• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Data Responden Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Data Responden Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Kompang dengan Responden penelitian adalah masyarakat Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai yang ikut berpatisipasi dalam Pilkada serentak tahun 2018, sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 50 orang dengan rincian responden dibawah ini.

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.10.

Tabel 4.10 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)

Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang terendah berada pada interval jenis kelamin perempuan sebanyak 3 orang dengan presentase 6%. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval jenis kelamin laiki-laki sebayak 47 orang dengan presentase 94%.

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.11.

Tabel 4.11 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

UMUR FREKUENSI

(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)

Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur yang terendah berada pada interval umur 28 sampai 32 tahun sebanyak 4 orang dengan presentase 18%. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval umur 38 sampai 50 tahun sebayak 27 orang dengan presentase 54%.

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.12.

Tabel 4.12 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

PENDIDIKAN TERAKHIR FREKUENSI

(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)

Berdasarkan tabel 4.12 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan pendidikan yang terendah berada pada interval tidak sekolah sebanyak 2 orang dengan presentase 4%. Sedangkan responden dengan frekuensi tertinggi berada pada SMA sebanyak 25 orang dengan presentase 50%.

B. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan mengunakan kuesioner yang dibagikan kepada 50 responden maka dari itu ditemukan beberapa hal terkait dengan jawaban yang diberikan oleh responden. Pada penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan sebagai objek penelitian.

Variabel yang dimaksud adalah variabel Pengetahuan Politik sebagai variabel independen (X) dan variabel Partisipasi Politik sebagai variabel terkait (Y) pada Pilkada Serentak tahun 2018 di Desa Kompang.

1. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Pengrauh Pengetahuan Politik terhadap Partsipasi Politik Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai Secara Parsial.

Setelah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka tahap selanjutnya dilakukan uji regresi linier sederhana secara parsial tentang variabel pengetahuan politik terhadap variabel partsipasi politik masyarakat pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

a. Pengaruh Pengetahuan Tentang Pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Pengetahuan tentang pemerintah, yang dimaksud tentang pemerintah dalam penelitian ini yaitu masyarakat telah mengetahui calon bupati dan calon wakil bupati yang ikut pada pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sinjai. Untuk mengetahui indikator pengetahuan tentang pemerintah dapat diukur melalui sub indikator dalam tiga pernyataan. Untuk mendeskripsikan pernyataan dari ke 50 responden dengan sub indikator pengetahuan pemerintah terhadap partisipasi politik dapat dilihat dalam pengolahan data hasil uji analisis regresi linier sederhana sacara parsial pada berikut :

Tabel 4.13

Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana Pengaruh Pengetahuan tentangPemerintah (X1)

terhadap Partisipasi Politik (Y)

a. Predictors: (Constant), Pengetahuan tentang Pemerintah

Berdasarkan hasil uji regresi linier sedehana pada tabel 4.13 Model Summary diatas, menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,374. Besar Pengaruh Pengetahuan tentang Pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y) ditunjukkan oleh nilai R Square yaitu sebesar 0,140 artinya 14,0%. Hasil ini didapatkan berdasarkan jawaban 50 orang responden atas 3 (tiga) pernyataan untuk menganalisis pengaruh indikator pengetahuan tentang pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y), yaitu yang terkait dengan : (1) pemberian suara yang menunjang partisipasi politik; dan (2) Partisipasi dalam rapat umum yang menunjang partisipasi politik.

Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y), hanya saja pengaruhnya tergolong kecil, yaitu hanya berpengaruh sebesar 14,0%.

b. Pengaruh Pengetahuan Tentang Aturan Main Politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Pengetahun tentang aturan main politik, yang dimaksud dalam penelitian ini yakni masyarakat telah memahami aturan yang telah ditetapkan mengenai proses pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sinjai guna memastikan pelaksanaan Pilkada berlangsung sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku, karena Pilkada sejatinya adalah milik masyarakat. Untuk mengetahui indikator pengetahuan tentang aturan main politik dapat diukur melalui sub indikator dalam tiga pernyataan.

