BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
2. Deskripsi DataN-Gain
Gain adalah selisih antara nilai pretes dan posttes. Gainmenunujukan peningkatan pemahaman dan penguasaan konsep siswa setelah lingkungan sekitar sekolah dijadikan sumber belajar. Rata - rata nilai posttes pada kelas X-l menuhjukan peningkatan dari nilai pretes yaitu 53,94 menjadi 81,14. Hal ini menunjukan besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik sebesar 27,2. Pada kelas X-l diperoleh rata-rata nilai N-gain sebesar 0,59 yang termasuk kategori sedang. Adapun penyajian rerata N-gain untuk kelas X-l dapat dilihat dari tabel berikut ini:
Tabel 4. 3
Kategori Nilai N-gain Kelas X-l
Normal Ga in Eksperimen Terendah 0,33 Tertinggi 1 Rata-rata 0,59 SD 0,47 Kategori Sedang
B. Analisis Data 1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas dilakukan dengan menggunakan Lilieefors (dengan taraf signifikansi a = 0,05). Adapun kriteria penerimaan bahwa suatu data berdistribusi normal atau tidak adalah dengan rumus sebagai berikut:
Jika L hitung < L tabel, Ho diterima maka sampel berdistribusi normal Jika L hitung > L tabel, Ho ditolak maka sampel tidak berdistribusi normal Uji Normalitas kelas eksperimen, hasil perhitungan uji normalitas hasil pretes dan posttes dapat dili hat pada tabel 4. 4 berikut:
Tabel 44
Uji Normalitas Pretest dan Posttest Kelas X-l
N Hasil L hitung L tabel Kesimpulan
35 Pre test -0,1932 0,1891 Sampel Berdistribusi
Normal
Post test -0,1487
Tabel 4. 4 menunujukan L hitung pretest = -0, 1932 dan L tabel posttest = -0, 1487 dengan N = 35 siswa dan taraf signifikansi a = 0,05 maka L tabel = 0,1891 sehingga Ho diterima dan sampel berdistribusi normal. 2. Uji Homogenitas
Homogenitas dilakukan setelah data hasil yang diperoleh berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan yakni menggunakan uji Fisher pada taraf signifikansi 5% (a = 0. 05). Adapun kriteria uji homogenitas adalah sebagai berikut:
Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima dan kedua sampel homogen Jika F hitung > F tabel, maka Ho di tolak dan kedua sampel tidak homogen
a. Uji Homogenitas Pretest Kelas Eksperimen
Hasil perhitungan uji homogenitas data pretest pada ekperimen di dapat F hitung sebesar 2,53 dan F tabel sebesar artinya F hitung > F tabel. Hal ini menunjukan bahwa taraf signifikan a = 0,05 Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampel yang berasal dari populasi berdistribusi homogen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4,5 berikut:
Tabel 4. 5
Uji Homogenitas Pretest Kelas X-l
a F N Kesimpulan
0,05 Hitung Tabel 35
3,54 2,85 Ho diterima
b. Uji Homogenitas Posttest Kelas X-l
Hasil perhitungan uji homogen data posttest pada kelas eksperimen di dapat F hitung sebesar 3,64 dan F tabel sebesar 2,33 dan F tabel sebesar 2,85 artinya F Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sampel yang berasal dari populasi berdistribusi homogen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4,6 berikut:
Tabel 4. 6
Uji Homogenitas Posttest Kelas X-l
a F N Kesimpulan
0,05 Hitung Tabel 35
3,64 2,85 Ho diterima
C. Pengajuan Hipotesis dan Pembahasan 1. Penguj ian Hipotesis
Berdasarkan pengujian persyaratan analisis diperoleh kesimpulan sampel pada penelitian ini berdistribusi normal dan homogen. Pengujian berikutnya adalah pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t. kriteria pengujian ini adalah sebagai berikut: Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima
Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak
a. Hasil pengujian Hipotesis Uji-t Nilai Posttest
Dapat diketahui bahwa sampel penelitian berasal dari populasi normal dan homogen. Selanjutnya data hasil posttest dapat di analisa melalui uji t. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t , maka didapat hasil berikut: t hitung = 4,35 t tabel = 3,208 (a = 0,05/5%) 3,871 (a = 0,01/1%)
Karena t hitung > t tabel, maka Hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik df SMA 2 Mei Tangerang Selatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4. 8
