BAB III METODOLOGI PENELITIAN
B. Desain dan Prosedur Pengembangan
Desain dan prosedur pengembangan pada penelitian ini model pengembangan 4-D. Model pengembangan 4-D tersebut, terdiri dari empat tahap pengembangan, diantaranya define, design, develop dan disseminate (Trianto, 2009: 189). Pada prosedur penelitian ini hanya sampai pada tahap yang ketiga yaitu sampai pada tahap develop. Model pengembangan penelitian ini dipilih karena model ini digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan perangkat pembelajaran, uraiannya tampak lebih lengkap dan sistematis.
Berikut penulis uraikan tahapan pengembangannya.
1. Tahap Define (Tahap Pendefenisian)
Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan di lapangan, untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang sedang berlangsung di lapangan dan untuk mencari solusi dari yang dibutuhkan di lapangan. Pada tahapan ini dilakukan beberapa langkah diantaranya:
47
48
a. Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara wawancara dengan guru bidang studi Fiqih di MIN Sungai Tarab.
Wawancara dengan guru bidang studi Fiqih di MIN Sungai Tarab bertujuan untuk mengetahui masalah, serta hambatan-hambatan yang terjadi dalam pembelajaran Fiqih. Baik hambatan dan masalah tersebut datang dari luar atau dari dalam sekolah, dan hambatan bisa datang dari guru itu sendiri maupun siswanya.
b. Menganalisis silabus Fiqih kelas V MIN Sungai Tarab materi untuk semester 2.
Bagian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah materitata cara ibadah haji yang diajarkan sudah sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada mata pelajaran Fiqih.
c. Menganalisis buku paket Fiqih sebelum merancang modul pembelajaran Hal ini dilakukan bertujuan untuk melihat kelebihan dan kekurangan modul, sehingga terlihat manfaat serta keuntungan dari penggunaan modul dalam pembelajaran. Adapun kelebihan dari belajar menggunakan modul ialah memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri, bisa berpartisipasi aktif dalam belajar, membuat belajar siswa jadi menyenangkan, tercapainya tujuan pembelajaran efektif dan efisien.
Selain dari kelebihan juga terdapat kelemahan yaitu memerlukan biaya yang banyak untuk penggandaannya.
d. Mereview literatur tentang modul
Bagian ini bertujuan untuk mengetahui format penulisan modul agar modul dapat dirancang dengan baik dan semenarik mungkin.
Sehingga modul tersebut dapat dipahami dan dipelajari siswa secara mandiri tanpa bantuan guru. Dengan demikian dalam modul harus memuatpetunjuk penggunaan modul, materi, lembar kerja siswa, dan evaluasi.
2. Tahap Design (Tahap perancangan)
Pada tahap ini perlu analisis literatur tentang modul yang dirancang yaitu untuk tahapan Design ini mulai merancang modul bergambar
berbantuan peta konsep (concept mapping) yang sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang telah ditentukan. Itu dilakukan untuk menentukan konsep materi yang akan dimuat di dalam modul. Konsep materi dikembangkan dengan menarik agar bisa dipahami oleh siswa dengan mudah.Dengan demikian dalam modul harus memuatpetunjuk penggunaan modul, materi, lembar kerja siswa, dan evaluasi.
Memahami modul agar siswa mudah mempelajarinya, dimuatlah gambar-gambar di setiap materi yang membutuhkan gambar, gambar yang disajikan dalam modul berbentuk gambar jadi yaitu gambar jadi dari segi bentuk kehidupan nyata dan gambar kartun muslim sesuai kebutuhan materi seperti gambar hewan kurban dan haji berupa visualisasi dalam bentuk ilustrasi yang dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti internet, Koran, majalah dan media sosial lainnya yang didesain dengan berwarna dan beragam bentuk gambar.
Gambar juga diberikan penjelasan dan do’a-do’a sesuai kebutuhan dari materi tersebut. Sehingga modul yang memuat gambar dapat meningkatkan semangat, menarik perhatian dan memotivasi siswa untuk mempelajari modul. Selanjutnya dalam modul akan dirancang peta konsep untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sehingga diberi penekanan setiap materi. Tidak hanya itu sebagai penunjang dalam melaksanakan evaluasi juga dibuat peta konsep yang akan membantu siswa mengingat materi, peta konsep yang dirancang yaitu berupa peta konsep kosong yang akan diisi oleh siswa.
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan pada tahap perancangan ini ialah:
a. Merancang modul dimulai dari menyusun kerangka modul, jenis huruf yang akan digunakan, ukuran huruf, serta warna yang akan digunakan di dalam modul.
b. Merancang modul yang dimulai dari:
1) Cover modul, yang terdiri dari judul, tabel identitas siswa, nama penulis dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi.
50
2) Modul bergambar berbantuan peta konsep (concept mapping) dirancang memuat materi ketentuan kurban, tata cara ibadah haji dan umrah pada mata pelajaran Fiqih kelas V untuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Tarab.
3) Modul didesain sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
4) Modul yang dirancang terdapat petunjuk untuk guru dalam penggunaan modul bergambar berbantuan peta konsep (concept mapping).
5) Modul yang dirancang terdapat lembar kegiatan siswa, yaitu pada setiap materi pembelajaran dilengkapi dengan gambar-gambar terkait dengan materi tersebut, sehingga siswa tertarik dan termotivasi mempelajari modul.
6) Gambar yang disajikan dalam modul berbentuk gambar jadi yaitu gambar jadi dari segi bentuk kehidupan nyata dan gambar kartun muslim sesuai kebutuhan materi seperti gambar hewan kurban dan haji berupa visualisasi dalam bentuk ilustrasi yang dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti internet, Koran, majalah dan media sosial lainnya yang didesain dengan berwarna dan beragam bentuk gambar.