Untuk mendeskripsikan pernyataan dari ke 50 responden dengan sub indikator pengetahuan tentang aturan main politik terhadap partisipasi politik dapat dilihat dalam pengolahan data hasil uji analisis regresi linier sederhana sacara parsial pada berikut :

Tabel 4.14

Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana

Pengaruh Pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y)

a. Predictors: (Constant), Pengetahuan tentang aturan main politik

Berdasarkan hasil uji regresi linier sedehana pada tabel 4.14 Model Summary diatas, menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,403. Besar Pengaruh Pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y) ditunjukkan oleh nilai R Square yaitu sebesar 0,163 artinya 16,3%. Hasil ini didapatkan berdasarkan jawaban 50 orang responden atas 3 (tiga) pernyataan untuk menganalisis pengaruh indikator pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y), yaitu yang terkait dengan : (1) Partisipasi dalam diskusi politik Informal yang menunjang partisipasi politik; dan (2) Ikut kampanye yang menunjang partisipasi politik.

Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y), hanya saja pengaruhnya tergolong kecil, yaitu hanya berpengaruh sebesar 16,3%.

c. Pengaruh Pengetahuan Tentang Lingkungan dan Masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat, yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu pemilih dianggap cakap dan sudah dapat mengambil bagian sebagai subyek dalam pelaksanaan Pilkada, apabila masyarakat sudah mampu berpartisipasi aktif untuk turut mengawasi pelaksanaan Pilkada di lingkungannya. Untuk mengetahui indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat dapat diukur melalui sub indikator dalam tiga pernyataan. Untuk mendeskripsikan pernyataan dari ke 50 responden dengan sub indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat terhadap partisipasi politik dapat dilihat dalam pengolahan data hasil uji analisis regresi linier sederhana sacara parsial pada berikut :

Tabel 4.15

Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana

Pengaruh Pengetahuan tentang Lingkungan dan Masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y)

a. Predictors: (Constant), Pengetahuan Lingkungan dan Masyarakat

Berdasarkan hasil uji regresi linier sedehana pada tabel 4.15 Model Summary diatas, menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,050. Besar Pengaruh Pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y) ditunjukkan oleh nilai R Square yaitu sebesar 0,003 artinya 00,3%. Hasil ini didapatkan berdasarkan

jawaban 50 orang responden atas 3 (tiga) pernyataan untuk menganalisis pengaruh indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y), yaitu yang terkait dengan : (1) Ikut kampanye yang menunjang partisipasi politik; dan (2) Partisipasi dalam diskusi politik Informal yang menunjang partisipasi politik.

Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama ditolak, yaitu tidak ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Tabel 4.16

Rekapitulasi Nilai Hasil Uji Regresi Linier Sederhana secara Parsial Pengaruh Indikator Variabel Pengetahuan Politik (X)

Terhadap Variabel Partisipasi Politik (Y)

No. Indikator Variabel X Besar Pengaruh terhadap Variabel Y

2. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Pengaruh Pengetahuan Politik Terhadap Partisipasi Politik Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai Secara Simultan.

Untuk melihat hasil pengaruh pengetahuan politik terhadap partisipasi politik masyarakat pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai pada responden yang berjumlah sebanyak 50 orang yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi

sederhana secara simultan dengan bantuan SPSS versi 26. Adapun hasil analisis regresi sederhana dapat diperoleh seperti pada penjelasan dibawah ini:

a. Analisis Regresi Linear Sederhana dan Uji T (Uji Parsial)

Penelitian ini memiliki dua fokus utama yaitu untuk melihat pengaruh antara variabel (X) pengetahuan politik dan variabel (Y) Partisipasi politik, apakah terdapat pengaruh yang positif atau negatif dan pengaruh yang signifakan. Untuk memudahkan peneliti dalam mengetahui hubungan antara variabel X dan variabel Y apakah diperoleh positif atau negatif, maka dilakukan analisis regresi linear sederhana. Analisis regresi linear sederhana ini dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 26. Berikut ini adalah data yang menjelaskan seperti apa hubungan dari kedua variabel dalam penelitian ini:

Tabel 4.17.

