• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user i

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DISERTAI

MEDIA CHART TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP N 7 SURAKARTA

SKRIPSI

Oleh :

NOVIA RATNA SARI K4308104

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA JULI 2012

(2)

commit to user ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini

Nama : Novia Ratna Sari

NIM : K4308104

Jurusan / Program Studi : PMIPA / Pendidikan Biologi

menyatakan bahwa skripsi saya berjudul ”PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DISERTAI MEDIA CHART TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP N 7 SURAKARTA” ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, Juli 2012 Yang membuat pernyataan

Novia Ratna Sari

(3)

commit to user iii

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DISERTAI

MEDIA CHART TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP N 7 SURAKARTA

Oleh :

NOVIA RATNA SARI K4308104

Skripsi

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA JULI 2012

(4)

commit to user iv

PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Surakarta, Juli 2012

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Maridi, M.Pd Drs. Slamet Santosa, M.Si

NIP. 19500724 197606 1 002 NIP.19591220 198601 1 002

(5)

commit to user v

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Pada hari : Tanggal :

Tim Penguji Skripsi

Nama Terang Tanda Tangan

Ketua : Bowo Sugiharto, S.Pd, M.Pd ………..

Sekretaris : Meti Indrowati, S.Si, M.Si ………...

Anggota I : Dr. Maridi, M.Pd ...

Anggota II : Drs. Slamet Santosa, M.Si ...

Disahkan oleh

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

a.n. Dekan

Pembantu Dekan I,

Prof. Dr. rer. nat. Sajidan., M.Si NIP. 19660415 199103 002

(6)

commit to user vi

MOTTO

Dibalik sebuah kegagalan ada sebuah keberhasilan yang akan menanti.

(Penulis)

Semua yang dikatakan orang tidak mungkin akan menjadi mungkin jika ada usaha dan tekad untuk mencapainya.

(Penulis)

Jangan menyerah dan berputus asa karena semua akan indah pada waktunya.

Hanya kita sabar atau tidak untuk menunggu waktu itu tiba.

(Penulis)

Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau

harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.

(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

(7)

commit to user vii

PERSEMBAHAN

Kupanjatkan syukurku padaMu Ya Robb, karya ini aku persembahkan untuk:

 Ibuku tersayang yang senantisa mendukungku, memberikan motivasi, memberikan semua yang aku inginkan, mendoakan disetiap langkahku dan memberikan kasih sayangnya selama ini.

 Bapaku tersayang yang tak pernah berhenti memberikan dukungan, mendoakanku, dan selalu berjuang demi masa depanku.

 kakak dan adik-adiku tersayang yang selalu meberikan kebahagiaan, kasih sayang dan doanya untukku.

 Bapak Maridi yang membimbing dan memberikan arahan.

 Bapak Slamet Santosa yang menjadi ayah yang selalu memberikanku bimbingan.

 Ibu Deasy yang selalu membantuku dalam penelitian dan mendoakanku untuk kebaikan.

 Siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta yang telah membantu dalam penelitian.

 Sintaria Praptinasari, Anggun Nopitasari dan Wulan Martyaningrum terima kasih atas semua yang kita lalui bersama tertawa, bahagia dan sedih bersama, persaudaraan yang sangat indah dan tak mungkin terlupakan.

 Pandu Haryo Wibowo yang selalu memberikan semangat, membantu dan menemaniku, terimakasih untuk semuanya.

 Taufik, Luqman, Purwo, Dwito dan Rofa yang memberikan tawa kebahagiaan selama ini.

 Sahabat-sahabatku yang selalu berbagi cerita baik suka maupun duka.

 Teman-teman sebimbingan yang senantiasa berjuang bersama.

 Teman-teman pendidikan Biologi UNS 2008 yang memberikan banyak kenangan dan cerita indah dalam hidupku.

 Almamater Universitas Sebelas Maret Surakarta.

(8)

commit to user viii ABSTRACT

Novia Ratna Sari. THE INFLUENCE OF COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) LEARNING MODEL ACCOMPANIED WITH CHART MEDIA TOWARDS STUDENTS’

BIOLOGY LEARNING RESULT OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMPN 7 SURAKARTA. Thesis, Surakarta: Biology Education, Faculty Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, Surakarta, July 2012.

The purposes of this research ware to ascertain the influence implementation Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model and chart media toward biology learning achievement of VIII grade students at SMP N 7 Surakarta.

This research is considered as quasi experiment research using quantitative approach. The research was designed using posttest only control design that applied Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model and chart media approach in experimental group and conventional approach method in control group. The population of this research was all of VIII degree students at SMP N 7 Surakarta in academic year 2011/2012. The sample of this research was established by cluster random sampling that choosed VIII C as experiment group and VIII F as control group. The data was collected by using questionnaire, multiple choice test, observation form, and document. The hypotheses analyzed by t-test.

The conclusion of this research showed that application of implementation Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model and chart media had significant effect toward biology learning achievement in cognitive, affective, and psychomotor domain of VIII grade students at SMP N 7 Surakarta.

Keywords: CIRC Learning models, Chart Media, Biology Learning Achievement.

Cognitive Domain, Affective Domain, Psychomotor Domain.

(9)

commit to user ix

ABSTRACT

Novia Ratna Sari. PENGARUH PENERAPAN MODEL

PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DISERTAI MEDIA CHART TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP N 7 SURAKARTA. Skripsi.

Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Juli. 2012.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta.

Penelitian ini termasuk dalam eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian adalah Posttest Only Control Design dengan menerapkan menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart pada kelompok eksperimen dan model pembelajaran konvensional dengan ceramah bervariasi pada kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas VIII C sebagai kelompok eksperimen dan VIII F sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes pilihan ganda, lembar observasi, dan dokumen sekolah. Uji hipotesis menggunakan uji-t.

Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik.

Kata Kunci: Model pembelajaran CIRC, Media Bagan, Hasil Belajar Biologi, Ranah Kognitif, Ranah Afektif, Ranah Psikomotorik

(10)

commit to user x

KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang memberi kedamaian hati dan inspirasi. Atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ”PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DISERTAI MEDIA CHART TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP N 7 SURAKARTA”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam mendapatkan gelar sarjana pada program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Pendidikan dan Keguruan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Selama pembuatan skripsi ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberi ijin dan kesempatan dalam penyusunan skripsi.

2. Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Ketua Program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Drs. Maridi, M.Pd, selaku Pembimbing I yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.