Hasil Pengujian Hipotesis Uji-t Nilai Posttest
Kelas N Rata-rata T hitung T tabel Kesimpulan
a = 0,05 a= 0,01
X-l 35 81,14 4,35 3,208 3,871 Ho diterima
b. Hasil pengujian Hipotesis Uji-t Nilai N-Gain
. Dapat diketahui bahwa sampel penelitian berasal dari populasi normal dan homogen. Selanjutnya data hasil N-gain dapat di analisa melalui uji t. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t, maka didapat hasil berikut: t hitung = 4,47 t tabel = 3,208 (a = 0,05/5%) 3,871(a = 0,01/1%)
Karena t hitung > t tabel, maka Hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar peserta didik di-SMA 2 Mei Tangerang Selatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Kelas N Rata-rata T hitung T tabel Kesimpulan
a = 0,05 a= 0,01
2. Pembahasan
Berdasarkan penelitian di atas, data yang ditemukan1 ddiolah berdasarkan metode analisis data yang telah dijelaskan pada Bab III yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh hasil belajar peserta didik siswa IPS yang menggunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. Hasil pretest siswa pada kelas eksperimen menunjukan tidak adanya perbedaan sebelum menggunakan metode lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest kelas ekspmmen sebesar 53,94 selanjutnya dihitung dengan menggunakan uji-t. Untuk nilai pretest kelas X-l menunjukan bahwa t hitung < t tabel yaitu 3,01 < 3,208 (taraf signifikansi 5%).
Sedangkan nilai posttest siswa kelas X-l menunujukan terdapat perbedaan. Nilai rata-rata posttest yang menggunakan metode pembelajaran lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar lebih tinggi dibandingkan dengan kelas konvensional (ceramah dan diskusi).
Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas X-1 sebesar 81,14 selanjutnya dihitung dengan tabel-t. Untuk nilai posttest kelas eksperimen. menunjukan bahwa t hitung > t tabel yaitu 4,35 > 3,208 (taraf signifikansi 5%). Berdasarkan nilai rata-rata pretest dan posttest menunjukan bahwa pembelajaran metode lingkungan sekitar sekolah sumber belajar dibandingkan dengan yang menggunakan metode konvensional.
Selain itu, pembelajaran lingkungan sekitar sekolah sumber belajar juga dapat meningkatkan pemahaman belajar IPS siswa (N-Gain). Hasil perhitungan mununjukan rata-rata peningkatan pemahaman belajar IPS pada kelas X-l lebih tinggi di bandingkan dengan konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata N-Gain kelas X-l sebesar 0,59 yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan uji-t. Untuk nilai N-Gain kelas X-l menunjukan bahwa t hitung > t tabel yaitu 4,47 > 3,208 (taraf signifikansi 5%).
Adanya penerapan metode pembelajaran lingkungan sekitar sebagai sumber belajar telah memberikan pemahaman tentang materi pembelajaran
fungsi uang dan perbankan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena pembelajaran lingkungan sekitar sebagai sumber belajar ini melibatkan seluruh siswa untuk aktiv dalam proses pembelajaran serta bekerja sama dalam kelompok dan bertanggung jawab yang di lakukan.
57
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris yang menunjukan adanya pengaruh lingkungan sekolah sebagai sumber belajar terhadap hasil belejar peserta didik. Berdasarkan data perhitungan posttest I kelompok eksperimen di peroleh rata-rata 81,14. Untuk hasil perhitungan uji "t" nilai posttest terhitung diperoleh t hitung 4,35 dan t tabel 3,208 (4,35 > 3,208) maka Ho di tolak dan Ha diterima
Karena t hitung > t tabel, maka hipotesis nbl (Ho) ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan Pengaruh Lingkungan Sekitar Sekolah Sebagai Sumber Belajar terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMA 2 Mei Tangerang Selatan.
B. Saran
Berdasarkan dari kesimpulan penelitian ini, maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Sekolah diharapkan lebih memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar sehingga dapat memacu siswa untuk lebih giat belajar 2. Maksimalkan fasilitas yang ada di sekolah agar dapat membantu siswa
untuk mencapai proses prestasi disekolah.
