• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

BAB IV Pencapaian Pembangunan Kesehatan

C. Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

Lima tahun terakhir di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan tidak ditemukan kasus penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus.

b. Tetanus Neonatorum

Tetanus Neonatorum adalah penyakit yang menyerang bayi usia kurang dari 28 hari. Faktor penyebab timbulnya kasus Tetanus Neonatorum bisa disebabkan karena berbagai hal diantaranya: ibu hamil sudah diimunisasi tetapi kualitas vaksinnya tidak baik atau pertolongan persalinan yang tidak steril. Di di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan dari tahun 2008 sampai saat ini tidak ditemukan kasus Tetanus Neonatorum.

c. Polio

Pencarian kasus Polio dilakukan dengan penemuan kasus AFP (Acute Flaccid Paralysys/lumpuh layuh mendadak) dengan cara Community Based yang dilakukan oleh petugas Puskesmas dan Hospital Based yang dilakukan oleh Rumah Sakit. Pada Tahun 2019 tidak di temukan kasus polio di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan.

d. Campak

Pada tahun 2019 tidak ditemukan kasus campak di wilayah kerja UPTD Pukesmas Pasir Gunung Selatan. Kualitas data menjadi hal yang mempengaruhi penyakit campak yang masih ditemukan itu belum tentu merupakan kasus campak yang sesungguhnya.

a. KLB (Kejadian Luar Biasa)

Tidak ditemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan 5 tahun terakhir.

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 28 D. Status Gizi

a. Status Gizi Balita

Di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan tahun 2019 tidak ditemukan kasus balita gizi buruk yang mendapat perawatan.

Perubahan gaya hidup dan pola makan, sebagai akibat terjadinya masalah gizi ganda yaitu di satu pihak masalah kekurangan zat gizi masih merupakan masalah yang harus ditanggulangi, tetapi disisi lain masalah gizi lebih terutama pada bayi dan balita mulai banyak ditemukan dan cenderung meningkat terutama di kota besar.

Masalah gizi lebih ini sangat berkaitan dengan berbagai resiko penyakit degeneratif yang ditimbulkannya.

b. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

Sampai dengan tahun 2019 tidak ada laporan mengenai kasus GAKY di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Kota Depok.

Kota Depok memang bukan daerah endemis GAKY, namun demikian upaya untuk mencegah terjadinya gangguan akibat kekurangan yodium tetap dilakukan antara lain berupa penyuluhan terpadu, pendataan jenis garam yang mengandung yodium, serta pemantauan penggunaan garam beryodium di masyarakat melalui anak SD/MI.

c. Kekurangan Vitamin A

Sampai dengan tahun 2019 tidak ada laporan mengenai kasus kekurangan Vitamin A di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan – Kota Depok.

Kota Depok kekurangan Vitamin A tidak menjadi masalah utama karena belum terdapat kasus yang menunjukkan adanya penderita, namun untuk mencegah terjadinya penyakit Xerophtalmia tetap dilakukan pemberian kapsul Vitamin A dosis tinggi pada bayi, balita, ibu hamil dan melahirkan serta remaja putri.

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 29 E. Kesehatan Lingkungan

a. Air Bersih

Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.

Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia Coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Pada tahun 2019 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan rumah tangga Ber-PHBS 88%, sedangkan penduduk 88,92% dengan akses berkelanjutan terhadap air minum berkualitas (layak).

b. Pengawasan dan Penyehatan Kualitas Hygiene Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan

Terjadinya peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering membawa kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat pengelolaan makan (TPM) khususnya jasa boga, rumah makan dan makanan jajanan yang pengelolaannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau sanitasi lingkungan. Upaya pengawasan terhadap sanitasi makanan amat penting untuk menjaga kesehatan konsumen atau masyarakat (tabel 4.7).

c. Penyehatan Kualitas Hygiene Sanitasi Tempat Tempat Umum Tempat umum yang sering menjadi tujuan berkumpulnya manusia seperti hotel dan rumah sakit, tanpa disadari masing-masing sebenarnya merupakan media yang cukup baik dalam

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 30 penularan penyakit. Secara langsung contact person yang terjadi di antara pengunjung dapat menjadi transmisi kuman penyakit dan sekaligus merupakan media penyebarluasan penyakit yang sangat baik. Di samping itu dengan beragamnya budaya dari pengunjung sangat dimungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, akibat dari aktifitas yang dilakukan pengunjung secara bersama-sama.

