• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari situs www.idx.co.id. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari sembilan perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Data-data yang digunakan adalah total aktiva lancar, total aktiva, total hutang lancar, total hutang, laba ditahan, laba sebelum bunga dan pajak, jumlah lembar saham yang beredar, harga saham, dan total penjualan. Data tentang total aktiva lancar, total aktiva, total hutang lancar, total hutang, dan jumlah lembar saham yang beredar didapatkan dari laporan keuangan bagian neraca. Untuk data laba ditahan didapatkan dari laporan keuangan bagian laporan perubahan modal, sedangkan untuk data laba sebelum bunga dan pajak serta total penjualan didapatkan dari laporan keuangan bagian laporan laba rugi, dan untuk data harga saham didapatkan dari fact book idx bagian harga penutupan saham.

B. Analisis Data

Terdapat dua variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel dependen dan variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai Z-Score dari rumus Altman, sedangkan variabel independennya adalah lima rasio keuangan yang digunakan dalam rumus Altman. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah yang sudah ditentukan sebelumnya dalam bab metode penelitian, yaitu:

1. Mengumpulkan data

Data diambil dari laporan keuangan setiap perusahaan, yang akan digunakan dalam penghitungan komponen-komponen dalam rumus AltmanZ- Score. Data-data yang digunakan adalah total aktiva lancar, total aktiva, total hutang lancar, total hutang, laba ditahan, laba sebelum bunga dan pajak, jumlah lembar saham yang beredar, harga saham, dan total penjualan.

2. Menghitung komponen Z-Score dalam bentuk rasio untuk menilai kondisi masing-masing perusahaan.

Terdapat lima komponen dalam rumus Altman Z-Score yang dihitung untuk masing-masing perusahaan, yaitu:

a. X1(Working Capital to Total Assets)

Modal kerja diperoleh dengan cara total aktiva lancar dikurangi dengan total kewajiban lancar.X1 termasuk rasio likuiditas yang digunakan untuk mendeteksi likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja. Tabel 5.1 merupakan hasil perhitungan X1 (Working Capital to Total Assets) untuk

sembilan perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2014.

Tabel 5.1:X1 (Working Capital to Total Assets)

No. Kode Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 1 ADES 0,137 0,169 0,239 0,200 0,166 2 CEKA 0,304 0,306 0,014 0,307 0,261 3 DLTA 0,672 0,692 0,686 0,679 0,669 4 ICBP 0,323 0,367 0,355 0,311 0,296 5 MLBI (0,031) (0,003) (0,290) (0,009) (0,346) 6 PSDN 0,179 0,236 0,210 0,225 0,148 7 ROTI 0,212 0,055 0,020 0,024 0,053 8 SKLT 0,228 0,202 0,147 0,097 0,078 9 ULTJ 0,238 0,145 0,249 0,331 0,395

Sumber: data diolah

Berdasarkan hasil perhitungan modal kerja bersih terhadap total aktiva yang dimiliki masing-masing perusahaan, ada satu perusahaan yang memiliki nilai X1negatif yaitu PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk. (MLBI) dari tahun 2010-2014. Hal tersebut terjadi karena perusahaan memiliki kewajiban lancar yang lebih besar dibandingkan dengan aset lancar yang dimiliki, sehingga aset lancar yang dimiliki tidak mencukupi untuk menutup kewajibannya. Nilai X1 terendah yaitu pada PT. Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) di tahun 2014 yang memiliki rasio sebesar (0,346) atau (34,6%) dan dapat diartikan bahwa perusahaan mengalami kekurangan aktiva lancar untuk membayar hutang lancar yang telah jatuh tempo sebesar 34,6% dari total aktiva perusahaan. Nilai X1 tertinggi yaitu pada PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) di tahun 2011 yang mencapai 0,692 atau

sebesar 69,2%. Hal ini menunjukkan bahwa kelebihan aktiva lancar setelah membayar kewajiban lancar yang telah jatuh tempo adalah sebesar 69,2% dari total aktiva perusahaan.

