BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Beberapa hal yang harus menjadi perhatian khusus bagi partai Golkar Banten dalam menjalankan nilai pelembagaan partai politik diantaranya nilai yang dimiliki oleh partai Golkar Banten lebih mengarah pada nilai semu maka dari itu sebaiknya platform partai seperti ideologi pancasila, doktrin karya kekaryaan, harus lebih sering dikampanyekan baik dalam tubuh internal partai.
Selain nilai yang semu, ketergantungan pada figur lokal membentuk kultur patron-klien dalam tubuh partai Golkar Banten. dengan intensitas dan kualitas yang tinggi dalam melaksanakan pendidikan politik akan membuat kader-kader partai lebih sukarela menjalankan aktivitas kepartaiannya pada partai Golkar dan tidak didasari karena patron pada satu figur politik tertentu.
139
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Budiardjo, Miriam. (2007). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bungin, Burhan. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Chalik, A. (2017). Pertarungan Elite dalam Politik Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Creswell, J.W. (2010), Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif Dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Creswell, J.W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design, Choosing Among Five Approches. Secon Edition,University Of Nebraska, Lincoln: SAGE Publications.
Fionna, U. (2019). The Institutionalisation of Political Parties in Post-Authoritarian Indonesia. Amsterdam: Amsterdam University Press.
Humaeni, Ayatullah. (2014). Akulturasi Islam dan Budaya Local Dalam Magi Banten. Serang: Bantenologi Press.
Katz, Richard dan William Crotty. (2006). Handbook of Party Politic. New Delhi: Sage Publications.
Kusuma, S.T. (1987). Psiko Diagnostik. Yogyakarta:SGPLB Negeri Yogyakarta.
140
Manshur, Khatib. (2000). Profil Haji Tubagus Chasan Sochib Beserta Komentar 100 Tokoh Masyarakat Seputar Pendekar Banten. Jakarta Pusat: Pustaka Antara Utama.
Marihandono, Djoko. dan Harto Juwono. (2004). Perlawanan Rakyat Banten Melawan Imprealisme Kepahlawanan Pangeran Mangkubumi Wargadireja.
Serang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Kawasan Pemerintahan Provinsi Banten.
Mattew B. Milles, A. Michael Huberman. (1992), Analisis Data Kualitatif.
Jakarta: UI Press.
Michrob, Halwany. dan Chudari. (2011). Catatan Masa Lalu Banten. Serang:
Saudara Serang.
Moelong, L. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Munjin, Ahmad. (2018). Oligarki dan Demokrasi (kajian sumber daya kekuasaan kyai dan jawara di Banten). Cirebon: Nusa Litera Inspirasi.
Nasution, S. (1996). Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Nordholt, Henk Schulte dan Gerry van Klinken. 2007. Politik Lokal di Indonesia.
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Sukmadinata, N.S. (2011), Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya.
141
Tomsa, Dirk. (2008). Party Politics and Democratization in Indonesia Golkar in The Post Suharto Era. New York: Routledge.
Tandjung, A. (2008). The Golkar Way. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Tanzeh dan Suyitno (2006). Dasar-dasar Penelitian. Surabaya: elKaf.
Tegamon, Arifin Nitipradjo Tegamon. (2010). Hubungan Lampung Dan Banten.
Bandar Lampung: Mitra Media Pusaka.
Jurnal
Christiawan, William. (2016). Analisa Kasus Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan di Provinsi Banten dan Tanggerang Selatan. Jurnal Akuntansi Bisnis,
14(28), 131-148.
Hamid, A. (2013). Memetakan Aktor Politik Lokal Banten Pasca Orde Baru:
Studi Kasus Kyai dan Jawara di Banten. Politica: Jurnal Ilmu Politik, 1(2), 32-45.
Harjanto, N. (2011). Politik Kekerabatan dan Institusionalisasi Partai Politik di Indonesia. Analisis CSIS: 40(2), 138-159.
Nasrudin, Achmad. (2017). Ekonomi Politik Media: Pada Pemberitaan Pemilukada Banten 2011 Oleh Radar Banten dan Baraya TV, Jurnal Komuniti, 9(1), 25-43.
Noor, F. (2012). Evaluasi Kondisi Kepartaian 14 Tahun Reformasi Dalam Perspektif Pelembagaan Sistem Kepartaian. Masyarakat Indonesia,38(2), 221–250.
142
Nurhasim, M. (2018). Konstelasi politik di tahun elektoral. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politikrnal Penelitian Politik,15(2), 129–142.
Primadi, A, dan Purwaningsih, Titin. (2019). Institusionalisasi Partai Politik dalam Pilkada 2017 (Studi Kasus: Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung). Journal of Government and Civil Society, 3(1), 63-78 Rachim, A. (2016). Menata Ulang Kelembagaan Partai Politik Agar Bebas
Korupsi. Selisik, 2(4), 122–138.
Randall, V, dan Svasand, L. (2002). Party institutionalization in new democracies. Party Politics,8(1), 5–26.
Randall, Vicky. (2006). Party Institutionalization and its Implications for Democracy. IPSA Congress, 9-13
Ridho, M. (2017). Dilema Pelembagaan Partai Golongan Karya (Golkar) Di Tingkat Lokal: Fenomena Politik Klan. CosmoGov,2(1), 160.
Rino, Istiano. (2016). Kekuasaan Pemilik Modal Dalam Struktur Kapitalisme Media. Jurnal Lontar, 4(2), 63-76.
Susanti, M. H. (2018). Dinasti Politik dalam Pilkada di Indonesia. Journal of Government and Civil Society,1(2), 111.
Yuda, Hanta. (2008). Potret Institusionalisasi Partai Politik Indonesia: Dinamika, Karakter, dan Prospek Pasca-Pemilu 2009. Indonesia, 1–26.
Skripsi, Disertasi, dan Tesis
143
Rowdotusya‟adah. (2018). Pelembagaan Partai Politik dan Faksi Intra-Partai (Studi tentang Kemunculan Faksi Anas Urbaningrum dalam Partai Demokrat). Skripsi Sarjana. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Naskah Publikasi
Lutfi, M. (2018). Institusionalisasi Partai Politik di Tingkat Lokal. Naskah Publikasi Magister. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Majelis ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten. (2004). Laporan Hasil Penelitian Debus di Masyarakat Banten.
Website dan berita
IDN Times. “Nama-nama Dinasti Ratu Atut di Banten”. Diakses melalui https://banten.idntimes.com/news/banten/khaerul-anwar-2/nama-nama-dinasti-ratu-atut-di-banten/6 pada hari Selasa 2 Februari 2021 Pukul 19:54 WIB.
Komisi Pemilihan Umum. “Hitung Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati”.
Diakses melalui https://pilkada2020.kpu.go.id/#/pkwkp pada hari Selasa 3 Agustus 2021 Pukul 21:21 WIB
Komisi Pemilihan Umum. “Pilkada Kabupaten Serang”. Diakses melalui https://pilkada2015.kpu.go.id/serangkab pada hari Senin 2 Agustus 2021 Pukul 19:43 WIB
144
Komisi Pemilihan Umum. “Pilkada Provinsi Banten”. Diakses melalui https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t1/banten/serang pada hari Selasa 3 Agustus 2021 Pukul 17:41 WIB
Kompas. “Pembenahan Partai Politik sebagai Solusi Pemberantasan Korupsi”.
Diakses melalui
https://www.kompas.com/tren/read/2019/12/09/220840365/pembenahan-partai-politik-sebagai-solusi-pemberantasan-korupsi?page=all pada hari Senin 21 Desember 2020 pukul 13.33 WIB.
Tempo. “Kasus Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut divonis 5 Tahun 6 Bulan”.
Diakses melalui https://nasional.tempo.co/read/893004/kasus-korupsi-alat-kesehatan-ratu-atut-divonis-5-tahun-6-bulan Pada hari Senin 1 Februari 2021 Pukul 21:51 WIB.
Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai politik.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai politik.
145 Lampiran Transkip Wawancara
DPD I Golkar Banten
1. Nama :Fitron Nur Ikhsan
Jabatan :Wakil Ketua I DPD Golkar Banten
No Pertanyaan Penelitian Jawaban Narasumber
1
Bagaimana Partai Golkar Banten dalam
memetakan basis pendukung?
