• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2.2 Deskripsi Data Frekuensi

Tabel 4.4

1 0,75 2 3 3,13 4

Statistics

CSR sebagai sebuah faktor extenal yakni usaha untuk mendongkrak citra perusahaan

62 0 3,13 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

CSR sebagai sebuah faktor extenal yakni usaha untuk mendongkrak citra perusahaan 8 12,9 12,9 12,9 38 61,3 61,3 74,2 16 25,8 25,8 100,0 62 100,0 100,0 tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 38 orang atau dengan persentase 61,3%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 16 orang atau 25,8%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah tidak setuju dengan perolehan 12,9% atau sebanyak 8 orang. Tidak ada responden menjawab sangat sangat tidak setuju.

CSR memiliki banyak manfaat bagi perusahaan, salah satunya yaitu untuk mendongkrak citra perusahaan yang dalam rentang waktu panjang akan meningkatkan reputasi perusahaan.2 Apabila terdapat pihak-pihak tertentu yang menuduh perusahaan menjalankan perilaku serta praktik-praktik yang tidak pantas, masyarakat akan menunjukan pembelaannya. Itu lah manfaat bagi perusahaan yang menjalankan CSR.

Banyaknya responden yang menjawab setuju yaitu sebesar 61,3% dan 25,8% yang menjawab sangat setuju dalam pernyataan “CSR sebagai faktor external yakni usaha dalam mendongkrak citra perusahaan”, memperlihatkan bahwa sebagian besar BUMN di provinsi Banten memahami bahwa manfaat dari program CSR dapat meningkatkan citra bagi perusahaan serta senantiasa melakukan program CSR. Namun ada beberapa responden yang menjawab tidak setuju akan pernyataan tersebut yaitu sebanyak 13,3%. Hal ini menunjukan bahwa dalam melakukan kegiatan CSR beberapa instansi tersebut tidak terpaku akan citra perusahaan.

2

Tabel 4.5

1 0,75 2 2,94 3 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 42 orang atau dengan persentase 67,7%, kemudian yang menjawab tidak setuju sebanyak 12 orang atau 19,4%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah sangat setuju dengan perolehan 12,9% atau sebanyak 8 orang. Tidak ada responden menjawab sangat tidak setuju.

Statistics

CSR sebagai upaya untuk memenuhi kewajiban (compliance) atas aspek reg ulasi dan hukum

62 0 2,94 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

CSR sebagai upaya untuk memenuhi kewaj iban (compliance) atas aspek regulasi dan hukum

12 19,4 19,4 19,4 42 67,7 67,7 87,1 8 12,9 12,9 100,0 62 100,0 100,0 tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Ada tiga Motif perusahaan melakukan CSR menurut wibisono (2007), yang salah satunya adalah sebagai upaya untuk memenuhi kewajiban (complience).3 Artinya CSR di implementasikan karena memang ada regulasi, hukum dan aturan yang memaksa. Dalam pernyataan “CSR sebagai upaya untuk memenuhi kewajiban (complience) atas aspek regulasi dan hukum”, sebagian besar responden menjawab setuju, hal ini memperlihatkan bahwa motif BUMN di provinsi banten melakukan kegiatan CSR yaitu untuk memenuhi kewajiban (complience) atas aspek regulasi dan hukum. Namun ada beberapa responden yang menjawab tidak setuju sebesar 19,4 %. Hal ini menunjukan bahwa yang menjawab tidak setuju tersebut dalam melaksanakan kegiatan CSR tidak berdasarkan untuk pemenuhan aspek regulasi dan hukum.

3

Rahmatullah & kurniati, Trianita. 2011. Panduan praktis pengelolaan CSR. Yogyakarta. Samudra biru. Hal 37

Statistics

CSR sebag ai sebuah faktor internal untuk

mengimplementasikan kegiatan CSR atas dasar tang gung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungannya.

62 0 3,32 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Tabel 4.6

1 0,75 2 33,32 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 38 orang atau dengan persentase 61,3%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 22 orang atau 35,5%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah tidak setuju setuju dengan perolehan 3,2% atau sebanyak 2 orang. Tidak ada responden menjawab sangat tidak setuju.

