BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Definisi operasional
Definisi operasional dalam rangka promosi terhadap peningkatan volume penjualan barang dagangan pada perusahaan, sebagai berikut :
1. Biaya promosi adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan dengan mengharapkan bahwa biaya tersebut untuk memperkenalkan bagaimana bisa meningkatkan penjualan.
2. Periklanan adalah penyampaian penyampaian kepada konsumen supaya dapat diketahui tujuan dan kegunaan barang yang akan dipasarkan, agar dapat memperlancar arus barang.
3. Media cetak (surat kabar) adalah suatu usaha untuk mempromosikan barang bagaimana cara meningkatkan penjualan melalui media cetak
4. Pengertian media elektronik (radio), dengan melalui radio barang yang promosikan akan mendapat perhatian oleh khalayak ramai bahwa muncul barang dipasar.
5. Penjualan adalah bagaimana cara meningkatkan volume penjualan dengan memberikan kepuasan kepada konsumen.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 1. Sejarah Singkat PT.Indosat Tbk.
Indosat adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1967, merupakan perusahaan investasi asing yang menyediakan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia, serta melakukan operasinya pada tahun 1969 dengan inagurasi Stasiun Bumi Jatiluhur. Pada tahun 1980, pemerintah Indonesia mengakuisisikan semua saham
Tahun 1994 saham Indosat terdaftar di Jakata Stock Exchange (BEJ), The Surabaya Stock Exchange (SSE) dan The New York Stock Exchange (NYSE), serta menjadi BUMN pertama yang Go Internasional.
Dari tahun 1969 sampai dengan 1990 Indosat menyediakan Switched &
Non Switched Layanan Telekomunikasi Internasional termasuk SLI, Komunikasi Data Jaringan Internasional, Internasional Leased Line dan Layanan Transmisi Jaringan Televisi Internasional.
Memasuki abad ke 21 dan mengikuti trend pasar, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menderegulasikan ke sektor telekomunikasi nasional, hal ini untuk mengangkat persaingan pasar bebas.
Mulai tahun 2001, seluruh lintas kepemilikan antara Indosat dan penyedia jasa telekomunikasi domestik yaitu Telkom dihapuskan, disamping itu
hak/kepemilikian dua penyedia layanan telekomunikasi dihapuskan dalam beberapa tahap/proses.
Indosat berusaha meningkatkan bisnis selular di pertengahan tahun 1990 an. Dan tahun 2001, Indosat mendirikan IM2 yang diikuti oleh akuisisi pengawasan penuh PT.Satelindo, dimana membuat Group Indosat menjadi operator terbesar kedua di indonesia.
Akhir tahun 2002, pemerintah Indonesia menyerahkan 41,94 % saham
“divestment” Indosat kepada Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd, melalui holding company perusahaan - perusahaan telekomunikasi Indonesia terbatas, dengan “divestment” ini, Indonesia sekali lagi menjadi perusahaan PMA, yang mampu menawarkan layanan integrated jaringan dan servis informasi serta solusi komunikasi yang menyeluruh.
Pada Bulan November 2003, menyusul penandatangan proses merger antara Satelindo, IM3 & Bimagraha menjadi Indosat, Indosat tidak hanya bergerak di bidang selular tapi memfokuskan kepada FNSP. Melalui konsolidasi selular tersebut, layanan telekomunikasi Fixed dan MIDI menjadi satu. Indosat memposisikan diri sebagai penyedia layanan telekomunikasi dengan penawaran produk yang komprehensif. Hal ini dikuti oleh program transformasi yang komprehensif yang diresmikan pada tahun 2004.
Pengembangan dalam \sumber daya manusia, teknologi, platform dan budaya serta nilai perusahaan. Transformasitersebut sudah dimulai dipraktekkan untuk meningkatkan record revenue
perusahaan yang mencapai nilai Rp. 10 triliyun dan meningkat mencapai margin tersebut dalam jangka waktu 10 tahun sebagai perusahaan GO PUBLIC.
