METODE PENELITIAN
4.6. Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel
4.6.1. Definisi Operasional
4.6. Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel
4.6.1. Definisi Operasional
Variabel dependen yang digunakan adalah harga saham berdasarkan harga
pasar (market value). Variabel independen pada penelitian ini adalah variabel CAR, LDR, NIM, NPL, BOPO, EFF dan CIF. Sedangkan variabel moderating yang
digunakan adalah profitabilitas yang diproksikan oleh ROA.
4.6.1.1. Capital adequacy ratio
Perhitungan modal dan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR)
berpedoman pada ketentuan BI tentang KPMM (Kewajiban Pemenuhan Modal
Minimum) yang berlaku. Rumus CAR adalah rasio kecukupan modal bank atau
merupakan kemampuan bank dalam permodalan yang ada untuk menutup
kemungkinan kerugian di dalam perkreditan atau dalam perdagangan surat-surat
berharga. Menurut Kasmir (2004:278), CAR merupakan perbandingan antara equity capital dengan total loans dan securities.
CAR = 100% Securities Loans Total Capital Equity × +
Menurut surat edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004,
CAR merupakan perbandingan antara modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut
Resiko (ATMR). CAR =%100× ATMR Modal. Sedangkan menurut Muljono (1995:112), CAR merupakan perbandingan antara equity capital dikurangi fixed assets dengan total loans dan securities. Adapun formula CAR yaitu:
CAR=
Berikut Tabel 4.3 secara rinci ketentuan tingkat CAR dari Bank Indonesia:
Tabel 4.3. Standar Pengukuran Tingkat CAR
Rasio Predikat
CAR ≥ 8.1% Sangat Sehat
6.6% ≥ CAR < 8.1% Sehat
5.1% ≥ CAR < 6.6% Cukup Sehat
CAR < 5% Tidak Sehat
Sumber:
4.6.1.2. Loan to deposit ratio
Dimana kredit merupakan total kredit yang diberikan kepada pihak ketiga
(tidak termasuk kredit kepada bank lain). (Kasmir, 2004: 279). Dana pihak ketiga
merupakan dana pihak ketiga yang berupa giro, tabungan, dan deposito (tidak
temasuk antar bank).
Aktiva Total
Ekuitas
Sedangkan secara rinci ukuran tingkat LDR dari BI tampak pada Tabel 4.4
berikut ini:
Tabel 4.4. Standar Pengukuran Tingkat LDR
Rasio Predikat LDR ≤ 93,75% Sehat 93,76% < LDR ≤ 97,5% Cukup Sehat 97,6% < LDR ≤ 101,25% Kurang Sehat LDR > 101,25% Tidak Sehat
4.6.1.3. Non performing loan
Merupakan kredit yang dalam kualitas kurang lancar, diragukan dan macet
dibandingkan dengan total kredit yang diberikan. (Kasmir, 2004: 280). Hal tersebut
dirumuskan sebagai berikut:
NPL =
Sedangkan secara rinci ukuran tingkat NPL dari BI tampak pada Tabel 4.5
berikut ini:
Tabel 4.5. Standar Pengukuran Tingkat NPL
Rasio Predikat NPL ≤ 5% Sehat NPL > 5% Tidak Sehat Sumber: Kredit Total Bermasalah Kredit
4.6.1.4. Net interest margin
Pendapatan bunga bersih adalah pendapatan bunga dikurangi dengan beban
bunga. Sedangkan aktiva produktif merupakan penanaman dana bank baik dalam
rupiah maupun valas, baik itu dalam bentuk kredit, penempatan antara bank,
penyertaan termasuk komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administrastif
yang diperhitungkan adalah aktiva produktif yang menghasilkan bunga. (Kasmir,
2004: 282). Hal tersebut dirumuskan sebagai berikut:
NIM =
4.6.1.5. Beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO)
Merupakan beban operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional.
(Muljono, 1999). Hal tersebut dirumuskan sebagai berikut:
BOPO =
Ketentuan tingkat BOPO dari Bank Indonesia tampak pada Tabel 4.6 berikut
ini:
Tabel 4.6. Standar Pengukuran Tingkat BOPO
Rasio Predikat
BOPO ≤ 93.25% Sangat Sehat
93.25% < BOPO ≤ 94.72% Sehat
94.72% < BOPO ≤ 95.92% Cukup Sehat
BOPO > 95.92% Tidak sehat
Sumber: Aktiva Total Bunga Biaya Bunga Pendapatan − l Operasiona Pendapatan l Operasiona Beban
4.6.1.6. Rasio efisiensi
Efficiency Ratio (EFF) adalah perbandingan antara biaya operasional dengan laba/rugi kotor operasi dalam jangka waktu tertentu. (Kasmir, 2004: 282).
