• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Deskripsi Data

64

Kembali terpilih menjadi Gubernur Banten sekaligus cikal bakal mengguritanya dinasti politik di Banten. Dan Suaminya Hikmat Tomet terpilih Secara Aklamasi pada musda Golkar Banten tahun 2019.

Saat Hikmat Tomet meninggal dunia pada tanggal 9 November 2013, Ratu Tatu Chasanah yang pada saat itu menjabat sebagai ketua harian Partai Golkar Banten mencalonkan diri sebgai calon ketua umum pada musdalub 2013. Hasilnya Tatu terpilih menjadi ketua umum menglahkan pesaingnya Tb Iman Ariyadi. Di musda ke V Ratu Tatu terpilih kembali secara aklamasi menjadi ketua umum Partai Golkar Banten.

Saat ini ketua umum Partai Golkar adalah Airlangga Hartarto dan didampingi oleh sekretaris Jenderal Lodewijk Freidrich Paulus. Di Banten sendiri ketua DPD I Partai Golkar Banten adalah Ratu Tatu Chasanah di dampingi oleh sekretaris Bahrul Ulum. Partai Golkar menamakan pancasila sebagai satu-satunya ideologi partai yang patut untuk dipertahankan. Partai Golkar memposisikan diri sebagai partai non-aliran dan non-sektarian.

Dalam perkembangannya Golkar melahirkan ormas dan sayap-sayap partai baru bagi Golkar sendiri diantaranya; (1) Angkatan Muda Partai Golkar (2) Kesatuan Perempuan Partai Golkar (3) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (4) Satuan Karya Ulama Indonesia (5) Majelis Dakwah Islam (6) Himpunan Wanita Karya (7) Pengajian Al-Hidayah.

65

Melalui surat keputusan Nomor: Skep-435/DPP/Golkar/XII/2021 mengesahkan dan menetapkan komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Banten masa bakti 2020-2025 (hasil perubahan), diantaranya:

Tabel 4.2

Struktur Kepengurusan Golkar Banten

Nama Jabatan

Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE.,

M.Ak Ketua

H. Bahrul Ulum, S.Ag., M.AP Sekertaris

H Dudi Setiadi, SE Bendahara

H. Fitron Nur Ikhsan, M.Sc Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Hj. Nurul Aini Yitno, SE Wakil Ketua Bidang Hubungan

Organisasi Kemasyarakatan Kuswara, S. Sos Wakil Ketua Bidang Pemenangan

Pemilu

Gousta Veriza, SH., MH Wakil Ketua Bidang Hukum dan Ham

Drs. H. Mohammad Faisal, SH Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi

Ust. Oman Baihaki Wakil Ketua Bidang Kerohanian DO. PO. Abbas Sunarya Wakil Ketua Bidang Pendidikan

dan Kebudayaan

Guntur Setiawan, SH Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup

H. Pilar Saga Ichsan, ST Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga

Hj. Ade Rossi Khoersunnisa,

S.Sos.,M.Si Wakil Ketua Bidang Perempuan

H. M. Kasmin, S. AP Wakil Ketua Bidang Tani dan Nelayan

H. Tanto Warsono Arban, SE., ME

Wakil Ketua Bidang Hubungan Lembaga Politik

(Sumber: www.golkarbanten.or.id, 2022)

66 792.269

565.341

808.902

739.844

Pemilu 2004 Pemeilu 2009 Pemilu 2014 Pemilu 2019 Perolehan Suara

b. Data Persentase Suara Golkar Banten dalam pemilu 2014-2019

Pelembagaan partai politik memiliki orientasi dan muara pada perolehan suara saat pemilu tiba. Sehingga perolehan suara dapat menjadi salah satu data pembanding untuk melihat banyaknya masyarakat memilih parti politik. Penulis membatasi data perolehan pemilu Partai Golkar di Banten sesuai sesuai dengan judul penelitian yaitu di masa kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah.

Gambar 4.1

Perolehan Suara Partai Golkar di Banten 2014-2019

(Sumber: KPU Banten)

Berdasarkan data di atas, Partai Golkar Banten memperoleh suara paling tinggi ketika pemilu 2014, satu tahun setelah Ratu Atut Chosiah terjerat kasus korupsi. Dan pasca di pimpin oleh Ratu Tatu Chasanah. Artinya isu korupsi terhadap dinasti politik tidak begitu berpengaruh pada pemilu partai Golkar di banten. Sehingga ada faktor lain yang membuat masyarakat Banten memberikan pilihannya pada Golkar.

67 Gambar 4.2

Perolehan Suara dalam Pemilu Banten 2014

(Sumber: Antarabanten, 2014)

Meski pencapaian tertinggi partai Golkar pada tahun 2014 dengan memperoleh 808.902 suara, hal ini membuat partai Golkar mendapat 15 kursi di DPRD Banten sama dengan PDIP, namun Partai Golkar masih kalah dalam jumlah suara oleh PDIP yang memperoleh 842.691 suara.

Gambar 4.3

Perolehan Suara Pada Pemilu Banten 2019

(Sumber Rumah Pintar Pemilu KPU Banten 2019)

842.691 808.902

576.193 474.996

394.543

379.328 390.887 349.726

326.256 284.376

446.52 906.193

870.659 739.844

277.463

30.123 182.476

661.132

131.723 345.436

146.808 337.746

133.879 534.256

78.444 9.293

68

Berbeda dengan pemilu 2014, dalam pemilu 2019 Partai Golkar mengalami penurunan suara dengan perolehan 739.884 suara dan menjadi partai ketiga yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilu Banten. Golkar di tahun 2019 hanya memperoleh 11 kursi, dibawah Gerindra dengan 16 kursi dengan perolehan 906.193, dan PDIP 13 kursi dengan perolehan suara 870.659.