Indosat sebagai perusahaan operator telekomunikasi mobile terbesar kedua dengan 16.704.639 pelanggan pada akhir tahun 2006 meresmikan teknologi 3,5G dengan teknologi generasi terakhir 3,5G di wilayah jakarta dan surabaya, yang mampu melayani pelanggan dengan kualitas suara lebih bagus, video dengan kecepatan akses data/internet yang tinggi mencapai hingga 3,6 Mbps atau sekitar 9 kali lebih cepat dari servis 3,5G sejenis/standard. Semua ”node B”
menggunakan teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). Indosat merupakan operator 3,5G pertama, yang mengadopsi seluruh based teknologi HSDPA di Indonesia.
Pada tanggal 15 desember 2006, Indosat mendapatkan 2(dua) kanal yaitu : 589 dan 630 untuk gelombang 800 MHz, guna mengoperasikan jaringan telepon tetap lokal tanpa kabel di area jabotabek. Terkait dengan persetujuan 2 kanal tersebut, Indosat melanjutkan pengembangan telepon tetap tanpa kabel di Jabotabek serta melanjutkan layanan selular di seluruh Indonesia.
Tahun 2007 adalah tahun terbaik bagi Indosat dalam jangka waktu pencapaian hasil operasional,pengembangan dan peningkatan jaringan, inovasi produk, servis serta layanan pelanggan.Pelanggan selular mencapai 24,5 juta pelanggan dan dilayani oleh 10,760 BTS seluruh indonesia.
Indosat yang berkembang dari perusahaan sebelumnya hanya berfokus pada layanan sambung langsung internasional (SLI), menjadi salah satu pemain penting dalam industri telekomunikasi indonesia. Pengalaman berharga selama 40
tahun terakhir telah meletakkan landasan bagi bisnis yang kokoh dan menguntungkan, juga memposisikan Indosat pada pijakan yang kuat untuk menghadapi tantangan dimasa mendatang. Indosat berkomitmen untuk melaksanakan prinsip - prinsip layanan kendali perusahaan yang baik untuk mencapai nilai standar tertinggi.
Pada tahun 2012 Indosat akan terus meningkatkan dan mempromosikan perkembangan perusahaan dengan Brand yang kuat di pasar dan pengembangan jaringan coverage. Dengan kekuatan yang ada, Indosat mampu menjadikan setiap perkembangan baru sebagai suatu peluang untuk perusahaan. Lebih dari itu, Indosat siap menjadi yang terdepan dalam melakukan suatu perubahan jika diperlukan. Kesiapan inilah yang menjadikan Indosat sebagai perusahaan yang kokoh seperti saat ini.
2. Visi dan Misi Perusahaan
Visi Perusahaan
Menjadi Penyelenggara Jasa dan Jaringan Telekomunikasi Terpadu Berfokus Seluler/Nirkabel, yang Terkemuka di Indonesia
Misi Perusahaan
Menyediakan dan mengembangkan produk layanan dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelanggan. Meningkatkan shareholder value secara terus menerus. Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik.
3. Profil Singkat IM3
Gambar 2: Slogan : “Meraih Mimpi bersama IM3”
· Jaringan Isat-M3 dan Satelindo (kini satu jaringan Indosat)
· Kapasitas : 64 Kilobytes dan 32 Kilobytes
· Voltase: 3 Volt atau 5 Volt
· Memory SMS : 20 SMS
· Memory Phone Book : 250 nomor
· GSM 900/1800
· 3,5G
· Personalized PIN/PUK
· Menu Browser M3-Access hanya untuk 64Kb
4. Struktur Organisasi
Salah satu syarat yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya adalah adanya suatu struktur organisasi yang baik, karena suatu perusahaan akan berhasil dan dapat mencapai prestasi kerja yang efektif dan efisien dari karyawan apabila terdapat suatu sistem kerja yang baik dimana fungsi-fungsi yang ada harus jelas antara tugas dan tanggung jawab serta wewenang dari karyawan perusahaan.
