METODOLOGI PENELITIAN
A. Deskripsi Data 1.SIKLUS I1.SIKLUS I
2. SIKLUS II a. Perencanaan
Tahap ini merupakan hasil perbaikan berdasarkan refleksi pada siklus I, terdiri dan 3x pertemuan dengan waktu 2x35 menit tiap pertemuannya.dimulai dengan menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), instrumen soal, lembar observasi dan lks.
Adapun materi yang diajarkan masih berkisar tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif dengan perbaikan pada kegiatan belajar didalamnya.indikator pembelajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut:
a) Melakukan penjumlahan bilangan bulat negative
b) Menuliskan penjumlahan bilangan bulat negatif dalam kalimat matematika
c) Melakukan operasi pengurangan bilangan bulat negative
d) Menuliskan hasil pengurangan bilangan bulat negatif dalam kalimat matematika e) Melakukan operasi hitung campuran Menjelaskan penggunaan
bilangan bulat negative
f) Menyimpulkan konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negative
g) Melakukan operasi hitung campuran
b. Tindakan/ Pelaksanaan
Tindakan yang dilakukan pada siklus II ini merupakan rencana perbaikan berdasarkan kekurangan yang ditemukan pada siklus I. Urituk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut:
1.) Pertemuan Pertama
Guru menjelaskan kembali cara penggunaan alat peraga dalam menyelesikan soal penjumlahan.dan meminta siswa untuk maju mendemonstrasikan soal peragaan, kemudian menuliskannya di buku masing-masing.siswapun tampak senang, sudah tidak malu atau takutbahkan ada beberapa siswa yang bertanya. akan materi yang belum dipahami. Ketika diberi soal latihan pun, siswa tampak semangat mengerjakannya, meskipun ada beberapa siswa yang masih tampak
bingung dalam menyelesaikannya, guru pun mendekati dan membimbing siswanya dalam pengerjaan soal tersebut.
2.) Pertemuan kedua
Pada pertemuan kedua ini guru mendemonstrasikan cara penggunaan alat peraga dalam menyelesaikan soal pengurangan, setelah itu membagi siswa menjadi 3 kelompok untuk memecahkan masalah soal pengurangan bersama.para siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan tertib dan tenang. namun dalam soal kali ini siswa masih terpaku dengan soal penjumlahan, jadi terkadang maih suka tertukar langkahnya. Guru menjelaskan kembali dengan teliti dan kesabaran.
3.) Pertemuan ketiga
Para siswa mengerjakan soal tes akhir dengan tenang, mereka berusaha mengerjakannya dengan penuh rasa percaya diri, dalam hal ini guru membimbing dan mengarahkan agar tetap yakin akan kemampuan diri sendiri, jangan terpaku dengan jawaban teman.
c. Hasil Pengamatan
a.) Lembar observasi aktifitas guru
Hasil observasi aktivitas guru dapat disajikan pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.6 Data hasil observasi aktivitas guru siklus II Kegiatan yang
diamati Pertemuan ke Jumlah skor Persentase (%) Aktivitas guru selama tindakan I 36 81,8 % II 39 88,6% III 40 90,9% Rata-rata siklus 115 87,1%
Pada tabel diatas menunjukkan bahwa aktivitas guru dari tiap pertemu[an mengalami peningkatan, hal ini bisa dilihat dari jumlah skor yang
diperoleh pada saat mengajar tiap pertemuannya, dengan ini guru telah berupaya memperbaiki kinerjanya agar mampu menyampaikan materi yang diembannya.
b.) Lembar Observasi Aktifitas Siswa
Hasil observasi tentang aktifitas atau kegiatan siswa selama diberi tindakan disajikan pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.7 Data hasil observasi aktifitas siswa siklus II
Berdasarkan tabel tersebut diatas, dapat dilihat bahwa aktifitas siswa selama No Aspek Yang Diamati
Pertemuan ke / Nilai I II III 1. Berani bertanya dan menjawab pertanyaan
3 4 4
2. Memahami penggunaan alat peraga
3 3 3
3. Membentuk bilangan dengan alat peraga
3 4 4
4. Melakukan operasi penjumlahan dan
pengurangan dengan alat peraga 3 3 3 5. Melakukan operasi penjumlahan dan
pengurangan tanpa alat peraga 3 3 3 6. Mengerjakan soal-soal yang diberikan
3 3 4
7. Menuliskan peragaan demonstrasi dalam
kalimat matematika 3 3 4
Jumlah Skor
21 23 25
Prosentase (%) 75% 82,1% 89,3%
Jumlah akhir siklus 69
diberi tindakan pun mengalami peningkatan (berdampak positif), dari yang awalnya tidak berani bertanya atau menjawab pertanyaan guru dengan perlakuan melalui metode demonstrasi ternyatamenjadi berani. Disamping itu, siswa juga beranrusias untuk memahami pelajaran, hal ini bisa dilihat dari prosentase yang di peroleh pada tiap pertemuan.
