BAB III METODE PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
Penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis data, yaitu:
1. Teknik Analisis Statistik Deskriptif
Teknik analisis statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data kuesioner yang telah terkumpul dari jawaban responden di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (generalisasi).
Teknik analisis statistik deskriptif yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa tabel, perhitungan modus, median, mean (pengukuran tendensi sentral), perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta perhitungan persentase (%). Penentuan persentase dari perolehan data hasil kuesioner dari masing-masing variabel menggunakan rumus perhitungan persentase:
% =π
π x 100%
Keterangan rumus:
n = Skor yang diperoleh N = Skor ideal
% = Persentase
Data yang sudah dipersentasekan lalu ditafsirkan dengan kalimat-kalimat yang bersifat kualitatif, dimana hasil persentase itu dapat digolongkan sebagaimana terlihat pada Tabel 3.1:
Tabel 3.1. Kriteria Jawaban Responden
2. Teknik Analisis Regresi Linier Sederhana
Teknik analisis regresi sederhana digunakan untuk melihat besaran pengaruh variable (X) terhadap variabel (Y) pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.
Digunakan pula untuk membangun persamaan dan menggunakan persamaan tersebut untuk membuat perkiraan (prediction). Adapun rumus persamaan regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini, adalah:
Γ = a + bX
Keterangan rumus:
Γ = variabel Partisipasi Politik X = variabel Pengetahuan Politik a = konstanta
b = koefisien regresi
Analisis regresi dalam penelitian ini akan menggunakan bantuan software SPSS version 24.0. Hasil analisis regresi dapat digunakan pula
untuk melakukan uji hipotesis yang telah diajukan sebelumnya. Dasar pengambilan keputusannya, adalah:
a. Jika nilai P value (sig) β₯ 0,05, maka Ho diterima dan H1 ditolak b. Jika nilai P value (sig) β€ 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima F. Teknik Pengabsahan Data
Untuk mengukur data, ada dua konsep yang digunakan yaitu validitas dan reliabilitas. Suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang bisa datanya kurang valid dan kurang reliable.
1. Uji Validitas
Uji validasi dimaksudkan untuk mengetahui validasi instrumen/
kuesioner. Menurut (Sugiyono, 2016) βhasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang ditelitiβ. Teknik yang digunakan yaitu korelasi Pearson Product Moment, yaitu cara melakukan korelasi masing-masing variabel dengan skor totalnya. Suatu variabel/pertanyaan dikatakan valid bila skor variabel/pertanyaan tersebut berkorelasi secara signifikan dengan skor total.
2. Uji Realibilitas
Uji realibilitas di lakukan dengan maksud untuk mengetahui tingkat konsistensi terhadap instrumen-instrumen yang mengukur konsep.
Realibilitas merupakan syarat untuk tercapainya validitas kusioner dengan tujuan penelitian. Teknik pengujian realibilitas yang dilakukan yaitu dengan
menggunakan nilai Cronbachβs Alpa. Adapun rumus Alpha tersebut adalah sebagai berikut:
r11=[ π
(πβ1)1 β β ππ2
π12 ][1-β ππ2
π12 ] Dimana:
R11 = realibilitas instrumen k = banyaknya butir pertanyaan
βππ2 = jumlah varian butir π12 = varian total
41 1. Sejarah Singkat Desa Kompang
Desa Kompang adalah sebuah Desa disebelah Barat Kabupaten Sinjai yang berbatasan langsung dengan Desa Pattongko, Desa Saotanre, Desa Gantarang dan Desa Bonto Salama Kecamatan Sinjai Barat. Nama K ompang sendiri memiliki banyak versi menurut berbagai narasumber, diantaranya yakni:
a. Salah satu cerita yang tersebar di masyarakat menyebutkan bahwa Kompang Berasal dari kata Kompak dan Company (dibaca kompeni) karena dulu daerah Desa Kompang sangat stragis untuk mengatur strategi perang.
Sehingga membuat warga setempat resah dan Kompak untuk melakukan perlawanan serta mengusir para kompeni tersebut.
b. Kompang yang dulu biasa disebut dengan KOMBANG, bahkan sampai saat ini masih ada yang sering menyebut demikian terutama masyarakat di bagian Sinjai Barat. Adalah salah satu versi yang kami temukan di masyarakat. Dan kata KOMBANG berubah menjadi KOMPANG karena adanya pengaruh dari bahasa bugis dari wilayah Bone. Sementara itu, dari bahasa yang digunakan berasal dari bahasa konjo yang sampai pada pembentukan desa pertamakali berubah menjadi Kompang.
