• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari seluruh isi laporan dengan hasil dan pembahasan pada bab – bab sebelumnya untuk pengembangan aplikasi ke depannya.

5 BAB II

GAMBARAN UMUM LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILAYAH VII JAWA TIMUR

2.1 Sejarah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur Berawal pada tahun 1967, pemerintah membentuk lembaga yang mengkoordinir Perguruan Tinggi dan diberi nama Koordinasi Perguruan Tinggi (KOPERTI). Wilayah kerjanya meliputi tujuh provinsi yaitu Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur dibawah pimpinan seorang Koordinator dibantu oleh Sekretaris.

Pada tahun 1974 nama KOPERTI diubah menjadi Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS) Wilayah VI dengan wilayah kerja meliputi tujuh provinsi yaitu Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Pada tahun 1982 nama KOPERTIS Wilayah VI diubah kembali menjadi KOPERTIS Wilayah VII dan wilayah kerjanya meliputi empat provinsi yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Pada tahun 1990, wilayah kerja KOPERTIS Wilayah VII berkurang dan meliputi satu provinsi yaitu Jawa Timur.

Pada tahun 2018, seiring dengan berlakunya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2018, terjadi perubahan organisasi dan tata kerja menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII yang berkedudukan di Surabaya dengan wilayah kerja

provinsi Jawa Timur. LLDIKTI Wilayah VII dipimpin oleh seorang Kepala dibantu oleh Sekretaris LLDIKTI.

2.2 Logo Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur Melambangkan teknologi dan sumber daya manusia yang sinergis dan selalu berkaitan erat dalam menyambut/menyongsong masa depan yang lebih baik.

2.3 Visi dan Misi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur

2.3.1 Visi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur Menjadi lembaga layanan pendidikan tinggi yang akuntabel dan kredibel.

Gambar 2.1 Logo Lembaga Layanan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur

7

2.3.2 Misi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur 1. Memberikan layanan pendidikan tinggi yang akuntabel, kredibel, dan

berbasis TIK.

2. Melaksanakan pengawasan, pengendalian, dan pembinaan Perguruan Tinggi di Provinsi Jawa Timur termasuk pengembangannya.

2.4 Lokasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur bertempat di Jalan Dr. Ir. H. Soekarno no. 177 Surabaya, Jawa Timur yang dapat dilihat pada gambar 2.3. Berikut informasi lengkap tentang lokasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur :

a. Alamat : Jl. Dr. Ir. H. Soekarno no. 177 Surabaya, 60117, Jawa Timur b. Telepon : (031) 5925418

c. Website : http://lldikti7.ristekdikti.go.id/

Gambar 2.2 Lokasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur

2.5Struktur Organisasi Gambar 2.3 Struktur Organisasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur

9 BAB III LANDASAN TEORI

Dalam penelitian ini terdapat teori – teori ilmu agar aplikasi ini memiliki pijakan pustaka yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

3.1 Pengembangan

Menurut Sugiyono (2015), pengembangan berarti memperdalam, memperluas, dan menyempurnakan pengetahuan, teori, tindakan, dan produk yang telah ada, diperbarui sehingga menjadi lebih praktis, efektif, dan efisien atau menciptakan produk baru yang sebelumnya belum pernah ada. Pengembangan dikaji dengan sistematis tentang bagaimana membuat rancangan suatu produk, memproduksi rancangan tersebut, dan mengevaluasi kinerja produk tersebut, dengan tujuan dapat diperoleh data yang dapat digunakan sebagai dasar dalam membuat produk, alat – alat dan model yang dapat diterapkan. Yang dimaksud produk disini tidak hanya suatu yang berupa benda seperti buku teks, film untuk pembelajaran, dan perangkat lunak komputer, tetapi juga metode seperti metode ajar mengajar.