Basis pendukung Golkar multisegment, tetapi di beberapa pemilu partai golkar agak lemah di pemilih pemula. Karena partai Golkar merupakan partai senior yang memiliki pemilih di usia 35 tahun keatas. Kekuatan partai Golkar itu ada di individu atau di caleg bukan pada ideologi keagaman karena partai golkarkan nasionalis
2
Apakah Partai Golkar memiliki basis
pendukung loyal, jika ia ada di kalangan apa?
Partai Golkar itu lebih pada jaringan, gak pada segment tertentu, tapi multi segment semua segment partai Golkar ada. untuk basis wilayah Golkar menang pemilu di Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan, di pandeglang juga sama kursinya seperti Gerindra Cuma suaranya sedikit berkurang. Jadi basis teritorialnya Kabupaten Serang, Kota Tangsel, dan Kota Cilegon
3
Apakah Jawara menjadi salah satu basis utama Golkar di Banten
Jawara itu relasi keluarga ibu Tatu. Basis Golkar itu multi segment, pemilih partai politik itu tidak bisa di kualifikasikan karena pemilu itu bebas, umum, rahasia. Siapa yang tahu kertas suara yang milih Golkar dari kalangan tertentu misalnya Jawara, gak ada, karena sifatnya rahasia. Jadi kalau analisis saya multi segment, relasi kita ada di pengusaha, kelompok islam, jawara. Jadi tidak ada yang dominan. Jawara itu hanya kekuatan politik keluarga ibu Tatu. Jaya Baya itu kadernya Chasan Sochib, Tb Aat Syafaat itu kadernya Chasan Sochib, Ismet Iskandar juga. Jadi kebetulan mayoritas dulunya kader Golkar, hanya JB yang bukan Golkar
146 4
Bagaiamana Golkar dalam merawat Jawara di Banten?
Balik lagi pada relasi masing-masing
individu, tapi biasanya dalam rangka merawat budaya Banten kaya debus, sering diberi bantuan berupa alat pentas seni. Tergantung individu dan tokohnya
5
Biasanya Jawara
membantu dalam hal apa untuk Partai Golkar di Banten, saat masa pemilu?
Tergantung individu atau tokohnya
6
Bagaimana tanggapan bapak mengenai dinasti politik keluarga Ibu tatu di Banten?
Dinasti yang solid itu memang dinasti Bu Atut di Golkar. karena keluarga Bu Atut solid di Golkar. kalau di pandeglang Dimyati PKS, Rizki Demokrat, Irna Demokrat, Riska
Nasdem, jadi multi partai. kalau bicara dinasti paling solid keluarga bu Atut semuanya di Golkar. karena mereka tidak berorientasi hanya semata-mata pada kekuasaan, kalau berorientasi pada kekuasaan anggota keluarganya di sebar yang penting masuk dunia politik. Kalau keluarga bu Atut orientasinya tidak semata-mata kekuasaan tapi juga kaderisasi Partai Golkar, dan konsisten.
7
Mengapa lebih banyak keluarga ibu Atut yang jadi kepala daerah, sehingga membentuk stigma dinasti politik?
Dinasti politik itukan hanya etik dalam demokrasi, tapi tidak melanggar konstitusi, sekarang soal demokrasi, partai Golkar sangat demokratis, kita mengusung calon diluar keluarga bu Tatu juga sering. memang politik kekerabatan didalam internal Golkar
memang lumrah terjadi karena calon dari keluarganya berpotensi menang, dan hal ini tidak melanggar konstitusi dan sah-sah saja.
karena begini, untuk dapat memenangkan pilkada di tingkat Gubernur nanti di tahun 2024, kita perlu menang di tingkat
kabupaten/kota. Meskipun calonya berasal dari keluarga Ibu Tatu jika memiliki probabilitas tinggi untuk menang mengapa harus orang lain, kecuali ada yang lebih siap
147
untuk maju atau dipinang oleh pasangan lain.
balik lagi pada konsep bahwa Golkar perlu tokoh lokal di tingkat provinsi maka kita harus menang Pilgub, sebelum itu kita harus menang di Kabupaten-Kota. Jika Golkar kalah di Kabupaten/Kota Golkar berpotensi kalah juga di tingkat provinsi, jika sudah begini akan sulit untuk kembali menang, dampaknya berkepanjangan. Sangat konyol ketika tidak mencalonkan keluarga ibu Atut hanya untuk kalah, dan tidak semua kepala daerah yang dicalonkan oleh Golkar adalah keluarga Ibu Atut, di Tangsel Benyamin Davnie bukan keluarga Ibu Atut, Sachrudin di Kota Tangerang, Zaki di Kabupaten
Tangerang, Ibu Ati di Cilegon bukan keluarga ibu Atut. Artinya Golkar itu mengusung kader partainya yang memiliki peluang terpilihnya besar dan yang disukai
masyarakat, gak mungkin menang tanpa di sukai oleh masyarakat kan. Kebetulan di beberapa daerah tokoh Golkar dari keluarga Ibu Atut lebih disukai dan memiliki peluang kemenangannya besar dan dicalonkan oleh Golkar.
8
Program ideologisasi seperti apa yang sering Golkar lakukan/untuk ditransfer baik pada kader partai atau simpatisan?
Partai Golkar itu ada yang namanya
fungsionaris, mereka yang akan maju di Pileg dan Pilkada mereka harus masuk ke
fungsionaris. Lalu nanti fungsionaris akan diterjunkan ke masyarakat, dan dinilai oleh OKK apakah mereka potensi menjalankan tugas fungsionaris atau tidak, karena kalau mereka menjalankan tugas fungsionaris mereka memiliki potensi untuk menang.
Seperti sekarang kita sedang mengkader untuk mereka yang akan maju di legislatif, kita diklat, kita kader mereka lalu kita turunkan mereka ke masyarakat. Saat masuk ke daftar calon sementara baru kita seleksi siapa yang akan masuk. Jadi program
idiologisasinya ada di fungsionaris karena ada sekolah fungsionarisnya juga.
Dengan program ini kita justru mendorong figur-figur lokal partai Golkar untuk menjadi
148
sosok di daerahnya, karena ketokohan partai Golkar terjadi pada level lokal. Tokoh tokoh inilah yang nantinya akan menjadi daya tarik bagi masyarakat terhadap Golkar ketika menjelang pemilu. Karena pasca Orde Baru Golkar berbeda dengan partai lain yang memiliki tokoh nasional yang kuat. Tokoh-tokoh kuat Golkar justru berada pada level daerah. Untuk mengimbangi kekuatan Partai lain yang menjual sosok tokoh nasionalnya, kita akan menjaring pemilih kita di level lokal dengan tokoh atau figur lokal di daerah tersebut, seperti di Banten ada Ibu Tatu, di Jawa Barat ada kang Dedy, di Sulawesi Selatan dulu ada pak Yasin Limpo. Di Banten sendiri Ibu Tatu sangat di patron kan karena itulah yang kita jual. kalau tokoh lokal kita tidak dilirik, bagaimana suara kita dapat naik sampai ke nasional. Oleh sebab itu Golkar akan terus mendorong atau membuat figur di tingkat lokal.
9
Seberapa sering Partai Golkar Banten
melakukan sosialisasi program kerja ke masyarakat?
Bagi partai Golkar sosialisasi ke masyarakat itu ditugaskan pada fungsionaris dan sturktur, struktur partai Golkar itu Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan,
Kelurahan/Desa, mereka menjalankan fungsi partai Golkar untuk bersosialisasi di
masyarakat, tapi kita juga punya fungsionaris karena mereka yang mencalonkan diri, karena sekarang pemilu tidak hanya memilih logo partai tetapi juga memilih calon maka kita membuat fungsionaris dan mereka bergerak mensosialisasikan dirinya dan partai Golkar
10
Biasanya hal apa yang melatarbelakangi orang-orang untuk bergabung dengan partai Golkar?