Dalam menjalankan kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah direncanakan, maka PT. Indosat Tbk. Makassar sebagai penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi terpadu berfokus seluler/nirkabel, telah mengembangkan jaringan kerja sama antara satu unit dengan unit lainnya.
Untuk mendukung sistem jaringan kerja tersebut, PT. Indosat Tbk.
Makassar telah menetapkan pembagian tugas dan tanggung jawab dalam sebuah struktur organisasi. Bentuk strukturorganisasi yang digunakan adalah Line-staff, yaitu menempatkan orang yang mempunyai kemampuan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Untuk bekerja secara efektif, manajer harus dengan jelas memahami struktur organisasi tersebut. Struktur organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan, struktur acapkali digambarkan melalui bagan organisasi. Struktur organisasi juga dimaksudkan sebagai alat kontrol serta pengawasan bahkan dapat menciptakan persatuan dan dinamika suatu perusahaan.
Untuk lebih jelasnya, Struktur organisasi
PT. Indosat Tbk. Makassar dapat dilihat pada gambar berikut:
5. Job Description
Berdasarkan struktur organisasi pada gambar 4 diatas, maka dapat diuraikan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
1. Direktur :
Direktur bertugas :
a. .Memimpin perusahaan.
b. Menandatangani dan menyetujui pengeluaran dan penerimaan kas dan bank
c. .Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang menyangkut masalah perusahaan baik eksteren maupun interen
d. Memimpin rapat dalam mengevaluasi kegiatan atau rencana kerja masing-masing bagian
e. Menandatangani surat masuk dan keluar dari klien/rekan bisnis 2. General manager
General managerbertugas :
a. .Menggantikan direktur dalam melaksanakan tugas-tugasnya apabila direktur berhalangan.
b. Menandatangani surat-surat sesuai dengan batas pendelegasian wewenang c. Merencanakan kegiatan-kegiatan perusahaan baik jangka panjang maupun
jangka pendek
d. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas masing-masing bagian pada direktur
e. Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas masing-masing bagian
f. Mengevaluasi kegiatan masing-masing bagian 3. Internal Audit
Internal Audit bertugas :
a. Mengawasi pelaksanaan kebijakan perusahaan yang ditetapkan oleh direksi
b. Merencanakan, mengusulkan dan mengatur pelaksanaan program pengendalian interen untuk menjamin fungsi audit interen yang sebaik-baiknya.
c. Membuat laporan sehubungan dengan penjadwalan.
d. Menelaah dengan menilai kebenaran, ketepatan pelaksanaan system prosedural akuntansi bila perlu diadakan perbaikan-perbaikan
4. Asisten Manajer
Asisten manajer bertugas untuk membantu manajer dalam pelaksanaan tugas-tugas perusahaan
5. Bagian Akuntansi (Accounting Departement)
a. Mengkoordinir, mangatur dan mengawasi serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dibidang akuntansi
b. Membuat laporan keuangan antara lain:neraca dan laporan laba rugi, hutang piutang, persediaan barang penjualan, dan lain sebagainya.
c. Mencatat dan mengelolah semua transaksi yang menyebabkan perubahan-perubahan atas harta dan hutang secara satuan dan kuantitatif.
d. Melakukan pengawasan interen terhadap semua aktivitas perusahaan.
6. Bagian HRD (HRD Departement) Bagian HRD bertugas :
a. Mengawasi, menilain dan mengevaluasi kedisiplinan karyawan dalam perusahaan.
b. Membuat daftar usulan kenaikan gaji
c. Membayar gaji atau tunjangan kepada karyawan
d. Menyeleksi dan menerima karyawan baru e. Membuat usulan penerimaan karyawan baru.
7. Manajer Kuangan (Finance Departement) Bagian keuangan bertugas :
a. Bertanggung jawab kepada pimpinan perusahaan mngenai masalah keuangan
b. Menangani masalah penerimaan dan pengeluaran kas/bank dengan bukti-bukti otentik administrasi keuangan.
c. Mengkoordinir, mengatur, mengawasi serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dibidang keuangan.
d. Menerima dan menyelesaikan hutang piutang perusahaan.
8. Bagian Penjualan (Sales Departement) a. Menyusun program kerja
b. Mendistribusikan barang-barang ke distribotor
c. Mengkoordinir dengan mengatur pelaksanaan tugas dan cabang-cabang dan distributor
d. Bertanggung jawab pada manajer perusahaan 9. Bagian Pemasaran (Marketing Departement)
a. Mengkoordinir, mengetur dan mengawasi serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dan bagian pemasaran
b. Mendapatkan strategi pemasaran
c. Mengumpulkan dan menyiapkan data/informasi tentang situasi pasar d. Bertanggung jawab pada pimpinan perusahaan
e. Menyusun rencana kerja untuk masa yang akan datang 10. Kepala Bagian :
Kepala bagian masing-masing bagian/departemen bertugas :
a. pemimpin perusahaan dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara operasional pada masing-masing bagian/departemen
b. Melaksanakan program perusahaan secara terpadu
c. Mempunyai wewenang dalam pengambilan keputusan sesuai batas pendelegasian
d. Menandatangani surat-surat sesuai dengan wewenang
e. Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas masing-masing
f. Menandatangani bukti penerimaan dan pengeluaran kas.
Dalam pembagian tugas dan tanggung jawab yang tersusun dalam Job Descriptiontersebut maka setiap personil yang ada melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan wewenangyang diberikan oleh pimpinan perusahaan.
6. Produk Layanan Indosat 1. 1 IM3
Layanan multimedia GSM prabayar bagi generasi muda yang menawarkan paket layanan, telepon,SMS dan data dengan harga sangat menarik.
2. MENTARI
Layanan selular GSM prabayar bagi pelanggan dewasa yang dirancang untuk beroperasi pada Android, Blackberry, Apple iOS dan Windows untuk komunikasi optimal.
3. MATRIX
Layanan selular GSM pascabayar untuk pengguna profesional dan korporasi yang dilengkapi dengan kemampuan untuk menambahkan layanan tambahan lain-lain, layanan bernilai tambah dan layananberbasis korporasi.
4. INDOSAT SUPER 3G
Layanan super cepat sampai dengan 7,2 Mbps untuk seluruh pelanggan prabayar dan pascabayar dengan pilihan paket Quota atau paket Unlimited.
5. STARONE
Akses sambungan tetap nirkabel yang menawarkan layanan sambungan tetap, mobile voice dan
B. HASIL PENELITIAN
1. Analisis Perkembangan Penjualan
Perkembangan penjualan perusahaan berguna untuk merencanakan penjualan dimasa yang akan datang. Suatu perusahaan yang dalam keadaan normal merupakan satu kebutuhan membuat ramalan penjualan, karena ramalan
penjualan dapat digunakan atau berfungsi untuk memberikan informasi serta petunjuk bagi setiap perusahaan sebelum mengambil keputusan dalam rangka mengembangkan dan memasarkan produk dimasa yang akan datang.
Disamping itu ramalan penjualan juga berguna bagi penyusunan aktivitas rencana pemasaran yang akan dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
Perencanaan yang dilakukan tanpa adanya suatu ramalan penjualan akan bisa berakhir buruk bagi kelangsungan hidup perusahaan. Perencanaan harus disusun baerdasarkan pertimbangan yang matang agar tujuan tidak meleset. Disini pentingnya perkiraan suatu ramalan guna meningkatkan atau mengetahui seberapa besar kenaikan penerimaan perusahaan di masa yang akan datang.
