METODOLOGI PENELITIAN
1. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen. Penelitian di awali dengan membagi responden menjadi dua kelompok. Satu kelompok intervensi diberi latihan fleksibilitas dan kelompok kontrol yang tidak di lakukan latihan fleksibilitas. Setelah pemberian intervensi akan di lakukan kembali pengukuran tekanan darah, selanjutnya hasil pengukuran kelompok intervensi di bandingkan dengan kelompok kontrol.
Desain penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Latihan Fleksibilitas Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di Klinik Ginjal Rasyida Medan.
2. Populasi dan Sampel Penelitian 2.1. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang akan diteliti (Notoadmojo, 2012). Berdasarkan rekam medik Klinik Rasyida Medan jumlah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa pada tahun 2013 sebanyak 310, dengan rata-rata populasi selama satu bulan 180 orang pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani terapi hemodialisa di Klinik Ginjal Rasyida Medan.
2.2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmojdjo, 2012). Teknik dalam pengambilan sampel dalam penelitiaan ini menggunakan cara non probability sampling dengan teknik kuota sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan menentukan ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang telah di tentukan.
Menurut Arikunto 2006, apabila jumlah subjeknya populasi lebih dari 100 bisa diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari: 1. Kemampuan peneliti dari waktu, tenaga dan dana
2. Sempit luasnya wilayah pengambilan dari subjek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data
3. Besar kecilnya resiko yang diambil peneliti
Pada penelitian ini sampel yang diambil adalah 15% dari populasi selama satu bulan dan setelah dilakukan penghitungan maka sampel yang diambil yaitu 27 orang sehingga kelompok intervensi 14 orang dan kelompok kontrol sebanyak 13 orang.
Kriteria sampel dalam penelitian ini sama antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi, yaitu :
Kriteria inklusi :
a. Pasien yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa b. Pasien yang belum mulai melakukan terapi hemodialisa
c. Pasien yang tidak mengalami hipertensi berat d. Pasien yang bersedia menjadi responden penelitian.
e. Lama HD kurang dari satu tahun
Kriteria Eksklusi: Pasien yang tidak dapat beraktivitas dengan normal atau tidak dapat berjalan sendiri
2.3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Tempat yang menjadi lokasi penelitian adalah Klinik Ginjal Rasyida Medan dengan alasan klinik ginjal tersebut merupakan salah satu klinik yang menangani pasien khusus gangguan ginjal dan hemodialisa dengan jumlah yang besar sehingga dapat mendukung penelitian serta belum pernah di lakukan penelitian untuk melihat pengaruh latihan fleksibility terhadap perubahan tekanan darah pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Waktu penelitian dimulai dari bulan April-Desember 2014.
2.4. Pertimbangan Etik
Penelitian ini dilakukan setelah peneliti mendapat persetujuan dari Fakultas Keperawatan. Peneliti juga akan meminta surat telah dilakukan ethical clearance
ke Komite etik penelitian kesehatan fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Kemudian, memberikan surat permohonan untuk mendapatkan izin dari Klinik Ginjal Rasyida Medan. Setelah mendapatkan persetujan, penelitian dapat melakukan intervensi mengukur tekanan darah pada pasien GGK yang menjalani terapi Hemodialisa.
Dalam pengumpulan data terdapat beberapa hal yang berkaitan dengann permasalahan etik yaitu meberikan penjelasan kepada calon responden penelitian tentang tujuan prosedur pelaksanaan penelitian. Apabila calon responden bersedia,
maka responden menandatangani Informed Consent (surat perjanjian). Tetapi, apabila calon responden tidak bersedia, maka calon berhak mengundurkan diri selama proses pengumpulan data berlangsung. Penelitian ini tidak menimbulkan resiko bagi responden baik itu resiko fisik maupun psikis. Kerahasiaan catatan mengenai data responden dijaga baik dengan tidak menuliskan nama responden pada instrumen. Data-data yang diperoleh juga hanya digunakan untuk kepentingan penelitian. Penelitian ini, juga memperhatikan etik yaitu sebagai berikut:
a. Informed Concent
Lembar persetujuan diberikan kepada responden yang akan diteliti yang memenuhi kriteria inklusi dan disertai judul penelitian dan manfaat penelitian, bila subjek menolak maka peneliti tidak memaksa dan tetap menghormati hak-hak subjek.
b. Tanpa Nama (Anonimity)
Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden, pada lembar pengumpulan data (kuesioner) tetapi lembar tersebut diberikan kode tertentu.
c. Kerahasiaan (Confidentiality)
Kerahasiaan informasi responden dijamin peneliti. Hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil peneliti
d. Keadilan
Semua penelitian yang melibatkan manusia didalamnya harus dilakukan tiga prinsip etik mendasar yaitu penghormatan, kebaikan dan keadilan. Kelompok
kontrol akan dilakukan juga latihan fleksibilitas setelah dilakukan pengukuran tekanan darah (post), sebagai bukti keadilan bahwa setiap responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini akan mendapat perlakuan yang sama dengan pasien intervensi.
2.5. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi (pengamatan), dengan jenis pengamatan sitematis. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuesioner yang terdiri dari data demografi, lembar observasi dan pengukuran pasien secara langsung dengan klasifikasi tekanan darah menurut WHO-ISH 2003 yang terlampir pada bab 2. 2.5.1. Data demografi
Mencakup nomor responden, jenis kelamin, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, suku, riwayat merokok, riwayat alkohol dan lama terapi hemodialisa. Data demografi ini bertujuan untuk membantu peneliti mengetahui latar belakang dari responden yang bisa berpengaruh terhadap penelitian ini.
