BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Deskripsi data berisi tentang hasil keseluruhan dari pelaksanaan
penelitian, dan informasi-informasi yang diperoleh di lapangan sebagai
hasil studi fenomenologi dengan metode seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya. Informasi diperoleh langsung dari subjek dan pihak terkait.
Peneliti berusaha mendalami keadaan seluruh subjek penelitian. Berkaitan
dengan kode etik penelitian, maka nama subjek dalam penelitian ini
merupakan nama samara dan beberapa informasi juga disamarkan agar
identitas subjek penelitian tidak diketahui.
Peneliti melakukan pendekatan kepada responden. Selanjutnya,
peneliti menjelaskan topik penelitian yaitu makna hidup pada pasangan
yang sering melakukan hubungan seks pranikah di Jogjakarta. Kemudian
peneliti menanyakan kesediaan responden untuk berpartisipasi dalam
penelitian ini. Setelah menyatakan kesediaan menjadi responden, langkah
selanjutnya menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk bertemu dengan
responden untuk melakukan wawancara. Waktu dan tempat pelaksanaan
Proses pengumpulan data pada responden pertama dilakukan
beberapa kali, pada tanggal 23 Maret 2018 dimulai pukul 14.00-16.00.
lokasi pengumpulan data dilakukan di perpustakaan Kota yang terletak di
kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah itu dilakukan pada tanggal
25 Maret 2018 dimulai pukul 09.00-10.00. lokasi pengumpulan data
dilakukan di Kafe yang terletak di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengumpulan data pada responden yang kedua juga dilakukan
beberapa kali , awal pengumpulan data dilakukan pada tanggal 23 Maret
2018 dimulai pukul 19.00-21.00. lokasi pengumpulan data dilakukan di
kost responden yang terletak di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tabel 4.1
Tempat dan Jadwal Penelitian
Nama Waktu Penelitian Tempat Penelitian
RAJA 23 Maret 2018 Perpustakaan Kota
25 Maret 2018 Kafe
RATU 23 Maret 2018 Kost Subjek
Informan I KK 16 April 2018 Rumah Informan
Informan I TS 18 April 2018 Kafe
Informan II TR 12 April 2018 Kafe
1. Responden bernama Raja (nama samaran) a. Pengantar
Kepada Raja, penulis pertama-tama mengucapkan terimakasih
atas kesediaannya menjadi responden dalam penelitian penulis dan juga
telah meluangkan waktu untuk berbincang dengan penulis. Penulis
kembali mengungkapkan maksud perbincangan yang akan dilakukan.
penulis mengungkapkan bahwa perbincangan ini untuk mengetahui
pengalaman hidup responden yang sudah biasa melakukan hubungan
seks pranikah dan bagaimana makna hidup yang dimiliki saat ini.
b. Identitas Responden
Nama : Raja
Tempat/tanggal lahir : Jaya Pura/16 November 1994
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Katolik
Pendidikan terakhir : SMA
Alamat rumah : Klaten, Jawa Tengah
Penampilan : Santai, Cuek
Pekerjaan : Mahasiswa
Tinggi/berat badan : 178 / 65
Nama ayah : Joko
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : PNS
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : PNS
c. Latar Belakang kehidupan Keluarga
Raja merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
1. Kakak dari Raja merupakan anak perempuan bernama Caca,
berusia 26 tahun.
2. Adik dari Raja merupakan anak laki-laki bernama Rado,
berusia 14 tahun.
d. Status Sosial Keluarga dalam Masyarakat
Status sosial keluarga responden tinggal termasuk dalam
kelas menengah keatas, kedua orang tua dari responden merupakan
pegawai negeri sipil. Hubungan kekerabatan dengan warga sekitar
dekat karena masih didalam lingkungan pedesaan, jadi
solidaritasnya masih kuat. Responden sendiri mengaku tidak begitu
dekat karena mayoritas anak-anak disana menggunakan bahasa
jawa, sedangkan responden beserta sodaranya tidak begitu fasih
berbahasa jawa.
Responden awalnya lahir dan tinggal di kota Jaya Pura,
kemudian setelah lulus SMP pindah di klaten karena orang tuanya
di pindahkan ke kota Klaten. Perbedaan budaya dan bahasalah yang
membuat responden tidak begitu dekat dengan warga disekitar
rumahnya. Saat ini responden tinggal di kota Yogyakarta karena
e. Taraf Pendidikan
Kedua orang tua responden memiliki harapan besar bagi
anak-anaknya untuk dapat berkuliah, dikarenakan orang tua
responden hanya bisa memakan bangku sekolah hingga SMA saja.
