• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Dari hasil pengumpulan data, selanjutnya dilakukan pengolahan dengan analisis univariat berupa distribusi frekuensi masing-masing variabel.

Adapun variabel tersebut yaitu umur, jenis kelamin, besar uang jajan, kelas dan sumber informasi. Hasil penelitian sebagai berikut:

1. Karakteristik Responden

a. Usia Responden

Diagram 5.1

Distribusi Frekuensi Usia Siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor pada Bulan April 2018 (n=77)

Berdasarkan diagram 5.1 di atas menunjukkan bahwa dari 77 responden didapatkan hasil, bahwa lebih dari setengahnya yaitu 50 responden (65%) berusia 10-12 tahun dan kurang dari setengahnya yaitu 27 responden (35%) berusia 6-9 tahun.

b. Jenis Kelamin

Diagram 5.2

Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor pada Bulan April 2018 (n=77)

Interpretasi data :

Berdasarkan diagram 5.2 di atas menunjukkan bahwa dari 77 responden didapatkan hasil, lebih dari setengahnya berjenis kelamin perempuan sebanyak 44 responden (57%) dan kurang dari setengahnya berjenis kelamin laki-laki sebanyak 33 responden (43%).

Diagram 5.3

Distribusi Frekuensi Besar Uang Jajan Siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor pada Bulan April 2018 (n=74)

Interprestasi Data:

Berdasarkan diagram 5.3 di atas menunjukkan bahwa dari 77 responden didapatkan hasil, lebih dari setengahnya mendapat uang jajan <rata-rata(Rp.8.000) sebanyak 41 responden (53%) dan kurang dari setengahnya mendapat uang jajan ≥rata-rata(Rp.8.000) sebanyak 36 responden (47%).

Diagram 5.4

Distribusi Frekuensi Kelas Siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor pada Bulan April 2018 (n=77)

Interpretasi Data:

Berdasarkan diagram 5.4 di atas menunjukkan bahwa dari 77 responden didapatkan hasil, kurang dari setengahnya berada di kelas V sebanyak 31 responden (40%), yang berada di kelas IV sebanyak 26 (35%), dan yang berada di kelas III sebanyak 20 (27%).

Diagram 5.5

Distribusi Frekuensi Sumber Informasi tentang jajanan yang sehat Siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor pada Bulan April 2018 (n=77)

Interpretasi Data :

Berdasarkan diagram 5.5 di atas menunjukkan bahwa dari 77 responden didapatkan hasil, lebih dari setengahnya yaitu sebanyak 40 responden (52%) mendapat informasi dari media elektronik dan kurang dari setengahnya yaitu sebanyak 37 responden (48%) mendapat informasi dari media cetak.

Diagram 5.6

Distribusi Frekuensi Pengetahuan mengenai Jajanan Yang Sehat Siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor pada Bulan April 2018 (n=77)

Interpretasi Data :

Berdasarkan diagram 5.6 di atas menunjukkan bahwa dari 77 responden didapatkan hasil, kurang dari setengahnya yaitu 38 responden (49%) memilik pengetahuan baik, dan hanya sebagian kecil saja yaitu 16 responden (21%) memiliki pengetahuan cukup.

.

Diagram 5.7

Distribusi Frekuensi Sikap mengenai Jajanan Yang Sehat Siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor pada Bulan April 2018 (n=77)

Interpretasi Data :

Berdasarkan diagram 5.7 di atas menunjukkan bahwa dari 77 responden didapatkan hasil, lebih dari setengahnya yaitu 46 responden (59%) mempunyai sikap positif sedangkan kurang dari setengahnya yaitu 31 responden (41%) mempunyai sikap negatif.

1. Pengetahuan

Hasil penelitian mengenai jajanan sehat telah dilakukan terhadap 83 siswa SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor dan hanya 77 siswa yang di jadikan sampel karena 6 siswa tidak valid dan hasil menunjukkan bahwa data kurang dari setengahnya yaitu 38 responden (49%) memiliki pengetahuan baik, kurang dari setengahnya yaitu 23 responden (30%) memiliki pengetahuan kurang dan sebagian kecil yaitu 16 responden (21%) memiliki pengetahuan cukup. Hal tersebut didukung oleh faktor usia di mana menurut Notoatmojo (2011) usia mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.

Dalam penelitian ini lebih dari setengahnya yaitu 50 responden (65%) di usia 10-12 tahun sedangkan kurang dari setengahnya yaitu 27 responden (35%) berusia 6-9 tahun. Berdasarkan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa usia 10-12 tahun memiliki jumlah yang banyak dan tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan usia 6-9 tahun sehingga hal tersebut mempengaruhi tingkat pengetahuan responden menjadi baik.

