• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengambilan Sampel

METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan cara memandang populasi sebagai kelompok-kelompok. Menurut Sugiyono (2011) cluster random sampling adalah pengambilan sampel secara random apabila objek atau sumber data yang akan diteliti luas, sampel yang dipilih berdasarkan dari populasi secara acak. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari tujuh kelas pada kelas VIII di SMP N 7 Surakarta. Jumlah sampel yang dibutuhkan yaitu dua cluster yang diperoleh dengan membagi besarnya sampel dengan ukuran cluster, sehingga dari populasi sebanyak tujuh kelas dan dua kelas diambil sebagai sampel. Dua kelas sebagai sampel diperlakukan satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol.

Sebelum pengambilan sampel dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah sampel memiliki karakteristik yang sama dalam rata-rata nilai hasil belajar baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pengujian dilakukan dengan cara menguji data menggunakan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Data yang digunakan berupa

commit to user

dokumen hasil belajar yang diolah selama satu semester dengan nilai asli sebagai bahan acuannya pada ketiga ranah hasil belajar.

Uji normalitas dilakukan dengan uji Anderson Darling (α = 0,05) dan menggunakan bantuan program minitab 16. H0 menyatakan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan H1 menyatakan bahwa sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Keputusan uji dinyatakan bahwa Ho diterima jika p-value>0.05. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa tiap kelompok dalam populasi kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta memiliki nilai p-value>0.05 pada setiap kelompok sehingga menunjukan distribusi yang normal untuk semua nilai hasil belajar siswa baik kognitif, afektif maupun psikmotorik.

Hasil tes normalitas disajikan pada Tabel 3.2 dan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4.

Tabel 3.2. Rangkuman Uji Normalitas Dokumen Hasil Belajar Kemampuan

awal

p-value Kriteria Keputusan H0

Kelompok kontrol Kelompok eksperimen

Kognitif 0,115 0,055 p-value> 0,05 Diterima

Afektif 0,127 0,149 p-value> 0,05 Diterima

Psikomotor 0,057 0,052 p-value> 0,05 Diterima

Data yang berupa dokumen hasil belajar pada kelompok-kelompok dalam populasi kemudian diuji dengan uji Levene’s (α=0,05) yang menggunakan bantuan program minitab 16 untuk mengatahui populasi bersifat homogen atau tidak. H0 dinyatakan bahwa tiap kelompok memiliki variansi yang sama (Homogen). H1 dinyatakan bahwa tiap kelompok tidak memiliki variansi yang sama. Keputusan uji dinyatakan jika p-value>0.05 maka Ho diterima. Hasil uji homogenitas disajikan pada Tabel 3.3 dan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4.

commit to user

29 Tabel 3.3. Rangkuman Uji Homogenitas Dokumen Hasil Belajar

Kemampuan Awal P-value Kriteria Keputusan Uji H0

Kognitif 0,051 p-value >0,05 Diterima, Homogen Afektif 0,950 p-value >0,05 Diterima, Homogen Psikomotor 0,670 p-value >0,05 Diterima, Homogen

Hasil dari uji Levene’s menunjukan nilai p-value>0.05 sehingga dapat diketahui bahwa kelompok-kelompok dalam populasi memiliki varians yang tidak berbeda nyata sehingga dapat dinyatakan populasi bersifat homogen.

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Variabel Penelitian

Variabel merupakan semua yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011).

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari satu variabel bebas dan satu variabel terikat, yaitu:

a. Variabel bebas

Variabel bebas (independent variable) merupakan variabel yang dipilih oleh peneliti untuk dicari pengaruhnya terhadap variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah adalah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart dan model pembelajaran konvensional.

b. Variabel terikat

Variabel terikat (dependent variable) merupakan variabel yang kehadirannya dipengaruhi oleh variabel yang lain. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

commit to user 2. Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengambilan data yaitu:

a. Metode Tes

Tes sebagai instrumen pengumpul data merupakan serangkaian pertanyaan yang digunakan sebagai pengukur dari keterampilan, pegetahuan, intelegensi, kemampuan yang dimiliki individu atau kelompok (Subana dkk.

2000). Teknik tes digunakan untuk mengukur perubahan kemampuan kognitif siswa. Bentuk tes yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa tes objektif dengan tipe pilihan ganda sebanyak 40 item soal. Instrumen secara lengkap terdapat di lampiran 1 halaman 138.

b. Metode Nontes

1. Metode Dokumentasi

Teknik dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan data berupa catatan-catatan dan menelaah dokumen sekolah yang berkaitan dengan objek penelitian. Data yang dikumpulkan dengan teknik ini adalah data nilai Ujian Semester Ganjil kelas VIII tahun pelajaran 2011/2012 mata pelajaran biologi sebagai data awal yang di gunakan untuk uji keseimbangan. Instrumen secara lengkap terdapat di lampiran 3 halaman 220.

2. Metode Observasi

Observasi merupakan salah satu langkah untuk memperoleh data tentang pribadi dan tingkah laku setiap individu anak didik secara langsung. Metode observasi digunakan untuk mengambil data hasil belajar ranah psikomotor yaitu penilaian proses atau keterampilan dan penilaian hasil belajar ranah afektif yaitu penilaian sikap. Penilaian dilakukan oleh observer dan guru dengan melakukan checklist (√) pada lembar observasi.

Skala yang digunakan pada lembar observasi adalah numerical rating scale dengan skala 1 sampai 4 (Sugiyono, 2011). Instrumen secara lengkap terdapat di lampiran 1 halaman 129.

commit to user

31

3. Metode Angket

Angket merupakan cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar isian atau daftar pertanyaan yang telah disiapkan dan disusun calon responden hanya tinggal mengisi atau menandainya dengan mudah dan cepat. Angket disusun dalam bentuk checklist yaitu bentuk angket dimana pengisi angket tinggal memberi tanda check (√) pada pilihan yang telah disediakan. Skor penilaian angket menggunakan skala Likert (Sudjana, 2010). Skor penilaian angket menggunakan skala Likert (Sudjana, 2010) yang secara lengkap terdapat dilampiran 1 halaman 126 dan secara singkat dapat dilihat pada Tabel 3.4.

Tabel 3.4. Skor Penilaian Berdasarkan Skala Likert

Skor untuk aspek yang dinilai Nilai

(+) (-)

3. Teknik Penyusunan Instrumen

a. Penyusunan Instrumen Ranah Kognitif

Pengukuran ranah kognitif menggunakan teknik tes dengan langkah-langkah penyusunan. Langkah pertama pemilihan materi berdasarkan kurikulum sesuai dengan Kompetensi Dasar. Langkah kedua merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran ranah kognitif. Langkah ketiga pembuatan alat ukur sesuai indikator kemudian membuat kisi-kisi soal sesuai dengan indikator yang diharapkan. Soal-soal yang disusun mencakup 6 jenjang kemampuan yaitu C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman), C3 (penerapan), C4 (analisis), C5 (evaluasi), C6 (cipta) menurut Yamin (2008). Langkah selanjutnya penyusunan item soal ranah kognitif. Soal yang telah disusun selanjutnya dilakukan pengujian kesahihan item dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Jika item soal yang disusun banyak yang tidak valid maka dilakukan pengujian

commit to user

kembali item dengan daya pembeda dan tingkat kesukaran item. Instrumen yang sudah malalui tahap tersebut kemudia dapat digunakan sebagai postes.

b. Penyusunan Instrumen Ranah Afektif

Pengukuran ranah afektif dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian dilakukan oleh observer, guru, dan peneliti dengan melakukan checklist (√) pada lembar observasi. Lembar observasi menggunakan numerical rating scale dengan skala 1 sampai dengan 4 (Sugiyono, 2011). Menurut Karthwohl dalam Haryati (2007) ada lima tingkatan bidang afektif yaitu: penerimaan (receiving), tanggapan (responding), penilaian (valuing), organisasi (organizing), dan karakterisasi (characterizing). Penilaian ranah afektif hanya pada jenjang ke 5 yaitu karakterisasi nilai berupa karakter siswa yang dijabarkan dalam tiap indikator dan tujuan pembelajaran ranah afektif. Uji kesahihan menggunakan triangulasi penyelidik dengan memanfaatkan peneliti untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data dengan membandingkan hasil pengamatan observer satu dengan yang lain.

Ranah afektif juga diukur mengguanakn angket. Penilaian dilakukan oleh siswa dengan memberikan checklist (√) pada angket.

Angket dibuat menggunakan skala Likert dengan lima respon yang menunjukkan tingkatan tertentu sebagai alat ukurnya (Arikunto, 2010).

Sebelum angket digunakan maka dilakukan uji coba tes. Hasil dari uji coba tersebut kemudian dianalisis masing-masing item pernyataan mencakup validitas dan reliabilitasnya. Jika item pernyataan angket tidak valid maka item pernyataan yang tidak valid di perbaiki melalui peninjauan dan keputusan ahli, kemudian dilakukan tes ulang (retest) untuk butir pernyataan yang tidak valid. Instrumen yang telah melalui semua tes tersebut kemudian siap digunakan sebagai postes.

commit to user

33

c. Pengukuran Ranah Psikomotorik

Pengukuran ranah afektif dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang dilakukan dengan pengamatan langsung terhadap keterampilan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian dilakukan oleh observer, guru, dan peneliti dengan melakukan checklist (√) pada lembar observasi. Lembar observasi menggunakan numerical rating scale dengan skala 1 sampai dengan 4 (Sugiyono, 2011).

Menurut Moleong (2002), pemeriksaan keabsahan data hasil belajar psikomotor yang menggunakan lembar observasi dengan triangulasi penyidik yaitu dengan cara memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kesalahan dalam pengumpulan data dengan cara membandingkan hasil pekerjaan seorang analisis dengan analisis lainnya.

Dokumen terkait