Satu lagi motif perusahaan dalam melakukan kegiatan CSR yaitu beyond complience yaitu CSR dilakukan karena terdapat dorongan yang tulus dari dalam (internal driven).4 Perusahan menyadari bahwa tanggung jawabnya bukan sekedar kegiatan ekonomi untuk menciptakan profit demi kelangsungan bisnis, melaikan juga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

4

Ibid hal 37

CSR sebagai sebuah faktor internal untuk mengimplementasikan kegiatan CSR atas dasar tanggung j awab perusahaan terhadap masyarakat dan

lingkungannya. 2 3,2 3,2 3,2 38 61,3 61,3 64,5 22 35,5 35,5 100,0 62 100,0 100,0 tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Banyaknya responden yang menjawab setuju dengan presentase 61,3% dan yang menjawab sangat setuju dengan presentase 35,5%, memeperlihatkan bahwa BUMN di provinsi banten melakukan kegitan CSR atas dorongan yang tulus. Jika dibandingkan dengan pernyataan sebelumnya yang menyatakan bahwa “CSR sebagai upaya untuk memenuhi kewajiban (complience)atas aspek regulasi dan hukum)”, pernyataan ini jauh lebih besar mendapatkan persentase untuk jawaban setuju dan sangat setuju. Hal ini memperlihatkan bahwa BUMN diprovinsi banten lebih menitik beratkan kepada ketulusan serta kesadaran atas tanggung jwab sosial dan lingkungannya dalam menjalankan kegitan CSR. Namun ada satu responden yang menjawab tidak setuju dengan persentase sebesar 3,2%. Hal ini menunjukan bahwa dalam menjalankan aktivitas CSR hanya atas pemnuhan aspek regulasi dan hukum bukan atas kesadaran atas tanggung jawab sosial perusahaan.

Statistics

CSR sama dengan Comunity Development (CD) 62 0 2,56 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Tabel 4.7

1 0,75 2 2,56 3 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 37 orang atau dengan persentase 59,7%, kemudian yang menjawab tidak setuju sebanyak 23 orang atau 37,1%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah sangat tidak setuju dengan perolehan 3,2% atau sebanyak 2 orang. Tidak ada responden menjawab sangat setuju

Kesalahan paling umum yang sering dijumpai adalah menyamakan community development (CD) dengan CSR. Community development merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kekuatan kelompok-kelompok mayarakat yang kurang beruntung agar menjadi lebih dekat kepada kemandirian. Sedangkan CSR memiliki cakupan wilayah yang sangat luas, yaitu terhadap seluruh pemangku

CSR sama dengan Comunity Development (CD)

2 3,2 3,2 3,2

23 37,1 37,1 40,3

37 59,7 59,7 100,0

62 100,0 100,0

sangat tidak setuju tidak setuju setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

kepentingan. 5 Jadi menyamakan CD dengan CSR adalah suatu kekeliruan yang harus diluruskan. Dapat disimpulkan bahwa CD adalah sebagian besar dari CSR.

Banyaknya responden yang menjawab setuju dengan presentasi 59,7% menjukan bahwa pemahaman BUMN di provinsi Banten mengenai CSR sama dengan CD hanya sebagian kecil saja yang memahami hal tersebut. Kurangnya pemahaman yang dalam tentang CSR menjadi faktor utama kekeliruan tentang pernyataan tersebut terjadi. Namun ada beberapa responden yang memahami perbedaan tersebut bahwa CSR tidak sama dengan CD yaitu sebanyak 37,1%. Hal ini menunjukan bahwa hanya sebagian kecil BUMN di provinsi Banten yang memahami perbedaan CSR dan CD.

Tabel 4.8

5

Dwi Kartini. 2009. Corporate social responsibility. Bandung. PT. Refika aditama. Hal 38

Statistics

CSR menunjukan aspek sosial semata 62 0 2,32 2,00 2 Valid Missing N Mean Median Mode

CSR menunj ukan aspek sosial semata

4 6,5 6,5 6,5

34 54,8 54,8 61,3

24 38,7 38,7 100,0

62 100,0 100,0

sangat tidak setuju tidak setuju setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

1 0,75 22,32 3 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab tidak setuju sebanyak 34 orang atau dengan persentase 54,8%, kemudian yang menjawab setuju sebanyak 24 orang atau 48,7%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah sangat tidak setuju dengan perolehan 6,5% atau sebanyak 4 orang. Tidak ada responden menjawab sangat setuju.

