• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSKESMAS PASIR GUNUNG SELATAN DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PUSKESMAS PASIR GUNUNG SELATAN DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KESEHATAN

2020

PUSKESMAS PASIR GUNUNG SELATAN DINAS KESEHATAN KOTA DEPOK

Komp. Vila Kalisari Blok B Rt. 12 Rw.01 Kel. Pasir Gunung Selatan Kec. Cimanggis - Kota Depok - Jawa Barat

Telepon : (021) 29823798

(2)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2020 i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah sehingga Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan telah selesai disusun dan bisa diterbitkan. Profil UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 ini berisi data tahun 2019 merupakan gambaran tentang situasi dan kondisi kesehatan di UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan serta dapat menjadi acuan/sarana untuk memantau pencapaian pembangunan kesehatan di wilayah Kelurahan Pasir Gunung Selatan.

Dengan konsistensi penyusunan profil kesehatan yang dilaksanakan setiap tahun maka berbagai perkembangan indikator yang digunakan dalam pembangunan kesehatan baik indikator masukan, proses, maupun indikator luaran dan indikator dampak dapat diikuti secara cermat. Fakta ini merupakan bahan yang sangat berguna untuk melakukan analisa kecenderungan dalam konteks penentu strategi, kebijaksanaan, dan pengambilan keputusan kesehatan di masyarakat yang akan datang.

Kami menyadari bahwa penyusunan profil ini masih banyak kekurangan dalam penyajian data, kelengkapan data, akurasi data serta ketepatan waktu penyajian.

Untuk itu guna meningkatkan kesempurnaan penyusunan profil dimasa datang kritik dan saran kami harapkan.

Demikian, atas bantuan berbagai pihak dalam penyusunan profil kami ucapkan terimakasih dan semoga bermanfaat.

Depok, Maret 2020

Tim Penyusun

(3)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2020 ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... ii

DAFTAR TABEL... iii

DAFTAR GAMBAR... iv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Tujuan... 2

C. Manfaat ... 2

D. Sistematika Penulisan Profil... 2

E. Sumber dan Jenis Data... 3

BAB II GAMBARAN UMUM... 5

A. Gambaran Umum wilayah ... 5

B. Demografi... 7

BAB III PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH ... 11

A. Visi dan Misi ... 11

B. Tata Nilai... 11

C. Strategi... 12

D. Bentuk Kegiatan... 12

E. Bentuk Program... 14

F. Sumber Daya Kesehatan... 15

BAB IV Pencapaian Pembangunan Kesehatan... 18

A. Derajat Kesehatan ... 18

B. Gambaran Umum Penyakit Menular... 22

C. Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi... 27

D. Status Gizi... 28

E. Kesehatan Lingkungan... 29

F. Peran Serta dan Prilaku Masyarakat... 30

BAB V PENUTUP... 36

LAMPIRAN

(4)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2020 iii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kategori Kelurahan dan Keterjangkauan ke Sarana Kesehatan

di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn Selatan Tahun 2019... 6 Tabel 2.2 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur di Wilayah Kerja

UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2017 s/d 2019... 7 Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Kelompok Rentan di Wilayah Kerja

UPF Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019... 8 Tabel 2.4 Jumlah Penduduk di wilayah kerja UPF Puskesmas Pasir Gn. Selatan

yang bergabung di Jaminan kesehatan Tahun 2019... 9 Tabel 3.1 Sumber Daya Manusia di UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan

Tahun 2019... 16 Tabel 3.2 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja UPTD

Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2019... 17 Tabel 4.1 Jumlah Lahir Hidup di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir

Gunung Selatan Tahun 2019... 19 Tabel 4.2 Jumlah Kematian Bayi di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung

Selatan Tahun 2017 s/d 2019... 20 Tabel 4.3 Jumlah Kematian Balita di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir

Gunung Selatan Tahun 2017 s/d 2019... 21 Tabel 4.4 Jumlah Kematian Ibu di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir

Gunung Selatan Tahun 2017 s/d 2019... 21 Tabel 4.5 Jumlah Kasus DBD di Wilayah UPTD PKM Pasir Gn. Selatan

Tahun 2017 s/d 2019... 23 Tabel 4.6 Jumlah Kasus HIV dan AIDS di Kota Depok Tahun 2019... 26 Tabel 4.7 Tempat Pengelolaan Makan (TPM) & Tempat-Tempat Umum (TTU)

yang di Bina di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan

Tahun 2019... 30

(5)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2020 iv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Peta

Wilayah

Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan

... 5

(6)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam era pembangunan ini keberadaan data dan informasi memegang peran yang sangat penting. Data yang benar-benar akurat, terpercaya, berkesinambungan, tepat waktu dan mutakhir, sangat diperlukan dalam pengelolaan program, perencanaan, pemantauan pelaksanaan program dan proyek serta kegiatan yang akan dilakukan.

Salah satu pemantapan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan melalui pengumpulan data, dalam gerak pelaksanaannya masih banyak masalah dan kendala yang dihadapi. Untuk memberikan gambaran situasi kesehatan yang lebih jelas, UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Kota Depok, menyusun data dan informasi kesehatan ke dalam buku profil kesehatan yang telah dilakukan secara berkala setiap tahunnya yang bersumber dari laporan tiap program.

Profil kesehatan merupakan salah satu bentuk pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang berupaya menggambarkan secara umum tentang kondisi derajat kesehatan, upaya kesehatan, sumber daya kesehatan, dan faktor-faktor terkait lainnya. Selain itu merupakan bahan untuk evaluasi pencapaian pembangunan kesehatan di Kota Depok dan sebagai penunjang perencanaan di tahun berikutnya. Masalah yang dihadapi di lapangan dalam pembuatan Sistem Informasi Kesehatan adalah data yang kurang akurat, waktu penyampaian data yang tidak tepat, serta data-data pelayanan kesehatan yang tidak terakomodir dalam Sistem Informasi Kesehatan.

(7)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 2

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui derajat kesehatan dan pencapaian upaya pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019.

2. Tujuan Khusus

-

Untuk mengetahui target dan pencapaian setiap program yang telah dilaksanakan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019.

-

Untuk mengetahui program yang belum mencapai target di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019.

-

Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019.

C. Manfaat

1. Dapat menjadi bahan masukan terutama dalam rangka pegkajian tahunan kondisi kesehatan masyarakat di UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

2. Sebagai bahan evaluasi tahunan program kesehatan yang telah dilaksanakan serta sebagai bahan masukan untuk perencanaan maupun sebagai program tahunan yang akan datang.

3. Sebagai salah satu bahan informasi baik bagi UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan maupun bagi Dinas Kesehatan Kota Depok dalam perencanaan peningkatan pencapaian setiap program dan pelayanan kesehatan yang bermutu.

