• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV:HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

1. Gambaran Umum MTs Annajah

Sejarah Singkat MTs Annajah

Pembangunan Madrasah Tsanawiyah Darun Najah Petukangan dirintis sejak tahun 1960, dibawah satu yayasan yang dipimpin oleh H. Abdillah Amin. Sebagai langkah awal persiapan pendidikan tingkat Tsanawiyah, pada tahun 1950 didirikan kegiatan pendidikan tingkat Ibtidaiyah.

Untuk tingkat Tsanawiyah baru dibuka pada tahun 1961 dengan yayasan yang menaunginya adalah Yayasan kesejahteraan Masyarakat Islam (YKMI). Pada tahun 1985 Madrasah Tsanawiyah tidak lagi berada dalam naungan YKMI dengan dibentuknya yayasan “Annajah”. Yayasan tersebut selain mengelola lembaga pendidikan dari tingkat TK sampai Aliyah juga mengelola lembaga sosial berupa Panti Asuhan untuk anak yatim/ piatu.

Adapun pengurus Yayasan Annajah pada awal berdirinya adalah sebagai berikut:

Ketua : KH. Abdillah Amin

Wakil Ketua : KH. Mahrus Amin Sekretaris : Drs. Hasan Basri Sekretaris I : Diedy Faried Wadjdy Seksi Usaha : H. Zakiuddin S.E

H. Muh. Fauzi

H. Syatiri

Pada tahun 1992 kepengurusan yayasan Annajah mengalami perubahan setelah KH. Abdillah Amin wafat, yaitu sebagai berikut:

Ketua : H. Diedy Faried Wadjdy SH

Wakil Ketua : Hj. Ida Farida, BA

Sekretaris : H. Abdul Malik Wahab. SH

Wakil : Moh. Yamin, BA

Bendahara : Anizul Fuad. SE

Wakil : Dra. Lili Sholihah

Anggota : H. Zakiuddin S.E

Drs. Hasan Basri Drs. H. Muryadih

Sampai saat ini Madrasah tsanawiyah Darunnajah Petukangan berjalan baik dengan minat masyarakat yang cukup tinggi, hal tersebut terbukti dengan jumlah rombongan belajar yang cukup banyak (12 rombongan belajar) dan setiap PMB minimal dapat menerima 4 kelas.

Mutu hasil pembelajaran di Mts Darunnajah Petukangan juga cukup baik dengan selalu berada di peringkat 10 besar sub Rayon Jakarta Selatan dan 16 besar tingkat DKI Jakarta.

Status Mts Darun Najah petukangan adalah DISAMAKAN, dan termasuk sekolah/ madrasah favorit tingkat SLTP di lingkungan kecamatan Pesanggrahan dan wilayah batas DKI Jakarta (Tangerang).

Menyadari bahwa kualitas pendidikan amat tergantung pada beberapa faktor, maka RPM (Rencana Pengembangan Madrasah) yang kami canangkan sebagai berikut:

a. Ruang belajar yang baik dan cukup untuk menampung seluruh siswa/i sesuai dengan target (12 kelas) sehingga kegiatan belajar hanya satu shif (pagi semua)

b. Peningkatan mutu guru agar lebih professional dan proporsional pada bidang yang menjadi keahliannya

c. Menyediakan sarana pendukung yang cukup dan berfungsi baik terutama berbagai laboratorium, perpustakaan, ruang komputer dan sarana pendukung lainnya

d. Meningkatkan terus disiplin siswa dan guru dengan akan diterapkannya sistem poin bagi setiap pelanggaran

34

e. Penerapan KBK dalm proses belajar minimal tahun ajaran 2004 – 2005

f. Meningkatkan karsa guru/ karyawan dengan penerapan guru tetap Yayasan

Struktur Organisasi MTs Annajah

Ketua Yayasan Annajah H. Diedy Faried Wadjdy, SH

Kepala Madrasah Drs. H. Sam’unal Ghozi

Visi, Misi dan Tujuan Madrasah Tsanawiyah Annajah

Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Annajah disusun dengan memperhatikan kebutuhan, potensi dan karakteristik Madrasah Tsanawiyah Annajah. Madrasah Tsanawiyah Annajah sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan perkembangan dan

