• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

A. Deskripsi Data 1.SIKLUS I

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IV MI Sirojul Athfal Bekasi oleh peneliti yang direncanakan dalam dua siklus dengan rincian siklus I diadakan 4 kali pertemuan dan di siklus II dalam 3 kali pertemuan. Waktu yang diperlukan dalam tiap pertemuan adalah 2 x 35 menit. Pada tiap-tiap siklus dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

a. Perencanaan ( Planning )

Pada tahap perencanaan awal ini peneliti memulai dengan mewawancarai guru bidang study dan siswa dalam kaitannya dengan kegiatan pembelajaran matematika dikelas. Dari wawancara tersebut dapat diketahui bahwa banyak siswa yang mengeluhkan mats pelajaran matematika karena dianggap suatu pelajaran yang sulit dan bikin pusing, hal tersebut dibuktikan dengan adanya rekapan hasil nilai ulangan harian siswa yang belum mencapai KKM karena rendahnya pemahaman siswa akan konsep matematika itu sendiri. Setelah itu barn kemudian peneliti mengidentifikasi penyebab permasalahan yang timbal dalam proses kegiatan pembelajaran dikelas. Dapat diketahui bahwa salah satu penyebab dari rendahnya pemahaman siswa tersebut adalah kurangnya penggunaan metode yang tepat serta alat peraga dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.Dari permasalahan tersebut diatas, peneliti berupaya merancang suatu desain pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui metode demonstrasi.

Perencanaan dimulai dengan menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang menggunakan metode demonstrasi, lembar kerja siswa, instrumen penelitian,serta alat peraga yang akan digunakan. Adapun materi ajar yang akan digunakan dalam penelitian adalah operasi penjumlahan dan penguranganbilangan

bulat negatif. Dengan indikator pembelajaran yang digunakan antara lain: 1) Menjelaskan pengertian bilangan bulat

2) Menentukan nilai bilanganbulat dengan alat peraga manik-manik 3) Membandingkan nilai bilangan bulat

4) Melakukan penjumlahan bilangan bulat negative

5) Menuliskan penjumlahan bilangan bulat negatif dalam kalimat matematika 6) Melakukan operasi pengurangan bilangan bulat negative

7) Menuliskan hasil pengurangan bilangan bulat negatif dalam kalimat matematika

8) Melakukan operasi hitung campuran Menjelaskan penggunaan bilangan bulat negative

9) Menyimpulkan konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negative

10)Melakukan operasi hitung campuran

b. Pelaksanaan / Tindakan

Didalam pelaksanaan tindakan, peneliti berupaya menerapkan penggunaan metode demonstrasi yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa akan materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif yang telah disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Adapun kegiatan guru dan siswa pada proses kegiatan belajar secara rinci dalah sebagai berikut:

b.1) Pertemuan pertama

Pada pertemuan awal ini guru melakukan tanya jawab terlebih dahulu tentang bilangan bulat, kemudian menuliskan beberapa soal penjumlahan dan meminta siswa untuk mengerjakan secara individu, namun ternyata banyak siswa yang belum memahami langkah yang digunakan untu menyelesaikan soal tersebut, terlebih pada soal bilangan bulat negatif. Untuk itu, guru memperkenalkan sebuah alat peraga yang sudah disiapkan sebelumnya untuk menyelesaikan soal penjumlahan tersebut. Terlebih dahulu guru menjelaskan cara penggunaan alat peraga manik-manik kepada siswa, dan siswa diminta membentuk lambing

bilangan dengan alat peraga tersebut. Guru kembali menjelaskan bahwa alat perag tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan soal penjumlahan.siswa menyimak penjelasan giaru dengan seksama.

b.2) Pertemuan kedua

Pada pertemuan kedua ini guru mencoba bertanya kepada siswa tentang cara membentuk bilangan dengan alat peraga tersebut. Kemudian menjelaskan langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soal penjumlahan dengan cara mendemonstraikan di depan kelas, siswa pun memperhatikan peragaan tersent.n un sedikit sekali siswa yang berani mengungkapkan pendapat atau bertan atau bahkan menjawab pertanyaan guru, tampaknya mereka masih belum berani untuk melakukan hal itu.terbukti ketika siswa diminta maju untuk mendemonstrasikan peragaan soal penjumlahan di depan, hanya dua siswa yang berani dan ketika dipesilahkan untuk betanya, mereka hanya terdiam, tidak ada yang bertanya.

b.3) Pertemuan ketiga

Guru menjelaskan tentang cara menyelesaikan soal pengurangan, caranya hampir sama dengan soal penjumlahan kemarin, namun dalam hal ini siswa dibagi menjadi 2 kelompok untuk mendiskusikan masalah yang di berikan. Siswa berusaha mengerjakannya dengan baik, namun tampak siswa masih kebingungan dengan soal pengurangan tersebut, terkadang mereka masih mengerjakannya dengan cara penjumlahan.Guru tetap membimbing siswa dalam memecahkan masalah tersebut. Setelah selesai, siswa diminta untuk menyimpulkan. Gurumemberi kesempatan kepada siswa unuk bertanya berkaitan dengan materi yang belum dipahami.

b.4) Pertemuan keempat

Pertemuan kali ini adalah saatnya untuk melakukan tes akhir siklus, banyak siswa yang belum siap meskipun sudah diberitahu sebelumnya. Guru menanamkan rasa percaya diri pada anak agar anak yakin dengan kemampuan yang dimiliki.dengan membaca bismillah bersama-sama kemudian gum membagi

soallatihan kepada siswa, tidak lupa guru tetap membimbing dan mengarahkan anak agar dapat menyelesaikan soal dengan baik dan benar Setelah selesai mengerjakan, guru mempersilahkan siswa untuk bertanya berkaitan dengan soal yang diberikan kemudian guru berpesan agar tetap diulang terus dirumah, minggu depan hasilnya akann dibagikan ke siswa.

c. Hasil Pengamatan

a) Lembar observasi aktifitas guru

Hasil observasi aktivitas guru disajikan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.1 Data hasil observasi aktivitas guru Kegiatan

yangdiamati Pertemuan ke Jumlah skor Persentase (%) Aktivitas guru selama tindakan I 27 61,4 % II 30 68,2% III 34 72,3% IV 36 81,8% Rata-rata siklus 127 70,9%

Pada tabel diatas menunjulkkan bahwa aktivitas guru dan tiap pertemuanmengalami peningkatan,tampak jelas pada basil prosentase perolehan di tiappertemuannya dengan perolehan rata-rata sinus 70,9%, dengan itu guru sudah mulai menerapkan metode demonstrasi dengan dengan baik meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki.

b. lembar observasi aktivitas siswa

Pada pelaksanaan siklus I ini, sebagian siswa mulai berani menyampaikan pendapatnya. Disamping itu siswa juga mulai memiliki rasa percaya din dan tidak malu lagi untuk maju ke depan kelaatatuk. lebih jelasnya hasil observasi tentang aktivitas atau kegiatan siswa selama diberi tindakan disajikan pada tabel dibawah ini:

tabel 4.2 data hasil observasi aktivitas siswa siklus I

No

Aspek yang diamati Pertemuan ke/ nilai

I II III IV

1. Berani bertanya dan menjawab pertanyaan

1 2 3 3

2. Memahami penggunaan alat peraga manik-manik

2 2 2 3

3. Membentuk bilangan dengan alat peraga

2 3 3 4

4. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan dengan alat peraga

2 2 3 3

5. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan tanpa alat peraga

2 2 3 3

6. Mengerjakan soal-soal yang diberikan

2 3 cn 3

7. Menuliskan peragaan demonstrasi dalam kallimat matematika

2 2 3 3

Jumlah skor 13 16 20 22

Persentase (%) 46,4% 57,1% 71,4% 78,5%

Jumlah akhir siklus 71

Rata-rata siklus 63,35%

Berdasarkan tabel tersebut tampak jelas bahwa aktivitas siswa pun mulai meningkat dan tiap pertemuan dengan rata-rata siklus mencapai 63,35%. hal ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi dapat digunakan untuk menyampaikan materi tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif, meskipun belum mencapai skor maksimal.

