• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pemanfaatan Beasiswa Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMK Negeri 4 Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Pemanfaatan Beasiswa Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMK Negeri 4 Jakarta"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PEMANFAATAN BEASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

DI SMK NEGERI 4 JAKARTA

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Sebagai Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Manajemen Pendidikan (S.Pd)

Oleh: Syarifatul Hilwa

1112018200007

JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i ABSTRAK

Syarifatul Hilwa, 2016. Pengaruh Pemanfaatan Beasiswa Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMK Negeri 4 Jakarta. Jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh beasiswa Kartu Jakarta Pintar terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Negeri 4 Jakarta yang menerima beasiswa pada tahun 2015 dengan jumlah 322 siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasi antara variabel pemanfaatan beasiswa dengan variabel hasil belajar siswa, didapatkan harga rhitung sebesar 0,446. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai sebesar thitung(2,862)≥ ttab (2,034), maka H0 ditolakdan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar siswa.

(7)

ii ABSTRACT

Syarifatul Hilwa, 2016. The Influence Of Scholarships On Student Learning Outcomes in SMK Negeri 4 Jakarta. Education Management Department, Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Syarif Hidayatullah

State Islamic University of Jakarta.

This study attempts to look for influence of Jakarta Smart Card

scholarships to student learning outcomes. The method used in this study was

correlational descriptive method. The populations in this study are all students of

SMK Negeri 4 Jakarta who received scholarships in 2015 with the number of 322

students. Based on the analysis of correlation between utilization of scholarship

variablewith student learning outcomesvariable, obtained rcount value of 0.446.

From the calculations, the value of tcount (2,862) ≥ ttab (2,034. It means that H0

rejected and H1 accepted. It can be concluded there is an influence on the

utilization of the scholarship to the student.

(8)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan hidayah yang diberikan sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Dalam penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemanfaatan Beasiswa Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMK Negeri 4 Jakarta” penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan namun demikian penulis berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari kekurangan tersebut.

Tidak dipungkiri selama proses penyusunan penulis banyak menerima bantuan baik moril maupun materil dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak yang telah membantu. Semoga atas bantuan yang diberikan senantiasa mendapatkan pahala dan keridhoan Allah SWT. Khususnya kepada:

1. Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Dr. Hasyim Asy’ari, M.Pd. Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Drs. Dindin Sobiruddin, M.Kom. Dosen pembimbing I yang selalu

meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan arahan, nasihat, solusi dan motivasi sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. 4. Dr. H. Marzuki, M.Ag. Dosen pembimbing II yang selalu memberikan

semangat untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

5. Drs. Rusydy Zakaria, M.Ed., M.Phil. Dosen pembimbing akademik yang selalu meluangkan waktunya untuk memberikan arahan, nasihat dan motivasi untuk menyelesaikan perkuliahan dengan baik.

(9)

iv

7. Bapak dan Ibu Guru SMK Negeri 4 Jakarta, serta bagian tata usaha. Khsusnya kepada: Abdul Basit, M.Pd, Anggiat Togatorop, S.Pd, Dra. Enni Relawati, Puput Yulianti, A.Md, Afit Sutiyawan, S.Pd. Yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk menjadi sumber data dan membantu mencari informasi lebih banyak terkait masalah yang sedang diteliti.

8. Ayahanda Abdul Wadud, terimakasih telah mengajarkan arti integritas moral, akhlak, agama, mendidik dan menasehati serta mendukung baik moril maupun materi. Sehingga penulis bisa terus berusaha keras memperjuangkan apa yang dicita-citakan.

9. Ibunda Daharoh, Ibu yang luar biasa tanpa henti menasehati dan menyertai langkah penulis dengan doa terbaik, dan selalu menguatkan hingga penulis mampu menyelesaikan studinya.

10. Adik tercinta Zahwatul Aini, beserta saudara-saudaraku Masolehatul Abadiyah S.Pd.i, Rohmawati S.Pd, Halimah Tu’sadiah, M.Lutfi H.S, Bahruddin, S.Pd.i, Chairul Anwar, A.Md, Ruslan Hafid, Aini Nariyah, Nurseha, Zainatul Aufa, Azka Farhani, Haris Muzanni, Hasyim, Ari Romadhoni terimakasih telah memberikan motivasi, semangat serta doa-doanya hingga penulis mampu menyelesaikan studi.

11. Sahabat-sahabatku Ika Oktavianti, S.Pd, Annisa Rizkiana, Siti Syamsiyah, S.Ag, Nurul Zuliyanti,Nur Fitriani, Septi Nur Khikmah, Iyan Cahriani, Ummu Kulsum Andi Lajeng, Nurul Latifah, S.Kom.i,Fadhilah Nur Rohmah, Sri Astuti, Masnah, Nur Aspia Ilahi May Duha, Dany Pasuka Dewa, S.ST, Vivit Noviyanti, Imam Daud, Suriya, Alaika Fitriyah, Ade Ira Nurjanah, S.Pd,Qurotul Aina, S.Pd,Mutia Anggraeni,terimakasih telah bertukar pikiran dan membantu dalam mendapatkan inspirasi serta sumber hingga penulis mampu menyelesaikan skripsinya.

(10)

v

inspirasi dalam penulisan skripsi serta memberikan pengalaman yang berharga selama masa pendidikan penulis.

13. Seluruh teman-teman angkatan 2012/2013 Manajemen Pendidikan, baik group Hayaters, Power Ranger, Bunglon FC, semoga Allah memberikan kemudahan dan kesempatan untuk meraih cita-cita yang kita inginkan. Serta kepada pihak-pihak yang membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, namun tidak mengurangi rasa hormat.

Akhirnya penulis berharap semoga amal baik dari semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini mendapatkan limpahan pahala dan rahmat dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang konstruktif tetap penulis harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Jakarta, 20 Desember 2016

(11)

vi DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEl ... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 9

C. Pembatasan Masalah ... 9

D. Perumusan Masalah ... 9

E. Tujuan Penelitian ... 10

F. Manfaat Penelitian ... 10

BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Deskripsi Teori ... 11

1. Beasiswa ... 11

2. Sistem Pelaksanaan dan Pengawasan Beasiswa KJP ... 16

3. Tujuan dan Manfaat Beasiswa ... 21

4. Evaluasi Hasil Belajar ... 23

a. Pengertian Belajar ... 23

b. Pelaporan Hasil Evaluasi ... 27

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... 28

C. Kerangka Berfikir ... 29

D. Hipotesis Penelitian ... 30

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 31

B. Metode Penelitian ... 31

(12)

vii

1. Populasi ... 32

2. Sampel ... 32

D. Variabel dan Data Penelitian 1. Variabel ... 32

2. Data ... 32

E. Teknik Pengumpulan Data ... 33

F. Instrumen Penelitian ... 34

G. Analisis Instumen ... 35

1. Uji Validitas ... 35

2. Reabilitas Instrumen ... 36

H. Teknik Analisis Data ... 36

1. Deskripsi Data ... 37

2. Uji Persyaratan Analisis ... 37

I. Hipotesis ... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Objek Penelitian ... 41

1. Sejarah Singkat SMK Negeri 4 Jakarta ... 41

2. Profil Sekolah ... 42

3. Visi dan Misi ... 43

4. Keadaan Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan ... 43

5. Struktur Organisasi ... 46

B. Hasil Penelitian ... 46

1. Deskripsi Data Penelitian ... 47

a. Deskripsi Data Pemanfaatan Beasiswa ... 47

b. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa ... 49

2. Uji Persyaratan Analisis ... 52

C. Pengujian Hipotesis ... 54

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 56

(13)

viii BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 61

B. Saran ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 63

(14)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel. 1.1 : Hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2011 ... 3

Tabel. 1.2 : Penerima Beasiswa KJP Tahun 2015 ... 5

Tabel. 2.1 : Unit Biaya Personal Satuan Pendidikan ... 16

Tabel. 2.2 : Mekanisme Pengawasan Beasiswa ... 19

Tabel. 2.3 : Pelanggaran dan Sangsi ... 20

Tabel. 3.1 : Pelaksanaan Penelitian Pemanfaatan Beasiswa KJP terhadap Hasil Belajar Siswa... 31