Oleh karena itu pembinaan terhadap kualitas lingkungan tempat umum perlu dilakukan sehingga faktor resiko penularan penyakit dapat dikurangi sekecil mungkin.

Dari tabel di bawah ini dapat dilihat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung selatan tercatat TTU tahun 2019 sasaran yang diperiksa 9 tempat namun belum diperiksa. Sedangkan untuk TPM yang ada 5 tempat namun belum diperiksa.

Tabel 4.7

Tempat Pengelolaan Makan (TPM) & Tempat-Tempat Umum (TTU)

yang di Bina di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn.

Selatan Tahun 2019

No KEL PGS 2018

TPM TTU

1 Jumlah yang ada 5 9

2 Jumlah yang

diperiksa 0 0

3 Jumlah Sehat 0 0

4 % sehat 0% 0%

Sumber: Tabel Profil Tahun 2019 UPTD PKM PGS

F. Peran Serta dan Prilaku Masyarakat a. RW Siaga

RW Siaga merupakan suatu RW yang mempunyai sumber daya, kemampuan, dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana alam dan kegawatdaruratan diwilayahnya secara mandiri. RW Siaga terbentuk berdasarkan

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 31 Permenkes No. 564/Menkes RI No. 564/SKNIII/2006, Perda No. 2 Tentang RPJMD Kota Depok 2006-2011, SK Walikota No.

821.29/148/kpts/kesra/huk/2007.

Keberadaan RW Siaga merupakan wujud untuk menuju Kota Depok yang melayani dan mensejahterakan serta dapat menciptakan masyarakat dan lingkungan yang sehat, aman, dan bersih. Pembinaan RW siaga terus dilakukan, karena RW siaga merupakan ujung tombak partisipasi warga.

Tahun 2007 – 2008 Siaga Materna dikembangkan menjadi Siaga Komprehensif dengan 8 indikator yaitu :

1) Forum Masyarakat Desa

2) Sarana pelayanan kesehatan dasar dan rujukannya 3) UKBM yang dikembangkan

4) Sistem pengamatan penyakit dan faktor resiko berbasis masyarakat

5) Sistem kesiapsiagaan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat

6) Upaya menciptakan dan terwujudnya lingkungan sehat 7) Upaya menciptakan dan terwujudnya PHBS

8) Upaya menciptakan dan terwujudnya kadarzi

Di Kelurahan Pasir Gunung Selatan, status RW Siaga juga telah ditingkatkan menjadi RW Siaga aktif, hal ini agar kader yang terlibat di dalamnya lebih aktif lagi dalam kegawatdaruratan.

b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan Paradigma Sehat dalam budaya hidup perorangan, keluarga dan masyarakat yang berorientasi sehat dan bertujuan untuk meningkatkan, memelihara dan melindungi kesehatan baik fisik, mental spiritual maupun sosial.

Sesuai dengan upaya promosi kesehatan yang esensinya adalah pemberdayaan masyarakat, maka peran serta masyarakat yang optimal dalam bidang kesehatan merupakan indikator keberhasilan, kelangsungan dan kemandirian pembangunan

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 32 kesehatan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa diterapkan di berbagai tempat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga

Adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

Pada tahun 2019 dilakukan pemantauan terhadap rumah tangga di wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan hasilnya ditemukan rumah tangga ber PHBS 88%.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu:

Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

Memberi ASI Ekslusif

Menimbang balita setiap bulan

Menggunakan air bersih

Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Menggunakan jamban sehat

Memberantas jentik di rumah sekali seminggu

Makan buah dan sayur setiap hari

Melakukan aktivitas fisik setiap hari

Tidak merokok di dalam rumah

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 33 2) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Kesehatan

Adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan institusi kesehatan.

Pada tahun 2019 di wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan dilakukan pemantauan terhadap Institusi Kesehatan 100% ber PHBS.

Ada beberapa indicator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di institusi kesehatan yaitu:

a)

Menggunakan air bersih

b)

Menggunakan jamban

c)

Membuang sampah pada tempatnya

d)

Tidak merokok di institusi kesehatan

e)

Tidak meludah sembarangan

f)

Memberantas jentik nyamuk

3) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat-tempat umum Adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau, dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum sehat.

Tempat-tempat umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah /swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olah raga, rekreasi dan sarana social lainnya.