Hal tersebut dirumuskan sebagai berikut:
EFF=
4.6.1.7. Rasio cost of income ratio (CIR)
Cost of Income Ratio (CIR) adalah rasio untuk mengukur bagaimana biaya per assets berubah dibandingkan dengan margin pendapatan. (Kasmir, 2004: 285).
Hal ini disebabkan biaya berubah dibandingkan dengan pendapatan, jika pendapatan
bunga bank meningkat tetapi biaya meningkat pada tingkat yang lebih tinggi maka
akan terlihat perubahan bahwa bank-bank akan lebih efisien untuk menghasilkan
keuntungan yang lebih tinggi.
Hal tersebut dirumuskan sebagai berikut:
CIR=
4.6.1.8. ROA (return on assets)
Digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen rasio yang
memperhitungkan laba setelah pajak dengan rata-rata total asset. (Kasmir, 2004: 310).
Hal tersebut dirumuskan sebagai berikut:
ROA= Assets Total Average Taxes) (After Income Net Margin Interest Assets Cost l Operasiona Kotor Laba/Rugi l Operasiona Beban
Dimana pendapatan bersih setelah pajak dibandingkan dengan rata-rata total
aktiva atau asset. Bank Indonesia mengisyaratkan tingkat ROA yang baik di atas
1,22%.
Ketentuan tingkat ROA dari Bank Indonesia tampak pada Tabel 4.7.
Tabel 4.7. Standar Pengukuran Tingkat ROA
Tingkat Predikat
ROA ≥ 1.215% Sangat Sehat
0.99% ≥ ROA < 1.215% Sehat
0.765% ≥ ROA < 0.99% Cukup Sehat
ROA < 0.765% Tidak sehat
Sumber: 4.6.2. Pengukuran Variabel
4.6.2.1. Variabel independen (bebas)
Variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau
berubahnya variabel dependen/variabel terikat (Sekaran, 2004:3). Variabel
independen (bebas) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO),
4.6.2.2 Variabel moderating
Variabel moderating adalah variabel yang turut memperkuat atau
memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat (Sekaran,
2004:16). Variabel moderating dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang
diproksikan dengan Return On Assets (ROA).
4.6.2.3 Variabel dependen (terikat)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai pasar harga saham yang
dinilai dengan nilai pasar (market value) dari harga pasar rata-rata saham suatu bank. Definisi operasional dan metode pengukuran variabel yang digunakan dalam
penelitian ini disajikan dalam Tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8. Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel Nama
Variabel
Indikator Variabel
Definisi Parameter Skala Ukuran
Variabel Independen
CAR (Capital Adequacy Ratio)
(X1)
Rasio kecukupan modal bank atau merupakan kemampuan bank dalam permodalan yang ada untuk menutup kemungkinan kerugian di dalam perkreditan atau dalam perdagangan surat-surat berharga. Equity Capital/Total Loan + Securities. Rasio Variabel Independen Loan to Deposit Ratio(X2)
Rasio untuk mengukur total kredit yang diberikan kepada pihak ketiga (tidak termasuk kredit kepada bank lain). Dana pihak ketiga merupakan dana pihak ketiga yang berupa giro, tabungan, dan deposito (tidak temasuk antar bank).
Total Kredit/Jumlah Dana Pihak Ketiga.
Rasio
Variabel Independen
Non Performing Loan (X3)
Rasio untuk mengukur kredit yang kurang lancar, diragukan dan macet dibandingkan dengan total kredit yang diberikan.
Kredit Bermasalah/Total Kredit. Rasio Variabel Independen
Net Interest Margin
(X4
Rasio pendapatan bunga dikurangi dengan beban bunga. )
Total Pendapatan Bunga – Biaya Bunga/Total Aktiva. Rasio Variabel Independen Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) (X5
Rasio untuk mengukur beban operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional. ) Total beban operasional/Total pendapatan operasional. Rasio
Variabel Independen
Efficiency Ratio
(EFF) (X6)
Perbandingan antara biaya operasional dengan laba/rugi kotor operasi dalam jangka waktu tertentu.
Total biaya operasional dengan laba/rugi kotor operasi dalam jangka
waktu tertentu. Rasio Variabel Independen Cost of Income Ratio (CIR) (X7
Rasio untuk mengukur bagaimana biaya per assets berubah dibandingkan dengan margin pendapatan.
)
Cost per Assets/Interest Margin. Rasio Variabel Moderating Profitabilitas/ROA (Y)
Adalah rasio yang
memperhitungkan laba setelah pajak dengan rata-rata total asset.
Net Income After Taxes/Average Total
Assets.
Rasio
Variabel Dependen
Harga Saham (Z) Harga saham adalah harga yang
terkait dengan surat berharga tersebut (stock) berbasis nilai pasar rata-rata.
Harga saham dalam penelitian ini diambil pada harga saham
rata-rata.
Rasio