• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah desain kausal, yaitu untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. (Umar : 2003).

B.Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2006:55), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” Populasi penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang mengajukan permohonan kredit modal kerja jangka pendek ke PT Bank Rakyat Indonesia(persero) Tbk, Cabang Medan Iskandar Muda dan disetujui pada tahun 2009. Debitur yang menjadi populasi dalam penelitian ini berjumlah 155 Debitur.

Menurut Sugiyono (2006:56), “sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Penelitian ini menggunakan sampel yang ditentukan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling), yaitu teknik pengambilan

sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu. (Jogiyanto:2004). Beberapa kriteria yang digunakan untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu:

1. Debitur yang diteliti adalah debitur yang menerima pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) jangka pendek dengan batas maksimal Rp. 750.000.000 2. Debitur merupakan perusahaan dagang dan manufaktur.

3. Usaha debitur masih tetap berjalan dan masih melakukan pembayaran kredit hingga akhir 2010.

Berdasarkan kriteria yang digunakan dalam penelitian, sampel yang dapat diambil sebanyak 41 orang debitur.

Tabel 3.1

Daftar Sampel Penelitian

No Debitur Jenis Usaha

1 AF Perdagangan Sembako 2 DS Perdagangan Pakaian

3 KL Grosir

4 LO Perdagangan Emas 5 MF Perdagangan Pakaian

6 KK Perdagangan Alat-Alat Elektronik 7 GH Perdagangan Aksesoris Handphone 8 KS Perdagangan Sepatu

9 BBT Grosir

11 OP Grosir

12 DE Perdagangan Hasil Bumi 13 ER Perdagangan Aksesoris Mobil 14 SP Industri Pengolahan

15 IP Grosir

16 LC Perdagangan Kain

17 HO Grosir

18 RW Perdagangan Makanan dan Minuman 19 ARS Perdagangan Voucher dan Aksesori Hp 20 RG Perdagangan Pakaian

21 JS Konveksi

22 AM Perdagangan Sparepart Motor 23 JG Perdagangan Alat Komunikasi 24 MN Perdagangan Hasil Bumi

25 MJH Grosir

26 GK Perdagangan Cat 27 FKJ Perdagangan Pakaian

28 PD Perdagangan Perabot Rumah Tangga 29 RO Perdagangan Alat Komunikasi

30 PU Perdagangan Bahan-Bahan Bangunan 31 Pedagangan obat obatan(apotik) 32 KRJ Restoran

33 ODP Peretakan

34 RSI Penjualan Alat Kesehatan 35 KTI Usaha Olaraga Gym 36 IWN Rumah Kecantikan 37 SIK Tempat Internet

38 HI Grosir

39 MUI Rumah Makanan

40 RTS Pedagang Akseoris Mobil 41 RUK Grosir Baju anak anak Sumber: BRI Medan Iskandar Muda

C.Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data-data pendukung yang bersumber dari perusahaan yang diteliti seperti laporan keuangan debitur, sejarah singkat, struktur organisasi, www.bri.com,

www.bi.go.id, buku-buku serta sumber kepustakaan lainnya yang mendukung penelitian.

D.Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Variabel penelitian ini pada dasarnya adalah segala sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Jogiyanto (2004:62), ”definisi operasional menjelaskan karakteristik

dari objek ke dalam elemen-elemen yang dapat diobservasi yang menyebabkan konsep dapat diukur dan dioperasionalisasikan dalam riset”.

Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Independen

Variabel Independen atau bebas adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (Sugiyono, 2006:3). Dalam pengujiannya, penelitian ini menggunakan rasio–rasio keuangan untuk melihat kondisi keuangan debitur sebagai variabel independennya. Rasio– rasio keuangan tersebut terdiri dari :

a) Current Ratio (X1)

Rasio ini menunjukkan kemampuan melunasi kewajiban jangka pendeknya dari aktiva lancarnya.

Current Ratio = s Liabilitie Current Assets Current b) Quick Ratio (X2)

Rasio ini menunjukkan likuiditas perusahaan yang diukur menggunakan unsur-unsur aktiva lancar yang likuid.