3. Guru hendaknya dapat menciptakan kedekatan dengan anak didiknya, karena dapat membantu dalam menuju proses belajar yang lebih baik. 4. Bagi peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitian ini disarankan untuk
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad, Psikologi Remaja Perkembangan Peserta D/J/A,(Bandung: Bumi Aksara)
Budiningsih, Asri, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008) Ekosusilo, Madyo, Dasar-dasar Pendidikan, (Semarang: Effhar,1990)
Fauzi, Ahmad. Psikologi Umum Untuk IAIN,STAIN, PTAIS Fak Tarbiyah Komponen MKDK (Bandung, CV Pustaka Setia, 1997)
Gunawan, Ary H., Administrasi Sekolah Administrasi Pendidikan Makro, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996)
Hamalik, Oemar, Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011) Hamalik, Oemar, Proses Belajar mengajar, (Bnadung: Bumi Aksara, 2006) Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2006) Kartono, Kartini, Bimbingan Belajar di SMA dan Pergutruan Tinggi, (Jakarta: CV.
Rajawali, 1985)
Miarso, Yusufhadi, Deflnisi Teknologi Pendidikan.(Jakarta: Rajawali, 1986) Purwanto, Ngalim, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remadja Karya, 1985), Cet II, Rasyid, Harun dan Mansur. Penilaian Hasil Belajar. (Bandung: CV Wacana Prima), Rita M & Ryan,dkk,Pengelolaan Lingkungan Belajar, (Jakarta: Kencana, 2010),
Cet. 1
Sabri, M. Alisuf, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: UIN Jakarta Pers, 2005), Cet. 1
Sabri, M. Alisuf, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya,2010) Saliwangi, Basennang, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2006)
Sastrawijaya, A. Tresna, Pengembangan Program Pengajaran.(Jakarta:Rineke Cipta, 1991)
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta:Rineka Cipta, 2010)
Suryabrata, Sumadi, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1984)
Syaefudin, Udin, dan Makmun, Abin, Syamsyudin, (Bandung CV Pustaka Setia, 2011)
Syah, Darwyan, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Putra Grafika, 2007)
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), Cet. 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab II, pasal 3. ,
LAMPIRAN - LAMPIRAN
DATA NILAI SISWA KELOMPOK EKSPERIMEN KELAS X-l
No Nama Siswa Nilai
pretest
Nilai posttest
1 Anggi Putri Dewi 75 80
2 Almah Suci Eva 77 86
3 Astrid Nera Lusiana 60 60
4 Bambang Putra 50 71 5 Boy Putra 59 65 6 Caerih Sintia 50 70 7 Cici Mawarlinda 59 69 8 Chika Pratiwi '60 80 9 Chokki Wibowo 61 85 10 Dede Bianca 55 70 11 Debi Anastasia 50 73 12 Desi Purwanti 60 80 13 Deviana Rusmianto 54 88 14 Deva Agriana 51 89 15 Estiana Dewi 50 68 16 EvaDevianai 45 78' 17 Elma Triana 53 98
18 Erin Chantika Dewi 56 100
19 Enggar Sabil 50 91 20 Esa Tunggal 50 87 21 Fahri Tomo 50 100 22 Fika Cita 60 78 23 Firman Siregar 45 100 24 Vista Santika 50 78 25 Rosa Romli 61 88 26 Rifad Santoso 40 70 27 Santian Devi 41 65 28 Seli Kirana 55 85 29 Sammuel Tobing 50 78 30 Sila Estiana 60 98 31 Kiki Wahyuni 50 100 32 Yeyet Astria 56 75 33 Tina Asmiati 50 78 34 Tika Pratiwi 55 89 35 Widia 40 70
Descriptive Statistics N Minimu m Maximu m Mean Std. Deviation pretest Valid N (listwise) 35 35 40 77 53,94 8,077 Descriptive Statistics N Minimu m Maximu m Mean Std. Deviation pretest Valid N (listwise) 35 35 60 100 81,14 11,425
LAMPIRAN - LAMPIRAN DATA NILAI SISWA KELOMPOK EKSPERIMEN KELAS X-l
No Nama Siswa Nilai
pretest
Nilai posttest
1 Anggi Putri Dewi 75 80
2 Almah Suci Eva 77 86
3 Astrid Nera Lusiana 60 60
4 Bambang Putra 50 71 5 Boy Putra 59 65 6 Caerih Sintia 50 70 7 Cici Mawarlinda 59 69 8 Chika Pratiwi 60 80 9 Chokki Wibowo 61 85 10 Dede Bianca 55 70 11 Debi Anastasia 50 73 12 Desi Purwanti 60 80 13 Deviana Rusmianto 54 88 14 Deva Agriana 51 89 15 Estiana Dewi 50 68 16 Eva Devianai 45 78 17 Elma Triana 53 98
18 Erin Chantika Dewi 56 100
19 Enggar Sabil 50 91 20 Esa Tuhggal '50 87 21 Fahri Tomo 50 100 22 Fika Cita 60 78 23 Firman Siregar 45 100 24 Vista Santika 50 78 25 Rosa Romli 61 88 26 Rifad Santoso 40 70 27 Santian Devi 41 65 28 Seli Kirana 55 85
29 Sammuel Tobing 50 78 30 Sila Estiana 60 98 31 Kiki Wahyuni 50 100 32 Yeyet Astria 56 75 33 Tina Asmiati 50 78 34 Tika Pratiwi 55 89 35 Widia 40 70
PERHITUNGAN DISTRIBUSI FREKUENSI, MEAN, MEDIAN, MODUS UNTUK SKOR HASIL PRETES KELAS EKSPERIMEN
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
pretest Valid N (listwise)
35 35 40 77 53,94 8,077
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation posttes
Valid N (listwise)
35 35
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMA 2 Mei
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : X / 2 Pertemuan ke - : 1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Standar Kompetensi : Memahami uang dan perbankan
A.Kompetensi Dasar : Menjelaskan mengenai teori uang
B.Indikator dan Pencapaian Kompetensi
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian uang dan fungsinya 2. Siswa dapat mengelompokkan jenis-jenis uang
3. Siswa dapat menganalisa teori tentang uang
C.Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai pembelajaran diharapkan :
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian uang dan fungsinya 2. Siswa dapat mengelompokkan jenis-jenis uang
3. Siswa dapat menganalisa teori tentang uang
D. Karakter yang harus dicapai dalam tujuan pembelajaran adalah Jujur, Kerja Keras, Disiplin, Kreatif, Mandiri, Rasa ingin tahu, Gemar membaca. E. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi 3. Tanya jawab F. Sumber pembelajaran
1. Lingkungan sekitar sekolah yaitu warung/minimarket 2. Buku teks - penerbit
3. Buku LKS - penerbit
G. Materi Pembelajaran (terlampir) H. Langkah-langkah Kegiatan
No Kegiatan siswa Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 PENDAHUTUAN
Guru memberikan salam dan memulai pelajaran dengan
mengucapkan basmalah dan berdoa Menyampaikan indikator dan
kompetensi yang diharapkan Menjelaskan materi yang akan
dipelajari dengan kompetensi dasar yang akan dicapai
Siswa menjawab salam dan bersama guru
memulai pelajaran dengan basmalah dan berdoa. Siswa mendengarkan penjelasan guru terhadap materi yang akan
dipelajari dengan
kompetensi dasar yang akan di capai.
10 Menit
2 KEGIATAN INTI A. Ekplorasi
a) Untuk sejauh mana pengetahun siswa tentang materi pengertian uang dan fungsinya.
Guru mengawali dengan beberapa pertanyaan:
Pernahkah kalian mendengar tentang uang?
Siapakah diantara kalian yang mengerti tentang arti uang dan fungsinya?
Guru menunjuk seorang siswa untuk memberikan opini mengcnai uang dan fungsinya. b) Guru mengelompokkan siswa
untuk kernudian menugaskan kelompok ke lingkungan sekitar sekolah (warung/minimarket) untuk mengisi LKS/Lembar kerja yang sudah diberikan guru. c) Siswa diberi waktu untuk keluar
kelas (lingkungan sekitar sekolah) untuk mempelajari mengisi LKS dari materi
B. Elaborasi
Guru mempersilahkan seluruh siswa untuk masuk kembali ke kelas.
Guru memberikan siswa untuk menjawab LKS yang
jawabannya di dapatkan dari luar kelas
Jujur, Disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, cinta rupiah.