Hasil Regresi Linear Sederhana

Variabel Pengetahuan Politik terhadap Partisipasi Politik Coefficientsa

Adapun rumus model persamaan regresi sederhana yang digunakan dalam menentukan besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y dalam penelian ini sebagai berikut:

Y = a + bX

Y = 49,420 + 0,474 X

Berdasarkan persamaan regresi diatas maka dapat diinterprestasikan bahwa Constanta (a) sebesar 49,420. Sedangkan nilai koefisien regresi (b)

sebesar 0,474 yang menyatakan bahwa variabel independen atau pengetahuan politik (X) berpengaruh positif terhadap variabel dependen atau partisipasi politik (Y). Persamaan tersebut dapat diterjemahkan nilai Constanta sebesar 49,420 yang mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel Partisipasi Politik adalah sebesar 49,420 dan nilai koefisien regresi Pengetahuan Politik sebesar 0,474 yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai Pengetahuan Politik, maka nilai Partisipasi Politik bertambah sebesar 0,474. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif.

Pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,009 ≥ 0,05, sehingga dapat disimpulakan bahwa variabel Pengetahuan Politik (X) tidak berpengaruh terhadap Variabel Partisipasi Politik (Y). berdasarkan hasil uji t diketahui nilai thitung sebesar 2,712 ≥ ttabel 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Pengetahuan Politik (X) berpengaruh terhadap Variabel Partisipasi Politik (Y) pada Pilkada Serentaak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai yang menunjukan hipotesis (Ha) diterima.

b. Uji F (Uji Simultan)

Uji F digunakan dengan tujuan untuk melihat apakah pengetahuan politik atau variable (X) sebagai variabel independen secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi partisipasi politik atau variable (Y) sebagai variabel dependennya.

Kemudian untuk melihat simultannya, dapat menggunakan rumus apabila nilai Fhitung ≥ dari nilai Ftabel, maka berarti variabel independen yakni pengetahuan politik atau variable (X) secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap variabel dependen yakni partisipasi politik atau variable (Y). Uji F dapat pula dilihat melalui tingkat singnifikansi dengan membandingkan dengan jumlah signifikansi dengan 0,05. Apabila nilai Sing lebih kecil dari 0,05 berarti ada pengaruh begitupun sebaliknya. Adapaun hasil perhitungan uji F dapat dilihat pada tabel berikut:

Tebel 4.18 : Uji F (Simultan)

Pengambilan keputusan dalam uji regresi linear sederhana mengacu pada dua hal yaitu :

1) Jika nilai signifikan lebih kecil ≤ 0,05 artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, maka Ha diterima.

2) Jika nilai signifikan lebih besar ≥ 0,05 artinya variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y, maka Ha ditolak.

Berdasarkan hasil analisis data statistik tabel 4.48 Anova tersebut digunakan untuk menentukan model persamaan regresi linear sederhana yang diketahui bahwa nilai Fhitung = 7,355 dengan tingkat signifikan sebesar 0,009 lebih besar ≥ dari 0,05 maka variabel pengetahuan politik (X) tidak berpengaruh terhadap variabel partisipasi politik (Y) dengan demikan dapat

diketahui bahwa Ha ditolak karena nilai Signifikasi lebih besar dari 0,05 yang artinya hipotesis yang mengatakan bahwa tidak terdapat pengaruh pengetahuan politik terhadap partisipasi politik masyarakat pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

c. Uji Koefisien Determinan

Uji koefisien determinan dilakukan dengan tujuan untuk menentukan persentase total variasi dalam variabel partisipasi politik sebagai variabel dependent yang diterangkan oleh variabel pengetahuan politik sebagai variabel independent. Karena penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana, maka untuk melihat nilai koefisien determinan adalah nilai R Square. Berikut ini tabel yang menyajikan hasil uji determinan.

