• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Data Penelitian

Deskripsi data meliputi nilai rata-rata (mean), nilai tengan (median), nilai angaka yang sering muncul (modus), dan simpangan baku (standar deviasi). untuk mengetahui derajat pencapaian pada setiap variabel digunakan rumus sebagai berikut.41

=X

x100%

Keterangan :

DP = Derajat Pencapaian

∑X = Total skor hasil pengukuran N = Jumlah sampel/ responden ∑Item = Jumlah butir instrumen

Selanjutnya derajat pencapaian nilai responden atas masing-masing variabel, menggunakan kriteria kategori sebagai berikut :

90 – 100% = Sangat baik 80 – 89% = Baik 65 – 79% = Cukup 55 – 64% = Kurang 0 – 54% = Tidak baik

2. Uji Persyaratan Analisis a) Uji Normalitas Data

Uji normalitas dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogrov Smirnov (K-S) program SPSS 22 dimana distribusi data dapat dikatakan normal atau tidak dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut :

o Nilai Sig. Atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, Distribusi adalah tidak normal (simetris).

41

Syahron Lubis, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Padang: Sukabina Press, 2011), h.

o Nilai Sig. Atau signifikansi atau nilai probabilitas ≥ 0,05, Distribusi adalah normal (simetris).42

Hipotesis yang diajukan untuk uji normalitas adalah sebagai berikut: H0 = Data berdistribusi normal

H1 = Data berdistribusi tidak normal Dasar pengambilan keputusan:

Terima H0, jika nilai siginfikasi probabilitas > ฀ 0,05. Tolak H0, jika nilai signifikansi probabilitas ≤฀ 0,05.43 b) Uji Linearitas

Uji linearitas dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang bersifat linear antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Selain itu, uji linearitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pengolaan data yang digunakan cocok dengan model penelitian. Dalam penelitian ini pengujian linearitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 22.

Hipotesis untuk persyaratan uji linearitas ini adalah sebagai berikut:

H1 = Sebaran data variabel bebas (X) membentuk garis linear terhadap varabel terikat (Y).

H0 = Sebaran data varibel bebas (X) tidak membentuk garis linear terhadap varabel terikat (Y).

Untuk dasar pengambilan sebuah keputusan sebagai berikut:

Terima H1, jika signifikansi (deviaton from linearity) ≥ Alpha 0,05. Terima H0, jika signifikansi (deviaton from linearity) < Alpha 0,05.

Hipotesis statistik :

H0 : Y = ฀ + ßX (regresi linear) H1 : Y ‡ ฀ + ßX (regresi tidak linear)

42

Singgih Santoso, Spss 22 From Essential To Expert Skills, (Jakarta: Pt Elex Media

Komputindo, 2014), H. 191 43

I.

Hipotesis

Untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t, dalam pengujian tersebut terlebih dahulu mencari mencari harga korelasi (r) untuk memudahkan perhitungan, dengan menggunakan aplikasi program SPSS 22.

Dalam memberikan interpretasi sederhana terhadap angka “r” pada umumnya digunakan pedoman sebagai berikut:

Tabel. 3.4 Interpretasi Koefisien Korelasi44 Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,80 – 1, 000 Sangat Kuat 0,60 – 0,799 Kuat 0,40 – 0,599 Sedang 0,20 – 0,399 Rendah 0,00 – 0,199 Sangat Rendah Sumber : Sugiono (2015:257)

Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H0 = Tidak terdapat pengaruh positif antara pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 4 Jakarta.

H1= Terdapat pengaruh positif antara pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 4 Jakarta.

Kemudian dilakukan uji signifikansi untuk menguji keberartian nilai korelasi yang diperoleh dengan menggunakan uji-t, dengan rumus sebagai berikut45:

t

hitung

=

.

44

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan

R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 257 45

Keterangan: thit = Nilai t

r = Nilai koefisien korelasi N = Jumlah sampel

Distribusi (ttabel) untuk Alpha = 0,05 dan derajat kebebasan (df = N-2), kemudian dasar pengambilan keputusan adalah jika thitung> ttabel, maka H0 ditolak. Jika thitung< ttabel, maka H0 diterima.

41

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat SMK Negeri 4 Jakarta

Sejarah awal berdirinya SMK Negeri 4 Jakarta, dengan dikeluarkannya SK pendirian sekolah No.3816/BI/1 tertanggal 26 Juli 1955 dengan nama lembaga SGPT (Sekolah Guru Pendidikan Teknik), yang berlokasi di kebayoran, Jakarta Selatan,dengan Kepala Sekolah Bp. NY. Gontha. Pada pertengahan tahun 1996 perpindahan lokasi dilaksanakan dan ditempatkandi Jl. Rorotan VI/No.5, Cilincing, Jakarta Utara, dengan area tanah 2,7 Hektar dan luas bangunan 9886,7 Meter.

Kemudian pada tanggal 28 Februari 1997, Drs. Bowo Irianto dilantik untuk menjadi Kepala SMKNegeri 4 Jakarta,dan setelah itu perkembangan sekolah pada tahun 1998 Unit Produksi Kayu di SMK Negeri 4 Jakarta maju dengan pesat, hingga mampu melakukan Eksport ke Eropa berupa produk furnitur, bekerja sama dengan PT. Shimpindo Kharisma. Dan untuk pertama kalinya pada tahun 2000 SMK Negeri 4 Jakartameraih juara I LKS Nasional, yang di walikan oleh Bayu Nugroho.

Selanjutnya di tahun 2002 Bulan September SMK Negeri 4 Jakarta masuk dalam urutan 12 dari 177 sekolah yang dinominasikan menjadi Sekolah Nasional Berstandar Internasional (SNBI). Kemudin pada tanggal 5 Desember 2004, Bertempat di Hotel PITAGIRI Jakarta, Direktorat Dikmenjur melalui DSSE-Project ADB mengadakan workshop Scholl Development & Investment Plant,dengan keputusan bahwa program Otomotif SMK N 4 Jakarta resmi dikembangkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Dengan SK Kepala Dinas DIKMENTI no.211/2006 tertanggal 9 Agustus 2006, secara Resmi Drs.Wannen Pakpahan,MM, menjadi Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Jakarta. Di bulan September 2006 dimulainya secara resmi pelaksanaan program SBI dengan langkah pembenahan sarana prasarana di bengkel otomotif, pengadaan Teaching Factory dan mendatangkan native speaker

asing melalui program darmasiswa oleh Miss Reyhana Sallie (Africa Selatan) untuk percepatan pengunaan bahasa Inggris di SMK Negeri 4 Jakarta. Pengembangan Sekolah Internasional untuk semua Program keahlian dengan penambahan sarana dan alat praktek.

Kemudian pada tanggal 11 Januari 2009, Pengembangan Bussines Centre berupa perakitan motor Kanzen dan Notebook Toshiba, mulai dilaksanakan Di SMK Negeri 4 Jakarta.

Akhirnya setelah bantuan Pemerintah untuk merehab Sekolah selama hampir 3 SMK RSBI terwujud di akhir September 2010. Hingga sekarang perkembangan SMK Negeri 4 Jakarta masih terus dilakukan guna mencapai targetnya untuk menjadi SMK yang unggul membentuk SDM bermutu.

2. Profil Sekolah

Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Jakarta SK Pendirian : 036/O/1997

Alamat : Jl. Rorotan VI No.5, Cilincing, Jakarta Utara, 14140 Telepon : 021-44850035 Fax : 021-44853818 Website : www.smkn4jkt.sch.id Email : [email protected]

Kepala Sekolah : Drs. Kholil, M.Si

Waka Manajemen Mutu : Drs. Yopi Soepriyono, M.Pd Waka Kurikulum : Abdul Basit, M.Pd

