• Tidak ada hasil yang ditemukan

68 Duwi Priyanto, SPSS 22: Pengelolaan Data Terpraktis (Yogyakarta: C V Andi Offise t, 2014), 89.

69 Priyanto, 94.

70 Priyanto, 106.

71 Priyanto, 115.

2) Jika nilai signifikan lebi h keci l dari 0,05 maka kesimpulannya adala h terjadi gejala heterokedastisitas.

2. Analisis Regresi Linie r sederhana

Analisis regresi merupakan sala h sat u analisis yang bertujuan untu k mengetahui pengaru h suat u variabe l lain. Dala m analisis regresi, variabe l yang mempengaruhi disebu t independen t variable/variabe l bebas (X) dan variabe l yang dipengaruhi disebu t dependen t variable/variabe l terika t (Y). Jika dala m persamaan regresi hanya terdapa t sat u variabe l bebas dan sat u variabe l terika t maka disebu t sebagai persamaan regresi sederhana.

Analisis regresi sederhana digunakan untu k mengetahui pengaru h dari variabe l bebas terhada p variabe l terika t ata u dengan kata lain untu k mengetahui seberapa jau h perubahan variabe l bebas dala m mempengaruhi variabe l terika t. Dala m analisis regresi sederhana, pengaru h sat u variabe l bebas terhada p variabe l teriak t dapa t dibua t persamaan berikut:72

 y = a +  b x

Keterangan:

 y : variabe l bebas(independen t variable)  x : variabe l terika t (dependen t variable) a : konstanta

 b : koefisien regresi

72 Noor, Metode Penelitian: Skripsi, Tesis, Disterasi, dan Karya Ilmiah, 169–79.

3. Uji Hipotesis

a. Uji Parsia l (Uji t)

Uji  t dapa t digunakan untu k mengetahui apaka h dala m mode l regresi variabe l independen secara pasrsia l (sebagaian) berpengaru h signifikan terhada p variabe l dependen. Uji  t digunakan untu k menguji signifikasi pengaru h kualitas layanan terhada p kepuasan pemohon lelang. Dala m pengujian: 73

1) Ho diterima jika nilai  t hitung <  t table 2) Ho ditola k jika nilai  t hitung >  t table

Hipotesis yang digunakan dala m penelitian ini adala h apabila thitung > ttabe l, makaterdapa t pengaru h variabe l  X terdapa t variabe l  Y dan apabila thitung < ttabe l, maka tida k terdapa t pengaru h variabe l  X terdapa t variabe l.  Y. untu k menguji hipotesis melalui uji  t dapa t digunakan rumus sebagai berikut:

𝑡 =r√n − 2

√n − r2 Keterangan:

 t = nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔

 r = koefisien korelasi antara variable  x dan y n = jumla h responden

𝑟2 = kuadra t koefisien antara variable  x dan y74

73 Siregar, Statistik Parametik Untuk Penelitian Kualitatif, 406.

74 Sirega r, 468.

b. Uji Simultan (F)

Uji F dilakukan untu k mengetahui seberapa jau h variabe l  X (independen) secara bersama-sama dapa t mempengaruhi variabe l  Y (dependen). Jika nilai signifikan < 0,05 ata u F hitung >F tabe l, maka variable independen secara simultan berpengaru h terhada p variabe l dependen. Jika nilai signifikan > 0,05 ata u F hitung <F tabe l, maka variabe l independen secara simultan tida k berpengaru h terhada p dependen.75

c. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinan (R2) menunjukan seberapa besa r tingka t pengaru h antara variabe l dependen (Y) dengan variabe l independen (X) ata u sejumla h mana konstribusi variabe l independen (X) mempengaruhi variabe l dependen (Y). nilai  R terleta k antara 0 dan 1.

Jika nilai  R mendekati 0, maka pengaru h variabe l bebas terhada p variabe l terika t semakin lema h. Jika  R bergera k mendekati 1 maka pengaru h tersebu t akan semakin kua t. Namun apabila  R square bernilai minus (-) maka dapa t dikatakan bahwa tida k terdapa t pengaru h  X terhada p  Y.76

75 Sirega r, 439.

76 Siregar, 338.

BA B IV PEMBAHASAN

A. Hasi l Penelitian

1. Gambaran Umu m Lokasi Penelitian a. Sejara h berdirinya KPKN L Metro77

Kementerian Keuangan Republi k Indonesia mengadakan beberapa kali perubahan Organisasi terakhi r pada tahun 2006 dengan Peraturan Presiden Nomo r : 91 Tahun 2006 tentang Uni t Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republi k Indonesia, antara lain perubahan Direktora t Jendera l Piutang dan Lelang Negara (DJPLN) menjadi Direktora t Jendera l Kekayaan Negara (DJKN).

