• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi daerah penelitian

1. Letak, batas, dan luas.

Kecamatan Pasar Kliwon terletak pada koordinat 70 33’ 53’’ LS- 70 35’ 42’’ LS dan 1100 49’ 12’’ BT- 1100 50’ 42’’ BT. Kecamatan Pasar Kliwon merupakan salah satu bagian administratif dari Kota Surakarta. Kecamatan Pasar Kliwon memiliki batas administrasi sebagai berikut:

a. Bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Banjarsari dan Kecamatan Jebres.

b. Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.

c. Bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Serengan.

d. Bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Serengan.

Kecamatan Pasar Kliwon memiliki luas 493 Ha yang terbagi menjadi sembilan administrasi kelurahan. Pembagian administasi ditunjukkan pada Peta 1. Luas masing-masing kelurahan dapat dituliskan pada tabel berikut.

Tabel 29. Pembagian dan Luas Administrasi Kelurahan

No Kelurahan Luas (Ha) Perbandingan dengan Luas

Kecamatan (%)

commit to user

commit to user

2. Kondisi Fisik Daerah Penelitian.

a. Iklim.

Kecamatan Pasar Kliwon dalam Angka Tahun 2011 menunjukkan bahwa suhu udara maksimum rata-rata Kecamatan Pasar Kliwon sebesar 28,6oC dan suhu udara minimum rata-rata Kecamatan Pasar Kliwon sebesar 24,9oC. Tekanan udara rata-rata Kecamatan Pasar Kliwon 1009,7 MBS. Kelembaban udara rata-rata Kecamatan Pasar Kliwon sebesar 75%.

b. Topografi.

Kecamatan Pasar Kliwon memiliki terletak pada ketinggian antara 80-100 mdpal.

Kecamatan Pasar Kliwon sebagian besar terdiri atas lereng datar, tetapi ada sebagian kecil merupakan lereng bergelombang. Beberapa permukiman di Kecamatan Pasar kliwon berada pada lereng yang tidak datar. Permukiman tersebut terdapat pada tanggul sungai serta bantaran rel keretaapi yang memang seharusnya tidak diperuntukan untuk permukiman.

c. Penggunaan Lahan.

Penggunaan lahan Kecamatan Pasar Kliwon meliputi : permukiman, jasa, perusahaan, industri, tanah kosong, sawah, kuburan, lapangan olah raga, dan lain-lain. Penggunaan lahan Kecamatan Pasar Kliwon sebagian besar adalah permukiman. Luas masing-masing penggunaan lahan di setiap administrasi kelurahan dapat dirinci kedalam tabel berikut.

Tabel 30. Luas Penggunaan Lahan Kecamatan Pasar Kliwon tahun 2010.

No Kelurahan

Luas Penggunaan Lahan (Ha) Permukiman Jasa Perusahaan Industri Tanah

Kosong Sawah Kuburan Lapangan Lain-lain

commit to user

1 Joyosuran 28,87 2,50 6,11 1,4 0,52 0,00 0,60 0,00 14,0

2 Semanggi 126,11 9,24 3,73 4,72 8,00 3,36 0,92 1,47 9,27

3 Ps.

Kliwon 16,88 2,30 3,22 2,57 0,00 0,00 0,00 0,00 11,0

4 Baluwarti 33,85 1,85 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 5,00

5 Gajahan 19,25 0,85 7,56 0,00 0,00 0,00 0,00 4,25 1,99

6 Kauman 11,00 4,63 2,87 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,70

7 Kp.Baru 10,09 10,9 4,91 0,16 0,00 0,00 0,00 0,00 4,57

8 Kedung

L. 29,89 3,63 7,30 0,92 7,86 0,00 0,00 3,83 1,67

9 Sangkrah 33 1,82 4,03 0,00 0,00 0,00 0,15 0,00 6,20

Jumlah 308,94 37,7 39,73 9,77 16,38 3,36 1,67 9,55 54,4

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Surakarta 2010.

Perbandingan luas penggunaan lahan Kecamatan Pasar Kliwon ditunjukkan pada Peta 2. Data perbandingan penggunaan lahan Kecamatan Pasar Kliwon tahun 2010 menunjukkan bahwa permukiman merupakan penggunaan lahan terbesar.