b. X2(Retained Earnings to Total Assets)

Laba ditahan merupakan laba yang akan diinvestasikan kembali dan atau rugi dari suatu perusahaan selama umur perusahaan tersebut. Rasio ini termasuk rasio profitabilitas kumulatif yang digunakan untuk mengukur besarnya kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba. Laba ditahan terjadi karena pemegang saham mengizinkan perusahaan untuk menginvestasikan kembali laba yang tidak didistribusikan sebagai dividen. Laba ditahan yang dilaporkan dalam neraca bukan merupakan kas dan tidak tersedia untuk pembayaran dividen atau yang lain. Tabel 5.2 merupakan hasil perhitunganX2 (Retained Earnings to Total Assets).

Tabel 5.2:X2(Retained Earnings to Total Assets)

No. Kode Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 1 ADES (1,579) (1,640) (1,184) (1,107) (1,016) 2 CEKA 0,054 0,173 0,194 0,247 0,214 3 DLTA 0,766 0,746 0,740 0,729 0,728 4 ICBP 0,175 0,239 0,272 0,280 0,299 5 MLBI 0,394 0,415 0,266 0,541 0,238 6 PSDN (1,402) (1,349) 0,020 0,031 (0,015) 7 ROTI 0,319 0,359 0,326 0,281 0,319 8 SKLT 0,069 0,086 0,100 0,115 0,147 9 ULTJ 0,324 0,340 0,415 0,461 0,521

Berdasarkan hasil perhitungan laba ditahan terhadap total aktiva yang dimiliki masing-masing perusahaan, ada dua perusahaan yang memiliki nilai X2 yang negatif yaitu PT. Akasha Wira International Tbk. (ADES) dari tahun 2010-2014 dan PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) tahun 2010, 2011, dan 2014. Perusahaan yang memiliki nilai X2 terkecil selama tahun 2010-2014 yaitu PT. Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) di tahun 2011 yang memiliki rasio (1,640) atau (164%). Nilai yang negatif ini menunjukkan bahwa total aktiva yang digunakan perusahaan tidak dapat menghasilkan laba ditahan yang bernilai positif karena jumlah kerugian perusahaan telah melebihi laba ditahan awal periode. Sehingga, nilai (1,640) atau (164%) dapat diartikan bahwa perusahaan tidak dapat menutupi kerugian yang terjadi pada perusahaan sebesar 164% dari total aktiva. Nilai X2 tertinggi dari sembilan perusahaan tersebut adalah pada PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) di tahun 2010 yang memiliki rasio 0,766 atau 76,6%. Nilai ini menunjukkan kemampuan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba ditahan adalah sebesar 76,6% dari total aktiva yang dimiliki.

c. X3 (Earnings Before Interest and Taxes /EBIT to Total Assets)

Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sebelum pembayaran bunga dan pajak dari total aktiva perusahaan. Semakin besar tingkat profitabilitas, maka semakin efektif dan efisien

perusahaan dalam penggunaan keseluruhan aktiva dalam menghasilkan laba usaha. Tabel 5.3 menunjukkan hasil perhitungan laba sebelum bunga dan pajak terhadap total aset yang dimiliki oleh masing-masing dari sembilan perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014.

Tabel 5.3:X3 (EarningsBefore Interest and Taxes /EBIT to Total Assets)

No. Kode Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 1 ADES 0,103 0,094 0,197 0,134 0,082 2 CEKA 0,047 0,181 0,089 0,085 0,076 3 DLTA 0,272 0,294 0,386 0,413 0,383 4 ICBP 0,188 0,180 0,170 0,139 0,136 5 MLBI 0,522 0,557 0,527 0,885 0,483 6 PSDN 0,095 0,088 0,074 0,063 (0,030) 7 ROTI 0,237 0,204 0,166 0,116 0,118 8 SKLT 0,031 0,037 0,047 0,055 0,071 9 ULTJ 0,101 0,072 0,189 0,155 0,129