Peraturan Presiden Nomo r 95 tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertika l di Lingkungan Departemen Keuangan.

Sebagai tinda k lanju t dari Peraturan Presiden tersebu t maka Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomo r 135/PM K.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertika l Direktora t Jendera l Kekayaan Negara. Peraturan ini kemudian diperbaharui dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan Nomo r 263/PM K.06/2016 vide Peraturan Menteri Keuangan Nomo r

77 Website resmi KPKN L Metro, ww w.lelang.go.id diakses pada tangga l 18 Febuari 2021 puku l 19.00

170/PM K.06/2012 tentang Organisasi Dan Tata kerja Instansi Vertika l di Direktora t Jendera l kekayaan Negara

Dengan berlakunya Peraturan Menteri tersebu t maka pada DJKN terdapa t 17 Kanto r Wilaya h dan 85 Kanto r Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Dari 17 Kanto r Wilaya h tersebu t sat u diantaranya adala h Kanto r Wilaya h  V DJKN Banda r Lampung dan dari 85 Kanto r Operasiona l KPKN L it u sala h satunya adala h KPKN L Metro. Untu k melaksanakan tugas poko k dan fungsi DJKN tersebu t Menteri Keuangan Republi k Indonesia mengeluarkan sura t Keputusan Nomo r 254/K M.1/U P.11/2007 tanga l 12 Apri l 2007 tentang Mutasi Pejaba t Eselon III di Lingkungan Direktora t Jendera l Kekayaan Negara dan Pelantikan dilaksanakan pada tangga l 26 Apri l 2007, sehingga terhitung mulai tangga l 7 Mei 2007 Kanto r Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Metro melakukan tugas operasionalnya namun masi h memakai alama t KPKN L Banda r Lampung sambi l menungg u mendapa t gedung di kota Metro.

Pada tangga l 6 Agustus 2007 Kanto r Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Metro secara resmi menempati Gedung Kanto r di Kota Metro yang beralama t di Jalan Ima m Bonjo l Nomo r 26, Kota Metro. Seja k tahun 2014, KPKN L Metro mulai menempati Gedung bar u yang beralam t di Jalan A. H. Nasution Nomo r 116 Kota Metro.

b. Visi dan Misi KPKN L Metro

Beriku t ini visi misi pada KPKN L Metro:78 1) Visi KPKN L Metro

Menjadi pengelolaa kekayaan Negara yang professiona l dan akuntabe l untu k sebesar-besarnya kemakmuran rakya t.

2) Misi KPKN L Metro

a) Mewujudkan optimalisasi penerimaan, efisiensi, pengeluaran, dan efektivitas pengelolaan kekayaan Negara

b) Mengamankan kekayaan Negara secara fisi k, administrasi, dan hukum

c) Meningkatkan tata kelola dan nilai tamba h pengelolaan investasi pemerintah

d) Mewujudkan nilai kekayaan Negara yang waja r dan dapa t dijadikan acuan dala m berbagai keperluan

e) Melaksanakan pengurus piutang Negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel

f) Mewujudkan lelang yang efisien, transparan, akuntabe l, adi l, dan kompetitif sebagai instrumen t jua l beli yang mamp u mengakomodasi kepentingan masyaraka t.

c. Struktu r Organisasi KPKN L Metro

Beriku t stuktu r organisasi yang ada di Kanto r Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Metro, yaitu:79

78 Dokumentasi KPKN L Metro, J l. A H Nasution No.116, Yosorejo, Ke c. Metro Ti m., Kota Metro, Lampung 34111, dikuti p pada tangga l 11 Febuari 2021

Gamba r 4.1

Stuktu r Organisasi Kanto r Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Metro

2. Deskripsi Data Hasi l Penelitian

Berdasarkan hasi l analisa data terhada p jawaban responden yait u menggunakan uji Validitas dan Reliabilitas.

79Wawancara dengan Ib u Mirda Yolanda, Selak u pegawai AP T pada KPKN L Metro J l.