Tabel. 3.2 : Kisi-kisi Instrumen Angket Penelitian ... 34

Tabel. 3.3 : Daftar Skor Jawaban Setiap Pertanyaan Berdasarkan Sifatnya ... 35

Tabel. 3.4 : Interpretasi Koefisien Korelasi ... 39

Tabel. 4.1 : Keadaan Siswa 3 Tahun Terakhir ... 43

Tabel. 4.2 : Data Prestasi Tahun 2015 ... 44

Tabel. 4.3 : Lulusan 3 tahun terakhir ... 44

Tabel. 4.4 : Profil Tenaga Pendidik ... 45

Tabel. 4.5 : Profil Tenaga Kependidikan ... 45

Tabel. 4.6 : Analisa Deskriptif ... 47

Tabel. 4.7 : Distribusi Frekuensi Skor Pemanfaatan Beasiswa ... 48

Tabel. 4.8 : Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Sebelum Menerima Beasiswa KJP ... 50

Tabel. 4.9 : Distribusi Frekuensi Skor Hasil Belajar Sesudah Menerima Beasiswa KJP ... 51

Tabel. 4.10 : Hasil Uji Normalitas ... 52

Tabel. 4.11: Hasil Uji Linearitas ... 53

(15)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar. 2.1 : Skema Kerangka Berfikir ... 30

Gambar. 4.1 : Struktur SMK Negeri 4 Jakarta ... 46

Gambar. 4.2 : Diagram Pie Pemanfaatan Beasiswa ... 57

(16)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Instrumen Angket Penelitian ... 65

Lampiran 2 : Tabulasi Data Angket Uji Coba Penelitian ... 69

Lampiran 3 : Validitas Butir Instrumen ... 71

Lampiran 4 : Reliability Instrumen ... 73

Lampiran 5 : Tabulasi Angket Penelitian ... 74

Lampiran 6 : Data Variabel Penelitian ... 76

Lampiran 7 : Analisa Deskriptif ... 77

Lampiran 8 : Uji Persyaratan Analisis ... 82

Lampiran 9 : Uji Hipotesis ... 83

Lampiran 10 : Pedoman Wawancara ... 84

Lampiran 11 : Responden ... 88

Lampiran 12 : Absensi Kehadiran ... 89

Lampiran 12 : Tabel t ... 90

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini telah mempercepat modernisasi dalam segala bidang. Percepatan modernisasi di era globalisasi ini menjadi aspek yang sangat diperhatikan, terlebih percepatan modernisasi menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) untuk lebih profesional. Dalam menghadapi tantangan perkembangan modernisasi yang berjalan begitu cepat, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu komponen penting dalam menghadapi tantangan perkembangan modernisasi di era globalisasi.Salah satu upaya dalam mengembangkan dan meningkatkan SDM yang berkualitas adalah dengan pendidikan. Pendidikan ialah usaha yang dilakukan untuk memberikan pembelajaran dan bekal pada masyarakat agar mampu bertahan dan bersaing dalam kehidupannya kelak.

Berbicara mengenai pendidikan, khususnya pendidikan formal sangat erat hubungannya dengan pembiayaan pendidikan. Bisa dikatakan biaya pendidikan merupakan salah satu instrumen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tanpa adanya biaya aktivitas belajar-mengajar akan terhambat. Biaya (cost) merupakan jenis pengeluaran yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik dalam bentuk uang, barang maupun tenaga. Biaya pendidikan itu sendiri berasal dari tiga sumber yaitu pemerintah, masyarakat dan keluarga siswa.

(18)

ditanggung keluarga digunakan untuk membiayai berbagai komponen kegiatan pendidikan seperti membeli seragam sekolah, buku, tas, kegiatan ekstra-kulikuler, transportasi, uang jajan dan lain sebagainya.

Dewasa ini biaya pendidikan sekolah dapat dikatakan cukup mahal, dan mahalnya biaya pendidikan serta ekonomi keluarga yang tidak mencukupi dengan pendapatan orang tua yang pas-pasan, nampaknya hal ini membuat siswa sulit untuk bertahan dalam proses pendidikan. Hingga akhirnya siswa terpaksa meninggalkan pendidikannya atau dengan kata lain putus sekolah demi membantu orang tua untuk bekerja guna mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Hal terbut masih bisa ditemukan di Kota besar seperti DKI Jakarta khususnya Jakarta Utara.

Rendahnya partisipasi pendidikan khususnya pada kelompok miskin adalah tingginya biaya pendidikan. Biaya pendidikan yang dimaksud adalah biaya pendidikan langsung maupun biaya pendidikan tidak langsung. Menurut panduan pelakasanaan beasiswa miskin biaya langsung meliputi antara lain iuran sekolah, buku, seragam, dan alat tulis, sementara biaya tidak langsung meliputi antara lain biaya transportasi, kursus, uang saku, dan biaya lainnya1. Senada dengan kutipan tersebut masih dijumpai adanya sekolah yang membebankan iuran atau pungutan kepada siswa/orang tua wali murid untuk membeli buku paket/sumber, seragam, dan kebutuhan sekolah lainnya.

Beberapa ketentuan peratuan yang mendukung pemberian bantuan biaya pendidikan menurut buku Pedoman Perogram Beasiswa 2009 yaitu Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Bab V pasal 12 (1.c), menyebutkan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapat beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya.2

Bantuan biaya atau beasiswa umumnya diberikan kepada siswa yang berprestasi tetapi kurang mampu dalam hal ekonomi. Beasiswa ini memiliki ketentuan yang beragam sesuai dengan tujuan beasiswa itu sendiri. Pemberian

1Panduan Pelaksanaan Beasiswa Miskin (BSM), (Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional

Direktoroat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, 2010), h. 1.

2 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta:

(19)

beasiswa semata-mata bukan hanya memberikan kemudahan dalam mengakses pendidikan tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat berprestasi lebih baik lagi. Pemberian beasiswa juga dapat memberikan peluang bagi siswa miskin agar dapat melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi lagi bantuan untuk siswa miskin sering disebut dengan Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Berdasarkan hasil pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011 tercatat data penduduk Provinsi DKI Jakarta kategori 40% rumah tangga Indonesia berpenghasilan terendah sebanyak 332,465 ribu jiwa yang termasuk dalam usia sekolah (7-18 tahun) dengan rincian sebagai berikut:3

Tabel. 1.1 Hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2011

Usia

84.830 49.913 32.176 3.467 170.386 Setara SD/SDLB/MI

13-15

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta

Disamping itu salah satu langkah stratgis khususnya pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dalam mengakses pendidikan ialah dengan memberikan Kartu Jakarta Pintar pada warga DKI Jakarta. Kartu Jakarta Pintar (KJP) adalah program strategis untuk memberikan

3 Pedoman Bantuan Biaya Personal Pendidikan (BBPP) bagi Peserta Didik dari Keluarga

(20)

akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut tertuang pada Peraturan Gubernur nomor 174 Tahun 2015 tentang Pemberian Bantuan Biaya Personal Pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar.

Kartu Jakarta Pintar (KJP) diberikan kepada siswa kurang mampu melalui Kartu yang diterbitkan oleh Bank DKI yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar dapat memberikan keringanan dan kemudahan dalam mengakses pendidikan. Di sisi lain KJP juga menjadi sarana dalam memenuhi kebutuhan siswa dalam menempuh masa pendidikannya. Guna memperoleh KJP dengan benar hal yang perlu diketahui oleh mayarakat adalah bagaimana prasyarat, tahapan dan proses pemberian Kartu Jakarta Pintar itu sendiri.

Tahap dalam penerimaan Kartu Jakarta Pintar yaitu dengan cara sekolah memilih siswa yang kurang mampu dan mendaftarkannya, dalam mendaftarkan terdapat proses verifikasi terhadap kebenaran tersebut dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga meminimlaisir terjadinya penyimpangan penyalah gunaan dana KJP serta proses pemberian dana yang diberikan langsung kepada siswa yang bersangkutan.

Pemberian KJP ini diberikan kepada siswa kurang mampu yang bersekolah di DKI Jakarta, artinya bukan hanya untuk warga asli DKI Jakarta saja yang dapat menerima KJP, tetapi warga bukan asli DKI Jakarta juga bisa mendapatkannya. Tentunya dengan syarat dan ketentuan bahwa siswa berdomisili di DKI Jakarta dan siswa yang akan mendapatkan KJP aktif di sekolah yang berada di DKI Jakarta dan siswa tersebut kurang mampu dalam ekonominya.

