BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
F. Deskripsi Data Penelitian
Penelitian ini diadakan pada bulan September 2013. Obyek dalam penelitian ini adalah tingkat pendapatan, curahan waktu kerja di bidang pertanian, curahan waktu kerja di bidang non pertanian dan jumlah rumah tangga anggota yang tergolong keluarga miskin anggota CU Pancur Kasih. Responden dalam penelitian ini adalah anggota CU Pancur Kasih.
Kuesioner yang disebar sebanyak 100 eksemplar. Jumlah keseluruhan anggota CU Pancur Kasih sebanyak 1.847 orang. Namun tidak seluruhnya anggota CU menjadi sampel pada penelitian ini, hanya diambil 100 orang sampel yang dianggap peneliti dapat mewakili. Pada saat dilaksanakan penelitian terdapat beberapa anggota yang enggan dalam menjawab pertanyaan, terutama pada point pertanyaan pertama sampai keempat yang menyangkut pendapatan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat pendapatan (XI), curahan waktu kerja di bidang pertanian (X2), curahan waktu kerja di bidang non pertanian (X3) dan jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin setelah mengajukan kredit di CU Pancur Kasih (Y) pada anggota CU Pancur Kasih. Berdasarakan kuesioner yang telah diisi oleh responden dapat dilakukan analisis kuantitatif sebagai berikut: 1. Jenis Kelamin
Tabel IV.1
Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Presentase
Laki-laki 50 50%
Perempuan 50 50%
Total 100 100%
Sumber: Data Primer, 2013
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa jumlah responden laki-laki sejumlah 50 orang atau setara dengan 50% dari total responden. Sedangkan responden perempuan sejumlah 50 orang atau setara dengan 50% dari total responden. Jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan berjumlah sama banyak.
2. Jenis Pekerjaan
Tabel IV.2
Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Presentase
Pegawai Swasta 14 14% Wiraswasta 35 35% PNS 25 25% Petani 22 22% Lain-lain 4 4% Total 100 100%
Sumber: Data Primer, 2013
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah responden dengan jenis pekerjaan pegawai swasta berjumlah 14 responden atau setara dengan 14%, responden dengan jenis pekerjaan wiraswasta berjumlah 35 atau setara dengan 35%, responden dengan jenis pekerjaan PNS berjumlah 25 responden atau setara dengan 25%, responden dengan jenis pekerjaan petani berjumlah 22 responden atau setara dengan 22%, sedangkan lain-lain berjumlah 4 responden atau setara dengan 4%. Dari tabel tersebut, berarti responden dengan pekerjaan wiraswasta lebih banyak dibandingkan dengan responden yang bekerja sebagai pegawai swasta, wiraswasta, PNS dan lain-lain.
3. Tingkat Pendidikan
Tabel IV.3
Karekteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Presentase
SD 7 7% SMP 13 13% SMA 16 16% Diploma 18 18% Sarjana 46 46% Total 100 100%
Sumber: Data Primer, 2013
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah responden dengan tingkat pendidikan SD berjumlah 7 responden atau setara dengan 7%, responden dengan tingkat pendidikan SMP berjumlah 13 atau setara dengan 13%, responden dengan tingkat pendidikan SMA berjumlah 16 responden atau setara dengan 16%, responden dengan tingkat pendidikan Diploma berjumlah 18 responden atau setara dengan 18%, sedangkan responden dengan tingkat pendidikan Sarjana berjumlah 46 responden atau setara dengan 46%. Dari tabel tersebut berarti responden dengan tingkat pendidikan Sarjana lebih banyak dibandingkan dengan responden dengan tingkat pendidikan SD, SMP, SMA dan Diploma.
4. Lama Menjadi Anggota (Tahun)
Tabel IV.4
Karekteristik Responden Berdasarkan Lama Menjadi Anggota (Tahun)
Lama Menjadi Anggota (Thn) Presentase < 5 tahun 34 34% 5 – 10 tahun 59 59% > 5 tahun 7 7% Total 100% 100% Sumber: Data Primer, 2013
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian responden lama menjadi anggota pada frekuensi sedang, di mana rata-rata responden lama menjadi anggota dalam jangka waktu 5 - 10 tahun. Jumlah responden yang lama menjadi anggota 5-10 tahun ada 59 responden atau sebesar 59%, sedangkan responden yang lama menjadi anggota selama lebih dari 5 tahun memiliki frekuensi sebesar 7 responden atau setara dengn 7% dan responden yang lama menjadi anggota dalam jangka waktu kurang dari 5 tahun 34 responden atau setara dengan 34%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden lama menjadi anggota dalam jangka waktu sedang (5-10 tahun).
G. Analisis Data
Perbedaan sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih dalam penelitian ini menggunakan pengujian parsial untuk
variabel penelitian dengan Paired Samples T Test. Pengujian Paired Samples T-Test digunakan karena model uji beda tersebut populer digunakan untuk model penelitian pre-post atau sebelum-sesudah.
Uji beda digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesejahteraan anggota CU (treatment) pada satu wilayah yang sama dengan dua periode pengamatan yang berbeda yaitu sebelum dan sesudah adanya treatment. Treatment
tertentu pada penelitian ini adalah mengajukan kredit. Jika treatment tersebut tidak berpengaruh pada subjek, maka nilai rata-rata pengukurannya adalah sama dengan atau dianggap nol dan hipotesis nol (Ho) nya ditolak, yang berarti hipotesis alternatifnya diterima.
Hasil uji paired sample t-test yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
Pengujian Hipotesis
1. Uji Signifikansi Perbedaan Tingkat Pendapatan Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit
Kriteria pengujian signifikansi:
Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima
Tabel IV.5
Uji Signifikansi Perbedaan Tingkat Pendapatan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih
Mean (0000) t Sig. Keterangan Pair 1 Pendapatan sebelum 3676500.0 -3.049 .003 Signifikan Pendapatan sesudah 7272000.0
Sumber: Data diolah, 2013
Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -3.049 dan nilai signifikansi sebesar 0,003, karena angka signifikansinya 0.003 < 0,05 maka, Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan tingkat pendapatan anggota sebelum dan sesudah mengajukan kredit. Ternyata pendapatan sesudah lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatan sebelum. Hal ini dikarenakan kredit yang didapatkan oleh anggotanya benar-benar digunakan untuk modal usaha membuka dan mengembangkan usaha produktif, sehingga mampu meningkatkan pendapatan para anggotanya secara signifikan.
2 Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Dibidang Pertanian Sebelum dan Sesudah
Kriteria pengujian signifikansi:
Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima
Tabel IV.6
Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja di bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit ke
CU Pancur Kasih Mean (0000) t Sig. Keterangan Pair 1 Jlh Waktu dibidang Pertanian (sebelum) 15.5 -1.269 .208 Tdk. Signifikan Jlh Waktu dibidang Pertanian (sesudah) 15.9
Sumber: Data diolah, 2013
Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -1.269 dan nilai signifikansi sebesar 0.208, karena angka signifikansinya 0,208 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan curahan waktu kerja dibidang pertanian sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit. Ternyata curahan waktu kerja dibidang pertanian baik sebelum maupun sesudah mengajukan kredit tidak mengalami perubahan waktu kerja. Hal ini dikarenakan kredit yang didapat, digunakan untuk memperluas lahan pertanian dan memutarkan modal untuk usaha pertanian, seperti pembelian pupuk, mengupah pekerja dan memperbanyak karyawan yang dipekerjakan, sehingga tidak berpengaruh pada waktu kerja di bidang pertanian yang dialokasikan terlihat dari waktu kerja di bidang pertanian yang tetap 15 jam per minggu.
3. Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Dibidang Nonpertanian Sebelum dan Sesudah
Kriteria pengujian signifikansi:
Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima
Tabel IV.7
Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja di bidang Non pertanian Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit ke
CU Pancur Kasih Mean
(0000) t Sig. Keterangan
Pair 1
Jlh Waktu dibidang Non Pertanian (sebelum)
12.2
-2.226 .028 Tdk.
Signifikan Jlh Waktu dibidang Non
Pertanian (sesudah)
13.1
Sumber: Data diolah, 2013
Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -2.226 dan nilai signifikansi sebesar 0.028, karena angka signifikansinya 0.028 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan curahan waktu kerja dibidang nonpertanian sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit. Walaupun curahan waktu bekerja di bidang non pertanian mengalami perubahan dari 12.2 jam menjadi 13.1 jam, tetapi hasilnya tidak signifikan.
4. Uji Signifikansi Perbedaan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah
Kriteria pengujian signifikansi:
Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima
Tabel IV.8
Uji Signifikansi Perbedaan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit ke
CU Pancur Kasih Mean (0000) t Sig. Keterangan Pair 1 Status Kemiskinan (sebelum) .90 -2.730 .008 Signifikan Status Kemiskinan (sesudah) .97
Sumber: Data diolah, 2013
Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -2.730 dan nilai signifikansi sebesar 0.008, karena angka signifikansinya 0.008 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan jumlah anggota keluarga miskin sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit. Variabel jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU Pancur Kasih mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini dikarenakan kredit yang didapat mampu membantu meningkatkan sosial ekonomi para anggotanya.