Tata Usaha Mardawi, S. Pdi Komite Sekolah

Fitri Desnawati

Waka.Bid.Kurikulum Ulfah Shihah, S.Ei

Waka.Bid.Sarana Ulfah Shihah, S.Ei

Waka.Bid.Kesiswaan Nurhadi, S.Pdi Dewan Guru Wali Kelas Waka.Bid.Humas Nurhadi, S.Pdi Siswa - Siswi

tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut:

a. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

b. Globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar dan lintas sektor serta tempat c. Era informasi

d. Pengaruh globalisasi terhadap perubahan perilaku dan moral masyarakat

e. Berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan

f. Era perdagangan bebas Visi Mts Annajah adalah:

a. Berperan aktif dalam kegiatan IMTAQ b. Unggul dalam prestasi akademik

c. Terampil mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari

Misi yang diemban oleh MTs Annajah adalah:

a. Menyelenggarakan pendidikan berlandaskan keimanan dan ketakwaan

b. Menyelenggarakan pembelajaran dan kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai keislaman

c. Menyelenggarakan pendidikan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi

d. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan berbahasa asing

e. Menyelenggarakan pendidikan yang dapat mengembangkan bakat, minat dan kreatifitas

Tujuan Mts Annajah:

a. Membentuk insan yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dalam menjalankan syariat Islam

36

b. Menumbuhkan pemahaman dan pengalaman terhadap ajaran agama Islam sehingga terbangun siswa yang kompeten dan berakhlak mulia

c. Membiasakan siswa untuk patuh dan taat terhadap orang tua dan guru

d. Membentuk siswa yang dapat melaksanakan tata tertib sekolah

e. Menumbuhkan dan mendorong keunggulan dalam penerapan ilmu pengetahuan teknologi dan seni

f. Unggul dalam perolehan nilai Ujian Nasional

g. Mampu bersaing dalam olimpiade sains dan matematika

Guru dan Tenaga Kependidikan

MTs Annajah berusaha menempatkan guru sesuai latar belaknag pendidikan masing-masing, profesionalisme guru adalah bagian dari keberhasilan pembelajaran, penguasaan materi, pengalaman mengajar dan penguasaan kelas yang ditopang disiplin ilmu masing-masing guru, akan membuat kondisi belajar semakin efektif.

Rekrutmen guru diawali dengan proses uji kompetensi guru, latar belakang pendidikan dan disiplin ilmu, hal itu untuk melihat kelayakan guru yang bersangkutan pada bidang studi yang dibutuhkan, juga untuk melihat loyalitas dan kepribadian guru.

Guru yang kami rekrut berasal dari berbagai perguruan tinggi dari fakultas keguruan dan spesialis bidang studi tertentu, baik dari IKIP negeri/ swasta, UIN dan lain-lain.

Dibawah ini adalah daftar pendidik dan tenaga kependidikan Madrasah Tsanawiyah Annajah tahun pelajaran 2012/2013 sebagai berikut:

No Nama L/P Pendidikan/Jurusan B.Studi Jabatan

1 Drs.H. Sam’unal Ghozi L S1 IAIN/ PAI Fiqih Kep. Sek

2 Nurhadi, S.Pd L S1 Al-Aqidah/PBI SBK W. Kep.Sek

3 Ulfah Shihah, S. Ei P S1 UIN/EKONOMI IPS W. Kep.Sek

4 Hadromi, S. Ag L S1 IAIN/ PBA Bhs. Arab Wali kelas

5 Drs. H Basyarudin R L S1 UMJ/IPS IPS, PKN Wali kelas

6 Drs. Nurali L S1 IAIN/PAI Qurdis, Aqidah Wali kelas

7 Yunita titi wahyuni, S.Pd P S1 UHAMKA/PMTK IPA Wali kelas

8 Ahmad Fauzi L S1 UHAMKA/PBSI Bhs. Indonesia Wali kelas

9 Imawati, S.Pd P S1 UHAMKA/PMTK Matematika Wali kelas

10 Suryadi, S.Thi L S1 UIN/TH Qurdis, Fiqih Wali kelas

11 Sunarsih, S.Pd P S1 UHAMKA/PMTK Matematika Wali kelas

12 Lutfiah, S.Pdi P S1 IAIN/PAI SKI, Aqidah Wali kelas

13 Asep djakamaya L D2 IKIP/PENJASKES Penjaskes Wali kelas

14 H. Moh Yamin, BA L SM IAIN/PBI Bhs. Inggris Guru

15 M. Guntur, S.Pd L S1 UHAMKA/PBSI Bhs. Indonesia Wali kelas

16 Ilfa rianti P S1 UMMY/PBI Bhs. Inggris Wali kelas

17 Siti nur vadhilah, S.Pd P S1 UIN/PBI PKN Wali kelas

18 Tatang, S.Pd L S1 UNJ/PENJASKES Penjaskes Guru

19 Kurnia sari, S.Pd P S1 UNJ/PMTK MTK, IPA Guru

20 Warsono, S.Pd L S1 IKIP/PBSI Bhs. Indonesia Guru

21 Widiasti rahayu, S.Pd P S1 UIN/IPA IPA Wali kelas

22 Farida indriani, S.Psi P S1 UIN/PSIKOLOGI BP Guru BP

23 Virdia amalia, S.Pd P S1 UIN/ PBI TIK Guru

24 Dede syarifah, S.Pdi P S1 UIN/ PBA Bhs. Arab Guru

25 Ahmad zailani, S.IP L S1 BL/POLITIK PKN Guru

26 Mardawi, S.Pd L S1 NID/MANAJEMEN - TU

27 Maudi L PGAN/MANAJEMEN - TU

28 Fajar al munawar, S.Pd L S1 PURNAMA/ ADM. KANTOR

38

29 Fauzi L SMA - Karyawan

30 Jamal L SMK - Security

31 Umar L Mts - Security

32 Uda rusdana L SD - OB

33 Mustopa L SMA - OB

34 Yuyun P SMEA - Juru masak

Siswa

Siswa merupakan individu yang memiliki berbagai karakter yang berbeda dan perlu untuk di tuntun agar menjadi insan yang kamil. Di sini penulis ingin menyajikan data keadaan siswa di Mts Annajah

No Kelas Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki Perempuan 1 VII 1 13 20 33 2 VII 2 15 19 34 3 VII 3 16 17 33 4 VII 4 17 15 32 5 VII 5 17 16 33 6 VIII 1 16 19 35 7 VIII 2 22 12 34 8 VIII 3 20 14 34 9 VIII 4 20 14 34 10 VIII 5 20 15 35 11 IX 1 9 24 33 12 IX 2 19 12 31 13 IX 3 19 12 31 14 IX 4 19 12 31 15 IX 5 20 12 32 Total Siswa 496

Kurikulum

Perkembangan dan perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalam bentuk penyusunan kurikulum baru pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Madrasah Tsanawiyah Annajah telah menetapkan cirri khas (trademark) sebagai landasan berpijak dalam proses pembelajaran. Struktur kurikulum Madrasah Tsanawiyah Annajah sebagai berikut:

No Mata Pelajaran Kelas / Jumlah Jam

VII VIII IX

1 Pendidikan Agama a. Qur’an Hadist b. Aqidah Akhlak c. Fiqih

d. Sejarah Kebudayaan Islam

2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 PPKN 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 4 + 1* 4 + 1* 4 + 1* 4 Bahasa Arab 3 3 3 5 Bahasa Inggris 4 4 4 + 1* 6 Matematika 4 + 1* 4 + 1* 4 + 1* 7 IPA 4 4 4 8 IPS 4 4 4

9 Seni Budaya dan Keterampilan 2 2 2

10 Pendidikan Jasmani dan Olahraga 2 2 2

11 Teknologi Informasi 2 2 2

12 Muatan Lokal a. Lab Bahasa b. Nahwu dan sharaf

c. Bimbingan dan Konseling d. Pengembangan diri Jumlah 2 2 1 2 47 2 2 1 2 47 2 - 1 2 47

