• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Pengujian Data Distribusi Normal

Penentuan uji normalitas data menggunakan spss dapat dilakukan dengan uji satu sampel Kolmogrov-Smirnov (One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test). Prosedur pengujiannya dilakukan untuk membandingkan distribusi normal dari dua variabel. Kriteria penentuan uji normalitas data menurut Wahyu Agung antara lain sebagai berikut : 24

a. Jika sign pada kolom Asymp Sig (2-tailed) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal

b. Jika Sign pada kolom Asymp Sig (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal

Adapun hasil pengujian data distribusi normal pada variabel x (penyajian media internal) dengan variabel y (tingkat kepuasan informasi pegawai) dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

24

Wahyu Agung. Panduan SPSS 17.00 untuk mengolah penelitian kuantitatif. Yogyakarta. Gerai ilmu. 2010. Hal 143

Tabel 4.64

Berdasarkan hasil uji normalitas data pada indikator pertama (pemahaman CSR) dan indikator kedua (ukuran kinerja CSR) diatas, terlihat bahwa nilai sign pada kolom Asymp. Sig (2-tailed) menunjukan angka sebesar 0,139 dan 0,543. Kedua angka tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa data sampel pada indikator pertama dan indikator kedua berdistribusi normal.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

62 62 14,27 169,47 1,803 11,758 ,260 ,102 ,260 ,067 -,121 -,102 2,048 ,801 ,139 ,543 N Mean Std. Deviation Normal Parameters a,b

Absolute Positive Neg ative Most Extreme Differences Kolmog orov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

pemahaman tentang CSR

ukuran kinerja implementasi

CSR

Test distribution is Normal. a.

Calculated from data. b.

4.4 Pembahasan

Corporate Social Responsibility (CSR) menurut Magnan & Ferrel (2004) merupakan “ A business acts in socially responsible manner when its desicion and account for and balance diverse stake holder interest.”25

Definisi ini menekankan kepada perlunya memberikan perhatian secara seimbang terhadap kepentingan berbagai stakeholders yang beragam dalam setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh para pelaku bisnis melalui perilaku yang secara sosial bertanggung jawab.

Dalam UU No. 40 tahun 2007, diatur mengenai tanggung jawab sosial yang bertujuan mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi perseroan itu sendiri, komunitas setempat, dan masyarakat pada umumnya. Adapun yang terkena dampak langsung dari UUD No 40 tahun 2007 adalah perusahaan BUMN. Dimana dalam UUD No 19 tahun 2003 BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Selain dalam undang-undang negara kementrian BUMN sendiri pun membuat aturan mengenai pelaksanaan CSR kedalam PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Secara umum program PKBL dibagi dalam dua program besar yaitu Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Ini menujukan keseriusan BUMN dalam pelaksanaan CSR.

25

Kinerja merupakan bagian dari manejemen PR yang bertujuan untuk menjadi tolak ukur keberhasilan manajemen PR dalam menjalankan prinsip-prinsip fungsi manajemen PR itu. Pengukuran kinerja CSR dapat membantu PR dalam proses keberhasilan manajemen PR itu sendiri dalam melaksanakan aktivitas CSR. Hasil dari kinerja CSR itu yang akan mengukur baik buruknya pandangan publik terhadap perusahaan.

Melalui penelitian ini peneliti berusaha menjawab rumusan masalah dari studi komparasi kinerja CSR pada BUMN di provinsi Banten melalui kuisioner yang telah di sebarkan kepada 30 responden. Dari hasil kuisioner yang telah diolah dari setiap pernyataan, maka hasil dari data yang telah diolah tersebut dianalisis berdasarkan indikator dari CSR yang terdiri atas 2 indikator yaitu pemahaman dan kinerja kunci dalam implementasi CSR.

Pada indikator pertama pemahaman tentang CSR mencakup lima alat ukur yaitu sebagai faktor external, memenuhi kewajiban regulasi dan hukum, ebagai faktor internal, CSR sama dengan CD dan CSR hanya untuk perusahaan besar. Pemahaman merupakan proses dimana seseorang mengerti sesuatu yang telah diketahui atau di ingat baik lisan atau tulisan tujuannya adalah untuk menagkap makna dari apa yang diketahui. Dalam proses pemahaman terjadi perbedaan makna pada tiap orang, hal ini terjadi dikarenakan perbedaan daya tangkap dati tiaop orang.

Dalam hal ini CSR sebagai suatu kebijakan pemerintah yang teleh di atur di dalam undang-undang perlu dipahami secara benar untuk keberlangsungan yang sesuai degan aturan yang dibuat oleh pemerintan mengenai CSR. pemahaman yang kurang baik akan berdampak kepada pelaksanaan yang kurang baik juga.

Dalam proes pelaksanaan UUD tentang CSR banyak pemahaman yang salah mengenai CSR itu sendiri, hal ini dikarenakan oleh perkembangan CSR yang baru di indonesia dan sifatnya yang memaksa membuat para pelaku usaha memahami CSR secara setengah-setengah. Pemahaman yang setengah-setengah atau pemahaman yang kurang baik terhadap CSR tidak telihat di BUMN provinsi Banten. Walaupun dalam hal ini pesan yang disampaikan mengenai CSR sama.

Dalam proses pemahaman peran perusahaan sangat diperlukan untuk membantu pegawai dalam memahami CSR itu sendiri. Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap aktivitas CSR perusahaan. Hal ini berkaitan dengan komunikasi organiasi, komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara terperinci.

Hal ini yang menjadikan komunikasi organisasi penting dalam aktivitas CSR. dimulai dari pemahaman, dengan komunikasi organisasi yang baik, atasan akan dapat memantau tingkat pemahaman CSR serta dapat bertukar pikiran mengenai pemahaman maupun saat pelaksanaan CSR agar terjadi satu pemahaman yang sama atas CSR itu sendiri sehingga dapat meminimalisir hambatan yang ada.

Berdasarkan indikator pemahaman dapat disimpulkan bahwa tingkat pemahaman BUMN di provinsi Banten mengenai CSR tinggi, ini berdasarkan pengukuran presentase yang dilakukan pada indikator pemahaman tentang CSR mendapatkan hasil sebesar 71,37%.

Pada indikator kedua yaitu kinerja kunci dalam implementasi CSR yang mencakup berdasarkan sembilan alat ukur yaitu leadership, proporsi bantuan, transparasi dan akuntabilitas, cakupan wilayah, perencanaan dan mekanisme monitoring dan evaluasi, pelibatan stakeholder, keberlanjutan, dan hasil nyata.

Pengukuran kinerja kunci dalam implementasi CSR yang dilakukan oleh peneliti kepada BUMN di provinsi Banten mendapatkan hasil 77,03% atau dapat dikatakan tinggi.

Seorang PR harus bisa menjalankan prinsip-prinsip fungsi manajemen public relations dengan baik, yaitu :

a. Tujuan aktifitas fungsi public relations adalah untuk mengembangkan dan memelihara hubungan sosial dan lingkungan hidup yang baik sesuai dengan tujuan terbaik dari pihak organisasi yang dapat meningkatkan kemakmuran

Dokumen terkait