D. Sistematika Penulisan Profil

Sistematika penulisan Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan ini terdiri dari :

Bab I Pendahuluan, bab ini menyajikan tentang latar

(8)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 3 belakang disusunnya Profil Kesehatan 2020 UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan dan sistematika penulisannya, sumber data dan jenis data.

Bab II Gambaran Umum, menyajikan tentang gambaran umum geografis dan kependudukan wilayah kerja Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

Bab III Pembangunan Kesehatan Daerah, dalam bab ini juga dijelaskan mengenai visi, misi, nilai, strategi, bentuk kegiatan dan program serta sumber daya kesehatan di wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2019.

Bab IV Pencapaian Pembangunan Kesehatan, bab ini berisi uraian tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, perbaikan gizi masyarakat, pelayanan kefarmasian, pembinaan kesehatan lingkungan dan sanitasi dasar termasuk indikator Kinerja Stadar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan serta analisinya.

Bab VI Penutup, menyajikan tentang hal-hal yang menjadi masalah dan rekomendai serta menjadi bahan kajian tingkat lanjut kabupaten atau kota.

Lampiran

E. Sumber dan Jenis Data 1. Sumber Data :

a. Laporan LB 1, LB 3, dan LB 4 Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2019

b. Kelurahan Pasir Gunung Selatan c. BPS Kota Depok

d. Lintas Sektor yang terkait

(9)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 4 2. Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan dan diolah dalam penyusunan buku Profil Kesehatan Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 merupakan data sekunder tahun 2019.

(10)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 5 BAB II

GAMBARAN UMUM

A. Gambaran Umum Wilayah 1. Luas Wilayah

UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan berada di Komplek Vila Kalisari Blok B Rt. 12 Rw. 01 Kampung Rumbut, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis – Kota Depok. Luas wilayah 2,51 km2 yang terdiri dari : perumahan/pekarangan 130 ha, jalan 19 ha, pekuburan 250,5 ha, perkantoran 0,81ha, tanah wakaf 3,35 ha dan lain-lain 828 ha. Wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan meliputi 1 Kelurahan, 15 RW, dan 124 RT. Sarana Pendidikan yang mendapat layanan kesehatan melalui kegiatan UKS (Upaya Kesehatan Sekolah) terdiri dari: 12 Tk/RA, 5 SD/MI, 1 SMP/MTS dan 1 SMA/MA.

Gambar 2.1

Peta Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan

DAERAH Kel. Srengseng Sawah

Kel. Kalisari (DKI)

Kel. Pekayon (DKI)

(11)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 6 2. Batas Wilayah

UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan berada di kelurahan Pasir Gunung Selatan Kecamatan Cimanggis dengan batas wilayah (gambar 3.1):

• Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Kalisari- DKI.

• Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Pekayon - DKI dan Kelurahan Tugu - Depok.

• Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Tugu- Depok.

• Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Srengseng Sawah-DKI.

3. Topografi

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan merupakan daerah daratan dengan ketinggian antara 50-114 meter di atas permukaan laut. Curah hujan rata-rata pertahun 34 mm/tahun, temperatur udara berkisar antara 32C.

4. Jumlah Kelurahan dan Keterjangkauan ke Sarana Kesehatan.

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan sebanyak 1 Kelurahan yaitu Kelurahan Pasir Gunung Selatan.

Kategori kelurahan adalah kelurahan siaga mandiri, terdiri 124 RT, 15 RW, jarak ke fasilitas kesehatan 1,5 km, rata-rata waktu tempuh 15 menit, seperti ditampilkan dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 2.1

Kategori Kelurahan dan Keterjangkauan Ke Sarana Kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun

2019 Kel Katagori Jml

RW Jml RT

Jarak Terjauh ke PKM

Rata2 waktu tempuh Ke PKM

Biaya Ojeg Roda 4

PGS SIAGA

MANDIRI 15 124 1,5 km 15 menit 10000 4000 Sumber : Rekapitulasi Regitrasi Penduduk Kelurahan Pasir Gn. Selatan 2019

(12)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 7 B. Demografi

1. Kepadatan dan Komposisi Penduduk

Berdasarkan data BPS Kota Depok, jumlah penduduk di Kelurahan Pasir Gunung Selatan mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 penduduk berjumlah 44.655 jiwa, sedangkan pada tahun 2019 menjadi 46.120 jiwa (Tabel 2.2). Angka laju pertumbuhan penduduk relatif stabil, walaupun setiap tahun mengalami peningkatan. Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh cukup besar dari terjadinya perubahan sosial, disamping tingkat fertilitas yang cenderung menurun.

Perubahan sosial (Social Change) penduduk yang terjadi pada umumnya karena semakin sadarnya penduduk untuk mengatur jumlah kelahiran akibat semakin tingginya biaya hidup yang harus ditanggung oleh kepala rumah tangga, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, biaya kesehatan dan biaya pendidikan.

Tabel 2.2

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur di Wilayah Kerja UPF Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019

Sumber : Data Proyeksi Penduduk Th 2017 s/d 2019 Menurut BPS Kota Depok

Pada Tabel 2.2 dapat dilihat, setiap tahun jumlah penduduk Usia lanjut (64+ tahun) mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa usia harapan hidup di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tetap stabil. Komposisi penduduk terbanyak pada tahun 2019 adalah usia 15-64 tahun yaitu sebanyak 32.945 jiwa dimana merupakan usia produktif, hal ini akan berpengaruh terhadap

NO KLP JUMLAH PENDUDUK TAHUN

UMUR

(TH) 2017 2018 2019

1 0 - 14 11.292 11.558 11.823 2 15 - 64 30.241 31.861 32.945

3 64+ 1.669 1.800 1.939

TOTAL 43.202 44.655 46.120

(13)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 8 beban ekonomi keluarga yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap alokasi anggaran keluarga untuk kesehatan. Semakin besar pendapatan keluarga maka semakin besar peluang mereka untuk dapat hidup dalam lingkungan sehat dan perilaku sehat pula.

2. Jumlah Penduduk Kelompok Rentan

Balita merupakan penduduk kelompok rentan terbesar di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan yaitu sebesar 5.072 jiwa. Hal ini harus menjadi pemikiran yang serius dalam memberikan pelayanan dan program kesehatan yang terbaik. Untuk melindungi penduduk yang masuk dalam kelompok rentan yang harus terhindar dari risiko terkena dampak masalah kesehatan, sehingga akan menurunkan angka kesakitan dan kematian.