A H Nasution No.116, Yosorejo, Ke c. Metro Ti m., Kota Metro, Lampung 34111, dikuti p pada

a. Uji Validitas

Validitas adala h suat u ukuran yang menunjukan tingka t kevalidan ata u kesahihan sesuat u instrumen t. Aga r peneltiian ini dikatakan valid maka peneliti menggunakan ala t uku r yang mengandung keterkaitan dengan tujuan penelitian aga r mamp u mengungkapan suat u gejala yang sebenarnya yait u valid ata u tida k valid.

Uji validitas digunakan untu k menguku r valid ata u tidaknya suat u kuisione r. Suat u kuesione r dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesione r mamp u untu k mengungkapkan sesuat u yang diuku r ole h kuesione r tersebu t. kevalidan penelitian ini menggunakan tekni k korelasi Produc t Momen t, yang di aplikasikan dengan progra m SPSS versi 20. Uji validitas dilakukan dengan ketentuan signifikansi. Jika nilai signifikan <0,05 berarti valid dan apabila nilai signifikansi >0,05 berarti tida k valid. Dasa r pengambilan uji validitas pearson adala h sebagai berikut:

1) Membandingkan nilai  r hitung dengan  r tabel:

Jika nilai  r hitung >  r tabe l : valid Jika nilai  r hitung <  r tabe l : tida k valid

Nilai  r tabe l dengan N=39 pada signifikansi 5% pada distribusi nilai statisti k, didapa t nilai  r tabe l = 0,316

2) Meliha t nilai signifikansi (sig.) Jika nilai signifikansi < 0,05 : valid Jika nilai signifikansi > 0,05 : tida k valid

Tabe l. 4.1. Hasi l Uji Validitas

Berdasarkan tabel hasil uji data validitas tersebu t diketahui bahwa terdapa t nilai tertinggi 0,806 di  X.8 pada indikato r reability/kehandalan dengan pertanyaan yait u kepercayaan dala m layanan Auction yang ditawarkan, disebabkan karena website e-Auction di lindungi langsung ole h kementrian keuangan dengan Nomo r 90/PM K.06/2016 tentang pelaksanan lelang melalui interne t, dala m website e-Auction memberikan informasi yang jelas. Pada uji data validitas terdapa t pula nilai terenda h 0,431 di  X.5 pada indikato r efisiensi dengan pertanyaan layanan e-Auction KPKN L memudahkan dala m bertransaksi jua l beli lelang, di sebabkan karena memang e-Auction suda h memudahkan tetapi kurang adanya sosialisasi kepada

pemohon lelang tentang mengunakan e-Auction diakibatkan masi h adanya pemohon lelang yang belu m paha m dan kesulitan dala m transaksi jua l beli lelang melalui e-Auction sehingga perl u nya piha k dari KPKN L Metro sering memberikan sosialisasi tentang pemahaman atas alu r layanan lelang yang diberikan melalui e-Auction.

Berdasarkan tabe l 4.2 pengujian validitas terhada p 39 responden dengan 18 ite m pernyataan dengan menggunakan progra m SPSS versi 20 diperole h hasi l uji validitas seluru h item/instrumen pernyataan dengan nilai rhitung > rtabe l, pada taraf signifikansi 0,05 (5%) dengan  r tabe l = 0,316 (0,05;39). Dengan demikian seluru h pernyataan yang diuji dapa t dinyatakan laya k untu k dilakukan pengujian selanjutnya.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adala h indeks yang menunjukan sejau h mana suat u ala t uku r dapa t dipercaya ata u diandalkan. Uji reliabilitas bertujuan untu k mengetahui sejau h mana hasi l pengukuran teta p konsisten, apabila jawaban yang diberikan responden berbentu k skla.

Pengukuran reabilitas dala m penelitian ini adala h dengan menggunakan ala t analisis SPSS (Statistica l Package Fo r Socia l Science) versi 20, yakni dengan uji statisti k Alpha Cronbac h.

Instrumen riabe l dengan menggunakan tekni k ini bila koefisien reabilitas jika memberikan nilai Cronbac h Alpha >60 dapa t diterima.

Tabe l. 4.2. Hasi l Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas secara seluruh item Varibel X dan Varibel Y

Variabel Cronbach's Kepuasan Pemohon Lelang (Y) 0,818 0,

6

Reliabel

Berdasarkan tabe l 4.2 pengujian reliabilitas terhada p 39 responden dengan 18 ite m pernyataan dengan menggunakan progra m SPSS versi 20 diperole h hasi l uji reliabilitas masing-masing item/instrumen pernyataan dengan nilai Cronbac h Alpha pada Variabel Kualitas pelayanan yang tertinggi nilai Cronbac h Alpha

yaitu pada X.5 sebesar 0,902 > 0,6 dan Variabel kepuasan Pemohon lelang yang tertinggi Cronbac h Alpha yaitu pada Y.1 sebesar 0,958

>0,6.

