BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisis Hasil Penelitian
4.1.1 Demografi
Dari 100 orang responden yang diteliti dapat dijelaskan bahwa karakteristik responden terdiri dari 27 orang laki-laki dan 73 orang perempuan.
Tabel 4.2
Karakteristik Responden No. Karakteristik Responden
1 Laki-laki 27 Orang 2 Perempuan 73 Orang
Jumlah 100
Dari sebaran semester dapat diketahui bahwa responden terdiri dari:
Tabel 4.3
Jumlah Responden Per Semester No. Semester Persentase (%)
1 I 20
2 III 16
3 V 28
4 VII 14
5 IX 22
Jumlah 100
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan informasi elektronik pengguna Perpustakaan IAIN Imam Bonjol Padang dan kategori kebutuhan informasi elektronik tersebut adalah keterampilan Berbahasa Asing, kebutuhan mahasiswa terhadap akses elektronik meliputi penggunaan sumber daya elektronik, dan Kebutuhan Informasi.
4.1.2 Keterampilan Berbahasa Asing
Berdasarkan pernyataan kuesioner mengenai keterampilan membaca bahan pustaka dalam bahasa Inggris, menunjukkan bahwa (7%) responden sangat setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Inggris, (23%) responden setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Inggris, (49%) responden kurang setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Inggris, (17%) responden tidak setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Inggris, dan (4%) responden sangat tidak setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Inggris. Seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Gambar 4.1 Keterampilan Bahasa Inggris
Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan bahasa Inggris semakin penting. Namun, saat ini semakin banyak dokumen di Web yang ditulis dalam bahasa lain selain bahasa Inggris, dan semakin banyak pengguna internet yang non-penutur bahasa Inggris. Bagi banyak pengguna, penghalang antara bahasa pencari dan bahasa di mana dokumen tersebut ditulis merupakan masalah serius. Meskipun banyak pengguna dapat membaca dan memahami dasar-dasar bahasa Inggris, namun tidak begitu mampu merumuskan query dalam bahasa Inggris, baik karena keterbatasan kosa kata dalam bahasa
Inggris, maupun kesalahan penggunaan kosa kata bahasa Inggris.
Namun, dilihat dari keterampilan responden dalam membaca bahan pustaka dalam bahasa Arab ternyata menunjukkann hasil yang cukup baik, seperti terlihat pada gambar berikut ini.
7
23
49
17
4 0
10 20 30 40 50 60
Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Bahasa Inggris
Gambar 4.2 Keterampilan Bahasa Arab
Dari gambar 4.2 menunjukkan bahwa (18%) responden sangat setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Arab, (38%) responden setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Arab, (32%) responden kurang setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Arab, (8%) responden tidak setuju bisa membaca bahan pustaka berbahasa Arab, dan (4%) responden sangat tidak setuju bisa membaca bahan pustaka dalam bahasa Arab.
Di IAIN Imam Bonjol Padang, sebagian besar mahasiswanya adalah lulusan pesantren, dan sekolah agama Islam negeri dan swasta. Penguasaan bahasa Arab lebih dominan dari bahasa asing lainnya, termasuk bahasa Inggris. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa mereka lebih menguasai bahasa Arab dari pada bahasa Inggris. Namun, karena keterbatasan sumber daya tercetak di perpustakaan, maka mahasiswa lebih memilih menggunakan Internet untuk memenuhi kebutuhan informasinya.
Di sisi lain, menurut Safahieh & Singh (2006) bahwa sumber daya elektronik yang tersedia di Internet lebih didominasi oleh bahasa Inggris. Dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya, hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya
18
Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Bahasa Arab
kemampuan bahasa Inggris, dan pemahaman terhadap perpustakaan. Kemahiran berbahasa menjadi penghalang untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi.
4.1.3 Kebutuhan Mahasiswa Terhadap Akses Elektronik
Hasil penelitian kebutuhan mahasiswa terhadap akses elektronik dalam memenuhi kebutuhan informasinya dapat dilihat sebagai berikut.
a. Kebutuhan Pengetahuan tentang cara Akses
Tanggapan Responden terhadap kebutuhan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di Internet dan World Wide Web dengan menggunakan Web Browser dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut ini.