Waka Kesiswaan : Awalusiman, M.Pd Waka Hubungan Industri : Drs. Kusyana

3. Visi dan Misi

Visi

Menjadi SMK Unggul Pembentuk SDM Bermutu Misi

1. Menanamkan iman dan taqwa serta sikap profesional pada seluruh warga sekolah.

2. Menumbuhkan semangat keunggulan dengan kemampuan berkompetensi pada seluruh warga sekolah.

3. Menerapkan KBM dengan pendekatan kompetensi (CBT) dan pendekatan produksi (PBT).

4. Menerapkan manajemen berbasis sekolah yang mengacu pada sistem manajemen mutu ISO 9001:2008.

4. Keadaan Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan SMK Negeri 4 Jakarta

Tabel 4.1 Keadaan Siswa 3 Tahun Terakhir

NO PROGRAM KEAHLIAN

TAHUN PELAJARAN

2012/2013 2013/2014 2014/2015

L P L P L P

1 Teknik Konst. Bangunan 147 9 112 5 85 4 2 Teknik Perabot Kayu 165 12 84 - 64 2 3 Teknik Audio Video 289 16 221 8 187 14 4 Teknik Elektronika Industri 219 14 183 9 174 13 5 Teknik Mesin Perkakas 352 2 252 - 273 - 6 Teknik Mekanik Otomotif 471 2 318 3 441 2 7 Teknik Pem. Tenaga List. 327 5 212 5 246 7 8 Teknik Fabrikasi Logam - - - - 82 -

9 Teknik Ototronik - - - - 134 3

10 Teknik Mekatronika - - - - 176 17 11 Teknik Komputer Jaringan - - - - 435 36

Jumlah 1970 60 1382 30 2297 98

Tabel 4.2 Data Prestasi Tahun 2015

No Keberhasilan / Prestasi Ajang Pencapaian Prestasi 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Sebagai peserta lomba pada kegiatan LKS Tingkat Provinsi DKI Jakarta dengan menjuarai mata lomba :

• Fisika Terapan • Refigration • CADD • Patern Making • Industrial Control • CNC Miling Debat Bahasa Inggris Penulisan KIR OSTN

Sebagai peserta lomba pada kegiatan LKS Tingkat Nasional dengan menjuarai mata lomba:

• Wall and Floor Tilling • Cabinet Making • CADD

• Bricklying • Refigration • Patern Making

Taman Terbaik SMK Se-DKI Jakarta

Juara I Tingkat DKI Juara I Tingkat DKI Juara I Tingkat DKI Juara I Tingkat DKI Juara I Tingkat DKI Juara I Tingkat DKI Juara I dan II Tingkat DKI Juara II Tingkat Jak-Ut Juara II Tingkat DKI

Juara I Tingkat Nasional Juara II Tingkat Nasional Juara II Tingkat Nasional Juara II Tingkat Nasional Juara III Tingkat Nasional Juara III Tingkat Nasional Juara I Tingkat DKI Jakara Tabel 4.3 Lulusan 3 Tahun Terakhir

N O JUMLAH PESERT A UJIAN JUMLA H LULUS AN STATUS LULUSAN 2012-2015 Dikontrak Sebelum Lulus Bekerja setelah Lulus

Kuliah Tidak Tahu

L P Jml % Jml % Jml % Jml %

1 248 244 4 50 20.16 163 65.73 20 8.06 15 6.05

2 392 373 19 93 23.72 234 59.69 23 5.87 42 10.72

Tabel 4.4 Profil Tenaga Pendidik No Kelompok Mata Pelajaran Pendidikan Usia L/P GT GTT Total Guru Dip S1 S2 <35 35-50 <51 L P 1 Normatif 1 13 - 10 2 2 10 4 11 3 14 2 Adaptif 1 34 1 15 14 6 20 16 16 20 36 3 Produktif 1 38 2 2 31 8 35 6 39 2 41 4 BP/BK - 3 - 2 1 - - 3 1 2 3 Jumlah 4 89 3 28 58 17 66 28 57 26 94

Sumber : Dokumentasi Data Pendidik

Tabel 4.5 Profil Tenaga Kependidikan N

o Kelompok Guru

Pendidikan Usia L/P Total

Pegawai SMA DPL S1 50 >50 L P 1 Tenaga Administrasi 3 1 3 6 1 5 2 7 2 Tenaga Teknis Keuangan 2 1 0 2 1 1 2 3 3 Tenaga Teknis sarana Prasarana 22 8 1 26 5 26 5 31 Jumlah 36 10 4 34 7 32 8 40

5. Struktur Organisasi

Gambar. 4.1 Struktur SMK Negeri 4 Jakarta

B. Hasil Penelitian

Data penelitian ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Jakarta khususnya pada siswa penerima beasiswa KJP tahun 2015 sebanyak 322 orang. Siswa penerima beasiswa KJP tersebut adalah siswa yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan dukungan dana biaya personal pendidikan.

Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan memiliki dua variabel yakni: Pemanfaatan Beasiswa (X) sebagai variabel bebas dan Hasil Belajar Siswa (Y) sebagai variabel terikat.

1. Deskripsi Data Penelitian

Uraian berikut menyajikan deskripsi data 2 variabel ukur yaitu data Pemanfaatan Beasiswa (X) dan Hasil Belajar Siswa (Y). Untuk variabel pemanfaatan beasiswa (X) diperoleh dari hasil penyebaran angket dengan skor terlampir (pada lampiran 5 halaman 74) dari masing-masing responden. Sedangkan variabel hasil belajar siswa (Y) diperoleh dari nilai rata-rata UAS siswa terlampir (pada lampiran 6 halaman 76).

Kemudian untuk mengetahui barometer pengaruh dari pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar peneliti membandingkan hasil belajar sebelum dengan sesudah menerima beasiswa KJP di tahun 2015.

Selanjutnya data tersebut diolah dan dideskripsikan dengan singkat dan jelas untuk memaparkan hasil dari perhitungan secara statistik agar memperoleh gambaran yang utuh. Berikut ini ditampilkan perhitungan statistik dasar kedua variabel tersebut.

a. Deskripsi Data Pemanfaatan Beasiswa Tabel. 4.6 Analisa Deskriptif

Pemanfaatan beasiswa Nilai sebelum menerima beasiswa KJP Nilai sesudah menerima beasiswa KJP N Valid 35 35 35 Missing 0 0 0 Mean 39,83 43,6343 54,4326 Median 40,00 43,3300 54,6000 Mode 42 42,00 51,47 Std. Deviation 5,102 2,92851 3,03546 Variance 26,029 8,576 9,214 Range 20 13,00 11,00 Minimum 32 37,40 49,20 Maximum 52 50,40 60,20 Sum 1394 1527,20 1905,14

Dari tabel di atas diketahui bahwa distribusi skor jawaban menyebar dari skor terendah (minimum) 32 yang artinya nilai tersebut yang paling rendah dalam memanfaatkan beasiswa untuk keperluan sekolah. Dan skor tertinggi (Maximum) 52 yang artinya nilai tersebut digunakan paling tinggi untuk keperluan

sekolah, dan jumlah (sum) dari skor tersebut adalah 1394. Berdasarkan distribusi skor tersebut diperoleh rata-rata (mean) sebesar 39,83, skor tengah (median) 40,00, data yang sering muncul (mode) 42, dan memiliki variance 26,029, range

20. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi skor, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. 4.7 Distribusi Frekuensi Skor Pemanfaatan Beasiswa Frekuensi Presentase (%) Cumulative Precentase (∑%) Valid 32 3 8,6 8,6 34 3 8,6 17,1 36 5 14,3 31,4 37 2 5,7 37,1 38 1 2,9 40,0 39 3 8,6 48,6 40 2 5,7 54,3 41 3 2,9 62,9 42 6 8,6 80,0 44 1 5,7 82,9 45 2 8,6 88,6 46 1 17,1 91,4 48 1 2,9 94,3 52 3 5,7 100,0 Total 35 100,0

Kemudian derajat pencapaian responden secara keseluruhan dapat kita peroleh pada variabel pemanfaatan beasiswa dapat dilihat dari hasil pengukuran berikut: =Xx100% = x 100% = x 100%

= 0,66383 x 100%

= 66,38% (Kategori Cukup)

Dari perhitungan di atas didapat hasil pengukuran sebesar 66,38%, maka derajat pencapaian variabel pemanfaatan beasiswa KJP siswa SMK negeri 4 Jakarta tahun 2015 termasuk kategori cukup (lihat pada drajat pencapaian halaman 44).

b. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

Pengolahan data hasil belajar siswa (UAS) diperoleh dari siswa sebelum menerima bantuan dana beasiswa dan sesudah menerima bantuan dana beasiswa Kartu Jakarta Pintar kelas XI pada tahun 2015. Dari hasil pengelolahan data hasil belajar siswa melalui SPSS 22 kita dapat mengetahui nilai statistik deskriptif dari masing-masing kelompok data hasil belajar yang akan dipaparkan pada bab ini. Oleh sebab itu, nilai hasil statistik deskriptif siswa sebelum menerima bantuan dana beasiswa dan sesudah menerima bantuan dana beasiswa dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Hasil belajar siswa sebelum menerima beasiswa KJP.