Quick Ratio = s Liabilitie Current Inventory Assets Current

c) Total Assets Turnover (X3)

Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan total aktiva untuk menghasilkan penjualan.

Total Assets Ratio =

Assets Total

Sales

d) Debt to Total Assets Ratio (X4)

Rasio ini digunakan untuk mengukur jumlah aktiva yang dibiayai oleh utang.

Debt to Total Assets Ratio=

Assets Total

ties TotalLiabi

e) Net Profit Margin (X5)

Rasio ini menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang diperoleh dari bisnis (setelah dikurangi dengan segala biaya–biaya ).

Net Profit margin= Sales

EAT

2. Variabel Independen

Variabel dependen (Y) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen (Sugiyono, 2006:3). Penelitian ini menggunakan pemberian kredit sebagai variabel dependen. Pemberian kredit dalam hal ini diukur dari besarnya modal yang diberikan kepada debitur sesuai dengan keputusan kredit yang ditentukan oleh pihak bank.

E.Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini, hipotesis diuji dengan menggunakan alat bantu program SPSS versi 16.0. Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan setelah melakukan pengujian asumsi klasik.

1. Pengujian Asumsi Klasik

Model regresi linier berganda dapat disebut sebagai model yang baik jika model tersebut memenuhi asumsi normalitas data dan terbebas dari asumsi-asumsi klasik statistik, baik itu multikolineritas, heteroskedastisitas, maupun autokorelasi.

a. Uji Normalitas Data

Pengujian tahap awal yang dilakukan dalam metode penelitian analisis data. Melalui pengujian ini, dapat diambil tindak lanjut untuk menggunakan statistik parametrik atau tidak. Menurut Gozali (2005:110), “tujuan uji normalitas adalah untuk mengujii apakah variabel independen dan variabel dependen berdistribusi normal”. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Menurut Gozali (2005:91), ”uji multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen)”. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen”. Pengujian multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai VIF antar variabel independen. Jika nilai VIF < 10 atau sama dengan nilai Tolerance < 0,10, maka terjadi multikolinearitas di antara variabel independen.

c. Uji Heterokedastisitas

Menurut Gozali (2005:105), “uji heterokedastisitas bertujuan menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain”. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Suatu model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas. Deteksi ada tidaknya gejala heterokedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu. Jika membentuk pola tertentu maka telah terjadi gejala heterokedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Menurut Gozali (2005:95), “uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada perioe t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya)”. Suatu model regresi yang baik apabila tidak terdapat autokorelasi.

2. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk melihat seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi antara nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen.

3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan model analisis regresi linier berganda. Menurut Sugiyono (2006 : 250), “analisis regresi linier berganda digunakan oleh peneliti bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan atau naik turunnya variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai prediktor dimanipulasi atau dinaik-turunkan nilainya”. Peneliti akan menyajikan model persamaan regresi linier berganda.

Berikut ini keterangan dari model persamaan regresi berganda. Y = Pemberian Kredit

X1 = Current Ratio (CR)

X2 = Accounts Receivable Turn Over (ARTO) X3 = Debt to Equity Turn Over (DER)

X4 = Net Profit Margin (NPM) X5 = Return on Assets (ROA) α = Konstanta

β1, β2, β3, β4, β5= Koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan atau penurunan variabel dependen berdasarkan pada variabel independen

e = Error

Hipotesis akan diuji dengan menggunakan uji t-test dan F-test. a. Uji Signifikansi Parsial (t-test)

Uji t dilakukan untuk mengetahui masing–masing pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau dapat dikatakan bahwa uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel dependen dan variabel independen secara parsial. Peneliti akan melakukan perbandingan t hitung dengan t tabel dengan dua ketentuan.

H0 diterima dan H1ditolak jika t hitung < t tabel untuk α = 5%. H0 ditolak dan H1diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5%. b. Uji Signifikansi Simultan (F-test)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dengan menggunakan analisis regresi berganda. Peneliti akan melakukan perbandingan F hitung dengan F tabel dengan dua ketentuan.

1) H0 diterima dan H1ditolak jika F hitung < F tabel untuk α =5%. 2) H0 ditolak dan H1diterima jika F hitung > F tabel untuk α =5%

Dokumen terkait