• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Kualitas Produk Hasil Pengembangan

Kualitas produk hasil pengembangan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah produk yang valid dan praktis. Kevalidan suatu produk terlihat setelah dilakukan validitas oleh validator.

Selanjutnya dalam menentukan produk yang dihasilkan adalah produk yang praktis maka dilakukanlah uji praktikalitas.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengembangan

Berdasarkan penelitian pada BAB IV ini mengenai pengembangan modul bergambar berbantuan peta konsep (Concept Mapping) pada mata pelajaran fiqih kelas V di MIN Sungai Tarab yang telah dilakukan, penulis akan memaparkan hasil penelitian. Sebelumnya desain dan prosedur pengembangan pada penelitian ini model pengembangan 4-D, namun prosedur penelitian ini hanya sampai pada tahap ketiga yaitu sampai pada tahap develop. Berikut hasil penelitian:

1. Hasil Tahap Define (Tahap Pendefenisian)

Tahap pendefinisian dilakukan melalui analisis muka belakang untuk selanjutnya digunakan dalam merancang prototipe. Prototipe modul bergambar berbantuan peta konsep pada mata pelajaran Fiqih dirancang berdasarkan hasil analisis muka belakang yang dilakukan di MIN 1 Sungai Tarab, kegiatan ini dimulai wawancara dengan guru bidang studi fiqih kelas V MIN 1 Sungai Tarab, menganalisis silabus pembelajaran fiqih kelas V MIN 1 Sungai Tarab semester 2, menganalisis buku teks pembelajaran fiqih kelas V semester 2 dan mereview literatur tentang modul.

Berikut diuraikan hasil analisis muka belakang:

a. Hasil Wawancara dengan Guru Bidang Studi Fiqih di MIN 1 Sungai Tarab

Penulis melakukan wawancara dengan guru bidang studi Fiqih di Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN) Sungai Tarab, Sastra Deni R, S.Pd.I M.Pd.I hari Rabu tanggal 8 November 2017,peneliti mendapat informasi bahwa di Madrasah tersebut sudah menjalankan kurikulum 2013 namun, buku guru dan buku siswa dari pemerintah belum di dapatkan bagi guru dan siswa terkhususnya bidang study fiqih, sehingga dalam pembelajaran guru hanya memakai satu buku paket yang ada untuk dijadikan pedoman dalam mengajar yaitu buku

61

62

karangan Abdul Mutholib, Fiqih untuk Madrasah Ibtidaiyah Kelas V, (Jakarta: Arya Duta, 2008). Saat guru memberikan materi pelajaran, materi yang disampaikan tersebut hanya atas usaha sendiri dalam mencari bahan, disebabkan tidak adanya sumber yang bisa dijadikan sebagai panduan, baik berupa modul biasa.Ada beberapa siswa menggunakan buku paket yang tersedia di perpustakaan namun tidak semua siswa dapat memiliki disebabkan keterbatasan ketersediaan di perpustakaan sekolah hal ini menyebabkan siswa lebih banyak menggunakan LKS namun masih sangat minim materi, dan penjelasan yang kurang mendalam serta gambar dalam LKS tersebut masih kurang.Siswa belum memiliki bahan ajar berupa modul.Jadi, di sekolah Madrasah tersebut belum ada terdapat modul dalam pembelajaran Fiqih.Dengan demikian masih perlu disempurnakan dan dikembangkan lagi bahan ajar yang dapat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran secara mandiri serta divariasikan dengan berbagai media dan sumber pembelajaran yang dapat mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuan.

Menyikapi permasalahan yang ada di atas, diperlukan pengembangan bahan ajar yang menarik, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif, efisien dan tercapainya tujuan pembelajaran serta timbul dari dalam diri siswa rasa ingin tahu dan mampu memecahkan masalah-masalah yang ditemuinya dalam proses pembelajaran. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah modul. Modul merupakan bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri (Ali, 2011: 149). Dan modul adalah suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas.

Dalam hal ini penulis tertarik untuk mendesain sebuah bahan ajar berbentuk modul.