Jujur, Disiplin, kerja keras. kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, demokratis, menghargai
prestasi, toleransi
Jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi komunikatif , percaya diri, toleransi
25 Menit
Guru menunjuk siswa untuk menjelaskan tentang materi LKS/ tugas / pertanyaan
C. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru bersama siswa berdiskusi tentang uang dan fungsi serta memberika penguatan dan penyimpulan
15 Menit
3 Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru: a) Guru menunjukan salah satu
siswa untuk mereview materi hari ini
b) melakukan penilaian dan/atau refleksi seperti menanyakan dan memberikan jawaban terhadap kegiatan yang sudah dilalui.
c) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
d) Guru dan siswa menutup / mengakhiri pelajaran tersebut dengan membaca hamdalah atau do’a
Jujur, Bekerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu
Sumber dan Media Pembelajaran : 1. Buku paket kelas X SMA Ekonomi 2. Internet
3. Powerpoint
4. Mini marketAvarung lingkungan sekitar sekolah
Penilaian :
Indikator Pencapaian Teknik
Penilaian Bentuk Instrumen
Instrumen
1.Mendeskripsikan teori uang dan fungsinya 2.Menganalisis manfaat
uang dan kegiatanuang 3.Mengidentifikasi
keberadaan uang di Indonesia
Tes Tulis Uraian tertutup 1. Jelaskan pengertian teori uang dan fungsinya! 2. Jelaskan macam-macam
uang!
3. Sebutkan manfaat uang bagi kehidupan?
4. Jelaskan asal mulauang di indonesia!
5. Sebutkan syarat-syarat dari
Kunci Jawaban
No Butir Soal Kunci Jawaban
1
2
3
Jelaskan pengertian teori uang dan fungsinya!
Jelaskan macam – macam uang
Sebutkan manfaat uang bagi kehidupan!
Uang adalah segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar menukar dalam lalu lintas perekonomian. Yang dapat dipakai untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa, maupun hutang baik sekarang maupun di kemudian hari.. Uang logam dan emas juga disebut sebagai uan penuh (full bodied money) Artinya, nilai intrinsiknya (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya. Sedangkan fungsinya adalah
a. Satuan hitung (unit of accounting): uang dapat memberikan harga suatu kornoditas maka nilai suatu barang dapat diukur dan
dibandingkan.
b. Alat transaksi (medium of exchange): sebagai alat tukar yang harus diterima karena
jaminan kepercayaan.
c. Penyimpan nilai (store of value):dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang-mendatang.
Uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Uang girai, adalah uang yang dimiliki
masyarakat dalam bentuk simpanari (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan.
Untuk transaksi jual beli
Sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang
Sebagai alat tukar kebutuhan manusia sehari-hari.
4
5
Jelaskan asal mula uang di indonesia!
Sebutkan syarat-syarat dari uang?
Sejarah perkembangan uang dimulai pada saat uang zaman kerajaan sampai saat ini, dimulai dengan: Uang kerajaan majapahit, uang koin yang disebut dengan uang kobok majapahit
Uang emas/ MA pada zaman kerajaan sriwijaya dikena dengan uang Dinar
Abad 18 dikenal Uang Logam dan Kertas sampai saat ini
Abad 20 baru dikenal dengan Bilyat Giro, wesel, Nota kredit, Nota Debit, Surat Bukti Penerimaan.
Harus diterima secara umum (acceptability).
Memiliki nilai tinggi atau dijarnin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa.
Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability),
Kualitasnya cenderung sama (uniformity),
Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan
masyarakat
tidak mudah dipalsukan (scarcity).
Harus mudah dibawa (portable) dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility),
memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
Penskoran :
No Butir Soal Skor
1 2 3 4 5
Jelaskan pengertian teori uang dan fungsinya!
Jelaskan macam-macam uang!
Sebutkan manfaat uang bagi kehidupan? Jelaskan asal mula uang di indonesia! Sebutkan syarat-syarat dari uang?
20 20 20 20 20 Total Skor 100
Guru Bidang Studi ciputat, 9 Januari 2013
Mahasiswa PPKT
Drs. HM.Suparjo,MM
Lamplran
Materi pembelajaran
1. Pengertian uang adalah segala sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat umum sebagai alat tukar menukar dalam lain lintas perekonomian. Yang dapat dipakai untuk melakukan pembayaran baik barang, jasa, maupun hutang baik sefcarang maupun di kemudian hari. Uang logam dan emas juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money) Artinya, nilai intrinsiknya (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya.