Tabel 2.3

Jumlah Penduduk Kelompok Rentan

di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019 No Kel Bumil Bulin Bayi Balita Usila Jumlah

1 PGS 924 882 863 5.072 1.939 9.680 Sumber : Tabel Profil UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019

3. Jumlah Penduduk Miskin

Indikator kemiskinan ditentukan dengan nilai rupiah yang dibelanjakan untuk 2.100 kalori per kapita per hari ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya seperti perumahan, bahan bakar, sandang, pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

Adapun kriteria keluarga miskin yang ditetapkan BPS adalah sebagai berikut:

NO VARIABEL KRITERIA

1 Luas lantai bangunan tempat

tinggal Kurang dari 8 m2 (delapan

meter persegi) per orang 2 Jenis lantai bangunan tempat

tinggal

Jenis lantai plester/keramik kualitas rendah

3 Jenis dinding tempat tinggal Kayu/tembok tanpa plester/tembok plester 4 Fasilitas tempat buang air

besar

Memiliki fasilitas buang air besar/Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama

(14)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 9 dengan tetangga lain

5 Sumber penerangan Utama Menggunakan listrik 900 (sembilan ratus) watt;

6 Sumber Air minum Sumur bor /pompa listrik/Mata air terlindungi

7 Bahan bakar untuk memasak Kayu bakar/minyak tanah/gas 3 kg (tiga kilogram)

8 Konsumsi Lauk Pauk Daging/Susu/ayam/ikan/telur 1 (satu) kali dalam seminggu 9 Kebutuhan Pakaian Hanya membeli 1 (satu) pasang

pakaian baru dalam 1 (satu) tahun

10 Kemampuan Makan Hanya sanggup makan

sebanyak 1 (satu) atau 2 (dua) kali makan dalam sehari

11 Kemampuan Biaya

Pengobatan Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di

Puskesmas/Poliklinik/RS 12 Sumber Penghasilan Kepala

rumah tangga Buru Tani, buruh bangunan, buruh perkebunan dan/atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp.

750.000/bulan (tujuh ratus lima puluh ribu perbulan);

13 Pendidikan kepala rumah

tangga Tidak sekolah/ tidak tamat

SD/SD/SLTP.

14 Pemilikan tabungan Tidak memiliki

tabungan/barang yang mudah dijual paling sedikit Rp.

1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) seperti

sepeda motor kredit/non kredit, emas, ternak, atau barang modal lainnya.

15 Status Kepemilikan Rumah Sendiri/menumpang/sewa paling banyak Rp.

500.000/bulan (lima ratus ribu per bulan)

Pada tahun 2019 penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS berjumlah 6.132 jiwa, baik terdaftar sebagai peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Depok, BPJS Madiri, BPJS Perusahaan.

(15)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 10 Tabel 2.4

Jumlah Peserta BPJS Kesehatan di

UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2019

Sumber : Tabel Profil UPF Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s.d 2019

Perluasan jangkauan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan secara berkelanjutan dengan disertai upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat melaksanakan perilaku hidup sehat. Keterjangkauan pelayanan kesehatan pada golongan lapisan masyarakat tersebut diharapkan dapat menstimulus meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

KEL

JUMLAH PENDUUDUK YG TERDAFTAR BPJS 2017 2018 2019 Pasir Gn. Selatan 6.239 6.358 6.132

(16)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 11 BAB III

PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH

A. Visi dan Misi

Perumusan visi dan misi ini dilakukan untuk menjawab permasalahan pelayanan kesehatan dasar masyarakat yang dihadapi saat ini dan prediksi kondisi kesehatan masyarakat yang diperkirakan pada masa- masa mendatang. Visi dan misi UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan mengacu dari visi dan misi Dinas Kesehatan Kota Depok Tahun 2016 – 2021, yaitu “Terwujudnya Kota Depok Sehat yang unggul, nyaman, dan religius”. yang berpedoman kepada arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok Tahun 2016 - 2021.

1. Visi

Visi : Puskesmas Pasir Gunung Selatan yang unggul, nyaman, dan religius

2. Misi

Visi UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan sebagai berikut :

a. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan transparan.

b. Mengembangkan sumber daya manusia yang kreatif dan berdaya saing.

B. Tata Nilai

Nilai individu dan nilai organisasi sangat menentukan tercapainya baik visi maupun misi. Oleh sebab itu strategi dipilih harus sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia maupun nilai yang dimiliki organisasi karena merupakan kekuatan riil selama perjalanan mencapai tujuan jangka panjang organisasi.

Berikut Tata Nilai Puskesmas Pasir Gunung Selatan :

1) Bekerja (Petugas bekerja sesuai dengan kompetensi dan standar pelayanan)

2) Ikhlas (Petugas bekerja dengan tulus hati)

(17)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 12 3) Ramah (Petugas memberi pelayanan dengan tutur kata dan sikap

yang baik )

4) Unggul (Petugas melakukan pelayanan yang terbaik dan bertanggung jawab)

C. Strategi

1) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan swasta dalam pembangunan kesehatan melalui kerja sama lintas program dan lintas sektoral.

2) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti, menyeluruh dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif.

3) Meningkatkan cakupan pembangunan kesehatan, melalui pendanaan yang ada di puskesmas dan masyarakat.

4) Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu.

5) Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan.

6) Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan berdaya guna dan berhasil guna untuk memantapkan pelayanan kesehatan yang bertanggungjawab.

D. Bentuk Kegiatan

1) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan swasta dalam pembangunan kesehatan melalui kerja sama lintas program dan lintas sektoral.

-

Mengoptimalkan koordinasi dan jejaring lintas sektoral dan lintas program di tingkat kecamatan.

-

Membuat jejaring dengan lembaga di tingkat kelurahan dalam rangka implementasi program kesehatan.

-

Membuat jejaring dengan kader sebagai pelaksana program kesehatan di masyarakat.

(18)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 13

-

Membina posyandu, posbindu dan desa siaga yang ada di masyarakat.

-

Meningkatkan jejaring pelayanan kesehatan di sekolah ataupun pondok pesantren.

2) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, bermutu dan berkeadilan, serta berbasis bukti, menyeluruh dengan pengutamaan pada upaya promotif dan preventif.

-

Mengoptimalkan bentuk pelayanan kesehatan sesuai dengan fasilitas yang tersedia.

-

Mengoptimalkan peran SDM sesuai tupoksi pelayanan yang ada.

-

Melengkapi fasilitas penunjang pelayanan medis secara bertahap.

-

Memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar.

-

Melaksanakan rujukan horizontal dalam rangka meningkatkan peran klinik sehat, dengan tetap memberikan pelayanan rujukan vertikal sesuai standar.

-

Meningkatkan koordinasi antar unit pelayanan.

3) Meningkatkan cakupan pembangunan kesehatan, melalui pendanaan yang ada di puskesmas dan masyarakat.

-

Mendorong masyarakat untuk mendukung pendanaan kesehatan yang bersumber dari masyarakat.

-

Merencanakan anggaran kegiatan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan yang ada di masyarakat.

-

Mendukung pencapaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) melalui dana yang ada.

4) Meningkatkan pengembangan dan pendayagunaan SDM kesehatan yang merata dan bermutu.