5. Drs. Slamet Santosa, M.Si, selaku Pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.

6. Kepala SMP N 7 Surakarta yang telah memberi ijin dalam penelitian.

7. Deasy Pusparita, S.Pd selaku guru mata pelajaran biologi yang telah memberi bimbingan dan bantuan selama penelitian.

8. Para siswa SMP N 7 Surakarta yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini.

9. Berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna karena keterbatasan penulis. Meskipun demikian, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Surakarta, Juli 2012 Penulis

(11)

commit to user xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PENGAJUAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ... v

HALAMAN MOTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ... vii

ABSTRACT ... viii

ABSTRAK ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Perumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II. KAJIAN PUSTAKA... 7

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan ... 7

1. Hasil Belajar Biologi ... 7

a Ranah Kognitif ... 10

b Ranah Afektif ... 11

c Ranah Psikomotorik ... 12

2. Model Pembelajaran CIRC ... 14

a Model Pembelajaran ... 14

b Model Pembelajaran CIRC ... 16

3. Media Bagan atau Chart ... 18

a Media Pembelajaran ... 18

b Media Bagan atau Chart ... 19

4. Hasil Penelitian yang Relevan ... 20

B. Kerangka Berpikir ... 21

C. Hipotesis Penelitian ... 23

(12)

commit to user xii

BAB III. METODE PENELITIAN ... 24

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 24

1. Tempat Penelitian ... 24

2. Waktu Penelitian ... 24

B. Rancangan Penelitian ... 25

C. Populasi dan Sampel ... 27

1. Populasi Penelitian ... 27

2. Sampel Penelitian ... 27

D. Teknik Pengambilan Sampel .... ... 27

E. Teknik Pengumpulan Data ... 27

1. Variabel Penelitian ... 29

2. Metode Pengumpuan Data ... 30

3. Teknik Penyusunan Instrumen ... 31

a Penyusunan Instrumen Ranah Kognitif ... 31

b Penyusunan Instrumen Ranah Afektif ... 32

c Penyusunan Instrumen Ranah Psikomotorik ... 33

F. Validasi Instrumen Penelitian ... 33

1. Uji Validitas ... ... 33

2. Uji Reliabilitas ... ... 35

3. Analisis Butir Soal ... 37

a Uji Taraf Kesukaran Soal ... 37

b Daya Pembeda Soal ... 38

G. Teknik Analisis Data . ... 40

1. Uji Prasyarat Analisis ... 40

a Uji Normalitas ... ... 40

b Uji Homogenitas .. ... 40

2. Uji Hipotesis ... 40

H. Prosedur Penelitian ... 41

BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 42

A. Deskripsi Data ... 43

1. Distribusi dan Deskripsi Data Hasil Belajar Kognitif ... 43

2. Distribusi dan Deskripsi Data Hasil Belajar Afektif ... 45

3. Distribusi dan Deskripsi Data Hasil Belajar Psikomotorik ... 47

B. Pengujian Prasyarat Analisis ... 49

1. Hasil Uji Normalitas ... 49

2. Hasil Uji Homogenitas ... 49

C. Pengujian Hipotesis ... 50

D. Pembahasan Hasil Analisis Data... 53

(13)

commit to user xiii

BAB V. SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN ... 62

A. Simpulan ... 62

B. Implikasi ... 62

C. Saran ... 62

DAFTAR PUSTAKA ... 64

LAMPIRAN ... 65

(14)

commit to user xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Rancangan Penelitian Posttest Only Control Design ... 25

Tabel 3.2. Rangkuman Uji Normalitas Dokumen Hasil Belajar... 28

Tabel 3.3. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Dokumen Hasil Belajar... 29

Tabel 3.4. Skor Penilaian Berdasarkan Skala Likert ... 31

Tabel 3.5. Rangkuman Hasil Uji Validitas Try Out Pertama ... 34

Tabel 3.6. Skala Penilaian Reliabilitas Butir Soal atau Item ... 36

Tabel 3.7. Rangkuman Hasil Try Out Uji Reliabilitas ... 36

Tabel 3.8. Skala Penilaian Indeks Kesukaran Butir Soal atau Item ... 37

Tabel 3.9. Rangkuman Hasil Try Out Uji Taraf Kesukaran ... 37

Tabel 3.10. Skala Penilaian Daya Pembeda Butir Soal. ... 39

Tabel 3.11. Rangkuman Hasil Try out Uji Daya Beda ... 39

Tabel 4.1. Deskripsi Hasil Belajar Ranah Kognitif dengan Menggunakan Model dan Media Pembelajaran ... 43

Tabel 4.2. Deskripsi Hasil Belajar Ranah Afektif dengan Menggunakan Model dan Media Pembelajaran ... 45

Tabel 4.3. Deskripsi Hasil Belajar Ranah Psikomotor dengan Menggunakan Model dan Media Pembelajaran ... 47

Tabel 4.4. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar ... 49

Tabel 4.5. Rangkuman Hasil Uji Homogenitas Hasil Belajar ... 50

Tabel 4.6. Rangkuman Hasil Analisis Pengaruh model Pembelajaran CIRC disertai media chart Terhadap Hasil Belajar Kognitif ... 51

Tabel 4.7. Rangkuman Hasil Analisis Pengaruh model Pembelajaran CIRC disertai media chart Terhadap Hasil Belajar Afektif ... 52

Tabel 4.8. Rangkuman Hasil Analisis Pengaruh model Pembelajaran CIRC disertai media bangan atau chart Terhadap Hasil Belajar Psikomotorik ... 52

(15)

commit to user xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Skema Kerangka Pemikiran ... 22 Gambar 3.1. Waktu Penelitian ... 24 Gambar 3.2. Skema Paradigma Penelitian ... 26 Gambar 4.1. Perbandingan Hasil Belajar Ranah Kognitif Biologi

Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen. ... 44 Gambar 4.1. Perbandingan Hasil Belajar Ranah Afektif Biologi

Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen. ... 46 Gambar 4.1. Perbandingan Hasil Belajar Ranah Psikomotor Biologi

Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen. ... 48

(16)

commit to user xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Instrumen Penelitian ... 66

a. Silabus Kelas Eksperimen ... 67

b. Silabus Kelas Kontrol ... 74

c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen ... 84

d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ... 105

e. Kisi-Kisi Angket Ranah Afektif ... 124

f. Angket Ranah Afektif ... 126

g. Lembar Observasi Penilaian Afektif………. 129

h. Rubrik Afektif……… 133

i. Kisi-kisi Soal Kognitif ... 137

j. Soal Kognitif ... 138

k. Kunci Jawaban Soal Kognitif ... 146

l. Kisi-Kisi Lembar Observasi Hasil Belajar Psikomotorik ... 147

m. Lembar Observasi Ranah Psikomotorik ... 148

n. Lembar Kerja Siswa ... 152

o. Lembar Observasi Keterlaksanaan sintaks ... 169

Lampiran 2. Analisis Instrumen ... 175

a. Uji Validitas, Reliabilitas, Taraf Kesukaran, dan Daya Pembeda Butir Soal Kognitif Try Out Pertama ... 176

b. Uji Validitas, Taraf Kesukaran, dan Daya Pembeda Butir Soal Kognitif Retest ... 180

c. Uji Validitas, Reliabilitas Item Pernyataan Angket Afektif Try Out .. 185

d. Rangkuman Hasil Try Out ... 202

e. Surat Pernyataan Valid dari Ahli ... 203

Lampiran 3. Data Hasil Penelitian ... 205

a. Daftar Nilai Kognitif Siswa Kelas VIII C (Kelas Eksperimen) ... 206

b. Daftar Nilai Kognitif Siswa Kelas VIII F (Kelas Kontrol) ... 207

c. Daftar Nilai Afektif Siswa Kelas VIII C (Kelas Eksperimen) ... 208

d. Daftar Nilai Afektif Siswa Kelas VIII F (Kelas Kontrol) ... 209

e. Daftar Nilai Psikomotorik Siswa Kelas VIII C (Kelas Eksperimen) .. 210

f. Daftar Nilai Psikomotorik Siswa Kelas VIII F (Kelas Kontrol) ... 211

g. Distribusi Hasil Belajar ... 212

h. Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran CIRC ... 214

i. Dokumen Daftar Nilai Kelas VIII A ... 220

j. Dokumen Daftar Nilai Kelas VIII B ... 222

k. Dokumen Daftar Nilai Kelas VIII C ... 224

l. Dokumen Daftar Nilai Kelas VIII D ... 225

m. Dokumen Daftar Nilai Kelas VIII E ... 227

(17)

commit to user xvii

n. Dokumen Daftar Nilai Kelas VIII F ... 229

o. Dokumen Daftar Nilai Kelas VIII G ... 230

Lampiran 4. Analisis Data ... 232

a. Uji Homogenitas Data Dokumen dalam Populasi ... 233

b. Uji Normalitas Data Dokumen Hasil Belajar ... 235

c. Uji Homogenitas Data Hasil Belajar Biologi Ranah Kognitif, Psikomotorik dan Afektif ... 236

d. Uji Normalitas Data Hasil Belajar Biologi Ranah Kognitif, Psikomotorik dan Afektif ... 237

e. Uji Hipotesis Hasil Belajar Ranah Kognitif, Ranah Afektif, dan Ranah Psikomotor ... 238