Adapun fungsinya adalah sebagai berikut: Fungsi Uang :
Satuan hitung (unit of accounting): uang dapat memberikan harga suatu komoditas maka nilai suatu barang dapat diukur dan
dibandingkan.
Alat transaksi (medium of exchange): sebagai alat tukar yang harus diterima karena jaminan kepercayaan.
Penyimpan nilai (store of value): dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang-mendatang.
2. Jenis Jenis Uang :
o Uang fiat (token money); yaitu komoditas yang diterima sebagai uang, namun nilai nominalnya jauh lebih dari nilai komoditas itu sendiri.. Contoh: Uang 100.000 nilainya jauh lebih tinggi dari pada bahan atau kertasnya.
o Uang komoditas ; yaitu uang yang nilainya sebesar dengan nilai komoditas itu sendiri. Contoh: uang dinar atau dirham.
o Uang hampir liquid/szmpurna ; yaitu uang yang untuk
menggunakamiya harus , ditukarkan atau dicairkan terlebih dahulu. Contoh: cek, giro, emas dll -
3. Teori tentang uang Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan:
_ apakah sebenarnya uang? _ mengapa uang itu ada harganya? _ mengapa uang itu sampai beredar?
Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.
Teori uang statis
1. Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, rnelainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
2. Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakaian masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
3. Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
4. Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila Negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar Jan alat bayar maka timbuliah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari I egara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
Teori uang dinamis
1. Teori Kuantitas dari DaA'id Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
2. Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memosukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
3. Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
4. Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMA 2 Mei
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : X/2
Pertemuan ke- : 2
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
Standar kompetensi : memahami uang dan perbankan
A. Kompetensi Dasar : Membedakan peran bank umum dan bank sentral
B. Indikator Dan Pencapaian Kompetensi
1. Siswa dapat menjelasan pengertian bank
2. Siswa dapat menjelaskan fungsi dan tugas bank
3. Siswa dapat menjelaskan pengertian bank sentral, bank konvensional dan bank syariah
C. Tujuan Pembelajaran :
Setelah selesai pembelajaran, siswa diharapkan mampu: 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian bank
2. Siswa dapat menjelaskan fungsi dan tugas bank
3. Siswa dapat. menjelaskan pengertian bank sentral, bank konvensional dan bank syariah
D. Karakter yang harus dicapai dalam tujuan pembelajaran adalahJujur,
Kerja Keras, Disiplin, Kreatif, Mandiri, Rasa ingin tahu, Gemar membaca.
E. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi 3. Tanya jawab 4. Outdoor study
F. Sumber pembelajaran
1. Lingkungan sekitar sekolah yaitu pegadaian, BMT, dan Koperasi 2. Buku teks - penerbit
3. Buku LKS – penerbit
G. Materi Pembelajaran (terlampir) H. Langkah-langkah Kegiatan
No. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan siswa Alokasi Waktu 1 Pendahuluan
• Guru mengucapkan salam dan memulai pelajaran dengan basmalah dan berdoa • Menjelaskan indikator dan kompetensi
yang diharapkan
• Menyampaikan sebuah materi yang akan dipelajari dengan kompetensi dasar yang akan dicapainya.
Siswa menjawab salam kepada guru untuk memulai pelajaran. Siswa memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru terhadap materi yang dipelajari sesuai kompetensi dasar.
10 Menit
2 KEGIATAN INTI
A. Ekplorasi
a) Menilai sejauh mana pengetahun siswa tentang materi pengertian bank, fungsi serta pemahaman mengenai bank sentrak bank konvensional dan bank syariah.
Untuk mengawalinya, guru memberikan dengan beberapa pertanyaan:
❖ Pernahkah kalian mendengar
bank konvensional dan bank syariah?
'❖. Siapakah diantara kalian
yang mengerti tentang arti bank?
❖ Guru menunjuk beberapa siswa
Jujur, Disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, cinta rupiah.
25 Menit
Untuk memberikan opini mengenai
materi pertanyaan yang diutarakan oleh guru. b) Pembagian tugaskelompok oleh
sekitar
sekolah (pegadaian, BMT,
Koperasi) guna mengisi LKS/Lembar
kerja yang sudah diberikan oleh guru. c) Guru memberikan luang waktu kepada