3.2 Website

a. Pengertian Website

Menurut Simarmata (2010) website adalah kumpulan dari halaman – halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar, animasi, suara, baik bersifat statis atau dinamis yang membentuk satu rangkaian yang

saling terkait dimana masing – masing dihubungkan dengan jaringan – jaringan halaman yang biasa disebut link. Secara teknis website adalah sebuah sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara dan lain – lain yang tersimpan dalam sebuah internal web server dipresentasikan dalam bentuk hypertext.

b. Unsur – Unsur pada Website 1. Nama Domain

Nama domain adalah nama dari server komputer seperti web server atau email server pada jaringan internet. Nama domain berfungsi agar pengguna di internet mudah untuk mengakses jaringan ke server dan untuk mengingat nama dari server yang sedang dikunjungi. Nama yang diberikan harus unik dan berbeda antar satu dengan yang lain agar tidak terjadi konflik kebingungan karena nama server yang sama.

2. Hosting

Hosting adalah sebuah space disk di internet yang digunakan untuk menyimpan data – data yang diperlukan oleh sebuah website sehingga bisa diakses lewat internet.

3. Bahasa Program (Script)

Script adalah bahasa program yang digunakan untuk menerjemahkan tiap perintah dalam website pada saat diakses. Script dapat meningkatkan fungsionalitas dari website, menentukan apakah sebuah website itu dianggap statis, dinamis atau interaktif.

11

3.3 Company Profile

a. Pengertian Company Profile

Menurut Kriyantono (2010) company profile adalah produk tulisan praktisi pekerjaan rumah yang berisi gambaran umum perusahaan. Gambaran ini tidak sepenuhnya lengkap, detail dan mendalam. Perusahaan bisa memillih poin – poin apa saja yang ingin disampaikan secara terbuka kepada publiknya. Bahkan ada perusahaan yang meilih membuat company profile berdasarkan kepentingan publik sasaran. Ada company profile yang dibuat khusus untuk konsumen (pelanggan), untuk bank, untuk pemerintah, pemasok dan sebagainya. Biasanya hal ini dilakukan oleh perusahan besar yang mempunyai bidang usaha luas dan publik yang berbeda – beda.

b. Fungsi Company Profile

1. Representasi Perusahaan. Company profile adalah gambaran tentang perusahaan. Bisa juga dianggap mewakili perusahaan sehingga publik tidak usah bersusah payah mencari informasi tentang perusahaan. Dapat juga digunakan sebagai alat membangun citra agar berbagai kelompok penekan dalam masyarakat mempunyai pemahaman yang benar tentang perusahaan.

2. Dapat digunakan untuk melengkapi komunikasi lisan demi terciptanya mutual understanding.

3. Menghemat waktu transaksi. Pihak – pihak lain yang berkaitan dengan bisnis perusahaan tidak perlu menanyakan secara detail tentang perusahaan, produk, pasar, visi, misi, posisi keuangan dan lain – lain. Hal itu sudah dapat dipelajari melalui company profile, sebelum dan sesudah pertemuan.

4. Membangun identitas dan citra korporat. Company profile yang dikemas menarik, detail, jelas dan mewah mencerminkan wajah perusahaan di mata publik sebagai perusahaan yang besar dan bonafide.

c. Isi Company Profile

1. Sejarah perusahaan, mencakup antara lain pendiri perusahaan, jajaran direksi, asal muasal, proses perkembangan, dan sebagainya.

2. Filosofis perusahaan, bisa disebut pandangan atau ideologi dasar – dasar perusahaan.

3. Budaya perusahaan, adalah nilai – nilai kunci dan konsep bersama yang membentuk citra anggota organisasi terhadap organisasinya. Misalnya, etos kerja tinggi, maju untuk semua, makan tidak makan yang penting kumpul, dan sebagainya.

4. Sambutan dari pimpinan (direktur utama dan komisaris utama) tentang segala hal yang sangat berpengaruh pada aktivitas perusahaan dan rencana kerja panjang.

5. Identitas perusahaan, termasuk desain logo, uniform, interior gedung dan kantor, kualitas cetakan atau kualitas audio visual nya.

6. Visi, misi strategi perusahaan, termasuk komitmen perusahaan untuk meraih kemajuan. Ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan dilakukan tidak sembarangan, tetapi melalui perencanaan yang matang dan berkeseimbangan.

Sebagai jaminan masa depan bisnis yang berkelanjutan. Pada akhirnya menciptakan kepercayaan publik, bahwa masa depan perusahaan terjamin.