Tabel 4.4
Saya membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di Internet dan World Wide Web dengan menggunakan web browser. menyatakan sangat tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di internet dan world wide web dengan menggunakan web browser, 10 (10%) responden menyatakan tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di internet dan world wide web dengan menggunakan web browser, 11 (11%) responden menyatakana kurang setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di internet dan world wide web
dengan menggunakan web browser, 40 (40%) responden menyatakan setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di internet dan world wide web dengan menggunakan web browser, dan 33 (33%) responden menyatakan sangat setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di internet dan world wide web dengan menggunakan web browser.
Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah (27%) pengguna menyatakan tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di internet dan world wide web dengan menggunakan web browser dan sebagian besar (73%) membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di internet dan world wide web dengan menggunakan web browser.
b. Kebutuhan Pengetahuan tentang cara Akses terhadap Situs Web
Tanggapan Responden terhadap kebutuhan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut ini.
Tabel 4.5 Akses terhadap Situs Web
Pernyataan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
Saya membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu.
Berdasarkan data pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa 1 (1%) responden sangat tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu, 12 (12%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu, 18 (18%) responden kurang setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu, 40 (40%) responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu, dan 29 (29%) responden sangat setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu.
Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah (31%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan untuk melakukan pencarian web tertentu dan sebagian besar (69%) responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu.
c. Kebutuhan Pengetahuan tentang cara menggunakan Web Browser Tanggapan Responden terhadap kebutuhan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut ini.
Tabel 4.6
Menggunakan Web Browser untuk Pencarian Kata Kunci
Pernyataan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
Saya membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik.
Sangat Tidak Setuju 3 3% sangat tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik, 17 (17%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik, 20 (20%) responden kurang setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik, 36 (36%) responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik, dan 24 (24%) responden sangat setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik.
Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah (40%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik dan sebagian besar (60%) responden setuju membutuhkan
pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk melakukan pencarian kata kunci untuk informasi spesifik.
d. Kebutuhan Pengetahuan tentang cara mengunduh Informasi
Tanggapan Responden terhadap kebutuhan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut.
Tabel 4.7
Mengunduh Informasi dari World Wide Web
Pernyataan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
Saya membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web.
Sangat Tidak Setuju 4 4% sangat tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web, 3 (3%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web, 26 (26%) responden kurang setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web, 37 (37%) responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web, dan (30%) responden sangat setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web.
Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah (33%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web dan sebagian besar (67%)
responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengunduh informasi dari World Wide Web.
e. Kebutuhan Pengetahuan tentang cara Akses Gambar
Tanggapan Responden terhadap kebutuhan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web. Terlihat pada tabel berikut.
Tabel 4.8
Akses Gambar dari Halaman web
Pernyataan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
Saya membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web. sangat tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web, 8 (8%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web, 10 (10%) responden kurang setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web, 55 (55%) responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web, dan 27 (27%) responden sangat setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web.
Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa sebagian kecil (18%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin
atau menyimpan gambar dari halaman web dan pada umunya (82%) responden membutuhkan pengetahuan tentang cara menyalin atau menyimpan gambar dari halaman web.
f. Kebutuhan Pengetahuan Hak Cipta menggunakan Gambar atau Konten yang akan disimpan
Tanggapan Responden terhadap kebutuhan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan. Terlihat pada tabel berikut.
Tabel 4.9
pengetahuan hak cipta menggunakan Gambar
Pernyataan Pilihan Jawaban
Jawaban Responden
F %
Saya membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan. sangat tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan, 21 (21%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan, 15 (15%) responden kurang setuju membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan, 41 (41%) responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan, dan 22
(22%) responden sangat setuju membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan.
Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah (37%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan dan sebagian besar (63%) responden membutuhkan pengetahuan tentang mematuhi hak cipta dan kebijakan pendidikan dalam menggunakan gambar atau konten yang akan disimpan.
4.1.3.1 Penggunaan Sumber Daya Elektronik
Mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang relatif telah lama menggunakan Internet untuk mencari informasi, hasil penelitian penggunaan sumber daya elektronik dapat dilihat dari beberapa kategori sebagai berikut.
a. Tujuan Sumber Daya Elektronik digunakan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya 86 (86%) responden telah menggunakan Internet semenjak tiga tahun yang lalu. Rata-rata waktu yang diggunakan oleh mahasiswa mencari sumber daya elektronik melalui internet adalah 2,7 jam per hari. Sumber daya yang dicari melalui internet tersebut lebih banyak digunakan untuk 1) menyelesaikan tugas kuliah; 2) digunakan untuk tujuan pribadi; 3) digunakan untuk menyelesaikan skripsi, tesis atau disertasi; dan 4) digunakan untuk membuat presentasi, seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 4.3 Tujuan sumber daya elektronik digunakan b. Menelusur Kebutuhan Informasi
Ketika pengguna menelusur informasi yang berkaitan dengan kebutuhannya (misalnya menulis makalah, tugas kuliah, dan lain-lain) (40%) responden memilih menelusur informasi yang dibutuhkannnya langsung dari Perpustakaan, (33%) responden menelusur informasi dari internet, (18%) responden menelusur/
memperoleh informasi dari dosen, dan (9%) responden menelusur/ memperoleh informasi dari teman atau kolega, seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 4.4 Menelusur Kebutuhan Informasi
80
Teman atau Kolega Internet Perpustakaan Dosen
c. Tempat Mengakses Sumber Daya Elektronik
Berdasarkan pernyataan pada kuesioner mengenai dimanakah responden sering mengakses sumber daya elektronik?, hasil penelitian menunjukkan bahwa, (58%) responden sering mengakses sumber daya elektronik dari rumah, (50%) responden sering mengakses sumber daya elektronik dari warnet, dan selebihnya (26%) responden sering mengakses sumber daya elektronik dari perpustakaan (26%). Terlihat persentase dimana responden sering mengakses SDE pada gambar berikut.
Gambar 4.5 Tempat yang sering digunakan responden untuk Mengakses Sumber Daya Elektronik
d. Sumber Daya Elektronik yang Digunakan
Sumber daya elektronik dapat ditelusur dengan menggunakan OPAC, internet, dan free electronic database. Dari ketiga alat telusur yang tersedia, penggunaan OPAC jarang digunakan oleh responden, hanya (6%) yang menggunakannya, (26%) responden menyatakan kadang-kadang menggunakan OPAC, dan (68%) responden menyatakan tidak pernah menggunakan OPAC.
26
58
50
0 10 20 30 40 50 60 70
Perpustakaan Rumah Warnet
Begitu juga dengan ketersediaan free electronic database, hanya sedikit responden memanfaatkan fasilitas tersebut, yaitu (11%) responden menggunakan free electronic database, (32%) responden kadang-kadang, dan (57%) responden tidak pernah menggunakan free electronic database tersebut.
Sementara itu, internet lebih banyak digunakan oleh pengguna untuk menelusur informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hanya (19%) responden yang kadang-kadang menggunakan sumber daya elektronik, selebihnya (81%) responden selalu menggunakan atau mengandalkan internet sebagai sumber daya elektronik untuk menelusur informasi.
Selain itu, menurut responden yang pernah menggunakan sumber daya elektronik, yaitu (26%) responden menyatakan sangat mudah menggunakan sumber daya elektronik, dan (36%) responden menyatakan mudah menggunakan sumber daya elektronik. Jika dijumlahkan, dapat dinyatakan bahwa sebagian besar atau (62%) responden merasa mudah dalam menggunakan sumber daya elektronik.
Hasil penelitian ini mirip dengan temuan Perry et al. (1998) dan Safahieh (2007) bahwa mahasiswa (usia 20-25 tahun) dilaporkan menggunakan Internet untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Demikian pula, data Pew Research Center (2002) menunjukkan bahwa generasi saat ini mahasiswa cukup nyaman dengan menggunakan komputer untuk menemukan dan mencari informasi karena banyak dari mereka mulai menggunakan komputer pada anak usia dini. Namun, sebelum menggunakan Internet, pengguna perpustakaan berusaha memenuhi kebutuhan informasinya melalui perpustakaan, terlihat pada penjelasan hasil penelitian
mengenai menelusur kebutuhan informasi yang menunjukkan bahwa hampir setengah atau (40%) responden menelusur informasi langsung dari Perpustakaan.
Sebaliknya, ketika kebutuhan informasinya tidak dapat dipenuhi oleh perpustakaan, maka pengguna perpustakaan berusaha memenuhinya melalui Internet.