Sumber: data diolah

Berdasarkan hasil perhitungan laba sebelum bunga dan pajak terhadap total aset yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan, ada satu perusahaan yang memiliki nilaiX3yang negatif di tahun 2014 yaitu PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) sebesar (0,030) atau (3%). X3 yang bernilai negatif disebabkan karena perusahaan memiliki biaya operasional yang lebih besar daripada laba bruto yang dihasilkan, sehingga laba yang diperoleh tidak dapat menutup biaya operasional perusahaan. Rasio yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian dan menunjukkan total aktiva perusahaan tidak dapat menghasilkan laba dari kegiatan operasional

perusahaan yang telah dilakukan sebesar 3% dari total aktiva yang dimiliki. Sedangkan, nilai X3 tertinggi yaitu pada PT. Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) di tahun 2013 sebesar 0,885 atau 88,5%. Nilai ini menunjukkan kemampuan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba sebelum bunga dan pajak sebesar 88,5% dari total aktiva yang dimiliki perusahaan.

d. X4 (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities)

Rasio ini termasuk dalam rasio solvabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan jaminan pada setiap hutangnya melalui modal sendiri. Nilai pasar ekuitas sendiri diperoleh dengan mengalikan jumlah lembar saham yang beredar dengan harga pasar per lembar saham. Sedangkan untuk nilai buku hutangnya diperoleh dengan menjumlahkan kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Berikut ini adalah perhitungan untukX4yang disajikan dalam tabel 5.4

Tabel 5.4:X4 (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities)

No. Kode Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 1 ADES 4,255 3,131 6,294 6,694 3,880 2 CEKA 0,605 0,677 0,686 0,638 0,599 3 DLTA 14,666 14,477 27,737 31,919 27,432 4 ICBP 6,816 6,718 7,887 7,433 7,739 5 MLBI 8,673 10,917 18,901 31,713 15,012 6 PSDN 0,521 2,075 1,081 0,817 0,850 7 ROTI 23,772 15,820 12,971 4,987 5,927 8 SKLT 1,193 1,059 1,034 0,766 1,163 9 ULTJ 4,953 4,016 5,161 16,317 16,478

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, terlihat bahwa nilai X4 (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities) yang dimiliki perusahaan makanan dan minuman di tahun 2010-2014, secara keseluruhan memiliki nilai X4 yang fluktuatif dari tahun ke tahun. Perusahaan yang mempunyaiX4yang rendah, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah menggunakan lebih banyak hutang daripada modal sendiri. Perusahaan yang memiliki nilai X4 paling kecil adalah PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) di tahun 2010 yaitu sebesar 0,521 atau 52,1%, nilai ini menunjukkan bahwa perusahaan hanya mampu membayar biaya hutang sebesar 52,1% dari ekuitas perusahaan yang dinilai dari harga pasar. Nilai X4tertinggi yaitu pada PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) di tahun 2013 sebesar 31,919 atau 3.191,9%, nilai ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar biaya hutangnya sebesar 3.191,9% dari ekuitas perusahaan yang dinilai dari harga pasar.

e. X5 (Sales to Total Assets)

Rasio initermasuk dalam rasio aktivitas yang dapat mengukur keefektifan suatu perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimiliki. Rasio ini menggambarkan kemampuan peningkatan penjualan dari aktiva yang dimiliki perusahaan. Tabel 5.5 merupakan hasil perhitungan untukX5.

Tabel 5.5:X5 (Sales to Total Assets) No. Kode Perusahaan 2010 2011 2012 2013 2014 1 ADES 0,674 0,947 1,225 1,139 1,146 2 CEKA 0,844 1,504 1,093 2,367 2,883 3 DLTA 0,773 0,810 0,966 1,000 0,886 4 ICBP 1,344 1,272 1,215 1,180 1,205 5 MLBI 1,574 1,522 1,360 1,999 1,339 6 PSDN 2,239 2,958 1,912 1,877 1,570 7 ROTI 1,077 1,071 0,988 0,826 0,877 8 SKLT 1,576 1,608 1,608 1,878 2,055 9 ULTJ 0,937 0,965 1,161 1,231 1,343