c.) Hasil Tes Pemahaman
Adapun hasil tes pemahaman siswa siklus II disajikan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.8 Data hasil tes pemahaman akhir siklus II
Tahap Kegiatan Nilai Rata-rata kelas siswa
Tes Pemahaman akhir siklus 74
Berdasarkan tabel di atas, perolehan hasil tes akhir siklus II menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dilihat dari nilai rata-rata siswa siklus I yang hanya 62, pada siklus Ii ini menjadi 74. Dengan begitu pemahaman siswa akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat telah mencapai ketuntasan belajar yang ditetapkan yakni 70.
d.) Catatan Lapangan
Hasil catatan lapangan yang diperoleh disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.9 Data catatan lapangan siklus II
Pertemuan ke Catatan yang diperoleh Keterangan
I
Pada awal pertemuan di siklus II ini siswa tmpak bingung, kenapa materinya diulang kembali. Namun setelah dijelaskan para siswa pun mengikuti dengan baik. Justru ada beberapa siswa yang tampak senang dengan pengulangan ini karena mereka senang dngan metode yang digunakan.
Hal ini disebabkan karena siswa merasa sudah pernah diajarkan materi tersebut, jadi tampak bingung ketika harus diulang kembali.
II
Pertemuan kedua siswa tampak menikmati kegiatan pembelajaran di kelas, banyak siswa yang berantusias untuk maju mendemonstrasikan peragaan didepan kelas, siswa sudah tidak malu atau takut.
Siswa sudah mulai terbiasa dengan penggunaaan alat peraga alam kegiatan belajar dikelas.
III
Pada pertemuan ini kondisi kelas tenang, siswa mengerjakan soal yang diberikan dengan teliti, siswa tampak berusaha mengerjakan soal sendiri, meskipun masih ada beberapa siwa yang tampak bingung mengerjakannya namun tidak membuat gaduh suasana.
Siswa mengharapkan nilai maksimal dalam tes akhir siklus ini.
Tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang berarti pada perilaku siswa, yang tadinya belum berani, enjadi berani dan idak malu lagi. Mulai tumbuh rasa percaya diri pada siswa itu sendiri.
d. Refleksi
Dalam kegiatan pembelajaran pada siklus II ini, guru telah berupaya memperbaiki penggunaan metode demonstrasi dalam menyampaikan materi pelajaran agar dengan mudah bisa dipahami oleh siswa. Alhasil siswa pun tampak senang dan menikmati pelajaran dengan baik. Siswa menjadi lebih aktif dan tidak malu lagi untuk maju ke depan kelas, dan berani bertanya ataupun menjawab.
Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pemberian tindakan pada siklus I ini, diperoleh hasil bahwa tes pemahaman akhir siklus II mengalami peningkatan dari siklus I yakni dari nilai rata-rata pemahaman siswa 62 menjadi 74 dan telah mencapai ketuntasan yang diharapkan yakni nilai rata-rata siswa 70. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga mengalami peningkatan, untuk itu penelitian ini dihentikan sampai
pada siklus II saja.
B. Analisis Data
Data penelitian ini mengenai pemahaman siswa akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yang menggunakan metodde demonstrasi sebagai perklakuan tindakan yang digunakan. Data yang terkumppul berasal dari lembar observasi aktifitas guru dan siswa, serta hasil tes pemahaman siswa.
Berdasarkan hasil refleksi tiap siklus diperoleh data observasi aktifitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan pada tiap pertemuannya. Untuk lebih jelasnya, data tersebut disajikan pada tabel dibwah ini:
Tabel 4.10 data hasil observasiguru dan siswa tiap siklus
No Jenis Data Siklus I Siklus II
1. Jumlah akhir aktifitas guru 127 115 Persentase akhir aktifitas guru (%) 70,9% 87,1% 2. Jumlah akhir aktifitas siswa 71 69
Persentase akhir aktifitas siswa (%) 63,35% 82,13%
Tabel diatas menunjukkan peningkatan yang berarti terhadap kegiatan guru dan siswa selama pemberian tindakan. Dimana guru menjadi lebih terkoordinir dalam menyiapkan segala keperluan pembelajaran, di samping itu pula siswa menjadi lebih aktif dan terkesan senang dalam menerima materi pelajaran.
