• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental design dan jenis desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre-test dan post-test. Bagian ini akan dibahas secara rinci tentang hasil penelitian yang telah diperoleh peneliti dilapangan yang berlokasi di SMP Negeri 1 Lamuru Kabupaten Bone di kelas VII pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan sampel sebanyak 30 siswa.

Sepeerti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial.

Analisis deskriptif dimaksud untuk menggambarkan karakteristik subjek penelitian setelah diterapkan media macromedia flash pada pembelaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Lamuru Kabupaten Bone.

Analisis inferensial dimaksud untuk melihat pengaruh penggunaan media macromedia flash terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lamuru Kabupaten Bone.

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di UPT SMPN 1 Lamuru dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang, maka data yang diperoleh sebagai berikut:

44

1. Analisis Deskriptif Data Penelitian a. Aktivitas Belajar Hasil Observasi

Aktivitas belajar siswa selam proses pembelajaran bahasa Indonesia sebelum dan setelah menggunakan media pembelajaran macromedia flash.

Hasil observasi dari 30 siswa di kelas VII SMP Negeri 1 Lamuru selama penelitian dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 4.1. Distribusi frekuensi dan persentase aktivitas belajar siswa selama penelitian berlangsung

d.

No. Aktivitas Belajar Siswa

Pertemuan/Frek

uensi Persen (%) I II

Rata-rata I II

1 2 3 4 5 6 7

1. Jumlah siswa yang hadir dalam

pembelajaran 30 30 30 100 100

2

Jumlah siswa yang membaca doa sebelum pembelajaran dimulai

30 30 30 100 100

3

Jumlah siswa yang

memperhatikan pada saat proses pembelajaran

27 29 28 90 96,6

4 Jumlah siswa yang mencatat

penjelasan guru 25 30 27,5 83,3 100

5 Jumlah siswa yang mengajukan

pertanyaan 11 17 14 36,6 56,6

6 Jumlah siswa yang menjawab

pertanyaan 20 25 22,5 66,6 83,3

7 Jumlah siswa yang

mengomentari teman 11 22 16,5 36,6 73,3

8

Jumlah siswa yang antusias selama mengikuti proses pembelajaran

18 26 22 60 86,6

9 Jumlah siswa yang mengerjakan

tugas dari guru 30 30 30 100 100

10 Jumlah siswa yang meminta

bimbingan guru 17 27 22 56,6 90

Jumlah persentase aspek siswa 729,7 886,4 Persentase aktivitas siswa 72,97 88,64

Kategori Cukup Baik Sumber: Data Hasil Observasi Siswa

Hasil analisis yang diperoleh pada aktivitas siswa terlihat pada table 4.1 dapat dilihat bahwa persentase aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung pada pertemuan pertama yaitu 72,97% dan pada pertemuan kedua yakni 88,64%.

Berdasarkan kriteria yang ditentukan maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung mengalami peningkatan dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Presentase aktivitas siswa dalam pembelajaran pada pertemuan pertama berada pada kategori cukup yaitu pada interval 56-75% dan pertemuan kedua berada pada kategori baik yaitu pada interval 76-100%. Berarti indikator aktivitas siswa dalam pembelajaran tercapai.

b. Hasil Belajar

Hasil evaluasi kedua tes pretest dan posttest tersebut dengan menggunakan alat evaluasi yaitu tes keterampilan yang telah disusun oleh peneliti terhadap 30 orang siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lamuru dapat diketahui gambarannya sebagai berikut:

1) Pengolahan Pretest

a) Nilai Statistik Hasil Belajar

Berdasarkan hasil pretest kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat nilai statistik pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Distribusi Nilai Statistik Hasil Belajar Bahasa Indonesia (Pretest) Descriptives

Kelas Statistic Std. Error

1.0 (pretest)

Mean 72.917 .9890

Median 73.750

Std. Deviation 5.4172

Minimum 62.5

Maximum 82.5

Sumber : Data Output SPSS

Berdasarkan tabel 4.2 hasil belajar terlihat bahwa sebelum diberikan perlakuan diperoleh nilai maksimum yaitu 82,50 dan skor terendah 62,5. Rata-rata skor yang diperoleh dari hasil pretest siswa 72,91 dan standar deviasi yaitu 5.417.

b) Kategori Hasil Belajar

Berdasarkan hasil pretest kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat kategori hasil belajar pada tabel berikut:

Tabel 4.3. Distribusi Dan Frekuensi Kategori Hasil Belajar Bahasa Indonesia (Pretest)

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%)