Sebuah modul boleh menggunakan berbagai media, teknik, metode dan strategi tertentu. Hal ini bertujuan agar modul yang dihasilkan lebih menarik siswa untuk dipelajari dan dibacanya, tidak monoton dan membosankan E-journal: (Perima: 11). Modul yang penulis sarankan adalah modul bergambar berbantuan peta konsep (Concept Mapping). Dimana peserta didik bisa menemukan informasi secara mandiri tanpa bergantung pada guru yang selama ini bertugas sebagai penyampai informasi, yang mana sebelumnya siswa belajar banyak menggunakan waktu untuk mendengarkan dan mencatat materi yang diterangkan guru di depan kelas.

Modul bergambar berbantuan peta konsep (concept mapping) merupakan sebuah bahan ajar yang dapat memupuk sikap dinamis dan aktif pada diri siswa, karena siswa dituntut untuk memecahkan masalah-masalah yang ditemuinya dalam proses pembelajaran, siswa juga dapat belajar mandiri tanpa terikat dengan waktu dan tempat serta meningkatkan motivasi siswa, karena setiap mengerjakan tugas pelajaran dibatasi dengan jelas dan sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa terutama pada saat melaksanakan evaluasi. Dan pada saat mengerjakan evaluasi siswa dapat memaparkan topik-topik dalam materi terutama tata cara berqurban, pelaksanaan ibadah haji dan umrah mengurutkan dari awal pelaksanaannya sampai akhir dengan bantuan peta konsep. Siswa bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru karena siswa telah memiliki bahan ajar sebagai bahan acuan untuk belajar.

b. Hasil Analisis Silabus Fiqih Kelas V MIN 1 Sungai Tarab

Penulis mengambil semua materi yang terdapat dalam semester 2, yaitu tentang ketentuan kurban, tata cara haji dan tata cara umrah yang sesuai dengan pengembangan modul yang penulis lakukan.

Materi pembelajaran Fiqih kelas V di MIN Sungai tarab semester 2 terdapat beberapa kompetensi dasar dan indikator berikut penjabarannya:

64

1) Materi kurban Kompetensi dasar:

1.1 Menghayati hikmah ketentuan kurban

2.1 Menunjukkan sikap rela menerima ketentuan kurban 3.1 Memahami ketentuan kurban

4.1 Mendemonstrasikan tata cara berqurban Indikator Pencapaian Kompetensi:

3.1.1 Menyebutkan pengertian kurban 3.1.2 Menyebutkan dalil kurban

3.1.3 Menyebutkan waktu, syarat dan hikmah kurban 3.1.4 Menjelaskan tata cara menyemblih hewan kurban.

2) Materi haji

Kompetensi Dasar:

1.2 Meyakini haji merupakan perintah Allah SWT

2.1 Membiasakan perilaku disiplin dan tanggung jawab serta peduli sebagai implementasi dari pemahaman terhadap ketentuan ibadah

3.2 Memahami tata cara haji 4.2 Mensimulasikan tata cara haji

Indikator Pencapaian Kompetensi:

3.2.1 Menyebutkan pengertian haji 3.2.2 Menyebutkan dalil haji 3.2.3 Menyebutkan syarat haji

3.2.4 Menyebutkan rukun, wajib dan sunnah haji 3.2.5 Menyebutkan larangan haji

3.2.6 Menjelaskan tata cara ibadah haji 3) Materi umrah

Kompetensi Dasar:

1.1 Meyakini umrah merupakan perintah Allah SWT

2.3 Membiasakan perilaku disiplin dan tanggung jawab serta peduli sebagai implementasi dari pemahaman terhadap ketentuan ibadah

3.3 Memahami tata cara umrah 4.3 Mensimulasikan tata cara umrah

Indikator Pencapaian Kompetensi:

3.3.1 Menyebutkan pengertianumrah 3.3.2 Menyebutkan dalil umrah

3.3.3 Menyebutkan syarat dan rukun umrah

3.3.4 Menjelaskan larangan umrah dan tata cara umrah 3.3.5 Menyebutkan perbedaan haji dan umrah

Alasan penulis memilih materi fiqih kelas V semester 2 adalah karena penulis melihat dalam KI, KD dan Indikator dari pembelajaran fiqih kelas V semester 2 salah satunya siswa mampu mendemonstrasikan tata cara pelaksanaannya, oleh sebab itu siswa tidak hanya memahami konsep materi saja tetapi mampu mempraktekkan baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari dengan bantuan gambar dan peta konsep serta siswa mampu memecahkan masalah-masalah dalam materi pembelajaran.

