B. ANALISIS DATA
1. Pengaruh Variabel Bebas Terhadap Variabel Terikat Secara Individu (Parsial)
dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel. Di bawah ini akan diuraikan pengaruh dari masing- masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). a. Tingkat Pendidikan Terhadap Curah Kerja Petani Di Sektor Off Farm.
Dari hasil perhitungan uji korelasi secara parsial menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap curah kerja petani di sektor off farm. Biasanya jika semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seseorang, berarti semakin besar peluang kerjanya di sektor off farm. Namun dalam hasil penelitian ini menyebutkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seorang petani berarti semakin rendah curah kerjanya di sektor off farm.
Hal ini terjadi karena jenis pekerjaan yang dimiliki oleh petani di sektor off farm menyebabkan curah kerja mereka di sektor off farm, jadi semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani belum tentu semakin tinggi pula curah kerjanya di sektor off farm. Berarti dalam hal ini jenis pekerjaan yang menentukan lama atau tidaknya curah kerja yang dimiliki oleh seorang petani di sektor off farm. Bagi mereka yang berpendidikan tinggi di dalam mengerjakan pekerjaannya di sektor off farm tidak menggunakan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaannya, berbeda dengan mereka yang berpendidikan rendah.
Seperti yang kita lihat dari data hasil penelitian ini, mereka yang memiliki lulusan diatas Sekolah Lanjutan Atas (SMA) rata-rata memiliki curah kerja di sektor off farm di bawah 8 jam perhari, berbeda dengan mereka
memiliki tingkat pendidikan tinggi di dalam melaksanakan pekerjaannya dituntut untuk menggunakan tenaga dan pikiran dalam menyelesaikan pekerjaannya, sedangkan bagi mereka yang berpendidikan rendah di dalam menyelesaikan pekerjaannya hanya menggunakan tenaganya saja.
Selain itu para petani yang memiliki pendidikan tinggi dalam mengolah lahan pertaniannya lebih efisien dan efektif karena mereka mendapatkan pengetahuan tentang pertanian dari penyuluhan-penyuluhan yang pernah mereka ikuti sebelumnya. Berbeda dengan para petani yang memiliki tingkat pendidikan rendah, di dalam mengolah lahan pertaniannya lebih banyak menggunakan waktu dan tenaga karena keterampilan dan keahlian yang mereka miliki tentang pertanian rendah. Hal ini terjadi karena ada sebagian dari mereka yang tidak pernah mengikuti penyuluhan tentang pertanian yang diadakan di balai desa atau Kecamatan setempat, sehingga mereka tdak tahu tentang bagimana cara merawat dan mengolah lahan pertanian secara efektif dan efisien tetapi hasil yang diperoleh maksimal.
Jadi dapat dijelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh petani belum tentu semakin tinggi pula curah kerjanya di sektor off farm, karena jenis pekerjaanlah yang dapat membedakan curah kerja bagi mereka di sektor off farm.
off farm. Pada umumnya jika semakin besar luas lahan yang dimiliki oleh petani berarti curahkerjanya di sektor off farm semakin rendah, karena curah kerjanya lebih banyak digunakan di sektor farm. Namun di dalam hasil penelitian ini semakin luas lahan yang dimiliki oleh petani berarti semakin tinggi curah kerjanya di sektor off farm.
Bagi mereka yang mempunyai lahan yang luas dan memiliki pekerjaan lain sebagai petani ternyata tidak mengganggu curah kerjanya di sektor off farm. Hal ini terjadi karena bagi mereka yang memiliki luas lahan lebih dari 1000m2, sebagian lahannnya disewakan kepada orang lain. Seperti yang ada di dalam data penelitian ini, ada beberapa responden petani yang menyewa lahan pertanian dari orang lain. Para petani menyewa lahan seluas 400-500 m2 untuk mereka kerjakan dan hasil dari lahan yang mereka sewa digunakan untuk mereka sendiri bukan untuk si pemilik lahan. Para petani menyewa dengan membayar uang sewa setiap bulannya kepada pemilik lahan tanpa harus memberi hasil pertaniannya.
Namun ada juga dari mereka yang memiliki luas lahan, menyuruh orang lain untuk mengerjakannya karena agar tidak mengganggu tingginya curah kerja yang mereka miliki di sektor off farm. Biasanya masyarakat di Desa SidoAgung yang memiliki lahan yang cukup luas, mereka orang-orang yang mempunyai strata sosial ekonomi yang tinggi serta mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi pula bila dibandingkan dengan warga Desa yang lain.
luas. Mereka mempercayakan lahannya untuk diolah orang lain agar lahan yang mereka miliki tidak terbengkalai. Bagi mereka yang lahannya dikerjakan oleh orang lain, mereka membayar upah atau memberikan gaji kepada orang yang mengolah lahan tersebut, namun hasil dari lahan yang diolah sepenuhnya diberikan kepada pemilik lahan. Tetapi ada juga yang memberikan seperempat dari hasil lahan pertanian yang diolah untuk orang yang mengolah lahan tersebut.
Seperti kita ketahui, bagi petani yang memiliki curah kerja yang tinggi di sektor off farm terkadang tidak mempunyai banyak waktu untuk mengerjakan atau mengurusi lahan mereka yang luas. Biasanya dari waktu yang tersedia mereka mengerjakan lahannya sepulang dari bekerja di sektor off farm dan waktu tersebut juga tidak banyak (paling hanya beberapa jam) sedangkan lahan yang mereka miliki cukup luas. Dengan hal yang seperti ini bagaimana mereka bisa mengerjakan semua lahannya dengan curah kerja yang tinggi yang dimiliki oleh mereka di sektor off farm kecuali dengan cara disewakan kepada orang lain atau menyuruh orang lain untuk menerjakan lahan mereka, agar lahan yang mereka miliki tidak terbengkalai.
c. Jumlah Pendapatan Terhadap Curah Kerja Petani Di Sektor Off Farm.
Dari hasil perhitungan melaui uji t ternyata jumlah pendapatan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap curah kerja petani di sektor
pergunakan juga tinggi. Bagi petani yang memiliki pendapatan di sektor off farm, hal tersebut dapat membantu kebutuhan hidup ekonomi mereka.
Mereka yang bekerja di sektor off farm terkadang menginginkan jumlah pendapatan yang tinggi. Hal tersebut bisa terjadi jika curah kerja yang dipergunakan juga tinggi. Contohnya jika kita menginginkan pendapatan bulan ini lebih besar dari pendapatan bulan lalu, perusahaan menawarkan waktu lembur kepada para karyawannya yang ingin mendapatkan penghasilan lebih dari biasanya. Dengan demikian berarti curah kerja yang kita gunakan juga tinggi lebih dari curah kerja yang biasanya.
Penduduk Desa SidoAgung rata-rata lebih mengandalkan pendapatan dari sektor off farm untuk kebutuhan hidup sehari- hari. Banyak diantara mereka yang bekerja sebagai buruh di kota karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang ada di tempat tinggal mereka. Selain itu bagi mereka yang ingin membuka usaha kecil- kecilan, mereka memiliki keterbatasan dalam hal modal. Sehingga untuk membuka usahanya mereka harus mengumpulkan modal sedikit demi sedikit dari hasil pendapatan yang mereka peroleh di sektor off farm, setelah modal terkumpul barulah mereka dapat membuka usahanya.
Dengan curah kerja yang tinggi di sektor off farm, berarti pendapatan yang mereka peroleh di sektor off farm juga bertambah. Pendapatan yang diperoleh petani di sektor off farm memberikan andil yang cukup besar bagi
penghasilan tetap dengan bekerja di sektor off farm. Paling tidak dengan jumlah pendapatan yang mereka miliki di sektor off farm sesuai dengan tingginya curah kerja yang mereka gunakan di sektor off farm.
d. Pengalaman Kerja Terhadap Curah Kerja Petani Di Sektor Off Farm.
Dari hasil perhitungan melalui uji t menunjukkan bahwa ternyata pengalaman kerja tidak mempengaruhi curah kerja petani di sektor off farm. Tidak adanya pengaruh antara pengalaman kerja dengan luas lahan terhadap curah kerja di sektor off farm karena yang menentukan curah kerja adalah peraturan atau kesepakatan tentang jam kerja yang telah dibuat oleh perusahaan atau instansi terkait. Walaupun kita ketahui bahwa salah satu modal yang harus dimiliki untuk melamar kerja adalah pengalaman kerja.
