• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Kajian Teori

2.1.13 Model Pembelajaran Kooperatif

Dalam pembahasan model pembelajaran kooperatif akan dipaparkan mengenai pengertian model pembelajaran kooperatif, komponen pembelajaran kooperatif, prinsip pembelajaran kooperatif, karakteristik pembelajaran kooperatif, tujuan pembelajaran kooperatif, serta langkah-langkah pembelajaran kooperatif. Uraian selengkapnya sebagai berikut.

2.1.13.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif banyak dikemukakan oleh beberapa ahli. Menurut Sanjaya (2006: 239) dalam Rusman (2012: 203), pembelajaran koopertif yaitu:

Cooperatif Learning adalah kegiatan belajar siswa yang dilakukan dengan cara berkelompok. Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok- kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.

Nurulhayati (2002: 25) dalam Rusman (2012: 203) mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Dalam model ini siswa memiliki dua tanggung jawab, yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar. Abdulhak (2010: 19-20) dalam Rusman (2012: 203) juga mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan melalui sharing proses antara peserta belajar, sehingga dapat mewujudkan pemahaman bersama di antara peserta belajar itu sendiri.

Dari pengertian-pengertian menurut para ahli, dapat disimpulkan tentang pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang menggunakan pola belajar siswa berkelompok untuk dapat bekerja sama dalam struktur tugas, tujuan, dan penghargaan.

2.1.13.2 Komponen Pembelajaran Kooperatif

Dalam pembelajaran kooperatif terdapat dua komponen. Salah satu ahli menjelaskan tentang komponen pembelajaran kooperatif. Komponen pembelajaran kooperatif menurut Rusman (2012:206) terdiri daricooperative task atau tugas kerja sama dan cooperative incentive structure atau struktur intensif kerja sama. Tugas kerja sama berkenaan dengan suatu hal yang menyebabkan anggota kelompok bekerja sama dalam menyelesaiakan tugas yang telah diberikan. Sedangkan struktur intensif kerja sama merupakan sesuatu hal yang membangkitkan motivasi siswa untuk melakukan kerja sama dalam rangka mencapai tujuan kelompok tersebut.

Selain komponen pembelajaran kooperatif di atas, juga dikenal unsur- unsur dasar pembelajaran kooperatif. Ibrahim et al (2000: 6) dalam Taniredja, dkk

(2010: 99) menyebutkan tujuh unsur dasar pembelajaran kooperatif, yakni: (1) memiliki visi misi yang sama; (2) bertanggung jawab atas kelompoknya; (3) memiliki tujuan yang sama; (4) pembagian tugas yang adil; (5) adanya penghargaan untuk semua anggota kelompok; (6) adanya sistem kepemimpinan dalam kelompok; dan (7) adanya tanggung jawab individu individu dalam kelompok.

2.1.13.3 Prinsip Pembelajaran Kooperatif

Menurut Roger dan David (2008) dalam Rusman (2012: 212) ada lima prinsip pembelajaran kooperatif yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya, yaitu: 1) Prinsip ketergantungan positif. Dalam pembelajaran kooperatif keberhasilan dalam penyelesaian tugas tergantung pada usaha yang dilakukan oleh kelompok tersebut; 2) Tanggung jawab perseorangan. Keberhasilan kelompok sangat tergantung dari masing-masing anggota kelompoknya. Oleh karena itu, setiap anggota kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dalam kelompok tersebut; 3) Interaksi tatap muka. Memberikan kesempatan yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi untuk saling memberi dan menerima informasi dari anggota kelompok lain; 4) Partisipasi dan komunikasi. Melatih siswa untuk dapat berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran; serta 5) Evaluasi proses kelompok. Menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka, agar selanjutnya dapat bekerja sama dengan lebih efektif.

Dalam pelaksanaannya, guru harus mematuhi prinsip pembelajaran kooperatif. Selain itu, guru juga perlu memperhatikan faktor pendukung lain yang

mempengaruhi keberhasilan pembelajaran koopertif. Faktor pendukung tersebut seperti sarana dan prasarana di sekolah yang bersangkutan. Harapannya pembelajaran koopertif yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang ditentukan.

2.1.13.4 Karakteristik Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif pada dasarnya dilakukan secara tim. Tim merupakan kumpulan dari beberapa individu untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Keberhasilan suatu pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan individu dalam tim tersebut (Rusman 2012: 207). Oleh karena itu, dalam melaksanakan pembelajaran kooperatif harus memperhatikan berbagai ciri-ciri agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

Ibrahim et al (2000: 6) dalam Taniredja, dkk (2010: 100) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif mempunyai ciri-ciri yaitu siswa bekerja dalam kelompoknya secara koopertif untuk menuntaskan materi belajarnya. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Kelompok terdiri dari berbagai macam jenis kelamin, suku, ras, dan agama. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok daripada individu.

2.1.13.5 Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Setiap model pembelajaran memiliki tujuan tertentu. Seperti model pembelajaran lainnya, model pembelajaran kooperatif memiliki tujuan. Menurut Ibrahim, et al (2000: 7) dalam Taniredja, dkk (2010: 100), ada tiga tujuan penting pembelajaran kooperatif, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu, dan pengembangan keterampilan sosial. Hasil belajar

akademik sebagai tujuan pembelajaran kooperatif ditunjukkan dengan adanya nilai siswa setelah mengikuti evaluasi di akhir pembelajaran. Penerimaan terhadap perbedaan individu dapat diketahui dari kelompok belajar siswa yang terbentuk dari berbagai perbedaan. Perbedaan yang dimaksud seperti, jenis kelamin, latar belakang sosial, dan kemampuan intelektual. Pengembangan keterampilan sosial dapat diamati dari kegiatan siswa dalam kelompok. Kegiatan siswa yang dimaksud seperti mengerjakan tugas, berpendapat, berdiskusi, dan menanggapi pendapat siswa lain. Kegiatan tersebut dapat mengembangkan keterampilan sosial seperti keberanian, tanggung jawab, kerja sama dan saling menghargai.

2.1.13.6 Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif memiliki enam langkah utama dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapakan. Menurut Rusman (2012: 211), langkah-langkah pembelajaran kooperatif, yaitu:

1) Guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menekankan pentingnya topik yang akan dipelajari serta memotivasi siswa belajar.

2) Guru menyajikan informasi atau materi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau melalui bahan bacaan.

3) Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Guru membimbing setiap kelompok agar melakukan transisi secara efektif dan efisien.

5) Guru melakukan evaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

6) Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu serta kelompok.