Dalam hal ini kabupaten Serang selalu menyumbang suara terbesar dalam kontestasi partai Golkar di Banten. Saat Pilkada Banten 2017 Serang menyumbang 365.775 suara bagi Wahidin dan Andika yang merupakan kader Golkar. Pada Pileg 2019 Dapil II yang meliputi wilayah Kabupaten Serang menyumbang suara terbesar bagi Partai Golkar 128.144 suara.

c. Paradigma Baru Partai Golkar

Salah satu capaian partai Golkar di era reformasi meski memiliki ikatan kuat dengan orde baru di masa lalu adalah terbentuknya paradigma baru Partai Golkar. karena dengan paradigma baru berdampak pada reformasi dalam tubuh Golkar dengan lebih menyesuaikan dengan kondisi demokrasi. Paradigma partai Golkar menjadi acuan utama partai Golkar di era reformasi.

Paradigma baru merupakan bentuk penegasan dari Golkar bahwa Partai Golkar berbeda dengan Golkar di bawah kekuasaan orde baru. Kepemimpinan baru Golkar hasil munaslub 1998 telah menegaskan dalam nilai-nilai dan budaya politik baru partai Golkar. paradigma baru merupakan rumusan yang sangat jelas dari transformasi nilai dan budaya politik Partai Golkar (Tandjung, 2008: 221).

Di masa lalu Geneologi golkar banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai dan konsepsi yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi. Dampak

69

sentralisasi kekuasaan di tangan Dewan Pembina, dalam hal ini presiden soeharto, telah mengembangkan pola-pola hubungan istimewa dalam tubuh golkar yang bersifat patrimonial. Konsep ini seperti yang dikatakan oleh Harold Crouch dikembangkan dengan mengaitkan latar belakang kebudayaan jawa pra kolonial (Tandjung, 2008: 223).

Paradigma baru partai Golkar ini berisi “pokok-pokok doktrin, visi, misi, dan platform partai”. Di dalam perumusannya terkandung aspek-aspek pembaharuan bagi Golkar. Pembaharuan ditunjukan melalui perubahan struktur atau kelembagaan dan aspek kesinambungan rampak pada kekukuhan Partai Golkar untuk tetap berideologi pancasila dan doktrin karya kekaryaan (Hasil Munas X Partai Golkar, 2019: 147).

Hasil Munas X Partai Golkar menegaskan pembaharuan yang dilakukan Golkar selain untuk meluruskan sejumlah kekeliruan lama, juga diarahkan untuk mewujudkan partai Golkar yang mandiri, demokratis, kuat, solid, berakar, dan responsive. Dengan paradigma baru ini partai golkar diharapkan mampu menjadi partai yang modern dengan pengertian yang sesungguhnya.

Pembaharuan itu sendiri didorong oleh faktor utama yang berasal dari dalam diri partai Golkar sendiri, yaitu jati diri dan watak Golkar sebagai pembaharu. Sebagaimana disebutkan dalam point keempat ikrar panca bhakti partai golkar. Etos atau semangat pembaruan pada sejatinya merupakan fitrah atau sikap dasar Parti Golkar sejak kelahirannya.

Paradigma baru partai Golkar ini sudah mulai diwujudkan melalui pembaruan internal, terutama terhadap struktur dan kelembagaan organisasi.

70

Kelembagaan tersebut juga diikuti dengan diwujudkannya kedaulatan ditangan anggota. Yaitu mekanisme setiap pengambilan keputusan organisasi dilakukan secara lebih terbuka, demokratis, dari bawah (bottom-up), dan dengan pemungutan suara secara langsung (Hasil Munas X Partai Golkar, 2019: 148).

Visi Partai Golkar

Terwujudnya masyarakat Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju, modern, damai, adil, makmur, beriman dan berakhlak mulia, berkesadaran

hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan bermartabat dalam pergaulan dunia.

Misi Partai Golkar

1.Menegaskan, mengamankan, dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa demi memperkokoh Negara Kesatuan Republik

Indonesia.

2.Mewujudkan cita-cita proklamasi melalui pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang untuk merealisasikan masyarakat yang demokratis dan

berdaulat, sejahtera dan makmur, menegakkan supremasi hukum dan menghormati hak asasi manusia, serta terwujudnya ketertiban dan perdamaian

dunia.

3.Mewujudkan pemerintahan yang efektif dengan tata pemerintahan yang baik, bersih, berwibawa dan demokratis.

Tujuan Partai Golkar

71

1. Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. Mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

3. Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam

wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menghormati dan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan

hukum dan hak asasi manusia.

Ikrar Panca Bakti Partai Golkar

1. Kami warga Partai Golongan Karya adalah insan yang percaya dan takwa kepadaTuhan Yang Maha Esa;

2. Kami warga Partai Golongan Karya adalah pejuang dan pelaksana untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945, pembela serta pengamal Pancasila;

3. Kami warga Partai Golongan Karya adalah Pembina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak setia kawan;

4. Kami warga Partai Golongan Karya bertekad bulat melaksanakan amanat penderitaan rakyat untuk membangun masyarakat adil, makmur, aman, tertib,

dan sentausa;

5. Kami warga Partai Golongan Karya setia kepada Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, mengutamakan kerja keras, jujur, dan

bertanggungjawab dalam melaksanakan pembaharuan dan pembangunan.

72

Dokumen terkait