Penggunaan lahan dengan luas terkecil di Kecamatan Pasar Kliwon adalah sawah.

Penggunaan lahan di Kecamatan Pasar Kliwon sebagian besar merupakan penggunaan tanah yang identik dengan bangunan rumah. Bangunan rumah identik dengan penggunaan lahan untuk permukiman, jasa, perusahaan, dan industri. Pada bagian utara Kecamatan Pasar Kliwon yang merupakan pusat Kota Surakarta, penggunaan lahan untuk jasa maupun perusahaan memiliki proporsi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bagian selatan kecamatan. Penggunaan lahan untuk jasa dan industri berkembang di bagian utara karena daerah utara Kecamatan Pasar Kliwon merupakan pusat Kota Surakarta sehingga relatif ideal untuk aktivitas ekonomi perdagangan barang maupun jasa.

commit to user

commit to user

3. Kondisi Sosial Daerah Penelitian.

a. Jumlah Penduduk.

Pada tahun 2010 tercatat jumlah penduduk Kecamatan Pasar Kliwon mencapai 88.924 Jiwa. Perbandingan jumlah penduduk pada masing-masing kelurahan dapat dirinci pada tabel berikut.

Tabel 31. Jumlah Penduduk tiap Kelurahan tahun 2011.

No Kelurahan Jumlah Penduduk

(Jiwa) Persentase

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Surakarta 2011

Data tabel tersebut dapat direpresentasikan dalam peta 3 berikut. Pada peta tersebut nampak bahwa penduduk di Kecamatan Pasar Kliwon tersebar cukup merata tetapi beberapa kelurahan merupakan konsentrasi pemusatan penduduk yang utama. Kelurahan Sangkrah, Joyosuran, dan Semanggi yang terletak di bagian selatan dan timur (bagian tepi Kota Surakarta) memiliki banyak penduduk.

Kelurahan Gajahan, Kampung Baru, Kedung Lumbu yang terletak di bagian utara dan barat Kecamatan Pasar Kliwon (bagian tengah Kota Surakarta) memiliki penduduk yang relatif lebih sedikit. Pada bagian utara dan barat Kecamatan Pasar Kliwon, penggunaan tanah pada umumnya merupakan pusat kegiatan pemerintahan, budaya, maupun ekonomi sehingga kecenderungan pemusatan penduduk menjadi relatif lebih kecil dibandingkan dengan bagian selatan dan timur Kecamatan Pasar Kliwon.

commit to user

commit to user b. Kepadatan Penduduk.

Kepadatan penduduk Kecamatan Pasar Kliwon pada tahun 2010 mencapai 18.255 jiwa/km2. Kepadatan penduduk tiap kelurahan dapat dirinci pada tabel berikut.

Tabel 32. Perhitungan Kepadatan Penduduk tiap Kelurahan tahun 2010.

No Kelurahan Jumlah Penduduk

(Jiwa) Luas Kelurahan

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Surakarta 2010 dan analisis data

Data kepadatan penduduk tersebut dapat direpresentasikan dalam peta 4 berikut.

Kepadatan penduduk tersebut dihitung berdasarkan kepadatan penduduk aritmatik yaitu dengan membagi jumlah penduduk dengan luas administrasi kelurahan.

Kelurahan dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Kelurahan Sangkrah dan kelurahan dengan kepadatan penduduk terendah adalah Kelurahan Kedung Lumbu. Kepadatan penduduk Kecamatan Pasar Kliwon secara aritmatis menunjukkan bahwa semakin ke timur Kecamatan Pasar Kliwon, kepadatan penduduk semakin tinggi. Ketersediaan lahan untuk rumah/permukiman di bagian timur kecamatan yang relatif banyak menyebabkan bagian timur Kecamatan Pasar Kliwon menjadi wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

commit to user

commit to user c. Dinamika Jumlah Penduduk.

Dinamika jumlah penduduk Kecamatan Pasar Kliwon dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk masuk maupun keluar. Pada tahun 2010, jumlah kelahiran Kecamatan Pasar kliwon tercatat sebesar 950 jiwa dan jumlah kematian sebesar 715 jiwa. Pada tahun 2010, jumlah penduduk datang ke Kecamatan Pasar kliwon tercatat sebesar 1.755 jiwa dan jumlah penduduk pergi sebesar 1.883 jiwa. Jumlah kematian, kelahiran, penduduk datang dan penduduk pergi pada masing-masing kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon adalah sebagai berikut.