40

*tambahan alokasi jam pelajaran **kelas VII seruling dan pianika

**kelas VIII olah vocal dan membaca not **kelas IX seni tari dan teori kesenian

Sarana Prasarana

Sarana dan prasarana di Mts Annajah 1) Ruang kelas 15 lokal

2) Ruang Lab MIPA 1 lokal 3) Ruang Lab computer 4) LCD Proyektor di 15 lokal 5) Perpustakaan 6) Lapangan olahraga 7) Kantin 8) Masjid / basement 9) Lapangan parkir 10) Taman 11) Ruang UKS

12) Ruang Musik/ Band

Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.kegiatan pengembangan diri dibawah bimbingan konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri di Madrasah Tsanawiyah Annajah dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terdiri atas:

a. Bidang keagamaan b. Bidang olahraga

c. Bidang seni

d. Bidang kepramukaan e. Bidang PMR

f. Outbound g. Karyawisata

Mengadakan “Annajah Ekstrakurikuler Promotion” (ANNAJAH EKSPO) setiap tiga bulan sekali

Kegiatan Belajar Mengajar

a. Jam Tatap Muka (JTM)

Jumlah jam tatap muka dalam satu minggu mencapai 41 jam pelajaran di luar kegiatan pengembangan diri. Muatan kurikulum Mts Annajah meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai kelas IX. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum.

b. Mata Pelajaran

Berikut struktur kurikulum Mts Annajah Jakarta

No Mata Pelajaran Kelas / Jumlah Jam

VII VIII IX

1 Pendidikan Agama e. Qur’an Hadist f. Aqidah Akhlak g. Fiqih

h. Sejarah Kebudayaan Islam

2 2 2 1 2 2 2 1 2 2 2 1 2 PPKN 2 2 2 3 Bahasa Indonesia 4 + 1* 4 + 1* 4 + 1* 4 Bahasa Arab 3 3 3 5 Bahasa Inggris 4 4 4 + 1*

42

6 Matematika 4 + 1* 4 + 1* 4 + 1*

7 IPA 4 4 4

8 IPS 4 4 4

9 Seni Budaya dan Keterampilan 2 2 2

10 Pendidikan Jasmani dan Olahraga 2 2 2

11 Teknologi Informasi 2 2 2

12 Muatan Lokal e. Lab Bahasa f. Nahwu dan sharaf

g. Bimbingan dan Konseling h. Pengembangan diri Jumlah 2 2 1 2 47 2 2 1 2 47 2 - 1 2 47

Waktu belajar di Mts Annajah dimulai dari pukul 06.30 pagi hingga pukul 15.00 sore selama 5 hari dari hari Senin hingga Jum’at.

Hasil Akreditasi

Alhamdulillah hasil akreditasi Mts Annajah mendapat nilai A pada tahun 2013.

Identitas Sekolah

1. Data Sekolah : Mts Annajah Jakarta

2. Nama Kepala Madrasah : Drs. H. Sam’unal Ghozi

3. Nomor Pokok Sekolah : 20102757

4. Nomor Statistik Madrasah : 121231740009 5. Alamat Sekolah

Kecamatan : Jl. Ciledug Raya no. 10

petukangan

Kabupaten / Kota : Jakarta Selatan

Kode Pos : 12270

Telepon / Fax : (021) 7374045

6. Nama Yayasan : Annajah

7. Status Sekolah : Swasta

8. Nomor Akte Pendirian : Kd.09.01/4/PP.004/61.70/2009

9. Tahun Berdiri : 1979

10. Luas Tanah Sekolah : 2.887 m2

11. Luas Bangunan Sekolah : 1.618 m2

12. Status Tanah : Sertifikat

13. Nomor Sertifikat Tanah : 09.04.1.01433

14. Status Akreditasi BAN / Tahun : Terakreditasi A/ 2009

2. Persepsi Tentang Penerapan Sistem Poin

(Reward & Punishment)

Persepsi (dari bahasa Latin perceptio, percipio) adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memeberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindra. Seperti misalnya penglihatan yang merupakan cahaya yang mengenai retina pada mata, pencium yang memakai media molekul bau (aroma), dan pendengaran yang melibatkan gelombang suara. Persepsi bukanlah penerimaan isyarat secara pasif, tetapi dibentuk oleh pembelajaran, ingatan, harapan, dan perhatian. Persepsi bergantung pada fungsi kompleks sistem saraf, tetapi tampak tidak ada karena terjadi di luar kesadaran.48

Dalam penelitian ini penulis menjelaskan persepsi atau tanggapan siswa tentang penerapan sistem poin (reward & punishment) yang dilaksanakan di MTs Annajah, Petukangan Selatan, pesanggaran, Jakarta Selatan.