Pada tahun 2019 belum dilakukan pemantauan terhadap tempat-tempat umum di wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di tempat-tempat umum yaitu:

a) Menggunakan air bersih

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 34 b) Menggunakan jamban

c) Membuang sampah pada tempatnya d) Tidak merokok di tempat umum e) Tidak meludah sembarangan f) Memberantas jentik nyamuk

4) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah

Adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Pada tahun 2019 dilakukan pemantauan di sekolah-sekolah wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan hasilnya ditemukan SD, SMP dan SMA 100% ber PHBS.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu:

a) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun b) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

c) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat d) Olah raga yang teratur dan terukur

e) Memberantas jentik nyamuk f) Tidak merokok di sekolah

g) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan (6 bulan) h) Membuang sampah pada tempatnya

5) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja

Adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat.

Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di tempat kerja antara lain:

a) Tidak merokok di tempat kerja

b) Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja c) Melakukan olah raga secara teratur

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 35 d) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan

dan sesudah buang air besar dan buang air kecil e) Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja f) Menggunakan air bersih

g) Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar h) Membuang sampah pada tempatnya

i) Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 36 BAB V

PENUTUP

Faktor-faktor yang mempengaruhinya keadaan kesehatan yang dipaparkan dalam buku profil Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2019 ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Keadaan Umum Puskesmas Pasir Gunung Selatan

a. Luas wilayah kerja Puskesmas Pasir Gunung Selatan 251,0 km2 dengan tingkat kepadatan penduduk 172/km2. Wilayah kerja meliputi 1 Kelurahan, yaitu Kelurahan Pasir Gunung Selatan dan jumlah penduduk yang cukup padat yaitu 46.120 jiwa.

b. Penduduk usia produktif di wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019 sebanyak 32.945 jiwa atau 71,43% dari total penduduk di wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

c. Penduduk yang memiliki Jaminan Kesehatan di wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan pada tahun 2019 berjumlah 6.132 jiwa, baik terdaftar sebagai peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Depok, BPJS Madiri, BPJS Perusahaan.

d. Sumber daya kesehatan yang diperlukan didalam pembangunan kesehatan antara lain tenaga, dana, sarana dan prasarana serta teknologi. Di Puskesmas Pasir Gunung Selatan sumber daya kesehatan masih memerlukan beberapa tenaga antara lain : Dokter Umum, Perawat, Tenaga Kesehatan Lingkungan dan Administrasi.

2. Situasi Derajat Kesehatan

a. Agar upaya kesehatan yang dilakukan dapat mencapai hasil guna dan memberi daya guna yang optimal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka perlu ditetapkan kebijakan yang bisa menjamin hak hidup sehat, hak atas informasi kesehatan dan atas pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi seluruh masyarakat.

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 37 b. Tidak ada Kematian Neonatal di wilayah kerja Puskesmas Pasir

Gunung Selatan tahun 2019.

c. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Kota Depok dan wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan masih ditemukan 44 kasus dan tidak ada yang meninggal.

d. Penyakit menular langsung seperti ISPA, Diare, merupakan penyakit yang dalam proses pencegahan dan pemberantasannya merupakan prioritas, mengingat selama ini penyakit ini selalu menjadi penyakit terbanyak.

e. Kasus balita gizi buruk dan masalah gizi lainnya seperti kurang vitamin A dan gangguan akibat kurang yodium (GAKY) tidak ada kasus.

f. Penduduk dengan akses air bersih berkualitas pada tahun 2019 sebesar 88,92%, persentase rumah tangga ber-PHBS 88 %.