Hingga saat ini kakak responden maupun responden yang sudah
merasakan bangku perkuliahan. Adik responden yang sedang
bersekolah di SMP juga sudah dipersiapkan oleh orang tua
responden untuk masa perkuliahannya nanti. Saat ini responden
sedang dalam proses menyelesaikan kuliahnya yang sudah di jalani
selama 6 tahun (semester 12) ini. Perkuliahan responden sempat
terhambat karena kemalasan dan sempat bekerja juga, namun saat
ini responden sudah dapat bangkit kembali dan memiliki semangat
untuk menyelesaikan perkuliahannya.
f. Lingkungan Fisik, Sosial dan Kultur
Tempat tinggal responden berada di daerah pinggir kota dan
masih termasuk kawasan pedesaan. Penduduk yang tinggal
dikawasannya rata-rata bekerja sebagai buruh tani, supir truk
dikarenakan daerah tempat tinggal responden masih kawasan
pedesaan. Karena tinggal di daerah Jawa Tengah maka mayoritas
penduduknya merupakan orang asli yaitu suku jawa, dan mayoritas
g. Perkembangan Jasmani dan Kesehatan
Perkembangan kesehatan responden sedikit terhambat ketika
masih bayi, responden terkena penyakit malaria tropika plus 7
tertiana tropika. Dikarenakan kondisi responden yang masih sangat
kecil mengakibatkan susahnya untuk mendapatkan pembuluh darah
disekitar badan, hingga pada akhirnya responden mendapatkan
suntikan infus dikepalanya. Selain itu responden juga pernah
mengalami kecelakaan motor ketika masih SMA, hal ini
menyebabkan responden mendapatkan cedera patah tangan.
h. Perkembangan Kognitif
Raja menghabiskan pendidikannya sebagian besar di kota
Jaya Pura, dimulai dari TK pada tahun 1998-2000 kemudian
dilanjutkan SD pada tahun 2000-2006 di kota Jaya Pura, masa SMP
dilalui selama tiga tahun terhitung dari tahun 2006-2009 di kota Jaya
Pura. Pada masa SMP responden sempat mengikuti perlombaan
gerak jalan. Memasuki jenjang SMA responden pindah ke Kota
Klaten pada tahun 2009-2012. Masa SMA dilalui responden dengan
cukup menyenangkan, hal ini dikarenakan responden memiliki
teman-teman baru dengan lingkungan yang baru serta suasana
belajar yang baru.
Setelah selesai mengenyam bangku SMA pada tahun 2012
responden kemudian melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi
Yogyakarta. Saat ini responden sudah berkuliahs elama 6 tahun, atau
dapat dikatakan sudah mengenyam pendidikan hingga semester 12.
Bisa dikatakan perkuliahan responden terhambat karena beberapa
faktor yaitu rasa malas, dan sempat bekerja. Hal ini lah yang
menyebabkan belum lulusnya responden hingga saat in, namun saat
ini responden sudah memiliki semangat kembali untuk
menyelesaikan bangku perkuliahan dan sudah mulai menulis skripsi.
i. Perkembangan Sosial
Dari TK hingga SMP responden merupakan anak yang
pendiam dan pemalu, bisa dikatakan anak yang kurang bisa bergaul.
Hal ini juga membuat relasi pertemanannya terhambat, terlebih
ketika bercengkrama dengan lawan jenis itu kurang bisa. Di SMA
sempat terkendala karena dari segi bahasa yang berbedea dengan
tempat sebelumnya. SMA di jawa yang mayoritas orang jawa dan
menggunakan bahasa jawa cukup susah untuk berbaur atau dekat
dengan teman-teman agak susah, namun toleransi yang besar dari
teman-teman kelaslah yang membuat saya menjadi pribadi yang
lebih berani. Ketika kuliah mulai untuk keluar dari zona nyaman,
mencoba hal baru, mengikuti kegiatan kepanitian, dari situ mulai
terbiasa untuk bersosialisasi maupun berinteraksi dengan orang.
Responden belajar untuk berinteraksi dengan orang-orang dari
Pergaulan yang luas membuat responden memiliki banyak
teman dari kalangan manapun. Hal ini yang membuat responden
mengenal yang namanya minum-minuman keras, rokok, film porno.