Berdasarkan hasil pengolahan data statistik melalui program SPSS 22, skor data distribusi tersebut memiliki angka terendah (minimum) 37,40 artinya nilai yang didapat siswa pada UAS tahun 2016 terendah. sedangkan angka tertinggi (maximum) yang didapatkan oleh siswa penerima beasiswa 50,40, dan memiliki rata-rata (mean) 43,63, angka yang sering muncul (mode) atau angka yang paling banyak didapatkan oleh siswa adalah 42, skor tengah (median) 43,33, simpangan baku (standar deviasi) 2,928, dan variance 8,576(lihat lampiran 7 halaman 77).

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi skor pada hasil pengolahan data nilai raport siswa sebelum menerima beasiswa, maka nilai statistik deskriptif data hasil belajar yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. 4.8 Distibusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Sebelum Menerima Beasiswa KJP

Frekuensi Precentase (%) Cummulative Precentase (∑%) Valid 37,40 1 2,9 2,9 38,33 1 2,9 5,7 39,27 1 2,9 8,6 40,40 1 2,9 11,4 41,00 1 2,9 14,3 41,07 1 2,9 17,1 41,20 1 2,9 20,0 41,27 1 2,9 22,9 41,60 1 2,9 25,7 41,93 1 2,9 28,6 42,00 2 5,7 34,3 42,20 1 2,9 37,1 42,47 1 2,9 40,0 42,87 1 2,9 42,9 43,07 1 2,9 45,7 43,13 1 2,9 48,6 43,33 1 2,9 51,4 43,60 1 2,9 54,3 44,13 1 2,9 57,1 44,33 1 2,9 60,0 44,60 1 2,9 62,9 44,80 1 2,9 65,7 44,93 1 2,9 68,6 45,20 1 2,9 71,4 45,40 1 2,9 74,3 45,87 2 5,7 80,0 45,93 1 2,9 82,9 46,07 1 2,9 85,7 46,80 1 2,9 88,6 47,13 1 2,9 91,4 48,53 1 2,9 94,3 49,07 1 2,9 97,1 50,40 1 2,9 100,0 Total 35 100,0

2) Hasil belajar siswa sesudah menerima beasiswa KJP

Berdasarkan hasil pengolahan data statistik melalui program SPSS 22, skor data distribusi tersebut memiliki nilai terendah (minimum) 49,20, nilai tertinggi (maximum) 60,20, rata-rata (mean) 54,43, data yang sering muncul (mode) 51,47, skor tengah (median) 54,60, simpangan baku (standar deviasi) 3,035, dan variance9,24 (lihat lampiran 7 halaman 78).

Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi skor pada hasil pengolahan data nilai raport siswa sesudah menerima beasiswa. Maka nilai statistik deskriptif data hasil belajar yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. 4.9 Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Sesudah Menerima Beasiswa KJP F (%) (∑%) V a l i d 49,20 1 2,9 2,9 49,27 1 2,9 5,7 50,20 1 2,9 8,6 50,67 1 2,9 11,4 51,07 1 2,9 14,3 51,13 1 2,9 17,1 51,47 2 5,7 22,9 51,60 1 2,9 25,7 51,67 1 2,9 28,6 52,20 1 2,9 31,4 52,47 1 2,9 34,3 52,67 1 2,9 37,1 53,80 1 2,9 40,0 53,93 1 2,9 42,9 54,40 2 5,7 48,6 54,60 1 2,9 51,4 54,87 2 5,7 57,1 55,33 1 2,9 60,0 55,53 1 2,9 62,9 55,67 1 2,9 65,7 56,00 1 2,9 68,6 56,13 1 2,9 71,4 56,33 1 2,9 74,3 56,53 2 5,7 80,0 56,73 1 2,9 82,9 58,13 1 2,9 85,7 58,33 1 2,9 88,6 58,67 1 2,9 91,4 59,40 1 2,9 94,3 59,67 1 2,9 97,1 60,20 1 2,9 100,0 Total 35 100,0