Sumber: data diolah

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, ada beberapa perusahaan yang memiliki rasio yang rendah yaitu PT. Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) di tahun 2010 dan 2011, PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) di tahun 2010, PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) di tahun 2010, 2011, 2012, dan 2014, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) tahun 2012, 2013, dan 2014, dan PT. Ultrajaya Milk and Trading Company Tbk. (ULTJ) di tahun 2010 dan 2011. Nilai X5 terendah dimiliki oleh PT. Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) di tahun 2010 yaitu sebesar 0,674. Nilai ini menunjukkan bahwa dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva perusahaan dalam satu tahun berputar 0,674 kali atau setiap Rp 1,- aktiva selama satu tahun dapat menghasilkan penjualan sebesar Rp 0,674. Sedangkan nilai X5 terbesar yaitu pada PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) di tahun 2011 sebesar 2,958. Nilai ini menunjukkan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva

perusahaan dalam satu tahun berputar 2,958 kali atau setiap Rp 1,- aktiva selama satu tahun dapat menghasilkan penjualan sebesar Rp 2,958.

3. Menghitung nilai Z-Scoreuntuk masing-masing perusahaan dan menganalisis nilaiZ-Scoreyang dihasilkan berdasarkan nilai batas

RumusZ-Scoreyang digunakan dalam penelitian ini adalah:

− = 1.2 1 + 1.4 1 +

3.3 1 +

0.6 1 + 1.0 1

Setelah mengetahui rasio-rasio dalam komponen rumus AltmanZ-ScoredariX1 hingga X5, hasil perhitungan tersebut kemudian dikalikan dengan standar masing-masing yang sesuai dengan rumus Z-Score, maka akan diperoleh nilai Z-Scoredari masing-masing perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI dari tahun 2010-2014. Hasil perhitungan Z-Score tersebut ditampilkan dalam tabel 5.6 hingga tabel 5.50

Tabel 5.6 NilaiZ-ScorePT. Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) tahun 2010

Z-Score= 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,137) + 1,4 ((1,579)) + 3,3 (0,103)+ 0,6 (4,255) + 1,0 (0,674) = 1,522

Berdasarkan tabel nilai Z-Score,, PT. Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) memiliki rasio negatif padaX2, karena perusahaan mengakumulasikan rugi di tahan yang cukup tinggi yaitu mencapai (512.480) (dalam jutaan rupiah). Sedangkan rasio tertinggi yaitu pada X4 (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities) sebesar 4,255. Adanya rasio negatif pada komponen Z-Score akan mempengaruhi pada nilai Z-Score yang dihasilkan. Sehingga, di tahun 2010, perusahaan menghasilkan angka Z-Score sebesar 1,522.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

44.626 324.493 0,137

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

(512.480) 324.493 (1,579)

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

33.543 324.493 0,103 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 955.800 224.615 4,255

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.7 Nilai Z-Score PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) tahun 2010

Z-Score= 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,304) + 1,4 (0,054) + 3,3 (0,047) + 0,6 (0,605) + 1,0 (0,844) = 1,805

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) memiliki rasio perputaran aktiva (X5) yang lebih tinggi dibandingkan dengan rasio yang lain yaitu 0,844. Tetapi, tingkat penjualan perusahaan belum mencapai hasil yang lebih tinggi dari aktiva yang dimiliki perusahaan, sehingga perusahaan dianggap belum dapat menggunakan aktiva dengan efektif dan manajemen juga diharapkan untuk mengevaluasi strategi pemasarannya.Dari perhitungan Z-Score tersebut, di tahun 2010 perusahaan menghasilkan nilai Z- Scoresebesar 1,805.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

258.907 850.470 0,304

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

45.770 850.470 0,054

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

40.351 850.470 0,047 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 327.800 541.717 0,605

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.8 NilaiZ-ScorePT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) tahun 2010

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,672) + 1,4 (0,766) + 3,3 (0,272) + 0,6 (14,666) + 1,0 (0,773) = 12,350