(21)

Tabel. 1.2 Penerima Beasiswa KJP Tahun 2015

NO JURUSAN KELAS JUMLAH

1 Tek. Konstruksi Batu dan Beton XI, XII 20 2 Tek. Furniture XI, XII 42 3 Tek. Audio Video XI, XII 37 4 Tek. Elektronoka Industri XI, XII 14 5 Tek. Instalasi Tenaga Listrik XI, XII 36 6 Tek. Pemesinan XI, XII 28 7 Tek. Kendaraan Ringan XI, XII 42 8 Tek. Ototronik XI, XII 8 9 Tek. Mekatronika XI, XII 24 10 Tek. Pengelasan XI, XII 13 11 Tek. Fablikasi Logam XI, XII 19 12 Tek. Komputer dan Jaringan XI, XII 29

TOTAL 322

Sumber : Dokumentasi Daftar Penerima Beasiswa KJP SMK Negeri 4 Jakarta

(22)

Permasalahan lain yang timbul ialah dalam sistem pencalonan siswa penerima beasiswa KJP. Hal tersebut diutarakan oleh pihak sekolah mengenai keluhan pihak sekolah terhadap sistem penetapan tanggal pemberkasan file calon penerima beasiswa KJP yang dirasa terlalu cepat. Keluhan tersebut mengungkapkan bahwa jangka waktu yang diberikan oleh Pemerintah Daerah hanya 4 hari untuk menginput data calon penerima beasiswa. Nyatanya, dalam pengimputan data tersebut banyak kendala yang dialami salah satunya adalah siswa masih belum bisa menyerahkan persyaratan SKTM yang diperoleh dari kelurahan setempat, karena alasan bahwa RT/RW sedang tidak ada di tempat dan masih banyak alasan yang diberikan siswa terkait pengumpulan berkas.

Di sisi lain, guna ketepatan dalam pencapaian sasaran penyeleksian penerimaan bantuan dana beasiswa KJP di SMK Negeri 4, Pihak sekolah mengadakan survei lapangan dan juga uji berkas terhadap siswa yang mengajukan beasiswa. Dalam proses penyeleksian yang dilakukan oleh SMK Negeri 4 Jakarta adanya temuan bahwa calon penerima KJP yang berasal dari keluarga yang terbilang cukup mampu. Hal ini dapat dikatakan telah penyeleksian yang dilakukan olek SMK Negeri 4 cukup baik, namun tidak memungkiri bahwa adanya kemungkinan hal tersebut terulang kembali atau bahkan lolos seleksi.

(23)

mendorong masyarakat untuk bersikap menerima tanpa terlebih dahulu berusaha karena bantuan biaya diberikan langsung tanpa adanya dorongan untuk dapat memperbaiki dan berusaha lebih agar segala sesuatunya dapat terpenuhi dengan hasil usaha sendiri. Dengan kata lain, pemberian beasiswa bagi masayarakat kurang mampu belum mencapai tingkat optimalisasi sumber daya untuk mendukung produktivitas.

Dampak positif lain dari pemberian beasiswa KJP bagi siswa sendiri yaitu terpenuhinya kebutuhan siswa khususnya biaya personal yang dibebankan kepada siswa dalam dunia pendidikan seperti sergam sekolah, tas, sepatu, buku, transportasi, gizi serta ekstrakulikuler sehingga hasil belajar siswa baik akademik maupun non akademik dapat meningkat. Selain itu, pemberian beasiswa ini dapat memotivasi siswa untuk bersikap dan bertindak lebih baik, karena setelah menerima bantuan beasiswa KJP siswa tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar aturan sekolah seperti berkelahi/tauran, merokok, drugs, minuman keras dan lain sebagainya yang akan berakibat pemutusan beasiswa KJP.

Pada dasarnya pemberian beasiswa KJP adalah untuk memberikan kemudahan siswa dalam mengakses pendidikan guna meningkatkan hasil belajar sehingga prestasi belajar meningkat. Untuk itu, pemberian bantuan biaya atau beasiswa adalah salah satu cara untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia hingga dapat bersaing dalam era globalisasi sekarang ini. Pemberian beasiswa guna memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang profesional memberikan peluang bagi siswa untuk dapat mengeksplor kemampuan diri dan dapat memaksimalkan bantuan yang telah diberikan dengan memanfaatkan bantuan secara efektif dan tepat sasaran hingga siswa dapat menyelesaikan studinya.

(24)

Universitas Djadajat, STIP, Universitas Penerbangan, Universitas Jayabaya dan Universitas lainnya.

Selain itu, prestasi yang telah diraih oleh SMK Negeri 4 Jakarta ini baik lokal maupun nasional, yaitu juara pertama pada ajang LKS networking support tingkat Jakarta Utara sampai Nasional, yaitu di bidang lomba Refrigeration, CADD, Cabinet Making, Pattern Making, CNC Milling. Prestasi lainnya Juara dua bidnag lomba Production Machine, Commercial Wirring, Cabiner Making, Mould Making. Dan juara ketiga pada bidang lomba refregeration, Joinery, Elektronik Aplication, Industrial control, Auto CAD. Dengan demikian SMK Negeri 4 Jakarta menjadi sekolah yang paling banyak mendapatkan piala kejuruan.

Dengan keunggulan tersebut pastinya tidak luput dari adanya dukungan orangtua, sekolah juga masyarakat dukungan tersebut berupa materi dan non materi. Peran penting orang tua dalam memberikan fasilitas untuk menyekolahkan anaknya hingga selesai menjadi fokus penelitian. Terlebih Pemerintah DKI Jakarta telah menetapkan kebijakan tentang pemberian bantuan beasiswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa Jakarta dengan mengeluarkan Kartu Jakarta Pintar.

Dengan diberikannya bantuan beasiswa Kartu Jakarta Pintar diharapkan dapat membatu meringkankan beban orang tua dalam memberikan fasilitas pendidikan kepada anaknya seperti buku, alat tulis, seragam, sepatu, tas, transport, hingga biaya non akademis seperti ekstra kulikuler, makan (jajan) dan lain sebagainya.

Dengan permasalahan yang telah dipaparkan di atas, penulis ingin mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian beasiswa Kartu Jakarta Pintar terhadap hasil belajar siswa. Oleh sebab itu, penulis mengadakan penelitian yang berjudul

“PENGARUH PEMANFAATAN BEASISWA KARTU JAKARTA PINTAR

(25)

B.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis mengidenfikasi permasalahan penelitian sebagai berikut:

1. Kurang tepatnya pemanfaatan beasiswa yang diberikan kepada siswa.

2. Kurang tepatnya sasaran dalam pemeberian beasiswa terkait dengan penggunaan beasiswa.

3. Kurangnya sosialisasi dalam menggunakan dana beasiswa yang diberikan sehingga masyarakat menggunakan KJP dengan dan tanpa pertimbangan yang matang membelanjakan atau bahkan memindah tangankan kartu tersebut.

4. Sulitnya sistem dalam menggunakan KJP karena toko yang menggunakan alat EDC terbatas.

C.

Pembatasan Masalah

Agar pembahasan hasil penelitian ini tidak terlalu luas dan terarah, maka penulis membatasi permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut:

1. Pemanfaatan Beasiswa Kartu Jakarta Pintar oleh siswa di SMK Negeri 4 Jakarta

2. Masalah tersebut dikaitkan dengan Hasil belajar siswa yang akan diukur dengan menggunakan nilai siswa (UTS, UAS, raport) sebelum dan sesudah menerima Kartu Jakarta Pintar.

D.

Perumusan Masalah

(26)

E.

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah sebagai adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pemanfaatan beasiswa Kartu Jakarta Pintar terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 4 Jakarta.

F.

Manfaaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, diantaranya: 1. Untuk Pemerintah DKI Jakarta : Hasil penelitian ini dapat dijadikan evaluasi

bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pemberian beasiswa agar lebih baik lagi dan sebagai sarana pemberian informasi mengenai pemanfaatan beasiswa Kartu Jakarta Pintar di SMK Negeri 4 Jakarta.

2. Untuk Sekolah: Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekolah khususnya yang berkaitan dengan beasiswa, yaitu pemanfaatan dana secara efektif dan efisien serta mengalokasikannya secara tepat sesuai dengan skala prioritas untuk dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.

3. Bagi peneliti: untuk peneliti selanjutnya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai kajian serta acuan untuk mendalami dan mengembangkan konsep tentang pengaruh pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar.

(27)

11

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Teori 1. Beasiswa

Beasiswa dapat diartikan sebagai tunjangan atau biaya bantuan belajar yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa.4 Sedangkan menurut Erni Muniarsih Beasiswa diberikan kepada individu tertentu dan/atau organisasi tertentu yang memiliki keunggulan tertentu.

Dari dua pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa beasiswa merupakan sebuah bantuan baik berupa dana ataupun fasilitas yang diberikan oleh organisasi tertentu kepada siswa atau mahasiswa yang akan mengikuti pendidikan atau dalam masa pendidikan di sekolah untuk dimanfaatkan guna menunjang keberlangsungan pendidikan. Beasiswa juga bisa disebut sebagai tunjangan atau bantuan secara cuma-cuma yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan belajar.

Beasiswa dapat diberikan oleh pemerintah, perusahaan, organisasi, lembaga, atau yayasan. Adapun macam beasiswa yaitu berupa beasiswa prestasi, beasiswa bantuan dan beasiswa penuh. Lama ikatan instansi dalam hal memberikan beasiswa berbeda-beda, tergantung terhadap dinas yg memberikan beasiswa tersebut. Beasiswa yang diberikan kepada siswa atau mahasiswa biasanya berupa dana untuk memenuhi biaya ongkos yang harus dikeluarkan selama menempuh masa pendidikannya di tempat yang mereka inginkan.

Beasiswa digunakan untuk memberikan keringanan dalam studinya seperti membayar SPP, membeli buku, sepatu, tas serta kebutuhan akademik lainnya. Beasiswa ini bertujuan untuk membantu siswa atau mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan lebih tinggi atau menunjang biaya pendidikan pada proses pembelajaran. Bantuan beasiswa biasanya diberikan kepada siswa yang

4

(28)

berbakat dan berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik agar dapat memberikan motivasi berprestasi lebih dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Adapula beasiswa yang diberikan untuk siswa yang kurang mampu atau sering disebut dengan Bantuan Siswa Miskin (BSM). Beasiswa ini bertujuan untuk memberantas angka putus sekolah.

Menurut Martha K. (2016) ada beberapa jenis beasiswa yaitu: a. Beasiswa Atletik

Beasiswa ini biasanya diberikan oleh universitas tempat calon penerima beasiswa terdaftar. Mereka merekrut mahasiswa yang memiliki kemampuan lebih dibidang olahraga, terutama cabang olah raga atletik, untuk dijadikan atlet tim universitas yang akan mewakili universitas mengikuti berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

b. Beasiswa Bantuan

Sesuai dengan namanya, beasiswa ini diberikan untuk membantu mahasiswa atau calon mahasiswa yang kurang beruntung secara ekonomi, namun memiliki prestasi, terutama prestasi dibidang akademik.

c. Beasiswa Penghargaan

Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik terbaik sebagai bentuk penghargaan. Oleh karena itu, beasiswa ini juga sering disebut beasiswa prestasi akademik. Beasiswa ini bisa didapatkan setelah calon penerima beasiswa menjadi mahasiswa di universitas pemberi beasiswa dengan syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai syarat yang ditetapkan, misalnya IPK diatas 3,00 atau 3,50.

d. Beasiswa Nonakademik

Beasiswa ini hampir mirip dengan beasiswa atletik. Selain diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi dibidang olahraga, beasiswa ini juga diberikan kepada calon mahasiswa yang berprestasi di bidang seni.

e. Beasiswa Sebagian

Program beasiswa yang satu ini hanya menanggung sebagian biaya pendidikan yang dibutuhkan mahasiswa. Biasanya biaya pendidikan yang ditanggung dalam program ini misalnya biaya kuliah dan biaya buku saja. f. Beasiswa Penuh

Beasiswa penuh memberikan dana secara penuh untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa penerima beasiswa selama menempuh pendidikan tinggi, yang meliputi biaya hidup, akomodasi, biaya pendidikan, biaya buku dan penelitian, biaya perjalanan dan juga asuransi.

g. Beasiswa Teaching Assistantship (TA)

Beasiswa ini diberikan sebagai upah karena telah membantu dosen atau upah sebagai asisten dosen.

(29)

Beasiswa penelitian hampir sama konsepnya dengan beasiswa

teachingassistanship, namun lebih fokus pada penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa atau dosen dari perguruan tinggi penyedia beasiswa.

i. Beasiswa Proyek PhD

Beasiswa ini diberikan pada kelompok penelitian yang terdiri dari mahasiswa atau penelitian setingkah PhD yang dilakukan oleh dosen atau profesor dari perguruan tinggi pemberi beasiswa.

j. Beasiswa Ikatan Dinas

Ikatan dinas artiya penerima beasiswa harus bekerja dalam jangka waktu tertentu di perusahaan pemberi beasiswa begitu pendidikannya selesai. Dengan kata lain, penerima ikatan dinas akan mendapat jaminan bekerja begitu selesai kuliah.

k. Beasiswa Pemerintah

Beasiswa yang langsung dari pemerintah atau lembaga-lembaga pemerintahan Indonesia. Seperti yang kitaketahui banyak sekali lembaga yang memiliki program beasiswa dengan tujuan membantu mencerdaskan generasi penerus bangsa.

l. Beasiswa yang Berasal dari Negara Maju

Ada banyak negara maju yang menjalin kerjasama dengan Indonesia dalam hal peningkatan mutu pendidikan, salah satunya dengan cara menyediakan program beasiswa.

m. Beasiswa dari Perusahaan Swasta

Di Indonesia, ada banyak perusahaan yang memiliki program

Coorporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan meningkatkan bidang pendidikan bagi masyarakat umum, terutama bagi generasi muda yang merupakan bibit unggul dalam bidang tertentu.

n. Beasiswa dari Yayasan atau Organisasi

Beasiswa dari yayasan atau organisasi juga terbagi dalam banyak jenis sesuai dengan fokus mereka pada bidang tertentu, seperti berdasarkan sosial budaya, akademik, keagamaan, atau berdasarkan latar belakang penerima beasiswa. Contoh beasiswa yayasan misalnya: beasiswa dari Habiebie Center atau beasiswa Supersemar.5

Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV Pasal 6 ayat (1) bahwa “setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar”.6 Dalam kaitannya dengan Undang-Undang tersebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkannya hingga peraturan wajib belajar pada undang-undang tersebut dinaikan hingga pada tahap 12 tahun belajar atau sama dengan tingkatan SMA/SMK sederajat. Maka dari itu, ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IV pasal 5 ayat (1), dengan

5

Martha K, 100++ Beasiswa S-1 Favorit dalam Negeri di Universitas Pilihan, (Jakarta:

PT. Grasindo, 2016), h. 1- 6. 6

(30)

menyatakan bahwa, “warga masyarakat yang berusia 7 sampai 18 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar sampai tamat”.7

Dan selanjutnya pada Bab yang sama pada pasal 16 huruf (f) mengatakan bahwa, “pemerintah daerah wajib menyediakan dana guna terselenggaranya wajib belajar 12 tahun khususnya bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu dan anak terlantar”.8 Dengan demikian, berdasarkan peraturan daerah tersebut pemerintah dalam upayanya untuk menjamin seluruh warga DKI Jakarta usia sekolah agar mendapatkan akses pelayanan pendidikan minimal sampai jenjang pendidikan menengah atas, atau sama dengan mewujudkan program wajib belajar 12 tahun, pemerintah memberikan bantuan dan menetapkan kebijakan dengan memberikan dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dan Biaya Persoanal Siswa Miskin (BPSM). Kebijakan pemberian BPSM tersebut Pemerintah menyalurkannya melalui program Kartu Jakarta Pintar atau bisa disingkat dengan KJP.

Kartu Jakarta Pintar adalah kartu yang diterbitkan Pemerintah Daerah yang diberikan kepada peserta didik untuk memperoleh biaya operasional pendidikan yang bersumber dari beasiswa rawan putus sekolah.9 Bantuan biaya personal pendidikan ini diperuntukan kepada peserta didik tidak mampu/miskin guna memenuhi kebutuhan personal pendidikan seperti seragam, sepatu, tas, biaya transpotrasi sekolah, buku, alat tulis, makanan tambahan dan, biaya kegiatan ekstakulikuler.10

Pemberian beasiswa Kartu Jakarta Pintar bukan hanya diberikan kepada warga asli Jakarta. Namun, untuk warga yang bukan asli dari wilayah DKI Jakarta juga dapat memperoleh Kartu Jakarta Pintar dengan catatan bahwa peserta didik sedang berada atau sedang mengikuti proses pembelajaran di SMA atau SMK yang berada di DKI Jakarta. Dan pertimbangan lainnya seperti kualifikasi prestasi akademik peserta didik yang baik dan tidak dibawah standar, kemampuan ekonomi orang tua/wali peserta didik, serta kemampuan keuangan daerah.11

7

Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan, (Jakarta: Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 2006), h. 7

8

ibid. h. 10 9

Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 190 Tahun 2012 Tentang Pemberian Bantuan Biaya Personal Pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Bagi Peserta didik dari Keluarga Tidak Mampu/Miskin Melalui Kartu Jakarta Pintar, (Jakarta: Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 2012), h. 3

10 Ibid 11

(31)

Kartu Jakarta Pintar diadakan untuk siswa dari keluarga miskin/tidak mampu. Dalam hal ini peserta didik mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang dinyatakan tidak mampu/miskin secara materi ataupun penghasilan orang tua yang tidak memadai dalam memenuhi kebutuhan primer pendidikan seperti baju seragam, sepatu, tas sekolah, makanan tambahan, transportasi serta biaya ekstrakulikuler.