Tabel 33. Jumlah Kelahiran, Kematian, Penduduk Datang, Penduduk Pergi Tiap Kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon Tahun 2010

No Kelurahan Kelahiran Kematian Penduduk Datang

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Surakarta Tahun 2010

Perbandingan jumlah kematian, kelahiran, penduduk datang dan penduduk pergi pada masing-masing kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon dapat direpresentasikan pada peta 5 berikut. Pada tahun 2010, Kecamatan Pasar Kliwon mengalami pertambahan penduduk sebesar 890 jiwa. Pertambahan penduduk dipengaruhi oleh pertambahan alami (kelahiran dan kematian) sebesar 502 jiwa dan migrasi bersih sebesar 388 jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa dinamika penduduk Kecamatan Pasar Kliwon cenderung disebabkan oleh faktor pertambahan alami.

commit to user

commit to user d. Kondisi Perumahan.

Kondisi perumahan di Kecamatan Pasar Kliwon dapat diketahui berdasarkan perbandingan rumah berdasarkan tingkat konstruksinya. Jumlah rumah berdasarkan konstruksi rumah pada tiap kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon dapat dituliskan pada tabel berikut.

Tabel 34. Jumlah Rumah Berdasarkan Tipe Konstruksi Tiap Kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon Tahun 2010.

No. Kelurahan Jumlah Rumah (Unit)

Permanen Bukan Permanen Jumlah Persentase Jumlah Persentase

1 Baluwarti 1342 1213 90.4 129 9.6

Sumber: Badan Pusat Statistik Tahun 2010

Perbandingan jumlah rumah berdasarkan tipe konstruksi tiap kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon tahun 2010 dapat direpresentasikan pada peta 6 berikut.

Pada tahun 2010, Kecamatan Pasar Kliwon memiliki perbandingan jumlah rumah permanen yang lebih besar daripada jumlah rumah bukan permanen. Rumah permanen di Kecamatan Pasar Kliwon berjumlah 19.468 unit atau 90,81% dari total rumah di Kecamatan Pasar Kliwon yang berjumlah 19.241 unit. Rumah bukan permanen di Kecamatan Pasar Kliwon berjumlah 1.789 unit atau sebesar 9,19% dari total jumlah rumah di Kecamatan Pasar Kliwon. Rumah dengan konstruksi bukan permanen menempati proporsi yang lebih kecil dibandingkan dengan rumah permanen. Rumah bukan permanen pada umumnya memiliki proporsi yang hampir seimbang di seluruh kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon.

commit to user

commit to user e. Perekonomian.

Kondisi perekonomian Kecamatan Pasar Kliwon dapat ditunjukan berdasarkan jumlah kepala keluarga (KK) miskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2010, jumlah kepala keluarga miskin di Kecamatan Pasar Kliwon mencapai 4.627. Jumlah kepala keluarga miskin dapat dirinci dalam tabel 29 berikut.

Tabel 35. Jumlah Kepala Keluarga Miskin Tiap Kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon Tahun 2010.

No. Kelurahan Jumlah Kepala Keluarga

Miskin nonMiskin

Perbandingan jumlah keluarga miskin tiap kelurahan dapat direpresentasikan dalam peta 7 berikut. Kecamatan Pasar Kliwon memiliki jumlah kepala keluarga sebesar 20.266 KK. Jumlah kepala keluarga yang tergolong keluarga miskin yaitu 4.627 KK atau sebesar 22,83%. Jumlah kepala keluarga yang tergolong keluarga nonmiskin yaitu 15.639 KK atau sebesar 77,17%. Proporsi keluarga miskin di Kecamatan Pasar Kliwon cukup besar. Persebaran keluaga miskin tidak merata pada tiap-tiap kelurahan. Kelurahan Sangkrah memiliki persentase keluarga miskin yang paling besar yaitu sebesar 42,83%. Kelurahan kauman memiliki persentase keluarga miskin yang paling sedikit yaitu sebesar 13,99%. Kelurahan yang memiliki persentase keluarga miskin yang besar terletak di bagian tengah, selatan, dan timur yang merupakan daerah tepi kota. Banyaknya keluarga miskin yang terletak di tepi kota merupakan akibat dari kesempatan kerja yang kurang dibagian tepi kota.

commit to user f. Fasilitas Umum.

Fasilitas umum yang dideskripsikan adalah jenis sumber air yang digunakan oleh penduduk. Ketersediaan air adalah faktor penting dalam pemadaman kebakaran sebelum api membesar. Apabila air mudah didapat, maka pemadaman kebakaran pada saat api belum membesar lebih mudah dilakukan. Penduduk Kecamatan Pasar Kliwon menggunakan tiga jenis sumber air untuk memenuhi kebutuhan, yaitu: Sumur milik pribadi, Sumur umum, dan PDAM. Perbandingan penggunaan tiga jenis sumber air tersebut dapat dijabarkan pada tabel 30 berikut.

Tabel 36. Sumber Air Penduduk Kecamatan Pasar Kliwon.

No Kelurahan Sumber Air

PDAM Sumur Umum Sumur Pribadi

1 Gajahan 284 186 584

Perbandingan sumber air penduduk Kecamatan Pasar Kliwon dapat dipresentasikan dalam peta 8 berikut. Penduduk Kecamatan Pasar Kliwon memakai sumber air dari PDAM, Sumur Umum, dan Sumur Pribadi yang seimbang. Jumlah keluarga yang memakai sumber air PDAM adalah sebesar 6.920 KK (38,14%). Jumlah keluarga yang memakai sumber air dari sumur umum adalah sebesar 4.618 KK (25,45%). Jumlah keluarga yang memakai sumber air dari sumur pribadi adalah sebesar 6.607 KK (36,41%). Penggunaan sumber air PDAM dirasa paling baik untuk memadamkan kebakaran permukiman pada tahap awal dibandingkan dengan sumur pribadi dan sumur umum.

commit to user

commit to user B. Hasil Penelitian.

1. Deskripsi faktor risiko kebakaran permukiman Kecamatan Pasar Kliwon.

a. Fungsi permukiman.

Permukiman memiliki fungsi permukiman yang dikategorikan menjadi tiga, yaitu : permukiman dengan fungsi permukiman rendah, permukiman dengan fungsi permukiman sedang, dan permukiman dengan fungsi permukiman tinggi.

Permukiman dengan pemicu fungsi permukiman kebakaran rendah ditunjukkan dengan adanya rumah dengan fungsi tunggal. Rumah dengan fungsi tunggal adalah rumah yang khusus digunakan sebagai hunian tempat tinggal. Permukiman dengan pemicu fungsi permukiman kebakaran tinggi ditunjukkan dengan adanya rumah dengan fungsi ganda. Rumah dengan fungsi ganda adalah rumah yang tidak hanya digunakan sebagai hunian tempat tinggal, melainkan juga digunakan sebagai tempat usaha seperti pertokoan, warung, bengkel, maupun pabrik.

Permukiman dengan fungsi permukiman sedang menunjukkan sebagian rumah berfungsi tunggal dan sebagian rumah berfungsi ganda.

Penilaian fungsi permukiman dilakukan berdasarkan intepretasi citra penginderaan jauh. Intepretasi dilakukan dengan membatasi dan mengenali rumah-rumah berfungsi ganda maupun tunggal pada permukiman. Contoh kenampakan bangunan rumah berdasarkan fungsi rumah pada citra penelitian adalah sebagai berikut.

Gambar 4. Potongan citra penelitian.

Sumber: GoogleEarth.

Hasil pengenalan terhadap fungsi bangunan rumah pada citra selanjutnya di batasi untuk menentukan fungsi permukiman. Satuan permukiman berdasarkan fungsi

commit to user

bangunan rumah selanjutnya ditafsir menjadi satuan-satuan permukiman berdasarkan tingkat fungsi permukiman. Batasan sementara (tentatif) pada citra selanjutnya dicek langsung di lapangan untuk membenahi hasil interpretasi.

Perbedaan antara permukiman berdasarkan fungsi permukiman ditunjukkan pada foto berikut.

Gambar 5. Foto Fungsi permukiman

Tunggal Campuran Ganda

Sumber: Data lapangan,2011.

Berdasarkan interpretasi citra dan observasi lapangan, fungsi permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon dapat digambarkan dalam peta 9 berikut.

commit to user

commit to user

Luas permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang memiliki fungsi permukiman rendah adalah sebesar 237,20 Ha atau 77,67% dari luas administratif Kecamatan Pasar Kliwon. Luas permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang memiliki fungsi permukiman sedang adalah sebesar 22,2 Ha atau 7,27% dari luas administratif Kecamatan Pasar Kliwon. Luas permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang memiliki fungsi permukiman tinggi adalah sebesar 46 Ha atau 15,06

% dari luas administratif Kecamatan Pasar Kliwon.

Secara umum permukiman yang memiliki fungsi permukiman rendah terdapat di seluruh bagian kecamatan tetapi sebagian besar terdapat di bagian timur kecamatan. Permukiman yang memiliki fungsi permukiman tinggi berada di bagian barat hingga selatan kecamatan. Permukiman yang memiliki fungsi permukiman sedang terdapat di bagian barat hingga selatan kecamatan.

Permukiman Kecamatan Pasar Kliwon didominasi oleh rumah-rumah dengan fungsi tunggal sehingga fungsi permukiman rendah. Rumah-rumah dengan fungsi ganda pada umumnya memiliki pemisahan ruang antara ruang khusus untuk hunian (tempat tinggal) dan ruang khusus untuk tempat usaha. Pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa pembagian ruang untuk kegiatan tempat tinggal maupun kegiatan usaha terbagi menjadi dua yaitu pembagian vertikal dan horisontal. Rumah dengan pembagian fungsi secara vertikal dicirikan dengan bangunan rumah lebih dari satu lantai. Ruangan pada lantai satu digunakan sebagai tempat usaha dan ruangan di lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal.

Rumah dengan pembagian ruang secara horisontal dicirikan dengan bangunan rumah memiliki satu lantai. Rumah tersebut digunakan untuk tempat usaha di bagian depan dan tempat tinggal dibagian belakang. Contoh rumah dengan pembagian fungsi secara vertikal terdapat di Kelurahan Kauman dan contoh rumah dengan pembagian fungsi horisontal terdapat di Kelurahan Semanggi.

Hasil pengamatan dilapangan juga menunjukkan terdapat perbedaan fungsi permukiman permukiman fungsi ganda antara bagian selatan dan bagian utara Kecamatan Pasar Kliwon. Pada bagian utara, permukiman dengan fungsi ganda didominasi oleh rumah-rumah yang digunakan sebagai tempat usaha penjualan barang maupun jasa. Pada bagian selatan, permukiman dengan fungsi ganda

commit to user

didominasi oleh rumah-rumah yang digunakan sebagai tempat usaha pengelasan dan bengkel. Bagian utara Kecamatan Pasar Kliwon merupakan pusat Kota Surakarta sehingga sangat baik untuk usaha penjualan barang dan jasa. Bagian selatan Kecamatan Pasar Kliwon merupakan daerah tepi Kota Surakarta sehingga banyak ditemui usaha-usaha pengolahan besi bekas dan barang bekas lain.

b. Kondisi Jaringan Listrik.

Kondisi jaringan listrik permukiman terbagi menjadi tiga, yaitu kondisi jaringan listrik baik, sedang, dan buruk. Penilaian kondisi jaringan listrik tersebut berdasarkan interpretasi terhadap kepadatan dan keteraturan permukiman.

Semakin jarang dan semakin teratur permukiman maka kondisi jaringan listrik semakin baik. Semakin padat dan semakin tidak teratur permukiman maka kondisi jaringan semakin buruk. Kondisi jaringan listrik yang buruk dapat lebih mudah memicu kebakaran permukiman dibandingkan dengan kondisi jaringan listrik yang baik. Permukiman dengan kondisi listrik baik ditunjukkan dengan adanya instalasi listrik rumah yang langsung tersambung ke tiang listrik. Permukiman dengan kondisi listrik buruk ditunjukkan dengan adanya instalasi listrik rumah yang tidak tersambung langsung ke tiang listrik tetapi tersambung ke rumah-rumah lain.