Secara umum orang bergabung partai politik dilatarbelakangi karena ingin dekat dengan kekuasaan (central of power) dan ingin
memiliki dampak pada lingkungannya. Jika di Golkar ada yang karena masa lalu
keluarganya adalah kader Golkar sehingga sekarang anaknya masuk Golkar, ada yang kerana kedekatan dengan keluarga ibu ada, ada juga yang masuk karena melihat Golkar
149
sebagai partai politik yang amat sangat terbuka ada, macam-macam. Yang terpenting apapun alasanya selagi tidak melanggar konstitusi dan ingin berdampak positif bagi lingkungan nya tidak masalah, Partai Golkar juga sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin memiliki KTA, tetapi ada syarat administrasi yang perlu di tempuh terlebih dahulu
11
Bagaimana Golkar Banten dalam merawat konstituennya?
Tergantung masing-masing tokoh dan individunya. Sering-sering melakukan silaturahmi aja dengan konstituen yang pernah membantu dalam pemilu. Misalnya si A pernah di bantu tokoh masyarakat di Ciomas ya maka hubungan silaturahmi itu harus tetap dijaga jangan sampai putus
12
Hubungan patron klien seperti apa yang terjadi didalam internal Golkar Banten antara pimpinan partai dengan
anggotanya?
Bu tatu sangat ramah dengan anggotanya, tapi tegas dalam menindak anggotanya yang tidak taat pada PO Golkar, seperti kasus DPRD kota Cilegon yang di paw karena mendukung calon lain saat pilkada cilegon. beliau sangat di ibu kan di Golkar yang membuat
anggotanya juga begitu menghargai beliau, diluar jabatan beliau sebagai ketua umum Golkar Banten dan Bupati serang sangat dekat dan ramah pada kadernya, layaknya seorang ibu yang memberi arahan pada anak-anaknya dan bersifat tegas pada anak-anaknya yang berperilaku nakal
13
Bagaimana Golkar Banten dalam menempatkan kader-kader partai yang diluar ikatan darah keluarga Ibu Atut?
Partai Golkar itu partai yang terbuka siapa saja bisa jadi kepala daerah siapa saja bisa jadi caleg selagi punya potensi kemenangan yang tinggi. Diluar keluarga Bu Tatu banyak yang dicalonkan menjadi kepala daerah karena potensi kemenangannya tinggi, yang dicalonkan menjadi caleg diluar keluarga Ibu Tatu juga banyak wakil DPRD Banten Fahmi Hakim bukan keluarga Ibu, Bahrul Ulum ketua DPRD Serang bukan keluarga ibu. Jadi balik pada pernyataan potensi kemenangan dan disukai oleh masyarakat
150 14
Apakah Partai Golkar bekerjasama dengan media massa
Semua media massa di banten kita kerjasama, Radar Banten, Kabar Banten, dll. Untuk melakukan transaksi pembayaran berita yang bertujuan meliput Golkar, kita tidak
membayar karena alasan telah diliput, jika memberi uang transport bagi wartawannya yang meliput mungkin ia. Karenakan kita juga memiliki humas media yang bertugas mempublikasi setiap agenda kita
15
Seberapa sering Golkar Banten
mengkampanyekan simbol partai (seperti warna kuning dan logo partai)
Setiap kali kita ada acara logo sama warna kuning selalu ada. simbol partai sekarang tidak hanya logo dan warna tapi ketua umum juga sudah jadi bagian dari simbol partai, di daerahnya ketua DPD. Selain logo dan warna foto pak Erlangga dan Ibu Tatu selalu ada, karena bagian dari simbol partai juga
2. Nama : Jaenal Abidin
Jabatan : Wakil Bendahara Golkar Banten
No Pertanyaan Penelitian Jawaban Narasumber
1
Program ideologisasi partai biasanya diadakan dalam program apa
Program pendidikan politik baik dalam workshop, saresehan, konsolidasi. Dan di grass root Partai Golkar rutin mengadakan karakterdes (kader teritorial desa) dan ini ciri khas Golkar. dalam acara ini biasanya diisi mengenai ideoligi partai, visi misi, program kerja dan platform partai. Sampai di tingkatan RW kita memiliki pokar (kelompok kader) ini diluar struktural, bedanya dengan
karakterdes berupa agenda yang diikuti oleh sturuktural partai dan anggota partai.
kemudian agenda politik lainya seperti raker, rakerda, trus di masa reses fraksi partai Golkar menyerap aspirasi dari masyarakat
2
Seberapa sering melakukan sosialisasi program kerja ke
Program kerja partai Golkar sering
disampaikan kepada masyarakat ketika dalam
151
masyarakat agenda pendidikan politik yang terbuka untuk umum seperti tadi itu workshop, yang dimana dalam workshop ini kita juga sering
mengundang akademisi biar balance
3
Seberapa sering Partai Golkar mengadakan pendidikan politik
Di tahun 2021 partai Golkar mengadakan telah pendidikan politik sebanyak 7 kali, ditahun tahun sebelumnya pernah juga sampai 8 kali.