Banyak responden yang menjawab tidak setuju atas pernyataan “CSR menunjukan aspek sosial semata”,sebesar 54,8% hal ini menunjukan bahwa sebagian besar BUMN di provinsi banten melakukan kegitan CSR bukan di lihat dari aspek sosial semata, akan tetapi melihatnya dari aspek sosial, ekonomi dan aspek lingkungan sesuai dengan literatur-literatur mengenai CSR. akan tetapi selisih antara responden yang tidak setuju dan setuju hanya sedikit, responden yang menjawab setuju dipresentasikan sebanyak 48,7%. Hasil ini menunjukan bahwa sebagian BUMN di provinsi banten masih menjalan kan CSR hanya dari aspek sosial semata. Kurangnya pemahaman tentang CSR menjasi salah satu faktor yang menyebabkan mash ada BUMN di provinsi banten hanya melihat dr aspek sosial semata.

Tabel 4.9

1 0,75 2 2,60 3 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 26 orang atau dengan persentase 41,9%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 8 orang atau 12,9%. Sedangkan jawaban tidak setuju dengan perolehan 37,1% sebanyak 23 responden dan sebanyak 8,1% atau % responden menjawab sangat tidak setuju. Tidak ada responden menjawab sangat tidak setuju.

Statistics

Program CSR dapat dikatakan berhasil jika mendapatkan dukungan dari top manajemen perusahaan.

62 0 2,60 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Program CSR dapat dikatakan berhasil j ika mendapatkan dukungan dari top manaj emen perusahaan.

5 8,1 8,1 8,1

23 37,1 37,1 45,2

26 41,9 41,9 87,1

8 12,9 12,9 100,0

62 100,0 100,0 sangat tidak setuju

tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Tanpa adanya dukungan dari top manajemen, peluang keberhasilan kegiatan CSR akan menipis.6 Artinya dukungan top manjemen sangat penting bagi keberhasilan kegitan CSR. Dengan adanya dukungan tersebut karyawan menjadi semngat dalam mengimplementasikan kegiatan CSR. Sebanyak 41,9% dan 12,9% responden menyatakan setuju dengan pernyataan “program CSR dapat dikatakan berhasil jika mendapatkan dukungan dari top manajemen perusahaan”. Hal ini memperlihatkan bahwa top manajemen di tiap BUMN yanga ada di provinsi Banten mendukung adanya kegiatan CSR dimana dia memimpin. Namun ada responden yang menjawab tidak setuju yaitu sebesar 37,1%. Hal ini kemungkinan instansi tersebut memandang dukungan top manajemen bukan lah hal yang penting dalam aktivitas CSR yang dilakukan.

6

Opcit. Hal 52

Statistics

Dukung an top manajemen ditunjukan dengan pemberian dana yag sesuai deng an program yang dilaksanakan

62 0 3,10 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Tabel 4.10

1 0,75 2 3 3,10 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 46 orang atau dengan persentase 74,2%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 12 orang atau 19,4%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah tidak setuju dan sangat tidak setuju dengan perolehan masing-masing 3,2% atau sebanyak 2 orang. Tidak ada responden menjawab tidak setuju.

Dukungan manajemen sangat penting dan sangat di butuhkan untuk sebuah organisasi dalam melaksanakan setiap operasi khususnya dukungan dari manajemen puncak. Bentuk dukungan bisa tulisan dan finansial. Salah satu bentuk dukungan finansial adalah pemberian dana sesuai dengan kegiatan dan tepat waktu. Sebanayak 80,0% responden menjawab setuju atas pernyataan “dukungan top manajemen

Dukungan top manaj emen ditunj ukan dengan pemberian dana yag sesuai dengan program yang dilaksanakan

2 3,2 3,2 3,2

2 3,2 3,2 6,5

46 74,2 74,2 80,6

12 19,4 19,4 100,0

62 100,0 100,0

sangat tidak setuju tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

ditunjukan dengan pemberian dana yang sesuai dengan program yang dilaksanakan”. Hasil ini menunjukan bahwa hampir semua top management BUMN di provinsi Banten memberikan dukungannya melalui dana yang sesuai dengan program yang telah direncanakan. Hal ini bertujuan untuk terlaksananya program CSR yang telah direncanakan. Namun ada responden yang menjawab tidak setuju sebesar 3,2% hal ini kemungkian dikarenakan dana tidak sesuai dengan program CSR yang dilaksanakan .

