• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Produk Awal

2. Desain Awal

Komik pembelajaran pertama yang dibuat dalam format PDF yang memiliki ukuran sebesar 16,6 MB sementara pada produk kedua sebesar 21 MB. Pembaca hanya perlu mengunduh satu kali sehingga kuota yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Komik dapat diakses melalui perangkat PC/ komputer dan handphone

dengan sistem prosesor android maupun IOS di mana saja dan kapan saja setelah diunduh. Komik akan diberikan pada siswa dalam bentuk file PDF yang berisi gambar dalam 9 halaman. Komik digital dapat diunduh melalui link Google Drive yang telah dibagikan peneliti. Komik selanjutnya dapat disebarkan melalui Google Classroom, email, aplikasi chat seperti Whatsapp, maupun diunduh

melalui website yang dibuat guru. Pembuatan media komik digital dilakukan dengan melalui beberapa tahapan, di antaranya:

a. Pembuatan Naskah Komik

Tahapan selanjutnya setelah penyusunan RPP adalah menentukan tema cerita yang sesuai dengan materi yang akan diangkat. Setelah tema dipilih, selanjutnya kerangka cerita disusun. Kerangka cerita berisi urutan cerita dari awal sampai akhir. Setelah kerangka cerita dibuat, selanjutnya dibuat tokoh-tokoh yang akan memerankan karakter dalam cerita beserta namanya. Dialog antar tokoh beserta adegan yang mampu menyampaikan materi kemudian dibuat.

b. Pembuatan Storyboard

Tahapan selanjutnya setelah menuliskan naskah adalah membuat storyboard. Storyboard merupakan desain sketsa gambar awal yang disusun

berurutan mengikuti naskah yang sudah dibuat sebelumnya. Storyboard dibuat dengan tujuan untuk memudahkan orang yang menggambar memahami alur cerita sehingga materi bisa tersampaikan dengan baik kepada pembaca. Contoh storyboard sederhana yang dibuat peneliti ditunjukkan pada gambar 4. 1.

Gambar 4. 1 Story Board c. Pembuatan Panel

Panel merupakan bingkai yang akan diisi gambar suatu adegan cerita dalam komik. Panel dibuat dengan tujuan agar gambar adegan lebih rapi dan memudahkan pembaca memahami susunan alur cerita. Jenis panel yang dipilih merupakan panel komik kombinasi. Panel jenis ini merupakan gabungan antara panel baris dan kolom pada satu halaman. Panel ini memiliki ciri khas yaitu susunan dan ukuran panel tidak beraturan. Berikut contoh panel dalam komik ditunjukkan oleh gambar 4. 2.

Gambar 4. 2 Panel d. Menggambar Sketsa dalam Bentuk Digital

Setelah panel digambar, selanjutnya panel diisi dengan gambar adegan.

Langkah pertama menggambar adegan adalah dengan menggambar sketsa.

Menggambar sketsa dimulai dari menggambar wajah, diikuti dengan anggota tubuh lainnya hingga ekspresi tokoh. Seluruh proses pembuatan produk dilakukan oleh peneliti sendiri. Contoh sketsa tokoh ditunjukkan pada gambar 4. 3.

Gambar 4. 3 Sketsa Digital e. Pewarnaan

Sketsa yang telah selesai dibuat kemudian diwarnai dengan warna yang menarik dan sesuai. Pemilihan warna harus diperhatikan agar tidak monoton namun juga tidak berlebihan agar tidak mengganggu pandangan pembaca.

Setelah diberi warna dasar, selanjutnya gambar diberi warna tambahan untuk menegaskan warna seperti bayangan pada wajah agar terlihat lebih nyata.

Proses pewarnaan sketsa ditunjukkan pada gambar 4. 4.

Gambar 4. 4 Proses Pewarnaan Sketsa f. Penambahan Gambar Ilustrasi dan Background

Selain gambar yang sudah dibuat langsung pada panel, ditambahkan juga gambar pendukung. Gambar pendukung ini di antaranya gambar ilustrasi dan gambar background. Gambar ilustrasi ditambahkan untuk memudahkan pembaca memahami contoh dengan melihat gambar aslinya. Beberapa gambar background dibuat terpisah untuk memudahkan penulis

menambahkan latar belakang yang sama tanpa proses menggambar ulang.

Tidak semua panel menggunakan background yang identik, sehingga perlu digambar satu per satu. Contoh penambahan background ditunjukkan pada gambar 4. 5.

