METODOLOGI PENELITIAN
4.2 Deskr ipsi Hasil Penelitian
4.2.1 Financia Distr ess (Y) Perusahaan Transportasi
Financial Distress Perusahaan Transportasi adalah laba oprasional
negatif selama 3 tahun berturut-turut. dengan memberikan kode 0 (nol) untuk perusahaan yang tidak mengalami Financial Distress dan 1 (satu) untuk perusahaan yang mengalami Financial Distress. (data terlampir 2)
Dari data yang di peroleh terdapat 5 perusahaan yang tergolong perusahaan non-Financial Distress dan 9 perusahaan yang mengalami Financial Distress.
Tabel 3 : Daftar Sampel Perusahaan
no Kode Nama Perusahaan
1 BLTA Berlian Laju Tanker tbk 0
2 MIRA Mitra International Resources tbk 0
3 SMDR Samudra Indonesia tbk 0
4 WEHA Panorama Transportasi tbk 0
5 TRAM Trada Maritime tbk 0
6 CMPP Centris Multi Persada Pertama tbk 1 7 HITS Humpuss Intermoda Transport tbk 1
8 IATA Indonesia Air Transport tbk 1
9 INDX Tanah Laut tbk 1
10 RIGS Rig Tender tbk 1
11 SAFE Stready Safe tbk 1
12 TMAS Pelayaran Tempuran Emas tbk 1
13 ZBRA Zebra Nusantara tbk 1
4.2.2
Cur rent Ratio (X1) pada perusahaan tr ansportasiCurrent ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhii kewajiban-kewajiban perusahaan. Rasio ini mengukur antara aktiva lancar dengan hutang jangka pendek. Hasil perhitungan rasio ini mengukur seberapa mampu perusahaan melunasi hutang lancar dengan aktiva lancar. Semakin tinggi aktiva lancar maka semakin baik perusahaaan dapat membayar hutang jangka pendek. Semakin tinggi nilainya maka aktiva perusahaan yang tinggi dan dapat untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
Tabel 4 : Cur rent Ratio Perusahaan Non-Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen) 2007 2008 2009 2010 2011 1
Berlian Laju Tanker tbk 69,72 71,41 75,85 103,24 99,19 2
Mitra International Resources tbk 49,03 66,19 20,49 17,78 246,96 3 Samudra Indonesia tbk 226,86 153,85 115,16 117,22 105,85 4 Panorama Transportasi tbk 80,62 41,37 51,21 46,05 40,40 5 Trada Maritime tbk 77,82 355,27 540,91 314,17 176,32
Pada perusahaan non-Financial Distress current ratio yang paling tinggi pada periode 2007 adalah PT. Samudra indonesia dengan nilai 226,86%, sedangkan pada periode 2008-2011 current ratio yang paling tinggi adalah PT. Trada Maritime tbk dengan nilai 335,27%, 540,91%, 314,17%, dan 176,32%.
Current ratio paling rendah pada tahun 2007 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan nilai 49,03%, pada tahun 2008 current ratio paling rendah pada PT. Panorama Transport tbk dengan nilai 41,37%, tahun 2009 dan 2010 diperoleh PT. Mitra International Resources tbk dengan nilai 20,49% dan 17,78%, tahun 2011 pada PT. Panorama Transport tbk dengan nilai 40,40%.