Desa Kompang merupakan salah satu desa tua dari tujuh desa yang terbentuk pada tahun 1960 di Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai,
historisnya berawal dari isu bahwa masyarakat Kompang pada saat itu akan diikutkan ke Desa lain. Tapi ada pula yang tetap bertahan untuk berdiri sendiri karena Kompang mempunyai historis tersendiri. Pada waktu terbentuknya Desa, berubalah dari istilah Gallarang menjadi Kampung. Maka dari itu terbentuklah pemerintahan dengan tiga kepala kampung yaitu : dusun Bonto, dusun Tombolo, dusun Burungeng yang sekarang biasa disebut sebagai Dusun Barugae.
Kepala desa yang pernah memimpin di desa Kompang berturut-turut tertera dalam tabel dibawah ini :
Tabel 4.1.
Daftar Nama Kepala Desa Kompang Secara Definitif
No Nama Jabatan Ket.
9. Ansar. A.Ma.Pust. 2015 Sampai Sekarang Definitif (Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)
2. Kondisi Geografis dan Demografis
Desa Kompang adalah salah satu desa di Kecamatan Sinjai Tengah yang mempunyai luas wilayah 14,23 Km2. Jumlah penduduk Desa Kompang sebanyak 2.167 jiwa yang terdiri Kepala Keluarga sebanyak 675 KK.
Sedangkan jumlah keluarga miskin (Gakin) 97 KK dengan persentase 21 persen dari jumlah keluarga yang ada di Desa Kompang.
Berdasar letak geografis wilayah, desa Kompang Berbatasan dengan : a. Sebelah Utara : Desa Pattongko Kec. Sinjai Tengah.
b. Sebelah Timur : Desa Saotanre Kec. Sinjai Tengah.
c. Sebelah Selatan : Desa Gantarang Kec. Sinjai Tengah.
d. Sebelah Barat : Desa Bonto salama Kecamatan Sinjai Barat.
Secara Topografi, Desa Kompang merupakan wilayah Perkebunan dan Perbukitan dengan luas 12,23 KmΒ². Secara Administratif wilayah Desa Kompang terdiri dari 30 RT, dan 12 RW, meliputi 3 Dusun. Dengan kondisi topografi demikian, Desa Kompang merupakan daerah Perbukitan dengan Ketinggian 500 s/d 1.447 meter diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 20Β° celcius s/d 30Β° celcius, dengan curah hujan rata-rata 2000-3000 mm pertahun.
3. Demografi
Jumlah penduduk Desa Kompang Pada tahuan 2017 ada sebanyak 675 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 2.071 jiwa yang terdiri dari 1.020 laki-laki dan 1.036 perempuan. Rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 anggota keluarga. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tebel berikut :
Tabel 4.2.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2018
No Jenis Kelamin
Jumlah Laki-Laki Perempuan
1. 1.020 1.036 2.071
(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)
Seperti terlihat dalam tabel di atas, menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak sekitar 16 Jiwa dari pada jenis kelamin laki-laki.
Agar dapat mendiskripsikan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Kompang dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitik beratkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Sehingga akan diperoleh gambaran tentang kependudukan Desa Kompang yang lebih komprehensif. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Kompang berdasarkan pada usia dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat dalam lampiran tabel berikut ini.
Tabel 4.3.
Jumlah Penduduk Berdasarkan Struktur Usia Tahun 2018
No Kelompok Usia L P Jumlah
(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik berdasarkan umur yang terendah berada pada interval umur 5 sampai 7 tahun sebanyak 92 orang. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval umur 40 sampai 56 tahun sebayak 369 orang.
4. Prasarana dan Sarana Desa
Pembangunan Infrastruktur akan dihadapkan pada terbatasnya kemampuan Pemerintah Desa untuk menyediakannya. Pada sebagian infrastruktur, pihak Desa telah berhasil menghimpun swadaya masyarakat murni yang terkoordinir di masing-masing RT dan RW.
Tabel 4.4.