Dari yang awalnya sekedar mengenal dan sampai pada akhirnya
berani untuk mencoba juga berawal dari cerita yang di dapatkan dari
teman-teman responden juga.
j. Ciri-ciri kepribadian
Responden adalah orang yang mudah untuk terbuka dengan
orang lain, serta bisa menempatkan diri dengan baik. Penempatan
diri yang baik ini membuat responden bisa dengan mudahnya masuk
dalam kalangan apapun. Ketika berpenampilan responden juga
dapat menempatkan diri dengan baik. Jika sedang santai bisa
menggunakan celana sobek-sobek, namun ketika rapi seperti
kegereja atau kuliah bisa menggunakan pakaian yang formal. Dalam
kesehariannya responden terlihat santai tidak terkesan formal.
Sifat ingin tahu yang besar dalam diri responden, membuat
responden berani untuk melakukan hubungan seks pranikah. Dari
yang sekedar ingin tahu, akhirmya berani untuk mencoba, dan
sampai akhirnya menjadi sebuah kebutuhan baginya untuk
melakukan hubungan seks walaupun belum ada status menikah. Hal
ini juga dapat dilakukan responden dengan orang yang tidak
memiliki komitmen dengannya atau bisa dikatakan responden dapat
rasa mau sama mau. Bisa dikatakan hal ini sudah menjadi candu bagi
responden, bahkan saat ini responden bisa melakukan hubungan
seks pranikah dengan mantan pacaranya, dimana mantannya
tersebut sudah memiliki pasangan lain.
2. Responden bernama Ratu (nama samaran) a. Pengantar
Kepada Ratu, penulis pertama-tama mengucapkan terimakasih
atas kesediaannya menjadi responden dalam penelitian penulis dan juga
telah meluangkan waktu untuk berbincang dengan penulis. Penulis
kembali mengungkapkan maksud perbincangan yang akan dilakukan.
penulis mengungkapkan bahwa perbincangan ini untuk mengetahui
pengalaman hidup responden yang sudah biasa melakukan hubungan
seks pranikah dan bagaimana makna hidup yang dimiliki saat ini.
b. Identitas Responden
Nama : Ratu
Tempat/tanggal lahir : Bandung, 24 Agustus 1996
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : SMA
Alamat rumah : Bandung, Jawa Barat
Penampilan : Berkerudung, santai, rapi
Pekerjaan : Mahasiswa
Nama ayah : Bambang
Pendidikan : S2
Pekerjaan : Kepala Sekolah
Nama ibu : Sulastri
Pendidikan : S2
Pekerjaan : Guru
c. Latar Belakang kehidupan Keluarga
Ratu merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dimana adiknya
laki-laki yang bernama Pangeran, masih duduk di bangku SMA.
d. Status Sosial Keluarga dalam Masyarakat
Status sosial tempat tinggal responden termasuk dalam kelas
menengah keatas, dapat dikatakan seperti itu karena mayoritas
masyarakat yang bermukim di sekitar tempat tinggalnya memiliki
gaji diatas UMR. Ayah responden bekerja sebagai Kepala Sekolah
di salah satu sekolah terbaik dikotanya. Sedangkan Ibu responden
berprofesi sebagai guru di sekolah yang sama dengan Ayahnya.
Suasana kekeluargaan antar warga di sekitar rumahnya cukup baik,
namun tidak demikian dengan keluarganya terhadap warga sekitar.
Keluarganya jarang bersosialisasi keluar rumah hal ini disebab oleh
kesibukkan pekerjaan.
e. Taraf Pendidikan
Kebanyakan orang tua pasti menginginkan pendidikan yang tinggi
anaknya di sekolah unggulan. Orang tua dari responden gemar untuk
menuntut ilmu sehingga mereka melanjutkan pendidikan sampai
kejenjang S2. Tentu saja mayoritas orang tua mengingikan
pendidikan yang layak untuk anaknya dan tentu menginginkan
anaknya memiliki tingkat pendidikan yang setingkat lebih tinggi
dibanding orang tuanya. Oleh karena itu orang tuanya
menyekolahkan Ratu dan adiknya di sekolah unggulan. Saat ini Ratu
sedang berkuliah di salah satu Universitas ternama di Indonesia.
Sedangkan Pangeran bersekolah di SMA unggulan di Bandung.
f. Lingkungan Fisik, Sosial dan Kultur
Tempat tinggal responden berada di sebuah komplek
perumahan umum yang cukup sepi, nyaman untuk ditempati.
Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai pegawai kantoran
sehingga status soasialnya berada pada kelas menengah keatas.