13

7. Alamat cabang – cabang. Semakin banyak cabang perusahaan di beberapa wilayah menunjukkan jalur distribusi yang merata. Pada akhirnya mencerminkan kebersamaan perusahaan.

8. Gambaran tentang SDM, ceritakan orang – orang dibalik operasional perusahaan, siapa saja figur pengendali di jajaran manajemen termasuk tokoh berpengaruh di masyarakat yang berkaitan dengan perusahaan.

9. Sistem pelayanan dan fasilitas yang disediakan. Dalam persaingan ketat dewasa ini, pelayanan pelanggan memegang kunci strategis. Gambaran kelebihan perusahaan dari sisi yang membedakan dengan kompetitor.

10. Prestasi dan keunggulan perusahaan, termasuk segala hal yang telah dilakukan perusahaan untuk kepentingan masyarakat. Masyarakat menuntut bukan hanya kualitas produk atau jasa, tapi juga apa yang bisa dilakukan perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Misalnya program peduli lingkungan sebagai wujud tanggung jawab perusahaan.

11. Laporan perkembangan perusahaan (annual report), termasuk informasi keuangan perusahaan.

12. Deskripsi tentang produk – produk dan jasa utama yang ditawarkan.

13. Program pengembangan di masa mendatang.

d. Unsur Company Profile 1. Sejarah berdirinya perusahaan

Perusahaan yang sudah lama berdiri biasanya akan memiliki nilai yang lebih tinggi dari perusahaan yang baru berdiri karena dianggap cukup memiliki banyak pengalaman sehingga memudahkan proses penyelesaian apabila dalam

proses kerjasama terjadi sebuah hambatan. Selain itu, perusahaan yang lama berdiri dianggap memiliki relasi yang luas sehingga calon konsumen berharap mendapatkan nilai lebih dari kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan tersebut. Misalnya, mendapatkan relasi baru atau kemudahan dalam kegiatan usahanya.

2. Visi misi perusahaan

Kesamaan visi dan misi perusahaan akan memudahkan proses kerjasama yang terjadi pada dua perusahaan.

3. Struktur organisasi

Perusahaan bonafide biasanya memiliki struktur perusahaan yang jelas dan lengkap sehingga masing – masing bagian akan memiliki penanggung jawab tersendiri dan tidak terjadi penumpukan tanggung jawab.

4. Sumber daya manusia

Latar belakang sumber daya manusia, memiliki peranan penting dalam menentukan kualitas perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang berisi para sarjana tentunya akan lebih bonafide dibandingkan dengan perusahaan yang berisi para lulusan SMA.

5. Sumber daya perusahaan

Perusahaan yang memiliki reputasi yang baik, tentu akan memiliki perangkat pendukung yang memadai dalam setiap aktivitas nya. Sehingga pada nantinya perangkat tersebut dapat bermanfaat untuk memperlancar aktivitas perusahaan khususnya dalam hal kerjasama.

15

6. Kinerja perusahaan

Perusahaan yang baik akan memiliki kinerja yang baik. Salah satu indikatornya adalah mampu memenuhi jadwal yang sudah dirancang dan mencapai target yang sudah ditetapkan. Perusahaan yang memiliki kemampuan seperti ini adalah perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan layak dijadikan referensi untuk menjalin kerjasama.

7. Klien terdahulu

Gambaran tentang klien yang pernah ditangani oleh perusahaan mampu mengangkat reputasi perusahaan tersebut dalam company profile nya. Semakin besar dan bonafide klien yang pernah diajak kerjasama, semakin mengangkat nilai dari perusahaan tersebut. Karena hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sudah diakui kinerjanya oleh klien yang memiliki nama besar.

8. Pengalaman

Perusahaan harus mampu mencantumkan kemampuan apa yang menjadi keunggulan perusahaan tersebut. Dalam hal ini, tidak perlu mencantumkan hal – hal yang belum pernah dilakukan karena hanya akan menyebabkan kerugian apabila calon klien mengetahuinya. Akan lebih baik, menyampaikan beberapa jenis pekerjaan yang sudah pernah dijalankan dengan hasil yang sesuai harapan.