Gambar 4. 5 Penambahan Background g. Penambahan balon teks dan narasi

Gambar adegan yang telah selesai dibuat kemudian ditambahkan narasi dan balon teks. Tujuan dibuatnya narasi adalah memberikan keterangan pada komik, baik keterangan untuk gambar maupun tempat dan waktu setiap adegan agar pembaca bisa lebih mudah memahami alur cerita. Balon teks dibuat untuk menampung dialog antar tokoh agar tidak bertabrakan dengan gambar pada adegan dan bisa lebih mudah dibaca. Dialog antar tokoh dibuat menyesuaikan alur cerita dan usia pembaca agar makna yang hendak disampaikan bisa sampai dengan baik kepada pembaca. Penambahan balon teks dan narasi ditunjukkan pada gambar 4. 6.

Gambar 4. 6 Proses Penambahan Teks dan Narasi h. Mengekspor komik

Komik yang telah selesai digambar dan diberi dialog kemudian diekspor.

Gambar diekspor dalam format PNG hal ini agar kualitas yang dihasilkan lebih baik.

i. Menyatukan potongan komik

Potongan-potongan komik yang telah diekspor kemudian disatukan ke dalam beberapa halaman. Komik yang telah disatukan kemudian diekspor dalam format pdf. Contoh setengah halaman komik ditunjukkan pada gambar 4. 7

Gambar 4. 7 Potongan Halaman Komik

j. Menggabungkan Seluruh Halaman Menjadi Satu PDF

Halaman halaman komik yang sudah diunduh dari aplikasi Canva kemudian disatukan menjadi satu file. Komik disatukan agar lebih ringkas dan mudah diakses.

Komik digital yang dikembangkan terdiri dari beberapa komponen yang menjadi suatu kesatuan. Bagian-bagian tersebut di antaranya:

a. Cover Komik

Gambar 4. 8 Cover Komik

Cover merupakan tampilan awal komik. Cover pada komik pembelajaran yang dikembangkan peneliti berisi identitas komik di antaranya, judul materi, mata pelajaran, kelas, dan identitas kreator. Pada cover terdapat gambar tumbuhan, hewan, jamur, bakteri, dan protista. Gambar yang dipilih peneliti untuk dicantumkan pada cover masing-masing mewakili kelima kingdom yang terdapat dalam klasifikasi makhluk hidup.

b. KD dan IPK

Gambar 4. 9 KD dan IPK

Setelah cover, yang selanjutnya ditampilkan adalah identitas singkat materi yang diangkat dalam komik pembelajaran yang dikembangkan.

Identitas yang dimuat di antaranya kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi.

c. Muatan Komik

Gambar 4. 10 Muatan Komik

Komponen selanjutnya yang ditampilkan adalah muatan komik.

Komponen ini berisi daftar materi yang dibahas dan diurutkan dari awal hingga akhir. Daftar ini juga disertai dengan nomor halaman di setiap materinya dengan tujuan untuk memudahkan pembaca mencari materi tertentu.

d. Perkenalan Tokoh

Gambar 4. 11 Perkenalan Tokoh

Bagian ini memuat siapa saja tokoh yang berperan dalam cerita komik yang dikembangkan. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan tokoh yang berperan kepada pembaca. Komponen ini memuat gambar masing-masing tokoh yang memperkenalkan diri. Tokoh yang berperan dalam komik yang dikembangkan peneliti di antaranya, Yara, Kris, Shallen, Kenzo, dan Pak Rano. Yara, Kris, Shallen, dan Kenzo dalam komik ini berperan sebagai siswa kelas 10 yang sedang mendiskusikan materi klasifikasi makhluk hidup dalam kegiatan mereka sehari-hari. Pak Rano berperan sebagai guru biologi yang

akan memvalidasi materi presentasi Yara yang sudah didiskusikan bersama teman-temannya.

e. Materi Komik

Gambar 4. 12 Potongan Materi Komik

Materi komik merupakan komponen inti dari komik yang dikembangkan peneliti. Bagian ini berisi materi yang hendak disampaikan peneliti kepada pembaca melalui dialog antar tokoh dan ilustrasi. Materi komik terdiri dari beberapa sub cerita yang berlatar tempat dan waktu yang berbeda-beda.

Potongan materi f. Penutup Komik

Gambar 4. 13 Penutup Komik

Gambar 4.13 menunjukkan bagian akhir dari komik ini yang menampilkan adegan singkat Yara yang melakukan presentasi materi klasifikasi makhluk hidup yang dia kumpulkan bersama teman-temannya disepanjang isi cerita komik. Akhir cerita akan menampilkan validasi semua materi presentasi dari guru biologi.

Media komik yang bergambar dan berwarna diharapkan dapat menarik minat belajar siswa, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami. Komik yang dikembangkan dibuat berbasis digital agar dapat dengan mudah diakses oleh siswa dan guru di mana saja. Peneliti melihat pengembangan komik berbasis digital pada materi klasifikasi makhluk hidup kelas X sesuai dengan kebutuhan pembelajaran jarak jauh.

Dokumen terkait