Tabel 5 : Cur rent Ratio Perusahaan Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen)
2007 2008 2009 2010 2011 1
Centris Multi Persada Pertama tbk 78,31 66,50 32,25 34,13 282,50 2
Humpuss Intermoda Transport tbk 189,57 81,51 67,09 88,67 52,67 3
Indonesia Air Transport tbk 108,48 6,17 83,38 77,25 117,49 4 Tanah Laut tbk 453,61 274,30 1720,82 1677,78 396,04 5 Rig Tender tbk 291,26 152,96 112,28 77,44 137,10 6 Stready Safe tbk 6,69 6,21 4,54 4,67 5,81 7
Pelayaran Tempuran Emas tbk 54,66 53,50 34,29 48,03 55,45 8
Zebra Nusantara tbk 36,36 35,51 33,51 28,54 27,87 9
Arpeni Pratam Ocean Line tbk 172,80 127,57 61,72 20,02 25,56
Pada perusahaan yang mengalami Financial Distress current ratio paling tinggi pada periode 2007 adalah PT. Tanah Laut tbk dengan nilai 453,61%, pada tahun 2008 adalah PT. Rig Tender tbk dengan nilai 152,96%, pada tahun 2009, 2010, dan 2011 dengan nilai 1720,82%, 1677,78% dan 396,04%.
Sedangkan untuk current ratio paling rendah pada tahun 2007 sampai 2011 adalah PT. Stready Safe tbk dengan nilai 6,67%, 6,21%, 4,54%, 4,67% dan 5,81%.
4.2.3 Basic Ear ning Power (X2) pada Perusahaan Tr ansportasi
Rasio ini digunakan untuk menunjukkan perusahaan dalam menggunakan asset dan pengelolaan oprasional perusahaan, untuk mengukur rasio ini laba sebelum pajak dibagi dengan total aktiva.
Semakin besar rasio ini menunjukkan bahwa semakin baik perusahaan dalam mengelola oprasional perusahaan. Sebaliknya semakin rendah rasio ini maka semakin buruk perusahaan dalam memanfaatkan aset dan dalam mengelola oprasional perusahaan.
Tabel 6 : Basic Ear ning Power Perusahaan Non-Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen) 2007 2008 2009 2010 2011 1
Berlian Laju Tanker tbk 3,72 6,28 -11,41 -5,40 7,77 2
Mitra International Resources tbk 2,23 -4,22 -32,16 -24,95 -920,86 3
Samudra Indonesia tbk 5,88 5,20 0.02 2,22 2,87 4
Panorama Transportasi tbk 6,22 3,27 3,68 0,28 3,83
5 Trada Maritime tbk 8,47 3,02 8,34 6,55 5,93
Pada perusahaan yang tergolong non-Financial Distress nilai Basic Earning Power yang paling rendah pada tahun 2007 sampai 2011 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan nilai 2,23%, 4,22%,
-32,16%, -920,86%. Data di atas menunjukkan bahwa oprasional perusahaan PT. Mitra International Resources tbk kurang baik atau sangat buruk.
Sedangkan untuk Basic Earning Power tertinggi tahun 2007 adalah PT. Trada Maritime tbk dengan nilai 8,47%, tahun 2008 adalah PT. Berlian Laju Tanker tbk dengan nilai 6,28%, tahun 2009 dan 2010 adalah PT. Trada Maritime tbk dengan nilai 8,34% dan 6,55%, dan tahun 2011 adalah PT. Berlian Laju Tanker tbk dengan nilai 7,77%.
Tabel 7 : Basic Earning Power Perusahaan Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen)
2007 2008 2009 2010 2011 1
Centris Multi Persada Pertama tbk -21,62 18,59 -24,83 -0,20 -0,94 2
Humpuss Intermoda Transport tbk 12,87 -1,46 -1,26 -37,03 -14,12 3
Indonesia Air Transport tbk 1,03 -15,11 -7,54 -7,86 -6,43 4 Tanah Laut tbk -264,46 -4,62 -1,40 5,46 0,63 5 Rig Tender tbk 3,76 3,49 4,17 1,11 -3,90 6 Stready Safe tbk -6,07 -8,16 -23,86 -10,76 -11,24 7
Pelayaran Tempuran Emas tbk 3,28 12,80 -10,62 -7,35 -3,91 8
Zebra Nusantara tbk -11,59 11,95 17,16 -19,91 -17,42 9
Arpeni Pratam Ocean Line tbk 5,11 0,81 -9,27 -28,99 -48,03 Pada perusahaan yang tergolong Financial Distress Basic Earning
Power yang tertinggi pada tahun 2007 adalah PT. Humpuss Intermoda Transport tbk dengan nilai 12,87%, tahun 2008 adalah PT. Centris Multi Persada Pertama tbk dengan nilai 18,59%, tahun 2009 adalah PT. Zebra
Nusantara tbk dengan nilai 17,16% dan tahun 2010 dan 2011 adalah PT. Tanah Laut tbk dengan nilai 5,46% dan 0,63%.