Hasi l uji reliabilitas untuk seluru h item/instrumen pernyataan dengan nilai Cronbac h Alpha variabe l Kualitas Pelayanan Lelang Interne t yait u 0,902 > 0,6; nilai Cronbac h Alpha pada variabe l Kepuasan Pemohon Lelang yait u 0,818 > 0,6. Dengan demikian seluru h pernyataan yang diuji dapa t dinyatakan laya k untu k dilakukan pengujian selanjutnya.

c. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untu k menguji apaka h dala m mode l regresi dari kedua variabe l (variabe l dependen dan variabe l independen) yang dipakai mempunyai distribusi norma l ata u tida k. Normalitas data dapa t diliha t dengan menggunakan uji norma l Kolmogorov-Smirno v jika nilai signifikan > 0,05 maka data berdistribusi norma l dan sebaliknya jika nilai signifikan <

0,05 maka data berdistribusi tida k norma l.

Tabe l 4.3. Hasi l Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirno v Test

Unstandardized Residual

N 39

Norma l Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation 1,22415278

Berdasarkan hasi l uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,755> 0,05, maka dapa t disimpulkan bahwa data berdistribusi norma l.

2) Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untu k menguji apaka h dala m suat u mode l regresi terdapa t persamaan ata u perbedaan varian dari nilai residua l sat u pengamatan ke pengamatan yang lain. Dala m pengujian ini menggunakan uji glese r yait u dengan cara meregresikan variabe l independen t terhada p nilai absolute residua l ata u Abs-Res. Ketentuan dala m pengujian ini adala h sebagai berikut:

a) Jika nilai signifikansi lebi h besa r dari 0,05 maka kesimpulanya adala h tida k terjadi gejala heterokedastisitas dala m mode l regresi.

b) Jika nilai signifikan lebi h keci l dari 0,05 maka kesimpulannya adalah terjadi gejala heterokedastisitas

Tabe l 4.4. Hasi l Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) -9,764E-016 1,735 ,000 1,000

Kualitas Pelayanan Lelang Internet

,000 ,027 ,000 ,000 1,000

a. Dependen t Variable: ABS_RES

Berdasarkan hasi l uji heteroskedastisitas diketahui nilai signifikansi >0.05 yait u 1,000 > 0,05, maka dapa t disimpulkan bahwa data tida k terjadi heteroskedastisitas.

d. Uji Regresi Linie r Sederhana

Analisis regresi merupakan sala h sat u analisis yang bertujuan untu k mengetahui pengaru h suat u variabe l lain. Dala m analisis regresi, variabe l yang mempengaruhi disebu t independen t variable/variabe l bebas (X) dan variabe l yang dipengaruhi disebu t dependen t variable/variabe l terika t (Y). Jika dala m persamaan regresi hanya terdapa t sat u variabe l bebas dan sat u variabe l terika t maka disebu t sebagai persamaan regresi sederhana.

Tabe l 4.5. Hasi l Uji Linie r Sederhana

a. Dependen t Variable: Kepuasan Pemohon Lelang

Rumus regresi dala m penelitian ini dapa t dijelaskan sebagai berikut:

 Y = α + bX

 Y = 3,612 + 0,156 X Y = 3,768

Keterangan:

 Y : Kepuasan Pemohon Lelang

X : Kualitas Pelayanan Lelang Internet α : Konstanta (harga  Y bila  X = 0)

b : Nilai ara h ata u koefesien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan (+) ataupun penurunan (-) variabe l terika t yang didasarkan pada variabe l bebas.

Nilai regresi linear sederhana sebesar 3,768 dan Nilai konstanta sebesa r 3,612 maka nilai variabe l bebas (independen) variabe l Kualitas Pelayanan Lelang Interne t (X) sama dengan 0 (nol) artinya nilai variabe l terika t (dependen) Kepuasan Pemohon Lelang

(Y) adala h sebesa r 3,612 dengan asumsi bahwa variabe l bebas lainnya konstanta, maka menyebabkan meningkatnya kepuasan pemohon lelang sebesa r 0,156. Dengan meningkatnya kepuasan pemohon lelang sebesa r 0,156 di sebabkan karena suda h memenuhi harapan pemohon lelang dala m menggunakan e-Auction, dan kepuasan pemohon lelang disebabkan pula karena kepercayaan dan keakuratan informasi di dala m website e-Auction.

3. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan beberapa uji dibawa h ini yaitu:

a. Uji Parsia l (Uji t)

Uji  t dapa t digunakan untu k mengetahui apaka h dala m mode l regresi variabe l independen secara pasrsia l (sebagaian) berpengaru h signifikan terhada p variabe l dependen. Uji  t digunakan untu k menguji signifikasi pengaru h kualitas layanan terhada p kepuasan pemohon lelang. Dala m pengujian:

1) Ho diterima jika nilai  t hitung <  t table 2) Ho ditola k jika nilai  t hitung >  t table

Hipotesis yang digunakan dala m penelitian ini adala h apabila thitung > ttabe l, makaterdapa t pengaru h variabe l  X terdapa t variabe l  Y dan apabila thitung < ttabe l, maka tida k terdapa t pengaru h variabe l  X terdapa t variabe l.  Y.

Tabe l 4.6. Hasi l Uji t

a. Dependen t Variable: Kepuasan Pemohon Lelang

Dari hasi l uji  t diliha t pada tabe l 10. Coefficients. Uji parsia l (Uji t) dilakukan pada tingka t keyakinan 95% dengan taraf signifikansi 0,05 dan deraja t kebebasan (0,025 : 39 sehingga dapa t diperole h nilai ttabe l sebesa r 2,023. Apabila nilai thitung > ttabe l ata u dengan nilai sig <

0,05 maka hipotesis Ho diterima dan hipotesis Ha ditola k. Apabila nilai thitung < ttabe l ata u dengan nilai sig > 0,05 maka hipotesis Ha diterima dan hipotesis Ho ditola k. Uji parsia l dilakukan dengan menggunakan bantuan progra m SPSS versi 20.

Berdasarkan uji parsia l (Uji t) dapa t diketahui bahwa nilai thitung pada variabe l Kualitas Pelayanan Lelang Interne t (X) sebesa r 5,745 sehingga thitung > ttabe l (5,745 > 2,023) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka hipotesis Ho diterima dan hipotesis Ha ditola k.

Maka secara parsia l Kualitas Pelayanan Lelang Interne t (X) memiliki pengaru h signifikan terhada p kepuasan pemohon lelang (Y).

b. Uji Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untu k mengetahui seberapa jau h variabe l  X (independen) secara bersama-sama dapa t mempengaruhi variabe l  Y (dependen). Jika nilai signifikan < 0,05 ata u F hitung >F tabe l, maka

variable independen secara simultan berpengaru h terhada p variabe l dependen. Jika nilai signifikan > 0,05 ata u F hitung <F tabe l, maka variabe l independen secara simultan tida k berpengaru h terhada p dependen.

a. Dependen t Variable: Kepuasan Pemohon Lelang

 b. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan Lelang Internet

Berdasarkan uji simultan (F) dapa t diketahui bahwa nilai Fhitung

sebesa r 33,006 dan Ftabe l sebesa r 3,24 dengan signifikansi F sebesa r 0,000 dengan probabilitas <0,05. Ole h karena Fhitung lebi h besa r dari Fhitung (33,006 > Ftabel 3,24), dengan nilai signifikansi lebi h keci l dari 0,05 (0,000 < 0,05), berarti bahwa kualitas pelayanan lelang interne t bersama-sama berpengaru h positif secara signifikan terhada p kepuasan pemohon lelang.

c. Uji Determinasi (R2)

Koefisien determinan (R2) menunjukan seberapa besa r tingka t pengaru h antara variabe l dependen (Y) dengan variabe l independen (X) ata u sejumla h mana konstribusi variabe l independen (X) mempengaruhi variabe l dependen (Y). nilai  R terleta k antara 0 dan 1.

Jika nilai  R mendekati 0, maka pengaru h variabe l bebas terhada p v

ariabe l terika t semakin lema h. Jika  R bergera k mendekati 1 maka pengaru h tersebu t akan semakin kua t. Namun apabila  R square bernilai minus (-) maka dapa t dikatakan bahwa tida k terdapa t pengaru h  X terhada p  Y.