9. Portfolio perusahaan

Adalah kumpulan informasi yang berupa data serta dokumentasi dari setiap prestasi atau karya yang sudah pernah dicapai perusahaan.

Selain memenuhi unsur – unsur yang telah ditentukan di atas, sebuah company profile juga harus memiliki kriteria lain agar dapat menarik minat audience untuk membaca. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut :

1. Representatif

Desain company profile pertama – tama harus representatif, sesuai dengan kesan, karakter dan image yang telah dibangun dan ingin ditampilkan oleh perusahaan. Umumnya kesan, karakter dan image yang ditampilkan pada company profile itu formal/resmi, konservatif, profesional, punya integritas, kredibel dan akuntabel.

Tetapi ada juga perusahaan yang ingin lebih kelihatan casual, dinamis, ramah, hangat dan akrab, berani tampil beda sambil tetap menjaga profesionalitas, integritas, kredibilitas dan akuntabilitas. Pada akhirnya yang menentukan kesan, karakter dan image seperti apa yang akan ditampilkan adalah sifat dari bisnis yang dijalankan oleh perusahaan (company profile sebuah law firm misalnya, pasti akan berbeda dengan animation house), atau preferensi dari top decision maker dalam perusahaan tersebut.

2. Informatif

Selain representatif, desain company profile juga harus bisa membantu supaya setiap informasi yang ada ditampilkan dengan benar, akurat dan lengkap, disajikan dengan cara yang menarik, jelas dan mudah untuk dimengerti. Untuk memenuhi semua hal tersebut, pemahaman tentang pemakaian wujud (form) dan ruang (space), tipografi, foto/ilustrasi, warna dan layout yang tepat memegang peranan yang sangat penting. Selain itu perlu diperhatikan juga cara dan metode distribusi dan penyampaiannya.

3.4 Hyper Text Markup Language (HTML)

Menurut Saputra (2012) HTML merupakan singkatan dari Hyper Text Markup Languange. HTML bisa disebut bahasa paling dasar dan penting yang

17

digunakan untuk menampilkan dan mengelola tampilan pada halaman website.

HTML digunakan untuk menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web internet dan formatting hypertext sederhana yang ditulis ke dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegrasi.

HTML merupakan bahasa yang sangat fleksibel dikarenakan dapat meletakkan script dari bahasa pemrograman lainnya, seperti Javascript, VB, C, PHP, dan lain – lain.

3.5 Cascading Style Sheet (CSS)

Menurut Saputra (2012) CSS merupakan singkatan dari Cascading Style Sheet. CSS merupakan bahasa pemrograman yang di desain khusus untuk mengendalikan dan membangun berbagai komponen dalam website sehingga tampilan website lebih rapi, terstruktur dan seragam. CSS merupakan salah satu pemrograman wajib di samping HTML yang harus dikuasai oleh para setiap web programmer, terlebih lagi web designer.

Tujuan utama dari CSS adalah untuk memisahkan konten utama dengan tampilan dokumen lainnya (HTML dan sejenisnya). Dengan adanya pemisahan ini, akses konten pada website meningkat.

Tujuan lainnya adalah untuk mempercepat pembuatan halaman website.

Hanya perlu membuat satu properti dan properti tersebut dapat digunakan pada elemen lainnya, jadi tidak perlu menulis ulang kode program yang digunakan berulang kali.

CSS saat ini dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C).

Sehingga CSS menjadi bahasa standar dalam pembuatan website. CSS bukan

menggantikan kode HTML tetapi hanya sebagai pelengkap dari HTML yang berperan dalam penataan kerangka atau layout.

3.6 Database

Menurut Raharjo (2011) database didefinisikan sebagai kumpulan data yang terintegrasi dan diatur sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat dimanipulasi, diambil dan dicari secara cepat. Selain berisi data, database juga berisi metadata. Metadata adalah data yang menjelaskan tentang struktur dari data itu sendiri. Sebagai contoh, dapat diperoleh informasi tentang nama – nama kolom dan tipe data yang ada pada sebuah tabel. Data nama kolom dan tipe yang ditampilkan tersebut adalah metadata.