44

Pada tahun ajaran 2007-2008 MTs Annajah menerapkan kebijakan sistem poin dalam tata tertib sekolah yaitu saat kepala sekolah (Drs. H Sam’unal Ghozi) baru menjabat. Sistem poin yang diterapkan di MTs Annajah mengadopsi dari SDI Annajah. Menurut Bapak Nurhadi sebagai WAKA Kesiswaan MTs Annajah penerapan sistem poin mulai berjalan efektif tahun 2012-2013.

Kebijakan sistem poin adalah kebijakan dimana setiap siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib akan dikenakan poin berupa angka sesuai aturan yang telah ada dan bagi siswa yang berprestasi akan mendapatkan poin penghargaan (reward). Sistem poin merupakan kebijakan sekolah guna mengurangi tingkat pelanggaran disekolah dan untuk memotivasi siswa agar lebih meningkatkan prestasi siswa. Poin yang diterima siswa akan diakumulasi bila melakukan pelanggaran kembali.

Pelaksanaan penerapan sistem poin bukan hanya dilakukan oleh waka kesiswaan saja melainkan seluruh warga sekolah. Pelaksanaan sistem poin di sekolah tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan semua pihak. Untuk itu seluruh guru harus berkomitmen untuk sama-sama menjalankan kebijakan ini dengan maksimal.

Semua guru terutama guru mata pelajaran diberi kewenangan untuk mencatat pelanggaran siswa di papan dinding kelas bila dalam mengajar ada siswa yang melakukan pelanggaran. Selanjutnya pelanggaran akan direkap oleh wali kelas dan dimasukkan ke catatan poin pribadi siswa. Begitupun guru piket pada pagi hari sudah siap di teras sekolah untuk memeriksa ketertiban siswa. Biasanya ada beberapa siswa yang terlambat masuk sekolah, memakai (sepatu, kaos kaki, dan seragam) tidak sesuai standar, tidak memakai ledging bagi peserta didik putri dan lainnya. Guru piket lah yang bertugas untuk mencatat poin pelanggaran siswa dan memberi sanksinya.

Tidak hanya sebatas guru, karyawan sekolah, staf TU bahkan satpam juga berhak memperingatkan siswa yang melakukan pelanggaran.

Dari keterangan tersebut terungkap bahwa penanganan terhadap siswa yang melakukan pelanggaran bukan hanya tanggung jawab Waka kesiswaan dan guru BK saja, tetapi juga seluruh guru dan karyawan MTs Annajah Jakarta Selatan.

Gambar 1: Papan tata tertib sekolah sistem poin di setiap lantai gedung MTs Annajah

(Sumber: Dokumentasi pribadi tanggal 30 Agustus 2013)

Dalam pelaksanaan sistem poin di sekolah, setiap wali murid yang mendapat panggilan dari sekolah karena anaknya melakukan pelanggaran sejauh ini baik-baik saja. Wali murid mengikuti aturan yang dibuat oleh sekolah. Dalam kasus ini, saya mendapatkan data berupa surat pemanggilan orang tua siswa atau wali murid dengan pelanggaran menulis kata-kata yang melanggar etika/ kurang sopan di jejaring sosial (lampiran 6).

Dengan diberlakukannya sistem poin dalam tata tertib membuat sekolah khususnya Waka bagian kesiswaan lebih mudah memberi sanksi kepada siswa. Jadi tidak ada kesan pilih kasih kepada para siswa. Misalnya siswa yang terlambat satu kali dengan siswa yang sering terlambat mendapat sanksi yang jelas berbeda. Dengan begitu jelas bahwa adanya sistem poin mempermudah guru untuk lebih menertibkan siswa-siswanya.