Selain itu dalam penelitian ini didapat pengetahuan responden pada tingkatan cukup. Hal tersebut didukung oleh faktor jenis kelamin, dimana dalam hal ini Notoatmodjo (2010) mengemukakan bahwa jenis kelamin tidak terlalu berpengaruh terhadap pengukuran pengetahuan seseorang. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin dari 77

44 responden (57%) dan kurang dari setengahnya berjenis kelamin laki-laki sebanyak 33 responden (43%). Dari hasil tersebut jenis kelamin perempuan mendominasi salah satu dari jenis kelamin sehingga tingkat pengetahuan yang didapat cenderung baik dan kurang.

Pengetahuan baik siswa yang diperoleh dalam penelitian ini pun dapat dipengaruhi oleh faktor lain yaitu informasi/ media massa.

Notoatmojo (2011) mengemukakan bahwa informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun nonformal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediete impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, di mana kurang dari setengahnya yaitu 38 siswa (49%) memiliki pengetahuan baik memperoleh informasi mengenai jajanan yang sehat sehingga diperoleh pengetahuan baik.

Notoatmojo (2010) mengemukakan bahwa paparan media massa mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik berbagai informasi dapat diterima masyarakat, sehingga seseorang yang lebih sering terpapar media massa akan memperoleh informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak pernah terpapar informasi media.

Hasil penelitian menyatakan bahwa lebih dari setengahnya yaitu 40 siswa (52%) memperoleh informasi mengenai jajanan yang sehat sehingga diperoleh pengetahuan baik. melalui media elektronik.

memperoleh berbagai informasi mengenai jajanan yang sehat yang membuat pengetahuannya menjadi baik.

Akan tetapi, paparan media massa juga dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan siswa menjadi cukup dan kurang. Pada beberapa sumber informasi yang diperoleh melalui media elektronik memiliki tingkat keakuratan yang rendah, hal tersebut dikarenakan beberapa media elektronik tidak melewati proses editing dan tidak jarang menyebarkan berita palsu karena tidak memiliki sumber yang jelas (Romel, 2016). Hal tersebut membuat siswa yang memperoleh informasi melalui media elektronik memiliki peluang untuk mendapatkan informasi yang tidak akurat atau bahkan salah, sehingga dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan siswa menjadi cukup dan kurang. Oleh karena itu, dalam hal ini perlu adanya peran serta petugas kesehatan dalam memberikan informasi mengenai jajanan yang sehat yang jelas dan akurat.

Hasil penelitian yang telah dilakukan Purtiantini (2010) terhadap 58 responden di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Gumpang Kartasura.

Menurut hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan anak mengenai pemilihan makanan jajanan kebanyakan mempunyai pengetahuan baik yaitu sebanyak 56 anak (96,6%), dan yang mempunyai tingkat pengetahuan tidak baik sebanyak 2 anak (3,4%).

Hasil penelitian Purtiantini (2010) juga menunjukan bahwa tingkat pengetahuan baik pada responden tersebut dipengaruhi Faktor lain yang

tayangan pada media massa. Makanan jajanan yang sering masuk iklan itulah yang diketahui anak baik untuk dikonsumsi. Makanan yang sering ditayangkan di media massa lebih populer di kalangan anak-anak dan membuat anak tertarik meskipun makanan tersebut tidak sehat.

2. Sikap

Selain mengukur tingkat pengetahuan, penelitian yang dilakukan juga mengukur sikap siswa terhadap jajanan yang sehat di SDN Cilendek Timur 1 Kota Bogor. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 77 siswa didapatlah data lebih dari setengahnya yaitu 46 siswa (59%) memiliki sikap positif dan kurang dari setengahnya yaitu 31 (41%) memiliki sikap negatif.

Sikap itu sendiri merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap secara nyata menunjukan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. (Notoatmojo, 2011).

Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dalam hal ini sebagai responden cenderung memiliki sikap yang positif, faktor yang dapat mempengaruhi kecenderungan sikap positif tersebut menurut Wawan,A.,Dewi.(2010) yaitu media massa, dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokoknya, Dalam pemberitaan surat kabar maupun radio atau media komunikasi lainnya, berita yang seharusnya faktual disampaikan secara obyektif cenderung dipengaruhi oleh sikap

tersebut tidak sejalan dengan hasil penelitian, lebih dari setengahnya yaitu 40 siswa (52%) memperoleh informasi mengenai jajanan yang sehat melalui media elektronik. Media elektronik tersebut memiliki kemungkinan membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang sehingga siswa tersebut memiliki sikap yang postif terhadap jajanan yang sehat.

Tidak sejalannya hasil penelitian tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor lain. Wawan, A., dan Dewi (2011) mengemukakan bahwa selain pengalaman, sikap juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggapnya penting, pengaruh kebudayaan, media massa, lembaga pendidikan dan lembaga agaman, serta pengaruh faktor emosional.

Dokumen terkait