b) H a s i l t e s P e m a h a m a n

Adapun hasil tes pemahaman di akhir siklus I disajikan pada tebel berikut ini:

tabel 4.3 Data hasil tes pemahaman akhir siklus I Tahap kegiatan Nilai rata-rata kelas siswa Tes pemahaman akhir siklus 62

Berdasarkan tabel diatas, perolehan hasil tes akhir siklus I belum menunjukkan peningkatan pemahaman siswa karena belum mencapai ketuntasan belajar yang telah ditetapkan yakni 70.

c) Catatan lapangan

Catatan ini merupakan hasil observasi peneliti dan observer selama diberikannya tindakan pada kegiatan pembelajaran.catatan tersebut disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4 data hasil catatan lapangan. Pertemuan

ke

Catatan yang diperoleh Keterangan

I

Pada awal pertemuan siswa tampak malu dan segan untuk bertanya terkait dengan materi atau alat peraga yang disiapkan. siswapun masih merasa kesulitan dalam menggunakan alat

peraga manik-manik.

Hal ini disebabkan karena selama ini siswa tidak pernah menggunakan alat peraga dalam belajar dan hanya menggunakan metode yang terkesan monoton, yakni ceramah.

II

Pertemuan kedua berlangsung lancar, siswa mulai menikmati pelajaran, namun masih terdapat beberapa siswa yang masih tampak bingung dalam menggunakan alat peraga manik- manik. untuk itu siswapun enggan maju mendemonstraikn soal penjumlahan ke depan kelas.

Siswa masih bingung dalam membedakan bentuk (menghadap kanan atau kiri) dan terkadang lupa mana yang bernilai positif dan mana yang bernilai negatif

III Pada pertemuan ini kondisi kelas tampak nyaman untuk belajar, semua siswa menyimak materi dengan baik, meskipun masih terdapat siswa yang masih bingung dalam menyelesaikan soal pengurangan.

Siswa masih terpaku dngan soal penjumlahan, jadi terkadang lupa bahwa itu soal

pengurangan, karena langkah yang ditempuh cukup lebih rumit dibandingkan dengan soal IV Pertemuan kali ini siswa tampak serius

dalam mengerjakan soal yang diberikan.terdapat beberapa siswa yang tampak gusar dalam

mengerjakannya,tapi ada jugs siswa yang tekun.

Semua siswa berusaha mengerjakan soal yang

diberikan dengan baik dan penuh rasa percaya diri.

Pada tabel tersebut diatas menjelaskan bahwa masih terdapat kekurangan dan kelebihan pada tindakan yang diberikan, sehingga siswa bisaberperilaku demikian, untuk itu harus ada yang lebih ditingkatkanlagi.

d) Refleksi

Penggunaan metode demonstrasi pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif mampu membawa sedikit perubahan pada proses kegiatan belajar siswa, meskipun belum maksimal.hal ini disebabkan karena selama ini siswa hanya menerima tanpa adanya tindakan yang dilakukan siswa selain duduk dan mendengarkan guru menjelaskan materi, tanpa adanya bantuan alat peraga dalam menyampaikannya.

bahwa perlakuan yang diberikan ini belum mencapai ketuntasan yang diharapkanyakni nilai rata-rata siswa 70,namun pada tes akhir siklus I perolehan siswa hanya 62, oleh karena itu penelitian ini dilanjutkan ke siklus II, dan diharapkan adanya perbaikan tindakan untuk meningkatkan pemahaman siswa akan operasi penjurnlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif.

Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti merencanakan tindakan perbaikan yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif. Adapun kekurangan dan rencana tindakan perbaikan siklus I disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5 data kekurangan dan tindakan perbaikan siklus I Kekurangan yang ditemui Rencana tindakan perbaikan

• Siswa belum terbiasa menggunakan alat peraga dalam menerima materi pelajaran.

• Guru mengupayakan kegiatan yang lebih mengaktifkan siswa sehingga siswa terbiasa menggunakan alat peraga

• Siswa belum semuanya memahami cara penggunaan alat peraga dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif.

• Guru harus menjelaskan ulang langkah-langkah yang digunakan dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bialangan bulat negatif dengan

• Siswa masih tanipak bingung dalam mengerjakan soal latihan yang diberikan.