4
Biasanya hal apa yang melatarbelakangi orang-orang untuk bergabung dengan partai Golkar
Kita tidak menafikan bahwa kedekatan
dengan tokoh partai sangat berpengaruh untuk membuat orang menjadi kader golkar. selain itu biasanya ada orang yang dari masa
mudanya sudah ikut-ikutan berpolitik dengan orang tuanya, nah kebetulan orang tuanya kader Golkar. tapi tak sedikit juga orang yang termotivasi bergabung dengan Golkar adalah untuk mencapai jabatan public, ya karena berpolitik dengan memiliki jabatan publik yang tinggi kita bisa memberikan impek yang lebih besar
5
Seberapa sering melakukan kampanye simbol partai
Kalau symbol partai seperti logo tentu tidak pernah absen dalam setiap acara dan event partai Golkar baik dalam reklame ataupun banner-banner. kita juga sering pasang
bendera-bendera Golkar yang warna kuning di jalan raya namun tentu dengan izin terlebih dahulu pada pemerintah setempat. Namun symbol itu tidak hanya logo dan bendera kuning namun bagi kita juga penting untuk selalu memperlihatkan poto pak andika sebagai simbol anak muda banten, bu tatu sebagai simbol Golkar Banten dan, Pak Erlangga sebagai Simbol Golkar saat ini.
Makanya poto-poto mereka sering kita masukan di baner-baner Golkar
6
Apakah Partai Golkar memiliki basis
pendukung loyal, jika ia ada di kalangan apa
Ciomas padarincang itukan salah satu kampung halaman keluarga besar tokoh Banten Pak Chasan Sochib dan memang kuat
152
masyarakatnya dengan Golkar jadi wajar ketika menjelang pemilu masyarakat padarincang kebanyakan memilih partai Golkar. Namun pada dasarnya partai golkar merupakan partai yang terbuka untuk semua kalangan kita tidak menutup akses untuk kalangan manapun atau berpihak ke golongan tertentu
7
Bagaimana Golkar dalam merawat konstituen
Selain melalui pendidikan politik biasanya kita turun langsung ke masyarakat seperti misalnya saat pandemi ini kita memberikan bantuan hand santizer dan penyemprotan disinpektan. Jadi hal yang sifatnya bisa kita bantu masyarakat ya kita bantu, selain itu sayap-sayap Partai Golkar juga ikut
membantu dalam memberikan kontribusi pada masyarakat dan anggota-anggota partai yang tersebar di setiap Kabupaten-Kota diharuskan untuk menjadi pelopor atau tokoh di
masyarakatnya
8
Seberapa sering partai Golkar dalam
memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk mengedukasi dan melakukan kampanye politik
Justru saat ini kami sedang gencar-gencarnya diharuskan memiliki dan menggunakan media sosial (seperti Instagram, tiktok, twitter, facebook) dan ini merupakan instruksi langsung dari ketua umum Partai Golkar ada SK nya juga. Bahkan partai Golkar Banten memiliki website sendiri diluar website pusat.
Media media sosial ini kita gunakan untuk menshare agenda-agenda partai dan event-event partai Golkar.