Jumlah Sarana dan Prasarana Desa Tahun 2018 No Jenis prasarana & sarana desa Volume
1. Balai Pertemuan Masyarakat 1 unit
(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)
Beberapa masalah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian dan merupakan kebutuhan bagi masyarakat desa antara lain :
a. Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan b. Perbaikan kantor dan balai pertemuan
c. Saluran / Jaringan Irigasi
d. Pembangunan jalan desa termasuk setapak e. Pembangunan Drainase
f. Perbaikan sarana dan prasarana olahraga.
g. Pembangunan jaringan listrik PLN.
5. Pendidikan
Ilmu pengetahuan menjadi ukuran seseorang untuk berkembang dimana semakin tinggi pendidikan, maka kualitas penduduk juga akan lebih baik. Hal ini yang harus menjadi kesadaran bagi masyarakat bahwa pendidikan adalah sesuatu yang harus dilakukan dan disadari untuk bisa mengembangkan daerah yang lebih maju.
Desa Kompang tingkat pendidikan penduduk sangat beragam, adapun tingkat pendidikan penduduk Desa Kompang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5.
Keadaan Penduduk Berdasarkan Pendidikan No Pendidikan Terakhir Jumlah Penduduk
1 Sekolah Dasar 347
2 SMP/SLTP 479
3 SMA/SLTA 562
4 Akademi (D1-D3) 27
5 Sarjana (S1-S3) 48
(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik berdasarkan pendidikan yang terendah berada pada pendidikan terakhir akademi D1-D3 sebanyak 27 orang. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada pendidikan SMA/SLTA sebayak 562 orang.
6. Pemerintahan Umum
Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor pemerintahan umum, Desa Kompang. telah sejak lama memberikan pelayanan antara lain berupa : pencatatan sipil/surat-surat keterangan perkawinan yang telah teradministrasi dengan baik.
Desa Kompang terdiri dari 3 Wilayah dusun yakni Dusun Bonto, Dusun Tombolo, Dusun Barugae dan RT./RW. Dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6.
Nama Pejabat Wilayah Administrasi Pemerintah Desa Kompang
No N a m a Jabatan
1. Ansar, A.Ma.Pust. Kepala Desa
2 Muh. Harfin Sekretaris Desa
3 Fina Bendahara
4 Risnawati Musba Kepala Urusan Umum
5 Hamsah K. Kasi Pemerintahan
6 Jusran Kasi Pembangunan
7 Staf Sekretariat
8 Sultan Amrin Kepala Dusun Bonto
9 Syarifuddin Kepala Dusun Tombolo
10 Asikin Pella Kepala Dusun Barugae
(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)
Tabel 4.7.
Nama Ketua RW Se Desa Kompang
No Nama Jabatan Dusun
(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018)
Tabel 4.8.
Nama Ketua RT Se Desa Kompang
No Nama Jabatan Dusun
(Sumber: Profil Desa Kompang, tahun 2018) 7. Data pemilih Desa Kompang
Pada tanggal 27 Juni 2018, Indonesia secara serentak melaksanakan kegiatan demokrasi berupa Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) di tiap-tiap daerah. masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih tetap di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sinjai tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9.
Pemilih dan Pengguna Hak Pilih di Desa Kompang
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total
Pemilih 745 754 1500
Pengguna Hak
Pilih 572 618 1190
Partisipasi 76.78% 81.96% 79.33%
(Sumber : KPU Kabupaten Sinjai, 2018)
Berdasarkan data diatas dapat kita ketahui jumlah pemilih dari masyarakat Kecamatan Sinjai Tengah khususnya Desa Kompang. Rekapitulasi data di Desa Kompang dapat diketahui ada 1.500 pemilih yang terdiri dari laki-laki berjumlah 745 pemilih dan perempuan berjumlah 754 pemilih. Pengguna hak pilih di Desa Kompang berjumlah 1.190 pengguna hak pilih, meliputi pengguna hak pilih laki-laki yang berjumlah 572 dan perempuan yang berjumlah 618. Secara keseluruhan data di Desa Kompang total partisipasi politik masyarakat sebesar 79,33% dengan presentase suara sah sebesar 98%.
B. Deskripsi Data Responden Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Kompang dengan Responden penelitian adalah masyarakat Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai yang ikut berpatisipasi dalam Pilkada serentak tahun 2018, sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 50 orang dengan rincian responden dibawah ini.