Tabel 4.19 : Uji Koefisien Determinan Model Summary

Berdasarkan hasil analisis data statistik tabel 4.17 model summary diatas, menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,365. Besar pengaruh variabel independen atau pengetahuan politik terhadap variabel dependen atau partisipasi politik ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,133 artinya 13,3% besar pengaruh variabel independen atau pengetahaun politik (X) terhadap variabel dependen atau partisipasi

politik (Y) pada Pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

Dari hasil output tersebut berada pada tingkatan sangat tidak baik.

Sedangkan sisanya (100% – 13,3% = 86,7%) dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Melihat masih terdapat angka 86,7%) yang merupakan variabel diluar penelitian, maka untuk dilakukan penelitian lanjutan oleh peneliti selanjutnya untuk mengetahui variabel yang belum masuk pada penelitian kali ini.

C. Pembahasan

Setelah seluruh data yang diperoleh dalam penelitian diuraikan, maka tahap selanjutnya akan dilakukan pembahasan data yang telah diuraikan tersebut. Interpretasi data secara keseluruhan untuk masing-masing variabel dapat dilakukan secara terlebih dahulu diklasifikasikan berdesaekan nilai-nilai yang diperoleh dari responden. Berdasarkan klasifikasi yang telah ditentukan, maka keseluruhan data yang diperoleh dari responden untuk masing-masing variabel dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Pengrauh Secara Parsial Pengetahuan Politik terhadap Partsipasi Politik Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

a. Pengaruh Pengetahuan Tentang Pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Pengetahuan tentang pemerintah, yang dimaksud tentang pemerintah dalam penelitian ini yaitu masyarakat telah mengetahui calon bupati dan calon wakil bupati yang ikut pada pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten

Sinjai. Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y), hanya saja pengaruhnya tergolong kecil.

Pemerintahan di daerah merupakan bagian dari penyelenggaraan pemerintah pusat sebagai konsekuensi Indonesia memakai sistem pemerintahan presidensiil. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan tertinggi dalam Pasal 4 ayat (1) UUD 1945 mempunyai kewajiban untuk melaksanakan kewajiban pemerintahan untuk menuju tujuan negara Indonesia yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV. Karena tugas dan kewajiban presiden sangat banyak, maka memerlukan bantuan dari pemerintah daerah, sebagai konsekuensi bentuk negara kesatuan adanya pembagian wilayah Republik Indonesia menjadi daerah besar (propinsi) dan daerah kecil (kabupaten/kota) seperti dalam pasal 18 UUD 1945 (Wijayanti

& Satriawan, 2009).

b. Pengaruh Pengetahuan Tentang Aturan Main Politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Pengetahun tentang aturan main politik, yang dimaksud dalam penelitian ini yakni masyarakat telah memahami aturan yang telah ditetapkan mengenai proses pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sinjai guna memastikan pelaksanaan Pilkada berlangsung sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku, karena Pilkada sejatinya adalah milik masyarakat. Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis

pertama diterima, yaitu ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y), hanya saja pengaruhnya tergolong kecil.

Sistem pemilu adalah seperangkat metode yang mengatur warga negara untuk memilih para wakilnya yang akan duduk di lembaga legislatif dan eksekutif. Sistem pemilihan ini penting dalam suatu sistem pemerintahan demokrasi perwakilan (Asfar, 2006), sebab : Sistem pemilihan mempunyai konsekuensi pada tingkat proporsionalitas hasil pemilihan. Sistem pemilihan memengaruhi bentuk kabinet yang akan dibentuk, Sistem pemilihan membentuk sistem kepartaian, khusus berkaitan dengan jumlah partai politik yang ada di dalam sistem kepartaian tersebut, Sistem pemerintahan memengaruhi akuntabulitas pemerintahan, khususnya akuntabilitas para wakil terhadap pemilihmya, Sistem pemilu mempunyai dampak pada tingkat kohesi partai politik, Sistem pemilihan berpengaruh terhadap bentuk dan tingkat partisipasi politik warga, Sistem pemilihan adalah elemen demokrasi yang lebih mudah untuk dimanipulasi dibandingkan dengan elemen demokrasi lainnya, oleh karena itu, jika suatu negara bermaksud mengubah tampilan atau wajah demokrasinya. Hal itu dapat dilakukan dengan mudah melalui perubahan sistem pemilunya dan Sistem pemilihan juga dapat dimanipulasi melalui berbagai peraturan yang tidak demokratis dalam tingkat pelaksanaannya.

c. Pengaruh Pengetahuan Tentang Lingkungan dan Masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat, yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu pemilih dianggap cakap dan sudah dapat mengambil bagian sebagai subyek dalam pelaksanaan Pilkada, apabila masyarakat sudah mampu berpartisipasi aktif untuk turut mengawasi pelaksanaan Pilkada di lingkungannya. Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama ditolak, yaitu tidak ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y).

Kesadaran politik warga negara menjadi faktor determinan dalam partisipasi politik masyarakat, artinya berbagai hal pengetahuan dan kesadaran akan hak dan kewajiban yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat dan kegiatan politik menjadi ukuran dan kadar seseorang terlibat dalam proses partisipasi politik. Berdasarkan fenomena ini maka W. Page memberikan model partisipasi menjadi empat tipe (Rahman, 2007): Apabila seseorang memiliki kesadaran politik dan kepercayaan kepada pemerintah tinggi maka partisipasi politik cenderung aktif, Sebaliknya kesadaran dan kepercayaan sangat kecil maka partisipasi politik menjadi pasif dan apatis, Kesadaran politik tinggi tetapi kepercayaan terhadap pemerintah lemah maka perilaku yang muncul adalah militan radikal, dan Kesadaran politik rendah tetapi kepercayaan pada pemerintah tinggi maka partisipasinya menjadi sangat pasif, artinya hanya berorientasi pada output politik.

2. Pengaruh Secara Simultan Pengetahuan Politik terhadap Partsipasi Politik Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

Sumber pengetahuan dan pemahaman tentang politik dapat diperoleh dari pendidikan politik. Pendidikan politik disebut pula sebagai political forming atau politische bildung. Disebut “forming” karena terkandung intensi untuk membentuk insan politik yang menyadari status atau kedudukan politiknya di tengah masyarakat. Dan disebut “bildung” (pembentukan dan pendidikan diri sendiri), karena istilah tersebut menyangkut aktivitas: membentuk diri sendiri, dengan kesadaran penuh dan tanggung jawab sendiri untuk menjadi insan politik (Kartono, 2009). Menurut (Surbakti, 2010) menjelaskan bahwa pendidikan politik merupakan suatu proses dialogik di antara pemberi dan penerima pesan. Melalui proses ini, para anggota masyarakat mengenal dan mempelajari nilai-nilai, norma-norma, dan simbol-simbol politik negaranya dari berbagai pihak dalam sistem politik, seperti sekolah pemerintah, dan partai politik.

Tingginya partisipasi masyarakat pada Pilkada Kabupaten Sinjai tahun 2018 tentu memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu dari dalam diri masyarakat atau dari luar diri masyarakat tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku politik masyarakat yaitu pengetahuan politik dan aktor politik. Pengetahuan politik yang didapat oleh masyarakat pada Pilkada Kabupaten Sinjai tahun 2018 yaitu salah satunya dengan memberikan pendidikan politik yang dilakukan dengan cara sosialisasi politik oleh lembaga, partai, ataupun tokoh-tokoh masyarakat.

Dalam penelitian (Andriyus, 2013) mengungkapkan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam proses pemilihan umum tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang mempengaruhi, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan umum yaitu faktor internal yag meliputi tingkat pendidikan, tingkat kehidupan ekonomi, dan kesadaran politik.

Sedangkan untuk faktor eksternal meliputi peranan pemerintah, peranan partai politik, peranan media massa, dan perilaku aktor politik.