Dengan pertimbangan tersebut, maka dalam menganalisa penjualan PT.
Indosat Makassar, penulis menampilkan penjualan untuk kurun waktu 5 (Lima) tahun terakhir. Untuk dapat melihat perkembangan penjualan dari tahun 2009 hingga 2013 dapat dilihat pada label 1 berikut :
Tabel. 1
Perkembangan Penjualan PT. Indosat Makassar Tahun 2009 - 2013
Sumber : PT. Indosat Makasar.
Berdasarkan Tabel 1. tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2009 penjualan PT. Indosat Makassar sebesar Rp. 2.225.650.000,- yang mencakup penjualan dari Mentari sebesar Rp. 750.000.000,-, penjualan dari IM3 sebesar Rp. 840.550.000,- dan penjualan dari Matrix sebesar Rp. 635.100.000,-.
Pada tahun 2010 total penjualan PT. Indosat Makassar sebesar Rp.
2.435.821.000,-, yang mencakup penjualan dari Mentari sebesar Rp.
855.300.000,-, penjualan dari IM3 sebesar Rp. 895.000.000,- dan penjualan dari Matrix sebesar Rp. 685.521.000,-
Tahun
Penjualan (Dalam Jutaan Rupiah) Total (Dalam Jutaan Rupiah)
Mentari IM3 Matrix
2009 750.000 840.550 635.100 2.225.650
2010 855.300 895.000 685.521 2.435.821
2011 870.330 930.150 716.450 2.516.930
2012 918.425 960.210 780.000 2.658.635
2013 960.000 992.207 873.000 2.825.207
Pada tahun 2011 total penjualan PT. Indosat Makassar sebesar Rp.
2.516.930.000,-, yang mencakup penjualan dari Mentari sebesar Rp.
870.330.000,-, penjualan dari IM3 sebesar Rp. 930.150.000,- dan penjualan dari Matrix sebesar Rp. 716.450.000,-.
Pada tahun 2012 total penjualan PT. Indosat Makassar sebesar Rp.
2.658.635.000,-, yang mencakup penjualan dari Mentari sebesar Rp.
918.425.000,-, penjualan dari IM3 sebesar Rp. 960.210.000,- dan penjualan dari Matrix sebesar Rp. 780.000.000,-
Pada tahun 2013 total penjualan PT. Indosat Makassar sebesar Rp.
2.825.207.000,-, yang mencakup penjualan dari Mentari" sebesar Rp.
960.000.000,-, penjualan dari IM3 sebesar Rp. 992.207.000,- dan penjualan dari Matrix sebesar Rp. 873.000.000,-
Tabel 2.
Perbandingan Penjualan AntaraKartu Mentari, IM3, Matrix Dari Tahun 2009 – 2013 Di PT.Iindosat Makassar
Penjualan (Dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Mentari % IM3 % Matrix %
2009 750000 - 840550 - 635100 -
2010 855300 14.04 895000 6.47 685521 7.93
2011 870330 2.054 930150 3.92 716450 4.51
2012 918425 5.52 960210 3.23 780000 8.87
2013 960000 4.52 992207 3.33 873000 6.41
4354055 26.134 4618117 16.95 3690071 27.72
Sumber: PT.Indosat Makassar 2014
Berdasarkan tabel 2 pada tahun 2009 penjualan Kartu Mentari Rp.
750.000, 00, penjualan Kartu IM3 Rp. 840.550,00 , penjualan Matrix Rp.