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.10.
Tabel 4.10 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)
Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang terendah berada pada interval jenis kelamin perempuan sebanyak 3 orang dengan presentase 6%. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval jenis kelamin laiki-laki sebayak 47 orang dengan presentase 94%.
2. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.11.
Tabel 4.11 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
UMUR FREKUENSI
(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)
Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan umur yang terendah berada pada interval umur 28 sampai 32 tahun sebanyak 4 orang dengan presentase 18%. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada interval umur 38 sampai 50 tahun sebayak 27 orang dengan presentase 54%.
3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Karakteristik responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat sesuai dengan tabel 4.12.
Tabel 4.12 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
PENDIDIKAN TERAKHIR FREKUENSI
(Sumber: Data Primer diolah, tahun 2020)
Berdasarkan tabel 4.12 dapat diketahui bahwa frekuensi karakteristik responden berdasarkan pendidikan yang terendah berada pada interval tidak sekolah sebanyak 2 orang dengan presentase 4%. Sedangkan responden dengan frekuensi tertinggi berada pada SMA sebanyak 25 orang dengan presentase 50%.
B. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan mengunakan kuesioner yang dibagikan kepada 50 responden maka dari itu ditemukan beberapa hal terkait dengan jawaban yang diberikan oleh responden. Pada penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan sebagai objek penelitian.
Variabel yang dimaksud adalah variabel Pengetahuan Politik sebagai variabel independen (X) dan variabel Partisipasi Politik sebagai variabel terkait (Y) pada Pilkada Serentak tahun 2018 di Desa Kompang.
1. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Pengrauh Pengetahuan Politik terhadap Partsipasi Politik Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai Secara Parsial.
Setelah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini, maka tahap selanjutnya dilakukan uji regresi linier sederhana secara parsial tentang variabel pengetahuan politik terhadap variabel partsipasi politik masyarakat pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.
a. Pengaruh Pengetahuan Tentang Pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y).
Pengetahuan tentang pemerintah, yang dimaksud tentang pemerintah dalam penelitian ini yaitu masyarakat telah mengetahui calon bupati dan calon wakil bupati yang ikut pada pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sinjai. Untuk mengetahui indikator pengetahuan tentang pemerintah dapat diukur melalui sub indikator dalam tiga pernyataan. Untuk mendeskripsikan pernyataan dari ke 50 responden dengan sub indikator pengetahuan pemerintah terhadap partisipasi politik dapat dilihat dalam pengolahan data hasil uji analisis regresi linier sederhana sacara parsial pada berikut :
Tabel 4.13
Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana Pengaruh Pengetahuan tentangPemerintah (X1)
terhadap Partisipasi Politik (Y)
a. Predictors: (Constant), Pengetahuan tentang Pemerintah
Berdasarkan hasil uji regresi linier sedehana pada tabel 4.13 Model Summary diatas, menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,374. Besar Pengaruh Pengetahuan tentang Pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y) ditunjukkan oleh nilai R Square yaitu sebesar 0,140 artinya 14,0%. Hasil ini didapatkan berdasarkan jawaban 50 orang responden atas 3 (tiga) pernyataan untuk menganalisis pengaruh indikator pengetahuan tentang pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y), yaitu yang terkait dengan : (1) pemberian suara yang menunjang partisipasi politik; dan (2) Partisipasi dalam rapat umum yang menunjang partisipasi politik.
Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang pemerintah (X1) terhadap Partisipasi Politik (Y), hanya saja pengaruhnya tergolong kecil, yaitu hanya berpengaruh sebesar 14,0%.
b. Pengaruh Pengetahuan Tentang Aturan Main Politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y).
Pengetahun tentang aturan main politik, yang dimaksud dalam penelitian ini yakni masyarakat telah memahami aturan yang telah ditetapkan mengenai proses pilkada serentak tahun 2018 di Kabupaten Sinjai guna memastikan pelaksanaan Pilkada berlangsung sesuai dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku, karena Pilkada sejatinya adalah milik masyarakat. Untuk mengetahui indikator pengetahuan tentang aturan main politik dapat diukur melalui sub indikator dalam tiga pernyataan.