Lampiran 5. Perijinan ... 239

a. Surat Permohonan Izin Penelitian ... 240

b. Surat Permohonan Izin Penyusunan Skripsi ... 244

c. Surat Bukti Telah Melakukan Penelitaian ... 246

Lampiran 6. Dokumentasi Penelitian ... 247

a. Dokumentasi Kelas Eksperimen ... 248

b. Dokumentasi Kelas Kontrol ... 251

Lampiran 7. Tabel Distribusi F dan t ... 252

a. Tabel Distribusi F ... 253

b. Tabel Distribusi t ... 256

(18)

commit to user

(19)

commit to user

(20)

commit to user BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu usaha untuk memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan pada sseseorang maupun kelompok sehingga dapat memberikan perubahan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Tujuan pendidikan di dalam masyarakat pada umumnya adalah pengembangan pribadi menjadi dewasa dan mandiri yang mampu menata kehidupannya dengan tanggung jawab moral dan sosial. Untuk mencapai tujuan pendidikan maka diperlukan kegiatan belajar.

Menurut Syah (2003) belajar adalah kegiatan yang membutuhkan proses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraannya setiap jenis dan jenjang pendidikan. Sehingga berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarganya sendiri.

Rustaman (2005) menyatakan bahwa kemampuan-kemampuan siswa dalam memperoleh pengalaman belajar perlu dievaluasi sampai sejauh mana tingkat keberhasilan belajar siswa, baik dari peningkatan penegetahuannya (ranah kognitif), keterampilan (ranah psikomotor), dan perubahan sikapnya (ranah afektif). Perubahan tingkah laku siswa diharapkan merupakan peningkatan hasil belajar atau prestasi, sikap siswa, nilai dan moral sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Kegiatan belajar siswa akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Sudjana (2005) mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi dua faktor utama.

Pertama adalah faktor dari dalam diri siswa. Faktor dari dalam siswa diantaranya kemampuan yang dimiliki siswa, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan perhatian, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis siswa. Kedua adalah faktor dari luar diri siswa. Faktor dari luar yang mempengaruhi hasil belajar siswa ialah kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran merupakan tingkat tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran.

1

(21)

commit to user

Biologi merupakan salah satu pembelajaran dalam sains. Wenno (2008) mengemukakan menurut Hungerford, Volk & Ramsey (1980), bahwa sains merupakan: (1) proses memperoleh informasi melalui metode empiris (empirical method); (2) informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan yang telah diatur secara logis dan sistematis; dan (3) suatu kombinasi dari proses berpikir kritis sehingga menghasilkan informasi yang valid dan dapat dipercaya.

Biologi merupakan salah satu mata pelajaran IPA. Pembelajaran IPA diperlukan suatu proses. Sehingga didalam IPA khususnya biologi siswa dan guru dituntut lebih kreatif dan inovatif agar selama proses pembelajaran siswa dapat mengerti dan memahami materi yang dipelajari. Pendidikan Biologi menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung.

Sudjana (2010) mengemukakan bahwa proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, sedangkan hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah siawa menerima pengalaman belajarnya. Rumusan tujuan pendidikan pada sistem pendidikan nasional, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membagi menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotoris.

Materi pembelajaran sains khususnya biologi selalu berubah mengikuti perkembangan jaman. Setiap ada penemuan baru maka ilmu sains harus dapat mengikuti perubahan tersebut. Perubahan tersebut membuat siswa sulit untuk mengikuti dan memahami materi pembelajaran yang diterima.

Pembelajaran yang ada di sekolah saat ini cenderung guru yang mendominasi dalam kelas dengan mengajar menggunakan metode ceramah yang mengakibatkan siswa yang ada di dalam kelas tidak terlibat secara keseluruhan sehingga pembelajaran menjadi membosankan. Siswa menjadi kurang aktif di dalam pembelajaran. Guru menekankan pada pemahaman materi yang disampaikan sehingga mengutamakan pada ranah kognitif siswa dan kurang memperhatikan ranah afektif dan ranah psisikomotor siswa.

(22)

commit to user

3 Untuk dapat menciptakan suatu pembelajan yang menarik bagi siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai maka suatu strategi pembelajaran perlu digunakan untuk mencapai pembelajaran yang menarik, efektif dan inovatif.

Suprijono (2011) menjelaskan bahwa pembelajaran yang berbasis konstruktivisme merupakan belajar artikulasi. Belajar artikulasi merupakan suatu proses mengartikulasikan ide, pikiran, sehingga memperoleh solusi. Selain mengonstruksikan makna dan mengembangkan pikiran, belajar juga dapat memperdalam proses-proses pemaknaan tersebut melalui pengekpresian ide-ide.

Berdasarkan beberapa masalah pembelajaran diatas salah satu model pembelajaran yang dapat diguanakan adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran ini adalah model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC). Model pembelajaran ini guru tidak sebagai pusat pembelajaran tetapi pembelajaran berpusat pada siswa. Penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dapat membantu siswa dalam memahami suatu materi pembelajaran, karena dengan model ini siswa diberikan suatu wacana atau bacaan mengenai materi pembelajaran sehingga dengan wacana yang diberikan oleh guru siswa menjadi lebih mudah untuk memahami materi pembelajaran. Menurut Slavin (2009) CIRC terdiri dari tiga unsur penting: kegiatan-kegiatan dasar terkait, pengajaran langsung pelajaran memahami bacaan, dan seni berbahasa dan menulis terpadu.

Kegiatan ini para siswa bekerja dalam tim-tim yang heterogen. Semua kegiatan mengikuti siklus regular yang melibatkan presentasi, latihan tim, latihan independent, prapenialian teman, latihan tambahan, dan tes.

Proses belajar dan mengajar selain menggunakan model pembelajaran CIRC juga menggunakan media bagan atau chart sebagai alat bantunya. Menurut Indriana (2011) media berfungsi mengarahkan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar. Pengalaman belajar (learning experience) tergantung pada interaksi siswa dengan media. Media yang tepat sesuai dengan tujuan belajar akan mampu meningkatkan pengalaman belajar sehingga anak didik dapat mempertinggi hasil belajar.

(23)

commit to user

Bagan atau chart merupakan media pembelajaran yang menggunakan garis dan symbol yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain. Bagan atau chart dapat membantu guru untuk menyampaikan pesan pelajaran kepada siswa yang sulit dimengerti menjadi mudah untuk dipahami. Sehingga dengan memadukan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dan media bagan atau chart dapat diperoleh hasil belajar yang baik dari ranah kognitif, afektif maupun psikomotornya.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan judul penelitian sebagai berikut : ”Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai Media Chart Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII SMP N 7 Surakarta”.

B. PEMBATASAN MASALAH

Berdasarkan identifikasi masalah diatas sehingga perlu adanya batasan dari beberapa masalah tersebut agar diperoleh kedalaman kajian dan mengjindari perluasan masalah. Pembatasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian dibatasi pada semua siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta semester genap Tahun pelajaran 2011/1012.

2. Objek Penelitian Objek penelitian dibatasi pada :

a. Model pembelajaran meliputi : konvensional bervariasi pada kelas control dan Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai media bagan atau chart pada kelas eksperimen.

b. Hasil belajar biologi, meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah maka dapat dirumuskan bagaimana pengaruh penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai Media Chart terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta?

(24)

commit to user

5

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai Media Chart terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta.

E. Manfaat Penelitian Penelitian ini mempunyai manfaat sebagai berikut :

1. Bagi Guru

a. Untuk memperkenalkan model pembelajaran yang efektif digunakan dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

b. Dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam pembelajaran dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik.

2. Bagi Siswa

a. Dapat mengaktifkan ketrampilan berpikir siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta melalui penggunaan model pembelajar Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) yang disertai media bagan atau chart.

b. Dapat mengontrol sikap siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta melalui penggunaan model pembelajar Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) yang disertai media bagan atau chart.

c. Dapat memberikan suasana baru dalam pembelajaran sehingga siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta menjadi lebih aktif dalam pembelajaran setelah penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) yang disertai media bagan atau chart.

3. Bagi Instansi

a. Dapat memberikan pengetahuan baru bagi sekolah tentang adanya model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) yang dapat diterapkan di dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih menarik.

b. Dapat memberikan alternatif pembuatan media pembelajaran yang efektif yaitu dengan media bagan atau chart.

(25)

commit to user

c. Hasil penelitian yang diperoleh dapat memberikan sumbangan yang baik pada sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran biologi.

(26)

commit to user 7 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka 1. Hasil Belajar Biologi a. Pengertian Hasil Belajar

Syah (2003) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik berada di sekolah maupun dilingkungan rumah atau keluarganya sendiri.

Menurut Eveline dan Hartini (2010) belajar merupakan proses yang kompleks yang mengandung beberapa aspek, yaitu: bertambahnya pengetahuan, adanya kemampuan mengingat dan mereproduksi, adanya menyimpulkan makna, mengaitkan dengan realitas dan adanya perubahan pada diri pribadi. Pengertian belajar berdasarkan aspek-aspek pembelajaran diatas, bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental yang berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan yang bersifat relatif konstan.

Belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan individu yang memerlukan suatu proses. Ciri-ciri umum dari kegiatan belajar menurut Aunurrahman (2009) antara lain: (1) belajar menunjukakan adanya aktivitas pada diri individu baik yang secara sadar ataupun yang disengaja, (2) belajar merupakan suatu interakasi antara individu dengan lingkungannya, (3) adanya hasil belajar ditandai dengan perubahan tingkah laku pada diri individu atau siswa.

Belajar menurut Sadiman, dkk (2009) adalah suatu proses menyeluruh yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Salah satu tanda seseorang sudah menjalani proses belajar adalah adanya perubahan tingkah laku yang ada pada diri individu. Perubahan tingkah laku tersebut meliputi perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) dan nilai dan sikap individu (afektif).

(27)

commit to user

Berdasarkan pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian belajar merupakan suaru proses yang nantinya akan mempengaruhi tingkah laku pada diri individu. Perubahan yang terjadi pada diri individu dapat berasal dari dalam diri individu, diantaranya adalah kemampuan yang dimiliki siswa itu sendiri, motivasi atau adanya minat siswa untuk belajar, serta sikap yang dimiliki siswa dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran. Perubahan yang berasal dari luar diri individu juga menjadi faktor yang menyebabkan perubahan pada individu.

Lingkungan merupakan faktor utama yang menyebabkan perubahan pada diri siswa. Sesuai teori Vygotsky bahwa proses pembelajaran akan terjadi jika anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum dipelajari, namun tugas- tugas tersebut masih berada dalam jangkauan mereka. Vygotsky meyakini bahwa fungsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan dan kerja sama antar individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu akan masuk ke dalam individu tersebut. Ide lain dari Vygotsky adalah Scaffolding yaitu bentuan yang diberikan kepada anak pada awal perkembangannya kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah anak dapat melakukannya. Menurut Vygotsky seharusnya diberikan tugas-tugas yang kompleks, sulit, dan realistik dan kemudian diberikan bantuan secukupnya untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas tersebut, sehingga sedikit demi sedikit komponen-komponen suatu tugas yang kompleks pada suatu hari diharapkan dapat menyelesaikan tugas kompleks tersebut (Trianto,2010).

Sesuai dengan perbaikan kualitas pembelajaran yang mengarah pada konstrukstivisme. Suprijono (2011) mengemukakan bahwa menurut kontruktivisme pengetahuan bersifat subyektif, bukan obyektif. Semua pengetahuan merupakan hasil konstruksi dari kegiatan seseorang. Pengetahuan ilmiah berevolusi, berubah dari waktu kewaktu. Pemikiran ilmiah adalah proses konstruksi dan reorganisasi secara terus-menerus. Setiap pengetahuan mengandaikan suatu interaksi dengan pengalaman. Tanpa interaksi dengan objek, seseorang seseorang tidak dapat mengonstruksi pengetahuan.

(28)

commit to user

9 Sudjana (2010) hasil belajar adalah perubahan tingkah. Tingkah laku dalam hasil belajar yang dimaksud mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotoris. Penilaian hasil belajar siswa mempunuai peranan tujuan instruksional tentang rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dan dikuasai siswa merupakan unsur penting dalam acuan dasar penialaian. Penilaian proses belajar adalah pemberian nilai pada siswa setelah berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru demi tercapainta tujuan pembelajaran. Sejauh mana keefektifan dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengejaran serta perubahan tingkah laku siswa menjadi pertimbangan dari penilaian. Penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain, karena hasil belajar adalah akibat dari proses pembelajaran.

Hasil belajar menurut Suprijono (2011) merupakan pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa setelah mengalami proses belajar dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan menunjukkan adanya hasil belajar.

Perubahan yang dimaksud adalah terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Berdasarkan pengertian dari hasil belajar diatas dapat kita simpulkan bahwa hasil belajar merupakan suatu hasil yang diperoleh siswa setelah siswa melakukan proses belajar. Hasil belajar akan dapat merubah cara berpikir siswa.kegiatan belajar akan menghasilkan suatu tambahan pengetahuan pada siswa dari yang belum mengerti menjadi mengerti dan paham, serta membuat siswa menjadi pribadi yang terampil.

Biologi merupakan salah satu dari pembalajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pembelajaran biologi tidak hanya menghafalkan tetapi dalam biologi dikembangkan berdasarkan observasi dan eksperimen. Biologi bukanlah suatu ilmu yang hanya mempelajari konsep-konsep saja tetapi biologi

Rustaman (2005) menyatakan bahwa kemampuan-kemampuan siswa dalam memperoleh pengalaman belajar perlu dievaluasi sampai sejauh mana

(29)

commit to user

tingkat keberhasilan belajar siswa, baik dari peningkatan penegetahuannya (ranah kognitif), keterampilan (ranah psikomotor), dan perubahan sikapnya (ranah afektif). Perubahan tingkah laku siswa diharapkan merupakan peningkatan hasil belajar atau prestasi, sikap siswa, nilai dan moral sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Hasil evaluasi belajar berupa prestasi, sikap, nilai yang telah dicapai sehingga dari sini akan dapat membantu menentukan tindak lanjut pembeljaran yang berikutnya.

b. Ranah dalam Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku pada diri siswa setelah berlangsung proses belajar. Haryati (2007) mengemukakan bahwa hasil belajar siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga ranah yaitu: ranah kognitif , afektif dan psikomotor.

1) Ranah Kognitif

Suprijono (2011) menurut Bloom, hasil belajar terbagi atas kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif merupakan knowledge (pengetahuan, ingatan), comprehension (pemahaman, menjelaskan, meringkas, dan pemberian contoh), application (menerangkan), analysis (menguraikan dan menentukan hubungan), synthesis (mengorganisasikan, merencanakan, membentuk bangunan baru), dan evaluation (menilai).

Menurut Yamin (2008) tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir siswa, serta mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, diantaranya adalah mengingat sampai peda kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menggabungkan suatu gagasan denagan suatu metode yang sebelumnya telah dipelajari sehingga masalah tersebut dapat terpecahkan. Kawasan kognitif pada dasarnya adalah suatu subtaksonomi yang menjelaskan suatu kegiatan mental yang berawal dari tingkat mengingat sampai pada tingkat yang paling tinggi yaitu menciptakan. Kawasan kognitif terdiri dari enam tingkatan dengan aspek yang berbeda-beda, antara lain: mengingat, mengerti, memakai, menganalisis, menilai, dan mencipta.

Ranah kognitif menurut Sudjana (2010) berkenaan dengan hasil belajar intelektual siswa yang terdiri dari dari aspek. Aspek pengetahuan atau ingatan dan

(30)

commit to user

11 aspek pemahaman disebut kognitif tingkat rendah. Pada aspek pengetahuan ini menjadi prasarat bagi tipe belajar yang berikutnya. Aspek selanjutnya adalah aspek aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi disebut termasuk kedalam kognitif tingkat tinggi.

Berdasarkan pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelaran ranah kognitif merupakan hasil pencapaian dari kegiatan belajar yang menekankan pada tingkat pemahaman siswa terhadap suatu materi pembelajaran yang di dapat melalui pemikiran siswa. Hasil belajar ranah kognitif sendiri terdiri dari kognitif tingkat rendah sampai kognitif tingkat tinggi. Siswa dapat dikatakan ranah kognitifnya bagus apabila sudah mencapai enam aspek atau sampai pada kognitif tingkat tinggi.

2) Ranah Afektif

Menurut Sudjana (2010) bahwa ranah afektif berkaitan dengan sikap dan nilai siswa. Hasil belajar afektif terlihat pada siswa dalam bentuk bermcam- macam tingkah laku antara lain perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi untuk belajar, menghargai guru dan teman, kebiasaan belajar dan hubungan siswa terhadap lingkungannya. Terdapat lima jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar, yaitu reciving/ attending merupakan kepekaan menerima rangsang dalam bentuk masalah yang datang dari luar, responding adalah reaksi yang diberikan terhadap rangsangan dari luar, valuting (penilaian) yang berkaitan terhadap nilai terhadap stimulus yang diperoleh, organisasi yaitu pengembangan nilai dalam suatu organisasi, dan karakteristik nilai atau konsep tentang nilai merupakan suatu keterpaduan dari semua sistem nilai yang dimiliki dan mempengaruhi kepribadian dan tingkah laku siswa. Kategori-kategori tersebut sudah urut dimulai dari reciving/ attending yang merupakan kategori afektif tingkat dasar dan sampai pada karakteristik nilai atau konsep tentang nilai yang merupakan kategori afektif yang kompleks.

Ranah afektif sangat berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik untuk mencpai batas ketuntasan dalam proses pembelajaran. Krathwohl berpendapat bahwa hampir semua tujuan kognitif mmunyai komponen afektif.

Peringkat ranah afektif berdasarkan taksonomi Krathwohl ada lima tingkatan,

(31)

commit to user

yaitu: receiving (attending), responding, valuing, organization dan characterization. Peringkat receiving atau attending (menerima), para peserta didik memperhatikan suatu stimulus. Responding (tanggapan) merupakan partisipasi aktif peserta didik yang merupakan bagian dari tingkah lakunya setelah memperoleh stimulus. Valuing (menilai) melibatkan penentuan nilai, sikap yangmenunujukan derajat internalisasi dan komitmen. Peringkat organization (organisasi) antara nilai yang satu dengan nilai yang lain dikaitkan dan konflik antar nilai diselesaikan, kemudian mulai membangun sistem internal yang konsisten. Characterization (karakterisasi), peserta didik memiliki sistem nilai yang mengendalikan perilaku sampai terbentuk pola hidup (Haryati ,2007).

Pembelajaran IPA atau sains penilaian ranah afektif sangat penting. Ranah afektif ini dinilai selama pembelajaran berlangsung dan hal ini sesuai dengan pembelajaran IPA bahwa pembelajaran ilmu sains tidak hanya menekankan pada hasil belajar tetapi juga saat proses bembelajaran. Menurut Yamin (2008) kawasan afektif berhubungan dengan perasaan emosi, sistem nilai, dan attitude (sikap hati) yang menunjukkan pada penerimaan atau penolakan atas suatu masalah.

3) Ranah Psikomotor

Ranah psikomotor menurut Yamin (2008) merupakan ranah yang berorientasi pada keterampilan motorik yang berkaitan dengan anggota tubuh atau suatu tidakan akibat dari koordinasi antara syaraf dan otot tubuh. Ranah psikomotor lebih banyak dikaitkan dengan latihan menulis, berbicara, olah raga, dan bidang studi yang berkaitan dengan keterampilan.

Sudjana (2010) menyatakan bahwa hasil belajar psikomotoris terliahat pada bentuk keterampilan (skill) dan kemapuan bertindak oleh siswa. Hasil belajar psikomotoris diketegorikan menjadi enam tingkatan keterampialan, yaitu:

gerakan refleks, keterampilan terhadap gerakan-gerakan dasar, kemampuan perseptual, kemampuan dibidang fisik, gerakan-gerakan skill, dan kemapuan yang berhubungan dengan komunikasi non-decursive. Hasil belajar psikomotor tersebut selalu berhubungan antara satu dengan yang lain bahkan secara bersamaan.

Apabila seseorang berubah tingkat kognisinya maka pada kadar tertentu berubah

(32)

commit to user

13 juga sikap dan perilakunya. Tipe hasil belajar ranah psikomotoris berhubungan pada keterampilan maupun kemampuan untuk bertindak setelah siswa menerima pengalaman belajar. Hasil belajar psikomotoris sebenarnya merupakan tahap lanjutan dari hasil nelajar afektif yang baru akan tampak kecenderungan siswa untuk berperilaku atau bertindak.

Kesimpulannya hasil belajar ranah psikomotor merupakan ranah yang menunjukkan keterampialn siswa untuk bertindak atau memperagakan sesuatu.