KABUPATEN/KOTA DEPOK TAHUN 2019

L P L + P Satuan

I GAMBARAN UMUM

1 Luas Wilayah 10 Km2 Tabel 1

2 Jumlah Desa/Kelurahan 2 Desa/Kelurahan Tabel 1

3 Jumlah Penduduk 23,117 22,488 45,605 Jiwa Tabel 2

4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 5932.6 Jiwa Tabel 1

5 Kepadatan Penduduk /Km2 4687.0 Jiwa/Km2 Tabel 1

6 Rasio Beban Tanggungan 41.1 per 100 penduduk produktif Tabel 2

7 Rasio Jenis Kelamin 102.8 Tabel 2

8 Penduduk 15 tahun ke atas melek huruf 0.0 0.0 0.0 % Tabel 3

9 Penduduk 15 tahun yang memiliki ijazah tertinggi

a. SMP/ MTs 9.4 10.7 10.0 % Tabel 3

b. SMA/ MA 63.4 42.2 52.9 % Tabel 3

c. Sekolah menengah kejuruan 0.0 0.0 0.0 % Tabel 3

d. Diploma I/Diploma II 0.5 1.2 0.8 % Tabel 3

e. Akademi/Diploma III 3.1 6.3 4.7 % Tabel 3

f. S1/Diploma IV 10.2 11.4 10.8 % Tabel 3

g. S2/S3 (Master/Doktor) 1.2 0.8 1.0 % Tabel 3

II SARANA KESEHATAN II.1 Sarana Kesehatan

10 Jumlah Rumah Sakit Umum 1 RS Tabel 4

11 Jumlah Rumah Sakit Khusus 0 RS Tabel 4

12 Jumlah Puskesmas Rawat Inap 0 Puskesmas Tabel 4

13 Jumlah Puskesmas non-Rawat Inap 1 Puskesmas Tabel 4

14 Jumlah Puskesmas Keliling 0 Puskesmas keliling Tabel 4

15 Jumlah Puskesmas pembantu 0 Pustu Tabel 4

16 Jumlah Apotek 1 Apotek Tabel 4

17 RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1 100.0 % Tabel 6

II.2 Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan

18 Cakupan Kunjungan Rawat Jalan 32.9 52.4 42.5 % Tabel 5

19 Cakupan Kunjungan Rawat Inap 0.0 0.0 0.0 % Tabel 5

20 Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RS #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! per 1.000 pasien keluar Tabel 7 21 Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RS #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! per 1.000 pasien keluar Tabel 7

22 Bed Occupation Rate (BOR) di RS #DIV/0! % Tabel 8

23 Bed Turn Over (BTO) di RS #DIV/0! Kali Tabel 8

24 Turn of Interval (TOI) di RS #DIV/0! Hari Tabel 8

25 Average Length of Stay (ALOS) di RS #DIV/0! Hari Tabel 8

26 Puskesmas dengan ketersediaan obat vaksin & essensial 0.8 % Tabel 9

II.3 Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)

27 Jumlah Posyandu 0 Posyandu Tabel 10

28 Posyandu Aktif #DIV/0! % Tabel 10

29 Rasio posyandu per 100 balita 0.0 per 100 balita Tabel 10

30 Posbindu PTM 3 Posbindu PTM Tabel 10

III SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

31 Jumlah Dokter Spesialis 0 0 0 Orang Tabel 11

32 Jumlah Dokter Umum 0 0 0 Orang Tabel 11

33 Rasio Dokter (spesialis+umum) #DIV/0! per 100.000 penduduk Tabel 11

34 Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis 0 0 0 Orang Tabel 11

35 Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis) #DIV/0! per 100.000 penduduk Tabel 11

36 Jumlah Bidan 0 Orang Tabel 12

37 Rasio Bidan per 100.000 penduduk 0 per 100.000 penduduk Tabel 12

38 Jumlah Perawat 0 0 0 Orang Tabel 12

39 Rasio Perawat per 100.000 penduduk 0 per 100.000 penduduk Tabel 12

40 Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat 0 0 0 Orang Tabel 13

41 Jumlah Tenaga Sanitasi 0 0 0 Orang Tabel 13

42 Jumlah Tenaga Gizi 0 0 0 Orang Tabel 13

43 Jumlah Tenaga Kefarmasian 1 14 15 Orang Tabel 15

IV PEMBIAYAAN KESEHATAN

44 Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 7.1 % Tabel 17

45 Desa yang memanfaatkan dana desa untuk kesehatan 100.0 % Tabel 18

46 Total anggaran kesehatan Rp0 Rp Tabel 19

47 APBD kesehatan terhadap APBD kab/kota #DIV/0! % Tabel 19

48 Anggaran kesehatan perkapita Rp0 Rp Tabel 19

V KESEHATAN KELUARGA

RESUME PROFIL KESEHATAN

ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No.

Lampiran

L P L + P Satuan ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No.