-

Melaksanakan transfer ilmu (lokakarya) dari SDM yang mengikuti pelatihan kepada rekan-rekan lainnya.

-

Membuat peta jabatan sesuai dengan kompetensi yang ada.

-

Melaksanakan analisis beban kerja.

(19)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 14 5) Meningkatkan ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat dan alat kesehatan serta menjamin keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan.

-

Mengoptimalkan peran apotek dan gudang obat dalam pelayanan.

-

Mengoptimalkan monitoring dan evaluasi penggunaan obat pelayanan kesehatan.

-

Mengoptimalkan pencatatan dan pelaporan obat dan alkes.

-

Merencanakan kebutuhan obat dan alkes secara rutin.

6) Meningkatkan manajemen kesehatan yang akuntabel, transparan berdayaguna dan berhasilguna untuk memantapkan pelayanan kesehatan yang bertanggungjawab

-

Melaksanakan monitoring dan evaluasi terpadu setiap bulan.

-

Menanggapi segera setiap keluhan konsumen yang disampaikan.

-

Melaksanakan lokmin bulanan dan tribulanan secara rutin.

E. Bentuk Program

UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan bertanggung jawab atas wilayah kerja yang ditetapkan dalam bentuk kegiatan/program terdiri dari :

1) Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), Kefarmasian, Laboratorium, meliputi :

a. Pelayananan Kesehatan Umum b. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

c. Pelayananan Kesehatan Ibu, Anak, KB dan Imunisasi d. Pelayanan tindakan

e. Pelayanan konseling f. Pelayananan farmasi g. Pelayanan laboratorium

2) Upaya Kesehatan Masyarakat, meliputi :

UKM Essensial dan Keperawatan Kesehatan Sekolah

a. Promosi Kesehatan termasuk Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) b. Upaya Kesehatan Lingkungan

(20)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 15 c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana di

Posyandu

d. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular f. Keperawatan Kesehatan Masyarakat

UKM Pengembangan

a. Upaya Kesehatan Olahraga b. Upaya Kesehatan Kerja(UKK)

c. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut (Kesgilut) d. Upaya Kesehatan Jiwa (UKJ)

e. Upaya Kesehatan Indera

f. Upaya Kesehatan Usia Lanjut (Usila)

F. Sumber Daya Kesehatan

Sumber daya kesehatan yang diperlukan di dalam pembangunan kesehatan antara lain tenaga, dana, sarana dan prasarana serta teknologi.

1. Tenaga Kesehatan

Sesuai Peraturan Pemerintah RI No.32 Tahun 1996 yang termasuk tenaga kesehatan adalah tenaga medis meliputi dokter dan dokter gigi. Tenaga keperawatan meliputi tenaga perawat dan bidan.

Tenaga kefarmasian meliputi apoteker, analisis farmasi, asisten apoteker. Tenaga Kesehatan masyarakat meliputi epidemiologi kesehatan, entomologi kesehatan, mikrobiologi kesehatan, penyuluh kesehatan, administrasi kesehatan serta tenaga sanitasi. Tenaga gizi meliputi tenaga nutrisionis, dan dietisien. Tenaga keterapian fisik meliputi fisioterapis, okuterapis, dan terapi wicara. Tenaga keteknisian medis meliputi radiografis, radioterapis, teknisi gigi, teknis elektromedis, analisis kesehatan, refraksionis optisien, otorik prostetik, teknis transfusi dan perekam medis serta tenaga non kesehatan.

Karena keterbatasan Sumber Daya Manusia yang ada di UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatatan (Tabel 1.1) menyebabkan setiap

(21)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 16 orang memegang lebih dari dua program. Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya dan sesuai dengan Buku Panduan Instrumen Pemantauan Puskesmas yang Memberikan Pelayanan sesuai Standar yang di terbitkan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer – Kementrian Kesehatan RI Tahun 2016, maka UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan masih memerlukan beberapa tenaga kesehatan antara lain : Dokter Umum, Perawat, Bidan, Tenaga Kesehatan Lingkungan dan Tenaga Administrasi.

Tabel 3.1

Sember Daya Manusia Di UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2019

N0 Jenis Tenaga Standar Jumlah

yg ada Keterangan

1 Dokter Umum 3 2 PNS

(1 org sbg Kepala PKM)

2 Dokter Gigi 1 1 PNS

3 Perawat/Perawat Gigi 5 2/1 PNS

4 Bidan 4 3 PNS

5 Tenaga Kesmas 1 1 -

6 Tenaga Kesling 1 0 -

7 Analis Lab 1 1 Kontrak

8 Tenaga Gizi 1 1 PNS

9 Tenaga Kefarmasian 1 1 PNS

10 Tenaga Administrasi 3 3 Kontrak

11 Prakarya 2 2

Jumlah 23 17

Sumber : Tabel Profil UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019

2. Sarana Kesehatan

UPTD Puskesmas Pasir Gunung selatan merupakan puskesmas non rawat inap. Sarana pelayanan kesehatan yang tercatat di wilayah

(22)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 17 kerja UPTD Puskesmas pasir Gunung Selatan sampai dengan tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019

N

O FASILITAS KESEHATAN

PEMILIKAN/PENGELOLAAN PEM.K

AB/KO TA

POLR

I SWASTA JUMLAH

1 RUMAH SAKIT UMUM 1 - 1

2

PUSKESMAS DAN JARINGANNYA

➢ PUSKESMAS NON RAWAT INAP

➢ POSYANDU/POSBINDU

1 21 / 3

1 24

3 BALAI

PENGOBATAN/KLINIK - 1 1

4 PRAKTIK DOKTER

BERSAMA - -

5 PRAKTIK DOKTER

PERORANGAN - -

7 PRAKTIK PENGOBATAN

TRADISONAL - 1 1

8 APOTEK - 1 1

9 TOKO OBAT BERIZIN - 1 1

Sumber : Tabel Profil UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019

(23)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 18 BAB IV

PENCAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

A. Derajat Kesehatan

Kesehatan adalah hak hukum masyarakat dan tanggung jawab Negara. Kesehatan dan kesejahteraan merupakan keinginan mutlak setiap manusia. Kesehatan seseorang tidak bisa diukur hanya dengan kondisi fisik namun juga kondisi lingkungan, akses terhadap makanan bergizi, akses pelayanan kesehatan hingga budaya sehat di kalangan masyarakat.

Berdasarkan konstitusi WHO (World Health Organization) telah ditegaskan bahwa memperoleh derajat kesehatan yang setinggi tingginya merupakan hak asasi bagi setiap orang.

Dalam rangka pemerataan pengembangan dan pembinaan kesehatan masyarakat telah dibangun Pusat Kesehatan Masyarakat atau lazim disebut Puskesmas. Puskesmas memberikan pelayanan dasar atau pelayanan tingkat pertama yang berfungsi sebagai: (1) Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan, (2) Pusat Pemberdayaan Masyarakat, (3) Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan yang terdiri dari Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.

1. Kelahiran

Definisi "Lahir Hidup" adalah Konsep fertilitas hanya menghitung jumlah bayi yang lahir hidup. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mendefinisikan kelahiran hidup sebagai peristiwa kelahiran bayi, tanpa memperhitungkan lamanya berada dalam kandungan, dimana si bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan pada saat dilahirkan; misalnya bernafas, ada denyut jantung, atau denyut tali pusat, atau gerakan-gerakan otot. Dengan demikian, peristiwa bayi yang lahir dalam keadaan tidak hidup/meninggal (still birth) tidak dimasukkan dalam perhitungan jumlah kelahiran. Untuk bayi yang lahir hidup tetapi kemudian

(24)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 19 meninggal, beberapa saat setelah lahir atau dikemudian hari, kelahiran hidup ini tetap dimasukkan dalam perhitungan jumlah kelahiran. Tidak termasuk sebagai kelahiran hidup adalah peristiwa keguguran atau bayi yang lahir dalam keadaan meninggal (lahir mati).

Tabel 4.1

Jumlah Lahir Hidup di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019

KE L

JUMLAH KELAHIRAN

LAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI +

PEREMPUAN HID

UP MATI HID UP + MAT

I

HIDUP MATI HIDUP

+ MATI HIDUP MATI HIDUP + MATI

PG

S 594 0 594 396 0 396 990 0 990

Sumber : Tabel Profil UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2019

Dari table 4.1 diatas jumlah bayi yang lahir hidup di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019 adalah 990 jiwa. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah kelahiran hidup di Puskesmas Pasir Gunung Selatan jika dibandingkan dengan tahun 2018.

2. Kematian (Mortality)

Mortalitas berhubungan erat dengan angka kesakitan (Morbiditas), karena penyakit merupakan akumulasi akhir dari berbagai penyebab terjadinya kematian. Tingginya tingkat kematian khususnya kematian ibu, bayi dan kematian karena penyakit tertentu di suatu daerah dapat dijadikan sebagai alat ukur atau indikator derajat kesehatan di daerah tersebut. Data mortalitas di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan dapat dilihat pada uraian berikut ini.

a. Kematian Bayi

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun.

Banyak faktor yang dikaitkan dengan kematian bayi. Secara garis

(25)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 20 besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi ada dua macam yaitu endogen dan eksogen. Kematian bayi endogen terjadi pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor- faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat selama kehamilan.

Sedangkan kematian bayi eksogen terjadi setelah bayi berusia satu bulan sampai menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan pengaruh lingkungan luar.

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang sensitif terhadap ketersediaan pemanfaatan pelayanan kesehatan terutama yang berhubungan dengan perinatal. AKB dapat dipakai sebagai tolok ukur pembangunan sosial ekonomi secara menyeluruh. AKB dapat dihitung sebagai jumlah kematian bayi di bawah usia 1 tahun pada setiap 1000 kelahiran hidup.

Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan pada tahun 2019 tidak ada kasus kematian bayi.

Tabel 4.2

Jumlah Kematian Bayi di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019

Kel TAHUN 2017 TAHUN 2018 Tahun 2019 L P Total L P Total L P Total PG

S

0 0 0 0 0 0 0 0 0

Sumber : Tabel Profil UPTD PKM Pasir Gn. Selatan Th 2017 s/d 2019

b. Kematian Balita

Akaba (Angka Kematian Balita) adalah jumlah anak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun, dinyatakan sebagai angka per 1000 kelahiran hidup.

Nilai normatif Akaba > 140 sangat tinggi, antara 71 – 140 sedang dan < 20 rendah. Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan tempat tinggal anak-anak bertempat

(26)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 21 tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. Akaba kerap dipakai untuk mengidentifikasi kesulitan ekonomi penduduk.

Tabel 4.3

Jumlah Kematian Balita di wilayah Kerja

UPF Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019 Kel TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019

L P Total L P Total L P Total

PGS 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Sumber : Tabel Profil Tahun 2017 s/d 2019 UPTD PKM PGS

Pada tahun 2019 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tidak ada kasus kematian Balita. Pada tahun 2017 dan 2018 tidak ada kasus kematian Balita, hal ini memberikan gambaran adanya peningkatan dalam kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat.

c. Kematian Ibu

Kematian ibu yang terjadi selama masa kehamilan atau dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, tanpa melihat usia dan lokasi kehamilan, oleh setiap penyebab yang berhubungan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan oleh kecelakaan atau incidental (faktor kebetulan). Sebagai indikator derajat kesehatan angka kematian ibu tahun 2017 tidak ada, tahun 2018 ada satu orang sedangkan tahun 2019 ada satu orang.

Tabel 4.4

Jumlah Kematian Ibu di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019

S

Sumber : Tabel Profil Tahun 2017 s/d 2019 UPTD PKM PGS

Pada tahun 2017 tidak ada kasus kematian ibu. Sedangkan pada tahun 2018 ada satu kasus kematian ibu nifas karena

Kelurahan TAHUN 2017 TAHUN 2018 TAHUN 2019

PGS 0 1 1

(27)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 22 kehamilan dengan komplikasi (penyakit jantung). Dan pada tahun 2019 ada satu kasus kematian ibu hamil karena penyakit Lupus.

Rendahnya kasus kematian ibu memberi gambaran adanya peningkatan dalam keadaan sosial ekonomi dan pemeliharaan kesehatan menjelang dan selama kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetric.

B. Gambaran Umum Penyakit Menular

Gambaran umum beberapa penyakit yang terdapat di wilayah kerja UPF Puskesmas Pasir Gunung Selatan pada tahun 2018 adalah sebagai berikut :

a. Penyakit Menular Bersumber Binatang 1) Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sampai saat ini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Kota Depok. Epidemiologi cenderung semakin meningkat jumlah penderitanya serta sangat luas penyebarannya. Sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk, penyakit DBD selalu ditemukan tiap tahun dan tidak sedikit membawa korban jiwa, sehingga penyakit ini perlu mendapat perhatian baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Dari table 4.5 berikut ini, penderita Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan yang tercatat dari tahun 2017 s/d 2019 masih ada, tetapi tidak ada kasus kematian karena DBD.

(28)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 23 Tabel 4.5

Jumlah Kasus DBD di Wilayah UPTD PKM Pasir Gn. Selatan Tahun 2017 s/d 2019

Tahun Jml Kasus Kasus

Meninggal CFR (%)

2017 5 0 0.00

2018 2 0 0.00

2019 44 0 0.00

Sumber : Tabel Profil Tahun 2017 s/d 2019 UPTD PKM PGS

2) Filariasis

Penyakit Filariasis yang disebabkan oleh cacing filaria dan penularannya melalui vektor yaitu nyamuk, di wilayah kerja UPTD Puskemas Pasir Gunung Selatan tidak ditemukan kasus filariasis. Pada tahun 2005 telah dilakukan pencanangan Kota Depok bebas filariasis yang dilanjutkan dengan pemberian obat secara berkala setiap tahunnya selama lima tahun dan pelaksanaannya dimulai pada tahun 2008 berakhir pada tahun 2014.