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) di tahun 2010 memiliki rasio tertinggi pada X4 (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities) sebesar 14,666. Semakin tinggi X4, semkain tinggi pula kemampuan perusahaan dalam mencukupi kewajibannya dengan ekuitas yang dimiliki yang dinilai dari harga pasar.Rasio terendah yaitu padaX3 (Basic Earning Power Ratio) sebesar 0,272.Dari rasio yang telah dihasilkan tersebut, perusahaan menghasilkan angkaZ-Scoresebesar 12,350.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

476.557 708.584 0,672

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

542.636 708.584 0,766

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

192.972 708.584 0,272 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 1.920.000 130.916 14,666

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.9 Nilai Z-Score PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) tahun 2010

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,323) + 1,4 (0,175) + 3,3 (0,188) + 0,6 (6,816) + 1,0 (1,344) = 6,690

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) memiliki dua rasio yang cukup baik di tahun 2010 yaitu Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities Ratio (X4) yang mencapai 6,816 danTotal Assets Turnover Ratio (X5) yang mencapai 1,344. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat memenuhi semua kewajibannya dengan modal sendiri. Perusahaan juga telah cukup efektif dalam menggunakan total aktiva untuk penjualan karena tingkat penjualan yang dihasilkan perusahaan telah melebihi total aktiva yang dimiliki, sehingga nilai Z-Scoreperusahaan di tahun 2010 mampu mencapai 6,690.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

4.316.635 13.361.313 0,323

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

2.344.832 13.361.313 0,175

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

2.519.142 13.361.313 0,188 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 27.259.925 3.999.132 6,816

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.10 Nilai Z-ScorePT. Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) tahun 2010

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 ((0,031)) + 1,4 (0,394) + 3,3 (0,522) +0,6 (8,673) + 1,0 (1,574) = 9,018

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) memiliki satu rasio negatif pada working capital ratio (X1) yang bernilai (0,031).Modal kerja bersih yang negatif kemungkinan akan membuat perusahaan menghadapi masalah dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya karena tidak tersedianya aktiva lancar yang cukup untuk menutupi kewajiban perusahaan tersebut. Rasio tertinggi yang dihasilkan perusahaan yaitu padaX4 (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities) yang mencapai 8,673.Hal tersebut membuat perusahaan memiliki nilaiZ-Score yang mencapai 9,018.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

(34.785) 1.137.082 (0,031)

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

448.342 1.137.082 0,394

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

594.162 1.137.082 0,522 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 5.773.950 665.714 8,673

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.11 Nilai Z-Score PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) tahun 2010

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,179) + 1,4 ((1,402)) + 3,3 (0,095)+ 0,6 (0,521) + 1,0 (2,239) = 1,117

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) memiliki satu rasio negatif padaRetained Earning to Total Asset Ratio (X2) sebesar (1,402) karena perusahaan memiliki rugi ditahan yang cukup tinggi yaitu mencapai (581.222) (dalam jutaan rupiah), dan di tahun 2010 perusahaan menghasilkan rasio tertinggi padaX5(Total Assets Turnover Ratio) yaitu sebesar 2,239. Hal tersebut ternyata tidak membuat perusahaan menghasilkan nilaiZ-Scoreyang tinggi, karena di tahun 2010 perusahaan hanya memilikiZ-Scoreyang bernilai 1,117.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

74.294 414.611 0,179

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

(581.222) 414.611 (1,402)

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

39.242 414.611 0,095 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 115.200 221.094 0,521

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.12 Nilai Z-Score PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) tahun 2010

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,212) + 1,4 (0,319) + 3,3 (0,237) + 0,6 (23,772) + 1,0 (1,077) = 16,823

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) memiliki rasio terendah padaX1(Working Capital Ratio) yang bernilai 0,212. Perusahaan dapat dikatakan memiliki kemampuan yang baik dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan modal yang dimiliki karena perusahaan mampu menghasilkan Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities (X4) sebesar 23,772, sehingga perusahaan menghasilkan Z- Scoreyang mencapai 16,823.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