Gambar dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman. Adapaun manfaat media gambar dalam proses instruksional adalah penyampaian dan penjelasan mengenai informasi, pesan, ide, dan sebagainya dengan tanpa banyak menggunakan bahasa-bahasa verbal, tetapi dapat lebih memberi kesan (Abhanda, 2010: 87). Adapun peta konsep bertujuan untuk membantu memahami macam-macam konsep yang ditanamkan di topik lebih besar yang diajarkan, membantu mengorganisasikan informasi sebelum informasi tersebut dipelajari atau dijabarkan (Trianto, 2009:

158). Jadi peta konsep dapat merangsang siswa berfikr secara logis

66

dan sistematis terutama pada materi mengenai urutan tata cara pelaksanaannya.Maka modul bergambar berbantuan peta konsep dibuat sesuai materi yang dipilih yaitu pada materi fiqih kelas V semester 2.

c. Hasil Analisis Buku Teks Pembelajaran Fiqih Kelas V Semester Dua Hasil analisis buku paket yang dijadikan pegangan guru dalam pembelajaran fiqih, yaitu buku terbitan Arya Duta dengan judul fiqih untuk Madrasah Ibtidaiyah kelas V karangan Abdul Mutholib materi kurban, haji dan umrah secara umum buku paket yang tersedia masih kurangnya penekanan terhadap materi. Penjabaran materi dalam buku paket masih kurang rinci dan kurang mendalam. Bahasa yang digunakan dalam buku tersebut masih kurang menarik untuk mengajak siswa belajar aktif secara mandiri dan dilihat dari segi gambar masih kurang. Dalam buku tersebut latihan-latihan yang dicantumkan masih kurang.

Materi kurang didukung dengan gambar yang berkaitan dengan materi. Sehingga menyebabkan siswa terikat dengan penjelasan guru dan siswa kurang mengaplikasikan materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pada materi terutama urutan tata cara ibadah haji membutuhkan gambar karena dari materi tersebut dalam indikator pencapaian kompetensi adanya tata cara ibadah haji, sehingga membutuhkan gambar agar tidak menimbulkan keraguan dalam praktek dan memotivasi diri siswa untuk belajar tata cara ibadah haji agar tidak membosankan bagi siswa. Dengan demikian, modul Fiqih bergambar berbantuan peta konsep dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan siswa MIN kelas V terhadap bahan ajar, berdasarkan silabus yang dikembangkan di MIN Sungai Tarab.

d. Hasil Review Literatur Tentang Modul

Pengembangan modul bertujuan untuk membantu siswa agar bisa belajar secara mandiri dan berkelompok sesuai dengan kecepatan yang mereka miliki masing-masing, untuk modul harus memiliki

kriteria yang tepat dalam proses pembelajaran, dimana modul memiliki kelebihan yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi, meningkatkan motivasi siswa, memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif baik dengan belajar kelompok ataupun sendiri, serta memberikan pengalaman yang nyata bagi siswa.

Pengembangan modul kali ini adalah modul bergambar berbantuan peta konsep (concept mapping) yang sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator yang telah ditentukan. Itu dilakukan untuk menentukan konsep materi yang akan dimuat di dalam modul.

Konsep materi dikembangkan dengan menarik agar bisa dipahami oleh siswa dengan mudah. Dengan demikian dalam modul harus memuat petunjuk penggunaan modul, materi, lembar kerja siswa, dan evaluasi.

Memahami modul agar siswa mudah mempelajarinya, dimuatlah gambar-gambar di setiap materi yang membutuhkan gambar, gambar yang disajikan dalam modul berbentuk gambar jadi yaitu gambar jadi dari segi bentuk kehidupan nyata dan gambar kartun muslim sesuai kebutuhan materi seperti gambar hewan kurban dan haji berupa visualisasi dalam bentuk ilustrasi yang dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti internet, Koran, majalah dan media sosial lainnya yang didesain dengan berwarna dan beragam bentuk gambar.

