BAB IV GAMBARAN UMUM DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Data penelitian
2. Deskripsi Data Tentang Kemitraan Responden
Kemitraan adalah kerjasama yang dilakukan pengusaha kecil menengah dengan pihak lain dalam mengembangkan perekonomian. Indikator kemitraan dalam masalah penelitian berikut adalah macam kerjasama atau kemitraan, dan keuntungan kemitraan.
Hasil perhitungan dengan bantuan program komputer SPSS menunjukan bahwa tabel distribusi frekuensi mengenai kerjasama atau kemitraan responden dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel IV.5
Distribusi Frekuensi Mengenai Ada Tidak Kemitraan Kemitraan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak 5 14.7 14.7 14.7
Ya 29 85.3 85.3 100.0
Total 34 100.0 100.0
Sumber: data diolah, 2014
Melihat tabel distribusi mengenai ada tidak kemitraan responden menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki kemitraan usaha dengan pihak lain. Responden yang memiliki kemitraan sebanyak 29 responden atau sebesar 85,3% dari total responden. Kemitraan yang dimaksud adalah kerjasama pemilik usaha dengan pihak lain seperti koperasi, asosiasi pedagang, pemerintah daerah, ataupun dengan pihak lain dalam berbagai bidang seperti bidang modal, kerjasama faktor input (bahan baku produksi) produksi dan sampai ke pemasaran barang. Dalam bidang modal, pemilik UMKM dapat mendapatkan pinjaman modal usaha jika memang diperlukan dalam pengembangan usahanya. Pemilik UMKM juga bekerjasama dengan koperasi, pemerintah daerah ataupun asosiasi dalam mendapatkan bahan produksi secara mudah. Selain itu, barang-barang produksi juga dipasarkan tidak hanya melalui showroom saja, akan
tetapi dapat melalui bantuan pihak lain. Responden yang tidak memiliki kemitraan yaitu sebanyak 5 responden atau sebesar 14,7% dari total responden.
Tabel distribusi frekuensi mengenai macam kemitraan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel IV.6
Distribusi Frekuensi mengenai Macam Kemitraan Jumlah_Kemitraan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Ada 5 14.7 14.7 14.7
1 Jenis Kemitraan: Modal atau pemasaran atau Pemasok bahan produksi
14 41.2 41.2 55.9
2 Jenis Kemitraan: Modal dan Pemasaran atau Modal dan Pemasok Bahan Produksi atau Pemasaran dan Pemasok Bahan Produksi
11 32.4 32.4 88.2
3 Jenis Kemitraan: Modal, Pemasaran dan Pemasok Bahan Produksi
4 11.8 11.8 100.0
Total 34 100.0 100.0
Sumber: data diolah,2014
Melihat tabel distribusi frekuensi mengenai macam kemitraan responden menyatakan bahwa sebagian besar responden sebanyak 14 responden atau sebesar 41,2% dari total responden hanya memiliki 1 jenis kemitraan yaitu hanya kemitraan dalam bidang modal atau pemasaran produk atau pemasok bahan produksi saja. Responden yang memiliki 2
jenis kemitraan sebanyak 11 responden atau sebesar 32,4%. Kemitraan yang dimiliki yaitu dalam bidang modal dan pemasaran atau modal dan pemasok bahan produksi atau pemasaran dan bahan baku produksi. Ada juga responden yang tidak memiliki kemitraan dalam usaha yaitu sebanyak 5 responden atau sebesar 14,7%. Paling sedikit adalah responden yang memiliki 3 jenis kemitraan (modal, pemasaran dan pemasok bahan produksi) sebesar 4 responden atau sebesar 11,8%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa responden sebagian besar memiliki kemitraan dalam UMKM.
Tabel distribusi frekuensi mengenai manfaat kemitraan dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel IV.7
Distribusi Frekuensi mengenai Manfaat Kemitraan Jumlah_Keuntungan_Mitra
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak ada Keuntungan 5 14.7 14.7 14.7
1 Keuntungan Kemitraan: dari bidang modal atau pemasaran atau
pemasok bahan produksi
13 38.2 38.2 52.9
2 Keuntungan Kemitraan dari bidang modal dan pemasaran atau modal dan pemasok bahan produksi atau pemasaran dan pemasok bahan produksi
9 26.5 26.5 79.4
3 Keuntungan Kemitraan dari bidang modal, pemasaran dan pemasok bahan produksi
7 20.6 20.6 100.0
Total 34 100.0 100.0
Kemitraan terjalin di beberapa bidang yaitu modal, pemasaran dan pemasok bahan produksi. Setiap kemitraan yang terjalin memiliki manfaat tersendiri bagi pelaku usaha. Manfaat yang didapat dari bidang tersebut yaitu mudah dalam mendapatkan atau meminjam modal usaha, mempermudah memasarkan barang produksi dan lebih mudah mendapatkan bahan produksi.
Melihat tabel distribusi frekuensi di atas menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki 1 keuntungan kemitraan sebanyak 13 responden atau sebesar 38,2% dalam usahanya. Artinya bahwa sebanyak 13 responden tersebut memiliki satu manfaat dari kemitraan yang terjalin yaitu mudah mendapatkan atau meminjam modal usaha dari pihak lain atau mempermudah memasarkan barang produksi dengan bantuan pihak lain atau mudah mendapatkan bahan produksi dengan bantuan pihak lain. Responden yang memiliki 2 keuntungan kemitraan sebanyak 9 responden atau sebesar 26,5%. Dengan kata lain sebanyak 9 responden mendapatkan manfaat sesuai kemitraan yang terjalin. Dimisalkan saja, responden yang memiliki kemitraan di bidang modal dan pemasaran menyatakan bahwa memiliki manfaat dalam mendapatkan atau meminjam modal usaha dan mudah memasarkan barang produksinya. Responden yang memiliki kemitraan di bidang modal dan pemasok bahan produksi menyatakan bahwa memiliki manfaat yaitu mudah mendapatkan atau meminjam modal dan juga mudah mendapatkan bahan produksi. Demikian pula dengan responden yang memiliki kemitraan di bidang pemasaran dan pemasok
bahan produksi menyatakan memiliki manfaat dalam hal mudah memasarkan barang produksi dan mudah mendapatkan barang produksi. Kemudian responden yang memiliki 3 keuntungan dari kemitraan yang terjalin sebanyak 7 responden atau sebesar 20,6%. Dengan demikian kemitraan yang terjalin dalam usaha dapat memberikan manfaat di setiap bidang kemitraan yang terjalin dalam usahanya.
Melalui indikator-indikator tersebut dapat dilihat kemitraan yang dimiliki oleh responden. Hasil perhitungan dengan bantuan komputer SPSS versi 16 menunjukan bahwa distribusi frekuensi dan penilaian variabel kemitraan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel IV.8
Distribusi Frekuensi Kategori Kemitraan Kemitraan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid Rendah 5 14.7 14.7 14.7 Sedang 25 73.5 73.5 88.2 Tinggi 4 11.8 11.8 100.0 Total 34 100.0 100.0
Sumber: data diolah, 2014
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki kemitraan sedang. Hal ini ditunjukkan dari jumlah responden yang menunjukkan bahwa memiliki kemitraan sedang berjumlah 25 responden atau sebesar 73,5%. Sedangkan jumlah responden yang menyatakan memiliki kemitraan rendah berjumlah 5 responden atau
14,7% dan responden yang memiliki kemitraan tinggi berjumlah 4 responden atau 11,8%.
Sebagian besar responden memiliki kemitraan sedang. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden UMKM kerajinan perak Kotagede tersebut memiliki kemitraan, macam kemitraan, dan manfaat kemitraan yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Terdapat beberapa responden yang memiliki kemitraan tinggi yaitu sebanyak 4 responden atau sekitar 11,8% namun tidak lebih banyak dari responden dengan kemitraan rendah yaitu sebanyak 5 responden atau 14,7% dari total responden.
Melihat uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa responden yaitu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah kerajinan perak Kotagede cenderung memiliki kemitraan yang sedang. Hal tersebut dapat dilihat dari pelaku usaha memiliki kemitraan tinggi lebih sedikit. Oleh karena itu, sebagian besar responden tetap memiliki mitra usaha dan bidang kemitraan.