Adapun alokasi dana Kartu Jakarta Pintar sebagai berikut: a. Peserta didik dari sekolah negeri BPP per bulan.

-SD/Sederajat Rp. 210.000,- -SMP/Sederjat Rp. 260.000,- -SMA/Sederajat Rp. 375.000,- -SMK/Sederajat Rp. 390.000,-

-PKBM Rp. 210.000,-

b. Peserta didik dari sekolah swasta BPP dan SPP

-SD/Sederajat Rp. 210.000,- dan Rp. 130.000,- -SMP/Sederajat Rp. 260.000,- dan Rp. 170.000,- -SMA/Sederajat Rp. 390.000,- dan Rp. 275.000,- -SMK/Sederajat Rp. 390.000,- dan Rp. 240.000,-12

Kuota peserta didik calon penerima Bantuan Biaya Personal Pendidikan melalui KJP Tahun 2015 berjumlah 489.150 peserta didik, dengan rincian 291.900 (59,67%) calon penerima KJP dari sekolah negeri dan 197.250 (40,33%) calon penerima dari sekolah swasta.13

Dalam pemenuhan kebutuhan bagi peserta didik yang mendapat Bantuan Biaya Personal Pendidikan (BBPP) pada rinciannya akan dipaparkan sebagai berikut :

12

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Petunjuk Teknis Bantuan Biaya Personal

Pendidikan Melalui Kartu Jakarta Pintar, (Jakarta, 2015), h. 11 13

(32)

Tabel. 2.1 Unit Biaya Personal Satuan Pendidikan14

No Unit

Kebutuhan

Tingkat Satuan Pendidikan per Tahun

SD/SDLB/MI SMP/SMPLB/

Jumlah Total Rp. 2.160.000,- Rp. 2.520.000,- Rp. 2.880.000

Sumber: Pedoman Bantuan Biaya Personal Pendidikan

2. Sistem Pelaksanaan dan Pengawasan Beasiswa KJP

(a) Syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi calon penerima Bantuan Biaya Personal Pendidikan sebagai berikut:

- Memiliki Kartu Keluarga Penduduk DKI Jakarta;

- Satuan Pendidikan mengusulkan peserta didik warga DKI yang bersekolah di Jakarta;

- Kasi Dikcam/Kantor Kemenag Kota mengusulkan nama peserta didik warga DKI yang bersekolah di luar DKI;

- Surat keterangan tidak mampu (SKTM).15

14

BBPP, Op. Cit., h. 10 15

(33)

(b) Tahapan dalam Proses Pengajuan KJP ialah sebagai berikut : (1) Pengajuan usulan KJP melalui :

- Satuan Pendidikan, wajib sudah dilakukan verifikasi dan atau peninjauan kepada peserta didik yang bersekolah di Jakarta.

- Kasi Dikcam/Kantor Kemenag Kota, wajib sudah dilakukan verifikasi dan atau peninjauan lapangan kepada peserta didik yang bersekolah di luar Jakarta.

(2) Selama 7 hari pengumuman daftar usulan dengan cara ditempel pada papan informasi di sekolah/kelurahan/kecamatan dengan bermaksud memberikan informasi dan untuk mendapatkan tanggapan langsung dari masyarakat (uji publik).

(3) Kepala Sekolah dan Seksi Dikcam/Kantor Kemenag Kota melakukan verifikasi dan/atau peninjauan lapangan khusus pada peserta didik yang diadukan atau terdapat pengaduan dikarenakan laporkan masyarakat terhadap peserta didik yang berasal dari keluarga mampu dan tidak layak mendapatkan KJP.

(4) Pengumuman calon penerima KJP setelah dilakukan verifikasi dan/atau peninjauan pasca terjadinya pengaduan masyarakat, dilakukan selama 3 hari kalender.

(5) Rekapitulasi daftar usulan yang dilakukan oleh :

- Satuan Pendidikan, menyerahkan rekapitulasi daftar usulan pada Suku Dinas Pendidikan bagi peserta didik warga DKI yang bersekolah di Jakarta.

- Kasi Dikcam, menyerahkan rekapitulasi daftar usulan kepada Suku Dinas Pendidikan bagi peserta didik SD, SMP, SMA, SMK warga DKI di luar DKI Jakarta.

- Kantor Kemenag Kota/Kabupaten, selanjutnya menyerahkan rekapitulasi daftar usulan kepada Kanwil Kemenag untuk peserta didik MI dan MTs warga DKI yang bersekolah di luar DKI

(34)

(6) Membuat surat usulan tertulis calon penerima bantuan sosial biaya personal pendidikan dilakukan oleh Suku Dinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag untuk peserta didik dari keluarga tidak mampu melalui KJP kepad Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.16

Mekanisme Penggunaan Kartu Jakarta Pintar disediakan oleh Pemerintah dengan bekerjasama dengan Bank DKI. Untuk menggunakan Kartu Jakarta Pintar harus memenuhi prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank DKI. Dalam penerbitan Kartu Jakarta Pintar beban kepada Bank DKI sesuai dengan perjanjian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang tertuang dalam pergub no 190 tahun 2012 BAB V Pasal 17 point (2) dan (3) bahwa biaya administrasi rekening tabungan sebesar Rp.1000,- (seribu rupiah) dan biaya pemeliharaan ATM sebesar Rp.1000,- (seribu rupiah) perbulan dibebankan pada penabung dengan cara mendebet tabungan.17

Pengendalian dan Pelaporan Kartu Jakarta Pintar dilakukan oleh Kepala Suku Dinas dengan mengadakan inspeksi terhadap SMA atau SMK yang bersangkutan melalui laoparan yang telah diberikan oleh kepala sekolah terkait kebenaran data dan informasi. Kepala Suku Dinas mengadakan inspeksi sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan atau sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan dalam pengendalian. Setelah Kepala suku dinas melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan anggaran dana selanjutnya kepala suku dinas akan melaporkan kepada Gubernur melalui Sekertaris Dareh sekurang-kurangnya 1 kali dalam 3 bulan.18

Selain itu pelaporan pembelajaan BPSM bagi siswa pemegang KJP siswa diwajibkan melaporkan penggunaan belanja BPSM setiap bulannya dalam bentuk laporan tertulis sebagai bentuk pelaporan sekaligus pertanggung jawaban penggunaan dana BPSM. Dengan diadakannya inspeksi 3 bulan sekali penyimpangan atau ketidak sesuaian penggunaan KJP dapat diminimalisir, dengan catatan pengendalian dan pelaporan ini rutin dilakukan dengan kenyataan yang terjadi.

16

Ibid, h. 12-13 17

Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 190 Tahun 2012 Tentang Pemberian Bantuan Biaya Personal Pendidikan Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Bagi Peserta didik dari Keluarga Tidak Mampu/Miskin Melalui Kartu Jakarta Pintar, (Jakarta: Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 2012), h. 8.

18

(35)

(c) Sistem pengawasan pembelanjaan KJP :

Tabel. 2.2 Sistem Pengawasan Beasiswa19

No Sasaran Pengawasan Petugas

Pengawas Dokumen Pendukung

1 Pembuatan rencana

pembelajaran Triwulan I, II, III, IV oleh siswa

Sekolah Rencana Belanja Siswa (RBS)

2 Penandatanganan surat pernyataan tentang kesediaan membelanjakan BBPP untuk pemenuhan kebutuhan sekolah oleh siswa dan orang tuanya.

5 Laporan pembelanjaan BBPP untuk seluruh siswa penerima KJP setiap Triwulan I, II, III, IV ke Sudin yang dilakukan oleh sekolah.