Dari analisis data hasil belajar siswa penerima beasiswa KJP di tahun 2015, dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum menerima beasiswa KJP (43,63) lebih kecil dari pada rata-rata nilai hasil belajar

siswa sesudah menerima beasiswa KJP (54,43). Artinya, terlihat bahwa adanya peningkatan angka hasil belajar siswa setelah menerima beasiswa Kartu Jakarta Pintar.

2. Uji Persyaratan Analisis

Teknik pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis korelasi. Analisis ini dapat dilakukan bila memenuhi persyaratan sebagai berikut: (a) Uji normalitas data, (b) Uji linearitas.

(a) Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov (K-S) program SPSS 22 dimana distribusi data dapat dikatakan normal atau tidak dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut:

H0 = Data berdistibusi normal H1 = Data berdistibusi tidak normal

Syarat pengambilan keputusan sebagai berikut: Tolak H0, jika Sig. < 0,05

Terima H0, jika Sig. ≥ 0,05

Hasil dari perhitungan uji normalitas dengan SPSS 22 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel. 4.10 Hasil Uji Normalitas Pemanfaatan beasiswa Sebelum menerima beasiswa Sesudah menerima beasiswa N 35 35 35 Normal Parameters Mean 39,83 43,6343 54,4326 Std. Deviation 5,102 2,92851 3,03546 Most Extreme Differences Absolute ,135 ,070 ,104 Positive ,135 ,060 ,104 Negative -,062 -,070 -,067 Test Statistic ,135 ,070 ,104

Asymp. Sig. (2-tailed) ,105 ,200 ,200

Dari tabel hasil uji normalitas tersebut dapat dilihat bahwa skor signifikansi nilai pemanfaatan beasiswa sebesar 0,105. Dan signifikansi pada nilai

sebelum mendapat beasiswa sebesar 0,200 sedangkan signifikansi pada nilai sesudah mendapat beasiswa sebesar 0,200. Untuk signifikansi normalitas data alfa yang dianut adalah sebesar 0,05. Dari data penelitian ini bahwa dapat dikatakan seluruh variabel lebih besar dari pada Alpha 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel tersebut berdistribusi NORMAL.

(b) Uji Linearitas

Uji linearitas dalam penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah variabel data pemanfaatan beasiswa memberntuk distribusi garis linear terhadap variabel hasil belajar siswa setelah menerima beasiswa. Pengujian linearitas dengan mengunakan uji Anova (analisis of varians) melalui SPSS 22.

Hipotesis untuk persyaratan uji linearitas ini adalah sebagai berikut:

H1 = Sebaran data variabel bebas (X) membentuk garis linear terhadap varabel terikat (Y).

H0 = Sebaran data varibel bebas (X) tidak membentuk garis linear terhadap varabel terikat (Y).

Untuk dasar pengambilan sebuah keputusan sebagai berikut:

Tolak H0, jika signifikansi (deviaton from linearity) ≤ Alpha 0,05 Terima H0, jika signifikansi (deviaton from linearity) > Alpha 0,05 Hasil uji linearitas dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel. 4.11 Hasil Uji Linearitas Sum of Squares Df F Sig. Nilai sesudah menerima beasiswa KJP * Pemanfaatan beasiswa Between Groups (Combined) 135,672 13 1,234 ,324 Linearity 62,326 1 7,369 ,013 Deviation from Linearity 73,346 12 ,723 ,715 Within Groups 177,605 21 Total 313,276 34

Dari nilai tabel diatas signifikansi yang diperoleh sebesar 0,715. Sedangkan signifikansi Alpha yang dianut sebesar 0,05. Ini artinya nilai

signifikansi 0,715< 0,05 maka H0 ditolak. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa sebaran data pada variabel pemanfaatan beasiswa memiliki hubungan yang linear atau memiliki garis linear dengan hasil belajar siswa penerima beasiswa pada tahun 2015.

Dokumen terkait