Horrigan (2006) menemukan bahwa internet memang menjadi informasi sumber daya utama bagi mahasiswa, terutama untuk penelitian. Dalam mengakses sumber informasi dari Internet, pengguna perpustakaan lebih memilih mengakses sumber daya elektronik dari rumah, alasannya karena dianggap lebih memudahkannya mengakses informasi yang dibutuhkannya, selagi ada fasilitas yang mendukung seperti jaringan yang terhubung ke internet, sehingga mereka tidak harus datang ke perpustakaan, warnet, dan lain sebagainya.
Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menilai penggunaan database berbasis internet oleh siswa. database berlisensi disediakan oleh pengumpul metadata dan mengandung artikel jurnal ilmiah dan karya referensi yang menyediakan informasi peer-review otentik. database ini dilisensikan oleh pengumpul metadata seperti EBSCO host dan Cengage Gale, dan lain-lain.
terutama karena database berlisensi adalah milik intelektual dari pemilik layanan informasi digital. Database jenis ini belum tersedia di Perpustakaan IAIN Imam Bonjol Padang. Akibatnya, mahasiswa menggunakan berbagai sumber informasi elektronik yang tersedia secara bebas di Internet. Hanya 11% responden yang selalu menggunakan free electronic database.
Akses ke database berlisensi dibatasi hanya untuk institusi yang telah diberikan lisensi untuk membuat layanan sesuai dengan syarat dan kondisi dari perjanjian lisensi. Biasanya, pengguna tunduk pada hak cipta (termasuk menggunakannya secara wajar) dan perlindungan dan pembatasan penggunaan non-komersial. Pemilik Database juga melarang konten yang dibuat tersedia di Website untuk umum yang dapat diindeks, misalnya Google.
4.1.4 Kebutuhan Informasi
a. Jenis Sumber Daya Eleketronik yang dibutuhkan
Untuk jenis sumber daya elektronik yang akan disediakan oleh perpustakaan kepada pengguna untuk memenuhi kebutuhan informasi, responden lebih memilih jenis sumber daya elektronik yaitu e-book (51%), e-journal (22%), online database (16%), CD-Rom (6%), dan (5%) In-house Database. Ternyata, e-book menempati posisi pertama dalam jenis sumber daya elektronik yang dibutuhkan.
Seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 4.6 Jenis Sumber Daya Eleketronik yang dibutuhkan
Levin-Clark (2006) melakukan survei terhadap semua mahasiswa, dosen dan staf di Universitas Denver pada tahun 2005 untuk menentukan penggunaan
6
e-book, cara menggunakannya dan tingkat kepuasan dengan format tersebut. Hasil survei (dengan 2.067 responden) menunjukkan bahwa e-book digunakan oleh sekitar setengah dari komunitas universitas.
Hasil penelitian tersebut juga sama dengan hasil penelitian yang dilakukan bahwa sebagian besar (51%) pengguna perpustakaan memilih e-book sebagai jenis sumber daya elektronik yang pertama untuk dilanggan. Bahkan pengguna perpustakaan menginginkan e-book tersebut dapat dikases melalui internet, dari mana saja dan kapan saja.
b. Memilih Cara Mengakses Sumber Daya Elektronik
Jika perpustakaan melanggan sumber daya elektronik, maka (35%) responden memilih untuk mengaksesnya melalui Situs IAIN Imam Bonjol, (5%) responden memilih mengakses dari laman/ website Perpustakaan, (43%) responden memilih mengakses dari intranet, (7%) responden memilih mengakses dari web OPAC, dan (10%) responden memilih mengakses dari dan Jaringan Kampus. Seperti terlihat pada gambar berikut ini.
Gambar 4.7 Memilih Cara Mengakses Sumber Daya Elektronik
35
Intranet Web OPAC Jaringan Kampus
c. Subjek untuk Menyelesaikan Tugas dari Dosen
Untuk menyelesaikan tugas terstruktur dari dosen, subjek atau topik yang dibutuhkan responden jika perpustakaan melanggan sumber daya elektronik adalah Hadis (47%), Fiqih (40%), Filsafat (37%), Hukum Islam (33%), Ekonomi Islam (32%), Pendidikan Islam (30%), Sejarah dan kebudayaan Islam (21%), dan Bahasa dan Sastra Arab (21%). Terlihat pada gambar berikut.