7) Modul bergambar dilengkapi dengan penjelasan gambar atau narasi serta bacaan niat dan do’a yang dibutuhkan dalam penjelasan materi.
8) Modul pada setiap materi juga dibantu dengan peta konsep (concept mapping) untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik- topik agar lebih konkrit, meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan siswa dapat berfikir secara sistematis terhadap materi.
9) Modul yang dirancang terdapat lembar kerja siswa.
10) Modul yang dirancang terdapat lembaran tes, yaitualat evaluasi yang dipergunakan untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan yang telah dirumuskan di dalam modul. Lembar evaluasi juga dibantu dengan
peta konsep sehingga siswa dapat mengisi peta konsep yang kosong sesuai instruksi dari soal dan peta konsep telah dirancang terlebih dahulu oleh penulis. Hal ini bertujuan agar dari evaluasi ini siswa dapat membantu ingatan siswa secara sistematis terhadap materi terutama urutan tata cara berkurban, tata cara ibadah haji dan umrah yang baik dan benar.
11) Modul yang dirancang didesain dengan warna-warna yang beragam.
12) Modul yang dirancang diketik dengan tulisan Comic Sans MS.
3. Tahap Develop (Tahap Pengembangan)
Pada tahap perancangan dikonsultasikan dengan pembimbing apakah modul sudah layak untuk divalidasi atau belum, jika belum diperbaiki sampai layak. Pada tahap pengembanganterdiri dari tahap validasi dan tahap praktikalitas. Adapun langkah-langkah yang dilakukan pada tahap validasi dan praktikalitas, sebagai berikut:
a. Tahap validasi
Tahap ini dilakukan penilaian terhadap produk yang dibuat.Penilaian tersebut dilakukan oleh dua orang dosen dan satu guru.
1) Validasi modul bergambar berbantuan peta konsep, pada tahap ini penulis melakukan validasi terhadap modul yang dikembangkan.
Yaitu dengan melalui validasi isi yaitu apakah modul yang dirancang sesuai dengan silabus pembelajaran, dan validasi konstruk yaitu kesesuaian unsur-unsur modul yang dirancang dengan indikator yang ditetapkan.
Pada modul ini, uji validitas dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Meminta kesediaan para pakar untuk menjadi validator dari modul yang dikembangkan.
b) Meminta validator untuk memberikan saran, kritikan serta penilaian terhadap modul.
c) Melakukan revisi terhadap modul sesuai saran dari validator.
Adapun aspek-aspek yang divalidasi dapat dilihat Dibawah ini:
52
Table 3.1 Aspek-aspek Validasi Modul Bergambar Berbantuan Peta Konsep (concept mapping)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan pegangan bagi guru untuk menyiapkan, menyelenggarakan, dan mengevaluasi hasil kegiatan belajar dan pembelajaran (Abdorrakhman, 2013: 224).
RPP harus ada dalam sebuah proses pembelajaran agar proses pembelajaran tersusun dan lebih terarah untuk mencapai dari tujuan pembelajaran. Validasi RPP, meminta bantuan kepada para pakar sebagai validator untuk memvalidasi RPP.
Adapun aspek-aspek validasi adalah:
Table 3.2 Aspek-aspek Validasi RPP Modul Bergambar Berbantuan Peta Konsep (concept mapping)
1 Format RPP Diskusi dengan
validator dan pakar pendidikan
Lembar validasi 2 Isi RPP
3 Bahasa yang digunakan
3) Validasi angket respon
Lembar validasi angket respon berisi aspek-aspek yang dirumuskan, antara lain.
Tabel 3.3 Validasi Angket Respon Modul Bergambar Berbantuan Peta Konsep
No Aspek Metode
Pengumpulan Data Intrumen 1 Format angket Diskusi dengan
validator dan pakar pendidikan
Lembar validasi 2 Bahasa yang digunakan
3 Butir pertanyan angket b. Tahap praktikalitas
Pada tahap praktikalitas ini dilakukan uji coba terbatas di suatu kelas V MIN Sungai Tarab. Uji coba ini dilakukan untuk melihat praktikalitas atau keterpakaian dari produk yang dikembangkan.
Table 3.4 Aspek praktikalitas modul bergambar berbantuan peta konsep (concept mapping)
No Aspek Metode pengumpulan data Instrument
1 Kepraktisan modul bergambar berbantuan peta konsep.
Pengisian angket respon oleh siswa
Lembar angket respon Rancangan penelitian di atas dapat digambarkan dalam prosedur penelitian yang dapat dilihat dari bagan dibawah ini.
54
Gambar 3.1 Prosedur Penelitian Tahap Define
1. Analisis kebutuhan, dengan wawancara dengan guru bidang studi Fiqih,tentang masalah yang ada di MIN Sungai Tarab.
2. Analisis silabus Fiqih kelas V MIN Sungai Tarab 3. Analisi buku paket Fiqih
4. Review literatur modul
Tahap design
Merancang modul bergambar berbantuan peta konsep materi ketentuan berkurban, tata cara ibadah haji dan umrah.
Tahap develop
Validasi modul bergambar berbantuan peta konsep
Ya
Tidak
Ya Praktikalitas
Valid Revisi
Tidak
Uji coba terbatas di kelas V MIN untuk melihat praktikalitas
Revisi
Modul bergambar berbantuan peta konsep materi ketentuan berkurban, tata cara ibadah haji dan umrah yang valid dan praktis.