• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

1. Deiksis persona ketiga tunggal

konteks : Ia menghendaki segala-galanya atau tidak sama sekali, persis

sebagaimana diriku (Hal 3) .

Berdasarkan kutipan di atas penggunaan deiksis persona ketiga tunggal “ia” yang mengacu pada Nawal dan menceritakan dirinya pada novel ini.

2. Deiksis persona ketiga tunggal

Konteks : Sejauh aku memberikan seluruh diriku kepadanya, ia pun berserah diri.

Selain ia tak mau ada saingan terhadap hati dan pikiranku apakah dari pihak suami, putra atau putriku, ia pun tidak menerima sama sekali

29

keterlibatan diriku dalam pekerjaan lain sekali pun dalam kegiatan demi cita-cita wanita.( Hal 4).

Penggunaan deiksis “ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal karena melibatkan penutur, yang dituturkan sebagai kata ganti orang ketiga dan mengacu pada Nawal.

3. Deiksis persona ketiga jamak

Konteks : Pada kesempatan tersebut, ruangan kuliah dipenuhi oleh ratusan atau

bahkan ribuan mahasiswa, dan mereka semua merasa senang. (Hal 6)

Penggunaan deiksis persona “mereka” termasuk deiksis persona ketiga jamak. Yang dirujukkan pembicara kepada seorang pendengar atau lebih yang hadir bersama orang pertama.

4. Deiksis persona ketiga tunggal

Konteks : Segala sesuatu di negeri kami dipegang oleh pemerintah dan

dikendalikan olehnya secara langsung ataupun tidak langsung. (hal 7).

Penggunaan deiksis “nya” termasuk deiksis ketiga tunggal yang merujuk pada pemerintah.

5. Deiksis persona ketiga tunggal

Konteks : Ia menjawab, jika Al Ahram memecatku, apakah Anda menghidupi

Pada kutipan tersebut penggunaan deiksis “ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

Konteks : Ia pun menoleh ke salah seorang pemimpin penjara utama yang

bergegas menyahut, „memang begitu. Ia tak menyinggung butir-butir yang kukemukakan itu. Ia mengemukakan beberapa komentar.(Hal. 141).

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

Konteks : Ia sekonyong-konyongnya bertanya. Ia tak ingin perempuan manapun

melebihinya. Katanya ia cemburu. (Hal. 142).

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “Ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

Konteks : Ia mengamatiku dengan matanya. Apa ia tetap aktif setelah suaminya

tidak jadi penguasa lagi? (Hal. 143)

Kutipan di atas merupakan penggunaan deiksis persona ketiga tunggal yaitu “Ia”.

Konteks : Ia seorang mata-mata yang bekerja pada polisi. Ia mendekatiku. Ia

membaca Al.qur‟an. Ia bertanya cemas. (Hal. 151)

Kutipan di atas merupakan penggunaan deiksis persona ketiga tunggal yaitu “Ia”.

31

Konteks : Ia menghentakkan tumitnya yang kuat ke tanah. Sekalipun Ia

berbadan lebih besar.(Hal.153)

Kutipan diatas merupakan deiksis persona ketiga tunggal yaitu

“Ia”

Konteks : Ia akan masuk mencium bau kertas terbakar. Ia tidak mengatakan

apa-apa.(Hal.153)

Kutipan diatas merupakan deiksis persona ketiga tunggal yaitu “Ia”

Konteks : Ia akan masuk mencium bau kertas terbakar. Ia tidak mengatakan

apa-apa. (163)

Kutipan diatas merupakan deiksis persona ketiga tunggal yaitu “Ia”

Konteks : Waktu ia memegang pacul dan memukulkannya.(Hal.211)

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “Ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

Konteks : Ia segera mengeluarkan perintah, Ia tetap berdiri di depan pintu.Ia

tetap pada tempatnya. Ia telah meminum susu dan jus bua. Ia telah tidur nyenyak.(221)

Konteks : Ia tersenyum. Ia berseru. Ia mengatakan dengan suara keras-keras.

(223)

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “Ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

Konteks : Ia menyeka mulut. Ia meluruskan kerah jasnya. Ia tersenyum dan

memberikan semangat. (266)

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “Ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

Konteks : Ia pun sahabatku semenjak berrtahun-tahun lamanya.(64)

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “Ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

6. Deiksis persona pertama jamak

Konteks : Saat ini tak terbawa oleh kami. (Hal 11)

konteks ini termasuk penggunaan deiksis persona pertama jamak

“kami” Yang mengacu pada seorang polisi.

7. Deiksis persona kedua tunggal

Konteks : Saya tak mungkin membuka pintu bagi Anda tanpa melihat surat

33

Pada kutipan tersebut penggunaan deiksis “Anda” termasuk deiksis persona kedua tunggal.

8. Deiksis persona pertama jamak

Konteks : Begitulah undang-undang kita (Hal 11).

Pada kutipan tersebut penggunaan deiksis “kita” termasuk deiksis persona pertama jamak, yang melibatkan orang kedua.

9. Deiksis persona pertama jamak

Konteks : Foto kami berdua di atas meja tulis (Hal13).

Penggunaan deiksis “kami” sebagai deiksis persona pertama jamak, yang melibatkan pada Nawal dan Suaminya.

10. Deiksis persona ketiga tunggal

Konteks : Tadi ia berangkat pagi benar dan belum membaca koran(Hal 13).

Pada kutipan tersebut penggunaan deiksis “ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal, yang dirujukkan pada suaminya. Dan sekaligus deiksis waktu yaitu “tadi”.

11. Deiksis persona kedua jamak

Konteks : Kalian merusak pintuku. Itu suatu kejahatan (hal 14).

Konteks ini termasuk penggunaan deiksis persona kedua jamak

12. Deiksis persona ketiga tunggal, deiksis persona kedua tunggal.

Konteks : Memeriksa rumahku sedang aku tak di sini? Aku bertanya kepadanya.

Ini tindakan kriminal ketiga! Jika sampai ada yang hilang, kamulah yang bertanggung jawab (Hal 15).

Pada kutipan di atas menunjukkan pada penggunaan deiksi “nya” yaitu deiksis persona ketiga tunggal. Dan penggunaan deiksis “kamu” menunjukkan deiksis persona kedua tunggal.

13. Deiksis persona pertama tunggal, deiksis persona pertama jamak.

Konteks : kulihat Dr. Awatib Abd al-Rahman masuk ke sel kami (Hal. 65)

Pada kutipan di atas penggunaan “ku” termasuk deiksis persona pertama tunggal dan sekaligus kata “kami” termasuk deiksis pertama jamak.

14. Deiksis persona ketiga tunggal

Konteks : Ia pun sahabatku semenjak berrtahun-tahun lamanya(Hal 64)

Kata “ia” termasuk penggunaan deiksis persona ketiga tunggal.

15. Deiksis persona pertama tunggal, deiksis persona ketiga tunggal.

Konteks : Aku sangat senang melihatnya, merangkulnya dan sambil tertawa

bertanya, „Lambat betul kau datang, Awatib? mengapa begitu?‟ Ia pun tertawa. „Aku sedang bepergian, mereka menahanku di bandara.

35

sedang menjemputku dan berjalan di sebelahku sewaktu polisi mengepung kami. Ia tidak terkejut atau merasa malu, melah berjalan di sisiku, bangga akan ibunya (Hal 65-66).

Pada kutipan di atas kata “Aku” termasuk penggunaan deiksi persona pertama tunggal dan pada kata “Ia” termasuk penggunaan deiksis persona ketiga tunggal.

Dokumen terkait