Penerapan sistem poin dalam tata tertib sekolah cukup memberi pengaruh terhadap karakter disiplin siswa-siswi MTs Annajah. Menurut

46

Bapak Nurhadi dalam wawancara tanggal 02 September 2013 mengatakan bahwa setelah diterapkannya sistem poin dalam tata tertib sekolah, siswa masih ada saja yang melanggar peraturan, hanya saja semakin hari semakin berkurang. Yang sering melakukan pelanggaran siswanya itu-itu saja. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya siswa itu belum mempunyai kesadaran akan disiplin dan kurangnya perhatian dari orang tua.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di MTs Annajah mulai bulan Oktober-November 2013, sudah sedikit sekali siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah tiap harinya sebagaimana tabel berikut ini.

Tabel 4.1

Daftar Siswa Penerima Poin kelas IX 4 & IX 1 (Reward & Punishment)

Tgl/Bln Nama Siswa Kelas Pelanggaran Poin Ket

1 Okt 2013 Furqon Nurhadi 9.1 Terlambat 1x 5 P

3 Okt 2013

M. Haekal Wahyu 9.4 Terlambat 2x 15 P

Amanda Zahra 9.1 Terlambat 3x dst 30 P

Jasmin Nur T 9.1 Terlambat 3x dst 30 P

7 Okt 2013

M. Ikhsani Hanif 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Nurfi Adinillah 9.4 Bercanda saat shalat berjamaah

20 P

8 Okt 2013

Fadhilah Nurul 9.4 Juara kodya/ kabupaten 50 R

M. Riawan Afandi 9.4 Perilaku tidak sopan pada guru/ karyawan

20 P

M. Haekal Wahyu 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

berjamaah

Chitra Resdiyana 9.1 Juara kodya/ kabupaten 50 R

Jasmin NT 9.1 Juara kodya/ kabupaten 50 R

M. Kahfi 9.1 Bercanda saat shalat

berjamaah

20 P

M. Syauqi 9.1 Bercanda saat shalat

berjamaah

20 P

Nanda Putri M 9.1 Juara kodya/ kabupaten 50 R

Nisrina S 9.1 Juara kodya/ kabupaten 50 R

Vina Alvionita 9.1 Juara kodya/ kabupaten 50 R

21 Okt 2013

Haidi Nurmali 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

M. Ikhsani Hanif 9.4 Bercanda saat shalat berjamaah

20 P

M. Haekal Wahyu 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

Rizki Aditya Y 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

Amanda Zahra 9.1 Bercanda saat upacara 20 P

Fina Fauziyah 9.1 Bercanda saat shalat berjamaah

P

Resa Wantika 9.1 Bercanda saat upacara 20 P

22 Okt 2013

Bazlir Rahman 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Haidi Nurmali 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Kevin Mahendra 9.4 Mengancam teman 25 P

M. Irsal 9.4 Keluar kelas saat ganti

jam pelajaran

10 P

48

Rizki Aditya Y 9.4 Mengancam teman 25 P

Faris Reza F 9.4 Mengancam teman 25 P

M. Al Hadid 9.4 Mengancam teman 25 P

25 Okt 2013

Aldo Meylano 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

Ihsan rabbani 9.4 Bercanda saat shalat berjamaah

20 P

Furqon Nurhadi 9.1 Bercanda saat shalat berjamaah

20 P

28 Okt 2013

Haidi Nurmali 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Kevin Mahendra 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

29 Okt 2013

Adhisti Aprilia 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Ensa Putri 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Rizka Maulida 9.1 Bercanda saat shalat berjamaah

20 P

30 Okt 2013

Bazlir Rahman 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Haidi Nurmali 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

M. Irsal 9.4 Keluar kelas saat ganti

jam pelajaran

10 P

M. Al Hadid 9.4 Membuat gaduh di

kelas saat KBM 1x

25 P

Ensa Putri 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

jam pelajaran

Sekar Arum 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Silvia Jenita 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Syifa Rizki 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

4 Nov 2013

Bazlir Rahman 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

Haidi Nurmali 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

Amanda Zahra 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Rizki Aditya Y 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

8 Nov 2013

Audyandri H 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

Bazlir Rahman 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

M. Irsal 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

Rizki Aditya Y 9.4 Tidak membawa

perlengkapan shalat

10 P

11 Nov 2013

Kevin Mahendra 9.4 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Amanda Zahra 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

