BAB IV Pencapaian Pembangunan Kesehatan
A. Derajat Kesehatan
Kesehatan adalah hak hukum masyarakat dan tanggung jawab Negara. Kesehatan dan kesejahteraan merupakan keinginan mutlak setiap manusia. Kesehatan seseorang tidak bisa diukur hanya dengan kondisi fisik namun juga kondisi lingkungan, akses terhadap makanan bergizi, akses pelayanan kesehatan hingga budaya sehat di kalangan masyarakat.
Berdasarkan konstitusi WHO (World Health Organization) telah ditegaskan bahwa memperoleh derajat kesehatan yang setinggi tingginya merupakan hak asasi bagi setiap orang.
Dalam rangka pemerataan pengembangan dan pembinaan kesehatan masyarakat telah dibangun Pusat Kesehatan Masyarakat atau lazim disebut Puskesmas. Puskesmas memberikan pelayanan dasar atau pelayanan tingkat pertama yang berfungsi sebagai: (1) Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan, (2) Pusat Pemberdayaan Masyarakat, (3) Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan yang terdiri dari Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.
1. Kelahiran
Definisi "Lahir Hidup" adalah Konsep fertilitas hanya menghitung jumlah bayi yang lahir hidup. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mendefinisikan kelahiran hidup sebagai peristiwa kelahiran bayi, tanpa memperhitungkan lamanya berada dalam kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat dilahirkan; misalnya bernafas, ada denyut jantung, atau denyut tali pusat, atau gerakan-gerakan otot. Dengan demikian, peristiwa bayi yang lahir dalam keadaan tidak hidup/meninggal (still birth) tidak dimasukkan dalam perhitungan jumlah kelahiran. Untuk bayi yang lahir hidup tetapi kemudian
Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 19 meninggal, beberapa saat setelah lahir atau dikemudian hari, kelahiran hidup ini tetap dimasukkan dalam perhitungan jumlah kelahiran. Tidak termasuk sebagai kelahiran hidup adalah peristiwa keguguran atau bayi yang lahir dalam keadaan meninggal (lahir mati).
Tabel 4.1
Jumlah Lahir Hidup di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019
KE L
JUMLAH KELAHIRAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI +
PEREMPUAN
Sumber : Tabel Profil UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019
Dari table 4.1 diatas jumlah bayi yang lahir hidup di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019 adalah 990 jiwa. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah kelahiran hidup di Puskesmas Pasir Gunung Selatan jika dibandingkan dengan tahun 2018.
2. Kematian (Mortality)
Mortalitas berhubungan erat dengan angka kesakitan (Morbiditas), karena penyakit merupakan akumulasi akhir dari berbagai penyebab terjadinya kematian. Tingginya tingkat kematian khususnya kematian ibu, bayi dan kematian karena penyakit tertentu di suatu daerah dapat dijadikan sebagai alat ukur atau indikator derajat kesehatan di daerah tersebut. Data mortalitas di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan dapat dilihat pada uraian berikut ini.
a. Kematian Bayi
Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun.
Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Secara garis
Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 20 besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen. Kematian bayi endogen terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.
Sedangkan kematian bayi eksogen terjadi setelah bayi berusia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan pengaruh lingkungan luar.
Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang sensitif terhadap ketersediaan pemanfaatan pelayanan kesehatan terutama yang berhubungan dengan perinatal. AKB dapat dipakai sebagai tolok ukur pembangunan sosial ekonomi secara menyeluruh. AKB dapat dihitung sebagai jumlah kematian bayi di bawah usia 1 tahun pada setiap 1000 kelahiran hidup.
Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan pada tahun 2019 tidak ada kasus kematian bayi.
Tabel 4.2
Jumlah Kematian Bayi di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019
Kel TAHUN 2017 TAHUN 2018 Tahun 2019 L P Total L P Total L P Total PG
S
0 0 0 0 0 0 0 0 0
Sumber : Tabel Profil UPTD PKM Pasir Gn. Selatan Th 2017 s/d 2019
b. Kematian Balita
Akaba (Angka Kematian Balita) adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, dinyatakan sebagai angka per 1000 kelahiran hidup.
Nilai normatif Akaba > 140 sangat tinggi, antara 71 – 140 sedang dan < 20 rendah. Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan tempat tinggal anak-anak bertempat
Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 21 tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. Akaba kerap dipakai untuk mengidentifikasi kesulitan ekonomi penduduk.
Tabel 4.3
Jumlah Kematian Balita di wilayah Kerja
UPF Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019 Kel TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019
L P Total L P Total L P Total
PGS 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Sumber : Tabel Profil Tahun 2017 s/d 2019 UPTD PKM PGS
Pada tahun 2019 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tidak ada kasus kematian Balita. Pada tahun 2017 dan 2018 tidak ada kasus kematian Balita, hal ini memberikan gambaran adanya peningkatan dalam kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat.
c. Kematian Ibu
Kematian ibu yang terjadi selama masa kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, tanpa melihat usia dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau incidental (faktor kebetulan). Sebagai indikator derajat kesehatan angka kematian ibu tahun 2017 tidak ada, tahun 2018 ada satu orang sedangkan tahun 2019 ada satu orang.
Tabel 4.4
Jumlah Kematian Ibu di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019
S
Sumber : Tabel Profil Tahun 2017 s/d 2019 UPTD PKM PGS
Pada tahun 2017 tidak ada kasus kematian ibu. Sedangkan pada tahun 2018 ada satu kasus kematian ibu nifas karena
Kelurahan TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019
PGS 0 1 1
Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 22 kehamilan dengan komplikasi (penyakit jantung). Dan pada tahun 2019 ada satu kasus kematian ibu hamil karena penyakit Lupus.
Rendahnya kasus kematian ibu memberi gambaran adanya peningkatan dalam keadaan sosial ekonomi dan pemeliharaan kesehatan menjelang dan selama kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetric.