• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data

4.1.3 Deskripsi Data Siklus II

Tindakan pada siklus II dilaksanakan dalam 2 pertemuan pembelajaran. Pertemuan 1 dilaksanakan tanggal 4 Juni 2013 dan pertemuan 2 tanggal 8 Juni 2013. Pelaksanaan tindakan pada siklus II memperoleh data performansi guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa.

Data performansi guru dan aktivitas belajar siswa diperoleh melalui pengamatan. Hasil belajar siswa diperoleh melalui tes formatif yang dilaksanakan di akhir siklus II. Deskripsi data pelaksanaan tindakan siklus II akan dikemukakan hasil pengamatan performansi guru, aktivitas belajar, hasil belajar siswa, refleksi, dan revisi.

4.1.3.1 Deskripsi Data Performansi Guru

Pengamatan performansi guru menggunakan alat yang disebut Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG). APKG yang digunakan yaitu APKG 1 dan APKG 2. APKG 1 untuk mengamati perencanan pembelajaran. APKG 2 untuk

mengamati pelaksanaan pembelajaran. Ringkasan hasil pengamatan performansi guru pada siklus II dapat dibaca pada tabel 4.5.

Tabel 4.5 Ringkasan Hasil Pengamatan Performansi Guru Siklus II

Pertemuan APKG Skor Perolehan

Konversi

Nilai Nilai Akhir Rata-rata

1 1 28 87,5 82,5 83,33 2 32 80 2 1 28 87,5 84,16 2 33 82,5 Kategori AB

Berdasarkan tabel 4.5, nilai performansi guru pertemuan 1 pada APKG 1 sebesar 87,5 dan APKG 2 nilainya 80. Nilai akhir pada pertemuan 1 sebesar 82,5. Nilai performansi guru pertemuan 2 pada APKG 1 sebesar 87,5 dan APKG 2 nilainya 82,5. Nilai akhir pada pertemuan 2 sebesar 84,16. Nilai performansi guru pada siklus II telah memenuhi persyaratan yaitu APKG 1 dengan skor terendah 23 dan APKG 2 dengan skor terendah 28,4. Berdasarkan perolehan nilai pertemuan 1 dan pertemuan 2, maka nilai rata-rata performansi guru pada siklus II yaitu 83,33 dengan kategori AB. Nilai tersebut sudah mencapai indikator keberhasilan B (> 71).

4.1.3.2 Deskripsi Data Aktivitas Belajar Siswa

Hasil pengamatan aktivitas belajar siswa memperoleh data persentase kehadiran siswa dan persentase aktivitas siswa. Pengamatan dilakukan selama siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia materi ringkasan buku melalui penerapan model Group Investigation. Persentase kehadiran siswa pada

pertemuan 1 dan 2 sebesar 100%. Persentase kehadiran siswa pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu > 90. Ringkasan hasil pengamatan aktivitas belajar siswa selama mengikuti pembelajaran pada siklus II dapat dibaca pada tabel 4.6.

Tabel 4.6 Ringkasan Hasil Pengamatan Aktivitas Belajar Siswa Siklus II Siklus I Pertemuan 1 Pertemuan 2 Skor Total Perolehan 3033,16 3099,8 Persentase Aktivitas Siswa 79,82% 81,57% Rata-rata Persentase

Aktivitas Siswa 80,69%

Berdasarkan tabel 4.6, aktivitas siswa pada pertemuan 1 mencapai 79,82% dan termasuk kategori tinggi. Pada pertemuan 2 aktivitas siswa mencapai 81,57% dan termasuk kategori sangat tinggi. Nilai rata-rata aktivitas siswa mencapai 80,69% dan termasuk kategori sangat tinggi. Pencapaian tersebut sudah memenuhi indikator keberhasilan ( > 70%).

4.1.3.3 Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa

Setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran siklus II, hasil belajar siswa diukur melalui tes formatif yang dilaksanakan di akhir siklus II. Tes formatif dilaksanakan seperti pelaksanaan pada siklus I. Siswa diberi tugas untuk meringkas teks cerita secara individu. Nilai tiap siswa diperoleh berdasarkan hasil pekerjaan meringkas yang telah dikerjakan. Nilai yang diperoleh siswa menunjukkan kemampuan memahami materi dan menulis ringkasan berdasarkan langkah-langkahnya. Hasil belajar siklus II dapat dibaca pada lampiran 36. Ringkasan hasil tes formatif siklus II dapat dibaca pada tabel 4.7.