Untuk mendeskripsikan pernyataan dari ke 50 responden dengan sub indikator pengetahuan tentang aturan main politik terhadap partisipasi politik dapat dilihat dalam pengolahan data hasil uji analisis regresi linier sederhana sacara parsial pada berikut :
Tabel 4.14
Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana
Pengaruh Pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y)
a. Predictors: (Constant), Pengetahuan tentang aturan main politik
Berdasarkan hasil uji regresi linier sedehana pada tabel 4.14 Model Summary diatas, menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,403. Besar Pengaruh Pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y) ditunjukkan oleh nilai R Square yaitu sebesar 0,163 artinya 16,3%. Hasil ini didapatkan berdasarkan jawaban 50 orang responden atas 3 (tiga) pernyataan untuk menganalisis pengaruh indikator pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y), yaitu yang terkait dengan : (1) Partisipasi dalam diskusi politik Informal yang menunjang partisipasi politik; dan (2) Ikut kampanye yang menunjang partisipasi politik.
Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama diterima, yaitu ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang aturan main politik (X2) terhadap Partisipasi Politik (Y), hanya saja pengaruhnya tergolong kecil, yaitu hanya berpengaruh sebesar 16,3%.
c. Pengaruh Pengetahuan Tentang Lingkungan dan Masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y).
Pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat, yang dimaksudkan dalam penelitian ini yaitu pemilih dianggap cakap dan sudah dapat mengambil bagian sebagai subyek dalam pelaksanaan Pilkada, apabila masyarakat sudah mampu berpartisipasi aktif untuk turut mengawasi pelaksanaan Pilkada di lingkungannya. Untuk mengetahui indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat dapat diukur melalui sub indikator dalam tiga pernyataan. Untuk mendeskripsikan pernyataan dari ke 50 responden dengan sub indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat terhadap partisipasi politik dapat dilihat dalam pengolahan data hasil uji analisis regresi linier sederhana sacara parsial pada berikut :
Tabel 4.15
Hasil Uji Analisis Regresi Linier Sederhana
Pengaruh Pengetahuan tentang Lingkungan dan Masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y)
a. Predictors: (Constant), Pengetahuan Lingkungan dan Masyarakat
Berdasarkan hasil uji regresi linier sedehana pada tabel 4.15 Model Summary diatas, menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) sebesar 0,050. Besar Pengaruh Pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y) ditunjukkan oleh nilai R Square yaitu sebesar 0,003 artinya 00,3%. Hasil ini didapatkan berdasarkan
jawaban 50 orang responden atas 3 (tiga) pernyataan untuk menganalisis pengaruh indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y), yaitu yang terkait dengan : (1) Ikut kampanye yang menunjang partisipasi politik; dan (2) Partisipasi dalam diskusi politik Informal yang menunjang partisipasi politik.
Hasil ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Hipotesis pertama ditolak, yaitu tidak ada pengaruh antara indikator pengetahuan tentang lingkungan dan masyarakat (X3) terhadap Partisipasi Politik (Y).
Tabel 4.16
Rekapitulasi Nilai Hasil Uji Regresi Linier Sederhana secara Parsial Pengaruh Indikator Variabel Pengetahuan Politik (X)
Terhadap Variabel Partisipasi Politik (Y)
No. Indikator Variabel X Besar Pengaruh terhadap Variabel Y
2. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Pengaruh Pengetahuan Politik Terhadap Partisipasi Politik Masyarakat pada Pilkada Serentak Tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai Secara Simultan.
Untuk melihat hasil pengaruh pengetahuan politik terhadap partisipasi politik masyarakat pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai pada responden yang berjumlah sebanyak 50 orang yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi
sederhana secara simultan dengan bantuan SPSS versi 26. Adapun hasil analisis regresi sederhana dapat diperoleh seperti pada penjelasan dibawah ini:
a. Analisis Regresi Linear Sederhana dan Uji T (Uji Parsial)
Penelitian ini memiliki dua fokus utama yaitu untuk melihat pengaruh antara variabel (X) pengetahuan politik dan variabel (Y) Partisipasi politik, apakah terdapat pengaruh yang positif atau negatif dan pengaruh yang signifakan. Untuk memudahkan peneliti dalam mengetahui hubungan antara variabel X dan variabel Y apakah diperoleh positif atau negatif, maka dilakukan analisis regresi linear sederhana. Analisis regresi linear sederhana ini dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS 26. Berikut ini adalah data yang menjelaskan seperti apa hubungan dari kedua variabel dalam penelitian ini:
Tabel 4.17.