635.100,00 dan
pada tahun 2010 penjualan kartu Mentari Rp. 855.300,00 mengalami kenaikan sebesar 14.04 %, penjualan kartu IM3 Rp.895.000,00, mengalami kenaikan 6,47 %, penjualan Matrix Rp. 685.521,00, mengalami kenaikan sebesar 7,93 %,
pada tahun 2011 Kartu Mentari Rp. 870.330,00 mengalami kenaikan sebesar 2.054 %, penjualan IM3 Rp.930.150,00 mengalami kenaikan sebesar 3,92
%, Kartu Matrix Rp. 716.450,00 mengalami kenaikan 4,51 %,
pada tahun 2012, kartu mentari sebesar Rp.918425 mengalami kenaikan 5.52 %, penjualan kartu IM3 Rp.960210 mengalami kenaikan sebesar 3.25%, penjualan kartu matrix Rp.780000. mengalami kenaikan sebesar 8.87%,
pada tahun 2013 penjualan mentari Rp.960000, mengalami kenaikan sebesar 4.52%, penjualan kartu IM3, Rp.992207 mengalami kenaikan sebesar 3.33%, penjualan kartu matrix Rp.873000 mengalami kenaikan 6.41%.
2. Analisis Perkembangan Biaya Promosi
Biaya promosi yaitu biaya yang berhubungan langsung dengan pemasaran kartu atau dapat dikatakan bahwa biaya promosi mendominasi keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh PT. Indosat Makassar.
Untuk menganalisis pengaruh biaya promosi terhadap penjualan prabayar IM3 maka terlebih dahulu dijelaskan biaya promosi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Atau secara jelas dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini :
Tabel. 3
Perkembangan Biaya Promosi PT. Indosat Makassar Tahun 2009 - 2013
Tahun
Biaya Promosi (dalam Jutaan Rupiah)
Total (Dalam Jutaan Rupiah)
Persentase
Media Cetak %
Media Elektronik
2009 7.085 6.000 13.085 0,00
2010 15.020 9.000 24.020 2,40
2011 16.431 10.500 26.931 2,69
2012 22.504 16.300 38.804 3,88
2013 26.098 18.100 44.198 4,41
Sumber : PT. Indosat Makasar.
Berdasarkan Tabel 2 tersebut, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2009 biaya promosi yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp. 13.085.000, yang mencakup biaya promosi untuk media cetak sebesar Rp. 7.085.000,- dan media elektronik sebesar Rp. 6.000.000,-. Pada tahun 2010 biaya promosi perusahaan meningkat sebesar Rp. 24.020.000 yang mencakup biaya promosi untuk media cetak Rp. 15.020.000 dan media elektronik Rp. 9.000.000,- atau kenaikannya sebesar 2,40% bila dibandingkan dengan tahun 2009.
Pada tahun 2011 biaya promosi perusahaan mencapai Rp. 26.931,000,- yang mencakup biaya promosi untuk media cetak sebesar Rp. 16.431.000,- dan media elektronik sebesar Rp. 10.000.000,- atau mengalami peningkatan sebesar 2,69%
bila dibandingkan dengan tahun 2011.
Biaya promosi perusahaan mencapai Rp. 38.804.000,- pada akhir tahun 2012, yang mencakup biaya promosi untuk media cetak sebesar Rp. 22.504.000,- dan media elektronik sebesar Rp. 16.300.000,- atau meningkat sebesar 3,88%.
Pada tahun 2013 biaya promosi perusahaan meningkat sebesar Rp. 44.198.000,- yang mencakup media cetak sebesar Rp. 26.098.000,- dan media elektronik sebesar Rp. 18.000.000,- atau kenaikannya sebesar 4,41%.
3. Analisis Pengaruh Biaya Promosi dalam Meningkatkan Penjualan
Untuk mengukur berapa besar pengaruh biaya promosi dalam peningkatan penjualan kartu IM3, Matrix dan Mentari pada PT. Indosat Makassar, dapat dipergunakan dengan perhitungan regresi linear dan analisis korelasi.
Sehubungan dengan maksud tersebut, maka penulis ingin menganalisa hubungan fungsional antara penjualan kartu yaitu (Y) disatu pihak sebagai variabel dependen (terikat) dengan biaya promosi yaitu (X) dipihak lain sebagai variabel indepanden (bebas).