2.5.2. Lembar observasi Tekanan Darah
Hasil pengukuran tekanan darah pada pasien sebelum dilakukan latihan fleksibilitas dan setelah dilakukan latihan disajikan pada lembar observasi yang dilakukan peneliti dengam menggunakan skala mmHg.
2.5.3. Prosedur Mengukur Tekanan Darah dan Prosedur Latihan Fleksibilitas
Pengukuran tekanan darah dan intervensi latihan fleksibilitas yang akan diberikan kepada pasien yang bersedia untuk menjadi responden dilakukan berdasarkan prosedur pengukuran tekanan darah dan prosedur latihan fleksibilitas.
2.6. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
a. Alat pengukur tekanan darah (sphygmomanometer) yaitu alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset. Alat ini terdiri dari manset, bola tensi, selang, tabung skala dan air raksa.Agar sphygmomanometer masih dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah dengan baik, perlu dilakukan kalibrasi. Cara melakukankalibrasi yang sederhana adalah sebagai berikut:
1. Sebelum dipakai, air raksa harus selalu tetap berada pada level angka nol (0 mmHg).
2. Pompa manset sampai 200mmHg kemudian tutup katup buang rapat-rapat. Setelah beberapa menit, pembacaan mestinya tidak turun lebih dari 2mmHg ( ke 198mmHg). Disini kita melihat apakah ada bagian yang bocor.
3. Laju Penurunan kecepatan dari 200 mmHg ke 0 mmHg harus 1 detik, dengan cara melepas selang dari tabung kontainer air raksa.
4. Jika kecepatan turunnya air raksa di sphygmomanometer lebih dari 1 detik, berarti harus diperhatikan keandalan dari sphygmomanometer tersebut. Karena jika kecepatan penurunan terlalu lambat, akan mudah untuk terjadi kesalahan dalam menilai. Biasanya tekanan darah sistolic pasien akan terlalu tinggi (tampilan) bukan hasil sebenarnya. Begitu juga dengan diastolik.
b. stetoskop
c. lembar observasi pengukuran tekanan darah d. format latihan fleksibilitas.
2.7. Pengumpulan Data
Peneliti terlebih dahulu mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian melalui institusi pendididikan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, selanjutnya mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada Klinik Ginjal Rasyida Medan. Setelah mendapatkan izin maka dilakukan pengumpulan data. Selanjutnya, peneliti menetukan responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan menjelaskan tujuan dan manfaat penelitian dan meminta kesediaan responden. Responden yang bersedia diminta untuk menandatangani Informed Consent (surat perjanjian).
Peneliti mengisi lembar kuesioner data demografi pasien bardasarkan hasil wawancara, setelah itu peneliti mengobservasi tekanan darah pasien sebelum dilakukan intervensi latihan fleksibilitas (pre). Kemudian, peneliti melakukan intervensi latihan fleksibilitas sambil memperhatikan keadaan pasien dan latihan dilakukan dalam waktu 30 menit, gerakan di ulang minimal 3 kali pada setiap
bagian gerakan dan gerakan ini dilakukan dalam waktu 1 minggu dan pengukuran tekanan darah dilakukan pada tangan sebelah kanan kepada semua responden dengan posisi duduk dengan menggunakan spygmomanometer air raksa. Setelah intervensi dilakukan, peneliti mengobservasi lagi tekanan darah pasien (post). Pada kelompok kontrol tidak dilakukan latihan fleksibilitas hanya mengukur tekanan darah (pre) dan setelah 30 menit pasien di ukur kembali tekanan darah
(post). Data yang diperoleh akan dikumpulkan untuk dianalisa dan akan di lakukan selama satu minggu.
2.8. Analisa Data
Setelah dilakukan pengumpulan data maka dilakukan analisa data. Data yang diperoleh dari setiap responden berupa data demografi yang merupakan hasil wawancara peneliti pada saat pengisian kuoesioner data demografi dan hasil. pengukuran tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik sebelum dan setelah dilakukan latihan fleksibilitas. Selanjutnya dilakukan pengolahan data.
a. AnalisisUnivariat
Analisis univariat digunakan untuk menyajikan distribusi frekuensi data-data demografi pasien GGK yang menjalani terapy hemodialisa, tekanan darah sebelum dilakukan latihan fleksibilitas dan tekanan darah sesudah dilakukan latihan fleksibilitas dalam bentuk tabel. Pada kelompok kontrol hanya di ukur tekanan darah (pre) dan setelah 30 menit dukur kembali (post) dalam bentuk tabel. b. Analisis Bivariat
AnalisisBivariat digunakan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada pasien yang dilakukan latihan fleksibilitas dan yang tidak dilakukan latihan
fleksibilitas.Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik T test Dependent dimana untuk melihat perubahan tekanan darah pada pada pasien yang dilakukan latihan fleksibilitas dengan pasien yang tidak dilakukan latihan fleksibilitas dan uji statistik paired t-test untuk melihat perubahan tekanan darah pada pasien sebelum dilakukan latihan dan sesudah dilakukan latihan
BAB 5