Pada citra penelitian, kondisi jaringan listrik permukiman dapat diinterpretasi dengan terlebih dahulu menilai kepadatan dan keteraturan permukiman. Hasil penilaian terhadap kepadatan dan keteraturan permukiman pada citra selanjutnya dibatasi untuk menentukan kondisi jaringan listrik permukiman. Hasil pembatasan adalah satuan permukiman berdasarkan kepadatan dan keteraturan. Satuan permukiman berdasarkan kepadatan dan keteraturan rumah selanjutnya ditafsir menjadi satuan-satuan permukiman berdasarkan kondisi jaringan listrik. Kondisi jaringan listrik Kecamatan Pasar Kliwon tahun 2011 dapat dipresentasikan dalam peta 10 sebagai berikut.

Hasil interpretasi citra penginderaan jauh untuk menentukan kondisi jaringan listrik permukiman menunjukkan permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang memiliki kondisi jaringan listrik baik adalah 7,52 Ha atau sebesar 2,59 % dari luas

commit to user

permukiman. Permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang memiliki kondisi jaringan listrik sedang adalah 273,17 Ha atau sebesar 89,32 % dari luas permukiman. Permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang memiliki kondisi jaringan listrik buruk adalah 24,76 Ha atau sebesar 8,10 % dari luas permukiman Permukiman dengan kondisi jaringan listrik sedang tersebar pada seluruh administrasi kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon. Permukiman dengan kondisi jaringan listrik baik, terdapat di Kedung lumbu, Joyosuran, dan Semanggi.

Permukiman dengan kondisi jaringan listrik buruk terdapat di Kelurahan Semanggi, Sangkrah, Kedung Lumbu, Joyosuran, dan Kampungbaru.

Kecamatan Pasar Kliwon secara kualitatif didominasi oleh permukiman dengan kondisi jaringan listrik sedang. Permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon pada umumnya merupakan permukiman yang padat dan teratur. Permukiman teratur memiliki jaringan listrik yang baik karena semua rumah dapat terhubung langsung dengan tiang listrik tanpa terhubung dengan rumah-rumah lain. Namun,karena permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon tergolong permukiman padat maka banyak rumah yang tidak terhubung dengan tiang listrik karena tiang listrik yang sudah terlalu banyak sambungan ke rumah-rumah lain. Hal ini menyebabkan banyaknya permukiman yang memiliki kondisi jaringan listrik sedang di Kecamatan Pasar Kliwon.

commit to user

commit to user c. Kepadatan permukiman.

Kecamatan Pasar Kliwon memiliki permukiman dengan kepadatan jarang, sedang, dan padat. Tingkat kepadatan permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon ditentukan berdasarkan interpretasi citra penginderaan jauh. Berdasarkan interpretasi citra Kecamatan Pasar Kliwon, permukiman dibatasi berdasarkan proporsi antara luas bangunan rumah dengan luas permukiman. Pembatasan dilakukan pada permukiman yang memiliki kepadatan sama. Contoh pembatasan yang dilakukan adalah sebagai berikut.

Gambar 6. Potongan Citra Penelitian.

Padat

Jarang

Sumber:GoogleEarth.

Hasil dari pembatasan sementara (tentatif) selanjutnya disampel untuk mengukur proporsi luas bangunan dengan permukiman. Pengukuran bertujuan untuk membenarkan hasil interpretasi. Hasil interpretasi yang telah benar selanjutnya di observasi dilapangan untuk membenarkan kembali hasil interpretasi.

Perbandingan permukiman berdasarkan tingkat kepadatan bangunan berdasarkan pengamatan lapangan dapat ditunjukkan pada foto berikut.

Gambar 7. Foto Kepadatan Bangunan Permukiman

Jarang Sedang Padat

Sumber: Data Lapangan ,2011.

Berdasarkan interpretasi citra dan observasi lapangan, kepadatan permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon dapat digambarkan dalam peta 11 berikut.

commit to user

Kecamatan Pasar Kliwon terdiri dari permukiman padat, sedang, dan jarang.