Hasil Regresi Linear Sederhana
Variabel Pengetahuan Politik terhadap Partisipasi Politik Coefficientsa
Adapun rumus model persamaan regresi sederhana yang digunakan dalam menentukan besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y dalam penelian ini sebagai berikut:
Y = a + bX
Y = 49,420 + 0,474 X
Berdasarkan persamaan regresi diatas maka dapat diinterprestasikan bahwa Constanta (a) sebesar 49,420. Sedangkan nilai koefisien regresi (b)
sebesar 0,474 yang menyatakan bahwa variabel independen atau pengetahuan politik (X) berpengaruh positif terhadap variabel dependen atau partisipasi politik (Y). Persamaan tersebut dapat diterjemahkan nilai Constanta sebesar 49,420 yang mengandung arti bahwa nilai konsisten variabel Partisipasi Politik adalah sebesar 49,420 dan nilai koefisien regresi Pengetahuan Politik sebesar 0,474 yang menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai Pengetahuan Politik, maka nilai Partisipasi Politik bertambah sebesar 0,474. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif.
Pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,009 β₯ 0,05, sehingga dapat disimpulakan bahwa variabel Pengetahuan Politik (X) tidak berpengaruh terhadap Variabel Partisipasi Politik (Y). berdasarkan hasil uji t diketahui nilai thitung sebesar 2,712 β₯ ttabel 2,011, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Pengetahuan Politik (X) berpengaruh terhadap Variabel Partisipasi Politik (Y) pada Pilkada Serentaak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai yang menunjukan hipotesis (Ha) diterima.
b. Uji F (Uji Simultan)
Uji F digunakan dengan tujuan untuk melihat apakah pengetahuan politik atau variable (X) sebagai variabel independen secara bersama-sama (simultan) mempengaruhi partisipasi politik atau variable (Y) sebagai variabel dependennya.
Kemudian untuk melihat simultannya, dapat menggunakan rumus apabila nilai Fhitung β₯ dari nilai Ftabel, maka berarti variabel independen yakni pengetahuan politik atau variable (X) secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap variabel dependen yakni partisipasi politik atau variable (Y). Uji F dapat pula dilihat melalui tingkat singnifikansi dengan membandingkan dengan jumlah signifikansi dengan 0,05. Apabila nilai Sing lebih kecil dari 0,05 berarti ada pengaruh begitupun sebaliknya. Adapaun hasil perhitungan uji F dapat dilihat pada tabel berikut:
Tebel 4.18 : Uji F (Simultan)
Pengambilan keputusan dalam uji regresi linear sederhana mengacu pada dua hal yaitu :
1) Jika nilai signifikan lebih kecil β€ 0,05 artinya variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, maka Ha diterima.
2) Jika nilai signifikan lebih besar β₯ 0,05 artinya variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Y, maka Ha ditolak.
Berdasarkan hasil analisis data statistik tabel 4.48 Anova tersebut digunakan untuk menentukan model persamaan regresi linear sederhana yang diketahui bahwa nilai Fhitung = 7,355 dengan tingkat signifikan sebesar 0,009 lebih besar β₯ dari 0,05 maka variabel pengetahuan politik (X) tidak berpengaruh terhadap variabel partisipasi politik (Y) dengan demikan dapat
diketahui bahwa Ha ditolak karena nilai Signifikasi lebih besar dari 0,05 yang artinya hipotesis yang mengatakan bahwa tidak terdapat pengaruh pengetahuan politik terhadap partisipasi politik masyarakat pada pilkada serentak tahun 2018 di Desa Kompang Kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai.
c. Uji Koefisien Determinan
Uji koefisien determinan dilakukan dengan tujuan untuk menentukan persentase total variasi dalam variabel partisipasi politik sebagai variabel dependent yang diterangkan oleh variabel pengetahuan politik sebagai variabel independent. Karena penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana, maka untuk melihat nilai koefisien determinan adalah nilai R Square. Berikut ini tabel yang menyajikan hasil uji determinan.
Tabel 4.19 : Uji Koefisien Determinan Model Summary
Berdasarkan hasil analisis data statistik tabel 4.17 model summary
Berdasarkan hasil analisis data statistik tabel 4.17 model summary