Pengaruh biaya promosi (X), terhadap penjualan Kartu (Y), dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan Regresi Linear dengan rumus sebagai berikut :
Y = a + bx
Dimana untuk menghitung nilai parameter a dan b digunakan rumus :
a = nilai untuk biaya promosi dan penjualan dinyatakan dalam jutaan rupiah.
Sedangkan dalam mendistribusikan nilai-nilai pada penulis diatas, maka dapat dicari dengan menggunakan daftar perhitungan Regresi Linear dan Analisis Korelasi seperti pada tabel 3 berikut:
Tabel. 4
Perhitungan Regresi Linear dan Analisis Korelasi Antara Biaya Promosi dengan Penjualan tahun 2009 - 2013
( Dalam Jutaan Rupiah )
Tahun X Y X2 Y2 XY
2009 13.085 2.225.650 171,22 4.953.517,92 29.122,63 2010 24.020 2.435.821 576,96 5.933.223,94 58.508,42 2011 26.931 2.516.930 725,28 6.334.936,62 67.783,44 2012 38.804 2.658.635 1.505,75 7.068.340,06 103.165,67 2013 44.198 2.825.207 1.953,46 7.981.794,59 124.868,50
Jumlah 147.038 12.662.243 4.932,67 32.271.813,13 383.448,66
a = 2.532.448,6 - (18,21) (29.407,6)
Antara Y dan X memiliki hubungan, maka nilai X dapat di gunakan untuk menduga atau meramal nilai Y, dalam hal ini, X disebut variabel bebas, yaitu variabel yang nilai-nilainya tidak bergantung pada variabel lain dan Y disebut variabel terikat yaitu variabel yang nilainya bergantung pada variabel lain.
Persamaan : Y = a + bx Memberikan arti jika variabel X mengeluarka satu satuan, maka variabel Y akan mengalami peningkatan sebesar 1 x b.
Selanjutnya Analisis Korelasi dapat menjelaskan hubungan antara hasil penjualan Kartu dengan jumlah biaya promosi. Untuk menghitung Analisis Korelasi dapat digunakan rumus : r
2
Y = Penjualan atau terdapat korelasi positif, artinya apabila Biaya Promosi naik maka hasil penjualan juga akan meningkat.
Apabila koefisien korelasi di kuadratkan ( ), akan menjadi koefisien diterminasi atau koefisien penentu, yang artinya penyebab perubahan pada variabel Y datang dari variabel X, sebesar atau x 100 % = ( 0.99 ) ² = 0,98 artinya pengaruh variabel X ( biaya promosi ) terhadap variabel Y ( hasil penjualan ) adalah sebesar 0,98 atau 98%.
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan Korelasi menunjukkan bahwa biaya promosi yang dikeluarkan oleh PT. Indosat Tbk. Makassar mempunyai hubungan yang kuat dan positif terhadap peningkatan penjualan Kartu IM3, Mentari dan Matrix.
Terbukti dari hasil perhitungan nilai koefisien korelasi sebesar 0,99 atau mendekati positif1.
Nilai dari koefisien korelasi (r) terletak antara : -1 dan + 1(- 1 ≤ r ≤ + 1 )
1. Jika r = + 1, terjadi korelasi positif sempurna antara variabel X dan Y.
2. Jika r = - 1, terjadi korelasi negatif sempurna antara variabel X dan Y.
3. Jika r = 0.tidak terdapat korelasi antara variabel X dan Y.
4. Jika 0 < r < + 1, terjadi korelasi positif korelasi antara variabel X dan Y.
5. Jika – 1 < r< 0, terjadi korelasi negatif korelasi antara variabel X dan Y.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hubungan antara biaya promosi dan penjualan Kartu Im3, Mentari, Martix menunjukkan hubungan yang kuat dan searah. Searah artinya bahwa yang meningkatkan biaya promosi akan diikuti pula dengan peningkatan pada penjualan ini menyatakan bahwa semakin giat perusahaan menjalanka promosi semakin meningkat pula Volume penjualan.
Selanjutnya, untuk mengetahui pengaruh biaya promosi terhadap peningkatan penjualan Kartu Im3, Mentari, Matrix pada PT. Indosat Makassar dapat dihitung koefisien determinasi sebagai berikut :
= (r)² = (0,99)² = 0,98 atau 98%
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa pengaruh biaya promosi terhadap peningkatan penjualan kartu Im3, Mentari , Matrix.
sebesar 98%. Ini berarti 2% lainnya dipegaruhi oleh faktor-faktor lain, misalnya pelayanan fasilitas lainnya yang dapat mendukung peningkatan pemasaran dan mutu produk.
Berdasarkan hasil analisa di atas dapat disimpulkan bahwa promosi mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan penjualan IM3, Mentari, matrix yaitu sebesar 98%.
Oleh karena itu hipotesis yang diajukan dalam pembahasan skripsi ini terbukti atau dapat diterima.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dari keseluruhan hasil analisis yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dari hasil analisa regresi linear antara jumlah penjualan kartu pra bayar Im3 dengan biaya promosi pada PT. Indosat Makassar, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
a. Hasil perhitungan ini berarti bahwa biaya promosi mempunyai pengaruh terhadap peningkatan atau penurunan penjualan kartu IM3, Mentari, Matrix.
b. Koefisien regresi adalah positif, bahwa jika biaya promosi mengalami peningkatan, maka penjualan juga meningkat.
2. Perhitungan analisa korelasi menunjukkan angka r = 0,99 mendekati positif 1, yang berarti bahwa hubungan antara biaya promosi dan penjualan kartu Im3, Mentari, Matrix menunjukkan hubungan yang kuat dan searah, jika biaya promosi mengalami peningkatan maka penjualan juga meningkat.
3. Perhitungan analisa determinasi menunjukkan r = 0,98 atau 98% yang berarti pengaruh biaya promosi terhadap peningkatan penjualan kartu Im3, Mentari, Matrix sebesar 98% dan 2% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, misalnya pelayanan fasilitas lainnya yang dapat mendukung peningkatan penjualan kartu dan mutu produk.
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian pada PT. Indosat Makassar, maka penulis mengemukakan saran-saran untuk dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menemukan kebijaksanaan perusahaan khususnya dari segi peningkatan penjualan dimasa yang akan datang. Adapun saran-sarannya sebagai berikut :
1. Disarankan kepada perusahaan untuk lebih meningkatkan promosi guna meningkatkan penjualan dengan memperhatikan efektivitas dan efisien dalam hal penggunaandana maupun media-media promosi.
2. Disarankan pula kepada pihak manajemen perusahaan agar melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap finansial perusahaan.
Daftar Pustaka
Abdullah Thamrin dan Tantri Francis, 2014, Manajemen Pemasaran’ Edisi Pertama Cetakan Penerbit: Rajawali Pers
Assauri, Sofyan, SE, MBA, 2001, Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep, dan Anton Dajan, 2000, Pengantar Metode Statistik, Jilid I, LP3ES, Jakarta.
Basu Swastha, 2002, Pengantar Bisnis Modern. Edisi Keenam, Yogyakarta:
Liberty.
Faud, M, 2007, Pengantar Bisnis Modern, Edisi Kedua, Cetakan Penerbit : BPFE, Yogyakarta
Gitosudarmo, Indriyo, 2008, Manajemen Pemasaran, edisi kedua, cetakan keenam, Penerbit : BPFE – Yogyakarta
Hasan Ali, 2008, Marketing, edisi pertama, cetakan pertama, Penerbit : MedPress, Yogyakarta
Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane, 2008, Manajemen Pemasaran, edisi ketiga
Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane, 2008, Manajemen Pemasaran, edisi ketiga