Tabel 4.11

1 0,75 2 2,98 3 4

Statistics

Dukung an top manajemen ditunjukan melalui pemberian dana tepat pada waktunya

62 0 2,98 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Dukungan top manaj emen ditunj ukan melalui pemberian dana tepat pada waktunya

2 3,2 3,2 3,2

6 9,7 9,7 12,9

45 72,6 72,6 85,5

9 14,5 14,5 100,0

62 100,0 100,0 sangat tidak setuju

tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 45 orang atau dengan persentase 72,6%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 9 orang atau 14,5%. Sedangkan jawaban yang menjawab tidak setuju sebanyak 6 orang atau 9,7%. Dan sisanya menjawab sangat tidak setuju dengan peresentase 3,2% atau sebanyak 2 orang.

Sebanyak 72,6% responden menjawab setuju untuk pernyataan “ dukungan top manajemen ditunjukan melalui pemberian dana tepat pada waktunya”, hasil ini menujukan bahwa sebagian besar BUMN di provinsi banten memberikan dukungannya melalui pemberian dana tepat pada waktunya guna keberhasilan program CSR yang mereka laksanakan. Namun ada responden yang menjawab tidak setuju sebesar 9,7% . Hal ini kemungkinan dikarenakan dalam pelaksanaan aktivitas CSR terkadang dana tidak diberikan secara tepat waktu.

Statistics

Dukung an manejemen ditunjukan dengan cara memberikan pengetahuan tentang csr deng an cara menghadirkan tenag a ahli dalam bidang csr

62 0 3,03 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Tabel 4.12

1 0,75 2 3 3,03 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 48 orang atau dengan persentase 77,4%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 8 orang atau 12,9% dan tidak setuju yaitu sebanyak 9,7% atau sebanyak 6 orang. Tidak ada responden menjawab sangat sangat tidak setuju.

Dalam pengimplemantasian CSR merancanag dan manjalankan pelatihan mengenai CSR merupakan bentuk dukungan perusahaan, dengan mendatangkan tenaga ahli dibidang CSR dapat menambah informasi bagi perusahaan dan bagi tim pelaksanaan CSR agar dapat menjalankan program CSR dengan benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini juga yang dilakukan oleh sebagian besar BUMN di provinsi Banten dengan persentase 77,4% yang menjawab setuju. Namun ada responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 9,7% hal ini kemungkinan

Dukungan manej emen ditunj ukan dengan cara memberikan pengetahuan tentang csr dengan cara menghadirkan tenaga ahli dalam bidang csr

6 9,7 9,7 9,7 48 77,4 77,4 87,1 8 12,9 12,9 100,0 62 100,0 100,0 tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

dikarenakan bagi instansi pemahaman SDM sudah cukup memadai sehingga tidak memerlukan tenaga ahli dalam pekalsanaan program CSRnya.

Tabel 4.13

1 0,75 2 3 3,11 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 49 orang atau dengan persentase 79,0%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 11 orang atau 17,7%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah sangat tidak setuju dengan perolehan 3,2% atau sebanyak 2 orang. Tidak ada responden menjawab tidak setuju.

Statistics

Dukungan top manajemen ditunjukan dengan membentuk tim csr di perusahaan

62 0 3,11 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Dukungan top manaj emen ditunj ukan dengan membentuk tim csr di perusahaan

2 3,2 3,2 3,2

49 79,0 79,0 82,3

11 17,7 17,7 100,0

62 100,0 100,0

sangat tidak setuju setuju

sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Keseriusan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas CSR bisa ditinjau dari struktur organisasinya. Jika suatu organisasi menganggap CSR penting untuk dilaksanakan maka perusahaan tersebut senantiasa akan membuat tim CSR atau dalam kata lain membuatkan departemen khusus untuk pengelolaan CSR. Sebesar 79,0% responden menyatakan setuju untuk pembentuka tim CSR sebagai suatu bentuk dukungan top manajemen. Hasil ini menujukan bahwa pembentukan tim CSR di BUMN provinsi sebagai bentuk dukungan top mangemen guna keberlangsungan aktivitas CSR dan buktu keeriusan top manajemen terhadap terlaksanya program CSR.

