• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Data Hasil Belajar Biologi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data Hasil Belajar Biologi

1) Hasil Belajar Biologi Ranah Kognitif

Data penelitian hasil belajar biologi ranah kognitif diperoleh dari nilai posttest yang berupa soal pilihan ganda sebanyak 40 butir soal yang terdiri dari soal-soal C1 sampai dengan C6. Data penelitian hasil belajar biologi ranah kognitif pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat secara lengkap terdapat di Lampiran dan secara ringkas disajikan pada Tabel 4.1. dan diagram batang pada Gambar 4.1.

Tabel 4.1. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Ranah Kognitif dengan Menggunakan Model dan Media Pembelajaran

Hasil Statistik Kelompok Kontrol (Model Pembelajaran

Konvensional)

Kelompok Eksperimen (Model Pembelajaran

CIRC disertai Chart)

Mean 75,250 85,417

Standart Deviasi 6,959 4,738

Varience 48,427 22,450

Minimum 60,0 72,5

Maximum 87,5 92,5

Median 76,25 85,0

N 30 30

Tabel 4.1. menunjukan bahwa rata-rata nilai kognitif siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Variansi dan standar deviasi kelompok eksperimen lebih rendah daripada kelompok kontrol, keadaan ini menunjukan bahwa tingkat keragaman atau variabilitas nilai pada kelompok eksperimen lebih kecil atau lebih homogen daripada

commit to user

kelompok kontrol (Sudijono, 2006). Nilai maksimum dan minimum pada kelompok eksperimen menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Median atau nilai tengah pada kelompok eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Berdasar hasil tersebut secara umum dapat dikatakan bahwa hasil belajar kognitif pada kelompok eksperimen secara deskriptif lebih baik daripada kelompok kontrol.

Berdasarkan Tabel 4.1. dapat dibuat diagram batang perbandingan hasil belajar biologi ranah kognitif kelompok kontrol dengan konvensional dan kelompok eksperimen dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart seperti pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1. Perbandingan Hasil Belajar Ranah Kognitif Biologi Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen

Berdasarkan gambar 4.1. menunjukkan bahwa perbandingan nilai rata-rata hasil belajar biologi ranah kognitif pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar biologi ranah kognitif kelas eksperimen. Nilai rata-rata pada kelas eksperimen 85,417 sedangkan pada kelas kontrol 74,25. Hal tersebut menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)

68 70 72 74 76 78 80 82 84 86

kelompok eksperimen

kelompok kontrol

Hasil belajar biologi ranah kognitif

commit to user

45 disertai media bagan atau chart mampu meningkatkan hasil belajar siswa baik pada ranah kognitif dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional.

2) Hasil Belajar Biologi Ranah Afektif

Data penelitian hasil belajar biologi ranah afektif diperoleh dari angket dan lembar observasi. Angket yang digunakan untuk mengukur hasil belajar ranah afektif menggunakan angket dengan skala Likert dengan lima respon. Angket terdiri dari 40 item pernyataan. Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran dan secara ringkas disajikan pada Tabel 4.2. serta diagram batang pada Gambar 4.2.

Tabel 4.2. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif dengan Menggunakan Model dan Media Pembelajaran

Hasil Statistik Kelompok Kontrol (Model Pembelajaran

Konvensional)

Kelompok Eksperimen (Model Pembelajaran

CIRC disertai Chart)

Mean 74,383 81,442

Standart Deviasi 3,664 3,699

Varience 13,421 13,680

Minimum 66,5 72,250

Maximum 82,5 89,250

Median 74,813 81,815

N 30 30

Tabel 4.2. menunjukan bahwa rata-rata nilai afektif siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. . Standar deviasi dan variansi pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol, artinya tingkat keragaman pada kelompok eksperimen lebih besar atau data kurang homogen (Sudijono, 2006). Nilai maksimum dan minimum pada kelompok eksperimen menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Median atau nilai tengah pada kelompok eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Berdasar hasil

commit to user

tersebut secara umum dapat dikatakan bahwa hasil belajar afektif pada kelompok eksperimen secara deskriptif lebih baik daripada kelompok kontrol, dengan jumlah siswa pada kelas kelas kontrol dan kelas eksperimen masing-masing 30 siswa.

Berdasarkan Tabel 4.2. dapat dibuat diagram batang perbandingan hasil belajar biologi ranah afektif kelompok kontrol dengan konvensional dan kelompok eksperimen dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart seperti pada Gambar 4.2.

Gambar 4.2. Perbandingan Hasil Belajar Ranah Afektif Biologi Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen

Berdasarkan gambar 4.2. menunjukkan bahwa perbandingan nilai rata-rata hasil belajar biologi ranah afektif pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar biologi ranah afektif kelas eksperimen. Nilai rata-rata pada kelas eksperimen 81,442 sedangkan pada kelas kontrol 74,383. Hal tersebut menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart mampu meningkatkan hasil belajar siswa baik

70 72 74 76 78 80 82

kelompok eksperimen

kelompok kontrol

Hasil belajar biologi ranah afektif

commit to user

47 pada ranah afektif dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional.

3) Hasil Belajar Biologi Ranah Psikomotor

Data penelitian hasil belajar biologi ranah psikomotor diperoleh dari penilaian menggunakan lembar observasi. Secara lengkap data hasil belajar psikomotorik dapat dilihat pada Lampiran dan secara ringkas distribusi serta deskripsi data nilai hasil belajar psikomotorik disajikan pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Deskripsi Hasil Belajar Siswa Ranah Psikomotor dengan Menggunakan Model dan Media Pembelajaran

Hasil Statistik Kelompok Kontrol (Model Pembelajaran

Konvensional)

Kelompok Eksperimen (Model Pembelajaran

CIRC disertai Chart)

Mean 65,000 74,167

Standart Deviasi 12,648 11,856

Varience 159,962 140,565

Minimum 41,667 50,000

Maximum 83,333 91,667

Median 66,667 75,000

N 30 30

Tabel 4.3. menunjukan bahwa rata-rata nilai psikomotor siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol dengan jumlah siswa masing-masing pada kelas kontrol dan eksperimen 30 siswa. Variansi dan standar deviasi kelompok eksperimen lebih rendah daripada kelompok kontrol, keadaan ini menunjukan bahwa tingkat keragaman atau variabilitas nilai pada kelompok eksperimen lebih kecil atau lebih homogen daripada kelompok kontrol. Nilai maksimum dan minimum pada kelompok eksperimen menunjukan hasil yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Median atau nilai tengah pada kelompok eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil tersebut secara

commit to user

umum dapat dikatakan bahwa hasil belajar psikomotor pada kelompok eksperimen secara deskriptif lebih baik daripada kelompok kontrol.

Berdasarkan Tabel 4.3. dapat dibuat diagram batang perbandingan hasil belajar biologi ranah psikomotor kelompok kontrol dengan konvensional dan kelompok eksperimen dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart seperti pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3. Perbandingan Hasil Belajar Biologi Ranah Psikomorik Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen.

Berdasarkan gambar 4.2. menunjukkan bahwa perbandingan nilai rata-rata hasil belajar biologi ranah psikomotor pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar biologi ranah psikomotor kelas eksperimen. Nilai rata-rata pada kelas eksperimen 74,167 sedangkan pada kelas kontrol 65,000. Hal tersebut menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart mampu meningkatkan hasil belajar siswa baik pada ranah psikomotor dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran konvensional.

60 62 64 66 68 70 72 74 76

kelas eksperimen

kelas kontrol Hasil belajar biologi ranah psikomotor

commit to user

49 2. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui bahwa sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal. Populasi yang terdistribusi normal merupakan prasyarat dari uji hipotesis t-test. Perhitungan uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji Anderson-Darling. Kriteria pengujiannya: data berasal dari populasi yang berdistribusi normal jika nilai nyatasi probabilitasnya (p-value) lebih besar dari nilai nyata α = 0,05. Hasil uji normalitas hasil belajar biologi ranah kognitif, afektif dan psikomotor secara lengkap disajikan pada Lampiran , dan secara ringkas dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar Biologi pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen

Hasil Belajar

P-value Kriteria Keputusan

Dokumen terkait