Lampiran V.1 Kesehatan Ibu

49 Jumlah Lahir Hidup 594 420 861 Orang Tabel 20

50 Angka Lahir Mati (dilaporkan) 0.0 0.0 0.0 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 20

51 Jumlah Kematian Ibu 1 Ibu Tabel 21

52 Angka Kematian Ibu (dilaporkan) 116.1 per 100.000 Kelahiran Hidup Tabel 21

53 Kunjungan Ibu Hamil (K1) 100.0 % Tabel 23

54 Kunjungan Ibu Hamil (K4) 97.0 % Tabel 23

55 Ibu hamil dengan imunisasi Td2+ 0.0 % Tabel 24

56 Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah 90 94.0 % Tabel 27

57 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan 100.0 % Tabel 23

58 Persalinan ditolong Tenaga Kesehatan di Fasyankes 100.0 % Tabel 23

59 Pelayanan Ibu Nifas KF3 100.1 % Tabel 23

60 Ibu Nifas Mendapat Vitamin A 100.0 % Tabel 23

61 Penanganan komplikasi kebidanan 80.0 % Tabel 30

62 Peserta KB Aktif 74.3 % Tabel 28

63 Peserta KB Pasca Persalinan #DIV/0! % Tabel 29

V.2 Kesehatan Anak

64 Jumlah Kematian Neonatal 0 0 0 neonatal Tabel 31

65 Angka Kematian Neonatal (dilaporkan) 0.0 0.0 0.0 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 31

66 Jumlah Bayi Mati 0 0 0 bayi Tabel 31

67 Angka Kematian Bayi (dilaporkan) 0.0 0.0 0.0 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 31

68 Jumlah Balita Mati 0 0 0 Balita Tabel 31

69 Angka Kematian Balita (dilaporkan) 0.0 0.0 0.0 per 1.000 Kelahiran Hidup Tabel 31

70 Penanganan komplikasi Neonatal 100.0 100.0 100.0 % Tabel 30

71 Bayi baru lahir ditimbang 0.0 0.0 0.0 % Tabel 33

72 Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 33

73 Kunjungan Neonatus 1 (KN 1) 76.6 107.6 89.0 % Tabel 34

74 Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap) 76.6 107.6 89.0 % Tabel 34

75 Bayi yang diberi ASI Eksklusif 50.8 % Tabel 35

76 Pelayanan kesehatan bayi 100.0 100.0 100.0 % Tabel 36

77 Desa/Kelurahan UCI 100.0 % Tabel 37

78 Cakupan Imunisasi Campak/MR pada Bayi 102.8 101.4 102.1 % Tabel 39

79 Imunisasi dasar lengkap pada bayi 97.4 101.7 99.5 % Tabel 39

80 Bayi Mendapat Vitamin A 95.3 % Tabel 41

81 Anak Balita Mendapat Vitamin A 92.1 % Tabel 41

82 Pelayanan kesehatan balita 0.0 0.0 1.1 % Tabel 42

83 Balita ditimbang (D/S) 53.0 55.5 54.2 % Tabel 43

84 Balita gizi kurang (BB/umur) 3.5 % Tabel 44

85 Balita pendek (TB/umur) 0.8 % Tabel 44

86 Balita kurus (BB/TB) 2.5 Tabel 44

87 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 1 SD/MI 100.0 % Tabel 45

88 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 7 SMP/MTs 100.0 %

Tabel 45 89 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 10 SMA/MA 100.0 %

Tabel 45

90 Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar #DIV/0! % Tabel 45

V.3 Kesehatan Usia Produktif dan Usia Lanjut

91 Pelayanan Kesehatan Usia Produktif #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 48

92 Pelayanan Kesehatan Usila (60+ tahun) 121.3 147.2 133.4 % Tabel 49

VI PENGENDALIAN PENYAKIT

VI.1 Pengendalian Penyakit Menular Langsung

93 Persentase orang terduga TBC mendapatkan pelayanan

kesehatan sesuai standar #DIV/0! % Tabel 51

94 CNR seluruh kasus TBC 101 per 100.000 penduduk Tabel 51

95 Case detection rate TBC #DIV/0! % Tabel 51

96 Cakupan penemuan kasus TBC anak #DIV/0! % Tabel 51

97 Angka kesembuhan BTA+ 0.0 0.0 0.0 % Tabel 52

98 Angka pengobatan lengkap semua kasus TBC 100.0 100.0 100.0 % Tabel 52

99 Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) semua

kasus TBC 100.0 100.0 100.0 % Tabel 52

100 Jumlah kematian selama pengobatan tuberkulosis 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 52

101 Penemuan penderita pneumonia pada balita 0.9 % Tabel 53

102 Puskesmas yang melakukan tatalaksana standar

pneumonia min 60% 1.0 % Tabel 53

103 Jumlah Kasus HIV 0 0 0 Kasus Tabel 54

104 Jumlah Kasus Baru AIDS 0 0 0 Kasus Tabel 55

105 Jumlah Kematian akibat AIDS 0 0 0 Jiwa Tabel 55

106 Persentase Diare ditemukan dan ditangani pada balita 7.8 % Tabel 56

107 Persentase Diare ditemukan dan ditangani pada semua umur 45.8 % Tabel 56

108 Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) 0 1 1 Kasus Tabel 57

L P L + P Satuan ANGKA/NILAI

NO INDIKATOR No.