Gambar 4.8 Subjek untuk Menyelesaikan Tugas dari Dosen d. Subjek untuk Menambah Wawasan/ Ilmu Pengetahuan
Subjek atau topik yang dibutuhkan responden untuk menambah wawasan/
ilmu pengetahuan, terlihat pada gambar berikut.
Gambar 4.9 Subjek untuk Menambah Wawasan/ Ilmu Pengetahuan
47 40 37
Jika perpustakaan melanggan sumber daya elektronik subjek/ topik yang dibutuhkan adalah Fiqih dan Pendidikan Islam (32%), Hukum Islam (30%), Hadis (28%), Ekonomi Islam (20%), Bahasa dan Sastra Arab (19%), dan Filsafat Islam dan Sejarah dan Kebudayaan Islam (14%). Hasil penelitian berbeda dari penelitian yang dilakukan oleh Abdullah, Rahman, & Kamri (2014) yang menunjukkan bahwa topik yang dibutuhkan adalah hukum Islam (13,2%), diikuti oleh politik dan sejarah yang masing-masing 8,4% dan 8,0%.
Beberapa faktor telah ditemukan terkait dengan penggunaan sumber daya elektronik dan perpustakaan digital oleh sivitas akademika. Subjek disiplin, status, jenis kelamin dan usia adalah faktor khas yang berhubungan dengan penggunaan perpustakaan elektronik pada kelompok tersebut (Tenopir, 2003). Studi menunjukkan bahwa disiplin peneliti terhubung dengan penggunaan literatur dan perpustakaan (Garvey, 1979) serta dalam format elektronik (Tenopir, 2003).
Lebih lanjut Tenopir (2003) mengatakan bahwa disiplin pengguna dan konteks kelembagaan sangat mempengaruhi penggunaan sumber daya elektronik. Sumber daya elektronik biasanya paling banyak digunakan dalam ilmu alam dan teknik.
Dalam bidang humaniora dan ilmu sosial sumber daya ini kurang sering digunakan.
e. Referensi Bahasa yang Dibutuhkan
Untuk melanggan sumber daya elektronik seperti e-books, e-journals, Online Database, dan sumber daya elektronik lainnya, perlu dipertimbangkan dari bahasa yang dibutuhkan pengguna, agar dapat optimal dalam pemanfaatannya.
Tanggapan responden terhadap referensi bahasa yang dibutuhkan dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 4.10 Bahasa yang Paling Dibutuhkan
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Abdullah, Rahman, & Kamri (2014) terhadap mahasiswa perguruan tinggi agama Islam di Malaysia menunjukkan bahwa referensi berbahasa Arab dominan di bidang studi Islam. Hasil penelitian yang dilakukan juga menunjukkan kecenderungan yang sama bahwa responden lebih banyak membutuhkan sumber daya elektronik dalam bahasa Arab yaitu (49%), sedangkan bahasa Indonesia menempati urutan kedua sebesar (47%), sisanya (4%) membutuhkan sumber daya elektronik dalam bahasa Inggris.
4.2 Rangkuman Analisis Data
Berdasarkan 20 pernyataan mengenai analisis kebutuhan informasi elektronik yang telah diajukan kepada 100 responden dapat diketahui dari beberapa aspek yang telah dirangkum, diantaranya:
47
4
49
0 10 20 30 40 50 60
Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Bahasa Arab
a. Kebutuhan Mahasiswa terhadap Akses Elektronik
Dalam memenuhi kebutuhan mahasiwa terhadap akses elektronik telah rangkum dari beberapa jawaban yang telah dipilih oleh responden. Seperti terlihat pada gambar berikut.
Gambar 4.11
Rangkuman Jawaban Responden tentang Kebutuhan terhadap Akses Elektronik
a) Hampir setengah (27%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di Internet dan world wide web dan sebagian besar (73%) responden setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara mengakses dan menggunakan sumber daya di Internet dan world wide web.
b) Hampir setengah (31%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan sebagian besar (69%) responden membutuhkan pengetahuan tentang cara
b) Hampir setengah (31%) responden tidak setuju membutuhkan pengetahuan tentang cara menggunakan web browser untuk mengakses situs web tertentu dan sebagian besar (69%) responden membutuhkan pengetahuan tentang cara