Sudin Laporan Sekolah tentang BBPP seluruh siswa pemegang KJP

19

(36)

(d) Jenis sangsi terhadap pelanggaran KJP :

Tabel. 2.3 Pelanggaran dan Sangsi20

No Jenis Pelanggaran Sanksi Tindak Lanjut 1 Bantuan Biaya Personal

Pendidikan (BBPP)

2 Bantuan Biaya Personal Pendidikan (BBPP) 3 Pemanfaatan dana Bantuan

Biaya Personal Pendidikan BBPP tersebut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan selanjutnya penerima Kartu Jakarta Pintar atau orang tua (wali) dapat langsung melakukan penarikan untuk dibelanjakan sesuai dengan ketetapan belanja tersebut hanya dapat dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan biaya personal peserta didik. Selanjutnya untuk pelaporan sekaligus pertanggung jawaban pengguna dana KJP yang dilakukan oleh siswa pemegang KJP dengan membuat laporan tertulis pembelanjaan Bantuan Biaya Personal Pendidikan setiap bulan diserahkan siswa kepada sekolah kemudian selanjutnya pihak sekolah (kepala Sekolah) akan melaporkan seluruh rekapitulasi penggunaan bantuan biaya pendidikan (BBPP) yang telah di gunakan oleh siswa dipaorkan kepada Sudin.

20

(37)

3. Tujuan dan Manfaat Beasiswa

Menurut M.Fadhli dalam Yono Julianto manfaat beasiswa secara umum adalah sebagai berikut:

1) Membantu peserta didik yang kurang mampu untuk mendapat kesempatan dalam menempuh pendidikan.

2) Mendorong peserta didik untuk saling berlomba dalam hal prestasi akademik.

3) Merangsang semangat belajar atau penerima beasiswa agar terbebas dari pencabutan beasiswa tersebut.

4) Memberikan kesempatan kepada lembaga luar sekolah untuk berpartisipasi dalam proses peningkatan pendidikan.21

Pemberian beasiswa mampu memberikan kesempatan peserta didik kurang mampu/miskin untuk mendapat keseetaraan dalam menempuh pendidikan serta mendapatkan fasilitas pendidikan dalam menempuh pembelajaran yang efektif. Hal tersebut dapat mendorong peserta didik untuk saling berlomba dalam hal prestasi akademik dan pemanfaatan beasiswa ini juga diharapkan dapat memenuhi fasilitas belajar guna menunjang pembelajaran yang efektif.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia fasilitas adalah sarana untuk melancarkan pelaksanaan atau fungsi. Dengan kata lain fasilitas adalah segala sesuatu yang perlu dalam proses pekerjaan baik secara langsung maupun tidak langsung agar tercapai tujuan yang diharapkan.

Dalam pendidikan fasilitas belajar sering diidentikan dengan sarana dan prasarana pembelajaran. Mulyasa memberikan pengertian bahwa sarana pendidikan merupakan sebuah peralatan dan perlengkapan yang dapat menunjang proses pembelajaran secara langsung. Sedangkan prasarana pendidikan merupakan fasilitas yang dapat menjadi penunjang proses , pengajaran atau pendidikan secara tidak langsung.22

21

Yono, Junilanto., Nurhasan, Syah., Indrati Kusumaningrum, Pengaruh Pemanfaatan

Beasiswa Dengan Hasil Belajar Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil FT-UNP, Journal of Civil

Engineering and Vocational Education, 2(2), 428-434. 22

Mulyasa, Manajemen Berbasais Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi,

(38)

Sedangkan menurut Barnawi dan M. Arifin sarana pendidikan merupakan semua peralatan, bahan, dan prabot maupun pelengkap lainnya yang dapat digunakan secara langsung dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang dapat menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah secara tidak langsung.23

Sarana dan prasarana pembelajaran merupakan salah satu penunjang keberhasilan dalam pembelajaran. Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XII pasal 45 ayat (1) yang berbunyi “ Setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan fasilitas yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kewajiban peserta didik”.24

Fasilitas belajar di sekolah umunya sudah tersedia, namun fasilitas tersebut tidaklah cukup untuk mendapatkan hasil belajar yang makasimal bagi peserta didik. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentunya diperlukan bagi peserta didik seperti fasilitas pendukung pembelajaran atau sarana dalam pembelajaran yang disediakan oleh peserta didik itu sendiri. Dengan memiliki fasilitas sendiri yang diadakan oleh peserta didik diharapkan mampu memberikan dorongan atau dukungan terhadap keberhasilan belajar peserta didik dalam studinya.

Tidak hanya fasilitas belajar di sekolah saja yang dibutuhkan peserta didik, namun kelengkapan fasilitas belajar di rumah juga sangat dibutuhkan oleh peserta didik untuk dapat memberikan kenyaman dalam belajar ataupun mengerjakan tugas yang diberikan sekolah. Misalnya, ruangan khusus untuk belajar, meja, kursi, penerang ruangan, buku, alat tulis dan lain sebagainya.

Fasilitas belajar di rumah dapat dikatakan baik apabila peserta didik nyaman dan senang belajar di rumah atau ruangan tersebut, seperti halnya fasilitas di sekolah dapat disamakan atau di katakan mengacu pada prasarat di sekolah mengenai fasilitas belajar peserta didik hingga peserta didik/anak merasa nyaman untuk belajar dengan baik di rumah.

23

Barnawi dan M. Arifin, Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah, (Jogjakarta:

Ar-Ruzz Media, 2012), h. 47-48 24

(39)

Untuk dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik perlu disediakannya fasilitas belajar sendiri bagi peserta didik guna menunjang tujuan pembelajaran agar hasil belajar tercapai sesuai yang diharapkan.

4. Evaluasi Hasil Belajar a. Pengertian Belajar

Menurut Muhibbin Syah belajar adalah sebuah tahapan proses perubahan secara menyeluruh baik tingkah laku individu dan perubahan tersebut bersifat menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.25 Tidak semua perubahan tingkah laku dapat diartikan sebagai proses belajar, misalnya perubahan tingkah laku yang dapat disebabkan oleh tingkat kematangan, keadaan gila, mabuk, lelah dan jenuh yang tidak dapat dikatakan sebagai hasil proses belajar.

Dapat dipahami bahwa belajar merupakan suatu proses kognitif yang dilakukan dengan sadar sebagai usaha untuk menghasilkan perubahan seseorang melalui pelatihan atau pengalaman guna menambah tingkat pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, dan sikap yang berlangsung secara terus-menerus (continu).

Karakteristik perubahan perilaku belajar diantaranya memiliki cici-ciri sebagai beriku:

1. intensional; perubahan yang disadari dan disengaja yang merupakan sebuah usaha sadar dan disengaja oleh individu yang bersangkutan.

2. positif dan aktif; perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menunjuk ke arah kemajuan untuk memperoleh perilaku baru atau aktif berupaya melakukan perubahan.

3. efektif dan fungsional; setiap perubahan yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan.26

25

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), h. 90.

26

(40)

Menurut Cronbach yang dikutip oleh Nana Syaodih, adanya 7 unsur utama dalam proses belajar, yakni:

Tujuan. Adanya tujuan yang munculkan hasrat untuk terpenuhinya sesuatu kebutuhan yang ingin dicapai.

Kesiapan. Kesiapan disini mencakup kesiapan baik fisik, psikis, sebagai bentuk kematangan untuk melakukan sesuatu, penguasaan pengetahuan dan keterampilan juga diperlukan untuk mendasarinya.

Situasi. Dalam siatuasi belajar ini kegiatan belajar seperti tempat, lingkungan sekitar, alat dan bahan yang dipelajari, dan orang-orang yang turut andil dalam kegiatan belajar.

Interprestasi. Yaitu individu dapat memberikan pandangannya terhadap hubungan antara komponen-komponen situasi belajar dengan kemungkinan pencapaian tujuan.

Respons. Tindak lanjut dari interpretasi tersebut individu dapat memberikan respon berupa usaha coba-coba (trial and error) ataupun memberikan usaha yang memiliki perencanaan dan perhitungan ataupun menghentikan udahanya untuk mencapai suatu tujuan tersebut.

Kosekuensi. Setiap individu memiliki kosekuensi terhadap usaha belajar itu sendiri seperti halnya keberhasilan ataupun kegagalan tergantung dari bagaimana usaha dapat membawa hasil yang maksimal.

