yang telah dimodifikasi oleh peneliti
Instrumen yang digunkan peneliti dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Kuesioner A
Kuesioner A berisikan tentang karakteristik responden yaitu, no.
responden‚ jenis kelamin‚ umur‚ besar uang jajan‚ kelas. Pengisian dilakukan dengan cara mangisi data pada tempat yang telah disediakan.
b. Kuesioner B
Kuesioner B berisikan 15 pertanyaan tentang pengetahuan dengan bobot pengetahuan yaitu tahap tahu, pemahaman, aplikasi, analisis, dan evaluasi. Pengisian dilakukan dengan cara memberikan tanda checklist (√) pada jawaban yang telah disediakan sesuai pengetahuan responden.
c. Kuesioner C
Kuesioner C berisikan 15 pernyataan tentang sikap tentang jajanan yang sehat yang terdiri dari pernyataan favorable dan unfavorable.
Pernyataan favorable dalam variabel sikap terdapat pada pernyataan nomor 1,2,3,4,6,7‚9‚11‚13 dan 14 sedangkan pernyataan unfavorable terdapat pada nomor 5,8,10,12 dan 15 Pengisian dilakukan dengan cara memberikan tanda checklist (√) dengan memilih jawaban yang telah disediakan yaitu jawaban setuju (S), dan tidak setuju (TS).
d. Alat Tulis
Alat tulis yang digunakan adalah pensil atau pulpen untuk mencatat hasil pengumpulan data.
e. Komputer
Komputer digunakan untuk mengolah data setelah data dari respoden terkumpul
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan membagikan kuesioner atau angket kepada sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pada saat responden terpilih, peneliti menjelaskan tentang maksud dan tujuan penelitian terhadap responden tersebut. Responden menandatangani informed concent kemudian peneliti memberikan kuesioner untuk diisi oleh responden. Kuesioner terdiri dari 3 bagian,yaitu karakteristik responden, pertanyaan yang terkait pengetahuan, dan pernyataan yang terkait sikap yang digunakan adalah kuesioner penelitian yang dilakukan oleh Purtiantini (2010) tentang hubungan pengetahuan dan sikap mengenai pemilihan makanan jajanan yang telah dimodifikasi oleh peneliti.
Cara pengisian kuesioner pada bagian pertama, responden dapat memilih dan menulis dari pilihan yang sudah disediakan. Pada bagian kedua, responden menjawab setiap pertanyaan dengan memilih salah satu jawaban yang telah disediakan sesuai pengetahuan responden. Jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang salah diberi skor 0. Pada bagian ketiga, responden menjawab setiap pernyataan dengan memilih jawaban yang telah disediakan yaitu setuju (S), dan tidak setuju (TS) pertanyaan yang bersifat positif jawaban setuju (S) nilai 1,dan jawaban
tidak setuju (TS) nilai 0 dan pertanyaan yang bersifat negatif jawaban setuju (S) nilai 0 dan tidak setuju (TS) nilai 1.
3. Prosedur penelitian
Dalam pengumpulan data, peneliti mengacu pada tahapan yang ditetapkan dalam prosedur dibawah ini:
a. Membuat dan merancang proposal karya tulis ilmiah dan meminta persetujuan pembimbing dan koordinator mata ajar.
b. Setalah karya tulis ilmiah ini disetujui pembimbing dan koordinator mata ajar maka dilakukan permohonan izin kepada pihak SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor.
c. Menyerahkan surat izin penelitian kepada pihak institusi.
d. Setelah mendapatkan izin dari pihak institusi, penelitian dimulai dengan melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan kepada responden mengenai penelitian yang akan dilakukan.
e. Meminta persetujuan kepada calon responden untuk menjadi responden.
f. Setelah calon responden setuju untuk menjadi responden, responden mengisi informed consent kemudian dilakukan proses pengambilan data, selama mengisi kuiesioner peneliti memberikan kesempatan pada responden untuk menjawab semua.
g. Setelah semua data terkumpul dimulai proses pengolahan data E. Pengolahan Data
1. Pengolahan Data
Dalam suatu penelitian, pengolahan data merupakan salah satu langkah yang penting. Untuk memperoleh penyajian data sebagai hasil yang berarti dan kesimpulan yang baik, diperlukan pengolahan data (Notoatmojo, 2012).