3) Flu Burung

Menurut Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat, sejak tahun 2004 telah terjadi kasus flu burung pada unggas di beberapa kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat namun tidak menyerang manusia. Pada tahun 2005 baru ditemukan kasus flu burung (H5N1) yang menyerang manusia sebanyak 28 orang dengan Case Fatality Rate (CFR) 20% dan meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2009 terdapat 3 kasus flu burung dengan kategori 1 suspek flu burung dan 2 positif flu burung dengan CFR 100%. Sedangkan pada tahun 2010 terdapat 1 kasus flu burung dengan jumlah kematian 1 orang (CFR 100%).

Sampai dengan tahun 2019 tidak ditemukan kasus flu burung di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

(29)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 24 4) Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk. Tidak ada kasus chikungunya yang ditemukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

b. Penyakit Menular Langsung 1) Pneumonia

Kejadian penyakit pneumonia terbanyak menyerang usia balita dan lansia. Bahkan pada balita, pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak. Untuk itu, deteksi dini penderita pneumonia merupakan hal penting dalam penanggulangan penyakit.

Target penemuan penderita ISPA pada balita di Kota Depok adalah 10% balita per tahun atau sekitar 15.035 anak balita dengan CFR karena Pneumonia adalah 6/1.000 penduduk balita. Program penyakit ISPA yang sudah dilaksanakan di Kota Depok saat ini baru terfokus pada balita dan puskesmas yang melaksanakan program ISPA ini sudah 100 %.

2) Diare

Penemuan kasus diare di UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan pada tahun 2019 yaitu 631 kasus dan tidak ada kasus kematian akibat diare. Prevalensi diare yang cenderung tidak berkurang, menunjukkan diare masih bersifat endemis. Faktor- faktor yang kemungkinan besar berhubungan dengan penyakit diare antara lain adalah tatalaksana pengolahan makanan, kondisi sanitasi lingkungan dan hygiene perorangan.

3) Kusta

Penyakit kusta adalah penyakit yang menahun dan disebabkan oleh kuman kusta (Mycobacterium leprae) yang menyerang kulit, syaraf tepi dan jaringan tubuh lainnya. Ada 2 jenis penyakit kusta:

a)

Kusta kering (pausi basiler)

b)

Kusta basah (multi basiler)

(30)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 25 Kusta disebabkan kuman kusta, bukan disebabkan oleh:

a)

Kutukan

b)

Keturunan

c)

Dosa

d)

Guna-guna

e)

Makanan

Ini adalah anggapan yang salah di masyarakat yang menyebabkan keterlambatan berobat ke pelayanan kesehatan, sehingga terjadi kecacatan. Tidak semua orang dapat tertular penyakit kusta, hanya sebagian kecil saja (sekitar 5%) yang dapat tertular. Kondisi tubuh yang lemah memudahkan tertular penyakit kusta.

Penyakit kusta dapat menular dari penderita kusta tipe basah yang diobati. Penularan dapat terjadi melalui pernapasan dalam waktu yang lama. Penyakit kusta hanya mengenai seseorang yang kondisi/kekebalan tubuhnya lemah dan kontak yang lama dengan penderita kusta tipe basah yang tidak diobati.

Oleh karena itu penderita kusta tidak perlu ditakuti atau dikucilkan.

Imunisasi kusta BCG pada bayi membantu mengurangi kemungkinan terkena kusta. Segera berobat ke puskesmas bila mengalami kelainan kulit berupa bercak mati rasa. Cacat kusta dapat dicegah dengan minum obat dan periksa ke puskesmas secara teratur.

Penyakit kusta masih merupakan masalah kesehatan di masyarakat karena selain jumlah kasusnya yang masih tinggi, juga akibat yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah kecacatan.

Prevalensi penderita kusta di Kota Depok pada tahun 2010 mencapai 0,28 per 10.000 jumlah penduduk, situasi ini menggambarkan bahwa Kota Depok sudah mencapai Eliminasi Kusta sesuai target Global/Nasional yaitu <1/10.000 penduduk.

(31)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 26 Namun masih perlu diwaspadai pengobatan paripurna agar tidak menimbulkan kecatatan baru.

Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019 ditemukan 1 kasus kusta.

4) Tuberkulosa

Penyakit Tuberkulosa (TBC) merupakan penyakit lama yang tetap masih ada (re-emerging disease). Penemuan kasus baru (CDR / case detection rate) di wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019 sebanyak 13 kasus. Tingkat kesembuhan TB Paru ini pada tahun 2019 adalah 85%, menyelesaikan pengobatan (minimal 6 bulan pengobatan) dan dinyatakan sembuh.

5) Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual yang diamati di Kota Depok adalah HIV/AIDS.

Tabel 4.6

Jumlah Kasus HIV dan AIDS di Kota Depok Tahun 2019

Kelompok Umur (Tahun)

HIV AIDS

L P L P

≤ 4 3 0 0 0

5 - 14 1 2 0 2

15 - 19 5 4 2 2

20 - 24 42 6 44 10

25 - 49 124 45 88 35

≥ 50 13 2 19 3

Jumlah 188 59 153 52

Total 247 205

Sumber : Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Depok, 2019

Pada tahun 2019 terdapat 247 kasus HIV dan 205 kasus AIDS yang ditangani di Kota Depok. Kasus HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es, yang terjaring hanya beberapa orang tetapi

(32)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 27 apabila diteliti lebih lanjut lagi mungkin masih banyak kasus HIV/AIDS yang belum diketahui dan terdeteksi di masyarakat.

Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019 tidak ditemukan kasus HIV/AIDS.

C. Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi a. Dipteri, Pertusis dan Tetanus (DPT)

Lima tahun terakhir di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan tidak ditemukan kasus penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus.

b. Tetanus Neonatorum

Tetanus Neonatorum adalah penyakit yang menyerang bayi usia kurang dari 28 hari. Faktor penyebab timbulnya kasus Tetanus Neonatorum bisa disebabkan karena berbagai hal diantaranya: ibu hamil sudah diimunisasi tetapi kualitas vaksinnya tidak baik atau pertolongan persalinan yang tidak steril. Di di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan dari tahun 2008 sampai saat ini tidak ditemukan kasus Tetanus Neonatorum.

c. Polio

Pencarian kasus Polio dilakukan dengan penemuan kasus AFP (Acute Flaccid Paralysys/lumpuh layuh mendadak) dengan cara Community Based yang dilakukan oleh petugas Puskesmas dan Hospital Based yang dilakukan oleh Rumah Sakit. Pada Tahun 2019 tidak di temukan kasus polio di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan.

d. Campak

Pada tahun 2019 tidak ditemukan kasus campak di wilayah kerja UPTD Pukesmas Pasir Gunung Selatan. Kualitas data menjadi hal yang mempengaruhi penyakit campak yang masih ditemukan itu belum tentu merupakan kasus campak yang sesungguhnya.

a. KLB (Kejadian Luar Biasa)

Tidak ditemukan Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan 5 tahun terakhir.