Tabel 4.14

Statistics

Kesadaran filantropik dari top manjemen menjadi dasar dari pelaksanaan program csr

62 0 2,97 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Kesadaran filantropik dari top manj emen menj adi dasar dari pelaksanaan program csr 7 11,3 11,3 11,3 50 80,6 80,6 91,9 5 8,1 8,1 100,0 62 100,0 100,0 tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

1 0,75 2 2,97 3 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 50 orang atau dengan persentase 80,6%, kemudian yang menjawab tidak setuju sebanyak 7 orang atau 11,3%. Sedangkan responden menjawab sangat setuju sebnyak 5 orang atau 8,1% dan tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju.

Filantropi adalah perwujudan dari rasa kasih sayang kepada sesama manusia yang berwujudsumbangan dalam bentuk uang, barang, atau karya lainnya bagi orang yang membutuhkan atauuntuk tujuan-tujuan sosial lainnya. Jika top manajemen mamahami betul arti dari filantropi maka hal ini dapat menjadikan dasar dari pelaksanaan program CSR. Sebanyak 80,6% responden mejawab setuju untuk pernyataan “kesadaran filantropik dari top manajen menjadi dasar dari pelaksanaan program CSR”,ini menjukan bahwa top manajemen BUMN di provini banten melaksanakan program CSR atas dasar filantropi. Namun terdapat responden yang menjawab tidak setuju sebesar `11,3% hal ini kemungkinan dikarenakan dalam pelaksanaan CSR itu sendiri sebagian BUMN di provinsi Banten merupakan aspek untuk pemenuhan regulasi dan hukun saja.

Tabel 4.15

1 0,75 2 2,89 3 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 48 orang atau dengan persentase 77,4%, kemudian yang menjawab tidak setuju sebanyak 9 orang atau 14,5%. Sedangkan jawaban yang menjawab sangat setuju sebanyak 4 orang atau 6,6%. Dan sisanya menjawab sangat tidak setuju dengan peresentase 1,6% atau sebanyak 1 orang.

Statistics

Top manajemen ikut serta dalam mensurvei lokasi sekitar yang akan dijadikan target pelaksanaan csr

62 0 2,89 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Top manaj emen ikut serta dalam mensurvei lokasi sekitar yang akan dijadikan target pelaksanaan csr 1 1,6 1,6 1,6 9 14,5 14,5 16,1 48 77,4 77,4 93,5 4 6,5 6,5 100,0 62 100,0 100,0 sangat tidak setuju

tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Banyaknya responden yang menjawab setuju sebesar 77,4% menjelaskan bahwa dalam proses pensurveian hapir semua top manajemen BUMN di provinsi Banten ikut terjun langsung kelapangan. Manfaat dari ikut terjung langsungnya pihak top manjemen adalah kepedualian serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Namun terdapat responden yang menjawab tidak setuju sebanyak 14,5%. Hal ini kemungkinan didasari oleh anggapan bahwa dalam \mensurvei tempat pelaksanaan CSR top manajemen hanya menerima laporan dan tidak perlu untuk ikut turun kelapangan.

Tabel 4.16

1 0,75 2 2,87 3 4

Statistics

Top manajemen meng etahui betul situasi lingkung an sekitar 62 0 2,87 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Top manaj emen mengetahui betul situasi lingkungan sekitar

2 3,2 3,2 3,2

14 22,6 22,6 25,8

36 58,1 58,1 83,9

10 16,1 16,1 100,0

62 100,0 100,0 sangat tidak setuju

tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 36 orang atau dengan persentase 58,1%, kemudian yang menjawab tidak setuju sebanyak 14 orang atau 22,6%. Sedangkan jawaban yang menjawab sangat setuju sebanyak 10 orang atau 16,1%. Dan sisanya menjawab sangat tidak setuju dengan peresentase 3,2% atau sebanyak 2 orang.