Basic Earning Power yang paling rendah pada tahun 2007 adalah PT. Tanah Laut tbk dengan nilai -264,46%, tahun 2008 adalah PT. Indonesia Air Transport tbk dengan nilai -15,11%, tahun 2009 adalah PT. Centris Multi Persada Pertama tbk dengan nilai -24,83%, tahun 2010 adalah PT. Humpuss Intermoda Transport tbk dengan nilai -37,03%, tahun 2011 adalah PT. Arpeni Pratam Ocean Line tbk dengan nilai -48,03%.
4.2.4 Debt To Equity (X3) pada Perusahaan Transportasi
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang tidak solvabel adalah perusahaan yang total hutangnya lebih besar dibandingkan total asetnya. Rasio ini diukur dengan total hutang dibanding dengan total modal. Semakin tinggi resiko berarti total modal semakin sedikit dibanding dengan hutangnya.
Tabel 8 : Debt to Equity Perusahaan non-Financial Distress
No. Nama Perusahaan Periode Tahun (dlm persen)
2007 2008 2009 2010 2011
1
Berlian Laju Tanker tbk 523,38 314,56 304,00 314,44 257,33 2
Mitra International Resources tbk 109,33 1058,35 -703,70 -320,16 37,96 3
Samudra Indonesia tbk 94,91 146,49 195,09 186,55 220,65 4
Panorama Transportasi tbk 36,14 47,35 49,95 67,67 232,87 5 Trada Maritime tbk 187,33 36,27 40,51 77,77 78,34
Pada perusahaan transport debt to equity yang tertinggi pada tahun 2007 adalah PT. Berlian Laju Tanker tbk dengan nilai 523,38%, tahun 2008 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan nilai 1058,35%, pada tahun 2009, 2010 dan 2011 adalah PT. Berlian Laju Tanker tbk dengan nilai 304,00%, 314,44%, dan 257,33%.
Sedangkan debt to equity yang rendah pada 2007 adalah PT. Panorama Transportasi tbk dengan nilai 36,14%, tahun 2008 adalah PT. Trada Maritime tbk dengan nilai 36,27%, pada tahun 2009, 2010, dan 2011 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan nilai -703,70%, -320,16% dan 37,96%.
Tabel 9 : Debt to Equity Perusahaan Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen)
2007 2008 2009 2010 2011
1
Centris Multi Persada Pertama tbk 107,29 103,47 120,62 112,70 84,08 2
Humpuss Intermoda Transport tbk 48,41 82,30 64,60 192,32 282,84 3
Indonesia Air Transport tbk 119,07 218,52 201,37 227,91 189,82 4 Tanah Laut tbk -133,29 -1462,76 59,31 21,27 228,50 5 Rig Tender tbk 57,69 63,55 54,79 49,40 41,13 6 Stready Safe tbk -365,52 -371,29 -259,81 -225,31 -178,04 7
Pelayaran Tempuran Emas tbk 187,24 161,29 389,16 487,20 311,22 8
Zebra Nusantara tbk 79,00 69,11 112,32 122,56 206,10 9
Arpeni Pratam Ocean Line tbk 228,49 351,84 734,37 -754,33 -251,04 Pada perusahaan yang tergolong Financial Distress debt to equity paling tinggi pada tahun 2007, 2008 dan 2009 adalah PT. Arpeni Pratam Ocean Line tbk dengan nilai 228,49%, 351,84% dan 734,37%, pada tahun 2010 dan 2011 debt to equity paling tinggi adalah PT. Pelayaran Tempuran Emas tbk dengan nilai 487,20% dan 311,22%.