Permukiman padat memiliki luas sebesar 287,5 Ha atau sebesar 94% dari luas seluruh permukiman Kecamatan Pasar Kliwon. Permukiman kepadatan sedang memiliki luas sebesar 14,37 Ha atau sebesar 4,81% dari luas seluruh permukiman Kecamatan Pasar Kliwon. Permukiman jarang memiliki luas sebesar 3,6 Ha atau sebesar 1,18% dari luas seluruh permukiman Kecamatan Pasar Kliwon.

Permukiman Kecamatan Pasar Kliwon dengan kepadatan bangunan jarang terdapat di administrasi Kelurahan Semanggi dan Sangkrah. Permukiman dengan kepadatan bangunan sedang terdapat di administrasi Kelurahan Kedunglumbu Joyosuran, Semanggi, dan Sangkrah. Permukiman dengan kepadatan bangunan padat terdapat diseluruh administrasi kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon.

Kecamatan Pasar Kliwon didominasi oleh permukiman padat. Permukiman dengan kepadatan sedang dan jarang terdapat di bagian timur dan selatan Kecamatan Pasar Kliwon. Permukiman dengan kepadatan jarang pada umumnya merupakan daerah bantaran sungai. Permukiman dengan kepadatan jarang terdapat di antara tanggul dan sungai. Lokasi permukiman jarang tersebut menunjukkan adanya kecenderungan bahwa permukiman kepadatan jarang merupakan permukiman yang terletak dilokasi yang kurang sesuai. Permukiman yang telah padat di tengah-tengah Kota Surakarta ( bagian timur dan utara Kecamatan Pasar Kliwon) mendorong penduduk untuk berlokasi di daerah tepi kota. Lokasi permukiman yang jarang tersebut mernunjukkan bahwa permukiman tersebut adalah permukiman yang liar.

commit to user

commit to user d. Keteraturan permukiman.

Permukiman dari permukiman teratur, agak teratur, dan tidak teratur. Keteraturan permukiman dilihat dari arah hadap jalan bangunan rumah. Pada citra penelitian, bangunan rumah yang menghadap jalan adalah bangunan yang berdekatan langsung dengan jalan. Interpretasi citra penginderaan jauh untuk mengetahui keteraturan rumah permukiman dilakukan dengan melihat proporsi rumah yang menghadap langsung kejalan dengan rumah yang tidak menghadap langsung ke jalan. Contoh pembatasan keteraturan pada citra penelitian adalah sebagai berikut.

Gambar 8. Potongan Citra Penelitian.

Tidak teratur

Teratur

Sumber: Google Earth.

Hasil pembatasan permukiman berdasarkan keteraturan selanjutnya disampel untuk mengecek hasil interpretasi dengan melakukan penghitungan perbandingan rumah menghadap jalan tiap permukiman. Penghitungan dilakukan untuk membenarkan hasil interpretasi. Hasil pembatasan citra penginderaan jauh berdasarkan keteraturan rumah selanjutnya di observasi lapangan untuk membetulkan kembali hasil interpretasi. Contoh kenampakan permukiman berdasarkan keteraturan bangunan berdasarkan pengamatan dilapangan dapat ditunjukkan pada foto berikut.

Gambar 9. Foto Keteraturan Bangunan Permukiman

Teratur Agak teratur Tidak teratur

Sumber: Data lapangan,2011.

commit to user

Berdasarkan interpretasi citra dan observasi labapangan keteraturan permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon digambarkan dalam peta 12 berikut.

Kecamatan Pasar Kliwon memiliki permukiman yang tidak teratur, agak teratur, hingga teratur. Permukiman teratur memiliki luas sebesar 237,38 Ha atau sebesar 77,61 % dari luas seluruh permukiman Kecamatan Pasar Kliwon. Permukiman agak teratur memiliki luas sebesar 40,09 Ha atau sebesar 13,37 % dari luas seluruh permukiman Kecamatan Pasar Kliwon. Permukiman tidak teratur memiliki luas sebesar 28,37 Ha atau sebesar 9,28 % dari luas seluruh permukiman Kecamatan Pasar Kliwon.

Permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang termasuk dalam kategori permukiman tidak teratur terdapat pada administrasi Kelurahan Kampungbaru,

Permukiman di Kecamatan Pasar Kliwon yang termasuk dalam kategori permukiman tidak teratur terdapat pada administrasi Kelurahan Kampungbaru,

Dokumen terkait