Karena berada di daerah Jawa Barat maka mayoritas penduduknya
merupakan orang asli yaitu suku sunda.
g. Perkembangan Jasmani dan Kesehatan
Perkembangan kesehatan responden dari kecil memiliki
penyakit turunan yaitu asma. Pernah dirawat di rumah sakit
beberapa kali karena penyakit asma, dan beberapa penyakit lainnya.
Responden tumbuh sebagai anak yang normal, namun tidak bisa
melakukan aktifitas yang terlalu berat karena masih bergantung
h. Perkembangan Kognitif
Ratu menghabiskan pendidikannya sebagian besar di kota
Bandung, dari TK pada tahun 2000-2002 dilanjutkan bersekolah di
SD pada tahun 2002-2008 di Bandung, prestasi responden cukup
baik dibuktikan dengan selalu mendapatkan rangking satu di kelas
satu sampai kelas enam, selain itu responden juga sering mengikuti
lomba dalam bidang pelajaran IPA. Masa SMP responden dilalui
2008-2011 di Bandung. Pada masa SMP responden mengalami
penurunan prestasi, hal ini disebabkan responden menginjak masa
remaja dimana adanya kelabilan di dalam diri responden dalam
melakukan berbagai hal. Masa SMA dilalui pada tahun 2011-2014
di Bandung, responden kembali berprestasi dibuktikan dengan
kembali mengikuti lomba-lomba dan selalu mendapatkan ranking
10 besar. Hal ini disebabkan oleh Ibu responden yang terus memaksa
anaknya dalam berpendidikan dan menuntut anaknya untuk
berprestasi. Setelah selesai SMA responden kemudian melanjutkan
pendidikan ke Perguruan Tinggi dengan mengambil jurusan
kedokteran di salah satu PTN di Yogyakarta, saat ini responden
i. Perkembangan Sosial
Ratu dibesarkan dengan keluarga yang cukup disiplin,
dimana Ibunya menginginkan hidup keluarganya lurus dan sesuai
dengan tatakrama dan norma agama Islam. Hal ini membuat
responden merasa terkekang saat berada dirumah. Responden orang
yang tidak banyak bersosialisasi karena hambatan dari orang tuanya
sendiri, yang menginginkan anaknya lebih sering dirumah untuk
belajar. Namun sebenarnya responden adalah anak yang mudah
bergaul, hal ini dibuktikan dengan mudah akrabnya responden
dengan orang baru. Teman-teman responden berasal dari
teman-teman sekolah, dan beberapa lainnya berasal dari luar sekolah.
Akibat dari kekangan Ibu selama bersekolah dan bertempat
tinggal yang sama dengan orang tuanya membuat responden tidak
bebas mengekspresikan dirinya. Ketika sudah berkuliah dan sudah
tidak tinggal bersama lagi dengan keluarganya karena jarak yang
cukup jauh, responden merasa lebih bebas karena tidak ada lagi yang
mengekangnya, hal ini menyebabkan responden berani untuk
melakukan hal-hal yang dulu dilarang oleh orang tuanya, seperti
pulang malam, merokok, berpacaran dengan bebas hingga
melakukan hubungan seks pranikah. Hal-hal tersebut didasari oleh
rasa penasaran dalam diri responden.
Dalam hubungan seks pranikah yang dilakukannya,
yaitu hasutan dari pasangan untuk melakukan hubungan seks,
mendapatkan cerita atau curhatan dari teman. Hal ini membuat
responden menjadi penasaran dan ingin mencoba untuk melakukan
hubungan seks pranikah.
j. Ciri-ciri kepribadian
Responden adalah orang yang terbuka dan mudah untuk
bergaul dengan orang lain, responden adalah orang yang suka
mengobrol dan bercanda. Sifatnya yang ceria dan selalu banyak
bercanda membuat responden mudah untuk berbaur dengan siapa
saja. Penampilan responden terlihat santai tidak terkesan formal
tetapi rapi.
Sifat ingin tahu yang besar membuatnya berani dan mencoba
hubungan seks pranikah. Dari yang sekedar penasaran, sampai
akhirnya berani mencoba melakukan hubungan seks pranikah.
Lingku ngan juga mempengaruhi perilaku hubungan seks pranikah,
tinggal di sebuah apartemen yang mendukung untuk melakukan hal
tersebut, dimana apartemen tidak memiliki larangan dalam hal
bertamu, semua orang yang hidup di apartemen tidak mau tau urusan
satu sama lain, hal ini membuat responden dapat bebas mengajak