10 P

Billy Kurnia 9.1 Keluar kelas saat ganti jam pelajaran

50

Dari data diatas dapat penulis disimpulkan bahwa bentuk pelanggaran yang sering dilakukan siswa meliputi keluar kelas saat ganti jam pelajaran, tidak membawa perlengkapan sholat, bercanda saat sholat berjamaah, membuat gaduh di kelas saat KBM dan mengancam teman. Sedangkan menurut penuturan guru BP (Bu Farida indriani, S.Psi), bentuk reward yang diterapkan madrasah ini adalah memberikan preveleg bagi siswa yang mempunyai poin reward dengan tidak mengikuti remedial mata pelajaran tertentu dan memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi (akademis maupun non akademis) serta siswa yang disiplin (tidak pernah mendapat poin selama satu semester).

Gambar 2: Siswa-siswa dikenakan poin dan sanksi sholat di lapangan karena bercanda saat shalat dhuhur berjamaah

(Sumber: Dokumentasi pribadi tanggal 30 Agustus 2013)

Sistem poin sudah berjalan kurang lebih 7 tahun. Dalam pelaksanaannya, sistem poin belum berjalan maksimal. Masih ada beberapa siswa yang melakukan pelanggaran. Walaupun masih ada, tetapi hanya siswa itu-itu saja yang melakukan pelanggaran. Siswa yang sering melakukan pelanggaran diberi pengarahan oleh Waka bagian kesiswaan untuk menyampaikan pelanggaran-pelanggaran yang sering mereka lakukan dan poin yang mereka dapatkan.

Gambar 3: Siswa diberi sanksi belajar di luar kelas karena gaduh saat KBM

(Sumber: Dokumen pribadi tanggal 02 September 2013)

Menerapkan suatu kebijakan pastilah menemukan kendala-kendala. menurut Bapak Nurhadi pada wawancara tanggal 02 September 2013 menuturkan ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain: pertama ialah dari siswa itu sendiri, ada siswa yang menjadikan peraturan-peraturan sekolah sebagai beban sehingga mereka merasa terbebani, takut dan tidak nyaman dengan peraturan-peraturan yang ada. Yang kedua ialah dari wali murid yang tidak terima jika anaknya diberi sanksi / hukuman dari pelanggaran yang telah dilakukan anak tersebut.

Tak jarang anak bercerita kepada orang tua mereka dengan berlebih-lebihan, tidak apa adanya. Sehingga seringkali wali murid yang marah/ tidak terima kepada guru yang telah memberi sanksi anaknya. Yang terakhir yaitu kendala dari guru yang tidak berpartisipasi/ cuek dalam menerapkan peraturan sistem poin sehingga tidak terjalinnya kerjasama yang baik antar guru sebagai penegak peraturan

Sedangkan solusi-solusi dari kendala tersebut ialah pertama anak harus diberi pengarahan bahwa segala sikap yang dilakukannya akan menimbulkan akibat. Guru bertugas memberi pengarahan sikap yang

52

baik dan tidak baik serta akibatnya. Siswa sendiri yang memilih sikap apa yang akan dia lakukan. Selain itu guru tidak lupa memberi keteladanan yang baik bagi siswanya, salah satunya dengan disiplin dan taat peraturan. Dan jika ada wali murid yang tidak terima dengan sanksi yang diterima anaknya, maka mudah saja solusinya. Guru hanya memperlihatkan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan anaknya serta memberi penjelasan dan nasehat agar orang tua tidak membenarkan/ membela anak yang salah. Dan untuk para guru diharapkan kerjasama dan partisipasinya dalam penegakkan disiplin ini.

Berikut ini adalah hasil angket/ persepsi siswa tentang penerapan sistem poin dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Tidak peduli dengan poin (pelanggaran) yang di terima

Alternatif jawaban F % (P) Selalu Sering Jarang Tidak pernah 1 4 6 30 2% 10% 15% 73% Total 41 100%

Dari data diatas menunjukkan bahwa 2% responden selalu tidak peduli dengan poin (pelanggaran) yang di terima. Sedangkan 10% dari responden sering tidak peduli dan 15% responden mengaku jarang dan 73% mengaku tidak pernah atau dengan kata lain mereka peduli dengan poin (pelanggaran)

Dokumen terkait