Tabel 4.7 Ringkasan Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Hasil Belajar Hasil Belajar Siklus I

Banyak Siswa Persentase

Skor70 36 94,73%

Skor71 2 5,27%

Jumlah Siswa yang Tuntas Belajar 36 94,73% Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas Belajar 2 5,27%

Nilai Tertinggi 90

Nilai Terendah 60

Jumlah Nilai Keseluruhan 2970

Nilai Rata-rata 78,15

Ketuntasan klasikal 94,73%

Berdasarkan tabel 4.7, jumlah siswa yang telah memenuhi KKM (>70) sebanyak 36 siswa. Jumlah siswa yang belum memenuhi KKM sebanyak 2 siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 78,15.Nilai rata-rata kelas sudah memenuhi kriteria keberhasilan, yaitu sekurang-kurangnya 70. Persentase ketuntasan belajar klasikal mencapai 94,73%. Persentase ketuntasan belajar klasikal juga sudah mencapai indikator keberhasilan, yaitu sekurang-kurangnya 75%.

4.1.3.4 Refleksi

Pada siklus II penerapan model Group Investigation (GI) dalam pembelajaran ringkasan buku di kelas V MI Ma’arif NU Darmakradenan dapat dikatakan berhasil. Pada siklus II nilai performansi guru, aktivitas belajar siswa, kehadiran siswa, dan hasil belajar siswa, serta ketuntasan belajar klasikal sudah memenuhi indikator keberhasilan.

Pada siklus II nilai performansi guru pertemuan 1 mencapai 82,5 dan pertemuan 2 mencapai 84,16. Nilai rata-rata performansi guru pada siklus II mencapai 83,33. Persentase aktivitas belajar siswa pada pertemuan 1 mencapai 73,60% dan pada pertemuan 2 mencapai 78,06%. Rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 75,83%. Persentase kehadiran siswa pada pertemuan 1 mencapai 100% dan pada pertemuan 2 mencapai 100%. Rata-rata persentase kehadiran siswa pada siklus I mencapai 100. Rata-rata hasil belajar siswa mencapai 72,89 dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 78,95%.

Nilai performansi guru, aktivitas belajar siswa, dan persentase kehadiran siswa pada siklus II terjadi peningkatan pada pertemuan pertama dan kedua. Peningkatan tersebut diupayakan melalui refleksi pada setiap akhir pertemuan. Pada pembelajaran siklus II pertemuan 1, masih terdapat kekurangan sehingga perlu diupayakan perbaikan untuk peningkatan pada siklus II pertemuan 2. Kekurangan yang terjadi pada siklus II pertemuan 1 yaitu tugas dalam LKS yang dikerjakan oleh siswa terlalu banyak, sehingga pengerjaannya menghabiskan waktu yang lama. Oleh karena itu, guru perlu mengurangi jumlah tugas dalam LKS.

Pada siklus II pertemuan 2, guru mengurangi jumlah tugas dalam LKS. Dengan mengurangi jumlah tugas dalam LKS, siswa dapat menyelesaikan tugas tepat waktu. Oleh karena itu, diharapkan siswa dapat memanfaatkan waktu yang tersedia pada siklus II pertemuan 2. Upaya teresbut diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan pembelajaran pada siklus II.

Berdasarkan analisis data performansi guru pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 4,29 dari siklus I yang mencapai 79,04. Nilai performansi

guru pada siklus II sebesar 83,33. Perolehan nilai tersebut telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu > 71.

Aktivitas siswa pada siklus II masih berada pada kategori aktivitas yang sangat tinggi. Peningkatan yang terjadi sebesar 4,86%. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 75,83% meningkat pada siklus II sebesar 80,69%. Dengan kategoriaktivitas yang sangat tinggi, pelaksanaan pembelajaran pada siklus II menjadi bukti keberhasilan penelitian dari aspek aktivitas siswa.

Hasil belajar siswa pada siklus II meliputi nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajar klasikal. Keduanya sudah dapat dikatakan berhasil. Nilai rata- rata kelas telah memenuhi KKM yaitu minimal 70. Nilai rata-rata kelas pada siklus II sebesar 78,15. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas sebesar 72,89. Perolehan nilai rata-rata kelas tersebut mengalami peningkatan dari perolehan pada siklus I. Peningkatan nilai rata-rata kelas yang terjadi sebesar 5,26.

Ketuntasan belajar klasikal pada siklus II sebesar 94,73. Peningkatan yang dicapai pada siklus II cukup tinggi, dibandingkan ketuntasan belajar klasikal pada siklus I. Ketuntasan belajar klasikal pada siklus I yang hanya 78,95%. Peningkatan ketuntasan belajar klasikal yang terjadi sebesar 15,78%.

4.1.3.5 Revisi

Berdasarkan hasil analisis data pelaksanaan tindakan pada siklus II, pembelajaran dapat dikatakan berhasil karena seluruh aspek yang diteliti telah memenuhi indikator keberhasilan. Hasil belajar siswa berupa nilai rata-rata kelas telah melampaui KKM, dengan ketuntasan belajar klasikal lebih dari 75%. Hasil pengamatan berupa data hasil aktivitas siswa juga mencapai kriteria aktivitas yang

sangat tinggi. Perolehan nilai performansi guru dalam pembelajaran juga telah melampaui nilai 71. Hasil pelaksanaan tindakan telah memenuhi indikator keberhasilan secara keseluruhan, baik performansi guru, aktivitas belajar siswa, maupun hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya.