• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

16. deiksis persona pertama tunggal

Konteks : Di manapun ku pergi, ke manapun aku melakukan perjalanan,

betapapun jauhnya tempat, betapapun tidak ramahnya, aku akan mengamati sekelilingku dalam kegembiraan dan konsentrasi, seolah-olah aku tidak pernah mengetahui wujud tempat itu (Hal 66).

Pada kutipan tersebut penggunaan “ku” termasuk deiksis persona pertama tunggal.

17. Deiksis persona pertama jamakku.

Konteks : Beberapa orang di antara kami duduk di lantai, ada yang duduk di

bangku tidur, memandang nanar dengan mata terbuka lebar-lebar, baik yang tanpa kerudung, maupun yang berhijab, atau mengintip dari balik celah-celah dalam cadar (Hal 90).

Pada kutipan di atas penggunaan kata “kami” termasuk deiksis persona pertama jamak.

18. Deiksis persona ketiga tunggal

konteks : Ia menoleh ke salah seorang pemimpin penjara utama yang bergegas

menyahut, „Memang begitu, Tuan.(Hal 91).

Pada kutipan tersebut penggunaan kata “ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal.

b. Deiksis Tempat

Adapun deiksis tempat dari hasil penelitian ini adalah :

konteks : Aku sedang duduk menghadapi meja tulis kecil di kamar tidurku, larut

dalam penulisan novel baru. (Hal.3)

Pada kutipan tersebut menunjukkan deiksis tempat yaitu meja tulis dan

kamar tidur.

Konteks : Ia jadi kelihatan putus asa. Dengan mendahuluiku ia naik mobil, lalu

duduk d:i sebelah supir. Aku segera naik setelah dia, dan duduk di sisi pintu (Hal 17).

Berdasrakan kutipan tersebut penggunaan deiksis “ia” termasuk deiksis persona ketiga tunggal karena melibatkan penutur, yang dituturkan sebagai kata ganti orang ketiga. Selain itu penggunaan deiksis di sebelah, di sisi termasuk deiksis tempat yang di mana Nawal dan Polisi sedang duduk di atas mobil.

37

Konteks : Di belakang gedung kami turun melalui sebuah tangga sempit, lalu aku

di bawa masuk ke suatu ruangan lantai bawah tanah dan sambil menunjuk kepada sebuah kursi kayu kecil di tengah-tengah ruangan, perwira itu berkata,‟Duduklah sebentar, saya segerah kembali (Hal 22).

Pada kutipan di atas menunukkan penggunaan deiksis tempat yaitu

“di belakang”

konteks : Apakah di sini ada telepon yang dapat saya pinjam untuk menelepon ke

rumah? Saya ingin menenangkan hati keluarga saya, memberitahukan bahwa saya di sini. (Hal 24)

Berdasarkan kutipan tersebut penggunaan deiksis “di sini” termasuk deiksis tempat karena menunjukkan tempat di mana Nawal disembunyikan.

Konteks : Pekerjaan di sini serius dan Direktur bertanggungjawab penuh. Bahkan

saya orang kecil begini, mempunyai tanggungjawab atas segala sesuatu, apakah masalahnya besar ataupun kecil. Di sini tak ada masalah kecil, saya diharapkan tahu hal-hal kecil dari masalah-masalah yang besar tersebu, namun di rektur sendiri tak mengetahui hal-hal demikian (Hal 27) .

Berdasarkan kutipan di atas penggunaan deiksis “di sini” termasuk deiksisi tempat karena menunjukkan di mana Nawal berada dan

keberadaan kakek tua itu yang menceritakan apa yang dia ketahui selama hidupnya di penjara.

Konteks : Aku masih jalan sekeliling kamar, mondar-mandir laksana hewan

dalam kurungan. Sekonyong-konyongnya aku berhenti, „Aku ingin ke kamar kecil.‟ „Hanya satu kamar kecil di sini,‟ jawab orang tua itu langsung, „di lantai satu, di sebelah kantor Direktur (Hal 31)

Berdasarkan kutipan di atas penggunaan deiksis “di sini” termasuk deiksis tempat karena menunjukkan di mana tempat kamar kecil itu.

Konteks : Aku tak tahu apa yang telah terjadi, tetapi kulihat seorang petugas baru

masuk ruangan. „Ayo pergi.‟ „ke mana?‟ „ Tak masalah, sama sekali tak apa-apa, satu dua jam, lalu Anda pulang.‟(hal 33).

Berdasarkan konteks di atas penggunaan deiksis “ke mana” merupakan deiksis tempat karena menanyakan ke mana ia harus pergi.

Konteks : Kukatupkan bibirku rapat-rapat dan beberapa saat aku berdiam diri,

lalu dengan marah bertanya, „Kita ini ke mana?‟(Hal 39).

Berdasarkan kutipan tersebut penggunaan deiksis “ke mana” termasuk deiksis tempat karena bertanya mengenai di mana tempat yang akan dia tuju.

Konteks : kulihat kaca kecilku di atas meja dan kujulurkan tangan kearahnya.

Hampir kubawa sampai ke depan wajahku, namun tangan pejabata itu lebih cepat.

39

Berdasarkan kutipan di atas penggunaan deiksis “ di atas, depan,” termasuk deiksis tempat karena menunjukkan tempat di mana kaca itu berada.

Konteks : Cacat yang memalukan ialah penindasan, bohong serta penghapusan

daya pikir manusia, baik daya pikir manusia perempuan ataupun laki-laki,‟ kataku.‟kehadiran kita dalam penjara ini, padahal kita tak melakukan kejahatan, dan tanpa diadakan pemeriksaan, itulah yang merupan cacat (Hal 55).

Berdasarkan kutipan di atas penggunaan deiksis ”ini” merupakan deiksis tempat karena Nawal sedang berbicara dan mengatakan keberadaan dirinya.

Konteks : Aminah kembali menaiki bangku tidurnya di sebelah atas, di samping

seorang gadis Kristen dengan wajah yang kelihatan sangat muda, yang bernama Nur (Hal 57).

Dengan deiksis “di sebelah atas” merupakan deiksis tempat yang ditujukkan kepada Aminah.

Konteks : Kupejamkan mataku, lalu kubuka kembali. Aku ini di mana? Kuraba

kepalaku. Apakah ini, yang di bawah kepalaku? Lantai semen (Hal 64)

Menurut uraian di atas menunjukkan pemakaian deiksis tempat yaitu

“ di mana” karena seakan-akan Nawal menanyakan di mana dirinya

berada.

d. Deiksis Waktu

Adapun deiksis waktu dari hasil penelitian ini yaitu :

konteks : Ia tersenyum sinis. „Undang-undang mana? Apa Anda tak mengikuti

pidato kemarin? (Hal 19).

Penggunaan deiksis selanjutnya yaitu “kemarin” termasuk deiksis waktu, yang bisa dimaknai bahwa hal yang terjadi sebelum hari itu.

Konteks : Aku belum sepenuhnya bangun dari tidur ayamku di ruang yang

membuatku lemas. Suara orang tua itu masih terngiang-ngiang di telingaku, bagaikan suara setan-setan atau malaikat-malaikat yang menghitung dosa/amal orang-orang yang telah meninggal di dalam kuburan mereka, kerut-kerut memenuhi wajahnya seperti wajah nenekku dulu, sewaktu mendongen ketika kami masih anak-anak, tentang siksaan-siksaan kubur. (Hal 33).

Berdasarkan kutipan di atas merupakan pemakaian deiksis waktu yaitu

“dulu” yang menunjukkan kata lampau.

Konteks : Pada saat itu aku memandang lurus wajah sang perwira tadi. Ia

41

Pemakain deiksis “pada saat itu” termasuk deiksis waktu yang menunjukkan hal yang bisa dikatakan sudah lama terjadi. Dan “tadi” merupakan deiksis tempat juga karena bisa dimaknai yaitu mengacu pada waktu yang baru saja terjadi.

Konteks : Pada suatu hari, kulihat dhuba membuang muka dengan air mata

menggenang di pelupuknya, „Aku tak akan datang besok. Mereka menyuruh saya memata-matai Anda semua dan seya menolak.

Berdasarkan kutipan di atas penggunaan deiksis yaitu “pada suatu

hari” termasuk deiksis waktu yang mengacu pada waktu yang sudah

berlalu atau sudah lama terjadi. kemudian kata “besok” juga merupakan deiksis waktu yang bisa dimaknai hal yang akan terjadi dihari selanjutnya.

Konteks : Aku tidak tahu mengapa aku di sini, „timpal salah seorang perempuan

bercadar. Aku sedang dalam perjalanan menemui bibiku dan mereka menangkapku di jalan‟. (Hal 101)

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “di sini” termasuk deiksis tempat.

Konteks : Di kaki tembok kulihat piring aluminium berisi ful dan ditutupi dengan

roti kemarin (Hal 106).

Pada kutipan di atas penggunaan deiksis “kemarin” termasuk deiksis waktu.

Konteks : Dengan suara keras aku berseru, „hei, ke sini. Jangan bersembunyi

!‟(Hal 107).

Pada kutipan diatas penggunaan kata “ke sini” termasuk deiksis tempat.

Konteks : Pekarangan di sini mengingatkanku kepada pekarangan rumahnya

(Hal 106).

Pada kutipan di atas penggunaan kata “di sini” termasuk deiksis tempat.

B. Pembahasan

Berdasarkan penganalisaan Novel “Catatan dari Penjara Perempuan” karya Nawal El Saadawi ditemukan penggunaan deiksis “penunjukkan” dalam beberapa kutipan parargraf.

Deiksis orang ditentukan menurut peran peserta dalam peristiwa bahasa. Peran peserta itu dapat dibagi menjadi tiga. Pertama ialah orang pertama, yaitu kategori rujukan pembicara kepada dirinya atau kelompok yang melibatkan dirinya, misalnya saya, kita, dan kami. Kedua ialah orang kedua, yaitu kategori rujukan pembicara kepada seorang pendengar atau lebih yang hadir bersama orang pertama, misalnya kamu, kalian, saudara. Ketiga ialah orang ketiga, yaitu kategori rujukan kepada orang yang bukan pembicara atau pendengar ujaran itu, baik hadir maupun tidak, misalnya dia dan mereka.

Penggunaan deiksis tempat di sana, sini, ini, di atas, di belakang dan selanjutnya penggunaan deiksis waktu sekarang, besok, saat ini, nanti, dan dulu.

Penggunaan deiksis pada novel lebih banyak menggunakan deiksis persona karena ada beberapa karakter yang diceritakan dalam novel ini tapi tidak semua

43

penggunaan deiksis terdapat dalam novel seperti penggunaan deiksis saya (deiksis persona pertama tunggal). Kemampuan memahami suatu konteks tergantung dengan pemahaman penutur, untuk itulah sebagai penegasan kembali untuk memperjelas pemahaman penutur juga harus pandai memahami situasi tuturan yang dikatakan.

BAB V

Dokumen terkait