• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis deskripsi data digunakan untuk mengetahui gambaran karakteristik dari variabel status sosial ekonomi petani. Karakteristik variabel status sosial ekonomi petani yang diteliti yaitu tingkat pendidikan, umur, pengalaman kerja, luas lahan, jumlah pendapatan, jenis pekerjaan, serta curah kerja yang dimiliki oleh petani di sektor off farm.

1. Tingkat Pendidikan

Berikut ini disajikan data mengenai tingkat pendidikan petani, dalam penelitian ini digolongkan menjadi:

Tabel V.1

Tingkat Pendidikan Pada Tahun 2006 Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase

SD 5 8% SMP 11 17% SMA 12 19% D1 13 20% D2 1 2% D3 15 23% S1 7 11% Jumlah 64 100%

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa petani yang memiliki tingkat pendidikan D3 berjumlah sebanyak 15 orang (23%), petani yang memiliki tingkat pendidikan D1 berjumlah sebanyak 13 orang (20%), petani yang memiliki tingkat pendidikan SMA berjumlah sebanyak 12 orang (19%), petani yang memiliki tingkat pendidikan SMP berjumlah sebanyak 11 orang (17%), petani yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah sebanyak 7 orang (11%), petani yang memiliki

simpulkan bahwa sebagian besar rata-rata tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani adalah D3 yang berjumlah sebanyak 15 orang atau sebesar 23%.

2. Umur Petani

Berikut ini di sajikan data mengenai umur petani yang menjadi responden, dalam penelitian ini digolongkan menjadi:

Tabel V.2

Umur Petani Pada tahun 2006

Umur(tahun) Frekuensi Persentase

35-40 3 5% 41-45 21 33% 46-50 31 48% 51-55 5 8% 56-60 4 6% Jumlah 64 100%

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa petani yang memiliki umur antara 46-50 tahun berjumlah sebanyak 31 orang (48%), petani yang memiliki umur antara 41-45 tahun berjumlah sebanyak 21 orang (33%), petani yang memiliki umur antara 51-55 tahun berjumlah sebanyak 5 orang (8%), petani yang memiliki umur antara 56-60 tahun berjumlah sebanyak 4 orang (6%), sedangkan petani yang memiliki umur antara 35-40 tahun berjumlah sebanyak 3 orang (5%). Jadi dapat di simpulkan bahwa sebagian besar rata-rata usia yang dimiliki oleh petani yang dijadikan responden berusia 46-50 tahun yang berjumlah 31 orang atau sebesar 48

di sektor off fram, dalam penelitian ini digolongkan menjadi: Tabel V.3

Pengalaman Kerja pada tahun 2006 Pengalaman Kerja (tahun) frekuensi Persentase

5-10 23 36%

11-15 37 53%

16-20 7 11%

Jumlah 64 100%

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa pengalaman kerja yang dimiliki oleh petani di sektor off farm selama 11-15 tahun berjumlah 37 orang (53%), pengalaman kerja yang dimiliki oleh petani di sektor off farm selama 5-10 tahun berjumlah 23 orang (36%), sedangkan pengalaman kerja yang dimiliki oleh petani di sektor off farm selama 16-20 tahun berjumlah sebanyak 7 orang (11%). Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata pengalaman kerja yang dimiliki oleh petani di sektor off farm selama 11-15 tahun berjumlah 37 orang atau 53%.

penelitian ini digolongkan menjadi:

Tabel V.4

Luas Lahan pada tahun 2006

Luas Lahan (m2) Frekuensi Persentase

201-300 3 5% 301-400 10 16% 401-500 6 9% 501-600 4 6% 601-700 7 11% 701-800 9 14% 801-900 7 11% 901-1000 7 11% 1001-1500 8 12% 1501-2000 3 5% Jumlah 64 100%

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa 10 orang (16%) petani memiliki lahan seluas 301-400m2, 9 orang (14%) petani memiliki lahan seluas 701-800m2, 8 orang (12%) petani memiliki lahan seluas 1001-1500m2, 7 orang (11%) petani memiliki lahan seluas 601-700m2, 7 orang (11%) petani memiliki lahan seluas 801-900m2, 7 orang (11%) petani memiliki lahan seluas 901-1000m, 6 orang (16%) petani memiliki lahan seluas 401-500m2, 4 orang (6%) petani memiliki lahan seluas 501-600m2, 3 orang (5%) petani memiliki lahan seluas 201-300m2, sedangkan 3 orang (5%) petani memiliki lahan seluas 1501-2000m2. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar luas lahan yang dimiliki oleh petani sebesar antara 301-400m2 sebanyak 10 orang atau 16%.

di sektor off farm, dalam penelitian ini digolongkan menjadi: Tabel V.5

Jumlah Pendapatan pada tahun 2006

Jumlah Pendapatan(Rp) Frekuensi Persentase

300.000-399.900 4 6% 400.000-499.900 5 8% 500.000-599.900 8 13% 600.000-699.900 12 19% 700.000-799.900 14 22% 800.000-899.900 15 24% 900.000-1.000.000 5 8% Jumlah 64 100%

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa petani yang memiliki jumlah pendapatan antara Rp800.000-899.000 berjumlah 15 orang (24%), petani yang memiliki jumlah pendapatan antara Rp700.000-799.000 berjumlah 14 orang (22%), petani yang memiliki jumlah pendapatan antara Rp600.000-699.900 berjumlah sebanyak 12 orang (19%), petani yang memiliki jumlah pendapatan antara Rp500.000-599.900 berjumlah sebanyak 8 orang (13%), petani yang memiliki jumlah pendapatan antara Rp900.000-1.000.000 berjumlah sebanyak 5 orang (8%), sedangkan petani yang memiliki jumlah pendapatan antara Rp400.000-499.900 berjumlah sebanyak 4 orang (6%). Jadi dapat di simpulkan bahwa sebagian besar jumlah pendapatan petani sebesar Rp800.000-899.900 sebanyak 15 orang atau 24%.

off farm menurut tingkat pendidikannya, dalam penelitian ini digolongkan menjadi:

Tabel V.6

Jumlah Pendapatan rata-rata petani menurut tingkat pendidikannya pada tahun 2006 Tingkat Pendidikan Frekuensi Total Pendapatan(Rp) Rata-rata SD 5 Rp2.572.000 Rp514.400 SMP 11 Rp6.248.000 Rp568.000 SMA 12 Rp8.442.100 Rp701.841 D1 13 Rp8.809.000 Rp677.615 D2 1 R 856.000 Rp856.000 D3 15 Rp11.855.700 Rp790.380 S1 7 Rp6.191.500 Rp884.500

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa petani yang mempunyai tingkat pendidikan SD memiliki jumlah pendapatan rata-rata di sektor off farm sebesar Rp514.400, petani yang mempunyai tingkat pendidikan SMP memiliki jumlah pendapatan rata-rata di sektor off farm sebesar Rp568.000, petani yang mempunyai tingkat pendidikan SMA memiliki jumlah pendapatan rata-rata di sektor off farm sebesar Rp701.841, petani yang mempunyai tingkat pendidikan D1 memiliki jumlah pendapatan rata-rata di sektor off farm sebesar Rp677.615, petani yang mempunyai tingkat pendidikan D2 memiliki jumlah pendapatan rata-rata di sektor off farm sebesar Rp856.000, petani yang mempunyai tingkat pendidikan D3 memiliki jumlah pendapatan rata-rata di sektor off farm sebesar Rp790.380, sedangkan petani yang mempunyai tingkat pendidikan S1 memiliki jumlah pendapatan rata-rata di sektor off farm sebesar Rp884.500. Jadi dapat

7. Jenis Pekerjaan

Berikut ini disajikan data mengenai jenis pekerjaan petani di sektor off farm, digolongkan menjadi:

Tabel V.7

Jenis Pekerjaan Petani Di Sektor Off Farm pada tahun 2006 Jenis Pekerjaan Frekuensi Persentase

Guru 12 19% Pegawai Negeri 9 14% Karyawan Swasta 5 8% Buruh 19 30% Pedagang 5 8% Satpam 3 4% Mekanik 5 8% Polisi 1 1% Wiraswasta 5 8% Jumlah 64 100%

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa petani yang bekerja di sektor off farm sebagai buruh berjumlah sebanyak 19 orang (30%), petani yang bekerja di sektor off farm sebagai guru berjumlah sebanyak 12 orang (12%), petani yang bekerja di sektor off farm sebagai pegawai negeri berjumlah sebanyak 9 orang (14%), petani yang bekerja di sektor off fram sebagai karyawan swasta berjumlah sebanyak 5 orang (8%), petani yang bekerja di sektor off farm sebagai pedagang berjumlah sebanyak 5 orang (8%), petani yang bekerja di sektor off farm sebagai mekanik berjumlah sebanyak 5 orang (8%), petani yang bekerja di sektor off farm sebagai wiraswasta berjumlah sebanyak 5 orang (8%), petani yang bekerja di sektor off farm sebagai satpam berjumlah sebanyak 3 orang (4%), sedangkan petani yang bekerja di sektor off farm sebagai polisi berjumlah sebanyak 1 orang (1%). Jadi

8. Curah Kerja

Berikut ini disajikan data mengenai curahan kerja petani di sektor off farm, dalam penelitian ini digolongkan menjadi:

Tabel V.8

Curahan Kerja Petani Di Sektor Off Farm pada tahun2006 Curah Kerja (jam/hari) Frekuensi Persentase

4 1 2% 5 2 3% 6 10 15% 7 21 33% 8 17 26% 9 5 8% 10 8 13% Jumlah 64 100%

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa petani yang memiliki curah kerja di sektor off farm selama 7 jam berjumlah sebanyak 21 orang (33%), petani yang memiliki curah kerja di sektor off farm selama 8 jam berjumlah sebanyak 17 orang (26%), petani yang memiliki curah kerja di sektor off farm selama 6 jam berjumlah sebanyak 10 orang (15%), petani yang memiliki curah kerja di sektor off farm selama 10 jam berjumlah sebanyak 8 orang (13%), petani yang memiliki curah kerja di sektor off farm selama 9 jam berjumlah sebanyak 5 orang (8%), petani yang memiliki curah kerja di sektor off farm selama 5 jam berjumlah sebanyak 2 orang (3%), sedangkan petani yang memiliki curah kerja di sektor off farm selama 4 jam berjumlah sebanyak 1 orang (2%). Jadi dapat disimpulkan bahwa petani yang bekerja di sektor off farm rata-rata selama 7 jam berjumlah sebanyak 21 orang atau sebesar 33%.

penyuluhan pertanian dilihat dari jenis tingkat pendidikannya, dalam penelitian ini digolongkan menjadi:

Tabel V.9

Jumlah Warga Yang Ikut Penyuluhan Dilihat Dari Tingkat Pendidikannya Pada Tahun 2006

Tingkat Pendidikan Jumlah Yang Ikut Penyuluhan(orang) SD 4 orang SMP 1 orang SMA 2 orang D1 5 orang D2 1 orang D3 15 orang S1 6 orang

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa petani yang mempunyai tingkat pendidikan SD yang pernah ikut penyuluhan tentang pertanian berjumlah sebanyak 4 orang, petani yang mempunyai tingkat pendidikan SMP yang pernah ikut penyuluhan tentang pertanian berjumlah sebanyak 1 orang, petani yang mempunyai tingkat pendidikan SMA yang pernah ikut penyuluhan tentang pertanian berjumlah sebanyak 2 orang, petani yang mempunyai tingkat pendidikan D1 yang pernah ikut penyuluhan tentang pertanian berjumlah sebanyak 5 orang, petani yang mempunyai tingkat pendidikan D2 yang pernah ikut penyuluhan tentang pertanian berjumlah sebanyak 1 orang, petani yang mempuyai tingkat pendidikan D3 yang pernah ikut penyuluhan tentang pertanian berjumlah sebanyak 15 orang, sedangkan petani yang mempunyai tingkat pendidikan S1 yang pernah ikut penyuluhan tentang pertanian berjumlah sebanyak 6 orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa petani yang mempunyai tingkat

10.Data Jumlah Petani

Berikut ini disajikan data mengenai jumlah penduduk yang hanya bekerja sebagai petani, tanpa memiliki jenis pekerjaan lain :

Tabel V.10

Jumlah petani yang hanya bekerja sebagai petani pada tahun 2006 Jenis Pekerjaan Jumlah(orang)

Petani 267

Dari tabel diatas tampak bahwa petani yang hanya memiliki pekerjaan sebagai petani berjumlah sebanyak 267 kepala keluarga dari jumlah penduduk yang berada di Desa Sido Agung yang berjumlah 7532 orang. Mereka tidak memiliki pekerjaan lain selain bertani.

Dokumen terkait