Lampiran

109 Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR) 0 4 2 per 100.000 penduduk Tabel 57

110 Persentase Kasus Baru Kusta anak 0-14 Tahun #DIV/0! % Tabel 58

111 Persentase Cacat Tingkat 0 Penderita Kusta #DIV/0! % Tabel 58

112 Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta #DIV/0! % Tabel 58

113 Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 58

114 Angka Prevalensi Kusta 0.2 per 10.000 Penduduk Tabel 59

115 Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 60 116 Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB) #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 60 VI.2 Pengendalian Penyakit yang Dapat Dicegah dengan

Imunisasi

117 AFP Rate (non polio) < 15 tahun #DIV/0! per 100.000 penduduk <15 tahun Tabel 61

118 Jumlah kasus difteri 0 0 0 Kasus Tabel 62

119 Case fatality rate difteri #DIV/0! % Tabel 62

120 Jumlah kasus pertusis 0 0 0 Kasus Tabel 62

121 Jumlah kasus tetanus neonatorum 0 0 0 Kasus Tabel 62

122 Case fatality rate tetanus neonatorum #DIV/0! % Tabel 62

123 Jumlah kasus hepatitis B 0 0 0 Kasus Tabel 62

124 Jumlah kasus suspek campak 0 0 0 Kasus Tabel 62

125 Insiden rate suspek campak 0.0 0.0 0.0 per 100.000 penduduk Tabel 62

126 KLB ditangani < 24 jam #DIV/0! % Tabel 63

VI.3 Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik

127 Angka kesakitan (incidence rate) DBD 50.4 46.0 96.5 per 100.000 penduduk Tabel 65

128 Angka kematian (case fatality rate) DBD 0.0 0.0 0.0 % Tabel 65

129 Angka kesakitan malaria (annual parasit incidence ) 0.0 0.0 0.0 per 1.000 penduduk Tabel 66

130 Konfirmasi laboratorium pada suspek malaria #DIV/0! % Tabel 66

131 Pengobatan standar kasus malaria positif #DIV/0! % Tabel 66

132 Case fatality rate malaria #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0! % Tabel 66

133 Penderita kronis filariasis 0 0 0 Kasus Tabel 67

VI.4 Pengendalian Penyakit Tidak Menular

135 Penderita Hipertensi Mendapat Pelayanan Kesehatan 100.0 100.0 100.0 % Tabel 68 136 Penyandang DM mendapatkan pelayanan kesehatan

sesuai standar 100.0 % Tabel 69

138 Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara 100.0 % perempuan usia 30-50 tahun Tabel 70

139 Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun 0.0 % Tabel 70

140 % tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun 0.0 % Tabel 70

141 Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berat 100.0 % Tabel 71

VII KESEHATAN LINGKUNGAN

142 Sarana air minum dengan risiko rendah dan sedang 0.0 % Tabel 72

143 Sarana air minum memenuhi syarat 98.5 % Tabel 72

144 Penduduk dengan akses terhadap sanitasi yang layak (jamban sehat)

#DIV/0!

% Tabel 73

145 Desa STBM 0.0 % Tabel 74

146 Tempat-tempat umum memenuhi syarat kesehatan 81.0 % Tabel 75

147 Tempat pengelolaan makanan memenuhi syarat kesehatan 125.0 % Tabel 76

TABEL 1

LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA/KELURAHAN, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA, DAN KEPADATAN PENDUDUK MENURUT KECAMATAN

KABUPATEN/KOTA DEPOK TAHUN 2019

LUAS JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN

WILAYAH RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK

(km2) TANGGA TANGGA per km2 Sumber: - Kantor Statistik Kabupaten/Kota

- sumber lain…... (sebutkan)

TABEL 2

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR KABUPATEN/KOTA DEPOK

TAHUN 2019

JUMLAH PENDUDUK

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI+PEREMPUAN RASIO JENIS KELAMIN

Dokumen terkait