Ranah psikomotoris menekankan pada gerakan siswa yang ditimbulkan dari gabungan antara rangsangan syaraf pada tubuh dengan otot-otot tubuh. Antara ranah kognitif, afektif dan psikomotor saling berkaitan. Hasil belajar ranah afektif merupakan akibat dari hasil belajar ranah kognitif, sedangkan hasil belajat ranah psikomotor merupakan akibat dari hasil belajar ranah afektif, sehingga pada hasil belajar ranah psikomotor akan tampak kecenderungan siswa untuk berperilaku.

c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar dipengaruhi oleh keadaan atau kondisi belajar siswa.

Menurut Eveline dan Hartini (2010) kondis belajar adalah suatu keadaan yang terjadi pada aktivitas memperoleh pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai proses pengolahan mental. Gagne membagi kondisi belajar menjadi dua, yaitu kondisi internal dan kondisi eksternal. Kondisi eksternal merupakan masalah- masalah yang timbul dari luar diri siswa. Faktor eksternal dibagi menjadi dua macam, yaitu faktor sosial dan non-sosial. Faktor sosial dispesifikasikan dalam beberapa kategori lingkungan, di antaranya lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Faktor non-sosial di antaranya sarana- prasarana, waktu belajar dan kondisi sekitarnya. Pengaruh lingkungan ditekankan pada masalah eksternal yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor internal merupakan faktor yang timbul dari diri siswa. Adapun faktor internal dibedakan pada faktor fisiologis dan faktor psikologis faktor fisiologis di antaranya: kondisi badan dan keadaan fungsi-fungsi fisiologis tertentu. Faktor psikologis merupakan kondisi yang berhubungan dengan keadaan kejiwaan siswa, diantaranya minat, bakat, intelegensi dan motivasi. Sumiati dan Asra (2008), menyatakan bahwa motivasi belajar adalah sesuatu yang mendorong siswa untuk

(33)

commit to user

berperilaku dalam belajar jika siswa memiliki motivasi yang tinggi maka siswa akan melakukan suatu proses belajar meskipun berat Motivasi belajar berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai oleh siswa, karena motivasi dan tujuan merupakan bagian penting dari proses belajar agar mendapatkan hasil yang diinginkan.

2. Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)

a. Model Pembelajaran

Model pembelajaran menurut Suprijono (2011) merupakan suatu pola yang digunakan pedoman untuk merencanakan pembelajaran di kelas ataupun di tutorial. Arens berpendapat bahwa model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan di antaranya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Model pembelajaran juga dapat didefinisikan suatu kerangka konseptual yang di dalamnya terdapat prosedur yang sistematis sebagai pengorganisasian dari pengalaman belajar sehingga tujuan belajar dapat tercapai.

Trianto (2007) mengutip pendapat Joyce yang menyatakan bahwa model pembelajaran adalah pola atau perencanaan yang akan digunakan untuk merencanakan pembelajaran di dalam kelas atau pembelajaran tutotial serta untuk merencanakan perangkat-perangkat pembelajaran seperti buku-buku, kurikulum dan lain-lain. Setiap model pembelajaran membantu mengarahkan kita untuk mendesain pembelajaran bagi peserta didik sehingga tercapai tujuan pembelajaran.

Kegiatan belajar-mengajar diharapkan dapat mengkontruktivisme atau membangun pengetahuan seseorang. Menurut Eveline dan Hartini (2010), pengetahuan dibentuk secara terus-menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami perubahan karena adanya pemahaman-pemahaman baru. Pengetahuan bukan merupakan suatu fakta dari kenyataan yang dipelajari, tetapi, pengetahuan merupakan konstruksi kognitif seseorang terhadap objek pengalaman dan lingkungannya. Konstruktivistik menekankan pada peranan utama dalam

(34)

commit to user

15 pembelajaran adalah aktivitas siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, melalui bahan, media, peralatan, lingkungan, dan fasilitas lainnya yang disediakan untuk membantu pembentukan tersebut.

Konstruktivisme merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif.

Pembelajaran kooperatif juga bertujuan untuk membangun siswa, jadi siswa berperan penting dalam pembelajaran ini. Suprijono (2011) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu konsep dimana semua jenis kerja kelompok yang dilakukan siswa diarahkan dan dipimpin oleh guru. Peran guru dalam pembelajaran kooperatif yaitu menetapkan tugas tau permasalahan dan menyediakan bahan-bahan dan informasi yang telah dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang telah diberikan. Pada akhir tugas guru juga memberikan soal dalam bentuk ujian sebagai salah asatu indicator seberapa besar tingkat pemahaman siswa dalam pembelajaran.

Tujuan pembelajaran kooperatif menurut Slavin (2009) adalah untuk meningkatkan prestasi siswa, mengembangkan kerjasama antar kelompok, toleransi terhadap teman yang mempunyai akademik lemah, dan meningkatkan rasa harga diri siswa. Pembelajaran kooperatif membuat siswa untuk mau berpikir, menyelesaikan suatu permasalahan, serat dapat mengintegerasikan kemampuan dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki.

Menurut Trianto (2007) bahwa pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang sulit dan menumbuhkan siswa untuk dapat berpikir kritis serta dapat meningkatkan kinerja siswa dalam hal tugas-tugas akademik. Pembelajaran kooperatif memberikan keuntungan bagi semua siswa baik siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja sama menyelesaikan tugas.

Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan perencanaan atau rancangan sistematis yang disusun oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan pembelajran dapat tercapai. Guru yang berperan menyusun rancangan pembelajaan harus bisa membangun pengetahuan siswa dengan pembelajaran kooperatif yang dapat membantu siswa dalam meningkakan kinerja siswa dan membantu siswa untuk

(35)

commit to user

memahami suatu masalah, sehingga tujuan pembelajaran yang telah direncanakan dapat tercapai.

b. Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)

Slavin (2009) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif dibedakan menjadi lima tipe. Tiga di antaranya merupakan metode pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan pada sebagain besar mata pelajaran dan tingkatan kelas, diantaranya: Student Team Achievement Divisions (STAD), Teams Games Tournament (TGT), dan Jigsaw II (Teka-teki II). Dua yang lainnya merupakan kurikulum komprehensif yang dirancang untuk mata pelajaran khusus dan tingkatan tertentu, diantaranya: Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan Team Accelerated Instruction (TAI).

Jacobs dan Hannah (2004) dalam jurnalnya Combining Cooperative Learning with Reading Aloud by Teachers menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Tetapi guru juga mempunyai peran penting dalam pembelajaran kooperatif diantaranya membentuk kelompok siswa, membimbing siswa dan memantau hasil pembelajaran siswa.

Pembelajaran ini dimulai dengan mengelompokkan siswa kedalam kelompok- kelompok, lalu siswa diberikan bacaan untuk mereka pelajari dan membacakan artikel tersebut. Pembelajaran kooperatif membangun siswa untuk mandiri dan tidak bergantung pada guru. Kerjasama dan saling ketergantungan terhadap kelompok mendorong siswa untuk memecahkan masalah bersama.

Keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa semenjak mangenal pendidikan adalah membaca dan menulis. Keterampilan-keterampilan tersebut menjadi dasar bagi siswa untuk dapat memahami keterampilan yang lainnya.

Kemampuan siswa untuk dapat membaca dan menulis menjadi dasar terbentuknya model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).

Menurut Slavin (2009) tujuan utama dari pembelajaran CIRC adalah menggunakan kelompok-kelompok kooperatif yang membantu siswa mempelajari memahami suatu bacaan yang dapat diaplikasikan secara luas. Beberapa unsur CIRC diarahkan untuk tujuan tersebut. Adapaun unsur-unsur utama dalam CIRC,

(36)

commit to user

17 antara lain : kelompok membaca, tim atau para siswa dibagi berpasangan di dalam kelompok, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan peristiwa, pemeriksaan oleh pasangan, tes, pengajaran secara langsung dalam memahami bacaan, dan seni berbahasa dan menulis yang terintegrasi.

Menurut Sutarno, dkk (2010) dalam jurnalnya model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) terdiri dari lima fase.

Fase pertama, yaitu orientasi. Pada fase oerientasi guru melakukan apersepsi yang dilanjutkan dengan penyampaian materi yang akan diberikan kepada siswa serta memaparkan tujuan pembelajaran ayang akan dilaksanakan pada pertemuan ini. Fase kedua, yaitu organisasi. Fase ini dimulai dari pembentukan kelompok.

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok oleh guru secara heterogen berdasarkan pada kemampuan akademik siswa yang dicapai sebelumnya. Membagikan bacaan yang berisi materi yang akan dibahas oleh siswa. Guru memberikan penjelasan tentang mekanisme diskusi kelompok dan tugas yang harus diselesaikan selama berlangsungnya diskusi kelompok. Fase ketiga, yaitu pengenalan konsep. Selama proses diskusi berlangsung guru menjelaskan tentang tentang suatu konsep baru.

Pengenalalan konsep ini bisa dari keterangan guru, buku paket, film, kliping, poster atau media lainnya. Fase keempat, yaitu fase publikasi. Siswa mengkomunikasikan hasil diskusi mereka kepada teman-temannya baik di dalam kelompok maupun di depan kelas. Fase kelima, yaitu fase penguatan atau refleksi.

Guru memberikan penguatan dan mengklarifikasi materi yang dipelajari melaului penjelasan-penjelasan maupun memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari- hari. Siswa diberikan kesempatan untuk merefleksi dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

Nur (2011) berpendapat kebanyakan aktivitas CIRC, siswa mengikuti urutan yang diperintahkan guru, latihan tim, asesmen awal tim, dan kuis. Kuis diberikan kepada siswa apabila semua teman dalam timnya sudah siap.

Penghargaan tim berupa berupa setifikat yang diberikan pada siswa berdasarkan kerja rata-rata semua anggota tim. Siswa bekerja pada bahan yang sesuai dengan tingkat membaca mereka, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama

(37)

commit to user

untuk berhasil. Peran siswa pada timnya berdasarkan pada skor kuis dan karya tulis akhir mandiri siswa yang menjamin tanggung jawab jawab individual.

Model pembelajaran mempunyai kelebihan dan juga kekurangan.

Kelebihan dari model pembelajaran CIRC adalah dapat melatih siswa untuk dapat bekerjasama di dalam kelompok,siswa dapat lebih menghargai pendapat orang lain dan memberikan kebebasan kepada siswa untuk dapat berpikir bebas dan kreatif pada saat menyelasaikan suatu permasalahan yang diberikan guru.

Adapun kekurangannya yaitu bagi siswa yang aktif akan terus berkembang pengetahuannya dan bagi siswa yang kurang aktif akan tertinggal karena tingkat pemahamannya rendah serta siswa hanya terbatas pada permasalahan yang diberikan oleh guru.

3. Media Bagan atau Chart a. Media Pembelajaran

Pengertian media pembelajaran menurut Angkowo dan Kokasih (2007) adalah segala sesuatu yang bisa diguanakan untuk menyampaikan pesan kepada siswa, menumbuhkan semangat, perhatian dan menumbuhkan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada siswa. Media juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kepribadian.

Sadiman, dkk (2009) Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education/NEA) berpendapat bahwa media merupakan suatu bentuk komunikasi yang tercetak maupaun audiovisual dan peralatannya. Media seharusnya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar maupun dibaca. Media juga dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat diguanakan untuk menyampaikan pesan sehingga dapat merangsang pikiran, persaan, minat dan perhatian siswa menjadi sedemikian rupa sehingga dapat terjadi proses belajar mengajar.

Media pengajaran menurut Indriyana (2011) pada intinya adalah tempat penyampaian pesan atau materi pembelajaran yang disampaikan guru kepada murid dengan tujuan mencapai proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Penggunaan media yang maksimal akan membantu anak didik dalam menyerap suatu materi pembelajaran yang disampaikan guru lebih banyak dan lebih baik.

(38)

commit to user

19 Media yang digunakan dapat meningkatkan penampilan dalam keterampilan sesuai dengan tujuan belajar dan mengajar.

Indriyana (2011) penggunaan media berfungsi unruk memperoleh pengalaman-pengalaman belajar siswa. Pengalamna belajar tergantung pada interaksi siswa terhadap media . media yang sesuai terhadap tujuan pembelajaran dapat meningkatkan pengalaman belajar sehingga anak didik dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Menurut kerucut pengalaman (Cone of Experience) yang dikemukakan oleh Edgare Dale, apabila penyampaian pesan hanya dengan kata verbal maka pengetahuan yang yang diterima akan semakin abstrak.

Dampaknya siswa hanya akan memahami suatu pengetahuan dalam bentuk pesan, tetapi kurang mengerti dan memahami makna yang ada pada pengetahuan tersebut. Siswa harus memiliki pengalaman yang konkret supaya siswa tidak salah persepsi terhadap pesan yang disampaikan guru. Salah satucara yang dapat digunakan untuk mendapatkan pengalaman yang konkret dalah dengan mengguanakan media dalam proses belajar dan mengajar.

b. Media bagan atau charta

Pembelajaran IPA atau sains tidak lepas dari asal usul materi pembelajarn itu diperoleh. Biologi yang termasuk ke dalam IPA, materi yang dipelajari saling berhubungan antara antara materi yang pertama dipelajari dengan materi-meteri yang akan dipelajari selanjutnya. Bagan atau charta merupakan suatu media pembelajaran yang dapat membantu siswa dan guru untuk mengkaitkan atau menghubungkan antara suatu pokok materi satu dengan materi-materi yang lain.

Menurut Daryanto (2010) bagan berfungsi sebagai penunjuk hubungan, keterkaitan, perbandingan dan pengorganisasian.

Sulistyo (2011) fungsi bagan atau chart untuk menyajikan konsep-konsep yang sulit dipahami dan disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.

Bagan juga dapat memberikan butir-butir penting dari presentasi. Pembuatan media bagan untuk pembelajaran ada aturan tertentu. Beberapa hal dalam pembuatan bagan antara lain: dapat dimengerti, sederhana dan lugas, serta tidak monoton dan selalu menarik.

(39)

commit to user

Cara menggunakan bagan dalam pembelajaran menurut Daryanto (2010) antara lain: pemilihan bagan, persiapan ruang kelas, mempersiapkan siswa, mempersiapkan pertanyaan dan penugasan yang mengaktifkan siswa dan penggunaan saat pembelajaran berlangsung. Pertama, pemilihan bagan yang akan disajikan harus berkaiatan dengan materi yang akan disampaikan. Kedua, sebelum penyajian media bagan hendaknya guru memperhatikan kondisi kelas. Ketiga, siswa perlu diatur pola duduknya agar penggunaan media bagan lebih jelas. Pola duduk diatur berkelompok atau disajikan di depan kelas, sehingga guru perlu memikirkan sari awal sebelum pembelajaran dimulai. Keempat, guru hendaknya mempersiapkan tugas yang bisa melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran menggunakan bagan tersebut. Kelima, memempatkan bagan sebagai pusat perhatian, pastikan semua siswa dapat melihat secara jelas dan terlibat secara langsung.

Menurut Sulistyo (2011) bagan atau chart digolongkan menjadi dua, yaitu chart yang menyajikan pesan secara bertahap dan chart yang menyajikan pesan sekaligus. Bagan balikan (flip chart) dan bagan tertutup (hidden chart) termasuk kedalam chart yang penyajian pesanya secara bertahap. Bagan pohon (tree chart), bagan arus (flow chart), bagan garis waktu (time line chart) dan kebalikan dari bagan pohon (stream chart) termasuk dalam chart yang menyajikan pesan sekaligus.

B. Hasil Penelitian Relevan

Hasil penelitian Sutarno, dkk (2010) dalam jurnal penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) pada pembelajaran TIK menunjukkan bahwa hasil pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) mengalami peningkatan dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.

Hal ini terlihat saat menggunakan uji t diperoleh thitung berturut-turut pada pembelajaran seri-I, seri-II, dan seri-III adalah sebesar 1.83, 1.87, dan 1.89, dan ttabel pada taraf signifikasi 0,05 sebesar 1,699. Nilai tersebut memenuhi kriteria

(40)

commit to user

21 thitung > ttabel maka rata-rata skor gain mengalami peningkatan disetiap pembelajaran.

Penelitian Jayanti (2008) dalam jurnal ketuntasan belajar melalui penerapan model pembelajaran tipe Cooperative Integrated Reading And Composition. Penelitian pembelajaran kooperatif tipe CIRC ini dilaksanakan tiga kali putaran, setiap putaran dilakukan revisi dan refleksi pada tiap-tiap putarannya. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe CIRC ini dapat menarik siswa untuk senang belajar dan membantu memahami materi pelajaran. Pembelajran CIRC ini juga merupakan pembelajaran yang efektif, terbukti bahwa hasil belajar siswa meningkat pada setiap putaran model pembelajaran CIRC.

Hasil penelitian Suseno (2008) dalam jurnal peningkatan motivasi dan hasil belajar materi sistem reproduksi invertebrate melalui optimalisasi penggunaan media chart, dengan metode kooperatif model TGT. Menunjukkan bahwa hasil pembelajaran yang menggunakan media bagan atau chart dapat mengalami peningkatan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Hal ini terliahat pada nilai harian, prosentase tuntas belajar, prosentase rata-rata nilai tuntas, nilai tugas yang nilainya lebih dari 70 dan prosentase pengumpulan tugas dari siklus I sampai siklus III menunjukkan bahwa penggunaan media chart dengan metode kooperatif model TGT pada materi sistem reproduksi invertebrata melalui optimalisasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

C. Kerangka Pemikiran

Hasil belajar merupakan indikator keberhasilan siswa dalam proses belajar yang telah ditempuh dalam waktu tertentu. Hasil belajar terutama pada mata pelajaran biologi dalam pencapaiannya dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yang dapat berpengaruh dalam proses pembelajaran adalah guru. Guru dapat menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) merupakan cara yang efektif untuk mengajak siswa lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran.

(41)

commit to user

Media pembelajaran berperan penting dalam proses belajar. Media membantu guru dalam menyampaikan pesan kepada siswa, sehingga pesan (materi pembelajaran) dapat lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh siswa.

Penggunaan media bagan atau chart diharapkan mampu membantu siswa mendapatkan hasil belajar yang baik. Perpaduan antara model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) dengan media chart dapat lebih aktif dan kreatif serta memudahkan siswa dalam memahami suatu materi sehingga hasil belajar yang didapat siswa lebih baik.

Kerangka berpikir dalam melaksanakan kegiatan penelitian secara sederhana dapat digambarkan pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 : Skema Kerangka Pemikiran Siswa kurang aktif dalam pembelajaran

yang cenderung menggunakan ceramah bervariasi sehingga diperlukan model

pembelajaran yang dapat melibatkan seluruh siswa

Hasil belajar siswa masih rendah

Penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC)

disertai media bagan atau chart

Mendorong siswa berperan aktif dalam

proses pembelajaran melalui diskusi

kelompok

siswa lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran

Hasil belajar meningkat Siswa kurang atau sulit memahami

materi pembelajaran sehingga diperlukan bantuan media pembelajaran untuk mempermudah

pemahaman siswa

(42)

commit to user

23 D. Hipotesis

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir, maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) disertai Media Chart berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa kelas VIII SMP N 7 Surakarta.

(43)

commit to user

24 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Surakarta kelas VIII semester 2 tahun pelajaran 2011/2012.

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Tahap-tahap penilaian antara lain tahap pertama persiapan kemudian tahap kedua pelaksanaan dan tahap pengolahan data dan penyusunan laporan. Ketiga tahap tersebut disusun pada Gambar 3.1.

Tahap Kegiatan penelitian

Bulan ke (dalam tahun 2011-2012)

08 09 10 11 12 01 02 03 04 05 06 07

Persiapan

1. Permohonan pembimbing 2. Survei sekolah 3. Konsultasi judul 4. Konsultasi draf

proposal 5. Konsultasi

instrument dan seminar proposal

Pelaksanaan

1. Ijin penelitian dan melengkapi instrument

2. Try out instrumen penelitian

3. Pelaksanaan penelitian dan konsultasi bab I, II, dan III Pengolahan

data dan penyusunan laporan

Pengolahan data hasil penelitian dan penyusunan laporan

Gambar 3.1. Waktu Penelitian

Gambar

Gambar 2.1 : Skema Kerangka PemikiranSiswa kurang aktif dalam pembelajaran
Gambar 3.1. Waktu Penelitian
Tabel 3.1.  Rancangan Penelitian Posttest Only Control Design
Gambar 3.2.  Skema Paradigma Penelitian A A0A111  A 0 Y 1A0Y2A0Y3A1Y1A1Y2A1Y3Y1Y2Y3Y1Y2Y3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk perlakuan dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku perilaku dengan analisis perbedaan skor

Soporcoma: Soporcoma: reflek motoris terjadi hanya bila reflek motoris terjadi hanya bila dirangsang dengan rangsangan nyeriP. dirangsang dengan

[r]

Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan di Sekolah SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan bahwa sekolah ini sudah menerapkan kurikulum 2013

AHLI KESELAMATAN KERJA ADALAH TENAGA TEHNIS BERKEAHLIAN KHUSUS DARI LUAR DEPNAKER YANG DITUNJUK OLEH MENAKER UNTUK MENGAWASI DITAATINYA UNDANG-UNDANG INI

9/2008, dalam upaya menjaga populasi sumber daya ikan di wilayah lebak, lebung, dan sungai yang tidak dilelang, Pemerintah Desa Berkat mengatur jenis alat tangkap yang

Sistem Operasi berikut yang tidak dapat digunakan pada teknologi jaringan adalah ....E.

Hasil observasi yang dilakukan penullis, memberikan kesimpulan antara lain bahwa aktivitas siswa yang memperoleh pembelajaran matematika dengan pemanfaatan web Khan Academy secara