Begitu pula dengan hasil tes pemahaman siswa, jika dicermati berdasarkan akor yang diperoleh siswa dalam operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dari tiap siklus menunjukkan adanya peningkatan yang cukup baik. Adapun data hasil pemahaman siswa di sjikan pda tabel dibawah ini:
Tabel 4.11 Data hasil tes pemahaman siswa tiap siklus Jenis Data Siklus I Siklus II
Nilai siswa ≥ 70 1 6
Nilai siswa ≤70 8 3
Nilai rata-rata kelas 62 74
Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas ketuntasan yang telah ditetapkan yakni 70, pada siklus I hanya 1 siswa, dan pada siklus II naik menjadi 6 siswa dari 9 siswa. Rata-rata kelas pun meningkat dari 62 menjai 74.
Berdasarkan hasil refleksi pada tiap siklus diperoleh rata-rata aktifitas guru pada siklus I 81,8% menjadi 90,9% pada siklus II. Sedangkan untuk aktifitas siswa rata-rata pada siklus I 78,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 89,3%. Untuk hasil pemahaman siswa sendiri juga turut naik dari rata-rata siswa 62 pada siklus I, menjadi 74 pada siklus Ii. Oleh karena perolehan data hasil penelitian baik yang berupa tes maupun non tes didalam 2 siklus menunjukkan bahwa telah tercapai target yang telah ditetapkan yakni nilai rata-rata pemahaman siswa mencapai 70, untuk itu penelitian dihentikan.
C. Pembahasan
Penggunaan metode demonstrasi dengan alat peraga dalam pelajaran matematika ternyata mampu meningkatkan pemahaman siswa pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Sebelum dilakukannya tindakan, pembelajaran mateatika pada umunya menggunakan metod ceramah, dimana siswa hanya duduk diam dan mendngarkan penjelasan guru tanpa adanya aktifitas brmakna yang dilakukan siswa, sehingga siswa cenderung bosan dan tidak serius dalam belajar yang mengakibatkan rendahnya pemahaman siswa akan pelajaran matematika.
Setelah digunakannya metode dmonstrasi dengan di bantu oleh alat peraga dalam menyampaikan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat,
dirasakan cukup memberi pengaruh yang erarti dalam proses kegiatan pembelajaran selama ini, hal ini tampak pada sikap dan perilaku siswa yang mulai merasa nyaman dan senang untk belajar matematika, tidak merasa malu atau takut lagi untuk bertanya atau menjawab pertanyaan serta untuk maju ke depan kelas, disamping itu siswa pun tampak lebih fokus pada proses peragaan di depan kelas sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa akan materi yang diajarkan. Peningkatan ini tampak jelas pada hasil perolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I yang hanya mencapai 62. Hal ini disebabkan oleh kurang terbiasanya siswa belajar menggunakan metode demonstrasi, siswa belum memiliki rasa percaya diri yang kuat sehingga masih tampak malu-malu dalam menyampaikan pendapatnya. Di samping itu, guru juga terkesan belum sepenuhnya manguasai kelas, dalam artia hanya siswa yang aktif yang dikejar tapi lupa akan siswa yang lain (yang pasif). Pada siklus I hanya 1 siswa yang sudah mencapai ketuntasan yang ditetapkan, hal ini disebabkan oleh belum terbiasanya siswa belajar dengan alat peraga sebagai media penyampai materi ajar, mereka masih bingung dengan cara penggunaaan alat peraganya, dan sering trtukar dalam menentukan mana bilangan yang positif dan mana bilangan yang negatif. Begitu juga dalam operasi penjumlahan dan pengurangan yang harus dengan teliti dan suasana yang tenang agar bisa tetap berkonsentrasi karena harus mencari pasangannya. Dengan demikian masih abnyak siswa yang memiliki pemahaman rendah akan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada mata pelajaran matematika di siklus I ini.
Setelah dilanjutkan pada siklus II, ternyata pemahaman siswa mengalami peningkatan menjadi 74, hal ini tampak dari 9 orang siswa ada 6 orang yang
memiliki nilai ≥70, hal ini berarti lebih dari 50% siswa yang mendapatkan nilai
≥70 dan telah mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Hal ini disebabkan karena
siswa sudah mulai paham dengan cara penggunaan alat peraga, dan mulai tumbuh rasa percaya diri pada siswa, terbukti dengan antusias para siswayang ingin maju ke depan untuk memperagakan kegiatan demonstrasi. Sehingga menghasilkan nilai yang baik pada waktu pelaksanaan tes akhir siklus II. Dengan begitu penggunaan metode demonstrasi dengan alat peraga mampu meningkatkan
A. Deskripsi Data