Debt to equity yang rendah pada 2007 adalah PT. Stready Safe tbk dengan nilai -365,52%, pada tahun 2008 adalah PT. Tanah Laut tbk dengan nilai -1462,76%, tahun 2009 adalah PT. Stready Safe tbk dengan nilai -259,81%, tahun 2010 dan 2011 adalah PT. Arpeni Pratam Ocean Line tbk dengan nilai -754,33% dan -251,04%.
4.2.5 Total Aset Trun Over (X4) pada Perusahaan Tr ansportasi
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar aktivitas aktiva yang digunakan pada perusahaan, Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya kelebihan dana yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut.
Rasio ini di ukur dengan menggunakan penjualan dibadingkan dengan total aktiva, dengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik. Tabel 10 : Total Asset Trun Over Perusahaan non-Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen) 2007 2008 2009 2010 2011 1
Berlian Laju Tanker tbk 17,62 2,90 24,75 23,17 10,78 2
Mitra International Resources tbk 14,37 9,53 29,28 28,90 526,15 3 Samudra Indonesia tbk 103,17 86,12 73,76 76,38 79,01 4 Panorama Transportasi tbk 54,80 58,90 59,58 58,84 65,12 5 Trada Maritime tbk 44,08 23,02 20,70 18,58 21,35 Pada perusahaan yang non-Financial Distress total asset trun over yang tinggi pada tahun 2007 dan 2008 adalah PT. Samudra Indonesia tbk dengan nilai 103,17% dan 86,12%, tahun 2009 adalag PT. Panorama Transportasi tbk dengan nilai 59,58%, tahun 2010 adalah PT. Samudra Indonesia tbk dengan nilai 76,38%, dan tahun 2011 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan nilai 526,15%.
Sedangkan total asset trun over yang rendah pada tahun 2007 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan nilai 14,37%, tahun
2008 adalah PT. Berlian Laju Tanker tbk dengan nilai 2,90%, tahun 2009 dan 2010 adalah Trada Maritime tbk dengan nilai 20,70% dan 18,58%, tahun 2011 adalah Berlian Laju Tanker tbk dengan nilai 10,78%.
Tabel 11 : Total Asser Trun Over Perusahaan Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen) 2007 2008 2009 2010 2011 1
Centris Multi Persada Pertama tbk 39,85 36,25 28,34 25,57 16,32 2
Humpuss Intermoda Transport tbk 33,70 31,35 45,54 22,16 27,29 3
Indonesia Air Transport tbk 3,99 48,50 42,58 36,17 37,04 4 Tanah Laut tbk 12,53 129,79 37,99 50,50 20,05 5 Rig Tender tbk 49,55 41,63 47,90 51,46 54,08 6 Stready Safe tbk 14,40 37,60 44,93 50,69 63,44 7
Pelayaran Tempuran Emas tbk 83,84 90,68 61,42 75,14 95,87 8
Zebra Nusantara tbk 29,40 35,87 33,76 37,46 35,05 9
Arpeni Pratam Ocean Line tbk 32,81 35,23 25,36 25,23 30,49 Pada perusahaan yang tergolong Financial Distress total asset trun over yang tinggi tahun 2007 adalah PT. Pelayaran Tempuran Emas tbk dengan nilai 83,84%, tahun 2008 adalah PT. Tanah Laut tbk dengan nilai 129,79%, tahun 2009, 2010 dan 2011 adalah PT. Pelayaran Tempuran Emas tbk dengan nilai 61,42%, 75,14% dan 95,87%.
Total asset trun over yang rendah pada tahun 2007 adalah PT. Indonesia Air Transport tbk dengan 3,99%, tahun 2008 adalah PT. Humpuss Intermoda Transport tbk dengan 31,35%, tahun 2009 adalah PT.