(33)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 28 D. Status Gizi

a. Status Gizi Balita

Di wilayah Kerja UPTD Pasir Gunung Selatan tahun 2019 tidak ditemukan kasus balita gizi buruk yang mendapat perawatan.

Perubahan gaya hidup dan pola makan, sebagai akibat terjadinya masalah gizi ganda yaitu di satu pihak masalah kekurangan zat gizi masih merupakan masalah yang harus ditanggulangi, tetapi disisi lain masalah gizi lebih terutama pada bayi dan balita mulai banyak ditemukan dan cenderung meningkat terutama di kota besar.

Masalah gizi lebih ini sangat berkaitan dengan berbagai resiko penyakit degeneratif yang ditimbulkannya.

b. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

Sampai dengan tahun 2019 tidak ada laporan mengenai kasus GAKY di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Kota Depok.

Kota Depok memang bukan daerah endemis GAKY, namun demikian upaya untuk mencegah terjadinya gangguan akibat kekurangan yodium tetap dilakukan antara lain berupa penyuluhan terpadu, pendataan jenis garam yang mengandung yodium, serta pemantauan penggunaan garam beryodium di masyarakat melalui anak SD/MI.

c. Kekurangan Vitamin A

Sampai dengan tahun 2019 tidak ada laporan mengenai kasus kekurangan Vitamin A di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan – Kota Depok.

Kota Depok kekurangan Vitamin A tidak menjadi masalah utama karena belum terdapat kasus yang menunjukkan adanya penderita, namun untuk mencegah terjadinya penyakit Xerophtalmia tetap dilakukan pemberian kapsul Vitamin A dosis tinggi pada bayi, balita, ibu hamil dan melahirkan serta remaja putri.

(34)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 29 E. Kesehatan Lingkungan

a. Air Bersih

Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.

Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia Coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Pada tahun 2019 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan rumah tangga Ber-PHBS 88%, sedangkan penduduk 88,92% dengan akses berkelanjutan terhadap air minum berkualitas (layak).

b. Pengawasan dan Penyehatan Kualitas Hygiene Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan

Terjadinya peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering membawa kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat pengelolaan makan (TPM) khususnya jasa boga, rumah makan dan makanan jajanan yang pengelolaannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau sanitasi lingkungan. Upaya pengawasan terhadap sanitasi makanan amat penting untuk menjaga kesehatan konsumen atau masyarakat (tabel 4.7).

c. Penyehatan Kualitas Hygiene Sanitasi Tempat Tempat Umum Tempat umum yang sering menjadi tujuan berkumpulnya manusia seperti hotel dan rumah sakit, tanpa disadari masing- masing sebenarnya merupakan media yang cukup baik dalam

(35)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 30 penularan penyakit. Secara langsung contact person yang terjadi di antara pengunjung dapat menjadi transmisi kuman penyakit dan sekaligus merupakan media penyebarluasan penyakit yang sangat baik. Di samping itu dengan beragamnya budaya dari pengunjung sangat dimungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, akibat dari aktifitas yang dilakukan pengunjung secara bersama-sama.

Oleh karena itu pembinaan terhadap kualitas lingkungan tempat umum perlu dilakukan sehingga faktor resiko penularan penyakit dapat dikurangi sekecil mungkin.

Dari tabel di bawah ini dapat dilihat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Gunung selatan tercatat TTU tahun 2019 sasaran yang diperiksa 9 tempat namun belum diperiksa. Sedangkan untuk TPM yang ada 5 tempat namun belum diperiksa.

Tabel 4.7

Tempat Pengelolaan Makan (TPM) & Tempat-Tempat Umum (TTU)

yang di Bina di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasir Gn.

Selatan Tahun 2019

No KEL PGS 2018

TPM TTU

1 Jumlah yang ada 5 9

2 Jumlah yang

diperiksa 0 0

3 Jumlah Sehat 0 0

4 % sehat 0% 0%

Sumber: Tabel Profil Tahun 2019 UPTD PKM PGS

F. Peran Serta dan Prilaku Masyarakat a. RW Siaga

RW Siaga merupakan suatu RW yang mempunyai sumber daya, kemampuan, dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana alam dan kegawatdaruratan diwilayahnya secara mandiri. RW Siaga terbentuk berdasarkan

(36)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 31 Permenkes No. 564/Menkes RI No. 564/SKNIII/2006, Perda No. 2 Tentang RPJMD Kota Depok 2006-2011, SK Walikota No.

821.29/148/kpts/kesra/huk/2007.

Keberadaan RW Siaga merupakan wujud untuk menuju Kota Depok yang melayani dan mensejahterakan serta dapat menciptakan masyarakat dan lingkungan yang sehat, aman, dan bersih. Pembinaan RW siaga terus dilakukan, karena RW siaga merupakan ujung tombak partisipasi warga.

Tahun 2007 – 2008 Siaga Materna dikembangkan menjadi Siaga Komprehensif dengan 8 indikator yaitu :

1) Forum Masyarakat Desa

2) Sarana pelayanan kesehatan dasar dan rujukannya 3) UKBM yang dikembangkan

4) Sistem pengamatan penyakit dan faktor resiko berbasis masyarakat

5) Sistem kesiapsiagaan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana berbasis masyarakat

6) Upaya menciptakan dan terwujudnya lingkungan sehat 7) Upaya menciptakan dan terwujudnya PHBS

8) Upaya menciptakan dan terwujudnya kadarzi

Di Kelurahan Pasir Gunung Selatan, status RW Siaga juga telah ditingkatkan menjadi RW Siaga aktif, hal ini agar kader yang terlibat di dalamnya lebih aktif lagi dalam kegawatdaruratan.

b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah bentuk perwujudan Paradigma Sehat dalam budaya hidup perorangan, keluarga dan masyarakat yang berorientasi sehat dan bertujuan untuk meningkatkan, memelihara dan melindungi kesehatan baik fisik, mental spiritual maupun sosial.