• Guru harus lebih memotivasi siswa dalam belajar agar tercipta rasa percaya din yang kuat dalam din para siswa.

Berdasarkan keterangan diatas terlihat bahwa pemberian tindakan dengan metode demonstrasi pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif belum terlaksana secara optimal, sehingga hasilnya belum mencapai ketuntasan yang telah ditetapkan.untuk itu perlu adanya perbaikan, dan proses perbaikan itu sendiri akan dilaksanakan pada siklus II

2. SIKLUS II a. Perencanaan

Tahap ini merupakan hasil perbaikan berdasarkan refleksi pada siklus I, terdiri dan 3x pertemuan dengan waktu 2x35 menit tiap pertemuannya.dimulai dengan menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), instrumen soal, lembar observasi dan lks.

Adapun materi yang diajarkan masih berkisar tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif dengan perbaikan pada kegiatan belajar didalamnya.indikator pembelajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut:

a) Melakukan penjumlahan bilangan bulat negative

b) Menuliskan penjumlahan bilangan bulat negatif dalam kalimat matematika

c) Melakukan operasi pengurangan bilangan bulat negative

d) Menuliskan hasil pengurangan bilangan bulat negatif dalam kalimat matematika e) Melakukan operasi hitung campuran Menjelaskan penggunaan

bilangan bulat negative

f) Menyimpulkan konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negative

g) Melakukan operasi hitung campuran

b. Tindakan/ Pelaksanaan

Tindakan yang dilakukan pada siklus II ini merupakan rencana perbaikan berdasarkan kekurangan yang ditemukan pada siklus I. Urituk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut:

1.) Pertemuan Pertama

Guru menjelaskan kembali cara penggunaan alat peraga dalam menyelesikan soal penjumlahan.dan meminta siswa untuk maju mendemonstrasikan soal peragaan, kemudian menuliskannya di buku masing-masing.siswapun tampak senang, sudah tidak malu atau takutbahkan ada beberapa siswa yang bertanya. akan materi yang belum dipahami. Ketika diberi soal latihan pun, siswa tampak semangat mengerjakannya, meskipun ada beberapa siswa yang masih tampak

bingung dalam menyelesaikannya, guru pun mendekati dan membimbing siswanya dalam pengerjaan soal tersebut.

2.) Pertemuan kedua

Pada pertemuan kedua ini guru mendemonstrasikan cara penggunaan alat peraga dalam menyelesaikan soal pengurangan, setelah itu membagi siswa menjadi 3 kelompok untuk memecahkan masalah soal pengurangan bersama.para siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan tertib dan tenang. namun dalam soal kali ini siswa masih terpaku dengan soal penjumlahan, jadi terkadang maih suka tertukar langkahnya. Guru menjelaskan kembali dengan teliti dan kesabaran.

3.) Pertemuan ketiga

Para siswa mengerjakan soal tes akhir dengan tenang, mereka berusaha mengerjakannya dengan penuh rasa percaya diri, dalam hal ini guru membimbing dan mengarahkan agar tetap yakin akan kemampuan diri sendiri, jangan terpaku dengan jawaban teman.

c. Hasil Pengamatan

a.) Lembar observasi aktifitas guru

Hasil observasi aktivitas guru dapat disajikan pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.6 Data hasil observasi aktivitas guru siklus II Kegiatan yang

diamati Pertemuan ke Jumlah skor Persentase (%) Aktivitas guru selama tindakan I 36 81,8 % II 39 88,6% III 40 90,9% Rata-rata siklus 115 87,1%

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa aktivitas guru dari tiap pertemu[an mengalami peningkatan, hal ini bisa dilihat dari jumlah skor yang

diperoleh pada saat mengajar tiap pertemuannya, dengan ini guru telah berupaya memperbaiki kinerjanya agar mampu menyampaikan materi yang diembannya.

b.) Lembar Observasi Aktifitas Siswa

Hasil observasi tentang aktifitas atau kegiatan siswa selama diberi tindakan disajikan pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.7 Data hasil observasi aktifitas siswa siklus II

Berdasarkan tabel tersebut diatas, dapat dilihat bahwa aktifitas siswa selama No Aspek Yang Diamati

Pertemuan ke / Nilai I II III 1. Berani bertanya dan menjawab pertanyaan

3 4 4

2. Memahami penggunaan alat peraga

3 3 3

3. Membentuk bilangan dengan alat peraga

3 4 4

4. Melakukan operasi penjumlahan dan

pengurangan dengan alat peraga 3 3 3 5. Melakukan operasi penjumlahan dan

pengurangan tanpa alat peraga 3 3 3 6. Mengerjakan soal-soal yang diberikan

3 3 4

7. Menuliskan peragaan demonstrasi dalam

kalimat matematika 3 3 4

Jumlah Skor

21 23 25

Prosentase (%) 75% 82,1% 89,3%

Jumlah akhir siklus 69

diberi tindakan pun mengalami peningkatan (berdampak positif), dari yang awalnya tidak berani bertanya atau menjawab pertanyaan guru dengan perlakuan melalui metode demonstrasi ternyatamenjadi berani. Disamping itu, siswa juga beranrusias untuk memahami pelajaran, hal ini bisa dilihat dari prosentase yang di peroleh pada tiap pertemuan.

c.) Hasil Tes Pemahaman

Adapun hasil tes pemahaman siswa siklus II disajikan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.8 Data hasil tes pemahaman akhir siklus II

Tahap Kegiatan Nilai Rata-rata kelas siswa

Tes Pemahaman akhir siklus 74

Berdasarkan tabel di atas, perolehan hasil tes akhir siklus II menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dilihat dari nilai rata-rata siswa siklus I yang hanya 62, pada siklus Ii ini menjadi 74. Dengan begitu pemahaman siswa akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat telah mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan yakni 70.

d.) Catatan Lapangan

Hasil catatan lapangan yang diperoleh disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.9 Data catatan lapangan siklus II

Pertemuan ke Catatan yang diperoleh Keterangan

I

Pada awal pertemuan di siklus II ini siswa tmpak bingung, kenapa materinya diulang kembali. Namun setelah dijelaskan para siswa pun mengikuti dengan baik. Justru ada beberapa siswa yang tampak senang dengan pengulangan ini karena mereka senang dngan metode yang digunakan.

Hal ini disebabkan karena siswa merasa sudah pernah diajarkan materi tersebut, jadi tampak bingung ketika harus diulang kembali.

II

Pertemuan kedua siswa tampak menikmati kegiatan pembelajaran di kelas, banyak siswa yang berantusias untuk maju mendemonstrasikan peragaan didepan kelas, siswa sudah tidak malu atau takut.

Siswa sudah mulai terbiasa dengan penggunaaan alat peraga alam kegiatan belajar dikelas.

III

Pada pertemuan ini kondisi kelas tenang, siswa mengerjakan soal yang diberikan dengan teliti, siswa tampak berusaha mengerjakan soal sendiri, meskipun masih ada beberapa siwa yang tampak bingung mengerjakannya namun tidak membuat gaduh suasana.

Siswa mengharapkan nilai maksimal dalam tes akhir siklus ini.

Tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang berarti pada perilaku siswa, yang tadinya belum berani, enjadi berani dan idak malu lagi. Mulai tumbuh rasa percaya diri pada siswa itu sendiri.

d. Refleksi

Dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II ini, guru telah berupaya memperbaiki penggunaan metode demonstrasi dalam menyampaikan materi pelajaran agar dengan mudah bisa dipahami oleh siswa. Alhasil siswa pun tampak senang dan menikmati pelajaran dengan baik. Siswa menjadi lebih aktif dan tidak malu lagi untuk maju ke depan kelas, dan berani bertanya ataupun menjawab.

Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pemberian tindakan pada siklus I ini, diperoleh hasil bahwa tes pemahaman akhir siklus II mengalami peningkatan dari siklus I yakni dari nilai rata-rata pemahaman siswa 62 menjadi 74 dan telah mencapai ketuntasan yang diharapkan yakni nilai rata-rata siswa 70. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga mengalami peningkatan, untuk itu penelitian ini dihentikan sampai

pada siklus II saja.

B. Analisis Data

Data penelitian ini mengenai pemahaman siswa akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang menggunakan metodde demonstrasi sebagai perklakuan tindakan yang digunakan. Data yang terkumppul berasal dari lembar observasi aktifitas guru dan siswa, serta hasil tes pemahaman siswa.