Suatu database tidak menyajikan informasi secara langsung kepada pengguna. Pengguna harus menjalankan aplikasi untuk mengakses data dari database dan menyajikannya dalam bentuk yang bisa dimengerti. Database merupakan komponen utama sistem informasi karena semua informasi untuk pengambilan keputusan berasal dari database. Pengelolaan database yang buruk dapat mengakibatkan ketidaktersediaan data penting yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan.

3.7 Sistem Basis Data

Menurut Marlinda (2014) sistem basis data adalah suatu sistem untuk menyusun dan mengelola record – record data menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara dan operasional lengkap sebuah organisasi sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan

19

pemakai untuk proses pengambil keputusan. Pada dasarnya prinsip kerja sistem basis data adalah pengaturan arsip.

3.8 Database Management System

Menurut Marlinda (2004), Database management System (DMBS) merupakan kumpulan file yang saling berkaitan dengan program pengelolanya.

DBMS adalah satu set program yang mengontrol pembuatan, pengaturan, dan penggunaan database. Semua pengaturan ini dilakukan oleh Database Administrator.

3.9 Hypertext Preprocessor (PHP)

Menurut Arief (2012) PHP adalah bahasa server – side scripting yang disisipkan dengan HTML untuk membuat halaman website yang dinamis. Maksud dari server – side scripting adalah sintaks dan perintah – perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada halaman HTML.

Pembuatan website ini merupakan kombinasi antara PHP sendiri sebagai bahasa pemrograman dengan HTML sebagai pembangun halaman website.

3.10 System Development Life Cycle Waterfall

Menurut Pressman (2015) System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall adalah suatu pendekatan yang sistematis dan beraturan dalam membuat sebuah software. SDLC Waterfall berisi tahapan seperti komunikasi (communication), perencanaan (planning), pemodelan (modelling), konstruksi (construction) dan penyerahan sistem perangkat lunak ke pengguna (deployment) yang diakhiri dengan dukungan berkelanjutan pada perangkat lunak yang dihasilkan. Keuntungan menggunakan model waterfall adalah proses nya lebih

terstruktur, membuat kualitas software tetap baik dan penjadwalan juga menjadi lebih menentu, karena jadwal setiap proses dapat ditentukan secara pasti, sehingga dapat dilihat jelas target penyelesaian pengembangan program.

Model tahapan SDLC Waterfall dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut :

Penjelasan dari model tahapan SDLC Waterfall adalah sebagai berikut : 1. Communication

Langkah pertama diawali dengan komunikasi kepada pengguna. Langkah ini merupakan langkah penting karena menyangkut pengumpulan informasi tentang apa kebutuhan konsumen.

2. Planning

Setelah tahap communication dapat menetapkan rencana untuk pengerjaan software yang meliputi tugas – tugas teknis yang akan dilakukan, resiko yang mungkin terjadi, sumber – sumber yang dibutuhkan, hasil yang akan dibuat dan jadwal pengerjaan.

Gambar 3.1 Model System Development Life Cycle Waterfall

21

3. Modelling

Pada proses modelling ini menerjemahkan syarat kebutuhan pengguna ke sebuah perancangan software yang dapat diperkirakan sebelum dilakukan pemrograman. Proses ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur software, representasi interface dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini menghasilkan dokumen yang disebut software requirement.

4. Construction

Construction merupakan proses membuat kode. Coding atau pengkodean merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer.

Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh pengguna.

Tahapan ini yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu software, artinya penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini.

Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan – kesalahan terhadap sistem untuk kemudian bisa diperbaiki.

5. Deployment

Tahapan ini adalah tahapan implementasi kepada pengguna. Setelah melakukan analisis, desain da pengkodean maka sistem yang telah jadi akan digunakan oleh pengguna. Kemudian software yang telah dibuat harus dilakukan pemeliharaan secara berkala.

3.11 Application Testing

Menurut Pressman (2015) application testing adalah untuk menemukan dan memperbaiki sebanyak kesalahan dalam program sebelum menyerahkan kepada customer. Salah satu pengujian yang baik adalah pengujian yang memiliki

probabilitas tinggi dalam menemukan kesalahan dan melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Verifikasi adalah pengecekan atau pengetesan entitas – entitas, termasuk software untuk pemenuhan dan konsistensi dengan melakukan evaluasi hasil terhadap kebutuhan yang ditetapkan. Validasi adalah melihat kebenaran sistem apakah proses yang telah dituliskan sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna. Application testing seharusnya berorientasi untuk membuat kesalahan secara intensif, untuk menentukan apakah suatu hal tersebut terjadi bilamana tidak seharusnya terjadi atau suatu hal tersebut tidak terjadi dimana seharusnya mereka ada.

Tujuan akhir dari testing adalah untuk mendapatkan informasi yang dapat diulang secara konsisten tentang hal yang mungkin di sekitar software dengan cara termudah, yaitu :

a. Apakah software telah siap digunakan?

b. Apa saja resikonya?

c. Apa saja kemampuannya?

d. Apa saja keterbatasannya?

e. Apa saja masalahnya?

f. Apakah telah berlaku seperti yang diharapkan?

Black Box Testing

Menurut Pressman (2015) black box testing dilakukan tanpa adanya suatu pengetahuan tentang detail struktur internal dari sistem atau komponen yang dites, juga dapat disebut sebagai behavioral testing, spesification – based testing, input/output testing atau functional testing. Black box testing berfokus pada

23

kebutuhan fungsional pada software dan berdasarkan spesifikasi kebutuhan dari software. Dengan adanya black box testing, perekayasa software dapat menggunakan sekumpulan kondisi masukan yang dapat secara penuh memeriksa keseluruhan kebutuhan fungsional pada suatu program. Kategori kesalahan yang akan diketahui melalui black box testing adalah :

a. Fungsi yang hilang atau tidak benar b. Kesalahan dari antarmuka pengguna

c. Kesalahan dari struktur data atau akses eksternal database d. Kesalahan dari kinerja atau tingkah laku

e. Kesalahan dari inisialisasi dan terminasi

Black box testing digunakan pada tahap akhir dan berfokus kepada domain informasi. Tes di desain untuk menjawab pertanyaan sebagai berikut : a. Bagaimana validasi fungsi yang akan dites?

b. Bagaimana tingkah laku dan kinerja sistem dites?

c. Kategori masukan apa saja yang bagus digunakan untuk test case?

d. Apakah sebagian sistem sensitif terhadap suatu nilai masukan tertentu?

e. Bagaimana batasan suatu kategori masukan tetapkan?

f. Sistem mempunyai toleransi jenjang dan volume data apa saja?

g. Apa saja akibat dari kombinasi data tertentu yang akan terjadi pada operasi sistem?

24 BAB IV

DESKRIPSI PEKERJAAN

Deskripsi pekerjaan praktik ini mengikuti pengembangan System Development Life Cycle (SDLC) menggunakan model waterfall. Tahapan – tahapan dalam System Development Life Cycle (SDLC) model waterfall berisi tahapan communication, planning, modelling, construction dan deployment.

Tabel 4.1 Tabel Kegiatan

No. Tahapan Kegiatan

1. Communication Wawancara

Observasi

2. Planning Penjadwalan Kerja

3. Modelling

Analisis Sistem :

 Identifikasi Masalah

 Analisis Kebutuhan Pengguna

 Analisis Kebutuhan Fungsional

 Analisis Kebutuhan non Fungsional

 Analisis Kebutuhan Sistem Desain Sistem :

 System Flow

 HIPO Diagram

 Data Flow Diagram

 Entity Relationship Diagram

 Desain Struktur Database

 Desain Uji Coba

4. Construction Hasil Pengembangan Website Hasil Uji Coba

5. Deployment Evaluasi

Instalasi 4.1 Communication

Tahapan ini adalah tahapan untuk mengkomunikasikan pekerjaan yang akan dilakukan. Pada tahapan ini dibagi menjadi dua sub tahapan yaitu tahapan

Tahapan ini adalah tahapan untuk mengkomunikasikan pekerjaan yang akan dilakukan. Pada tahapan ini dibagi menjadi dua sub tahapan yaitu tahapan

Dokumen terkait