Tabe l 4.8. Hasi l Uji R2

Mode l Summary Model R  R Square Adjusted  R

Square

Std. Erro r of the Estimate

1 ,687a ,471 ,457 1,241

a. Predictors: (Constant), Kualitas Pelayanan Lelang Internet

Berdasarkan uji determinasai (Uji R2) dengan mode l summar y dapa t diketahui nilai R2 Square menunjukkan nilai sebesa r 0,471. Hasi l pengujian ini menunjukkan bahwa 47,1% kemampuan variabe l bebas dala m menjelaskan varian hasi l dari variabe l terika t adala h sebesa r 100% - 47,1% = 52,9%. Artinya dari hasi l uji R2 Square, terdapa t varians lain yang tida k dijelaskan dala m penelitian ini adala h sebesa r 52,9%. Dengan kata lain, pengaru h Kualitas Pelayanan Lelang Interne t (X) secara simultan terhada p variabe l kepuasan pemohon lelang (Y) adala h sebesa r 47,1%.

B. Pembahasan

Berdasarkan hasi l penelitian di atas, dala m penelitian ini kuesione r yang disebarkan tela h diuji dengan uji validitas dan uji reabilitas terlebi h dahul u untu k mengetahui kuesione r yang akan disebarkan laya k ata u tida k.

Pengujian validitas dan reabilitas kuesione r dilakukan dengan 39 responden

dari nasaba h deposito bai k laki-laki maupun perempuan. Uji validasi yang digunakan pada penelitian ini yait u menggunakan tekni k korelasi produc t momen t, uji realibilitas menggunakan alpha cronbac h, dan uji asumsi menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan koefisien diterminasi.

1. Berdasarkan uji parsia l (Uji t) dapa t diketahui bahwa nilai thitung pada variabe l Kualitas Pelayanan Lelang Interne t (X) sebesa r 5,745 sehingga thitung > ttabe l (5,745 > 2,023) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka hipotesis Ho diterima dan hipotesis Ha ditola k. Maka secara parsia l Kualitas Pelayanan Lelang Interne t (X) memiliki pengaru h signifikan terhada p kepuasan pemohon lelang (Y).

2. Berdasarkan uji simultan (F) dapa t diketahui bahwa nilai Fhitung sebesa r 33,006dan Ftabe l sebesa r 3,24 dengan signifikansi F sebesa r 0,000 dengan probabilitas <0,05. Ole h karena Fhitung lebi h besa r dari Fhitung (33,006 >

Ftabel 3,24), dengan nilai signifikansi lebi h keci l dari 0,05 (0,000 < 0,05), berarti bahwa kualitas pelayanan lelang interne t (X) bersama-sama berpengaru h positif secara signifikan terhada p kepuasan pemohon lelang (Y).

3. Berdasarkan uji determinasai (Uji R2) dengan mode l summar y dapa t diketahui nilai R2 Square menunjukkan nilai sebesa r 0,471. Hasi l pengujian ini menunjukkan bahwa 47,1% kemampuan variabe l bebas dala m menjelaskan varian hasi l dari variabe l terika t adala h sebesa r 100% - 47,1% = 52,9%. Artinya dari hasi l uji R2 Square, terdapa t varians

lain yang tida k dijelaskan dala m penelitian ini adala h sebesa r 52,9%.

Dengan kata lain, pengaru h Kualitas Pelayanan Lelang Interne t (X) secara simultan terhada p variabe l kepuasan pemohon lelang (Y) adala h sebesa r 47,1%.

BA B V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masala h dan hasi l uji hipotesis yang tela h diajukan dengan mode l analisis regresi linie r sederhana maka dapa t ditari k kesimpulan bahwa Kualitas pelayanan lelang melalui interne t berpengaru h singnifikan terhada p kepuasan pemohon lelang, ha l ini dibuktikan berdasarkan Variabel kualitas pelayanan lelang internet terhadap variabel kepuasan pemohon lelang adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 5,745 >

ttabel 2,023 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh variabel kualitas pelayanan lelang internet terhadap variabel kepuasan pemohon lelang KPKNL Metro. Nilai Fhitung 33,006 > Ftabel

3,24 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh variabel kualitas pelayanan lelang internet (X) secara simultan terhadap variabel kepuasan pemohon lelang (Y). Nlai R Square atau nilai koefisien determinasi R2 adalah sebesar 0,471 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel minat (X) secara simultan terhadap variabel deposito (Y) adalah sebesar 47,1%. Maka dapat dikatakan H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya kualitas pelayanan lelang internet berpengaruh terhadap kepuasan pemohon lelang pada KPKNL Metro.

Dokumen terkait