Berdasarkan hasil refleksi tiap siklus diperoleh data observasi aktifitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan pada tiap pertemuannya. Untuk lebih jelasnya, data tersebut disajikan pada tabel dibwah ini:

Tabel 4.10 data hasil observasiguru dan siswa tiap siklus

No Jenis Data Siklus I Siklus II

1. Jumlah akhir aktifitas guru 127 115 Persentase akhir aktifitas guru (%) 70,9% 87,1% 2. Jumlah akhir aktifitas siswa 71 69

Persentase akhir aktifitas siswa (%) 63,35% 82,13%

Tabel diatas menunjukkan peningkatan yang berarti terhadap kegiatan guru dan siswa selama pemberian tindakan. Dimana guru menjadi lebih terkoordinir dalam menyiapkan segala keperluan pembelajaran, di samping itu pula siswa menjadi lebih aktif dan terkesan senang dalam menerima materi pelajaran.

Begitu pula dengan hasil tes pemahaman siswa, jika dicermati berdasarkan akor yang diperoleh siswa dalam operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dari tiap siklus menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik. Adapun data hasil pemahaman siswa di sjikan pda tabel dibawah ini:

Tabel 4.11 Data hasil tes pemahaman siswa tiap siklus Jenis Data Siklus I Siklus II

Nilai siswa ≥ 70 1 6

Nilai siswa ≤70 8 3

Nilai rata-rata kelas 62 74

Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas ketuntasan yang telah ditetapkan yakni 70, pada siklus I hanya 1 siswa, dan pada siklus II naik menjadi 6 siswa dari 9 siswa. Rata-rata kelas pun meningkat dari 62 menjai 74.

Berdasarkan hasil refleksi pada tiap siklus diperoleh rata-rata aktifitas guru pada siklus I 81,8% menjadi 90,9% pada siklus II. Sedangkan untuk aktifitas siswa rata-rata pada siklus I 78,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 89,3%. Untuk hasil pemahaman siswa sendiri juga turut naik dari rata-rata siswa 62 pada siklus I, menjadi 74 pada siklus Ii. Oleh karena perolehan data hasil penelitian baik yang berupa tes maupun non tes didalam 2 siklus menunjukkan bahwa telah tercapai target yang telah ditetapkan yakni nilai rata-rata pemahaman siswa mencapai 70, untuk itu penelitian dihentikan.

C. Pembahasan

Penggunaan metode demonstrasi dengan alat peraga dalam pelajaran matematika ternyata mampu meningkatkan pemahaman siswa pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Sebelum dilakukannya tindakan, pembelajaran mateatika pada umunya menggunakan metod ceramah, dimana siswa hanya duduk diam dan mendngarkan penjelasan guru tanpa adanya aktifitas brmakna yang dilakukan siswa, sehingga siswa cenderung bosan dan tidak serius dalam belajar yang mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa akan pelajaran matematika.

Setelah digunakannya metode dmonstrasi dengan di bantu oleh alat peraga dalam menyampaikan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat,

dirasakan cukup memberi pengaruh yang erarti dalam proses kegiatan pembelajaran selama ini, hal ini tampak pada sikap dan perilaku siswa yang mulai merasa nyaman dan senang untk belajar matematika, tidak merasa malu atau takut lagi untuk bertanya atau menjawab pertanyaan serta untuk maju ke depan kelas, disamping itu siswa pun tampak lebih fokus pada proses peragaan di depan kelas sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa akan materi yang diajarkan. Peningkatan ini tampak jelas pada hasil perolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I yang hanya mencapai 62. Hal ini disebabkan oleh kurang terbiasanya siswa belajar menggunakan metode demonstrasi, siswa belum memiliki rasa percaya diri yang kuat sehingga masih tampak malu-malu dalam menyampaikan pendapatnya. Di samping itu, guru juga terkesan belum sepenuhnya manguasai kelas, dalam artia hanya siswa yang aktif yang dikejar tapi lupa akan siswa yang lain (yang pasif). Pada siklus I hanya 1 siswa yang sudah mencapai ketuntasan

Dokumen terkait