Reaksi terhadap kegagalan. Keberhasilan dalam proses belajar menjadi sebuah pencapaian yang baik ataupun maksimal, namun proses belajar juga tidak terlepas dari adanya kegagalan. Jika individu memperoleh kegagalan dalam proses belajarnya maka reaksi yang ditimbulkan individu bergantung sesuai dengan pribadi siswa itu sendiri, ada yang menjadikan kegagalan sebagai pembangkit atau motivasi yang lebih untuk menebus ataupun menutupi kegagalan tersebut, dan ada pula yang kegagalan menjadikan sebuah pukulan hingga dapat menurunkan semangat.27

Proses belajar dilatarbelakangi oleh beberapa faktor beberapa ahli membagi faktor belajar terbagi menjadi dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Menurut Slameto faktor intern merupakan faktor yang terdapat atau disebabkan oleh diri individu itu sendiri, sedangkan faktor ekstern merupakan faktor yang terdapat atau disebabkan oleh lingkungan yang ada di luar individu.28

Senada dengan hal tersebut Yahya Ganda mengemukakan faktor yang dapat mempengaruhi belajar sebagai berikut:

(a) Faktor intern  Aspek kejiwaan

27

Nana Syaodaih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung:

Rosdakarya, 2011), h. 157-158 28

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta,

(41)

Keadaan intelegensi dapat mewarnai proses seseorang. IQ tinggi (genius) lebih mudah mengalami proses belajar daripada orang dengan IQ-nya rendah. Di samping itu, pembawaan, keadaan emosi, kekuatan, kemauan, daya fantasi, semuanya berpengaruh terhadap proses belajar.

 Aspek jasmaniah

Keadaan alat indera, kesehatan, anggota badan berpengaruh kepada jalannya belajar dalam keadaan sakit atau sedih, misalnya seseorang tentu tidak dapat belajar secara layak atau baik.

(b) Faktor ekstern

Segala hal, baik benda atau orang, maupun suasana dan keadaan yang melingkupi atau mengelilingi orang yang belajar berpengaruh kepada proses dan hasil belajar seseorang. Belajar dalam keadaan yang teratur, nyaman, bersih, jauh dari kebisingan dan tidak diganggu teman yang menganggu (mengajak ngobrol, menonton, bermain-main dan sebagainya) akan lebih berhasil dari pada dalam lingkungan semerawut banyak ganguan teman untuk berbuat yang bukan-bukan.29

Hasil belajar atau evaluasi hasil belajar Menurut Elis Ratnawulan dan H. A. Rusdiana merupakan sebuah proses pengukuran atau penilaian belajar sebagai langkah untuk menentukan nilai pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud disini ialah penentuan secara kuantitatif dengan membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan, sedangkan penilaian ialah sebuah proses pemberian keputusan nilai pembelajaran secara kualitatif.30

Untuk mengetahui/melihat efisiensi dari proses pembelajaran yang dilaksanakan dan efektivitas dari sebuah pencapaian pembelajaran yang telah ditetapkan kita dapat melihat esensi dari tujuan evaluasi pembelajaran itu sendiri. Evaluasi dalam pembelajaran adalah proses atau kegiatan untuk mengukur dan menilai kemampuan siswa dalam pembelajaran, seperti pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk membuat keputusan tentang status kemampuan siswa tersebut.31

Evaluasi terhadap hasil belajar siswa ini mencakup: (a) penguasaan siswa terhadap program pengajaran yang bersifat terbatas untuk melihat tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai; dan (b) pencapaian siswa terhadap tujuan-tujuan-tujuan-tujuan umum pembelajaran.

Ruang lingkup evaluasi dilihat dari aspek hasil belajar maka yang berhubungan dengan hasil belajar ialah hasil belajar Kognitif, Afektif, dan

29

Yahya Ganda, Petunjuk praktis Cara Mahasiswa Belajar di Perguruan Tinggi,

(Jakarta: Grasindo, 2004), h.51-52 30

Elis Ratnawulan., dan H. A. Rusdiana, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: CV Pustaka,

2015), h.21 31

(42)

Psikomotorik. Ketiga aspek ini merupakan aspek yang umum dikenal sebagai ranah tujuan pendidikan.32

Menurut Junaidi sasaran evaluasi belajar tau hasil belajar secara umum meliputi tiga aspek, yaitu sebagai berikut:

(1) Kognitif; hasil belajar kognitif mencakup beberapa aspek yang melingkupi pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sisntesis dan evaluasi sebagai hasil dari kemampuan berfikir.

(2) Afektif; Hasil belajar afektif melingkupi minat, sikap, dan nilai-nilai yang terdapat dalam diri siswa.

(3) Psikomotor; yaitu hasil belajar dengan memperhatikan keterampilan motorik yaitu gerakan-gerakan jasmaniah yang berupa keterampilan fisik dan kemampuan bertindak serorang individu.33

Macam-macam evaluasi menurut Muhibbin Syah adalah sebagai berikut: 1) Pre-test dan Post-test

Pretest merupakan sebuah kegiatan pemberian pertanyaan/soal yang dilakukan guru sebelum memulai penyajian materi baru. Sedangkan post-test adalah kebalikan dari pretest.

2) Evaluasi Prasyarat

Evaluasi yang diberikan untuk melihat sejauhmana penguasaan siswa terhadap materi lama yang dikuasai oleh siswa sehingga dapat memberikan materi baru yang akan diajarkan. Evaluasi prasya ini sangat mirip dengan pre-test.

3) Evaluasi Diagnostik

Evaluasi ini memiliki tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa yang dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pembelajaran.

4) Evaluasi Formatif

Kurang lebih pada evaluasi formatif sama dengan ulangan yang dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau modul.

5) Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif ini dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. 6) UAN/UN

Pada prinsipnya evaluasi UAN/UN sama dnegan evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu kenaikan status siswa.34

32

Sudaryono, Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), h.

40 33

Junaidi, Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI, (Direktorat Pendidikan Agama

Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, 2011), h. 30-38

34

(43)

Tujuan dari evaluasi pembelajaran menurut Elis Ratnawulan secara umum dan khusus adalah sebagai berikut:

a) untuk mengetahui keefektifan dan efisiesi sistem pembelajran, baik tujuan, materi, metode, media, sumber belajra, lingkungan maupun sistem penilaian. b) untuk menghimpun bahan keteragan (data) yang dijadikan sebagai bukti

mengenal taraf kemajuan anak didik dalam mengalami proses pendidikan selama jangka waktu tertentu.35

Menurut Zainal Arifin tujuan penilaian hasil belajar adalah sebagai berikut:

 Mengetahui sejauhmana peserta didik dapat menguasai materi yang telah dipelajari;

 Mengetahui bagaimana respon peserta didik terhadap program pembelajaran sperti kecakapan, motivasi, bakat, minat, dan sikap;

 Mengetahui sejauhmana pencapaian standar kompetensi dasar yang telah ditetapkan dengan progres dan kesesuaian hasil belajar peserta didik;

 Mendiagnosis kekurangan dan kelebihan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran;

 Seleksi, yaitu sebuah proses pemilihan dan penentuan terhadap jenis pendidikan tertentu;

 Menentukan kenaikan kelas;

 Menempatkan dengan tepat sesuai dengan potensi peserta didik yang dimilikinya.36

b. Pelaporan Hasil Evaluasi

Pentingnya pelaporan hasil evaluasi diberikan ialah untuk memberikan kejelasan atas pembelajaran peserta didik terkait proses pembelajarannya di sekolah. Seperti dikatakan oleh Zainal Arifin bahwa pelaporan hasil evaluasi belajar sebagai bentuk akuntabilitas publik oleh karena itu pelaporan hasil evaluasi ini harus diberikan kepada pihak yang berkepentingan, seperti orang tua/wali, pengawas, pemerintah, kepala sekolah, mitra sekolah dan peserta didik itu sendiri.37 Hal yang serupa juga dikatakan oleh Ahmad Sofyan, dkk sebagai pertanggungjawaban (akuntabilitas) guru dan wali kelas perlu menyajikan laporan

35

Ratnawulan., op. cit., h. 26-27 36

Zainal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 15

37

(44)

hasil evaluasi yang akan diberikan kepada siswa, orang tua siswa, kepala sekolah, dan pihak lain yang terkait.38

Laporan hasil evaluasi dapat menjadai sarana komunikasi yang jitu sebagai bentuk upaya dalam mengembangkan dan menjaga hubungan kerjasama yang harmonis antar sekolah, peserta didik, dan orang tua. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan laporan hasil tersebut, yaitu sebagai berikut:

1. Konsisten

2. Memuat perincian hasil belajar

3. Menjamin informasi permasalahan peserta didik dalam belajar. 4. Strategi komunikasi.

5. Informasi yang benar, jelas,komperhensif, dan akurat.39

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Hasil penelitian yang relevan ini, diambil dari skripsi dan tesis mahasiswa dari berbagai Universitas. Dengan judul sebagai berikut:

1) Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Afton Ilman Huda, Anwar, M. Hadi Makmur yang berjudul “Analisis Pemanfaatan Beasiswa Tahun 2010 Oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (Analysis Of Scholarship’ Benefit In 2010mBy Students Of Social And Political Sciene University Of Jember)” yang dilakukan di Jember pada tahun 2010. Hasil penelitian tersebut bahwa pemanfaatan uang beasiswa Jember digunakan untuk kepentingan akademik/Kulikuler dan kepentingan non-akademik/non-kulikuler. Dari pemberian beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa presentasi peningkatan yang berhasil meningkatkan prestasi belajar mahasiswa yaitu sebesar 30%-35%.

2) Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Yono Yulianto, Nurhasan Syah, Indrianti Kusumaningrum yang berjudul “Pengaruh

38

Ahmad Sofyan dkk, Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi, (Jakarta: UIN

Jakarta Press, 2006), h. 127. 39

(45)

Pemanfaatan Beasiswa dengan Hasil belajar Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil FT-UNP” yang dilakukan di FT-UNP pada tahun 2013. Hasil penelitian tersebut bahwa Terdapat pengaruh pemberian beasiswa terhadap hasil belajar mahasiswa Jurusan Teknik Sipil pada tahun 2012 kategori sedang. Yaitu bahwa rata-rata IPK mahasiswa setelah menerima beasiswa lebih tinggi dari nilai rata-rata mahasiswa sebelum menerima beasiswa di tahun 2012.

3) Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh dosen jurusan pendidikan teknik elektronika yaitu Pramudi Utomo yang berjudul “Analisis Kontribusi Pemberian Beasiswa terhadap Peningkatan Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta”. Hasil dari penelitian tersebut bahwa pemberian beasiswa kepada mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta secara umum belum meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Hal ini ditunjukan dengan jumlah kenaikan indeks pada prestasi mahasiswa penerima beasiswa hanya 59%. Serta pemberian beasiswa kepada mahasiswa belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini diketahui dari penggunaan beasiswa yang tidak dipakai untuk keperluan akademik.

C. Kerangka Berfikir

(46)

Faktor pendukung untuk meningkatkan hasil belajar siswa ialah berupa sarana dan prasarana pendidikan termasuk juga dengan fasilitas pendidikan yang diadakan baik dari lembaga pendidikan maupun peserta didik itu sendiri. Untuk itu, pemberian beasiswa Kartu Jakarta Pintar digunakan untuk memenuhi kebutuhan personal pendidikan siswa agar mampu memberikan dampak/manfaat bagi hasil belajarnya. Dalam penelitian ini peneliti ingin melihat adakah pengaruh pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar siswa.

Untuk lebih jelasnya kerangka konseptual diperlihatkan pada bagan di bawah ini :

Gambar. 2.1 Skema Kerangka Berfikir

D. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan deskriptif teoritik dan kerangka berpikir yang telah dipaparkan, maka dalam penelitian ini dapat diajukan hipotesis penelitian bahwa “Pemanfaatan beasiswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa”.

Pemanfaatan

(47)

31

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian tentang Pengaruh Pemanfaatan Beasiswa Kartu Jakarta Pintar (KJP) terhadap Hasil Belajar Siswa dilakukan di SMK Negeri 4 Jakarta yang beralamat di Jl. Rorotan IV No. 1 Kec. Cilincing Kota Jakarta Utara. Adapun pelaksanaan penelitian sebagai berikut:

Tabel. 3.1 Pelaksanaan Penelitian Pemanfaatan Beasiswa KJP terhadap Hasil Belajar Siswa

B.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yakni mendeskripsikan hubungan pemanfaatan beasiswa terhadap hasil belajar siswa di SMK Negeri 4 Jakarta. Metode deskriptif korelasional dalam penelitian ini berlandaskan pada

KEGIATAN

(48)

pencarian ilmiah dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip tertentu. Metode atau cara yang digunakan dengan mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang ada. Tujuan dari penelitian dekriptif korelasional ialah untuk menjelaskan hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).

C.

Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi target yang terdapat di dalam penelitian ini adalah seluruh siswa penerima beasiswa Kartu Jakarta Pintar di SMK Negeri 4 Jakarta pada tahun 2015. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 322 siswa.

2. Sampel

Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak statistik (random) yaitu sampel diambil dengan cara mengurutkan angka dan mengelompokkannya menjadi beberapa kelompok, kelompok tersebut kemudian diambil secara acak. Dari hasil pengundian tersebut, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 35 siswa. Jumlah target awal dalam sampel penelitian ini sebanyak 50 orang. Namun, dalam pengumpulan responden nama-nama yang sudah diambil secara acak tidak dapat hadir dikarenakan masih dalam masa PKL.

D.

Variabel dan Data Penelitian

1. Variabel

Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu:

a) Pemanfaatan beasiswa kartu jakarta pintar, sebagai independent variable atau variabel bebas. Variabel ini disimbolkan dengan huruf (X).

b) Hasil belajar siswa, sebagai dependent variable atau variabel terikat. Variabel ini disimbolkan dengan hufuf (Y).

2. Data

(49)

a) Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari penyebaran kuesioner atau angket kepada siswa penerima beasiswa Kartu Jakarta Pintar.

b) Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari hasil belajar siswa berupa nilai UAS siswa penerima beasiswa KJP di SMK Negeri 4 Jakarta tahun 2015.

E.

Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kuantitatif ini teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari yang diwawancarai. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari respoden yang lebih mendalam dan jumlah responden lebih sedikit/kecil.

Wawancara ini dilakukan guna mengumpulkan data tentang KJP secara verbal. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada guru bahasa Indonesia yang bernama pak Toga sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam proses pendaftaran, penyeleksian hingga pada tahap pelaporan beasiswa Kartu Jakarta Pintar. Wawancara ini digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat hasil penelitian di SMK Negeri 4 Jakarta.

2. Kuesioner (Angket)

Angket ini berisikan pernyataan tentang pemanfaatan beasiswa yang digunakan oleh siswa sebagai alat pengukur sejauh mana pemanfaatan beasiswa digunakan secara efektif dan efisien. Dalam penyebaran angket atau kuesioner ini diberikan kepada siswa yang telah menerima beasiswa Kartu Jakarta Pintar pada tahun 2015 di Sekolah SMK Negeri 4 Jakarta.

3. Dokumentasi

(50)

a. Rekapan Hasil belajar siswa (rapor, UAS, UTS, siswa penerima KJP) b. Rekapan jumlah data penerima KJP

c. Rekapan pelaporan penggunaan KJP d. Rekapan pengajuan beasiswa KJP

F.

Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian ini berupa angket yang berisi pernyataan tertulis mengenai pemanfaatan beasiswa Kartu Jakarta Pintar pada tahun 2015. Perumusan indikator pemanfaatan beasiswa penerima beasiswa Kartu Jakarta Pintar diambil dari kajian teori yang telah dipaparkan di atas, kemudian dirumuskan dalam bentuk kisi-kisi instrumen seperti tabel berikut:

Tabel. 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Angket Penelitian

Variabel Indikator Sub Indikator No. Item

Pemanfaatan

Gambar

Gambar. 2.1 : Skema Kerangka Berfikir  .................................................
Tabel. 1.1 Hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2011
Tabel. 1.2 Penerima Beasiswa KJP Tahun 2015
Tabel. 2.1 Unit Biaya Personal Satuan Pendidikan14
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil observasi siswa kelas XI SMK Negeri 8 dalam membuat pola terdapat beberapa masalah yaitu siswa kurang mampu menghitung rumus pola sehingga memakan waktu dalam

Efektivitas Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Dengan Media Kartu Pintar dan Kartu Soal terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada

Sekolah menyediakan media pembelajaran namun dengan kondisi kurang baik dan jumlahnya belum mencukupi untuk digunakan dalam kegiatan belajar. Sekolah tidak menyediakan

Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran , ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.. memahami, dan mampu menerapkan konsep-konsep dasar, prinsip dan prosedur akuntansi yang benar. Salah satu

BERNAULI BR HALOHO, Hubungan antara Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dengan Hasil Belajar Memproses Dokumen Dana Kas di Bank Pada Siswa Kelas X Akuntansi SMK N 22 Jakarta

Pada siklus I tahap perencanaannya, yaitu mempelajari silabus mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X tahun pelajaran 2015/2016 dengan kompetensi dasar

Media juga dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu, dengan demikian siswa lebih mudah mencerna bahan dari pada

Kegugupan dalam menyelesaikan soal praktek; 2). Pengalaman yang kurang dalam ajang kompetisi; 3). Fasilitas sekolah yang masih kurang memadai khususnya laboratorium