• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Daerah Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kampung Nelayan Lingkungan XII, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Dulunya, kawasan ini merupakan kawasan pinggiran pantai yang tidak berpenduduk mengingat kawasan ini terletak di sebuah dataran di seberang Kota Belawan. Kemudian kawasan ini dijadikan para nelayan untuk menangkap udang dan tritip.

Dengan hasil tangkapan para nelayan yang memuaskan, maka sedikit demi sedikit para nelayan berhijrah ke kawasan ini untuk membangun rumah-rumah kecil untuk mereka huni. Alasan mereka membangun rumah adalah karena agar tidak jauh untuk pergi melaut dan memudahkan mereka untuk membawa hasil tangkapan ke rumah masing-masing.

a. Luas dan Letak Geografis

Kampung Nelayan Lingkungan XII terletak di Kelurahan Belawan I yang memiliki luas sejauh ± 3 km di sepanjang pantai dataran yang terletak di seberang Kota Belawan sejauh ± 1 km. Jarak daerah penelitian ke daerah-daerah pusat pemerintahan seperti Kelurahan dan Kecamatan cukup dekat yaitu 3-10 km, hanya saja akses untuk ke daerah pemerintahan tersebut cukup rumit karena harus menggunakan transportasi laut.

Secara administratif, Kelurahan Belawan I memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

- Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Malaka

- Sebelah Selatan berbatasa dengan Kelurahan Belawan Bahagia - Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Belawan II - Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Hamparan Perak

Lingkungan XII atau yang sering disebut dengan Kampung Nelayan Belawan, terletak terpisah dengan lingkungan-lingkungan lain yg berada di dalam kawasan Kelurahan Belawan I. Kampung Nelayan ini terletak di sepanjang garis pantai seluas ± 10 Ha. Sebagian rumah penduduk berada tepat di atas permukaan laut dan sebagian lagi terletak di atas pinggiran pantai. Tidak ada satu rumah pun yang berada di tengah daratan, semua permukiman warga ini hanya terletak di pinggiran pantai dan menjorok ke atas permukaan laut.

b. Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk Kampung Nelayan Lingkungan XII menurut data dan Kartu Keluarga dan lain-lain adalah sebagai berikut :

Tabel 4. Jumlah Penduduk di Kampung Nelayan Lingkungan XII, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan Tahun 2008

Jumlah Jiwa

Laki-laki Perempuan Jumlah Total Banyaknya KK (Kepala Keluarga) 1.187 1.169 2.356 489

Menurut pengakuan Kepala Lingkungan, semua kepala keluarga Kampung Nelayan ini bermata pencaharian nelayan/melaut. Dan sebagian besar penduduk perempuannya bekerja sebagai pengupas tritip, siting, memilah-milah udang, menjual udang dan bahkan ada juga yang membuka warung-warung kecil.

c. Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang ada di Kampung Nelayan ini adalah sebagai berikut :

Tabel 5. Jenis Sarana yang Terdapat di Kampung Nelayan Lingkungan XII, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan

Jenis Sarana Jumlah (Unit)

TK (Taman Kanak-Kanak) Swasta 1

SD Negeri 1

Mesjid 1

Gedung Pertemuan (Aula) 1

Jumlah Keseluruhan (Unit) 4

Sumber : Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan

Tabel di atas menunjukkan jenis dan banyaknya jumlah sarana yang ada di daerah penelitian. Dimana kondisi fisik sarana dan prasarana tersebut tidak terlalu baik dan bagus.

Jalan yang menghubungkan satu rumah dengan rumah yang lainnya adalah merupakan sebuah titi kecil yang terbuat dari tiang-tiang kayu yang dipacakkan pada dasar laut dan jalan-jalan yang terbuat dari potongan-potongan papan yang disusun sehingga menjadi sebuah titi kecil. Tentu titi-titi ini sangat memprihatinkan karena kondisi kayu dan papan yang sudah lapuk bahkan sebagian titi banyak yang memiliki tiang yang tidak kokoh. Bisa dipastikan sebagian besar kampung ini, baik jalan dan rumah serta bangunan-bangunan lain,

terbuat dari papan dan kayu, tentu pemandangan yang sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Selain itu, kondisi lingkungan kurang terpelihara dan air bersih dan sanitasi pun jauh dari cukup.

Karakteristik Sampel

Karakteristik sampel yang dimaksud adalah karakteristik anak nelayan dan orangtuanya (nelayan) yang dijadikan sebagai responden pada penelitian ini. Karakteristik anak nelayan meliputi umur dan tingkat pendidikan, sedangkan karakteristik nelayan meliputi umur, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga dan pendapatan keluarga. Secara lebih jelas karakteristik sampel dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 6. Karakteristik Sampel Anak Nelayan di Daerah Penelitian Karakteristik Sampel

Anak Nelayan Satuan Rangka Rataan

Umur Tahun 9 - 17 14,16 Tingkat Pendidikan Tahun 3 - 11 7,36 Sumber : Analisis Data Primer dari Lampiran 1.

Keterangan :

Rangka adalah rentang atau jarak dari karakteristik sampel yang diperoleh di lapangan.

Rangka untuk karakteristik umur dan tingkat pendidikan adalah :

• 1 – 6 = Tingkat Pendidikan SD (Sekolah Dasar)

• 7 – 9 = Tingkat Pendidikan SMP (Sekolah Menengah Pertama)

Umur sampel (anak nelayan) berkisar antara 9 – 17 tahun dengan rataan sebesar 14,16 tahun. Dari rataan tersebut dapat diketahui bahwa umur sampel merupakan usia wajib anak sekolah.

Tingkat pendidikan formal sampel (anak nelayan) berkisar antara 3 – 11 tahun. Dari rataan dapat dikatakan bahwa rataan tingkat pendidikan formal sampel adalah SMP kelas I atau tamatan SD.

Tabel 7. Karakteristik Sampel Nelayan di Daerah Penelitian Karakteristik

Sampel Nelayan Satuan Rangka Rataan

Umur Tahun 35 - 90 52,16 Tingkat Pendidikan Tahun 3 - 11 5,43

Jumlah Anggota

Keluarga Jiwa 2 - 6 3,93 Pendapatan Keluarga Rupiah/Tahun 13.200.000 – 64.800.000 21.820.000 Sumber : Analisis Data Primer dari Lampiran 2.

Dari tabel 8, dapat dilihat umur sampel (nelayan) berkisar antara 35 – 90 dengan rataan sebesar 52,16 tahun. Dari rataan tersebut dapat diketahui bahwa umur sampel berada dalam usia yang masih produktif sehingga memiliki potensi tenaga kerja yang cukup dalam menghidupi keluarga.

Tingkat pendidikan formal sampel (nelayan) berkisar antara 3 – 11 tahun dengan rataan 5,43 tahun. Dari rataan tersebut dapat dikatakan bahwa rataan tingkat pendidikan formal sampel adalah tidak tamat SD (setara dengan kelas V SD) sehingga pengetahuan dan pola fikir mereka masih kurang baik mengenai pendidikan.

Jumlah anggota keluarga sampel berkisar 2 – 6 jiwa dengan rataan sebanyak 3,93 jiwa. Dari rataan dapat diketahui bahwa tanggungan nelayan dalam menghidupi keluarga sedikit terbebani dengan memiliki 4 tanggungan anggota keluarga.

Total pendapatan keluarga sampel berkisar antara Rp. 13.200.000; sampai Rp. 64.800.000; dengan rataan Rp. 21.8200.000; per tahun atau Rp. 1.818.333; per bulan. Dari rataan tersebut dapat diketahui bahwa sampel telah dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari karena pendapatan tersebut telah melebihi Upah Minimum Kota Medan (Rp. 1.020.000; per bulan) (Sumber : Dinas Tenaga Kerja Kota Madya Medan Tahun 2009).

Dokumen terkait