Tahap-tahap proses pengolahan data adalah sebagai berikut : a. Editing (Penyunting Data)
Data hasil dari angket atau kuesioner yang disebarkan di tempat penelitian harus melalui tahap penyuntingan data atau editing. Editing adalah kegiatan untuk pengecekkan dan perbaikan isian formulir atau kuesioner (Notoadmojo, 2010). Pengecekan data pada kuesioner tersebut meliputi:
1) Kelengkapan jawaban, apakah tiap pertanyaan sudah ada jawabannya, meskipun jawaban hanya berupa tidak tahu atau tidak mau menjawab.
2) Keterbacaan tulisan, tulisan yang tidak terbaca akan mempersulit pengolahan data atau berakibat pengolah data salah membaca.
3) Relevansi jawaban, bila ada jawaban yang kurang atau tidak relevan maka editor harus menolaknya.
Apabila ada jawaban-jawaban yang belum lengkap, kalau memungkinkan perlu dilakukan pengambilan data ulang untuk melengkapi jawaban-jawaban tersebut. Tetapi apabila tidak memungkinkan, maka pertanyaan yang jawabannya tidak lengkap tersebut tidak diolah atau dimasukkan dalam pengolahan “data missing”.
Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulkan melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau ternyata masih ada
data atau informasi yang tidak lengkap, dan tidak mungkin dilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tersebut dikeluarkan (droup out).
b. Coding
Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan peng”kodean” atau “coding”, yakni mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan. Bagian karakteristik jenis kelamin, peneliti memberikan kode “1” untuk laki laki,kode “2” untuk perempuan. Bagian karakteristik kelas kode “1” untuk III‚ kode “2”
untuk IV dan kode “3” untuk V. Bagian karakteristik sumber informasi kode “1” media cetak dan kode “2” media elektronik. Pada bagian penilaian pengetahuan, peneliti menggunakan skala Guttman, pilihan jawaban diberi kode “1” untuk jawaban yang benar dan “0” untuk jawaban yang salah. Dan Pada bagian penilaian sikap, peneliti menggunakan skala Guttman, pilihan jawaban diberi kode “1” untuk jawaban yang setuju dan “0” untuk jawaban yang tidak setuju.
Sedangkan bagian interpretasi hasil pengetahuan, peneliti memberikan kode “1” untuk pengetahuan kurang, kode “2” untuk pengetahuan sedang, dan kode “3” untuk pengetahuan baik. Data Entry Setelah semua kuesioner terisi penuh dan benar, serta sudah melewati pengkodean, maka langkah selanjutnya adalah memproses data agar data dapat dianalisis. Peneliti memasukan data yang telah diperoleh dari hasil penyebaran angket atau kuesioner.
c. Cleaning
Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan koreksi. Proses ini disebut pembersihan data (data cleaning).
2. Analisa Data
Data dianalisa dengan menggunakan analisa deskriptif. Analisa deskriptif adalah suatu prosedur pengolahan data dengan menggambarkan masalah penelitian yang terjadi berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan dan lain-lain. Meringkas data dengan cara ilmiah dalam bentuk tabel atau grafik (Hidayat, 2008). Analisa data dengan menggunakan analisis univariat yaitu analisis yang dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dari presentase tiap variabel (Notoatmojo, 2010).
Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, untuk menganalisa dua variable yaitu tingkat pengetahuan dan sikap anak usia sekolah di SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor. Pada tahap ini peneliti menganalisa mengenai pengetahuan dan sikap serta karakteristik yang mempengaruhinya.
Karakteristik responden yaitu usia, jenis kelamin, besar uang jajan perhari, kelas‚ sumber informasi dianalisis menggunakan hasil mean, median, dan modus. Bagian pengetahuan dianalisis menurut Arikunto (2010) dengan keterangan, pengetahuan baik : jika hasil presentase 76% -
100%, pengetahuan cukup : jika hasil presntase 56% - 75%, dan pengetahuan kurang : jika hasil presentase <56 %. Sedangkan bagian sikap dianalisis menggunakan hasil mean, dimana jika hasil ≥ 12,8: sikap positif dan jika hasil < 12,8: sikap negatif.
3. Interpretasi data
Setelah dilakukan penilaian, skor dijumlahkan dan didapatkan hasil akhir. Data diinterpretasikan dengan menggunkan skala menurut Arikunto (2010) sebagai berikut :
0% : Tidak satupun 1% - 25% : Sebagian kecil
26% - 49% : Kurang dari setengahnya
50% : Setengahnya
51% - 75% : Lebih dari setengahnya 76% - 99% : Sebagian besar
100% : Seluruhnya
61