9
Seberapa sering partai Golkar mengundang media massa pada acara-acara Partai Golkar
Dalam setiap event dan acara kita selalu mengundang media massa, kalau tidak begitu nanti tidak terpublish secara baik ke
masyarakat
10
Bagaimana partai Golkar dalam merawat anggota partai
Kita selalu mengadakan program pendidikan politik untuk kader, selain itu kami juga sering sekali berbincang hal-hal ringan
didalam forum pendidikan politik disaat rehat,
153
ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota. Jika anggota partai adalah dewan maka kita juga mengharuskan mereka untuk mengadakan koordinasi fraksi Golkar sebelum masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat
11
Seberapa sering partai Golkar mengadakan rapat koordinasi dengan anggota partai
Kalau rapat koordinasi untuk acara-acara tertentu saja, seperti menjelang pemilu dan pilkada, atau Rakerda. Kalau pendidikan politik tentu beda lagi
12
Biasanya dalam rapat koordinasi apa yang dibicarakan
Tergantung kita rapat koordinasi untuk apa, kalau pemilu pembicaraanya seputar pemilu mulai dari basis pemilih, sampai strategi politik. Kalau koordinasi untuk rakerda berarti yang dibicarakan adalah program kerja, kalau untuk musda ya seputar musda, jadi
koordinasi ini sifatnya kondisional bahasannya
13
Bagaimana partai Golkar dalam merawat sayap partai
Hampir sama sih dengan merawat anggota, ya kita sering-sering berbincang ringan saat rehat jika bertemu didalam acara yang formal seperti workshop karena dengan begitu acara yang formal dapat lebih enjoy untuk di ikuti, dan sering juga kita memberikan arahan pada sayap karena sayap ini jika tidak diberi arahan lama gerakannya.
14
Apakah dalam setiap tindakan partai Golkar selalu menyesuaikan dengan azas pancasila
Tentu karena ini nilai dasar partai Golkar dan selalu kami sampaikan didalam acara-acara partai Golkar terutama dalam hal pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat
15
Apakah partai Golkar memiliki hubungan khusus dengan ulama dan pendekar di Banten.
dan bagaimana hubungan Golkar Banten dengan kelompok agama
Hubungan khusus sih saya rasa tidak ada, hanya saja pendekar Banten dan Ulama memiliki historis yang baik dengan Golkar di Banten. Seperti pandekar Banten itu kan Pak Chasan Sochib tokohnya, Satkar ulama dibentuk di batu kuwung dan itu di Banten juga. oleh karena itu tidak sedikit ulama dan
154
khususnya islam. pendekar yang mendukung Partai Golkar. nah ini juga berkaitan dengan daya tawar islam didalam Golkar tidak terlalu signifikan karena partai kita bukan partai agama, paling kita pakai sayap partai kita satkar ulama untuk masuk ke kelompok islam tradisionalis untuk dapat menjaga konstituen dan melakukan kerja-kerja politik
16
Bagaimana tanggapan Bapak mengenai kemenangan Andika Hazrumi pada Pilgub 2017. Yang dimana kita tahu sebelumnya Bu Atut tersandung kasus korupsi namun anaknya masih dapat menang dalam Pilgub Banten 2017
Isu korupsi itu sebetulnya kan ada yang membesarkan, kelompok tertentu. Buktinya masyarakat Banten masih menyukai Ibu (Atut) dengan memilih anaknya menjadi Wagub. Itu juga berkaitan dengan dengan suara Golkar di Banten artinya masyarakat masih percaya pada golkar dan sosok andika saat pilgub 2017. Dan di sisi lain sosoknya menjual dan tim pak andika dan golkar kerja-kerja politiknya sangat baik
3. Nama : Oman Subasman
Jabatan : Ketua Satkar Ulama Banten
No Pertanyaan Penelitian Jawaban Narasumber
1
Apa yang melatar belakangi bapak bergabung dengan Partai Golkar
Ya jujur saja karena orang tua saya dulunya masuk Golkar, kakek saya ketua Satkar Ulama Pertama. Itukan Satkar di Bantentuknya di Batu Kuwung, Padarincang
2
Bagaimana Partai Golkar dalam merawat sayap dan anggota partainya
Dari Golkar nya sendiri setiap kali
mengadakan agenda acara atau event-event tertentu pasti semua sayap diberitahu dan mengundang. Dalam event-event Partai Golkar yang ngajinya itukan selalu saya jadi kami merasa selalu diundang dalam tiap acara Partai
3 Seberapa sering bapak
ikut dalam rapat Setiap kali ada undangan baik untuk rapat