Gambar juga diberikan penjelasan dan do’a-do’a sesuai kebutuhan dari materi tersebut. Sehingga modul yang memuat gambar dapat meningkatkan semangat, menarik perhatian dan memotivasi siswa untuk mempelajari modul. Selanjutnya dalam modul akan dirancang peta konsep untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sehingga diberi penekanan setiap materi. Tidak hanya itu sebagai penunjang dalam melaksanakan evaluasi juga dibuat peta konsep yang akan membantu siswa mengingat materi, peta konsep

68

yang dirancang yaitu berupa peta konsep kosong yang akan diisi oleh siswa.

Adapun gambaran dari modul yang penulis kembangkan ialah:

1) Merancang modul dimulai dari menyusun kerangka modul, jenis huruf yang akan digunakan, ukuran huruf, serta warna yang akan digunakan di dalam modul.

2) Merancang modul yang dimulai dari:

a) Cover modul, yang terdiri dari judul, tabel identitas siswa, nama penulis dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi.

b) Modul bergambar berbantuan peta konsep (concept mapping) dirancang memuat materi ketentuan kurban, tata cara ibadah haji dan umrah pada mata pelajaran Fiqih kelas V untuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sungai Tarab.

c) Modul didesain sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.

d) Modul yang dirancang terdapat petunjuk untuk guru dalam penggunaan modul bergambar berbantuan peta konsep (concept mapping).

e) Modul yang dirancang terdapat lembar kegiatan siswa, yaitu pada setiap materi pembelajaran dilengkapi dengan gambar-gambar terkait dengan materi tersebut, sehingga siswa tertarik dan termotivasi mempelajari modul.

f) Gambar yang disajikan dalam modul berbentuk gambar jadi yaitu gambar jadi dari segi bentuk kehidupan nyata dan gambar kartun muslim sesuai kebutuhan materi seperti gambar hewan kurban dan haji berupa visualisasi dalam bentuk ilustrasi yang dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti internet, Koran, majalah dan media sosial lainnya yang didesain dengan berwarna dan beragam bentuk gambar.

g) Modul bergambar dilengkapi dengan penjelasan gambar atau narasi serta bacaan niat dan do’a yang dibutuhkan dalam penjelasan materi.

h) Modul pada setiap materi juga dibantu dengan peta konsep (concept mapping) untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik- topik agar lebih konkrit, meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan siswa dapat berfikir secara sistematis terhadap materi.

i) Modul yang dirancang terdapat lembar kerja siswa.

j) Modul yang dirancang terdapat lembaran tes, yaitualat evaluasi yang dipergunakan untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan yang telah dirumuskan di dalam modul. Lembar evaluasi juga dibantu dengan peta konsep sehingga siswa dapat mengisi peta konsep yang kosong sesuai instruksi dari soal dan peta konsep telah dirancang terlebih dahulu oleh penulis. Hal ini bertujuan agar dari evaluasi ini siswa dapat membantu ingatan siswa secara sistematis terhadap materi terutama urutan tata cara berkurban, tata cara ibadah haji dan umrah yang baik dan benar.

k) Modul yang dirancang didesain dengan warna-warna yang beragam.

l) Modul yang dirancang diketik dengan tulisan Comic Sans MS.

Modul bergambar berbantuan peta konsep ini bertujuan agar siswa dapat memahami bahan ajar dengan adanya gambar-gambar yang menarik dan dapat memperjelas materi yang ada pada bahan ajar dan dibantu dengan peta konsep bertujuan untuk membantu memahami macam-macam konsep yang ditanamkan di topik dan bertujuan untuk mengingat kembali pokok-pokok topik atau sub-sub topik dari informasi yang telah dipelajari. Siswa dapat berfikir secara logis dan sistematis dari materi yang sudah dipelajari dalam bentuk peta konsep.

70

2. Hasil Tahap Design (Tahap Perancangan)

Modul bergambar berbantuan peta konsep pada pembelajaran Fiqih yang dirancang dan dikembangkan adalah untuk materi Fiqih kelas V semester 2 tentang kurban, haji dan umrah.

Modul yang dirancang dan yang dikembangkan bergambar berbantuan peta konsep (Concept Mapping) membantu siswa untuk dapat mendemonstrasikan hasil temuannya dan mengajak anak untuk melihat yang terdapat dilingkungan sekitar anak tersebut.

Berikut ini diuraikan rancangan modul fiqih bergambar berbantuan peta konsep yang telah dirancang:

a. Cover modul dibuat gambar kartun yang berhubungan dengan materi yaitu gambar keluarga mengenakan pakaian ihram di belakangnya ka’bah dan gambar penyembelihan hewan kurban. Hal ini bertujuan untuk menarik minat pembaca dan mengaitkan gambar dengan isi dalam modul. Selain itu pada cover terdiri dari judul, judul materi, tabel identitas siswa, dan nama penulis.

Berikut contohnya:

Gambar 4.1 Cover Modul

b. Daftar isi, yang bertujuan untuk memudahkan siswa mencari dan menemukan halaman yang hendak dilihatnya. Daftar isi dibuat dengan tulisan Comic Sans MS berukuran 22 untuk judul dan isi berukuran 14.

Berikut contohnya:

Gambar 4.2 Daftar Isi Modul

c. Di dalam modul terdapat petunjuk penggunaan modul untuk guru dan untuk siswa, hal ini bertujuan agar guru serta siswa dapat dengan mudah menggunakan modul. Petunjuk penggunaan modul dibuat dengan tulisan Comic Sans MS berukuran 20 untuk judul dan isi berukuran 14. Berikut contohnya:

72

Gambar 4.3 Petunjuk penggunaan modul

d. Modul terdapat peta konsep, tampilan peta konsep dirancang untuk memudahkan siswa dalam memahami materi yang nanti akan di pelajarinya, tampilan peta konsep ini diberi masukan dalam penyempurnaan burfungsi agar siswa dapat memahami isi dari modul.

Berikut contohnya:

Gambar 4.4 Peta Konsep

e. Modul dibuat sesuai dengan Kompetensi Inti, kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien serta dapat mengetahui apa yang akan dicapai setelah belajar tersebut. Berikut contohnya:

Gambar 4.5KI, KD dan Indikator pencapaiannya

74

f. Modul yang dirancang terdapat lembar kegiatan siswa yang berisi materi tentang kurban, haji dan umrah pada setiap materi pembelajaran dilengkapi dengan gambar-gambar. Gambar yang disajikan dalam modul berbentuk gambar jadi yaitu gambar jadi dari segi bentuk kehidupan nyata dan gambar kartun muslim sesuai kebutuhan materi seperti gambar hewan kurban dan haji berupa visualisasi dalam bentuk ilustrasi yang dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti internet, Koran, majalah dan media sosial lainnya yang didesain dengan berwarna dan beragam bentuk gambar. Gambar tersebut dibuat agar siswa tertarik dan termotivasi mempelajari modul. Berikut contohnya:

Gambar 4.6 Lembar Kegiatan Siswa

g. Modul pada setiap materi juga dibantu dengan peta konsep (concept mapping) untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik- topik agar lebih konkrit, meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan siswa dapat berfikir secara sistematis terhadap materi. Berikut contohnya:

Gambar 4.7 Peta konsep dalam materi

76

h. Modul yang dirancang terdapat lembar kerja siswa. Berikut contohnya:

Gambar 4.8 Lembar Kerja Siswa

i. Modul yang dirancang terdapat lembaran tes, yaitualat evaluasi yang dipergunakan untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan yang telah dirumuskan di dalam modul. Lembar evaluasi juga dibantu dengan peta konsep sehingga siswa dapat mengisi peta konsep yang kosong sesuai instruksi dari soal dan peta konsep telah dirancang terlebih dahulu oleh penulis. Hal ini bertujuan agar dari evaluasi ini siswa dapat membantu ingatan siswa secara sistematis terhadap materi terutama urutan tata cara berkurban, tata cara ibadah haji dan umrah yang baik dan benar.