Pengalaman kerja merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mencari pekerjaaan. Selain itu, pengalaman kerja juga menentukan kualitas karyawan dalam bekerja, artinya jika seorang karyawan mempunyai penglaman kerja lebih lama biasanya karyawan tersebut akan cepat dalam mengerjakan suatu pekerjaan begitu juga sebaliknya jika seorang karyawan mempunyai pengalaman kerja sedikit maka dalam mengerjakan suatu pekerjaan akan menjadi lebih lama dan bisa saja me nemui kesulitan. Namun di dalam hasil penelitian ini pengalaman kerja tidaklah berpengaruh terhadap curah kerja petani di sektor off farm. Karena bagi mereka yang memiliki
sudah memiliki pengalaman mengajar 10 tahun curah kerja yang dimilikinya 7 jam, sedangkan seorang guru yang baru memiliki pengalaman mengajar 3 tahun curah kerjanya sama dengan guru yang mempunyai pengalaman mengajar 10 tahun.
Berarti dalam hal ini pengalaman kerja tidaklah penting dalam menentukan curah kerja seorang petani di sektor off farm. Karena curah kerja itu sudah dibuat atau diatur oleh peraturan yang telah dibuat oleh perusahaan atau instani dimana petani itu bekerja di sektor off farm.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data penelitiann yang telah diuraikan dalam bab terdahulu, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap curah kerja petani di sektor off farm di Desa SidoAgung. Hal ini didasarkan pada nilai thitung (-3,664) yang lebih besar dari nilai ttabel(1,670). Terdapat pengaruh negatif tingkat pendidikan terhadap curah kerja petani di sektor off farm, karena jenis pekerjaan yang membedakan curah kerjanya. Bagi petani yang memiliki pendidikan tinggi dalam bekerja di sektor off farm membutuhkan tenaga dan pemikiran cepat dalam menyelesaikan pekerjaannya, berarti curah kerja yang mereka gunakan rendah bila dibandingkan dengan petani yang berpendidikan rendah yang hanya mengandalkan tenaga dalam bekerja di sektor off farm.
2. Hasil analisis data menunjukkan bahwa luas lahan garapan yang dimiliki oleh petani berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap curah kerja petani di sektor off farm di Desa Sidoagung. Hal ini didasarkan pada nilai thitung(3,338) yang lebih besar dari nilai ttabel(1,670). Hal ini berarti bahwa besarnya luas lahan garapan yang dimiliki oleh petani tidak mempengaruhi curah kerjanya di sektor off farm, karena lahan yang mereka miliki disewakan atau dikerjakan
3. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jumlah pendapatan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap curah kerja petani di sektor off farm di Desa SidoAgung. Hal ini didasarkan pada nilai thitung(1,848) yang lebih besar dari nilai ttabel(1,670). Terdapat pengaruh antara jumlah pendapatan dengan curah kerja petani di sektor off farm, karena tingginya curah kerja yang dimiliki oleh petani di sektor off farm ternyata dapat menambah jumlah pendapatan bagi mereka.
4. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengalaman kerja tidak berpengaruh secara signifikan curah kerja petani di sektor off farm di Desa SidoAgung. Hal ini didasarkan pada nilai thitung(0,863) yang lebih kecil dari nilai ttabel(1,670). Tidak adanya pengaruh antara pengalaman kerja terhadap curah kerja petani di sektor off farm, karena bagi mereka yang memiliki pengalaman kerja lebih dari 7 tahun curah kerjanya sama dengan mereka yang baru memiliki pengalaman kerja 2 tahun. Sebab curah kerja itu sudah diatur oleh perusahaan atau instansi terkait berdasarkan kesepakatan bersama.
5. Hasil niali R2 pada penelitian ini di peroleh dari nilai adjusted R2 sebesar 0,258, berarti pengaruh variabel tingkat pendidikan, pengalaman kerja, luas lahan, dan jumlah pendapatan terhadap curah kerja petani di sektor off farm adalah sebesar 25,8%, sedangkan sisanya sebesar 74,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
melalui penyuluhan-penyuluhan di Balai Desa. Hal ini akan dapat menambah pengalaman serta pengetauan bagi para petani dalam mengolah serta merawat lahan pertaniannya.
2. Pemerintah hendaknya memperluas lapangan pekerjaan di sektor off farm yang sesuai dengan situasi dan kondisi dari warga Desa SidoAgung khususnya para keluarga petani. Hal ini diharapkan dapat menambah pendapatan keluarga petani yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
3. Saran bagi peneliti selanjutnya silakan meneliti ulang tentang apa yang penulis teliti, karena hasil yang diperoleh peneliti di dalam penelitian ini sangat lemah. Namun selain itu peneliti selanjutnya silakan meneliti faktor lain tentang hal- hal yang mempengaruhi curah kerja petani di sektor off farm seperti faktor usia, faktor modal, kurangnya lapangan pekerjaan, keterampilan sertatingkat kepadatan penduduk.