Dari hasil laporan Pilkada Kabupaten Sinjai tahun 2018 khususnya di Desa Kompang telah dilakukan beberapa tahapan sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat seperti sosialisasi tingkat desa, sosialisasi menggunakan mobil keliling, sosialisasi pembagian stiker, dan sosialisasi lainnya. Gencarnya sosialisasi politik pada pilkada 2018 tak lain bertujuan meningkatkan pengetahuan politik masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesadaran politik pada masyarakat serta meningkatkan partisipasi politik pada Pilkada 2018. Walaupun banyak sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman politik masyarakat tentang Pilkada 2018, namun masih banyak masyarakat kurang mengetahui tentang politik khususnya terkait Pilkada 2018. Beberapa orang di Desa Kompang yang berpendapat bahwa mereka kurang mengetahui adanya sosialisasi tersebut ada pula yang berpendapat bahwa mereka tidak menghadiri ketika sosialisasi dilaksanakan. Selain sosialisasi yang dilakukan oleh lembaga, partai, ataupun tokoh-tokoh masyarakat masih banyak faktor yang mempengaruhi pengetahuan

politik masyarakat, seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, usia, agama, lingkungan pergaulan, serta media massa yang di gunakan oleh masyarakat.

Berdasarkan persamaan regresi, maka dapat diinterprestasikan bahwa nilai Constanta (a) sebesar 49,420. Sedangkan nilai koefisien regresi (b) sebesar 0,47 yang menyatakan bahwa variabel independen atau pengetahuan politik (X) berpengaruh positif terhadap variabel dependen atau partisipasi politik (Y). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif Pengaruh Pengetahuan Politik Terhadap Partisipasi Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

Setelah dilakukan Uji F (Uji Simultan) diperoleh dalam menentukan model persamaan regresi linear sederhana yang diketahui bahwa nilai Fhitung = 7,355 dengan tingkat signifikan sebesar 0,009 lebih besar ≥ dari 0,05 maka variabel pengetahuan politik (X) tidak berpengaruh terhadap variabel partisipasi politik (Y) dengan demikan dapat diketahui bahwa Ha ditolak karena nilai Signifikasi lebih besar dari 0,05 yang artinya hipotesis yang mengatakan bahwa tidak terdapat pengaruh pengetahuan politik terhadap partisipasi politik masyarakat pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.

Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis ini adalah terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan Pengaruh Pengetahuan Politik Terhadap Partisipasi Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai. Walaupun pengetahuan politik memiliki korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,365 terhadap partisipasi politik, namun

dengan perolehan nilai R Square sebesar 0,133 artinya 13,3% presentasenya sangat kecil. Alasannya, pengaruh pengetahuan politik memiliki pengaruh dibawah 50%. Hasil penelitian ini didukung oleh pendapat (Surbakti, 2010) dipengaruhi oleh kesadaran politik dan kepercayaan kepada pemerintah sebagai warga Negara. Hal ini menyangkut pengetahuan seseorang tentang lingkungan masyarakat dan politik, dan menyangkut minat dan perhatian seseorang terhadap lingkungan masyarakat dan politik tempat dia hidup.

Terkait pengetahuan politik sebagai konsep sentral perilaku politik, Surbakti menjelaskan bahwa pendekatan psikologis sosial sama dengan penjelasan yang diberikan dalam model perilaku politik. Salah satu konsep psikologi sosial yang digunakan untuk menjelaskan perilaku untuk memiliki pada pemilihan umum berupa identifikasi partai. Konsep ini merujuk pada persepsi pemilih atas partai-partai yang ada atau keterikatan emosional pemilih terhadap partai tertentu. Konkretnya, partai yang secara emosional dirasakan sangat dekat dengannya merupakan partai yang selalu dipilih tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor lain. Selain itu, tingkah laku psikologis menerjemahkan

Terkait pengetahuan politik sebagai konsep sentral perilaku politik, Surbakti menjelaskan bahwa pendekatan psikologis sosial sama dengan penjelasan yang diberikan dalam model perilaku politik. Salah satu konsep psikologi sosial yang digunakan untuk menjelaskan perilaku untuk memiliki pada pemilihan umum berupa identifikasi partai. Konsep ini merujuk pada persepsi pemilih atas partai-partai yang ada atau keterikatan emosional pemilih terhadap partai tertentu. Konkretnya, partai yang secara emosional dirasakan sangat dekat dengannya merupakan partai yang selalu dipilih tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor lain. Selain itu, tingkah laku psikologis menerjemahkan

Dokumen terkait