Banyaknya responden yang menjawab setuju sebesar 58,1% menunjukan bahwa, top manajemen BUMN diprovinsi Banten mengetahui betul situasi lingkungan sekitar, hal ini berkaitan dengan pernyataan sebelumnya, yaitu keikutsertaan top manajemen dalam proses pensurveian yang menghasilkan pngetahuan kepada top manajemen tentang situasi lingkungan sekitar. Namun ada responden yangmenjawab tidak setuju sebesar 22,6%. Hal ini kemungkinan dikarenakan menurut beberapa instansi BUMN tersebut top manajemen hanya menrima laporan dan tidak mengetahui betul situasi lingkungan sekitarnya.

Statistics

Top manjemen peka terhadap lingkung an sekitar perusahaan 62 0 3,08 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Tabel 4.17

1 0,75 2 3 3,08 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 44 orang atau dengan persentase 71,0%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 12 orang atau 319,4%. Sedangkan jawaban tidak setuju sebesar 8,1% atau sebanyak 5 orang. Dan sisanya menjawab sangat tidak setuju sebanyak 1,6% atau 1 responden..

Sebesar 71,0% responden menjawab setuju. Hasil ini meunjukan bahwa sebagian besar top manajemen di BUMN provinsi Banten memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Kepekaan merupakan hasil dari keikutsertaan serta pengetahuan tentang lingkungan sekitar. Dan dituangkan kedalam program-program CSR perusahaan. Namun terdapat responden yang menjawab tidak setuju sebesar 8,1%. Hal ini berkaitan dengan pernyataan sebelumnya karena top anajemen tidak mengetahui situsi lingkungan sekitar maka kepekaan pun tidak timbul dalam diri top

Top manj emen peka terhadap lingkungan sekitar perusahaan

1 1,6 1,6 1,6

5 8,1 8,1 9,7

44 71,0 71,0 80,6

12 19,4 19,4 100,0

62 100,0 100,0 sangat tidak setuju

tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

manajemen. Program berjalan haya atas dasar laporan layak atau tidaknya lingkungan tersebut dijadikan target untuk kegiatan CSR

Tabel 4.18

1 0,75 2 3 3,33 4

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 33 orang atau dengan persentase 53,2%, kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 24 orang atau 38,7%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah tidak setuju dengan perolehan 8,1% atau sebanyak 5 orang. Tidak ada responden menjawab sangat tidak setuju.

Kategori Ring 1), merupakn wilayah yang terkena dampak penting dan langsung dari kegiatan perusahaan menj adi prioritas utama dalam pelaksanaan CSR.

5 8,1 8,1 8,1 33 53,2 53,2 61,3 24 38,7 38,7 100,0 62 100,0 100,0 ti dak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Statistics

Kategori Ring 1), merupakn wilayah yang terkena dampak penting dan lang sung dari kegiatan perusahaan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan CSR.

62 0 3,31 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

Melihat dari jawaban responden sebesarr 53,2% yang menjawab setuju dan 38,7% yang menjawab sangat setuju. Membuktikan bahwa BUMN diprovinsi banten memprioritaskan masyarakat di ring 1 dalam kegitan CSRnya. Namun ada pula responden yang menjawab tidak setuju sebesar 18,1%. Hal ini kemungkinan dikarenakan dalam pelaksanaan program CSR BUMN tersebut tidak menggunankan ring untuk menentuka target CSRnya.

Tabel 4.19

1 0,75 2 3 3,23 4

Statistics

(Kategori Ring 2), wilayah yang terkena dampak penting dan tidak langsung dari kegiatan perusahaan menjadi prioritas kedua dalam pelaksanaan CSR

62 0 3,23 3,00 3 Valid Missing N Mean Median Mode

(Kategori Ring 2), wilayah yang terkena dampak penting dan tidak langsung dari kegiatan perusahaan menj adi prioritas kedua dalam pelaksanaan CSR

5 8,1 8,1 8,1 38 61,3 61,3 69,4 19 30,6 30,6 100,0 62 100,0 100,0 tidak setuju setuju sangat setuju Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Dari data di atas diketahui responden dengan jawaban paling banyak dipilih menjawab setuju sebanyak 38 orang atau dengan persentase 61,3% kemudian yang menjawab sangat setuju sebanyak 19 orang atau 30,6%. Sedangkan jawaban yang paling sedikit dipilih oleh responden adalah tidak setuju dengan perolehan 8,1% atau sebanyak 5 orang. Tidak ada responden menjawab sangat tidak setuju.

Melihat dari jawaban responden sebesarr 61,3% yang menjawab setuju dan

Dokumen terkait