1 0-39 Sangat Rendah 0 0

2 40-69 Rendah 8 27%

3 70-80 Sedang 21 70%

4 81-90 Tinggi 1 3%

5 91-100 Sangat Tinggi 0 0

Sumber: Data Hasil belajar Siswa

Berdasarkan tabel 4.3 kategori hasil belajar menunjukkan bahwa nilai pretest siswa pada saat sebelum adanya perlakuan dengan menggunakan media macromedia flash pada materi puisi rakyat yakni pantun pada pembelajaran Bahasa Indonesia pada 30 siswa di Kelas VII. Terdapat 0% kategori sangat rendah, 27% pada kategori rendah, 70% kategori sedang, dan 3% kategori tinggi, 0% kategori sangat tinggi. Lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut :

Gambar 4.1 Diagram Frekuensi Hasil Belajar Pretest c) Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar

Berdasarkan hasil pretest kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat tingkat kentuntasan hasil siswa belajar pada tabel berikut:

Tabel 4.4. Klasifikasi Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia (Pretest) Skor Kategorisasi Frekuensi Persentase (%)

˂75 Tidak tuntas 15 50%

>75 Tuntas 15 50%

Jumlah 30 100

Sumber: Data Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan tabel 4.4 tingkat ketuntasan hasil belajar menunjukkan bahwa nilai pretest siswa sebelum adanya perlakuan menggunakan media Macromedia Flash pada materi Puisi Rakyat (pantun) pada Pembelajaran Bahasa Indonesia yang terdapat 15 siswa dengan persentase sebesar 50% kategori tidak tuntas dan 15 siswa dengan persentase sebesar 50% kategori tuntas. Hal ini mengacu pada nilai KKM yang ditetapkan oleh pihak sekolah yaitu 75. Lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut:

0 5 10 15 20 25

0-39 40-69 70-80 81-90 91-100

Gambar 4.2 Diagram Klarifikasi Ketuntasan Hasil Belajar (Pretest) 2) Pengolahan Posttest

a) Nilai Statistik Hasil Belajar

Berdasarkan hasil posstest kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat nilai statistik hasil belajar siswa pada tabel berikut:

Tabel 4.5. Distribusi Nilai Statistik Hasil Belajar Bahasa Indonesia (Posttest) Descriptives

Kelas Statistic Std. Error

2.0 (posttest)

Mean 84.500 .8252

Median 85.000

Std. Deviation 4.5201

Minimum 75.0

Maximum 92.5

Sumber: Data Output SPSS

Nilai statistik hasil belajar terlihat bahwa sesudah diberikan perlakuan diperoleh nilai maksimum hasil belajar adalah 92,5 dan skor terendah 75. Nilai rata-rata hasil posttest siswa 84,50 dan standar deviasi 4.520.

0 2 4 6 8 10 12 14 16

Tidak Tuntas Tuntas

Klasifikasi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pretest

b) Kategori Hasil Belajar

Berdasarkan hasil posstest kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat dari kategori hasil belajar siswa pada tabel berikut:

Tabel 4.6. Distribusi Dan Frekuensi Kategori Hasil Belajar Bahasa Indonesia (Posttest)

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase (%)

1 0-39 Sangat Rendah 0 0

2 40-69 Rendah 0 0

3 70-80 Sedang 6 20%

4 81-90 Tinggi 22 73%

5 91-100 Sangat Tinggi 2 7%

Sumber: Data Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan tabel 4.6 kategori hasil belajar menunjukkan bahwa nilai posttest siswa pada saat sesudah adanya perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran macromedia flash pada materi puisi rakyat (pantun) 0% pada kategori sangat rendah, 0% pada kategori rendah, 20% kategori sedang, sementara terdapat 73% kategori tinggi dan 7% pada kategori sangat tinggi. Lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut:

Gambar 4.3 Diagram distribusi Frekuensi Hasil Belajar Posttest.

0 5 10 15 20 25

0-39 40-69 70-80 81-90 91-100

Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Posttest

c) Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar

Berdasarkan hasil posstest kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat dari tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada tabel berikut:

Tabel 4.7 Klasifikasi Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia (Posttest) Skor Kategorisasi Frekuensi Persentase (%)

<75 Tidak tuntas 0 0

>75 Tuntas 30 100%

Jumlah 30 100

Sumber: Data Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan tabel 4.7 tingkat ketuntasan hasil belajar menunjukkan bahwa nilai posttest siswa sesudah adanya perlakuan menggunakan Media Macromedia Flash pada materi puIsi rakyat (pantun) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat 0 orang siswa dengan persentase sebesar 0% kategori tidak tuntas dan 30 orang siswa dengan persentase sebesar 100% kategori tuntas. Hal ini mengacu pada nilai KKM yang ditetapkan oleh pihak sekolah yaitu 75. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Gambar 4.4 Diagram Klasifikasi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Posttest

0 5 10 15 20 25 30 35

Tidak Tuntas Tuntas

Klasifikasi Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Posttest

3) Perbandingan Tingkat Hasil Belajar Siswa antara Pretest dan Posttest Apabila disajikan dalam tabel dan diagram akan terlihat jelas perbedaan hasil belajar siswa sebelum dilakukan perlakuan (pretest) dan setelah dilakukan perlakuan (posttest) dengan menggunakan media macromedia flash yang ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 4.8. Perbandingan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Pretest dan Posttest

Descriptives Hasil

belajar

1.0 (Pretest)

Mean 72.917 .9890

Median 73.750

Std. Deviation 5.4172

Minimum 62.5

Maximum 82.5

2.0 (Posttest)

Mean 84.500 .8252

Median 85.000

Std. Deviation 4.5201

Minimum 75.0

Maximum 92.5

Sumber : Data Output SPSS

Berdasarkan tabel 4.8 digambarkan bahwa nilai rata-rata siswa sebelum adanya perlakuan menggunakan media macromedia flash (pretest) yaitu 72,91 dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa sesudah adanya perlakuan menggunakan media macromedia flash (posttest) yaitu 84,50. Dengan demikian, melihat dari hasil belajar siswa yang didapatkan meningkat setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran macromedia flash. Lebih jelasnya dapat dilihat dari grafik berikut:

Gambar 4.5 Diagram Perbandingan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Pretest dan Posttest

c. Analisis Statistik Inferensial Hasil Belajar

Analisis statistik inferensial pada bagian ini digunakan untuk pengujian hipotesis yang telah dirumuskan, dan sebelum melakukan analisis statistik inferensial terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji hipotesis.

1) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apa skor rata-rata hasil belajar siswa (pretest-posttest) berdistribusi normal. Kriteria pengujiannya adalah :

Jika Pvalue ≥ α = 0,05 maka distribusinya adalah normal Jika Pvalue < α = 0,05 maka distribusinya adalah tidak normal

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Pretest Posttest

Jumlah sampel Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-rata

Tabel 4.9 Uji Normalitas

Tests of Normality

Kelas

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

hasil belajar 1.0 .150 30 .084 .950 30 .172

2.0 .156 30 .061 .952 30 .195

a. Lilliefors Significance Correction

Dengan menggunakan bantuan program komputer dengan program Statistical Poduct and Service Solution (SPSS) versi 26 dengan uji Kolmogorov-Smirnov yang biasa digunakan untuk memutuskan jika sampel berasal dari populasi dengan distribusi spesifik/tertentu. Menurut uji Kolmogorov-Smirnov hasil analisis skor rata-rata untuk pretest menunjukkan nilai Pvalue > α yaitu 0,084

> 0,05 skor rata-rata untuk posttest menunjukkan nilai Pvalue > α yaitu 0,061 >

0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data hasil pretest dan posttest berdistribusi normal.

2) Uji Hipotesis

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data mengenai perbandingan nilai statistik, perbandingan kategori hasil belajar, pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu keputusan, yaitu keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis ini. Untuk pengujian hipotesis ini, peneliti menggunakan uji-t pada taraf signifikan α = 0,05. Kriteria pengujiannya adalah hipotesis H0

ditolak dan Ha diterima jika nilai sig < 0,05, begitupula sebaliknya.

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H0 :Tidak terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran macromedia flash terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lamuru.

Ha :Terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran macromedia flash terhadap kemampuan bercerita siswa kelas VII pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Lamuru.

Untuk mengetahui apakah media macromedia flash berpengaruh terhadap kemampuan bercerita siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Lamuru Kabupaten Bone, berikut tabel ringkasan uji paired sample t-tes (uji-t):

Tabel 4.10. Uji Paired Sample t-tes

Berdasarkan tabel output “paired samples tes” diatas, diketahui nilai sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar pretest dengan posttest yang artinya ada pengaruh penggunan media macromedia flash terhadap kemampuan bercerita siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 1 Lamuru Kabupaten Bone.

Paired Samples Test Paired Differences

t df

Sig. (2-tailed) Mean

Std.

Deviati on

Std.

Error Mean

5% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Pai

r 1

prestest - Postest

-11.583 3

3.0430 .5556

-11.6185

-11.5482

-20.84 9

29 .000

Dokumen terkait