BAB IV HASIL PENELITIAN
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan pada hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi yang dilakukan di SMK Negeri 4 Jakarta bahwa beasiswa KJP adalah beasiswa yang diberikan kepada siswa kurang mampu untuk membantu biaya personal pendidikan. Beasiswa ini diberikan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakata yang sumber dananya berasal dari APBD. Tujuan diberikannya beasiswa KJP adalah untuk memberikan keringanan dalam mengakses pendidikan dengan memberikan bantuan biaya personal pendidikan. Beasiswa KJP ini diberikan kepada siswa miskin/tidak mampu dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK sederajat.
Dalam proses rekruitmen/penyeleksian setelah calon penerima beasiswa KJP melampirkan berkas untuk diserakhan pada sekolah agar dapat di input secara online pihak sekolah mengadakan kunjungan/verifikasi faktual calon penerima bantuan dengan menggunakan intrumen. Instrumen tersebut berupa data pribadi dan data observasi laporan faktual yang ada di alapangan. Dari instrumen tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa yang menerima beasiswa KJP adalah benar-benar siswa dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan bantuan.
Dalam proses penyaluran beasiswa berdasarkan pada hasil wawancara yang dilakukan oleh pak Toga bahwa “penyaluran beasiswa KJP dilakukan dengan pemberian langsung kepada siswa penerima KJP melalui kartu debet yang diterbitkan oleh Bank DKI yang telah bekerjasama dengan Pemerintah DKI Jakarta. Penyaluran dana tersebut dilakukan setiap bulan dengan jumlah nominal sebesar Rp. 240.000,- untuk tingkat SMA/MA/SMK Sederajat”.46
Adanya proses pengawasan yang dilakukan oleh pihak dinas berupa kunjungan langsung ke sekolah dan melakukan uji petik terhadap siswa merupakan upaya dalam meminimalisir adanya penyimpangan yang dilakukan dalam penggunaan beasiswa, hal ini sesuai dengan wawancara yang telah dilakukan oleh pak toga selaku pihak sekolah yang menangani beasiswa KJP, beliau mengatakan bahwa “pengawasan dilakukan oleh dinas pemerintah DKI
46
Jakarta dengan bertanya langung kepada pihak sekolah dengan mengecek laporan penggunaan beasiswa yang digunakan oleh siswa. Selain itu, Dinas juga melakukan uji petik yaitu dengan memanggil siswa penerima beasiswa KJP untuk wawancara guna dimintai pertanggungjawaban secara lisan”.47
Berdasarkan instrumen pemanfaatan beasiswa KJP yang telah disebarkan pada siswa penerima KJP di tahun 2015 bahwa di dapat skor jawaban menyebar dari skor terendah (minimum) 32 yang artinya nilai tersebut yang paling rendah dalam memanfaatkan beasiswa untuk keperluan sekolah. Dan skor tertinggi (Maximum) 52 yang artinya nilai tersebut digunakan paling tinggi untuk keperluan sekolah, dan jumlah (sum) dari skor tersebut adalah 1394. Dengan distribusi skor tersebut diperoleh rata-rata (mean) sebesar 39,83, skor tengah (median) 40,00, data yang sering muncul (mode) 42, dan memiliki variance
26,029, range 20, serta simpangan baku (standar deviation) 5,102.
Hal ini berarti skor pemanfaatan beasiswa memiliki distribusi normal dan derajat pencapaian responden secara keseluruhan pada variabel bebas (X) pemanfaatan beasiswa sebesar 66,38%, maka derajat pencapaian variabel pemanfaatan beasiswa KJP siswa SMK negeri 4 Jakarta tahun 2015 termasuk dalam kategori cukup. Hal ini membuktikan bahwa dengan pemberian beasiswa siswa sebesar 240.000,-/bulan (Rp. 2.880.000/tahun) setiap bulannya dapat dimanfaatkan cukup baik oleh siswa. Untuk lebih jelasnya pemanfaatan beasiswa yang digunakan oleh siswa di SMK Negeri 4 Jakarta tergambar pada diagram pie dibawah ini:
Gambar 4.2 Diagram Pie Pemanfaatan Beasiswa
47
Hasil wawancara dengan Pak Toga, pada tanggal 27 Mei 2016
34%
41% 25%
PEMANFAATAN BEASISWA
Dana (tr asnpor t, ser agam, dll) Buku-buku sumber
Berdasarkan wawancara dengan guru di SMK Negeri 4 Jakarta, bahwa hasil belajar siswa khususnya penerima beasiswa KJP lebih terlihat pada sikap dan prilaku mereka yang lebih disiplin dibanding sebelum menerima beasiswa KJP. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Pak Toga bahwa “… beasiswa dapat dihentikan/dicabut jika siswa tidak mematuhi aturan dan berprilaku tidak baik”.48 Dalam hal tersebut, beasiswa dapat memberikan pengaruh berupa motivasi untuk berprilaku lebih baik.
Di samping itu, pengaruh pemberian beasiswa juga bisa terlihat dari tingkat kehadiran siswa. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dokumen rekapan kehadiran siswa di sekolah. Setelah studi dokumen hasil dari tingkat kehadiran peserta didik penerima beasiswa KJP di tahun 2015 secara keseluruhan terdapat perbedaan bahwa tingkat kehadiran yang menyatakan bahwa terjadi peningkatan sebesar 0,52% dibanding sebelum menerima beasiswa. Peningkatan tersebut dapat terlihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 4.3 Tingkat Kehadiran Siswa
Selain itu, dari hasil analisis dokumentasi kegiatan ekstrakulikuler kepramukaan siswa penerima beasiswa terlihat perbedaan yakni dari baik dalam
48
Hasil wawancara dengan Bapak Togarotop, pada tanggal 27 Mei 2016
99.00% 99.10% 99.20% 99.30% 99.40% 99.50% 99.60% 99.70% 99.80% 99.90% Sebelum sesudah Series1
memahami dasar-dasar kepramukaan hingga menjadi mampu menunjukan sikap kerjasama dalam tim. Bukan hanya ekstrakulikuler kepramukaan saja namun, ekstrakulikuler bimbingan konseling memiliki perbedaan siswa dari baik dalam mengenal dunia SMK dan Jurusannya menjadi mampu dalam mengenal lapangan pekerjaan dan memiliki pegalaman lebih untuk meningkatkan kompetensi diri.
Selanjutnya hasil analisis yang telah dilakukan untuk melihat hubungan pemanfaatan beasiswa dengan hasil belajar dilihat dari harga perhitungan koefisien korelasi (r) adalah 0,446 pada kategori sedang dengan kriteria rhitung ≥ rtabel = (0,446 ≥ 0,3338) maka, H0 ditolak H1 diterima. Dengan demikian dapat ditarik kesimpul bahwa terdapat hubungan positif antara pemanfaatan beasiswa dengan hasi belajar, dan jika di persentasikan besaran pengaruh pemanfaatan beasiswa yakni (0,446² x 100%) = 19,89%. Artinya, pemanfaatan beasiswa dapat mempengaruhi hasil belajar dengan presentase 19,89%.
Setelah itu untuk melihat signifikansi pengaruh pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar siswa dilihat dari nilai UAS dan dilakukan uji t dari hasil analisis tersebut bahwa thitung ≥ ttabel (2,862 ≥ 2,03452) maka, H0 ditolak dan H1
diterima. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar siswa setelah menerima beasiswa tahun 2015. Jadi hipotetis yang dikemukakan (Bab II hal 33) Pemanfaatan beasiswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa terbukti.