Berikut contohnya:

Gambar 4.9 Lembar Evaluasi

3. Hasil Tahap Develop (Tahap Pengembangan)

Tahap develop (tahap pengembangan) dilakukan dengan prosedur dalam tahap penilaian (assessment). Tahap penilaian dilakukan dengan tahap validasi dan tahap praktikalisasi.

a. Hasil Tahap Validasi Prototipe

Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang dilporan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Bila peneliti membuat laporan yang tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada obyek maka data tersebut dapat dikatakan tidak valid (Sugiyono, 2013: 267).

Prototipe modul yang telah dirancang dan didiskusikan dengan pembimbing selanjutnya divalidasikan oleh dosen yang terdiri atas 2 orang dosen, dan 1 orang guru Fiqih, jadi terdiri dari 3 orang validator. Setelah divalidasikan, peneliti berdiskusi langsung dengan validator tentang kevalidan prototipe yang dirancang serta meminta

78

saran-saran untuk perbaikan prototipe. Berikut diuraikan hasil validasi prototipe dan instrumen penelitian yang telah dirancang.

1) Hasil validasi modul fiqih bergambar berbantuan peta konsep Modul pembelajaran Fiqihbergambar berbantuan peta konsep berisi materiketentuan kurban, tata cara haji dan umrah untuk siswa kelas V semester dua. Lembar validasi modul pembelajaran Fiqihbergambar berbantuan peta konsep dapat dilihat secara lengkap pada lampiran. Berikut tabelnya:

Tabel 4.1 Data hasil Perhitungan Koefisien Aiken untuk Validasi Modul Bergambar Berbantuan Peta Konsep (Concept Mapping) Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil validasi modul fiqih bergambar berbantuan peta konsep (Concept Mapping) pada setiap aspek berkisarantara0,81 hingga0,98. Secara keseluruhan modul bergambar berbantuan peta konsep pada pembelajaran Fiqih menunjukkan nilai indeks sebesar 0,98dengan kategori sangat valid.

Hal ini menunjukan bahwa modul pembelajaran Fiqih bergambar berbantuan peta konsep yang dikembangkan telah valid dari ke 6 aspek tersebut. Dalam pengembangannya masing-masing penilian

yang di berikan oleh validator, tiap-tiap validator memberikan nilai yang sangat baik dan memuaskan.

Dilihat dari skor yang diberikan oleh masing-masing validator terhadap modul pembelajaran Fiqih bergambar berbantuan peta konsep yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak dilakukan uji cobakan kepada siswa kelas V MIN Sungai Tarab yang jumlah siswanya dalam 1 kelas sebanyak 32 orang.

Modul mudah dipahami karena memiliki identitas, kejelasan materi pokok dengan rinciannya, memiliki petunjuk yang mudah dipahami siswa dan dapat mendorong siswa untuk bisa belajar baik perorangan maupun berkelompok sehingga siswa dapat menyelesaikan pembelajaran dengan kemampuan masing-masing.

Modul juga memiliki penampilan yang menarik. Tulisan yang digunakan dalam modul juga sudah jelas dan menarik.Namun masih ada beberapa masukan dan saran dari validator yang digunakan untuk revisi.

Revisi yang disarankan oleh validator, secara garis besar perubahan yang terdapat dalam modul adalah sebagai berikut:

a) Validator menyarankan pada bagian cover tulisan judulnya diperbesar, agar tulisannya lebih kelihatan.

80

Sebelum revisi

Sesudah revisi

b) Validator menyarankan pada bagian peta konsep tulisannya diperbesar, agar lebih jelas dan menarik.

Sesudah revisi

Sesudah revisi

c) Validator menyarankan gambar yang berkaitan materi dalam modul usahakan di ambil gambarnya sendiri. Jadi penulis merubah gambar yang ada dalam materi sesuai gambar yang penulis dapat.

Berikut contohnya:

82

Sebelum revisi

Sesudah revisi

d) Validator menyarankan pada bagian peta konsep materi kurban dilengkapi do’a menyembelih.

Sebelum revisi

Sesudah revisi

2) Hasil validasirencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Untuk mendukung penggunaan modul Fiqih bergambar

Untuk mendukung penggunaan modul Fiqih bergambar

Dokumen terkait