Humpuss Intermoda Transport tbk dengan 22,16%, dan tahun 2011 adalah PT. Centris Multi Persada Pertama tbk dengan 16,32%.
4.2.6 Growth Sales (X5) pada Perusahaan Transportasi
Rasio ini digunakan untuk menunjukkan presentasi kenaikan penjualan tahun ini di bandingkan dengan tahun lalu. Semakin tinggi semakin baik. Variabel prosentase pertumbuhan laba bersih terhadap total aktiva ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam meningkatkan laba bersih terhadap total aktiva. Semakin besar nilai variabel ini maka semakin baik perusahaan dalam meningkatkan laba dibandingkan tahun lalu. Berarti semakin besar rasio ini, maka semakin kecil bagi perusahaan untuk mengalami kondisi Financial Distress.
Tabel 12: Growth Sales Perusahaan non-Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen) 2007 2008 2009 2010 2011 1
Berlian Laju Tanker tbk 0,18 -0,80 -1,00 0,06 -0,51 2
Mitra International Resources tbk 46,32 604,37 126,82 -17,36 -4,83 3 Samudra Indonesia tbk -0,05 0,25 -0,17 0,02 0,18 4 Panorama Transportasi tbk 0,34 0,39 0,19 0,46 0,26 5 Trada Maritime tbk 0,10 0,44 0,05 0,21 0,37
Perusahaan yang non-Financial Distress growht sales yang tinggi pada tahun 2007, 2008, 2009 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan 46,32%, 604,37%, dan 126,82%, tahun 2010 adalah PT. Panorama
Transportasi tbk dengan 0,46, tahun 2011 adalah PT. Trada Maritime tbk dengan 0,37%.
Sedangkan growht sales yang rendah pada tahun 2007 adalah PT. Samudra Indonesia tbk dengan -0,05%, tahun 2008 dan 2009 adalah PT. Berlian Laju Tanker tbk dengan nilai -0,80% dan -1,00%, tahun 2010 dan 2011 adalah PT. Mitra International Resources tbk dengan 17,36% dan -4,83%.
Tabel 13 : Growth Sales Perusahaan Financial Distress
No. Nama Perusahaan
Periode Tahun (dlm persen) 2007 2008 2009 2010 2011 1
Centris Multi Persada Pertama tbk -10,13 -40,59 -37,96 -1,43 -44,56 2
Humpuss Intermoda Transport tbk -18,48 34,77 5,95 -60,44 3,49 3
Indonesia Air Transport tbk 6,37 34,90 -18,28 -10,33 3,35 4 Tanah Laut tbk -80,44 -75,76 -5,61 6,54 15,54 5 Rig Tender tbk 52,84 -12,17 11,38 3,03 -4,39 6 Stready Safe tbk 94,86 63,71 5,75 -15,92 -12,59 7
Pelayaran Tempuran Emas tbk 10,30 40,25 -15,64 -2,09 -0,95 8
Zebra Nusantara tbk -30,26 0,38 -13,43 -2,74 -14,33 9
Arpeni Pratam Ocean Line tbk 19,41 58,89 -33,17 -19,14 -6,34 Pada perusahaan yang tergolong Financial Distress Growth sales yang paling tinggi pada tahun 2007 dan 2008 adalah PT. Stready Safe tbk dengan 94,86% dan 63,71%, tahun 2009 adalah PT. Rig Tender tbk
dengan nilai 11,38%, tahun 2010 dan 2011 adalah PT. Tanah Laut tbk dengan 6,54% dan 15,54%.
Sedangkan Growth sales yang paling rendah tahun 2007 dan 2008 adalah PT. Tanah Laut tbk dengan -80,44% dan -75,76%, tahun 2009 dan 2011 adalah PT. Centris Multi Persada Pertama tbk dengan nilai -37,96% dan -44,56, tahum 2011 adalah PT. Humpuss Intermoda Transport tbk dengan nilai -60,44%.