Sesuai dengan upaya promosi kesehatan yang esensinya adalah pemberdayaan masyarakat, maka peran serta masyarakat yang optimal dalam bidang kesehatan merupakan indikator keberhasilan, kelangsungan dan kemandirian pembangunan

(37)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 32 kesehatan. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa diterapkan di berbagai tempat, diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga

Adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

Pada tahun 2019 dilakukan pemantauan terhadap rumah tangga di wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan hasilnya ditemukan rumah tangga ber PHBS 88%.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu:

Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

Memberi ASI Ekslusif

Menimbang balita setiap bulan

Menggunakan air bersih

Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Menggunakan jamban sehat

Memberantas jentik di rumah sekali seminggu

Makan buah dan sayur setiap hari

Melakukan aktivitas fisik setiap hari

Tidak merokok di dalam rumah

(38)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 33 2) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Kesehatan

Adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan institusi kesehatan.

Pada tahun 2019 di wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan dilakukan pemantauan terhadap Institusi Kesehatan 100% ber PHBS.

Ada beberapa indicator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di institusi kesehatan yaitu:

a)

Menggunakan air bersih

b)

Menggunakan jamban

c)

Membuang sampah pada tempatnya

d)

Tidak merokok di institusi kesehatan

e)

Tidak meludah sembarangan

f)

Memberantas jentik nyamuk

3) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat-tempat umum Adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau, dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum sehat.

Tempat-tempat umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah /swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olah raga, rekreasi dan sarana social lainnya.

Pada tahun 2019 belum dilakukan pemantauan terhadap tempat- tempat umum di wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di tempat-tempat umum yaitu:

a) Menggunakan air bersih

(39)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 34 b) Menggunakan jamban

c) Membuang sampah pada tempatnya d) Tidak merokok di tempat umum e) Tidak meludah sembarangan f) Memberantas jentik nyamuk

4) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah

Adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Pada tahun 2019 dilakukan pemantauan di sekolah-sekolah wilayah UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan hasilnya ditemukan SD, SMP dan SMA 100% ber PHBS.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu:

a) Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun b) Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

c) Menggunakan jamban yang bersih dan sehat d) Olah raga yang teratur dan terukur

e) Memberantas jentik nyamuk f) Tidak merokok di sekolah

g) Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan (6 bulan) h) Membuang sampah pada tempatnya

5) Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja

Adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat.

Indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di tempat kerja antara lain:

a) Tidak merokok di tempat kerja

b) Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja c) Melakukan olah raga secara teratur

(40)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 35 d) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan

dan sesudah buang air besar dan buang air kecil e) Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja f) Menggunakan air bersih

g) Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar h) Membuang sampah pada tempatnya

i) Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan

(41)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 36 BAB V

PENUTUP

Faktor-faktor yang mempengaruhinya keadaan kesehatan yang dipaparkan dalam buku profil Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2019 ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Keadaan Umum Puskesmas Pasir Gunung Selatan

a. Luas wilayah kerja Puskesmas Pasir Gunung Selatan 251,0 km2 dengan tingkat kepadatan penduduk 172/km2. Wilayah kerja meliputi 1 Kelurahan, yaitu Kelurahan Pasir Gunung Selatan dan jumlah penduduk yang cukup padat yaitu 46.120 jiwa.

b. Penduduk usia produktif di wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan tahun 2019 sebanyak 32.945 jiwa atau 71,43% dari total penduduk di wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan.

c. Penduduk yang memiliki Jaminan Kesehatan di wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan pada tahun 2019 berjumlah 6.132 jiwa, baik terdaftar sebagai peserta BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) baik dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Depok, BPJS Madiri, BPJS Perusahaan.

d. Sumber daya kesehatan yang diperlukan didalam pembangunan kesehatan antara lain tenaga, dana, sarana dan prasarana serta teknologi. Di Puskesmas Pasir Gunung Selatan sumber daya kesehatan masih memerlukan beberapa tenaga antara lain : Dokter Umum, Perawat, Tenaga Kesehatan Lingkungan dan Administrasi.

2. Situasi Derajat Kesehatan

a. Agar upaya kesehatan yang dilakukan dapat mencapai hasil guna dan memberi daya guna yang optimal dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka perlu ditetapkan kebijakan yang bisa menjamin hak hidup sehat, hak atas informasi kesehatan dan atas pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi seluruh masyarakat.

(42)

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Pasir Gunung Selatan Tahun 2020 37 b. Tidak ada Kematian Neonatal di wilayah kerja Puskesmas Pasir

Gunung Selatan tahun 2019.

c. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Kota Depok dan wilayah Puskesmas Pasir Gunung Selatan masih ditemukan 44 kasus dan tidak ada yang meninggal.

d. Penyakit menular langsung seperti ISPA, Diare, merupakan penyakit yang dalam proses pencegahan dan pemberantasannya merupakan prioritas, mengingat selama ini penyakit ini selalu menjadi penyakit terbanyak.

e. Kasus balita gizi buruk dan masalah gizi lainnya seperti kurang vitamin A dan gangguan akibat kurang yodium (GAKY) tidak ada kasus.

f. Penduduk dengan akses air bersih berkualitas pada tahun 2019 sebesar 88,92%, persentase rumah tangga ber-PHBS 88 %.

Gambar

Tabel 45 89 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 10 SMA/MA 100.0 %
TABEL  14 KABUPATEN/KOTA DEPOK TAHUN  2019 NO UNIT KERJA L P L + P L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
TABEL 15 KABUPATEN/KOTA DEPOK TAHUN  2019 TENAGA TEKNIS  KEFARMASIAN a APOTEKER L P L + P L P L + P L P L + P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
TABEL  17 KABUPATEN/KOTA DEPOK TAHUN  2019 JUMLAH % 1 2 3 4 1 PBI APBN 2,059 4.5 2 PBI APBD 1,188 2.6 3,247 7.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Surat pernyataan kesanggupan penanggung jawab teknis dan SIP dimana sarana kesehatan tersebut berada;3. Surat pernyataan kesanggupan masing-masing tenaga teknis/administrasi;

Tabel 67D : Pola penyakit penderita rawat inap di Rumah Sakit umur 5 – 44 tahun Kota Depok.

Petugas dalam memberikan dengan tulus dianggap sudah baik, hal ini dapat ditunjukkan oleh sebagian besar jawaban responden mengatakan sangat Tulus yaitu 5

Penelitian ini memperoleh hasil ada perbedaan yang signifikan suhu tubuh bayi dan suhu tubuh ibu setelah diberikan tindakan PMK, yaitu suhu tubuh bayi mengalami

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena menurunnya

Profil Kesehatan UPTD Puskesmas Abadijaya Tahun 2020 Page 15 penggunaan infus pada penderita, penyuluhan kepada masyarakat agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat

Sebagian lansia yang memiliki aktivitas bantuan penuh dikarenakan faktor usia sehingga memiliki kondisi fisik yang lemah dan status kesehatan yang kurang baik karena terkena

Kemudian sebayak 2 orang atau 5 % dari responden memberikan penilaian kinerja Puskesmas Rambah dilihat dari aspek responsive berada pada kategori tidak baik, dimana sebagian responden