120.348 568.265 0,212

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

181.215 568.265 0,319

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

134.666 568.265 0,237 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 2.681.800 112.813 23,772

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.13 NilaiZ-ScorePT. Sekar Laut Tbk. (SKLT) tahun 2010

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2(0,228) + 1,4 (0,069) + 3,3 (0,031) + 0,6 (1,193) +1,0 (1,576) = 2,764

Berdasarkan tabel nilaiZ-Score,PT. Sekar Laut Tbk. (SKLT) memiliki rasio terendah pada Basic Earning Power Ratio (X3) yang hanya mencapai 0,031.Untuk rasio tertinggi yang dihasilkan perusahaan yaitu pada Total Assets Turnover Ratio (X5) sebesar 1,576. Hal ini berarti bahwa dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva dalam satu tahun berputar 1,576 kali atau setiap Rp 1,- aktiva selama satu tahun dapat menghasilkan penjualan sebesar Rp 1,576 dan nilaiZ-Scoreyang dihasilkan perusahaan di tahun 2010 mencapai 2,764.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

45.418 199.375 0,228

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

13.834 199.375 0,069

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

6.172 199.375 0,031 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 96.740 81.070 1,193

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.14 Nilai Z-Score PT. Ultrajaya Milk and Trading Company Tbk. (ULTJ) tahun 2010

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,238) + 1,4 (0,324) + 3,3 (0,101) + 0,6 (4,953) + 1,0 (0,937) = 4,983

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Ultrajaya Milk and Trading Company Tbk. (ULTJ) memiliki rasio terendah padaBasic earning power ratio (X3) yang hanya mencapai 0,101. Sedangkan rasio tertinggi pada X4 (Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities) sebesar 4,953 atau 495,3%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu membayar kewajiban sebesar 495,3% dari ekuitas perusahaan yang dinilai dari harga pasar. Sehingga, di tahun 2010 perusahaan menghasilkan nilaiZ-Scoreyang mencapai 4,983.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

477.884 2.006.596 0,238

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

651.146 2.006.596 0,324

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

202.923 2.006.596 0,101 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 3.494.480 705.472 4,953

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.15 Nilai Z-Score PT. Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) tahun 2011

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,169) + 1,4 ((1,640)) + 3,3 (0,094) + 0,6 (3,131)+ 1,0 (0,947) = 1,043

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Akasha Wira Internasional Tbk. (ADES) memiliki rasio negatif padaRetained Earning to Total Asset Ratio(X2) sebesar (1,640) karena perusahaan mengakumulasikan rugi ditahan yang cukup tinggi dibandingkan total aktivanya yaitu mencapai (518.271) (dalam jutaan rupiah). Rasio tertinggi yang dihasilkan perusahaan yaitu X4(Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities) sebesar 3,131.Adanya rasio yang bernilai negatif dapat mempengaruhi nilaiZ-Scoreyang dihasilkan, sehinggaZ- Scoreyang dihasilkan perusahaan di tahun 2011 sebesar 1,043.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

53.441 316.048 0,169

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

(518.271) 316.048 (1,640)

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

29.627 316.048 0,094 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 595.900 190.302 3,131

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.16 Nilai Z-Score PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) tahun 2011

Z-Score= 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2(0,306) + 1,4 (0,173) + 3,3 (0,181) + 0,6 (0,677) + 1,0 (1,504) = 3,118

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (CEKA) memiliki rasio tertinggi pada Total Assets Turnover Ratio (X5) yang mencapai 1,504. Perusahaan memiliki rasio paling rendah pada Retained Earning to Total Asset Ratio(X2) yang hanya mencapai 0,173 atau 17,3%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba ditahan adalah sebesar 17,3%, sehingga nilai Z-Score yang dihasilkan perusahaan mencapai 3,118.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

252.131 823.361 0,306

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

142.076 823.361 0,173

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

149.368 823.361 0,181 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 283.100 418.302 0,677

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.17 NilaiZ-ScorePT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) tahun 2011

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,692) + 1,4 (0,746) + 3,3 (0,294) + 0,6 (14,477) + 1,0 (0,810) = 12,342

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) memiliki rasio paling rendah dari kelima rasio tersebut pada Basic Earning Power Ratio(X3) yang mencapai 0,294. Sedangkan rasio tertinggi padaMarket Value of Equity to Book Value of Total Liabilities (X4) sebesar 14,477. Dari hasil rasio-rasio tersebut, nilaiZ-Scoreyang dihasilkan PT. Delta Djakarta Tbk. (DLTA) mencapai 12,342.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

481.515 696.167 0,692

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

519.582 696.167 0,746

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

204.871 696.167 0,294 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 1.784.000 123.231 14,477

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.18 Nilai Z-Score PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) tahun 2011

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,367) + 1,4 (0,239) + 3,3 (0,180) + 0,6 (6,718) + 1,0 (1,272) = 6,674

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) memiliki rasio tertinggi pada Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities (X4) yang mencapai 6,718.Untuk rasio terendah dari kelima rasio yang dihasilkan perusahaan, ada pada X3 (Basic Earning Power Ratio) yang bernilai 0,180 atau 18%. Hal ini berarti bahwa kemampuan total aktiva perusahaan untuk menghasilkan laba dari kegiatan operasional yang telah dilakukan yaitu sebesar 18% dari total aktivanya. Sehingga, nilai Z-Score yang dihasilkan perusahaan mencapai 6,674.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

5.591.771 15.222.857 0,367

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

3.638.786 15.222.857 0,239

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

2.744.910 15.222.857 0,180 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 30.321.200 4.513.084 6,718

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.19 Nilai Z-ScorePT. Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) tahun 2011

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 ((0,003)) + 1,4 (0,415)+3,3 (0,557)+ 0,6 (10,917) + 1,0 (1,522) = 10,490

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) memiliki rasio negatif padaWorking Capital Ratio (X1) yang bernilai (0,003). Hal tersebut dikarenakan perusahaan memiliki hutang lancar yang lebih besar daripada aktiva lancar yang dimiliki perusahaan, sedangkan rasio tertinggi ada pada Market Value of Equity to Book Value of Total Liabilities (X4) yaitu sebesar 10,917. Dari rasio-rasio yang telah dihasilkan tersebut, perusahaan menghasilkanZ-Scoredi tahun 2011 mencapai 10,490.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

(3.834) 1.220.813 (0,003)

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

507.230 1.220.813 0,415

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

680.487 1.220.813 0,557 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 7.539.000 690.545 10,917

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.20 Nilai Z-Score PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) tahun 2011

Z-Score = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5

= 1,2 (0,236) + 1,4 ((1,349)) + 3,3 (0,088)+ 0,6 (2,075) + 1,0 (2,958) = 2,888

Berdasarkan tabel nilai Z-Score, PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk. (PSDN) memiliki rasio negatif pada X2 (Retained Earnings to Total Asset) yang bernilai (1,349). Nilai X2 yang negatif menunjukkan bahwa perusahaan tidak mampu menutupi kerugian yang terjadi pada perusahaan sebesar 134,9% dari total aktiva yang dimilikinya. Dari kelima rasio tersebut, perusahaan memiliki rasio paling tinggi padaTotal Assets Turnover Ratio(X5) yang bernilai 2,958.Maka, di tahun 2011 angkaZ-Scoreperusahaan mencapai 2,888.

X1 Modal kerja / Total aktiva = Working Capital Rasio

99.288 421.366 0,236

X2 Laba ditahan / Total aktiva = Retained Earning to Total Asset Ratio

(568.385) 421.366 (1,349)

X3 EBIT / Total aktiva = Basic Earning Power Ratio

37.117 421.366 0,088 X4 Nilai Pasar Ekuitas / Nilai Buku Total hutang = MVBV Ratio 446.400 215.077 2,075

X5 Penjualan / Total aktiva = Total assets turnover Ratio

Tabel 5.21 Nilai Z-Score PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI)

Dokumen terkait